Anda di halaman 1dari 22

Nama Kelompok:

Ketua : Wanda Aziizah Rahayu


Sekretaris : Budi Prasetyo Murti
Anggota : Diana Aprilia Paris
Fiona Chin Li May
Jumiaty
Michael Rama Sattu
Ryan Condro Mowo
XI IPA 2
Perjuangan Bersenjata Untuk
Mempertahankan Kemerdekaan
Perjuangan bersenjata bangsa indonesia diawali dengan
usaha merebut senjata lalu meningkatkan kepada
pengambilalihan kekuasan sipil dan militer jepang pasca
menyerahnya dari sekutu tanggal 15 Agustus 1945. contoh
dari peristiwa tersebut sebagai berikut :
1. Di Banyumas, Jawa Tengah bulan September 1945 para
pejuang Indonesia yang dipimpin oleh kolonel soedirman
melucuti senjata tentara jepang tanpa pertumpahan darah
2. Di Surabaya, Jawa Timur tanggal 2 September 1945 para
pejuang Indonesia berhasil menguasai markas Besar
Tentara Jepang dan melucuti senjata mereka.
3. Di Yogyakarta tanggal 7 Oktober 1945 Jepang menyerah
kepada rakyat dalam pertempuran di Kotabaru sehingga
senjata mereka dapat dilucuti
Ketegangan RI Jepang semakin meningkat ketika pada
tanggal 10 September 1945 Panglima Tentara Jepang di Indonesia
memberi pengumuman bahwa wilayah indonesia akan diserahkan
kepada sekutu bukan kepada pemerintah RI. Bulan September
1945 Tentara sekutu sebagai pihak pemenang perang dunia II
mulai berdatangan keindonesia dengan misi utama menerima
kekuasaan dari tentara jepang.
Pasukan Sekutu yang tergabung dalam AFNEI tersebut
mendarat di berbagai kota besar di Indonesia antara bulan
Agustus akhir sampai bulan Desember 1945. Ternyata, dibelakang
Sekutu ikut membonceng tentara NICA (Netherland Indies Civil
Administration) atau Pemerintahan Sipil Hindia-Belanda yang
bermaksud menguasai kembali Indonesia. NICA ini dibentuk oleh
Van Mook dan Van der Plas. Sebenarnya, sebelum pasukan Inggris
datang ke Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1945, telah dibuat
suatu Persetujuan Bersama (Civil Affairs Agreement) antara
Inggris dengan Belanda yang berisi Inggris akan memegang
kekuasaan di Indonesia atas nama pemerintah Belanda.
Urutan kedatangan mereka sebagai berikut :
1. Tanggal 8 September 1945, tujuh perwira Sekutu di bawah
pimpinan Mayor A.G Greenhalgh untuk mempelajari dan
melaporkan kondisi di Indonesia.
2. Tanggal 16 September 1945, Laksamana Madya W.R
Patterson dan Wakil Panglima SEAC
3. Tanggal 24 Agustus 1945 terjadi Civil Affairs Agreement
4. Tanggal 29 September 1945 pasukan sekutu mendarat ke
Indonesia dengan nama AFNEI.

Kedatangan sekutu pada awalnya disambut baik oleh
pemerintah dan rakyat RI, tetapi setelah diketahui bahwa
mereka diboncengi oleh Belanda, keadaan berubah menjadi
sikap bermusuhan terjadi pertempuran antara RI dan ketiga
pihak tersebut sebagai berikut:
1. Insiden bendera di Hotel Yamato
Surabaya tanggal 19 September 1945 Insiden ini
berpangkal pada tindakan beberapa orang Belanda yang
mengibarkan bendera merah putih biru di atas Hotel
Yamato di jalan Tunjungan. Tindakan tersebut
menimbulkan kemarahan rakyat. Mereka menyerbu hotel
dan menurunkan bendera Belanda tersebut. Bagian yang
berwarna biru dirobek. Mereka mengibarkannya kembali
sebagai bendera merah putih.

