Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sistem urinaria merupakan sistem yang penting untuk membuang sisa-sisa
metabolisma makanan yang dihasilkan oleh tubuh hewan terutama senyawaan nitrogen
seperti urea dan kreatinin, bahan asing dan produk sisanya. Sampah metabolisme ini
dikeluarkan (disekresikan) oleh ginjal dalam bentuk urin. Urin kemudian akan turun
melewati ureter menuju kandung kemih untuk disimpan sementara dan akhirnya secara
periodik akan dikeluarkan melalui uretra.
Organ utama dari sistem urinaria adalah ren (ginjal). Bentuk dan struktur ren berbeda-
beda pada setiap hewan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan fungsi dari setiap
individu hewan. Oleh sebab itu, penulis menyusun makalah dengan judul Sistem Urinaria
pada Hewan Vertebrata dan akan membahas tentang berbagai bentuk dan anatomi sistem
urinaria pada beberapa contoh hewan.

1.2 Rumusan Masalah
Dari Latar belakang diatas penyusun menyimpulkan rumusan masalah dalam
pembahasan makalah ini yaitu:
- Apa saja organ-organ pada sistem urinaria?
- Bagaimana ragam bentuk ren pada anjing, sapi, babi dan kuda?
- Bagaimana letak anatomi ren pada anjing, sapi, babi dan kuda?
- Bagaimana sistem urinaria pada pisces, amfibi, reptil dan aves?


1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, makalah ini bertujuan untuk:

- Mengetahui apa saja organ-organ pada sistem urinaria
- Mengetahui bagaimana ragam bentuk ren pada anjing, sapi, babi dan kuda
- Mengetahui bagaimana letak anatomi ren pada anjing, sapi, babi dan kuda
- Mengetahui bagaimana sistem urinaria pada pisces, amfibi, reptil dan aves



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sistem Urinaria dan Organ-organnya
Sistem urinaria, adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah
sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat
yang masih di pergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut
dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).
Sistem ini terdiri dari sepasang ginjal (ren) dengan saluran keluar urine berupa
ureter dari setiap ginjal. Ureter bermuara pada sebuah kandung kemih (vesika urinaria) di
ventral bagian bawah di belakang tuang kemaluan (pubic bone) urine selanjutnya dialirkan
keluar melalui sebuah uretra.





a. Ginjal (Ren)
Ginjal biasa juga disebut dengan renal, kidney, terletak di belakang rongga
peritoneum dan berhubungan dengan dinding belakang dari rongga abdomen,
dibungkus lapisan lemak yang tebal. Ginjal terdiri dari dua buah yaitu bagian kanan dan
bagian kiri. Ginjal kanan lebih rendah dan lebih tebal dari ginjal kiri, hal ini karena
adanya tekanan dari hati. Letak ginjal kanan setinggi lumbal I sedangkan letak dari
ginjal kiri setinggi thorakal XI dan XII. Bentuknya seperti biji kacang tanah dan margo
lateralnya berbentuk konveks dan margo medialnya berbentuk konkav. Panjangnya
sekitar 4,5 inchi (11,25 cm), lebarnya 3 inchi (7,5cm), dan tebalnya 1,25 inchi
(3,75cm). Bagian luar dari ginjal disebut dengan substansia kortikal sedang bagian
dalamnya disebut substansia medularis dan dibungkus oleh lapisan yang tipis dari
jaringan fibrosa.

