Anda di halaman 1dari 13

DAMPAK IMPLEMENTASI IFRS BAGI PERUSAHAAN

Oleh : Dwi Martani (Staf pengajar Akuntansi FEUI, anggota tim implementasi IFS!
"erusahaan men#usun laporan keuangan $er%asarkan stan%ar akuntansi agar %apat
menghasilkan laporan keuangan #ang rele&an %an an%al' Stan%ar akuntansi
menetapkan aturan pengakuan, pengukuran, pen#ajian %an pengungkapan %alam
laporan keuangan sehingga memungkinkan pem$a(a untuk %apat mem$an%ingkan
laporan keuangan antar perusahaan #ang $er$e%a' Stan%ar ti%ak han#a harus
%ipahami pihak #ang men#usun %an mengau%it laporan keuangan, namun juga
harus %ipahami oleh pem$a(a laporan keuangan' "em$a(a perlu memahami asumsi
%asar, karakteristik laporan keuangan agar %apat memahami makna angka)angka
%an pengungkapan %alam laporan keuangan'
"ern#ataan Stan%ar Akuntansi *euangan ("SA*! merupakan stan%ar #ang
%igunakan untuk men#usun laporan keuangan perusahaan #ang memiliki
akunta$ilitas pu$lik signi+kan' ,UM- termasuk perusahaan #ang memiliki
akunta$ilitas pu$lik signi+kan karena laporann#a %i$erikan kepa%a mas#arakat'
Untuk ,UM- #ang memiliki transaksi s#ariah juga harus menggunakan "SA*
S#ariah untuk melaporkan transaksi terse$ut'
"SA* saat ini se%ang %alam proses menga%opsi penuh IFS (International Financial
Reporting Standard! %engan target ./0. proses a%opsi akan selesai' Se$enarn#a
"SA* sejak 0112 %isusun %engan menggunakan referensi utama International
Accounting Standard' -amun %alam "SA* ti%ak men#e$utkan se(ara eksplisit jika
stan%ar terse$ut menga%opsi "SA*' Dalam perkem$angann#a setelah 0112, "SA*
juga menggunakan referensi lain' A%a $e$erapa "SA* khusus in%ustri %isusun
untuk %igunakan %alam men#usun laporan keuangan perusahaan %alam in%ustri
terse$ut pa%ahal %alam IAS3IFS, stan%ar terse$ut ti%ak a%a'
Setelah In%onesia menga%opsi penuh IFS, "SA* khusus in%ustri %ihapus' "SA*
in%ustri #ang saat ini telah %i(a$ut a%alah PSAK 32 Akuntansi Kehutanan, PSAK 35
Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi, dan PSAK 3 Akuntansi
Pen!elenggaraan Jalan Tol, PSAK 3" #re$isi 2%%% Akuntansi Per&ankan dan PSAK '2
Akuntansi Perusahaan ()ek* IFS a%alah stan%ar #ang %isusun %engan $asis
transaksi %an perlakukan khusus elemen laporan keuangan $ukan in%ustri,
sehingga semua stan%ar #ang terkait %engan in%ustri %ihapus' "SA* #ang ti%ak a%a
rujukann#a %alam IFS juga %i(a$ut %iantaran#a akuntansi waran, anjak piutang,
restrukturisasi utang piutang $ermasalah' Stan%ar ini %i(a$ut karena telah ter(akup
%alam pengaturan "SA* 4/ %an 44 tentang Instrumen *euangan'
Stan%ar lain #ang telah a%a namun ti%ak sesuai %engan IFS %ire&isi %an
%isesuaikan %engan pengaturan %alam IFS ter$aru' 5ontohn#a "SA* 0 "en#ajian
6aporan *euangan, %isesuaikan %engan IAS 0, "SA* .. tentang "engga$ungan
usaha $eru$ah naman menja%i *om$inasi Usaha %an %isin#a %isesuaikan %engan
IFS 7 +usiness ,om&ination' ,e$erapa stan%ar $aru #ang se$elumn#a ti%ak a%a
%alam "SA* %iter$itkan Se$agai (ontoh "SA* 07 "roperti In&estasi #ang
menga%opsi %ari IAS 2/ In&estment "roperties'
"SA* $aru #ang menga%opsi penuh IFS efektif $erlaku mengikuti keluarn#a "SA*
terse$ut' Mulai tahun .//8 "SA* terse$ut su%ah a%a #ang mulai efektif $erlaku'
Sementara a%a $e$erapa "SA* #ang $aru efektif $erlaku ./0.' ,ahkan saat ini