Insiden bendera di
Hotel Yamato
2. Pertempuran di Semarang
Peristiwa yang terjadi pada tanggal 14 Oktober 1945. Pada
waktu itu, kira-kira 400 orang veteran AL Jepang yang akan
dipekerjakan untuk mengubah pabrik gula Cepiring menjadi
pabrik senjata memberontak sewaktu mereka dipindahkan ke
Semarang. Mereka menyerang polisi Indonesia yang mengawal
mereka. Mereka melarikan diri dan bergabung dengan Kidobutai
di Jatingaleh. Kidobutai adalah sebuah batalyon Jepang di bawah
pimpinan Mayor Kido. Mereka bergerak melakukan perlawanan
dengan alasan mencari dan menyelamatkan orang-orang Jepang
yang tertawan. Situasi bertambah panas dengan adanya desas-
desus bahwa cadangan air minum di Candi telah diracuni. Pihak
Jepang memperuncing keadaan karena melucuti delapan orang
polisi Indonesia yang menjaga tempat tersebut. Alasannya untuk
menghindarkan peracunan cadangan air minum itu. Pertempuran
mulai pecah pada dini hari tanggal 15 Oktober 1945. Untuk
mengenang pertempuran di Semarang, maka di Simpang Lima
didirikan Monumen Perjuangan Tugu Muda.
Pertempuran lima
hari di semarang
3. Pertempuran di Surabaya
Tanggal 25 Oktober 1945, tentara Sekutu mendarat di
Tanjung Perak, Surabaya. Tentara Sekutu di bawah pimpinan
Brigadir Jendral Mallaby. Kedatangan tentara tersebut diikuti oleh
NICA. Mula-mula tentara NICA melancarkan hasutan sehingga
menimbulkan kekacauan di Surabaya. Hal tersebut menimbulkan
bentrokan antara rakyat Surabaya dengan tentara Sekutu. Tanggal
28 Oktober hingga 31 Oktober 1945 terjadi pertempuran yang
hebat. Ketika terdesak, tentara Sekutu mengusulkan perdamaian.
Tentara Sekutu mendatangkan pemimpin-pemimpin Indonesia
untuk mengadakan gencatan senjata di Surabaya. Tentara Sekutu
tidak menghormati gencatan senjata. Dalam insiden antara rakyat
Surabaya dan tentara Sekutu, Brigjen Mallaby terbunuh. rakyat
Surabaya tidak mau menyerahkan sejengkal tanah pun kepada
tentara Sekutu. Dalam pertempuran yang berlangsung sampai
awal Desember itu gugur beribu-ribu pejuang Indonesia.
Pemerintah menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari
pahlawan.

Pertempuran di
Surabaya
4. Pertempuran Ambarawa
Pertempuran ini diawali dengan kedatangan tentara Inggris
di bawah pimpinan Brigjen Bethel di Semarang pada tanggal 20
Oktober 1945 untuk membebaskan tentara Sekutu. Setelah itu
menuju Magelang, karena Sekutu diboncengi oleh NICA dan
membebaskan para tawanan Belanda secara sepihak maka
terjadilah perlawanan dari TKR dan para pemuda. Pasukan Inggris
akhirnya terdesak mundur ke Ambarawa. Dalam peristiwa
tersebut Letkol Isdiman gugur sebagai kusuma bangsa. Kemudian
Kolonel Sudirman terjun langsung dalam pertempuran tersebut
dan pada tanggal 15 Desember 1945 tentara Indonesia berhasil
memukul mundur Sekutu sampai Semarang. Karena jasanya maka
pada tanggal 18 Desember 1945 Kolonel Sudirman diangkat
menjadi Panglima Besar TKR dan berpangkat Jendral. Sampai
sekarang setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai hari
Infantri.
Pertempuran
Ambarawa
5. Peristiwa Medan Area
Pada tanggal 9 Oktober 1945, pasukan Sekutu yang
diboncengi serdadu Belanda dan NICA di bawah pimpinan
Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly mendarat di kota Medan.
Sebelumnya, Belanda sudah mendaratkan suatu kelompok
komando yang dipimpin oleh Westerling. Reaksi awal para
pemuda atas kedatangan Sekutu tersebut adalah
membentuk TKR di Medan. Tanggal 13 Oktober 1945 terjadi
pertempuran pertama antara para pemuda dan pasukan
Sekutu. Pada tanggal 1 Desember 1945, AFNEI memasang
sejumlah papan bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area
(Batas Resmi Wilayah Medan) di berbagai sudut pinggiran
kota Medan. Papan nama itulah yang membuat pertempuran
di Medan dan sekitarnya dikenal sebagai Pertempuran
Medan Area.
Peristiwa Medan
Area
6. Peristiwa Bandung Lautan Api
Pada bulan Oktober 1945, tentara Sekutu memasuki kota
Bandung. Tanggal 21 November 1945, tentara Sekutu
mengeluarkan ultimatum pertama, agar kota Bandung
bagian utara selambat-lambatnya pada tanggal 29 November
1945 dikosongkan oleh pihak Indonesia dengan alasan demi
keamanan. Para pejuang Republik Indonesia tidak
mengindahkan ultimatum tersebut. Akibatnya sering terjadi
insiden antara pejuang Indonesia dan tentara Sekutu. Pada
tanggal 23 Maret 1946, tentara Sekutu mengeluarkan
ultimatum untuk yang kedua kalinya. Kali ini para pejuang
diminta meninggalkan seluruh kota Bandung. Pihak
pemerintah mengindahkan ultimatum ini. Para pejuang
sebelum meninggalkan kota Bandung melancarkan serangan
umum ke arah markas besar Sekutu dan berhasil
membumihanguskan kota Bandung bagian selatan.