Nefron merupakan bagian terkecil dari ginjal yang terdiri dari glomerulus, tubulus
proksimal, lengkung hendle, tubulus distal, dan tubulus urinarius (papilla vateri). Pada
setiap ginjal diperkirakan ada 1.000.000 nefron, selama 24 jam dapat menyaring darah 170
liter, arteri renalis membawa darah murni dari aorta ke ginjal. Lubang-lubang yang terdapat
pada pyramid renal masing-masing membentuk simpul dan kapiler suatu badan malphigi
yang disebut glomerulus. Pembuluh afferent bercabang membentuk kapiler menjadi vena
renalis yang membawa darah dari ginjal ke vena kava inferior.
Fungsi ginjal antara lain :
1. Memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksik atau racun
2. Mempertahankan suasana keseimbangan cairan
3. Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh
4. Mempertahankan keseimbangan garam-garam dan zat-zat lain dalam tubuh
5. Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme hasil akhir dari protein ureum, kreatinin, dan
amoniak.
Bentuk ren
Pada umumnya ren ada sepasang (dua buah) yang terdapat di dalam rongga ventral,
mempunyai bentuk menyerupai kacang buncis dengan hilus renalis yakni tempat masuknya
pembuluh darah dan keluarnya ureter, mempunyai permukaan yang rata. Selubung ginjal
(Ren) disebut kapsula ginjal, tersusun dari campuran jaringan konektif yakni serabut
kolagen dan beberapa serabut elastis.
Struktur histologis pada berbagai jenis hewan piara tidak sama, sehingga bentuk ginjal
dibedakan menjadi:
a. Unilober atau unipiramidal: pada kelinci dan kucing mempunyai struktur histologi
sama, yakni tidak dijumpai adanya percabangan pada kalik renalis, papila renalis
turun ke dalam pelvis renalis, dan duktus papilaris bermuara pada kalik. Pada kuda,
domba, kambing, dan anjing terjadi peleburan dari beberapa lobus, sehingga
terbentuk papila renalis tunggal yang tersusun longitudinal.
b. Multilober atau multipiramidal: bentuk ini dijumpai pada babi, sapi, dan kerbau.
Lobus (piramid) dan papila renalis lebih dari satu jelas terlihat.
Struktur dalam ren.
1. Nefron adalah unit struktural dan fungsi ren , tiap ginjal mengandung lebih dari 1
juta nefron.
2. Masing-masing nefron terdiri dari 1 tubulus panjang dengan suatu akhir buntu
yang disebut kapsula bawman atau kapsul glumeruler.

Tiap-tiap kapsul glomeruler mengandung 1 tubulus renalis dan glumerolus, suatu
struktur yang mengandung sekelompok kapiler.
1. Kapsula glomeruler dan glomerolus secara bersama-sama disebut korpuskulah
renalis.
2. Korpuskula renalis merupakan tempat utama filtrasi dan sangat porus.

Tubulus panjang nefron terbagi dalam 3 bagian:
1) Tubulus kontortus proksimalis,merupakan bagian yang pertama,terdekat dengan
kapsul glomeruler.
2) Loop of Henle merupakan bagian yang kedua, terletak setelah tubulus kontortus
proksimalis yang mempunyai bagian naik dan turun.
3) Tubulus kontortus distalis,merupakan bagian ketiga, paling distal terhadap kapsul
glomeruler.
4) Ujung distal tubulus bergabung dengan ujung distal nefron di dekatnya untuk
membentuk tubulus yang lebih besar, yaitu tubulus kolektivis.

3. Reabsorpsi,sekresi dan pemeliharaan derajat osmolalitas pada cairan interstisialterdapat
pada bagian-bagian nefron yang berbeda. Pada tubulus kontortus proksimalis,larutan
tertentu direabsorpsi dari filtrat glomerolus dan dikembalikan dalam darah. Pada bagian
yang turun dari loop of Henle,air diambil dari filtrat secara osmosis dan dikembalikan ke
cairan interstisial. Pada bagian yang naik dari loop of Henle,garam-garam (sodium dan
klorida) di ambil untuk menjaga osmolalitas. Pada tubulus kontortus distalis,ion-ion
potasium dan hidrogen di sekresikan dan di reabsorpsi. Beberapa urea berdifusi keluar
dari tubulus kolektivis dan beberapa kembali ke nefron,paling banyak urea masuk ke
cairan interstisial.

4. Bentuk tubulus renalis pada Vertebrata bervariasi.
a. Tipe paling primitif dengan korpuskulum terdapat pada Elasmobranchi.
b. Korpuskulum tereduksi atau tidak ada terdapat pada teleostei air laut, Reptilia.
c. Korpuskulum besar terdapat loo of Henle, pada Ades dan mamalia

5. Korpuskulum renalis terdiri dari 2 bagian, yaitu:
a. Glomerolus yang dibentuk oleh sistem sirkulatoria, merupakan sekelompok kecil
kapiler yang tersususn padat, yang begelung dan saling membelitkan diri.
b. Kapsula bowman merupakan bagian proksimal tubulus yaitu bentuknya berlapis
dua. Lapisan dalam sangat erat melekat pada pembuluh darah pada glomerulus,
tersusun dari sel-sel berbentuk stelat yang disebut podosit.

