Anda di halaman 1dari 4

Bacaan Alkitab:

Matius 10 : 22-28
Yakobus 1 : 2-4
Sebagai orang Kristen, orang yang mengaku
percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai
Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, kita akan
diperhadapkan dengan berbagai macam
penderitaan dan pencobaan. Iman kita kepada
Yesus Kristus memang menyelamatkan kita dari
segala macam dosa dan menjadikan kita anak-
anak Allah. Hal ini merupakan suatu kebenaran
yang membawa sukacita bagi kita semua, dan
itulah sebabnya mengapa minggu lalu kita
merayakan sukacita iman kita dalam perayaan
Paskah. Akan tetapi, karena iman percaya kita
kepada Yesus Kristus, maka selama kita hidup di
dunia ini maka kita akan mengalami penderitaan
dan pencobaan.
Meskipun penderitaan yang kita alami tidak sama
satu dengan yang lain, namun sebagai orang
percaya kira harus siap mengalami penderitaan
and pencobaan. Ada berbagai macam penderitaan
yang dapat kita alami di dunia ini sebagai orang
percaya, penderitaan-penderitaan itu seperti:
1. Penderitaan dalam reputasi kita : diejek dan
diolok. Dalam kitab-kitab Injil kita telah
ketahui bersama bahwa Tuhan Yesus
banyak menerima ejekan olokan dan hinaan
dari orang-orang Yahudi. Kita juga mungkin
akan dianggap bodoh, terlalu fanatik,
kurang gaul, terlalu suci, dan lain-lain, kalau
kita sungguh-sungguh hidup sesuai dengan
firman Tuhan dan sesuai dengan kehendak-
Nya.
2. Penderitaan dalam milik kita : kita mungkin
akan kehilangan milik, harta, materi, tidak
naik pangkat atau gaji, atau bahkan
kehilangan orang-orang yang kita kasihi
karena menjadi seorang pengikut Kristus.
Tidak jarang bahwa ketaatan kita pada
firman Tuhan dapat menjadi penghalang
bagi kemajuan karier atau pun studi kita. Di
saat banyak orang memilih untuk
mengambil jalan pintas atau jalan yang
mudah untuk mendapatkan keberhasilan,
maka orang Kristen akan mengambil jalan
yang sebagaimana mestinya (yaitu jalan
yang tidak mudah atau sulit) untuk meraih
keberhasilan dan kesuksesan.
3. Penderitaan dalam mendapatkan
kebebasan dan nyawa : banyak orang
Kristen di luar sana harus dipenjara dan
bahkan tewas karena iman dan
kesalehannya sebagai orang Kristen. Murid-
murid Tuhan Yesus banyak yang harus
mengalami penderitaan, dipenjara dan
disiksa hingga mati karena setia kepada
amanat agung yang diperintahkan Yesus
Kristus. Dan masih banyak saudara-saudara
seiman kita di luar sana yang tidak
mendapatkan kebebasan sepenuhnya
untuk beribadah kepada Tuhan Allah,
rumah gereja ditutup dan dibakar, dan
mereka tidak punya tempat untuk
beribadah.

Penderitaan yang kita alami di dunia ini terjadi
atas kehendak Tuhan bagi orang Kristen. Banyak
orang Kristen berpikir bahwa dengan menjadi
orang Kristen, maka kita akan terbebas dari
berbagai macam penderitaan dan pencobaan.
Namun pemahaman seperti itu salah. Menjadi
orang Kristen itu berarti kita siap untuk
menderita, karena penderitaan itu adalah
kehendak Tuhan.
Yohanes 16:33 Semuanya itu Kukatakan
kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera
dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita
penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku
telah mengalahkan dunia.
Filipi 1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan
bukan saja untuk percaya kepada Kristus,
melainkan juga untuk menderita untuk Dia.
Kis. 14:22 Di tempat itu mereka menguatkan hati
murid-murid itu dan menasihati mereka supaya
mereka bertekun di dalam iman, dan
mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam
Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak
sengsara.
Mengapa Tuhan Allah mengizinkan penderitaan
terjadi atas umat-Nya?
1. Menguji Iman
Allah melihat iman kita walaupun tidak
nampak. Tetapi kalau tidak
didemonstrasikan, kita tidak akan
mendapatkan penghiburan dari iman itu
dan Allah tidak dipermuliakan. Karena itu
Allah mengizinkan penderitaan sebagai
ujian iman (test-case), agar kita maupun
orang lain di sekeliling kita melihat dan
menyaksikan betapa Allah telah melakukan
hal-hal yang berarti bagi kita. Tokoh-tokoh
di Alkitab banyak yang mengalami
penderitaan saat imannya diuji seperti
Abraham saat ia harus menyerahkan Ishak
anaknya untuk menjadi korban
persembahan dalam kitab Kejadian, juga
Sadrakh, Mesakh, Abednego yang
dilemparkan ke dalam perapian dalam kitab
Daniel, juga tokoh-tokoh lain yang
menderita karena iman mereka diuji.
Mungkin saat ini ada di antara kita yang
imannya sedang diuji melalui penderitaan.
Mungkin doa kita belum dijawab Tuhan,
atau mungkin kita tidak mendapatkan hal
yang tidak seperti yang kita kehendaki,
maka mungkin Tuhan sedang menguji iman
kita.
2. Mendewasakan
Terkadang penderitaan dimaksudkan Tuhan
untuk menumbuhkan rohani kita sehingga
kita kehidupan rohani kita dapat menjadi
dewasa. Kerohanian dan karakter kita
cenderung statis atau begitu-begitu saja,
kalau segala sesuatu berjalan lancar dan
mulus jalannya. Maka kesukaran-kesukaran
bisa mendorong kerohanian dan karakter
kita untuk bertumbuh menjadi lebih
dewasa. Kehidupan rohani kita harus
bertumbuh dan semua itu butuh proses,
seperti layaknya proses kita bertumbuh
secara jasmani, pada waktu kita pertama
kali mengenal Yesus dan menerima Yesus
kita adalah bayi rohani dan selayaknya bayi
yang masih belum mengenal apa-apa, kita
dituntun ditimang diajar untuk berjalan,
berbicara, mengenal hal-hal dan melakukan
berbagai aktivitas, dan seiring berjalannya
waktu kita bertumbuh kita mulai
diperhadapkan dengan berbagai tantangan
dan kesulitan untuk menuju kedewasaan.
3. Menyatakan Kemuliaan Allah
Salah satu hal yang Allah kehendaki di bumi
ini yaitu kemuliaan Allah dinyatakan.
Bagaimana kemuliaan Allah dapat
dinyatakan di muka bumi ini? Yaitu melalui
kehidupan orang-orang percaya. Ketekunan
dan ketahanan orang Kristen dalam
penderitaan akan menjadi kekaguman bagi
dunia. Sedangkan kekuatan yang diberikan
Tuhan Allah, membuat orang Kristen
sanggup memuji Tuhan dalam sengsara.
Melalui penderitaan orang percaya maka
kemuliaan Allah dapat dinyatakan. Melalui
penderitaan murid-murid Yesus, maka
banyak orang mendengar Injil dan menjadi
percaya serta memuliakan Allah. Melalui
penderitaan Yesus sendiri, maka kemuliaan
Allah dinyatakan di dunia. Tuhan Allah
dapat menggunakan penderitaan yang kita
alami untuk menjadi kesaksian hidup kita
demi menyatakan kemuliaan Allah bagi
orang-orang di sekitar kita.