masih a%a $e$erapa IFS #ang $elum %ikeluarkan e-posure dra)tn#a (ontohn#a
IFS 0 Full Adoption %an IAS 20 +iological Asset' Setelah tahun ./0. proses a%opsi
akan tetap se(ara konsisten %ilakukan, karena "SA* $aru #ang %iter$itkan
%i%asarkan pa%a IFS #ang saat itu telah a%a' A%a $e$erapa "SA* #ang telah
%ia%opsi, IFSn#a telah %ire&isi, misaln#a "SA* .7 "en%apatan' IFS se$agai
stan%ar #ang $erlaku se(ara glo$al, men#angkut kepentingan $an#ak pihak,
sehingga penerapan stan%ar #ang menim$ulkan masalah akan %ikritisi sehingga
akan %inamis %engan peru$ahan'
"eran Dewan Stan%ar Akuntansi se$agai pen#usun Stan%ar Akuntansi *euangan
%engan a%opsi IFS akan $eru$ah' Dewan ti%ak lagi $ertugas merumuskan atau
men#usun stan%ar $aru namun melakukan a%opsi IFS' A%opsi terse$ut %ilakukan
%engan mentranslate IFS3IAS untuk %ilihat apakah %apat %iterapkan %i In%onesia'
9ika %iperlukan Dewan akan menam$ahkan atau mengurangi $e$erapa $agian IFS'
Stan%ar hasil a%opsi IFS pa%a $agian %epan setiap stan%ar menjelaskan IFS3IAS
#ang %ia%opsi %an per$e%aan stan%ar terse$ut %engan IFS3IAS #ang %ia%opsi'
"er$e%aan terse$ut a%a #ang $ersifat re%aksional, tanggal efektif %an isi stan%ar'
IFS memiliki tiga (iri utama #aitu principles &ased, le$ih $an#ak menggunakan
nilai wajar se$agai %asar penilaian %an pengungkapan #ang le$ih $an#ak' Stan%ar
#ang $ersifat principles &ased han#a mengatur hal)hal prinsip $ukan aturan %etail'
*onsekuensin#a %iperlukan pro)essional .udgment %alam menerapkan stan%ar'
Untuk %apat memiliki pro)essional .udgment seorang akuntan harus memiliki
pengetahuan, skill %an etika karena jika ti%ak memiliki ketiga hal terse$ut maka
pro)essional .udgment #ang %iam$il ti%ak tepat' Dalam stan%ar #ang lama
se$enarn#a telah menggunakan %asar nilai wajar, namun nilai wajar %iterapkan
pa%a pen(atatan awal %an penilaian sesu%ah pen(atatan awal untuk $e$erapa aset
#ang memiliki nilai wajar #ang %apat %ian%alkan (aset #ang memiliki kuotasi pasar
aktif seperti saham!' Dalam IFS penggunaan nilai wajar %iperluas $ahkan untuk
aset $iologi ((ontoh tanaman atau hewan ternak!, aset tetap, properti in&estasi %an
aset ti%ak $erwuju% se$agai pilihan meto%e selain meto%e $ia#a' IFS
mengharuskan pengungkapan #ang le$ih luas agar pemakai laporan keuangan
men%apatkan informasi #ang le$ih $an#ak sehingga %apat mempertim$angkan
informasi terse$ut untuk pengam$ilan keputusan'
"erusahaan menerapkan "SA* ini se(ara gra%ual mengikuti waktu efektif
$erlakun#a stan%ar' ,agi perusahaan #ang menggunakan stan%ar in%ustri
(ontohn#a perusahaan per$ankan, kehutanan, telekomunikasi %an perusahaan
pen#elenggara jalan tol ti%ak $oleh menggunakan "SA* lama %an harus men(ari
referensi "SA* lain #ang rele&an' ,an#ak stan%ar #ang efektif $erlaku tahun ./00
%an akan $erlaku tahun ./00' "erusahaan harus memonitor stan%ar)stan%ar $aru
#ang $erlaku kemu%ian re&iew %ampak stan%ar $aru terse$ut terha%ap proses
pen#usunan laporan keuangan perusahaan'
Untuk menerapkan "SA* %iperlukan sum$er %a#a manusia #ang memahami stan%ar
$aru terse$ut, sehingga pen%i%ikan %an pemutakhiran pengetahuan staf akuntansi
harus %ilakukan untuk men#ongsong penerapan "SA* se(ara penuh ./0.' Staf
harus %isiapkan untuk menggunakan professional ju%gment, mem$uat
pengungkapan #ang le$ih $an#ak sesuai pers#aratan stan%ar% %an memahami