Peristiwa Bandung
Lautan Api
7. Pertempuran Teluk Cirebon
Peristiwa pertempuran laut di Cirebon terjadi pada tanggal 5
Januari 1947 antara kapal Gajah Mada melawan kapal Belanda HR
MS Kortenaer. Pertempuran ini merupakan ekses perjanjian
Linggarjati yang dilakukan antara pihak RI dengan Belanda dari
tanggal 7 15 Januari 1946. Hasil perundingan itu menimbulkan
pro dan kontra di kalangan tubuh RI, dan berpotensi
menimbulkan perpecahan diantara para pejuang. Pada 5 januari,
pasukan eskader keluar jam 06.00 dari pelabuhan cirebon menuju
daerah latihan. Pada jarak enam mil terlihat kapal Belanda HR MS
Kortenaer didampingi kapal pemburu. Pada jarak empat mil kapal
belanda mengirim isyarat untuk Eskader ALRI agar berhenti, hal
itu tidak dipatuhi sehingga terjadilah pertempuran Dalam
pertempuran tersebut indonesia kehilangan satu kapal, tiga
pahlawan gugur serta 26 menjadi tawanan belanda.
Pertempuran Teluk
- Cirebon
8. Pertempuran Puputan Margarana
Pada tanggal 2 dan 3 Maret 1946,
Belanda mendaratkan kira-kira 2000
tentara di Bali. Belanda sedang
mengusahakan berdirinya satu negara
boneka di wilayah Indonesia bagian
timur. I Gusti Ngurah Rai dibujuk
Belanda untuk bekerja sama. Ajakan
tersebut ditolak I Gusti Ngurah Rai.
Pada tanggal 18 November 1946, I Gusti
Ngurah Rai menyerang Belanda.
Pasukan Ngurah Rai berhasil mengusai
Tabanan. Namun, karena kekuatan
pasukan yang tidak seimbang akhirnya
pasukan Ngurah Rai dapat dikalahkan
dalam pertempuran puputan (habis-
habisan) di Margarana, sebelah utara
Tabanan. I Gusti Ngurah Rai gugur
bersama anak buahnya. Gugurnya I
Gusti Ngurah Rai melicinkan jalan bagi
usaha Belanda untuk membentuk
Negara Indonesia Timur.
9. Pertempuran lima hari di Palembang
Pasukan Sekutu mendarat di
Palembang pada tanggal 12 Oktober 1945.
Ketika meninggalkan kota Palembang,
Sekutu menyerahkan kedudukannya
kepada Belanda. Pertempuran Belanda dan
para pemuda meletus ketika Belanda
meminta para pemuda dan pejuang
mengosongkan kota Palembang. Belanda
mengajak berunding dan melakukan
gencatan senjata. Sementara perundingan
berlangsung, pada tanggal 1 Januari 1947
pertempuran meletus kembali.
Pertempuran berlangsung selama lima hari
lima malam. Seperlima bagian kota
Palembang hancur. Pada tanggal 6 Januari
1947 dicapai persetujuan gencatan senjata
antara Belanda dan Pemerintah Republik
Indonesia di Palembang.
10. Pertempuran Karawang Bekasi
Pertempuran sengit pun terjadi di
ibukota RI, Jakarta. Inggris dan NICA
mendarat di Tanjung Priok bulan
September 1945. Mereka melakukan
teror dan provokasi kepada rakyat dan
pemerintah. Insiden berkembang
menjadi suatu pertempuran di sekitar
Jakarta dan meluas sampai ke Karawang
dan Bekasi pada tanggal 19 Desember
1945. Mengingat situasi yang gawat,
Presiden Soekarno dan Wakil Presiden
Drs. Moh. Hatta beserta para pemimpin
lainnya melakukan hijrah ke Yogyakarta
tanggal 3 Januari 1946. Sementara itu,
PM Sutan Syahrir masih tetap tinggal di
Jakarta.
11. Serangan Besar Besaran TNI
Atas kerjasama Sri Sultan HB IX
dengan Letkol Soeharto maka TNI
melancarkan serangan besar-besaran
ke Yogyakarta yang dinamakan
Serangan Umum 1 Maret
1949/Serangan Janur Kuning/
Serangan Fajar/Pendudukan 6 jam di
Yogyakarta.
Tujuannya untuk membantah
pernyataan Belanda bahwa TNI sudah
tidak memiliki kekuatan lagi.
Serangan dilancarkan pada
pukul 06.00 bersamaan dengan
dibunyikannya sirine tanda jam
malam berakhir. Tepat pukul 12.00 TNI
ditarik mundur. Arti penting serangan
umum 1 maret 1949 adalah:
1. Meningkatkan semangat rakyat dan
TNI yang sedang bergerilya.
2. Mendukung perjuangan diplomasi.
3. Menunjukkan kepada dunia bahwa
TNI masih

1. http://akrabsenada.blogspot.com/2013/08/perjuangan-
bersenjata-dan-diplomasi.html
2. http://rpp-smp.blogspot.com/2013/09/usaha-
mempertahankan-kemerdekaan-dengan.html
3. http://fitria97.wordpress.com/tugas-tugas/ips/22-2/
4. http://warawiri69.blogspot.com/2010/11/kapten-
samadikun-pahlawan-pertempuran.html
TERIMA KASIH