Anteriola aferen mengirimkan darah ke glomerolus. Anteriola aferen meninggalkan
glomerulus.
b. Ureter
Ureter adalah lanjutan dari renal pelvis yang panjangnya antara 10 sampai 12 inchi (25-
30 cm), dan diameternya sekitar 1 mm sampai 1 cm. Ureter terdiri atas dinding luar yang
fibrus, lapisan tengah yang berotot, dan lapisan mukosa sebelah dalam. Ureter mulai
sebagai pelebaran hilum ginjal, dan letaknya menurun dari ginjal sepanjang bagian
belakang dari rongga peritoneum dan di depan dari muskulus psoas dan prosesus
transversus dari vertebra lumbal dan berjalan menuju ke dalam pelvis dan dengan arah
oblik bermuara ke kandung kemih melalui bagian posterior lateral. Pada ureter terdapat 3
daerah penyempitan anatomis, yaitu :
1. Uretropelvico junction, yaitu ureter bagian proksimal mulai dari renal pelvis sampai
bagian ureter yang mengecil
2. Pelvic brim, yaitu persilangan antara ureter dengan pembuluh darah arteri iliaka
3. Vesikouretro junction, yaitu ujung ureter yang masuk ke dalam vesika urinaria
(kandung kemih).
Ureter berfungsi untuk menyalurkan urine dari ginjal ke kandung kemih. Gerakan
peristaltik mendorong urine melalui ureter yang diekskresikan oleh ginjal dan disemprotkan
dalam bentuk pancaran, melalui osteum uretralis masuk ke dalam kandung kemih.




c. Kandung Kemih


Kandung kemih merupakan muskulus membrane yang berbentuk kantong yang
merupakan tempat penampungan urine yang dihasilkan oleh ginjal, organ ini berbentuk
seperti buah pir (kendi). Letaknya di dalam panggul besar, sekitar bagian postero superior
dari simfisis pubis. Bagian kandung kemih terdiri dari fundus (berhubungan dengan rectal
ampula pada laki-laki, serta uterus bagian atas dari kanalis vagina pada wanita), korpus, dan
korteks. Dinding kandung kemih terdiri dari lapisan peritoneum (lapisan sebelah luar),
tunika muskularis (lapisan otot), tunika submukosa, dan lapisan mukosa (lapisan bagian
dalam). Kandung kemih bervariasi dalam bentuk, ukuran, dan posisinya, tergantung dari
volume urine yang ada di dalamnya. Secara umum volume dari vesika urinaria adalah 350-
500 ml. Kandung kemih berfungsi sebagai tempat penampungan sementara (reservoa)
urine, mempunyai selaput mukosa berbentuk lipatan disebut rugae (kerutan) dan dinding
otot elastis sehingga kandung kencing dapat membesar dan menampung jumlah urine yang
banyak.

d. Uretra
Uretra adalah saluran sempit yang terdiri dari mukosa membrane dengan muskulus
yang berbentuk spinkter pada bagian bawah dari kandung kemih. Letaknya agak ke atas
orivisium internal dari uretra pada kandung kemih, dan terbentang sepanjang 1,5 inchi
(3,75 cm) pada wanita dan 7-8 inchi (18,75 cm) pada pria. Uretra pria dibagi atas pars
prostatika, pars membrane, dan pars kavernosa.
Fungsi uretra yaitu untuk transport urine dari kandung kencing ke meatus eksterna,
uretra merupakan sebuah saluran yang berjalan dari leher kandung kencing ke lubang air.
e. Pembentukan Urin
Urin merupakan larutan kompleks yang terdiri dari sebagian besar air (96%) air dan
sebagian kecil zat terlarut (4%) yang dihasilkan oleh ginjal, disimpan sementara dalam
kandung kemih dan dibuang melalui proses mikturisi.

