Anda di halaman 1dari 3

Lokasi Ekowisata Taman Nasional Pulau Komodo

Oleh Ismail Maqbul (230210120053)*


)
*) Makasiswa Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 2012
Universitas Hassanudin - Makassar
Pulau Komodo terletak di kawasan kecamatan komodo, kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa
Tenggara Timur perbatasan antara Pulau Sumbawa dan Flores dengan luas permukaan 390 Km
2
yang dihuni
lebih dari 4000 penduduk dan merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo. Disanping Pulau Komodo,
Taman Nasional Komod meliputi dua kepulauan besar lainnya, yakni Rinca dan Padar, dan beberapa pulau
kecil lainnya. Pulau Komodo mulai jadi perbincangan dunia di awal tahun 2009 setelah binatang komodo
sejenis reptile purba yang telah ratusan tahun mendiami pulau ini dinominasikan sebagai salah satu The Next
Seven Wonders of Nature. Sejak itulah banyak wisatawan dalam dan luar negeri berdatangan ke lokasi ini.
Taman nasional komodo dibentuk pada tahun 1980 dan dinyatakan sebagai World Heritage Site serta Man and
Biosphere Reserve oleh UNESCO pada tahun 1986. Melalui kemitraan dengan sector swasta, operator
penyelaman local, dan pemandu wisata, Taman Nasional Komodo mengembangkan usaha ekowisata
berkualitas tinggi, berdasarkan potensi wisata yang ada dikawasan Pulau Komodo.
Taman Nasional Pulau Komodo telah menjadi salah satu destinasi ekowisata terbaik yang dipilih oleh
wisatawan, Selain terdapat spesies yang khas, unik dan langka, lokasi ekowiasata ini memiliki ekosistem dan
lingkungan pesisir, serta kehidupan social budaya masyarakat yang menarik untuk dipelajari. Di Taman
Nasional Komodo inilah terdapat spesies langka dan paling unik di dunia, yakni kadal raksasa yang dikenal
dengan nama Komodo (Varanus komodoensis), kadal terbesar dan terberat di dunia. Selain komodo, di darat
juga terdapat tiga burung yang cantik dan elok, kehicap flores (Monarcha sacerdotum), serindit flores
(Loriculus flosculus), gagak flores (Corvus florensis), maka di laut terdapat hiu paus, pari manta, aneka
bentukan atau formasi dasar laut sampai dinding dan cerukan terumbu karang. Warna-warna indah akibat
pantulan sinar matahari menjadikan suasana bawah laut makin cantik dan eksotik. Sebagai highlight, Pari manta
bintik putih yang digelari elang dalam laut (Aetobatis narinari) dan mempunyai bentang sirip hingga 2,3 m
bisa ditemukan di perairan ini.
Kabupaten Manggarai Barat punya segalanya. Mulai dari mengamati burung di wilayah Mbeliling,
pengamatan flora fauna endemik, ekowisata ke Pulau Komodo, Liang Ndara, Nunang hingga Sano Nggoang
danau vulkanik terbesar di pulau yang meliuk seperti terong kisut. Di kampung budaya Liang Ndara, ada tari
caci yang menunjukkan kesatriaan lelaki. Tiga burung endemic dan tikus raksasa flores (Papagomys
armandvellei) ada di bukit hutan sekitar Nunang, dusun sisi Sano Nggoang, tenggara Hutan Mbeliling. Beralih
ke Liang Bua adalah salah satu daerah di Manggarai yang sempat menggemparkan dunia arkeologi dengan
penemuan fosil yang masih menuai kontroversi hingga sekarang. Tempat yang menjadi saksi sejarah negeri bias
kita jumpai di tempat ini.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Loh Liang. Pintu masuk utama untuk kegiatan pengamatan satwa liar pada hutan musim yang dibatasi oleh
pantai pasir putih dan wisata budaya.
Pulau Lasa, Pantai Merah, Loh Bo dan Sebita. Menyelam dan snorkeling dengan fasilitas dive shop dan
glass bottom boat.
Banu Nggulung. Pengamatan satwa.
Ekowisata Taman Nasional Pulau komodo merupakan bentuk wisata yang dikelola dengan pendekatan
konservasi. Pengelolaan alam dan budaya masyarakat pun menjamin kelestarian dan kesejahteraan, artinya
bahwa pengelolaannya tetap menjaga keberlangsungan proses ekologis yang tetap mendukung system
kehidupan, melindungi keanekaragaman hayati, serta menjamin kelestarian dan pemanfaatan spesies dan
ekosistemnya. Sesuai dengan visi dan misi pengelolaan Taman Nasional Komodo yaitu Visi "Menjadi Destinasi
Ekowisata Kelas Dunia yang Mandiri pada Tahun 2015." Misi Melaksanakan perlindungan sumber daya alam
dan ekosistem Taman Nasional Komodo dengan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan kawasan dan
keanekaragaman hayati, Melakukan pengawetan sumber daya alam dan ekosistem Taman Nasional Komodo
dengan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan kawasan dan keanekaragaman hayati, Melakukan pemanfaatan
sumberdaya alam dan ekosistem Taman Nasional Komodo dengan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan
ekowisata bertaraf internasional secara mandiri dan berkelanjutan, Mewujudkan kelembagaan yang efektif,
efisien, akuntabel, harmonis dan mandiri dalam pengelolaan Taman Nasional Komodo.


Sumber :
http://nationalgeographic.co.id/berita/t
ag/pulau+komodo. diakses hari rabu
17 september 2014 pukul 6.04 PM
http://nationalgeographic.co.id/berita/2
014/02/beragam-wisata-berkelanjutan-
di-manggarai-barat. diakses hari rabu
17 september 2014 pukul 6.04 PM
http://nationalgeographic.co.id/berita/2
014/09/warisan-luhur-dari-manggarai.
diakses hari rabu 17 september 2014
pukul 6.04 PM
http://komodo-park.com. diakses hari
rabu 17 september 2014 pukul 6.04
PM
Tarif masuk TNK Struktur organisasi TNK