Di tengah-tengah kehidupan kita yang penuh
dengan tantangan dan penderitaan, mudah sekali
bagi kita untuk merasa bingung, bimbang, dan
kehilangan arah tujuan kita. Mudah sekali bagi
kita untuk tersesat dan terjebak dalam
penderitaan kita, sehingga kita memfokuskan diri
kita kepada penderitaan, sehingga kita lupa
bahwa kita punya Tuhan Allah yang jauh melebihi
masalah dan penderitaan kita. Untuk itu hal-hal
yang dapat kita lakukan saat dalam penderitaan,
yaitu:
1. Menyerahkan jiwa pada pemeliharaan
Tuhan lewat doa. Minggu lalu kita baru saja
memperingati hari kematian dan
kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, dimana
Dia harus menderita dan disalibkan untuk
menebus dosa kita manusia. Di tengah-
tengah Yesus mengalami penderitaan,
Yesus tetap berdoa menyerahkan jiwa-Nya
kepada pemeliharan Tuhan Allah. Di tengah
penderitaan kita, jadikanlah Yesus sebagai
teladan sejati kita yaitu dengan berdoa
menyerahkan jiwa kita pada pemeliharaan
Tuhan. Jangan kita bertahan dengan
kekuatan kita sendiri, sebab dengan
kekuatan kita sendiri kita tidak akan
mampu. Biarkan hikmat dan kuasa Allah
bekerja dalam kita untuk menanggulangi
setiap penderitaan kita. Jadikan Dia sebagai
fokus utama kita, dan jangan jadikan
masalah atau penderitaan kita menjadi
fokus utama.
2. Tetap berbuat baik. Di saat kita mengalami
pencobaan dan penderitaan, janganlah kita
tergoda untuk berbuat hal-hal jahat atau
berhenti berbuat baik. Janganlah kita
berhenti melakukan hal-hal baik yang
dikehendaki oleh Tuhan untuk dilakukan
dan janganlah kita memadamkan pelita kita
untuk bersinar. Sebab firman Tuhan
berpesan kepada kita dalam Galatia 6:9
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik,
karena apabila sudah datang waktunya, kita
akan menuai, jika kita tidak menjadi
lemah.
3. Bersukacitalah. Mungkin hal ini merupakan
hal yang aneh serta sulit untuk dimengerti
oleh manusia. Namun Tuhan berfirman
kepada kita untuk bersukacitalah
senantiasa di dalam Tuhan. Dalam
pembacaan Alkitab kita tadi dalam Yakobus
1:2 berbunyi Saudara-saudaraku,
anggaplah sebagai suatu kebahagiaan,
apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-
bagai pencobaan.... Maka jika kita
menganggap pencobaan itu sebagai suatu
kebahagiaan, maka tentu kita tetap
bersukacita senantiasa. Mengapa kita
seharusnya bersukacita dalam penderitaan?
Dalam Roma 5:3-4 dijelaskan bahwa
kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan
tahan uji menimbulkan pengharapan dan
pengharapan itu tidak mengecewakan. Juga
dalam Yakobus 1:12 dengan jelas
mengatakan, Berbahagialah orang yang
bertahan dalam pencobaan, sebab apabila
ia sudah tahan uji, ia akan menerima
mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah
kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
4. Tetap pecaya akan kesetiaan Allah. Tuhan
Allah yang kita sembah adalah Tuhan Allah
yang setia akan janji-Nya. Dia berjanji akan
menolong kita dan memberikan kekuatan
serta menjaga kita senantiasa. Dalam I
Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan
yang kamu alami ialah pencobaan-
pencobaan biasa, yang tidak melebihi
kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan
karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu
dicobai melampau kekuatanmu. Pada
waktu kamu dicobaik Ia akan memberikan
kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu
dapat menanggungnya. Untuk itu,
tetaplah percaya akan kesetiaan Allah
sebab Tuhan Allah adalah Allah yang setia.