teknik penilaian %engan menggunakan nilai wajar'
IFS juga mengharuskan perusahaan melakukan re&iew atas sistem operasi %an
prose%ur akuntansi perusahaan' ,e$erapa stan%ar mengharuskan perusahaan
melakukan re&iew atas penggunakan estimasi pa%a tanggal pelaporan untuk
menguji apakah estimasi #ang %ilakukan masih &ali% untuk %igunakan' SO"
akuntansi harus memasukkan prose%ur untuk melakukan re&iew untuk menga%opsi
ketentuan %alam stan%ar terse$ut'
A%a juga stan%ar #ang mengharuskan perusahaan meru$ah sistem akuntansin#a,
sehingga %iperlukan peru$ahan sistem komputer #ang %igunakan perusahaan' "SA*
terkait instrumen keuangan mengharuskan perusahaan mengukur penurunan aset
keuangan $er%asarkan $ukti o$#ektif aset terse$ut' ,ia#a #ang terkait %engan
perolehan aset keuangan %alam $entuk pinjaman harus %ikapitalisasi menam$ah
nilai aset %an mempengaruhi tingkat suku $unga efektif %ari pinjaman terse$ut'
"engungkapan tentang risiko aset keuangan harus %iungkapkan %alam laporan
keuangan' Untuk %apat menerapkan stan%ar terse$ut perusahaan harus meru$ah
sistem %alam perusahaan sehingga %ata)%ata #ang %iperlukan terse%ia'
Dampak penerapan IFS $agi perusahaan sangat $eragam tergantung jenis
in%ustri, jenis transaksi, elemen laporan keuangan #ang %imiliki %an juga pilihan
ke$ijakan akuntansi' A%a #ang peru$ahann#a $esar sampai harus melakukan
peru$ahan sistem operasi %an $isnis perusahaan, namun a%a juga peru$ahan
terse$ut han#a terkait %engan prose%ur akuntansi' "erusahaan per$ankan,
termasuk #ang memiliki %ampak peru$ahan (ukup $an#ak' "eru$ahan ti%ak han#a
%ilakukan pa%a tingkat perusahaan namun perlu juga a%a peru$ahan peraturan
,ank In%onesia (ontohn#a tentang pen#isihan atas kre%it #ang %isalurkan'
"erusahaan ,UM- ti%ak %apat mengelak untuk menerapkan IFS' Se$agai
perusahaan #ang memiliki akunta$ilitas pu$lik signi+kan ,UM- %ipers#aratkan oleh
regulasi untuk men#usun laporan keuangan $er%asarkan stan%ar' Untuk %apat
mengimplementasikan IFS perusahaan harus men#iapkan sum$er %a#a manusia
%an %ana #ang (ukup untuk melakukan pemutakhiran sistem %an SO" #ang saat ini
telah a%a' *omitmen pimpinan perusahaan %iperlukan untuk men%ukung proses
implementasi IFS terse$ut' ,esarn#a komitmen pimpinan terka%ang %ipengaruhi
oleh kepe%ulian stakehol%er pengguna laporan keuangan' *ementerian ,UM-
se$agai stakehol%er utama ,UM- sangat mempengaruhi $agaimana proses
implementasi "SA* $aru ini %alam perusahaan'
"erusahaan %alam in%ustri sejenis %apat merumuskan %ampak peru$ahan stan%ar
ini se(ara $ersama)sama sehingga le$ih e+sien, Stan%ar #ang $ersifat principles
&ased %apat %iturunkan %alam $entuk pe%oman akuntansi untuk in%ustri spesi+k
#ang %apat %ija%ikan a(uan %alam pen#usunan laporan keuangan perusahaan
%alam in%ustri terse$ut'
DAMPAK IFRS
Dewasa ini dunia bisnis dituntut untuk mempersiapkan diri dalam mengadopsi IFRS yang akan
diterapkan pada tahun 2012. IAS dan IFRS merupakan standar akuntansi dan pelaporan
keuangan yang merupakan produk IASC dan IAS. IFRS adalah produk IAS !ersi baru
sedangkan IAS adalah produk IASC !ersi lama.
"an#aat dari penerapan IFRS se$ara umum diantaranya adalah %
"emudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan Standar Akuntansi
&euangan yang dikenal se$ara internasional (enhance comparability).
