Anda di halaman 1dari 76

RADIOANTOMI POSITIONING

TRAKTUS DIGESTIVUS
Disusun Oleh :
NIDA KHOIRIAH 2009730101

Pembimbing:
dr. RACHMAT MULYANA, Sp.Rad
KEPANITERAAN KLINIK STASE RADIOLOGI
PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
OKTOBER
2013
PENDAHULUAN RADIOGRAFI GI
TRACT
Tanpa
persiapan
(tanpa kontras)
Persiapan
(dengan
kontras)
Diagnosis
lebih
spesifik
BOF (Buick Oversic Foto)
- Foto polos abdomen

- Colon in loop
- OMD (Oesophagus, Maag,
Duodenum/Barium Meal/BNO)
- Oesofagografi
- Appendicogram
- Follow through

PENDAHULUAN RADIOGRAFI GI
TRACT
Positif
Barium
sulfat
Iodium
Negatif
Udara
CO2
Single kontras : untuk
melihat lesi yang besar

Double kontras : untuk
melihat lesi yang kecil.
Seperti : ulkus kecil (< 2
mm), karsinoma dini (early
cancer)
ANATOMI
Gastro Intestinal Tractus
Terdiri dari:
1. Cavitas oris
2. Pharynx
3. Oeshopagus
4. Gaster
5. Duodenum
6. Jejenum
7. Ileum
8. Caecum
9. Apendiks Vermivormis
10. Colon (asendens, transversum,
desendens)
11. Rectum
12. Anus
5
MULUT
Batas:
Anterior : lips
Lateral : pipi
Superior : palate
Inferior : tongue
Posterior : fauces of the
oropharynx (isthmus faucium)
Terdiri dari
Vestibulum oris
Cavitas oris


6
CAVITAS ORIS
Roof:
Anterior : palatum durum
Posterior : palatum molle

Floor:
Bag. Anterior 2/3 tongue

Base of mouth
Frenulum tongue
Right/left frenulum tongue :
submandibular glands

7
PHARYNX
Terbagi menjadi 3
bagian :
Nasopharynx:
posterior - choane
Oropharynx:
posterior - oral
cavity
Laryngopharynx:
posterior - larynx
Lumen untuk
tersambungnya
esofagus, dan terjadi
pada VC VI

ESOFAGUS
Berjalan dari cranial di
depan fascia vertebralis
cervikalis I, terletak di linea
mediana dibelakang trachea;
Pada saat trachea bercabang
menjadi bifurcatio trache,
oesophagus berjalan agak
kiri, sehingga sedikit di
sebelah kiri aorta, kemudian
terus ke bawah menembus
diafragma melalui hiatus
oesephagus.
Dibagi menjadi :
1. cervikalis
2. Torakalis
3. Abdominalis
ESOPHAGUS
Cervical part:
Anterior : trachea, reccurent
laryngeal nerve
Posterior : vertebral column,
longus colli muscle, prevertebral
fascia
Lateral left : common carotid
artery
9
ESOPHAGUS
Thoracic part

Anterior :
trachea, right pulmonal artery,
left bronchus, pericardium
Posterior : vertebral column, longus
colli muscle, thoracic duct, azygos
vein, hemiazygos vein, aorta
Left lateral : aortic arch, left
subclavia artery, thoracic duct, n.
left recurrent laryngeal nerve
Right lateral : azygos vein, left vagus
nerve (in front), right vagus nerve
(behind)
10
ESOPHAGUS
Abdominal part
Posterior : left crus, phrenic
artery, right vagus
nerve.vagus dextra
Anterior : left vagus nerve.
11
Proses Menelan
Dalam waktu 5-6 detik
makanan akan
mencapai cardia gaster
dengan gerakan
peristaltiknya
REGIO DAN QUADRAN
ABDOMEN

REGIO DAN QUADRAN
ABDOMEN
15
GASTER
Bentuknya seperti huruf J
Regio :
Cardia : opening of oesophagus
into the stomach)
Fundus (berbentuk kubah):
area diatas orificium cardiaca
Body of stomach (corpus)
Pylorus:
Pyloric antrum (cavum)
Pyloric canal : bagian distal
gaster
Pyloric sphincter