Urin dihasilkan dari penyaringan darah yang dialirkan melalui cabang aorta
abdominalis yaitu arteri renalis oleh nefron-nefron yang ada di ginjal. Nefron-nefron itu
melakukan fungsi-fungsi seperti Filtrasi, Reabsorbsi, dan Sekresi.
Proses pembentukan urin, yaitu :
a. Filtrasi (penyaringan) : capsula bowman dari badan malpighi menyaring
darah dalam glomerulus yang mengandung air, garam, gula, urea dan zat
bermolekul besar (protein dan sel darah) sehingga dihasilkan filtrat
glomerulus (urin primer). Di dalam filtrat ini terlarut zat seperti glukosa,
asam amino dan garam-garam.
b. Reabsorbsi (penyerapan kembali) : dalam tubulus kontortus proksimal zat
dalam urin primer yang masih berguna akan direabsorbsi yang dihasilkan
filtrat tubulus (urin sekunder) dengan kadar urea yang tinggi.
c. Sekresi (pengeluaran) : dalam tubulus kontortus distal, pembuluh darah
menambahkan zat lain yang tidak digunakan dan terjadi reabsorbsi aktif ion
Na+ dan Cl- dan sekresi H+ dan K+. Selanjutnya akan disalurkan ke tubulus
kolektifus ke pelvis renalis.
2.2 Ragam Bentuk Ren Pada Anjing, Sapi, Babi, Dan Kuda

Struktur Histologi Ginjal Pada Berbagai Jenis Hewan Piara Tidak Sama, Sehingga
Bentuk Ginjal Dibedakan Menjadi:
a) Unilober Atau Unipiramidal : Pada Kelinci Dan Kucing Mempunyai
Struktur Histologi Sama, Yakni Tidak Dijumpai Adanya Percabangan Pada
Kalik Renalis, Papila Renalis Turun Ke Dalam Pelvis Renalis, Dan Duktus
Papilaris Bermuara Pada Kalik. Pada Kuda, Domba, Kambing, Dan Anjing
Terjadi Peleburan Dari Beberapa Lobus, Sehingga Terbentuk Papila Renalis
Tunggal Yang Tersusun Longitudinal.
b) Multilober Atau Multipiramidal : Bentuk Ini Dijumpai Pada Babi, Sapi, Dan
Kerbau. Lobus (Piramid) Dan Papila Renalis Lebih Dari Satu Jelas Terlihat.
Macam-Macam Bentuk Ren Pada Hewan Yaitu:
2.1.1 Anjing
Berat : 57 Gram(Tergantung Bangsa)
Ukuran : 5x2,5x2,5cm
Bentuk : Kacang Dan Relatif Besar. Warna Lebih Gelap, Bentuk Tidak Seperti
Pada Domba Yang Sangat Menyerupai Biji Kacang.
2.1.2 Sapi
Berat : Kanan 700 Gram, Kiri 30 Gram Lebih Berat
Ukuran : 20-22,5x10 Sampai 12,5x6,25cm
Bentuk : Ada Lobulasi, Kanan Elips Dengan Ujung Kranial Lebih Besar Dan
Bulat. Kiri Terpuntir Menyerupai Buah Pear Dengan Ujung Kranial Lebih Kecil
2.1.3 Babi
Berat : 235 Gram
Ukuran : 12,5x6,25x2,5cm
Bentuk : Menyerupai Kacang, Pipih Dan Halus
2.1.4 Kuda
Berat : Kanan 700 Gram, Kiri 680 Gram
Ukuran : Kanan 15x5cm, Kiri 17,5x10 Sampai 12,5x5cm
Bentuk : Kanan Menyerupai Jantung Kartu Bridge, Kiri Menyerupai Kacang


2.2 Letak Anatomi Ren Pada Anjing, Sapi, Babi, Dan Kuda

2.2.1 Anjing
Posisi : Kanan Ventral Prosesus Tranversus Lumbalis 3 Yang Pertama. Kiri:
Ventral Terhadap Prosesus Tranversus Lumbalis Ke 2,3 Dan 4 (Frandson, 1992).
2.2.2 Sapi
Posisi : Kanan Ventral Rusuk Terakhir Dan Prosesus Tranversus Lumbalis Ke 2
Atau 3 Yang Pertama. Kiri Sebelah Kanan Bidang Median, Ventral Terhadap
Vertebra Lumbalis 3-5 (Getty, 1975).
2.2.3 Babi
Posisi : Simetris Ventral Prosesus Tranversus Lumbalis 4 Yang Pertama. Tidak
Ada Kontak Dengan Hati (Frandson, 1992).
2.2.4 Kuda
Kiri : Paling Dekat Dengan Bidang Median, Arah Ventral Terhadap Rusuk Ke 18
Dan Prosesus Tranversus Lumbalis Ke 1 Dan 2 (Getty, 1975).
2.3 Sistem Urinaria Pada Pisces, Amphibi, Reptile, Dan Aves
2.3.1 Pada Pisces
A. Ginjal