"eningkatkan arus in!estasi global melalui transparansi.
"enurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal
se$ara global.
"en$iptakan e#isiensi penyusunan laporan keuangan.
"eningkatkan kualitas laporan keuangan' dengan $ara' mengurangi kesempatan untuk
melakukan earning management.
Dampak penerapan IFRS di Indonesia dalam bisnis
erbagai dampak dapat ter(adi dengan adanya penerapan IFRS ini' sehingga IFRS (uga
menimbulkan dampak positi# dan negati# terhadap dunia bisnis. erikut ini adalah berbagai
dampak dalam penerapan IFRS %
Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih
mudah dikomunikasikan ke in!estor global.
Rele!ansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai
wa(ar.
&iner(a keuangan )laporan laba rugi* akan lebih #luktuati# apabila harga+harga #luktuati#.
Smoothing income men(adi semakin sulit dengan penggunakan balance sheet approach
dan fair value
Principle-based standards mungkin menyebabkan keterbandingan laporan keuangan
sedikit menurun yakni bila penggunaan professional judgment ditumpangi dengan
kepentingan untuk mengatur laba )earning management*.
,enggunaan off balance sheet semakin terbatas.
Fleksibilitas dalam standar IFRS yang bersi#at principles-based akan berdampak pada tipe dan
(umlah skill pro#essional yang seharusnya dimiliki oleh akuntan dan auditor. ,engadopsian IFRS
mensyaratkan akuntan maupun auditor untuk memiliki pemahaman mengenai kerangka
konseptual in#ormasi keuangan agar dapat mengaplikasikan se$ara tepat dalam pembuatan
keputusan. ,engadopsian IFRS mensyaratkan akuntan memiliki pengetahuan yang $ukup
mengenai ke(adian maupun transaksi bisnis dan ekonomi perusahaan se$ara #undamental
sebelum membuat judgment. Selain keahlian teknis' akuntan (uga perlu memahami implikasi etis
dan legal dalam implementasi standar )Carmona - .rombetta' 200/*. ,engadopsian IFRS (uga
men$iptakan pasar yang luas bagi (asa audit. erbagai estimasi yang dibuat oleh mana(emen
perlu dinilai kelayakannya oleh auditor sehingga auditor (uga dituntut memiliki kemampuan
menginterpretasi tu(uan dari suatu standar. AAA Financial Accounting Standard Committee
)2000* bahkan meyakini kemungkinan meningkatnya kon#lik antara auditor dan klien.
Dampak positive penerapan IFRS di Indonesia
"eskipun masih mun$ul pro dan kontra' sesungguhnya penerapan IFRS ini akan berdampak
positi#. agi para emiten di ursa 1#ek 2akarta )1I*' dengan menggunakan standar pelaporan
internasional itu' para staeholder akan lebih mudah untuk mengambil keputusan.
,ertama' laporan keuangan ,erusahaan akan semakin mudah dipahami lantaran
mengungkapkan detail in#ormasi se$ara (elas dan transparan.
&edua' dengan adanya transparansi tingkat akuntabilitas dan keper$ayaan kepada
mana(emen akan meningkat.
&etiga' laporan keuangan yang disampaikan perusahaan men$erminkan nilai wa(arnya.
Di tengah interaksi pelaku ekonomi global yang nyaris tanpa batas' penerapan IFRS (uga akan
memperbanyak peluang kepada para emiten untuk menarik in!estor global. Dengan standar
akuntansi yang sama' in!estor asing tentunya akan lebih mudah untuk membandingkan
perusahaan di Indonesia dengan perusahaan se(enis di belahan dunia lain.
Dampak negatif penerapan IFRS di Indonesia
Seperti yang diketahui perekonomian Indonesia adalah berasaskan kekeluargaan. Akan
tetapi semakin ke depan perekonomian Indonesia akan mengarah pada &apitalis. .idak bisa
dipungkiri lagi kebudayaan negara barat )negara $apital* dapat mempengaruhi seluruh pola hidup
dan pola pikir masyarakat Indonesia dari kehidupan sehari+hari hingga permasalahan ekonomi.
