Anda di halaman 1dari 27

Prospek Klinis Interaksi

Obat
Disusun Oleh
Farha Elein Kukihi
13330705
Pendahuluan
Topik interaksi obat menjadi perhatian besar di
dunia kesehatan
Semakin banyak obat yang beredar, semakin
banyak laporan tentang interaksi obat
Data prevalensi IO :
- Prevalensi interaksi obat secara keseluruhan adalah
50 % hingga 60 %.
- Sekitar 7 % efek samping pemberian obat di rumah
sakit disebabkan oleh interaksi obat
- Setiap orang yang menerima lebih dari 1
obat/pengobatan beresiko mengalami interaksi obat
Pendahuluan
IO adalah drug related problems yang
harus diperhatikan mempengaruhi
respons tubuh dalam pengobatan seperti
ADR bahkan kematian.
IO masalah yang memiliki dampak klinis
bagi pengobatan pasien.
Apa peran farmasis?
- Mengetahui jenis dan mekanisme IO
- Mencari solusi/penanganan
Tujuan
Mengetahui definisi, penyebab dan
faktor-faktor yang menyebabkan
interaksi obat
Mengetahui jenis-jenis interaksi obat
Mengetahui dampak klinis interaksi obat
Mengetahui mekanisme penanganan
interaksi obat

Apa itu Interaksi Obat?
Modifikasi efek suatu obat akibat obat
lain yang diberikan pada awalnya atau
diberikan bersamaan sehingga
keefektifan atau toksisitas satu obat atau
lebih berubah
Bisa terjadi dengan obat lain, herbal,
makanan, minuman, atau zat kimia
Bisa juga terjadi di luar tubuh
(inkompatibilitas)
Faktor-faktor yang mempengaruhi
Interaksi Obat
Patient-related Factors
- Klirens obat pada pasien tertentu
- Usia
- faktor genetik
- jenis kelamin
- penyakit yang diderita
- faktor lingkungan
- makanan.
Drug-Specific Factors
- sifat kinetic dan dinamik yang khusus
dari obat
- jumlah obat yang diresepkan
- dosis, waktu, formulasi dan rute
pemberian.
Penyebab Terjadinya Interaksi
Obat
Polifarmasi
Pasien berkonsultasi dengan beberapa
dokter
Pengobatan yang irasional
Ketidakpatuhan pasien
Mekanisme Interaksi Obat
Farmakokinetika (ADME)
Farmakodinamika
Farmakokinetika-Farmakokinetika
Interaksi Obat yang dikehendaki secara
Klinis
- Efek obat yang menguntungkan yang
meningkat atau efek obat merugikan yang
dihilangkan oleh penggunaan bersama-sama
obat lain.
- Interaksi obat ini dengan sengaja digunakan
untuk memperoleh efek menguntungkan
dalam praktek klinis
- Contoh : Trimetoprim dan Sulfametoksazol

Interaksi Obat yang berbahaya

- Beberapa interaksi obat yang tidak diinginkan
bisa saja menjadi serius dan/ atau fatal.

- Efek warfarin yang berlebihan bisa memicu
perdarahan dengan penggunaan bersama
siprofloksasin, klaritromisin, metronidazol,
kotrimoksazol, lovastatin, asetaminofen dan
AINS termasuk aspirin.


Interaksi Obat yang signifikan secara
klinis
- Interaksi disebut signifikan ketika terjadi antara
dua atau lebih zat yang diberikan bersama
dan menghasilkan kebutuhan untuk
penyesuaian dosis salah satu zat atau
intevensi medis lainnya.

- Prevalensi interaksi obat yang signifikan
secara klinis antara 2 % hingga 16 %.
Manajemen Klinis Interaksi Obat
- Ketika seorang pasien telah diidentifikasi
beresiko mengalami interaksi obat yang
relevan secara klinis, langkah-langkah harus
diambil untuk mencegah atau meminimalkan
kejadian yang potensial ini.

- 5 kelas sistem kategorisasi untuk manajemen
interaksi obat direkomendasikan dan dapat
dilihat pada tabel di bawah ini.