Graeter
curvature
Lesser curvature
16
BATAS GASTER
Cardia
3 cm sebelah kiri tubuh,
setinggi vertebra TX, bagian
posterior sebatas the
cartilage costal 7
Fundus
Setinggi intercostal V
Pylorus
Setinggi vertebra LI; 2,5 cm
kanan dari tubuh.
RUGAE GASTER

18
USUS HALUS
Dimulai orrifisium
pylorus gaster sampai
ke ileocecal. Terdiri
dari:
Duodenum
Jejunum
Ileum

19
DUODENUM
Berbentuk huruf C
Lokasi: epigastric &
umbilical region
Terbagi menjadi: pars
superior dudeni, pars
descendens dudeni, dan
pars inferior;
Bermuara saluran
empedu dan pankreas
20
JEJUNUM & ILEUM
Jejunum
(proximal 2/5 dari
jejunum-ileum;
paling banyak di
quadran kiri atas)

Ileum (distal 3/5
jejunum-ileum;
paling di quadran
kanan bawah.
21
KARAKTERISTIK JEJUNUM & ILEUM
Mesentery of jejunum
Mesentery of ileum
Or windows
22
PERBEDAAN JEJUNUM & ILEUM
Characteristics Jejunum Ileum
Location Upper left quadrant Lower right quadrant
Diameter 2 4 cm 2 3 cm
Lumen Lebar Sempit
Dinding
Tebal & banyak pem.
darah
Tipis dan sedikit pem.
Darah
Plika sikularis Besar dan banyak Kecil dan jarang
Mesenterium
Sedikit lemak Banyak lemak
Arterial arcade, 1 or 2 Arterial arcades, 3-6
Vasa recta, longer &
fewer
Vasa recta shorter &
more numerous
Lymphoid nodules
(Peyers Patches)
absent present
23
USUS BESAR
Dimulai dari akhir ileum sampai anus;
Panjang 1.5 m.
Terdiri dari :
Cecum
Colon
Rectum
Anus
Karakteristik: appendices epiploicae, taenia coli,
sacculation (haustra), semilunar fold
Appendix epiploicae
25
CECUM & APPENDIX
Caecum: sacus terbesar
pada colon
Lokasi: kanan dari fossa
iliaca, berlanjut menjadi
ascending colon.
Appendix: berbentuk
tipis dan hanya sebuah
saluran kecil
Terhubung dgn caecum
melalui dinding
posteromedial caecum; 2
cm dari katup ileocecal
inferior
26
APPENDIX
Posisi appendix:
a. Pelvic
b. Retrocecal
c. Preilieal
d. Postileal (retroileal)
27
COLON
Colon terdiri dari :
Ascending colon
Transverse colon
Descending colon
Sigmoid colon
Ascending & descending colon
merupakan retroperitoneal
Transverse & sigmoid colon
merupakan intraperitoneal

28
RECTUM
Setinggi dengan
vertebra SIII, pada
rectosigmoid junction.
Lokasi: bag. posterior
dekat dengan pelvis,
sedangkan bag. Anteriot
dibawah sacrum &
coccyx

RADIOANATOMI DAN POSITIONING
TRAKTUS DIGESTIVUS
ESOFAGOGRAFI
Dengan single atau double kontras; lebih sering
double kontras. (Dewasa: Barium Sulfat; Anak:
Yodium cair)
Tujuan : menilai kelainan fungsi & anatomi
esofagus pada bagian 1/3 proksimal, 1/3
tengah, dan 1/3 distal.
Posisi pasien : Erect atau supine
Proyeksi sinar : AP/PA, Oblik (biasanya RAO),
lateral
Pemeriksaan biasanya terlebih dahulu
dilakukan pemeriksaan fluoroscopy

ESOFAGOGRAFI
Indikasi :
- Atresia esofagus
- Fistula trachoesofagus
- Ulkus esofagus
- Divertikula esofagus
- Spasme esofagus
- Striktura esofagus
- Akalasia esofagus
- Varises esofagus
- Massa (tumor) esofagus
- Kelainan kongenital (sep:
setiap menyusu muntah)
Kontra Indikasi :
- Megaesofagus
- Regurgitasi
- Pasien dgn susp. Perforasi
Komplikasi :
- Alergi
- Konstipasi
- Aspirasi barium