,adahal dalam pasal 00 ayat 1 33D 1456 yang berbunyi' 7 ,erekonomian disusun atas usaha
bersama berdasar atas asas kekeluargaan8. Disini se$ara (elas nampak bahwa Indonesia
men(adikan asas kekeluargaan sebagai pondasi dasar perekonomiannya. &emudian dalam pasal
00 ayat 2 yang berbunyi' 7Cabang+$abang produksi yang penting bagi negara dan yang
menguasai ha(at hidup orang banyak dikuasai oleh negara8' dan dilan(utkan pada pasal 00 ayat 0
yang berbunyi' 7umi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh
negara dan di pergunakan sebesar+besarnya untuk kemakmuran rakyat'8
Akan tetapi dengan kemun$ulan IFRS tersebut dapat menyebabkan publik menginginkan
keterbukaan yang amat sangat di dalam dunia in!estasi. .erutama keterbukaan in!estor asing
untuk berin!estasi di Indonesia. 9al tersebut tentu berseberangan dengan 33D 1456 pasal 00.
.erlebih lagi dengan adanya 3ndang+3ndang ,enanaman modal di tahun 200: lalu maka
semakin terlihat (elas bahwa ada indikasi untuk mengalihkan tanggung (awab pemerintah ke
penguasa modal )kapitalis*.
9ubungannya dengan IFRS adalah' keseragaman global men(adikan masyarakat mudah berburuk
sangka bahwa pemegang kebi(akan akuntansi di Indonesia adalah kapitalisme dan
mengesampingkan asas perekonomian Indonesia yang terlihat (elas di 3ndang+3ndang Dasar.
Sehingga pada akhirnya akan memun$ulkan indikasi miring bahwa Indonesia semakin dekat
dengan sistem kapitalisme dan memudahkan in!estor asing untuk mengeruk kekayaan di
Indonesia.
Dampak penerapan IFRS bagi perusahaan sangat beragam tergantung (enis industri' (enis
transaksi' elemen laporan keuangan yang dimiliki' dan (uga pilihan kebi(akan akuntansi. Adanya
perubahan besar sampai harus melakukan perubahan sistem operasi dan bisnis perusahaan'
namun ada (uga perubahan tersebut hanya terkait dengan prosedur akuntansi. ,erusahaan
perbankan' termasuk yang memiliki dampak perubahan $ukup banyak. .etapi di balik semua
perubahan dan dampak yang mungkin ter(adi' tidak dapat dipungkiri dengan adanya IFRS maka
dapat mema(ukan perekonomian global di Indonesia sehingga mampu bersaing dengan dunia
luar.
Serta dengan adanya IFRS' ,SA& akan bersi#at principle-based dan memerlukan professional
judgment dari auditor' sehingga auditor (uga dituntut untuk senantiasa meningkatkan kompetensi
dan integritasnya.
Sejarah dan Gambaran Umum IFRS
:eknologi informasi #ang mapan %an memanjakan manusia, mem$uat
manusia semakin mu%ah untuk $erinterkasi %an $erkomunikasi satu %engan
lainn#a' Mas#arakat %i $elahan %unia $arat %apat %engan $egitu mu%ahn#a
untuk $erhu$ungan %engan mas#arakat %i timur tengah %i pojok utara
ataupun %i %aerah timur' :ermasuk juga %alam $erhu$ungan %agang %an
$erin&estasi' *arena kemajuan teknologi terse$ut men%orong kemu%ahan
manusia %i seluruh %unia untuk $erkomunikasi tanpa a%a $atas wila#ah
-egara atau $iasa kita se$ut glo$alisasi'
Dampak glo$alisasi #ang semakin kuat %an $erim$as kepa%a pasar
pasar in&estasi mem$uat pihak #ang terli$at $erupa#a untuk mempermu%ah
%an men#eragamkan $ahasa %alam $erin&estasi ($ahsa pelaporan keuangan
%an stan%ar keuangan!' Stan%ar pelaporan keuangan %an stan%ar akuntansi
haruslah stan%ar #ang %apat %iterima %an %ipahami oleh mas#arakat glo$al'
Sehingga %iperlukan stan%ar #ang sama %i seluruh %unia'
14:0;an Inggris' &anada' 3S membentuk A$$ounting International Study <roup )AIS<*
14:0 =rganisasi pro#essional akuntansi dr elanda' &anada' Australia' "eksiko'
2epang' ,ran$is dan Selandia aru membentuk International A$$ounting
Standard Committee )IASC* dan menghasilkan International A$$ounting
Standard )IAS*
2000 IASC restrukturisasi kelembagaan dan dibentuk IASC Foundation )IASCF* yg
membawahi International A$$ounting Standard oard )IAS* dan International
Finan$ial Reporting Intepretation Committee )IIFRIC*. IAS mengeluarkan
International Finan$ial Reporting Standards )IFRS*.
IAS %an IFS a%alah stan%ar akuntansi %an pelaporan keuangan #ang
merupakan pro%uk IAS5 %an IAS,' IFS a%alah pro%uk IAS, &ersi $aru %an
IAS a%alah pro%uk IAS5 &ersi lama' Selain itu ter%apat pula International
Finan(ial eporting Intrepretation 5ommittee (IFI5! %an Stan%ing
Intrepretation 5ommittee (SI5!'
Manfaat Koner!en"# IFRS Se$ara Umum
Manfaat %ari kon&ergensi IFS se(ara umum %iantaran#a a%alah :
; Memu%ahkan pemahaman atas laporan keuangan %engan penggunaan
Stan%ar Akuntansi *euangan #ang %ikenal se(ara internasional
#enhance compara&ilit!/*
; Meningkatkan arus in&estasi glo$al melalui transparansi'
; Menurunkan $ia#a mo%al %engan mem$uka peluang )und raising
melalui pasar modal se(ara glo$al'
; Men(iptakan e+siensi pen#usunan laporan keuangan'
; Meningkatkan kualitas laporan keuangan, %engan antara lain,
mengurangi kesempatan untuk melakukan earning management'
Keran!%a Da"ar Pen&u"unan La'oran Keuan!an Berda"ar IFRS
+ Elemen 6aporan *euangan
0' -era(a
.' 6aporan 6a$a *omperhensif
7' 6aporan "eru$ahan Ekuitas
2' 6aporan Arus *as
4' 5atatan Atas 6aporan *euangan
<' 6aporan "osisi *euangan pa%a "erio%a *omparatif
+ "emakai 6aporan *euangan'
Pemakai Kepentingan
Internal )"ana(emen* "elihat besar ke$ilnya laba dan menge!aluasi kiner(a
keuangan perusahaan. Dan In#ormasi dalam laporan
keuangan dapat digunakan untuk menentukan plan dan
strategi perusahaan.
1ksternal )In!estor* "enilai prospek tidaknya perusahaan tersebut )"engukur
resiko+resiko in!estasinya*
,emberi ,in(aman
)iasanya ank*
3ntuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam melunasi
pin(amannya.
,emerintah dan adan
Regulator >ain
3ntuk menganalisa CAR perusahaan' sebagai pertimbangan
kebi(akan pa(ak' menghitung statisti$ pendapatan nasional.
Supplier 3ntuk menentukan kebi(akan kredit terhadap perusahaan.
,elanggan "engetahui kelangsungan hidup perusahaan.
&aryawan "engetahui kelangsungan hidup perusahaan serta
mengetahui perusahaan untuk memberikan balas (asa.
"asayarakat )termasuk
akademisi*
Sebagai bahan pembela(aran dan ilmu pengetahuan. Selain
itu dapat men(adi bahan dalam membuat tugas akhir' artikel'
makalah' dan presentasi+presentasi.
+ ,asis "engukuran
,asis pengukuran IFS %iantaran#a a%alah :
0' ,ia#a "erolehan
.' ,ia#a *ini
7' -ilai ealisasi %an "en#elesaian
2' -ilai Sekarang'
Kenda(a Ado'"# Penuh IFRS d# Indone"#a
A%a 7 ken%ala %alam menga%opsi penuh IFS=
0' *urang siapn#a infrastuktur seperti DSA* se$agai Finan(ial A((ounting
Stan%art Setter'
DSA* a%alah perumus SA* #ang a%a %i In%onesia' "a%a praktekn#a DSA*
men%apatkan $er$agaima(am kritik' Diantaran#a a%alah minimn#a
partisipasi %ari pihak)pihak #ang $erkepentingan %alam setiap e-posure
dra)t hearing"SA* #ang $aru akan %i$erlakukan' "a%ahal untuk %apat %i
0cap> kualitas generall! accepted accounting principle 1 ?AA" a%alah harus
melewati tahapan)tahapan #ang %iantaran#a meli$atkan seluruh
stakeholeder #ang terli$at'
Selain itu status ketua %an anggota DSA* #ang ti%ak $ekerja )ull time
mem$uat DSA* %ipan%ang kurang $egitu lo#al %an in%epen%en' Dan #ang
memprihatinkan a%alah $elum a%a satu peraturan pun #ang mem$erikan
man%ate $agi DSA* untuk mengeluarkan SA*'
.' *on%isi perun%anga)un%angan #ang $elum tentu sinkron %engan IFS'
egulasi #ang $erkaitan %engan stan%ar akuntansi %an pelaporan keuangan
%i In%onesia ti%ak $egitu jelas' :er%apat $an#ak perun%ang)un%angan #ang
kurang men%ukung terha%ap stan%ar akuntansi %an pelaporan keuangan'
Di %alam IAS 0<, stan%ar internasional memper$olehkan pengukuran akti&a
tetap memakai revaluation model (%itahun $erikutn#a setelah akti&a %i nilai
$er%asarkan nilai perolehann#a' "erusahaan)perusahaan %i In%onesia %apat
menerapkan revalution model (fair value accounting! %alam pen(atatan ""E
("ropert#, "lan, an% E@uipment! mulai tahun .//8 (asumsi $ahwa "SA* 0<
akan mulai efektif tahun .//8!' Aal ini a%alah peru$ahan #ang (ukup $esar
karena selama ini revalution model $elum %apat %iterapkan %i In%onesia %an
han#a $isa %ilakukan jika ketentuan pemerintah mengijinkan'
Apa per$e%aan historical cost #ang selama ini su%ah le$ih %ikenal oleh %engan
revalution model B
!evaluation model memper$olehkan ""E %i(atat $er%asarkan nilai wajarn#a'
"ermasalahann#a %i In%onesia a%alah sistem perpajakan #ang ti%ak
men%ukung stan%ar ini' Di %alam peraturan perpajakan, re&aluasi aset ke
atas %ikenai pajak +nal se$esar 0/C %an harus %i$a#ar pa%a tahun terse$ut
(ti%ak $oleh %i(i(il %alam 4 tahun misaln#a! %an ti%ak menghasilkan hutang
pajak tangguhan #ang $isa %i$alik %i tahun $erikutn#a $ila nilai akti&a turun'
,a#angkan apa$ila perusahaan memutuskan memakai revalution model %an
setiap tahun harga asetn#a meningkat, maka setiap tahun harus mem$a#ar
pajak +nal'
"a%ahal kenaikan harga aset terse$ut ti%aklah mem$awa aliran kas masuk
ke %alam perusahaan' ,ila aturan perpajakan ti%ak men%ukung, maka %apat
%ipastikan perusahaan akan enggan menerapkan revaluation model' ,ukan
han#a sistem pajakn#a saja #ang mem$eratkan, $ila perusahaan
memakairevaluation model, maka siap)siap untuk keluar uang le$ih $an#ak
untuk men#ewa jasa penilai' Aal ini %ikarenakan $an#akn#a aset tetap #ang
$ti%ak memiliki nilai pasar sehingga ketergantungan kepa%a jasa penilai
(assessor! akan $esar untuk menilai aset)aset ini'
7' *urang siapn#a SDM %an %unia pen%i%ikan %i In%onesia
IFS han#alah alat untuk men(apai kemu%ahan %alam $erin&estasi' Dang
akan menggunakan %an mengoptimalkan alat terse$ut ti%ak lain ti%ak $ukan
han#alah manusia itu sen%iri meskipun akan se%ikit %i $antu %engan
teknologi informasi' SDM %i In%onesia haruslah %apat memahami %engan
$aik apa itu IFS' :entun#a SDM)SDM #ang $erhu$ungan langsung %engan
laporan keuangan $aik praktisi, pemerintah, hingga aka%emisi'
Salah satu kelemahan SDM In%onesia a%alah kesulitan %alam
menerjemahkan IFS' 9a%i %alam menerjemahkan %an memahami IFS
mem$utuhkan waktu #ang ti%ak singkat' "a%ahal peru$ahan)peru$ahan %i
IFS a%alah sangat (epat, sehingga saat IFS #ang su%ah selesai
%iterjemahkan terka%ang IFS #ang ti%ak lagi $erlaku' *on%isi ini $er$an%ing
ter$alik %engan -egara lain #ang langsung mengam$il teks asli IFS tanpa
menerjemahkann#a terle$ih %ahulu'
,e$erapa hal #ang menja%i perhatian %alam menerapkan IFS %i In%onesia :
?= IS3 ,1R"ASA>A9A?
1 Re!aluasi akti!a tetap' property' dan akti!a
biologi tidak diakui sebagai bagian dari
ekuitas. Re!aluasi akti!a tidak hanya menaikan
nilai akti!a' tetapi (uga dapat menurunkan nilai
akti!a yang belum atau pernah dire!aluasi )IAS
1@' IAS 0/' IAS 50' dan IAS 51*
Apakah selisih dari re!aluasi akti!a+
akti!a tersebut dikenakan ,a(akA
Apakah selisih dari re!aluasi akti!a+
akti!a tadi dapat dikon!ersikan
men(adi sahamA
2 ,emegang saham dikelompokan sebagai bagian
dari pihak yang memiliki hubungan istimewa.
,emegang saham 3"? adalah ?egara'
sedangkan pemerintah adalah penyelenggara
?egara. Dalam kasus 3"?' harus bias
dibedakan saat kapan pemerintah bertindak
sebagai pemegang saham dan sebagai
regulator.
Dalam kasus 3"?' instansi
pemerintah manakah yang
digolongkan sebagai pihak yang
memiliki hubungan istimewaA
0 IAS dan IFRS harus diterapkan se$ara
konsisten dengan berlandaskan kepada
Frame"or for the Preparation and
Presentation of Financial Statement.
IAS dan IFRS beresiko diterapkan
sebagian+sebagian oleh perbankan dan
lembaga keuangan berbasis syariah.
5 Dalam menentukan nilai wa(ar' prioritas utama
ditekankan pada penggunaan harga pasar resmi
akti!a yang dinilai
.idak semua (enis akti!a memiliki
harga resmi pasar. 2ika IAS dan IFRS
diterapkan se$ara penuh maka
sebagian besar nilai wa(ar akan
ditentukan menggunakan (asa
konsultan penilai. Apakah konsultan
penilai memahami benar IFRSA
Buru% San!%a Penera'an IFRS d# Indone"#a
9elas %ise$utkan $ahwa perekonomian In%onesia a%alah $erasaskan
kekeluargaan' Akan tetapi semakin ke %epan perekonomian In%onesia a%alah
*apitalis' :i%ak $ias %ipungkiri lagi ke%ig%a#aan -egara $arat (-egara
(apital! telah mempengaruhi seluruh pola hi%up mas#arakat in%onesia %ari
kehi%upan sehari)hari hingga permasalahan ekonomi'
"a%ahal %alam pasal 77 a#at 0 #ang $er$un#i, E "erekonomian %isusun atas
usaha $ersama $er%asar atas asas kekeluargaan>' Disini se(ara jelas
nampak $ahwa In%onesia menja%ikan asas kekeluargaan se$agai fon%asi
%asar perekonomiann#a' *emu%ian %alam pasal 77 a#at . #ang $er$un#i,
E5a$ang)(a$ang pro%uksi #ang $agi negara %an #ang menguasai hajat hi%up
orang $an#ak %ikuasai oleh negara>, %an %ilanjutkan pa%a pasal 77 a#at 7
#ang $er$un#i, E,umi %an air %an keka#aan alam #ang terkan%ung %i
%alamn#a %ikuasai oleh negara %an %i pergunakan untuk se$esar)$esar
kemakmuran rak#at,> %ari $un#in#a %apat %ilihat $ahwa %ua pasal ini
mengan%ung intisari asas itu'
Akan tetapi %engan kemun(ulan kon&ergensi IFS terse$ut mun(ul $uruk
sangka $ahwa a%a golongan)golongan #ang menginginkan keter$ukaan #ang
amat sangat %i %alam %unia in&estasi' :erutama keter$ukaan in&estor asing
untuk $erin&estasi %i In%onesia %an makmur %i -egara In%onesia' Aal
terse$ut tentu $erse$erangan %engan UUD pasal 77 terse$ut' :erle$ih lagi
%engan a%an#a Un%ang)Un%ang "enanaman mo%al %i tahun .//F lalu maka
semakin terlihat jelas $ahwa a%a in%ikasi untuk mengalihkan tanggung
jawa$ pemerintah ke penguasa mo%al (kapitalis!'
Au$ungann#a %engan IFS a%alah, keseragaman glo$al menja%i mas#arakat
mu%ah $er$uruk sangka $ahwa pemegang ke$ijakan Akuntansi %i In%onesia
a%alah kapitalisme %an mengesampingkan asas perekonomian In%onesia
#ang ter(etak jelas %i Un%ang)Un%ang' Dan %okterin pen#eragaman ini %apat
memun(ulkan in%ikasi miring $ahwa In%onesia semakin %ekat %engan sistem
kapitalisme %an memu%ahkan in&estor asing untuk mengeruk keka#aan %i
In%onesia'