Kelas 1
Hindari pemberian kombinasi obat. Resiko efek yang tidak
diinginkan pada pasien. Hindari pemberian obat bersamaan
Kelas 2
Kombinasi dihindari kecuali manfaat pemberian kombinasi obat
lebih besar daripada resikonya pada pasien. Jika perlu gunakan
obat alternative yang tidak berinteraksi. Pasien harus dimonitor
secara ketat jika kombinasi obat diberikan
Kelas 3
Beberapa pilihan penatalaksanaan tersedia : gunakan obat
alterantif, mengubah regimen obat (dosis, interval) atau rute
pemberian untuk meminimalkan interaksi, atau monitor pasien
jika kombinasi obat diberikan
Kelas 4
Potensi kerusakan/bahaya rendah dan tidak ada aksi spesifik yang
diperlukan selain berhati-hati terhadap kemungkinan interaksi oat
Kelas 5
Bukti-bukti yang ada menunjukkan tidak ada interaksi
PEMBAHASAN
No. Obat
Objek
Obat
Presipitan
Mekanisme
Interaksi
Efek yang
ditimbulkan
Penanganan
1. Isoniazi
da
Rifampisin Rifampisin
mengubah
metabolisme
isoniazida,
menghasilkan
senyawa
hidrazin yang
menyebabkan
hepatotoksik
Kerusakan
hati/
Hepatotoksik
Diberikan
peringatan untuk
pasien dengan
fungsi hati yang
rusak, lanjut usia,
anak di bawah 2
tahun, pasien
malnutrisi.
Anjuran untuk
pemeriksaan fungsi
hati setiap bulan
No. Obat
Objek
Obat
Presipitan
Mekanisme
Interaksi
Efek
yang
ditimbulk
an
Penanganan
2. Enoxaparin Diklofenak Efek adisi
antikoagulan
dari
enoxaparin
Perdarahan Kombinasi sebaiknya
dihindari. Jika harus
menggunakannya,
harus diperhitungkan
apakah
penggunaannya
mempunyai manfaat
yang lebih besar atau
tidak.
No. Obat
Objek
Obat
Presipita
n
Mekanisme
Interaksi
Efek yang
ditimbulka
n
Penanganan
3. Warfarin Heparin Heparin dapat
memperpanja
ng waktu
tahap satu
protrombin,
sehingga
meningkatkan
resiko
perdarahan
Perdarahan Gunakan heparin dan
warfarin bersamaan
untuk memastikan
proses antikoagulasi
terjadi sampai
warfarin menjadi
waktu tunak (steady-
state), hentikan
penggunaan heparin
ketika INR sudah
stabil
No
.
Obat
Objek
Obat
Presipitan
Mekanisme
Interaksi
Efek
yang
ditimbulk
an
Penanganan
4. Kotrimok
sazol
Pirimetami
n
Pirimetamin dan
trimetoprim
keduanya antagonis
folat dan secara
selektif
menghambat enzim
dihidrofilat
reduktase, yang
memicu sintesis
dari asam nukleat
yang diperlukan
untuk produksi sel-
sel baru.
Pansitopeni
a dan
anemia
megaloblas
tik
Kombinasi
sebaiknya
dihindari.
Jika harus
menggunakan
kombinasi ini,
pasien diberikan
suplemen folat
seperti kalsium
folinat.
No
.
Obat
Objek
Obat
Presipitan
Mekanisme
Interaksi
Efek yang
ditimbulkan
Penangana
n
5. Verapamil Simvastatin Verapamil
menghambat isoenzim
CYP450 yaitu
CYP3A4 yang
berperan dalam
metabolisme
simvastatin sehingga
kadar simvastatin
meningkat
Toksisitas
simvastatin
(Meningkatkan
resiko myopathy
atau
Rhabdomyolisis)
Turunkan dosis
simvastatin
hingga dosis
terendah (20
mg)
6. Digoxin Spironolakton Spironolakton
menghambat ekskresi
digoksin di ginjal
sehingga spironolakton
meningkatkan kadar
digoxin sebesar 25 %
Toksisitas digoxin
(nausea, muntah,
aritmia jantung)
Jika
penggunaan
digoksin pada
dosis tertinggi
harus
dilakukan
monitoring
pada pasien