POSITIONING ESOFAGOGRAI DAN
RADIOANATOMI AP
POSITIONING ESOFAGOGRAI DAN
RADIOANATOMI RAO

POSITIONING ESOFAGOGRAI DAN
RADIOANATOMI LATERAL
Interpretasi :
Foto esofagografi
Posisi: AP (anterior-posterior)
Lumen esofagus terisi kontras dengan baik
- tidak ada bagian yang menyempit
- tidak ada filling defect or additional
shadow
Kesimpulan : foto esofagografi dengan posisi
AP, Lumen dan permukaanya terisi kontras
dengan baik, tidak ada filling defect ataupun
additional shadow, maka gambara ini adalah
Kesan : FOTO ESOFAGUS NORMAL


GAMBARAN ESOFAGOGRAFI NORMAL
GAMBARAN ESOFAGOGRAFI
ABNORMAL
Foto esofagografi
Posisi: AP
Lumen esofagus tidak terisi
kontras dengan baik karena
terjadinya penutupan lumen pada
daerah torakahl (jalan buntu).
Tidak terdapat penyempitan
maupun filling defect pada
esofagus

Kesimpulan : foto esofagografi
dengan posisi AP. Lumen dan
permukaanya tidak terisi
kontras dengan baik, karena
adanya jalan buntu.
Kesan : adanya gambaran dari
ATRESIA ESOFAGUS

GAMBARAN ESOFAGOGRAFI
ABNORMAL
Foto esofagografi
Posisi: Lateral
Lumen esofagus terisi kontras
dengan baik
Tidak terdapat penyempitan
maupun filling defect pada
esofagus
Terdapatnya sambungan antara
trakea dengan esofagus, dan
sedikit kontras mengisi trakea

Kesimpulan : foto esofagografi
dengan posisi lateral.
Terdapatnya sambungan antara
esofagus dan sedikit kontras
mengisi trakea
Kesan : adanya gambaran dari
TRACHEOESOFAGEAL
FISTULA

GAMBARAN ESOFAGOGRAFI
ABNORMAL
Mouse tail
appearance
Additional defect
Akalasia Esofagus
Divertikula Esofagus
GAMBARAN ESOFAGOGRAFI
ABNORMAL
- Couble stone appearance
- Filling defect berupa hiperlusen
Varices Esofagus
Tumor Esofagus
RADIOGRAFI UNTUK ABDOMEN
Foto polos abdomen
Follow through
OMD (Oeshopagus, Maag, Duedenum)
Colon in loop
Apendikogram

Fluoroscopy terlebih dahulu....
POSITIONING FOTO ABDOMEN
Posisi standar untuk foto abdomen adalah :
1. Foto supine/recumbent, AP, atau sinar dari
arah horizontal;
2. Foto erek (atau semi erek), AP
3. Foto left lateral decubitus (LLD)
POSITIONING FOTO ABDOMEN
KRITERIA HASIL FOTO
ABDOMEN
Kriteria hasil foto abdomen yang baik adalah :
1. Diafragma - tepi atas simfisis pubis
2. Alignment kolom vertebra di tengah, densitas tulang
costae, pelvis, dan panggul baik
3. Processus spinosus di tengah dan crista iliaca simetris
4. Pasien tdk bergerak saat di foto tajamnya batas
costae dan gas usus
5. Batas bawah hepar, ginjal, batas lateral m. Psoas dan
pocessus transversus v. Lumbal tergambar jelas
6. Marker jelas
Foto Polos Abdomen
Indikasi :
- Obstruksi usus
- Perforasi saluran cerna
- Pankreatitis
- Batu ginjal atau batu
empedu
- Distribusi faeces
Kontra Indikasi :
Tidak ada kontra indikasi,
tetapi lebih baik dihindarkan
bagi wanita dan ibu hamil
RADIOANATOMI FPA NORMAL

