Anda di halaman 1dari 2

REVIEW

REGIONALISME
INTEGRASI EKONOMI REGIONAL
Oleh : Sarah Farida Ainun (135120407121004)

Fenomena pada saat ini menunjukkan bahwa bentuk kerjasama regional menjadi semakin
meluas khususnya pada bidang ekonomi dan perdagangan Internasional, yang
ditunjukkan melalui pembentukkan blok-blok perdagangan seperti, Uni Eropa, APEC,
NAFTA dan AFTA. Integrasi ekonomi regional dibuat atas kesepakatan negara-negara
dalam suatu wilayah geografis yang tujuannya untuk mengurangi hingga pada akhirnya
akan menghilangkan hambatan pada tarif dan non-tarif atas barang dan jasa serta faktor
produksi.
Dibentuknya kerjasama ekonomi regional menunjukkan bahwa interdepedensi ekonomi
antar negara menjadi hal yang penting, interdepedensi ini diwujudkan dengan interaksi
yang sifatnya saling menguntungkan antar satu sama lain. Berdasarkan dari proses
pembentukan Custom Unions di eropa menunjukkan bahwa integrasi ekonomi dapat
terjadi karena adanya kegiatan perdagangan yang intensif antar sesama negara anggota.
Terdapat beberapa tahapan dalam proses integrasi ekonomi, Free Trade Area (FTA)
merupakan tahapan paling pertama dalam proses integrasi. Free Trade Area (FTA) adalah
proses dimana semua hambatan pada perdagangan dan jasa dihapuskan, hal ini
diberlakukan bagi seluruh negara anggota. Tetapi negara anggota bebas untuk
memperlakukakan kebijakan tersebut terhadap negara selain anggota seperti dalam hal
kebijakan kuota, subsidi dan diskriminasi.
Tahapan selanjutnya adalah Custom Union (CU) dengan cara menghilangkan hambatan
perdagangan antar negara anggota dan memperlakukan kebijakan yang sama terhadap
negara non-anggota. Diperlukan adanya harmonisasi dan kerjasama pada kebijakan fiskal
dan kebijakan moneter untuk mencapai tahapan ini.
Tahapan terakhir dalam proses integrasi ekonomi adalah Common Market (CM) yaitu,
dengan menghilangkan hambatan pada faktor-faktor produksi seperti, jasa, tenaga kerja
dan modal. Masing-masing dari faktor produksi bebas untuk berpindah karena tidak ada
pembatasan pada hal imigrasi dan perpindahan investasi. Sebagai contoh, misalnya faktor
produksi dan modal berasal dari negara Malaysia dan mereka ingin melakukan perluasan
ekonomi atau perpindahan investasi ke thailand, maka itu diperbolehkan karena
merupakan sesama negara anggota. Serta contoh lainnya adalah tenaga kerja yang berasal
dari Indonesia diperbolehkan untuk bekerja dan berpindah di negara-negara anggota
ASEAN.
Integrasi yang dilakukan selanjutnya adalah pada bidang moneter yang merupakan
tahapan yang lebih mendalam, dimana suatu kawasan melakukan integrasi kebijakan
moneter dan membentuk mata uang tunggal. Bentuk dari integrasi moneter yang paling
dasar adalah monetary union, dimana negara-negara yang tergabung dalam kerjasama
tersebut secara bersama menetapkan nilai tukar tetap. Sedangkan bentuk integrasi
moneter yang paling maju adalah Currency Union, dimana sebuah kawasan memiliki
mata uang tunggal, contoh dari kawasan yang sudah mencapai tahapan Currency Union
adalah Uni Eropa dengan Euro sebagai mata uang tunggal kawasan tersebut.
Teori Optimum Currency Area (OCA) yang dikemukakan oleh Robert A. Mundell,
mendefinisikan OCA sebagai sebuah wilayah yang tidak ukurannya tidak terlalu kecil
sehingga wilayah tersebut akan menggantungkan mata uangnya pada mata uang wilayah
tetangganya atau apabila ukuran wilayahnya besar maka wilayah tersebut akan dipecah
menjadi sub-region dengan mata uang yang berbeda-beda. Unsur yang penting dalam
OCA adalah transparansi atau keterbukaan, dimana dalam kawasan tersebut terdapat
integrasi ekonomi yang kuat dan interdepedensi antar negara yang memaksa mereka
untuk memiliki nilai tukar yang sama. Sebagai contoh dari proses OCA adalah kawasan
Uni Eropa, dengan interdepedensi antar negara anggotanya menjadikan kawasan Eropa
sebagai wilayah yang menerapkan nilai tukar yang sama.