No
.
Obat
Objek
Obat
Presipitan
Mekanisme
Interaksi
Efek yang
ditimbulkan
Penanganan
7.
Aspir
in
Verapa
mil
Efek aditif terjadi ketika
dikombinasi dengan
antiplatelet seperti aspirin.
Resiko perdarahan dan
terjadi memar abnormal
(satu kasus)
Gunakan aspirin dengan
dosis minimum ketika
dikombinasi dengan
verapamil
8.
Fluva
statin
Siklosp
orin
Kompetisi pada isoenzim
CYP3A4 sitokrom 450
yang berperan dalam
metabolism fluvastatin.
Siklosporin mengganggu
metabolism fluvastatin dan
meningkatkan kadar
fluvastatin dalam darah
Toksisitas statin
(Rhabdomyolisis,
myopathy)
Kombinasi tidak
dihindari tetapi gunakan
statin tidak lebih dari 10
mg.
Jika terjadi myopathy,
hentikan penggunaan
statin.

No
.
Obat
Objek
Obat
Presipitan
Mekanisme
Interaksi
Efek yang
ditimbulka
n
Penanganan
9. Lamotri
gin
Asam
valproat
Asam valproat
menurunkan
glukuronidaasi
lamotrigin dengan
inhibisi kompetitif
sehingga menurunkan
klirens lamotrigin.
Ruam dan
reaksi kulit
serius
termasuk
sindrom
Stevens-
Johnson.
Tremor
Ketika digunakan
bersama valproat,
dosis lamotrigin
diturunkan
hingga setengah
untuk mencegah
toksisitas
lamotrigin
10. Simvast
atin
Itrakonazol Itrakonazol
menghambat isoenzim
CYP3A4 yang
memetabolisme
simvastatin sehingga
kadar simvastatin dalam
darah meningkat
Toksisitas
statin
(rhabdomyol
isis)
Kombinasi harus
dihindari.
Penatalaksanaan Interaksi
Obat
Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh
farmasis dalam penatalaksaan interaksi
obat untuk menghindari interaksi obat,
termasuk :
Menghindari kombinasi seluruhnya
Menyesuaikan dosis dari obat objek
Memberi jarak waktu pemberian obat
untuk menghindari interaksi obat
Monitoring untuk deteksi dini


Penatalaksanaan Interaksi
Obat
Memberikan informasi tentang faktor
resiko pasien yang meningkatkan resiko
outcome/luaran yang tidak diinginkan
Memperbaiki sistem skrining interaksi
obat yang terkomputerisasi

Upaya Pencegahan Interaksi Obat
yang Berbahaya
Usahakan memberikan jumlah obat sesedikit mungkin
pada tiap-tiap penderita, termasuk pemberian obat-
obat OTC, dan obat-obat herbal.
Dalam memberikan obat, perhatian terutama pada
pasien usia lanjut, pasien dengan penyakit sangat
berat, pasien dengan adanya disfungsi hati atau ginjal.
Sangat berhati-hati jika menggunakan obat-obat
dengan batas keamanan sempit (antikoagulan,
digitalis, antidiabetik, antiaritmia, antikonvulsan,
antipsikotik, antidepresan, imunosupresan,
sitostatika), dan obat-obat inhibitor kuat CYP
(ketokonazol, itrakonazol, eritromisin, klaritromisin).

Kesimpulan
Interaksi obat adalah perubahan efek suatu obat atau
farmakokinetikanya oleh adanya obat lain yang dapat
menyebabkan efek/kejadian klinis
Interaksi obat bisa disebabkan oleh beberapa faktor
yaitu faktor yang berkaitan dengan pasien.Faktor usia
dan penyakit merupakan faktor yang penting untuk
diperhatikan dalam usaha pencegahan interaksi obat.

Kesimpulan
Interaksi obat merupakan kejadian yang
dapat dicegah. Untuk interaksi obat yang
berpotensi menyebabkan kejadian klinis
atau signifikan secara klinis diperlukan
penatalaksanaan interaksi obat untuk
menghindari dan mencegah kejadian
klinis yang membahayakan pasien.

Thank You

Anda mungkin juga menyukai