Erect
ILEUS OBSTRUKTIF
RADIOANATOMI FPA
ABNORMAL
Air fluid level yang bertangga (step
ladder appearance)
RADIOANATOMI FPA
ABNORMAL
Foto : BNO
Posisi: Erect
Penilaian: distribusi udara dalam
abdomen, berisi banyak gas sampai
colorektal
Identifikasi:
Adanya air fluid level yang panjang
dan tingginya hampir sama
Herring bone appereance
Kesimpulan: foto BNO dengan posisi
erect. distribusi udara dalam
abdomen, berisi banyak gas sampai
colorektal. Adanya air fluid level
yang panjang dan tingginya hampir
sama,dan Herring bone appereance.
Gamb ran ini sesuai dengan ILEUS
PARALITIK
OMD (Oephagus, Maag, Duodenum)
Teknik radiografi untuk memeriksa esofagus,
gaster, dan duodenum dgn media kontras
positif (single/double kontras); paling sering
untuk pemeriksaan GASTER.
Proyeksi sinar :
- PA atau lateral erect
- PA Supine atau obliq (RAO)
- RLA (right lateral decubitus)
- AP Supine
OMD (Oephagus, Maag, Duodenum)
Indikasi :
- Hematemesis, melena
(dimana perdarah sudah
berhenti)
- Penurunan berat badan
- Nyeri epigastrium
- Tumor-tumor lambung/di
luar lambung

Kontra Indikasi :
- Adanya perforasi
- Ileus
- KU yang buruk
- Hal lain yang dapat
memperburuk keadaan
penderita

Body Habitus


RADIOANATOMI POSITIONING OMD
Posisi AP
RADIOANATOMI POSITIONING OMD

RADIOANATOMI POSITIONING OMD

Foto MD (Barium meal)
Posisi : Erect (karena ada air fluid
level)
- Pada mukosa gaster tepatnya di
fundus ada gambaran lusen
- Pada korpus ada cairan
- Terisi zat kontras

Kesimpulan : foto MD dengan posisi
erect terlihat pada mukosa gaster
tepatnya pada fundus gambaran lusen,
sedangkan pada korpus adanya
gambaran cairan, mukosa lambung juga
terisi dengan kontra.
Kesan : maka ini sesuai dengan
gambaran GASTRITIS

FOTO RADIOANATOMI POSITIONING OMD
ABNORMAL
Ulkus Peptikum
FOTO RADIOANATOMI POSITIONING OMD
ABNORMAL
Filling defect
akibat adanya ulkus
Filling defect akibat
adanya ulkus
Foto MD (Barium meal)
Posisi: Erect (karena ada air fluid level)
Pada mukosa gaster fundus, korpus,
pilorus curvatura ventrikuli mayor dan
minor ) tidak terisi contras dengan baik
karena
- Pada fundus dan korpus ada filling defect
- Pada curvatura mayor dan minor juga ada
filling defect
Kesimpulan : Foto MD dengan posisi
erect, letak lambung abnormal karena
berada sampai pelvis (berarti ada massa
yang menekannya) terlihat mukosa gaster
tidak terisi kontras dengan baik, karena
pada bagian fundus, korpus, curvatura
mayor dan minor terlihat adanya filling
defect.
Kesan : TUMOR LAMBUNG

FOTO RADIOANATOMI POSITIONING OMD
ABNORMAL
FOLLOW THROUGH
Sebagai pemeriksaan yang terus dilanjutkan setelah
pemeriksaan lambung
Persiapan pasien :
Mengubah pola makan dengan makanan yg rendah
serat dan rendah lemak;
Puasa 2 hari sebelum pemeriksaan;
Minum sebanyak-banyaknya;
Pemberian pencahar/gara inggris;
Beritahu pasien untuk tidak merokok dan banyak
bicara.