Tipe ginjal pronephros / mesonephros. Sepasang, warna merah tua. Terletak di
antara pneumatocyst dan vertebrae. Bentuk variasi, memanjang dengan bagian yang
membesar terjepit di antara kedua bagian pneumatocyst (soewasono, 1974).
Dalam teleostomi yang memiliki ginjal dalam stadium pronephros biasanya tidak
memiliki ginjal yang sama pada waktu dewasa dan akan beralih ke mesonephros. Sebagai
besar genital glands memiliki hubungan khusus dengan ductus wolffi yang merupakan
sebuah saluran kencing, dan juga di teleostei tidak terdapat mulerian ductus
(macmillan,1987). Elasmobranchii memiliki pronephros yang lebih lengkap dan lebih awal
dari pada subclassnya yang lain , dan mesonephros dibagi menjadi bagian anterior atau
genital, yang menerima vasa efferentia dalam laki-laki dari testis dan dengan itu adalah
pertama munculnya phylogenetically dari epididymis dan bagian belakang atau ginjal
(parker, 1987).
Beberapa ginjal ikan bertipe pronephros, tetapi kebanyakan mesonephros. Hiu
memiliki ginjal tipe mesonephros panjang dan sempit; beberapa teleostei ginjal pendek,
besar, terletak di bagian posterior cavitas peritoneal.. Mesonephros pada ikan jantan lebih
besar daripada betina (montagna, 1963).
B. Ureter
Saluran keluar dari mesonephros, sepasang, berjalan ke belakang di sebelah ventral
tulang punggung, kemudian ke dua ureter kiri dan kanan bersatu dan agak melebar sebagai
vesica urinaria (soewasono, 1974).
C. Vesica urinaria
Merupakan persatuan ureter kanan dan kiri, dari vesica urinaria ada saluran keluar
yang sangat pendek, kemudian bersatu dengan saluran gonad membentuk sinus urogenitalis
yangakhirnya akan bermuara menjadi porus urogenitalis, tipe vesica urinaria pada ikan
ialah vesica urinaria duplex yang tergolong tipe vesica urinaria tubalis (soewasono, 1974).
2.3.2 amphibi
A. Ginjal
Bertipe mesonephros dengan jumlah sepasang di kanan kiri columna verterbralis
dan memanjang sampai craniocaudal, berwarna merah coklat (soewasono, 1974).
B. Ureter (ductus mesonephric)
Merupakan sepasang saluran halus, masing-masing keluar dorso lateral menuju ke
caudal dan bermuara di dorsal kloaka. Pada betina muara di sebelah medio caudal dari
muara uterus (soewasono, 1974).
C. Vesica urinaria
Untuk vesica urinaria, merupakan sebuah kantong tipis sebagai tonjolan dari
dinding cloaca (soewasono, 1974).
Amphibia yang seperti ular-bentuk (gymnophiona) menunjukkan susunan yang
sangat primitif dari tubulus ginjal, masing-masing memiliki nephrostome yang pendek
.anura dewasa (katak dan kodok) terdapat kantung kemih yang sebenarnya yang pertama
terbentuk dari divertikulum dari dinding ventral cloaca, beberapa pendapat menyebutkan
bahwa mungkin terdapat bagian tersendiri, dan bahkan terkadang ganda (gegenbaur, 1981).
2.3.3. Reptil
A. Ginjal
Jumlah sepasang, berwarna merah-coklat, masing-masing terdiri dari 2 lobi yaitu
lobus anterior dan posterior, agak pipih dan berlekatan satu sama lain. Terletak
retroperitoneal (di luar dan belakang peritoneum), di daerah sacrum (soewasono, 1974).
B. Ureter (ductus mesonephric)
Jumlah sepasang, berwarna merah-coklat, masing-masing terdiri dari 2 lobi yaitu
lobus anterior dan posterior, agak pipih dan berlekatan satu sama lain. Terletak
retroperitoneal ( di luar dan belakang peritoneum ), di daerah sacrum (soewasono, 1974).
C. Vesica urinaria
Sebagai kantung tipis, merupakan tonjolan dinding ventral kloaka (soewasono,
1974). Reptilia yang memiliki tipe ginjal atau metanephros berkembang dan segala
pekerjaan eksretorisnya diatur olehnya. Kantung kemih allantolic ditemukan di lacertilia
(lizards) and chelonia (turtles), dan tidak terdapat pada yang lainya (macmillan,1987).
Pada reptil dewasa memiliki ginjal metanephros dan variable sisa mesonephros.
Letaknya jauh di belakang cavitas peritoneal. Bentuknya panjang, berlobus, dan, pada ular
dan kadal, kadang-kadang berfusi satu sama lain. Ginjal pada buaya dan kura-kura pendek
dan lokasinya di pelvis. Ureter, panjang pada ular dan kadal tetapi pendek pada buaya dan
kura-kura, membuka terpisah ke cloaca. Pada kura-kura betina memiliki asesoris bladder
yang mana mereka isi dengan air untuk membasahi tanah ketika menggali lubang untuk
bertelur (montagna, 1963).
2.3.4 Aves
A. Ginjal
Bertipe metanephros dengan jumlah sepasang yang masing masing memiliki 3
lobi (soewasono, 1974).
B. Ureter (ductus mesonephric)
Sepasang, menuju ke kaudal dan bermuara langsung ke kloaka ( urodeum ). Pada
aves kebanyakan tidak memiliki kloaka (soewasono, 1974).
C. Vesica urinaria
Merupakan ruangan tunggal, tempat bermuara saluran-saluran kelamin, kencing,
makanan. Kloaka terbagi jadi 3 bagian :
Urodeum : tempat bermuara saluan kencing dan saluran kelamin
Coprodeum : tempat bermuara saluran makanan
Proctodeum : lubang keluar (soewasono , 1974).
Aves seperti juga dengan reptil dalam urinari tetapi terdapat hal yang berbeda, yaitu
didalam kelas aves tidak memiliki vesica urinaria, ureters dan vasa deferentia langsung
menju ke cloaca. Pada spesies mamalia yang memiliki bentuk ginjal yang sangat khas
menyerupai kacang merah dan dalam ginjal memiliki lobus-lobus, dan terkadang sama
seperti kebanyakan hewan dewas lainya seperti kerbau, beruang, anjing laut dan paus.
Lobulasi terjadi banyak atau bahkan lebih yang terdapat dalam ginjal, dan membuat bagian
seperti piramid, bahkan dibeberapa sepesies hewan bergabung dan berakhir pada bagian
apikal menjadi sebuah papila. Hal ini terjadi di banyak monyet, karnivora dan tikus
(Gegenbaur, 1981).

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA
Frandson, R.D. 1992. Anatomi Dan Fisiologi Ternak. Gadjah Mada University Press:
Yogyakarta
Gegenbaur. 1981. Vergleich Anatomi Der Wirbeltiere. Leipzig: Deutschland
Getty. R. 1975. The Anatomy Of The Domestic Animals, 5th Edition. W. B. Saunders
Company: Philadelphia
Macmillan. 1987. Text Box Of Zoology. English: London
Montagna, William. 1963. Anatomy Comparative. John Wiley: New York
Soewasono, R. 1974. Anatomi Comparative. Fakultas Biologi: Yogyakarta.Ugm.

DAFTAR ISI

BAB I .................................................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN ............................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................................. 1
1.3 Tujuan .................................................................................................................................... 2
BAB II ................................................................................................................................................. 3
PEMBAHASAN ................................................................................................................................. 3
2.1 Pengertian Sistem Urinaria dan Organ-organnya ................................................................ 3
2.2 Ragam Bentuk Ren Pada Anjing, Sapi, Babi, Dan Kuda .................................................. 11
2.2 Letak Anatomi Ren Pada Anjing, Sapi, Babi, Dan Kuda .................................................. 13
2.3 Sistem Urinaria Pada Pisces, Amphibi, Reptile, Dan Aves .............................................. 13
BAB III.............................................................................................................................................. 18
PENUTUP ......................................................................................................................................... 18
3.1 Kesimpulan ....................................................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................... 19



Tambahkan :
Sampul
Kata pengantar
Kesimpulan

Anda mungkin juga menyukai