Cara pengambilan foto :
1. Menit ke-15 setelah pemberian Barium
2. Menit ke-30
3. Menit ke-60

Posisi pasien : Supine atau prone
FOLLOW THROUGH
Follow Through
Kriteria gambar :
1. Usus halus tampak pada gambar
2. Gambar pertama merupakan gaster
3. Tampak marker wajtu
4. Tulang belakang terlihat pada gambar
5. Tidak ada rotasi pada pasien
6. Teknik eksposisi dapat menunjukkan anatomi
7. Pemeriksaan selesai ketika Barium sampai
daereh caecum
Immediate
15 menit
30 menit
1 jam
COLON IN LOOP
- Pemeriksaan colon in loop adalah pemeriksaan
untuk mendeteksi kelainan yang terdapat pada
colon dengan teknik fluroskopi-radiograf;
- Kontras positif (barium) dgn konsentrasi 70-
80% sesuai dgn panjang kolon.
- Kelainan yang dilihat : filling defect dan
additional shadow mukosa, incisura, dan
kaliber lumen
- Posisi : AP, Oblique
COLON IN LOOP
Indikasi :
1. Diare kronis
2. Hematokezia
3. Umum : obstipasi kronis, perubahan defekasi

Kontra Indikasi :
1. Perforasi
2. Kolitis berat
3. KU pasien jelek
4. Ileu paralitik
1. Mengubah pola makanan penderita dengan
makan yg konsistensinya lunak, low residue,
dan tidak mengandung lemak;
2. Minum sebanyak-banyaknya;
3. Pemberian pencahar: milk of
magnesium/magnesium sulfat
PERSIAPAN COLON IN LOOP
FOTO COLON IN LOOP
NORMAL
Double contrast
Foto colon in loop (barium enema) dengan
double kontras
Posisi: AP
- Tampak kontras mengisi rektum,
rektosigmoid, sigmoid, c.desendens,
c.transversum, c. asedens (kontras terisi
dengan baik) karena menggunakan double
kontras terlihat permukaan mukosa lebih
baik/nyata (tampak double kontras pada
c.desendens)
Pada mukosa,haustrasi&incisura dalam
batas normal
Kaliber lumen colon normal tidak ada
filling defect ataupun additional shadow
Kesimpulan: Foto colon in loop dengan
double kontras tampak kontras mengisi
rektum, rektosigmiod, sigmoid,
c.desendens, c.transversum, c. asendens
dengan baik. Pada mukosa, haustrasi,
incisura dalam batas normal. Kaliber
lumen colon-pun tidak ada filling defect
ataupun additional shadow. Maka ini
sesuai dengan gambaran FOTO COLON
(double kontras) NORMAL


AP Oblique

PA Oblique (RAO)
Untuk melihat colon ascending
and sigmoid
PA Oblique (LAO)
Untuk melihat colon
descending
Lateral
Sangat baik untuk
melihat rectum and distal
sigmoid
FOTO COLON IN LOOP
ABNORMAL
Mukosa Haustrasi
tampak seperti mata
gergaji
CHRONS DISEASES
HIRCPRUNG DISEASE
Penyempitan
Foto colon in loop
dengan double kontras
Adanya filling defect
irregular pada colon
dan apple core

FOTO COLON IN LOOP
ABNORMAL
APENDIKOGRAM
Pemeriksaan untuk mendeteksi adanya gangguan
pada appendiks seperti appendisitis;
Persiapan pasien :
12 jam sebelum pemeriksaan, pasien minum
barium 250 gr yang dilarutkan dengan 200 cc air
hangat, setelah meminum barium pasien puasa
(tidak boleh makan,minum dan BAB). Setelah 12
jam baru diperiksa;
Proyeksi Sinar : PA Supine, RPO Supine
POSITIONING APPENDIKOGRAM

POSITIONING APPENDIKOGRAM

GAMBARAN APPENDICOGRAM
ABNORMAL
Dilakukan pemeriksaan
appendicogram dengan
kontras Ba. Meal hasil sbb:
12 Jam setelah pemberian
kontras terlihat kontrast telah
mengisi lumen caecum sampai
colon sigmoid dan rectum.
Lumen appendix tidak terisi
kontras .
Dengan posisi pengambilan
gambar sedikit oblik lumen
appendix masih tidak
tervisualisasi dengan baik.
Lumen colon dan haustra
tampak normal.
Kesan : avisualisasi lumen
appendix sugestif appendicitis.

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai