Anda di halaman 1dari 12

PEMBERIAN NOBEL PERDAMAIAN DI TENGAH KRISIS UNI EROPA

Arifasjah Riza Wibawa



Abstrak
Artikel ini berupaya menjelaskan dan menganalisa apakah organisasi Uni Eropa
pantas untuk diberikan Hadiah Nobel Perdamaian, dengan memahami prinsip-
prinsip yang dianut oleh Uni Eropa, dan penerapannya terhadap negara-negara
Eropa. Ketika Komite Nobel memutuskan untuk memberikan Hadiah Nobel
Perdamaian kepada Uni Eropa, Eropa sedang mengalami krisis ekonomi dan
terdapat konflik-konflik antar Negara Eropa. Hal ini menimbulkan kontroversi
dan polemik dalam Negara-negara Eropa sendiri dan dunia internasional.
Kemampuan Uni Eropa membangun kembali benua Eropa setelah Perang Dunia
II dan menjadikan Eropa lebih aman dari sebelumnya, memang patut diberi
pujian, namun tidak dapat disangkal lagi, Negara-negara Eropa sekarang ini
menjadi ladang sebuah perang ekonomi yang memaksa negara-negara anggota
yang lemah untuk menerapkan kebijakan pembatasan ekonomi, sehingga
menyebabkan pengangguran meningkat setiap harinya di Eropa. Dengan adanya
pemaksaan tersebut, apakah pantas Uni Eropa mendapat Hadiah Nobel
Perdamaian? Pemaksaan ini pun termasuk pelanggaran HAM, dan tidak relevan
dengan prinsip Uni Eropa yang menjunjung tinggi HAM. Komite Nobel pun
harus memilih pemenang dengan melihat segala aspek, jika tidak, akan
menimbulkan asumsi bahwa pemberian nobel mengandung indikasi politik.
Kata Kunci: Hadiah Nobel Perdamaian, Uni Eropa, Prinsip, Ketidakrelevansian,
Politik Pemberian Nobel.

Abstract
This article tries to explain and analyze whether EU organization deserve to be
given the Nobel Peace Prize by understanding the principles adopted by the
European Union and its application to the European countries. When the Nobel
Committee decided to give the Nobel Peace Prize to the European Union, the
European economy was in crisis and there were conflicts between European
countries. This caused controversy and polemics in the European countries
themselves and the international community. EU's ability to rebuild Europe after
World War II and make Europe more secure than ever deserves to be praised, but
it is undeniable that European countries today have become field as an economic
war forcing the weak member of the states to implement economic policy
restrictions, thus causes the increasing of unemployment every day in Europe.
With the existence of such coercion, does EU deserve to get the Nobel Peace
Prize? Coercion is also a violation of human rights, and not relevant to the EU
principle that upholds human rights. Nobel committee should choose the winner
by looking at all aspects, if not, there will be assumptions that Nobel awarding
contains the political indication.
Keywords: Nobel Peace Prize, European Union, Principles, Ketidakrelevansian,
Political Giving Nobel.





Pendahuluan
Hadiah Nobel Perdamaian 2012 senilai 1,2 juta dolar diberikan oleh Komite
Nobel kepada organisasi Uni Eropa pada 10 desember 2012, yang dilaksanakan di
ibukota Norwegia, Oslo.
1
Komite Nobel menganugerahkan Hadiah Nobel
Perdamaian kepada Uni Eropa sebagai penghargaan untuk enam dekade
perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi, dan hak asasi manusia dan karena ke-27
negara Uni Eropa mampu membangun kembali benua itu setelah Perang Dunia II.
Pemberian nobel kali ini menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat
internasional dan para pemimpin-pemimpin negara Eropa.
Bagi yang pro terhadap pemberian nobel kepada Uni Eropa, mereka
berpendapat bahwa Uni Eropa berhasil menciptakan perdamaian selama lebih dari
setengah abad di benua yang terkoyak Perang Dunia II dan mempertahankan
perdamaian dan rekonsiliasi, demokrasi, hak-hak asasi sejak Perang Dunia I di
Eropa, sehingga Uni Eropa pantas menerima Hadiah Nobel Perdamaian.
Bagi yang kontra terhadap pemberian nobel kepada Uni Eropa, mereka
melihat dan memperhatikan keadaan negara-negara Eropa sedang mengalami
krisis ekonomi yang berat dan kerusuhan sosial yang besar saat ini, seperti
kemiskinan dan penggangguran yang terus mengalami peningkatan, konflik-
konflik yang masih sering terjadi antara negara-negara Eropa itu sendiri, dan
adanya diskriminasi kaum minoritas. Krisis-krisis ini tidak mewujudkan dan
menjamin adanya perdamaian, oleh karena itu, Uni Eropa belum pantas menerima
Hadiah Nobel Perdamaian.
Namun, dengan adanya krisis-krisis yang terjadi di Eropa, mengapa Uni
Eropa tetap diberikan penghargaan oleh Komite Nobel? Hal ini menandakan
bahwa pemberian nobel perdamaian untuk Uni Eropa adalah agenda Politik Barat.

Memahami Arti dan Tujuan dari Hadiah Nobel Perdamaian
Hadiah Nobel Perdamaian merupakan penghargaan yang diberikan kepada
salah seorang individu atau organisasi karena telah giat melaksanakan hubungan
yang bersifat internasional, menjaga dan menciptakan perdamaian, serta berusaha
mengurangi atau melenyapkan peperangan dan perselisihan.

Komite harus menemukan orang yang telah terbukti melakukan karya
terbaik demi persaudaraan di antara bangsa-bangsa, abolisi dan pengurangan
tentara, serta terbukti kukuh mendorong dan menjunjung tinggi perdamaian.
2

(Alfred Nobel 1901)

Hadiah Nobel Perdamaian adalah satu dari lima Penghargaan Nobel yang
diadakan atas permintaan seorang penemu dan industrialis Swedia, yaitu Alfred
Nobel. Penghargaan Perdamaian diberikan di ibukota Norwegia Oslo. Komite
Nobel Norwegia, yang anggotanya dipilih oleh Parlemen Norwegia, ditugaskan
untuk menunjuk penerima Penghargaan Perdamaian ini, dan hadiah ini diberikan
oleh ketuanya, Dr. Ole Danbolt Mjos.
Tidak seperti Penghargaan Nobel lainnya (Nobel dalam sastra, fisika,
kimia, dan obat-obatan atau fisiologi), Penghargaan Nobel Perdamaian dapat
diberikan kepada orang atau organisasi yang masih dalam proses penyelesaian
masalah atau yang terlibat dalam proses perdamaian yang masih berlangsung,
bukan karena telah mencapai tujuan atau berhasil menyelesaikan masalah. Oleh


karena itu, beberapa dari penghargaan tersebut sekarang ini tampaknya ada yang
dipertanyakan, terutama ketika proses ini gagal untuk memberikan hasil. Nobel
Perdamaian beberapa kali menimbulkan polemik karena diberikan kepada
beberapa orang yang di kemudian hari sama sekali tidak menciptakan kedamaian.
Penghargaan Perdamaian Nobel memiliki posisi unik. The Oxford
Dictionary of Contemporary World History menyebutnya Penghargaan paling
bergengsi di dunia, dianugerahkan untuk menjaga perdamaian.
Dalam beberapa dekade terakhir, Komite telah berfokus untuk memastikan
bahwa Penghargaan Nobel Perdamaian bersifat global, dan telah berusaha
mempertemukan pihak yang terlibat konflik, sebagai contoh Timur Tengah dan
Irlandia Utara, dalam upaya memajukan proses perdamaian.

Prosedur dan Faktor Penentu dalam Pemberian Hadiah Nobel Perdamaian
Untuk mendapatkan nominasi dalam Nobel Perdamaian, seseorang atau
sebuah organisasi tidak dapat mencalonkan diri sendiri atau orang lain dan tidak
bisa berkampanye untuk dipilih menjadi pemenang.
3

Menurut situs Nobel Peace Prize, nominasi hanya diterima dari beberapa
orang terpilih, termasuk anggota pemerintah nasional, anggota Pengadilan Tetap
Arbitrase dan Pengadilan Keadilan Internasional di Den Haag, mantan pemenang
Hadiah Nobel Perdamaian, dan sebagainya. Seringkali, para pemenang adalah
orang-orang yang belum menyelesaikan pekerjaan mereka menuju perdamaian,
tetapi mereka adalah orang-orang yang sedang berada pada saat kritis dalam
pekerjaan mereka dan membutuhkan dukungan.
Para pemenang Hadiah Nobel Perdamaian dipilih oleh Komite Nobel
Norwegia, yang terdiri dari lima anggota yang sangat independen. Sejak tahun
1936, para pejabat pemerintah telah dilarang duduk di dalam Komite (panitia)
untuk menghindari asumsi atau prasangka buruk bahwa Komite ini dapat
dipengaruhi oleh iklim politik di Norwegia.
Untuk memilih pemenang, Komite Nobel Norwegia mempertimbangkan
semua calon, dan memilih "daftar singkat" dari sekitar lima sampai 20 orang
untuk diperiksa dan diseleksi lebih lanjut. Para kandidat tersebut kemudian dikaji
dengan saran dari penasehat permanen Komite dan para ahli lainnya. Komite
mencoba untuk mencapai suara bulat melalui diskusi dan perdebatan. Jika
keputusan bulat tidak dapat dicapai dengan batas waktu pada awal Oktober, suara
mayoritas akan menentukan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian.
Penghargaan Nobel Perdamaian diberikan setiap tahunnya setiap tanggal
10 Desember, tanggal dimana Alfred Nobel meninggal pada tahun 1896. Dari
tahun 1905 sampai tahun 1946, upacara penganugerahannya diadakan di gedung
Institut Nobel, kemudian dari 1947 diselenggarakan di aula Universitas Oslo, lalu
pada 1990 dipindahkan ke balai kota Oslo. Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian
menerima medali, judul Pemenang Nobel Perdamaian, ijazah pribadi, dan 10 juta
crown Swedia (lebih dari $ 1.400.000 dolar AS).
4


Memahami Peran dan Struktur Organisasi Uni Eropa dalam Hubungan
Internasional
Uni Eropa (UE, bahasa Inggris: European Union atau EU) adalah sebuah
organisasi antar-pemerintahan dan supra-nasional, yang terdiri dari negara-negara
Eropa, yang sejak tanggal 1 Januari 2007 telah memiliki 27 negara anggota.
5



Uni Eropa menjalin hubungan diplomatik dengan hampir semua negara di
dunia. Uni Eropa memiliki kemitraan strategis dengan para pelaku utama di
kancah internasional, memiliki hubungan baik dengan negara-negara berkembang
di seluruh dunia, dan telah menandatangani Perjanjian Kerjasama bilateral dengan
sejumlah negara di sekitarnya. Di luar negeri, Uni Eropa diwakili oleh suatu
jaringan yang terdiri dari 136 Delegasi Uni Eropa, yang memiliki fungsi yang
serupa dengan kedutaan besar.
Organisasi internasional ini bekerja melalui gabungan sistem
supranasional dan antarpemerintahan. Di beberapa bidang, keputusan-keputusan
ditetapkan melalui musyawarah dan mufakat di antara negara-negara anggota, dan
di bidang-bidang lainnya lembaga-lembaga organ yang bersifat supranasional
menjalankan tanggung jawabnya tanpa perlu persetujuan anggota-anggotanya.
Lembaga organ penting di dalam UE adalah Komisi Eropa, Dewan Uni Eropa,
Dewan Eropa, Mahkamah Eropa, dan Bank Sentral Eropa. Terdapat pula
Parlemen Eropa yang anggota-anggotanya dipilih langsung oleh warga negara
anggota.
Tujuan-tujuan utama dari Uni Eropa adalah meningkatkan kemajuan
ekonomi dan sosial, terutama dengan penciptaan pasar bebas, pemerataan
ekonomi dan sosial serta melalui pendirian integrasi ekonomi dan moneter
termasuk mata uang tunggal (EURO). Untuk hubungan eksternal keluar, tujuan
utama Uni Eropa adalah untuk lebih menonjolkan identitas ataupun peranan Uni
Eropa dalam percaturan internasional, khususnya kebijakan bersama di bidang
keamanan dan hubungan luar negeri termasuk pembangunan kebijakan pertahanan
bersama.
Struktur organisasi Uni Eropa dipayungi oleh tiga pilar kerjasama:
6

1. Komunitas Eropa (European Community) merupakan kerangka hukum
yang mewadahi kebijakan komunitas yang berhubungan dengan pasar
tunggal (single market), perdagangan international, bantuan
pembangunan, kebijakan moneter, pertanian, perikanan, lingkungan,
pembangunan daerah, energi dstnya.
2. Kebijakan keamanan dan hubungan luar negeri (Common Foreign and
Security Policy/CFSP);
3. Peradilan dan masalah dalam negeri (Justice and Home Affairs) yang
menangani kerjasama di bidang hukum perdata dan pidana, kebijakan
keimigrasian dan asylum, pengawasan perbatasan, pengawasan lalu lintas
obat terlarang, kerjasama kepolisian dan pertukaran informasi.
Ketiga pilar ini diarahkan pada tujuan-tujuan utama dan diatur menurut
prinsip-prinsip dasar dan sebagian dengan satu kerangka institusi. Adapun prinsip-
prinsip dasar yang dianut Uni Eropa adalah menghargai identitas nasional
anggota, demokrasi, dan menjunjung hak asasi manusia.

Lembaga-lembaga dan Institusi Penting Uni Eropa
Uni Eropa memiliki institusi-institusi yang mempunyai peran penting
dalam menjalankan visi dan misinya. Institusi-institusi tersebut adalah:
7

1. Parlemen: Merupakan institusi satu-satunya yang anggotanya dipilih
langsung oleh rakyat negara anggota yang sekarang ini berjumlah 785
anggota. Anggota parlemen dipilih sekali 5 tahun oleh rakyat di seluruh
negara anggota yang sekarang berjumlah lebih kurang 492 juta jiwa.


Keputusan tentang Undang-Undang UE dibuat oleh parlemen dengan
bekerjasama dengan dewan setingkat menteri (council of ministers). Selain
itu parlemen juga terlibat dalam membuat draft peraturan-peraturan di
bidang misalnya perlindungan lingkungan, hak konsumen, persamaan hak,
transportasi, ketenagakerjaan, jasa dan perdagangan. Parlemen juga punya
wewenang bersama dewan menteri atas penentuan anggaran tahunan UE.
President parlemen sekarang: Hans-Gert Pttering
2. Dewan menteri: Dewan ini pada prinsipnya adalah menteri-menteri yang
sedang menjabat di negara-negara anggota. Kepresidenan pada dewan ini
dipilih secara rotasional sekali dalam 6 bulan. Dewan menteri adalah
institusi utama UE dalam hal pengambilan keputusan dan
mengkoordinasikan pelaksanaanya di masing-masing negara anggota.
Dewan ini bertugas : bersama-sama parlement membuat dan mensahkan
Undang-Undang, melakukan koordinasi kebijakan ekonomi negara
anggota, menentukan dan melaksanakan politik luar negeri dan keamanan
bersama berdasarkan pedoman yang dibuat dewan, dewan juga yang akan
merundingkan perjanjian bilateral antara UE dengan pihak ketiga termasuk
kawasan, negara atau organisasi internasional, mengkoordinir pelaksanaan
program di bidang kepolisian dan kerjasama di bidang peradilan dan
tindak kriminal dan seperti yang sudah dijelaskan tadi ikut bersama
parlemen membuat anggaran tahunan.
3. Komisi Eropa: Komisi Eropa merupakan lembaga eksekutif independen
UE. Tugas utamanya adalah merepresentasikan dan menjaga kepentingan
Uni Eropa secara keseluruhan. Komisi Eropa bertanggung jawab dalam
membuat draft proposal untuk hukum-hukum Eropa yang harus
dipresentasikan ke parlemen dan dewan menteri. Sebagai lembaga
eksekutif, komisi Eropa menjalankan segala keputusan yang ditetapkan
oleh parlemen UE dan dewan menteri, dengan kata lain lembaga yang
menjalankan tugas harian UE, menerapkan kebijakan, menjalankan
program-program dan mendistribusikan dana serta mewakili UE di forum-
forum internasional.
4. Pengadilan UE: Merupakan lembaga peradilan UE didirikan tahun 1952
dan berkedudukan di Luxemburg yang termaktub di traktat batubara.
Tugasnya adalah untuk menjamin semua hukum dan peraturan UE sudah
diinterpretasikan, dijalankan dan dipatuhi sebagaimana mestinya dan
berlaku sama untuk semua orang. Lembaga ini akan mencegah hukum dan
peraturan yang sama dibuat oleh lembaga yang sama ditingkat Nasional.
Lembaga ini memiliki wewenang untuk menangani kasus antara negara
anggota, institusi UE, bisnis dan individu. Pengadilan beranggotakan satu
jaksa per negara anggota (27 anggota) dan 8 pengara umum yang dipilih
bersama sekali 6 tahun dan dapat dipilih kembali. Para jaksa jarana sekali
melakukan pertemuan akbar. Mereka bertemu berdasarkan grand
chamber dengan anggota 13, 5 atau 3.Untuk membantu pengadilan UE,
dibentuklah pada tahun 1989 suatu lembaga yang disebut Court of First
Instante yang bertugas menangani kasus-kasus yang diajukan oleh
individu, pelaku bisnis dan organisasi termasuk kasus persaingan sebelum
ditangani oleh pengadilan UE. Lembaga baru yang berada dibawah Court


of First Instante adalah European Civil Service Tribunal yang
menangani kasus antara UE dengan pegawainya.
5. Auditor: Lembaga audit. UE ini dibentuk tahaun 1975 dan berkedudukan
di Luxemburg. Tugas lembaga ini adalah mengaudit penggunaan dana
yang berasal dari pembayar pajak dan menjamin pengunaan dana tersebut
secara legal, ekonomis dan sesuai tujuan. Lembaga ini berhak mengaudit
individu dan organisasi yang menggunakan dana UE. Untuk melakukan
hal ini lembaga ini perlu menjaga independensinya dan menjalin
kerjasama dengan lembaga lain. Tugas kunci lembaga adalah
mempersiapkan dan melaporkan hasil audit tahunan ke parlemen dan
dewan menteri serta memberikan opini terhadap proposal tentang
peraturan keuangan dan anti korupsi dan fraud. Anggota lembaga ini
ditunjuk oleh dewan mentri yang terdiri dari perwakilan tiap tiap negara
anggota (27 anggota) yang dipilih sekali dalam 6 tahun dan dapat dipilih
lagi. Lembaga ini selanjutnya memilih seorang Presiden dengan masa
jabatan 3 tahun.
Badan Konsultatif
1. Komite ekonomi dan sosial Eropa: Badan ini merupakan penasehat yang
merupakan perwakilan dari tenaga kerja, ikatan buruh, petani, konsumen
dan kelompok swadaya masyarakat lainya. Badan ini menyampaikan
aspirasi dan memperjuangkan kepentingan mereka dalam diskusi
kebijakan dengan parlemen, dewan mentir dan komisi UE.
2. Komite Daerah: Badan ini merupakan badan penasehat yang terdiri dari
utusan dari daerah dan otoritas daerah. Badan ini harus dimintai
pendapatnya sebelum keputusan tentang kebijakan regional, lingkungan
dan transportasi diambil ditingkat UE.
Badan Keuangan
1. Bank Investasi Eropa: Tugasnya adalah meminjamkan dana untuk
investasi skala besar guna kepentingan UE seperti pelabuhan laut dan
udara, konservasi lingkungan, rel kereta api terutama kepada daerah
tertinggal, calon anggota dan negara berkembang.
2. Dana Investasi Eropa: Badan ini didirikan khusus untuk membantu usa
kecil menengah
3. Bank Central Eropa: Tugas Bank ini adalah untuk mengendalikan Euro,
mata uang tunggal UE. Badan ini juga bertanggung jawab dalam
merumuskan dan melaksanakan kebijakan ekonomi dan moneter UE.
Bank ini berkedudukan di Frankfurt-Jerman.
Badan antar lembaga
1. Kantor publikasi resmi UE: Berfungsi sebagai rumah publikasi UE bagi
seluruh organisasi UE termasuk memproduksi dan mendistribusikan
semua publikasi cetak dan elektronik UE.
2. Kantor perekrutan personalia UE: Setelah dibentuk tahun 2003, badan ini
berfungsi menyusun materi ujian seleksi personalia yang akan bekerja di
organisasi UE yang lebih efisien dibanding kalau setiap institusi memiliki
satu departemen SDM.
3. Sekolah Administrasi Eropa: Sekolah ini didirikan pada tanggal 10
Februari 2005 yang betugas memberikan pelatihan untuk bidang khusus
untuk staff UE. Kursus-kursus yang diberikan terbuka untuk seluruh staff


dari seluruh instansi UE dengan tujuan menanamkam nilai-nilai dasar,
pemahaman yang lebih baik dan skala ekonomis. Sekolah ini bekerjasama
dengan departemen pelatihan instansi lain EU.

Aksi Uni Eropa dalam Melindungi Kepentingan Eropa
Sebelum melihat ketidakrelevansian tindakan-tindakan Uni Eropa, dunia telah
melihat upaya dan Uni Eropa dalam rangka mendamaikan Negara-negara Eropa.
Masyarakat yang melihat tindakan-tindakan yang dikakukan Uni Eropa yang
bersifat positif, tanpa melihat tindakan lainnya yang negatif, tentu akan
membentuk opini yang bersifat positif terhadap organisasi ini. Tindakan-tindakan
tersebut adalah:
1. Uni Eropa memberi dukungan stabilitas di negara-negara Balkan. Proyek-
proyek bantuan di tujuh negara mendapatkan bantuan dana dari Uni Eropa
untuk membantu pembangunan masyarakat yang stabil.
2. Uni Eropa adalah anggota dari Kuartet, bersama dengan PBB, Amerika
Serikat dan Rusia, yang berupaya untuk mendorong terciptanya
perdamaian di Timur Tengah.
3. Uni Eropa menawarkan kepada negara-negara tetangganya suatu
hubungan istimewa dalam Kebijakan Kawasan Eropa (European
Neighbourhood Policy). Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat
kesejahteraan, keamanan dan stabilitas semua mitra dan menghindari
timbulnya garis pemisah baru antara Uni Eropa yang telah diperluas
dengan negara-negara di kawasan Mediterania selatan, Eropa Timur dan
Kaukasus selatan.
4. Uni Eropa turut serta dalam perundingan Protokol Kyoto tentang
Perubahan Iklim dan, dengan meluncurkan suatu agenda domestik untuk
karbon rendah yang mungkin merupakan yang paling canggih dan paling
maju di dunia, terus menjadi pelaku penting terkait isu ini, sehingga
berperan besar dalam mendorong suatu agenda yang ambisius untuk
perubahan.
5. Uni Eropa menjalin kerjasama erat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa
dalam berbagai masalah.
6. Uni Eropa bertindak sebagai pelaku tunggal dalamperdagangan luar negeri
dan mendukung prinsip-prinsip perdagangan internasional yang bebas dan
adil. Berhubung Uni Eropa bernegosiasi dengan satu suara, Uni Eropa
dapat memberikan pengaruh yang nyata. Secara bersama-sama, 27 negara
anggota Uni Eropa menguasai 19% dari ekspor dan impor dunia. Karena
norma-norma teknisnya dipergunakan secara luas di seluruh dunia, Uni
Eropa seringkali menentukan aturan perdebatan.
7. Secara bersama-sama, Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya
merupakan donor terbesar di dunia untuk pembangunan dan bantuan
kemanusiaan. Kontribusinya mencapai 60% dari bantuan pembangunan
resmi di dunia.
8. Uni Eropa memberi kontribusi untuk upaya yang sedang berlangsung
untuk mereformasi lembaga-lembaga keuangan internasional, seperti Bank
Dunia dan IMF serta mengatur ulang sektor keuangan internasional. Mata
uang bersama, yaitu euro, memberikan pengaruh tambahan atas wilayah
euro dan Bank Sentral Eropa.



Ketidakrelevansian Tindakan Uni Eropa dengan Prinsip-prinsip yang
Dianut Uni Eropa
Prinsip-prinsip dasar yang dianut Uni Eropa adalah menghargai identitas
nasional anggota, demokrasi, dan menjunjung hak asasi manusia. Namun, pada
kenyataannya terdapat tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Uni Eropa yang
menyimpang dari prinsip-prinsip itu.
Diskriminasi oleh Uni Eropa terhadap kaum minoritas sangatlah tidak adil
dan tidak manusiawi, jauh dari prinsip-prinsip yang dianut Uni Eropa. Etnis Roma
yang minoritasnya adalah muslim, yang bermukim di kota Roma, ibukota Italia,
seringkali mengalami penindasan dan diskriminasi. Kaum Roma diusir dari
kampung Roma dan mereka seringkali tidak punya akses ke pendidikan, ke
layanan kesehatan, ke pasaran kerja dan tempat tinggal, beda dengan kelompok
masyarakat lain. Roma adalah sosok etnis minoritas di daratan Eropa yang selama
ini dikenal dengan nama Gypsi. Beberapa tahun belakangan ini, ratusan ribu dari
mereka berimigrasi ke Eropa Barat. Tetapi, mereka bukannya memperoleh standar
hidup yang lebih baik, melainkan penolakan yang kasar. Pengusiran tersebut
dilakukan secara sistematis, lewat isu yang mengaitkan setiap peristiwa kejahatan
apapun dengan etnis Roma.
8


UE terbukti tak serius menangani pelanggaran hak asasi manusia, tak
memberikan perlindungan memadai terhadap imigran, melakukan diskriminasi
terhadap etnis nomaden Roma, dan terjebak aksi kekerasan rasialis.
(Human Right Watch)

Perancis sampai kini telah menghancurkan 100 lebih kamp penampungan
dan mendesak ribuan etnis Roma untuk pulang ke Rumania secara sukarela.
Warga yang tidak menerima tawaran sukarela yang diajukan pemerintah Paris,
selanjutnya akan segera dideportasi paksa. Sampai akhir Agustus 2012, Menteri
Dalam Negeri Perancis Brice Hortefeux menargetkan akan mendeportasi sekitar
700 warga Roma ke negara asalnya. Pada tahun 2009, pemerintah Perancis telah
memulangkan sekitar 10 ribu orang kembali ke Rumania atau Bulgaria. Mereka
tersebar di hampir seluruh negara Eropa, Amerika, dan Asia Tengah. Di Eropa
hidup 10 sampai 12 juta warga etnis Roma. Sebagian besar di Eropa Tenggara,
yaitu Hongaria, Rumania dan di daerah Balkan.
Pelanggaran hak-hak imigran selama bertahun-tahun telah menodai catatan
HAM kebanyakan dari negara anggota Uni Eropa. Dalam kasus lain, Uni Eropa
mengklaim mendukung revolusi rakyat Libya dan menyebutnya sebagai Musim
Semi Arab, namun mereka bersikap kasar terhadap warga Libya yang berusaha
menyelamatkan diri ke pantai-pantai Eropa. Italia yang ingin menumbangkan
rezim Muammar Khaddafi, justru cemas dengan masuknya 300.000 imigran dari
Libya di tengah kekacauan di negara Afrika Utara itu. Italia juga meminta bantuan
dari negara-negara Eropa lainnya untuk mengatasi kedatangan imigran ke negara
mereka.
Kebanyakan pengungsi berusia 16 hingga 30 tahun dan mencari pekerjaan.
Di Uni Eropa mereka dikategorikan sebagai migran ekonomi dan bukan pencari
suaka. Mereka dianggap tidak terdesak masalah perang dan pengungsian di


negaranya. Menurut Uni Eropa, itulah sebabnya mereka harus pulang ke
negaranya.

Hingga kini politik agraria, perdagangan dan pengungsi lebih
menyebabkan penderitaan orang lain."
(Franziska Keller)

Puluhan imigran meninggal selama penyeberangan mereka dari Libya ke
Italia. Mereka meninggal karena kehausan setelah perjalanan dua pekan, dan
Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa Bangsa (UNHCR) menemukan mereka.
Para imigran menderita dehidrasi, dan mulai minum air laut sampai mereka
meninggal karena kehausan. Menurut UNHCR, sejak awal tahun 2012 sekitar
1.300 imigran telah mendarat di Italia melalui laut, dan 170 meninggal ketika
mencoba untuk mencapai Eropa. Perahu-perahu mereka terombang-ambing di
perairan Laut Mediterania dan tidak mendapat bantuan dari negara-negara Eropa
untuk mencapai pantai.
Kebanyakan negara Eropa tidak komitmen dengan konvensi HAM yang
mereka tandatangani sendiri. Para imigran ditelantarkan di wilayah-wilayah Eropa
dan terkadang mereka dikarantina di tempat penampungan selama berbulan-bulan
tanpa ada kejelasan. Salah satu bukti yang mencoreng Uni Eropa dalam masalah
HAM adalah pembantaian di Balkan. Sekitar 8.000 warga Muslim di Srebrenica
dibantai pada masa Perang Balkan era tahun 1990-an. Hampir 20.000 Muslimah
juga menjadi korban perkosaan yang dilakukan secara sistematis saat kota
Sarajevo dikepung oleh pasukan Serbia saat konflik yang terjadi antara tahun
1992-1995. Kota Sarajevo seharusnya menjadi kota yang dilindungi oleh PBB
sebagai zona aman.
Salah satu alasan terjadinya tragedi itu adalah sikap pasif Uni Eropa dalam
mengendalikan kekerasan yang dilakukan oleh militer Serbia terhadap Muslim
Bosnia. Pada dasarnya, para pemimpin Eropa bersikap diskriminatif dalam
memperlakukan Muslim dan non-Muslim untuk menikmati perdamaian dan
keamanan. Tragedi Srebenica merupakan sejarah genosida terburuk di Eropa. Di
luar Perang Dunia II, pembantaian ini merupakan yang terbesar. Mahkamah
Internasional dan Pengadilan Kejahatan Perang di Den Haag, menganggap tragedi
itu sebagai genosida.

"Uni Eropa dengan perilaku politiknya sangat membahayakan perdamaian
global, dukungan mereka terhadap kejahatan Zionis dan bungkamnya atas
pembantaian masyarakat tak bersalah, itu benar-benar tidak memenuhi syarat
menjadi simbol HAM,"
9

(Evaz Heidarpour 2012)

Uni Eropa bahkan mempersenjatai para penentang Presiden Suriah Bashar
al-Assad untuk menciptakan kekacauan dan krisis kemanusiaan di negara itu.
Namun menyangkut kebangkitan rakyat Bahrain, Eropa justru mendukung rezim
Al Khalifa dalam menumpas demonstrasi damai rakyatnya.
Juru bicara keluarga Nobel, Michael Nobel dan sejumlah tokoh peraih
Nobel Perdamaian seperti Desmond Tutu (1984) dari Afrika Selatan dan Adolfo
Perez Esquevel (1980) dari Argentina juga menentang hadiah Nobel Perdamaian


untuk Uni Eropa. Para aktivis menilai Uni Eropa tidak pantas menerima
penghargaan Nobel Perdamaian, karena ribuan rakyat Yunani dan Spanyol
berjuang dengan segalanya lantaran mereka banyak yang telah kehilangan
pekerjaan.
Mereka menilai keputusan Komite Nobel lebih bersifat politis, dan Uni
Eropa bukan organisasi penjaga perdamaian, bahkan telah mempersenjatai negara-
negara Eropa melalui NATO, sehingga tidak layak memperoleh penghargaan.
Uni Eropa menerima Hadiah Nobel Perdamaian di tengah maraknya protes
terhadap kebijakan pengetatan ekonomi di negara-negara anggota blok itu. Opini
publik menilai pemberian hadiah tersebut sebagai upaya untuk menutupi
ketidakmampuan para pemimpin Eropa dalam menyelesaikan krisis ekonomi.

Pemberian Nobel Perdamaian kepada Uni Eropa sebagai Politik
Nobel perdamaian kepada Uni Eropa adalah agenda politik Barat.
10

Pertama, nobel perdamaian yang diberikan kepada UE sebagai pemberian spirit
dan kepercayaan diri agar Uni Eropa bangkit dari krisis.
Kedua, nobel perdamaian adalah politik kolonial. Pemberian nobel ini
adalah simbolisasi bahwa peradaban Barat-Eropa patut terus dicontoh oleh non
Barat-Eropa. Nilai, norma, dan etika Barat-Eropa patut dijadikan tolak ukur
semua bangsa-bangsa di dunia dalam hal berperilaku, hidup, dan mengambil
kebijakan.
Nobel perdamaian ini melegitimasi dan menguatkan bahwa sistem negara-
bangsa, demokrasi, liberalism, HAM, dan kapitalisme Eropa yang mengglobal
adalah panutan bagi seluruh dunia. Politik dalam nobel perdamaian adalah tanda
bahwa Barat masih sangat kuat menguasai dunia.

Demokrasi liberal adalah ideologi yang memenangkan peradaban,
sehingga semua orang berlomba-lomba untuk menerapkannya.
(Fukuyama 1992)

Nobel perdamaian adalah semacam propaganda dan imperialisme
simbolik untuk semua bangsa di dunia menjadikan Eropa sebagai panutan bangsa
dan agar semua bangsa mengikuti segala hal yang berbau peradaban Eropa. Nobel
perdamaian ini juga semacam alat legitimasi untuk homogenisasi budaya Barat-
Eropa ke seluruh dunia.
Oleh karena itu, Penghargaan Nobel Perdamaian 2012 lebih dipandang
sebagai dorongan bagi blok itu saat berjuang untuk mengatasi krisis utang yang
menggunung.

Kesimpulan
Pemberian Nobel Perdamaian 2012 oleh Komite Nobel Norwegia kepada
organisasi Uni Eropa merupakan agenda politik barat. Pemilihan pemenang Nobel
Perdamaian ini, jelas sekali tidak berdasarkan pada kriteria penerima Nobel
Perdamaian, yang seharusnya telah terbukti melakukan karya terbaik demi
persaudaraan di antara bangsa-bangsa, abolisi dan pengurangan tentara, serta
terbukti kukuh mendorong dan menjunjung tinggi perdamaian. Tindakan-tindakan
yang dilakukan oleh Uni Eropa dalam mengatasi kaum minoritas atau imigran-
imigran dengan kasar (diskriminasi), juga krisis ekonomi yang berat dan


kerusuhan sosial yang besar saat ini terjadi di negara-negara Eropa, tidak masuk
dalam kriteria penerima nobel, dan juga tidak relevan dengan prinsip-prinsip yang
dianut oleh Uni Eropa (menghargai identitas nasional anggota, demokrasi, dan
menjunjung hak asasi manusia). Atas dasar tindakan-tindakan Uni Eropa yang
menyimpang dari prinsipnya, dan melihat kondisi Eropa sekarang, Uni Eropa
tidak pantas menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Pemberian Hadiah Nobel
Perdamaian ini dipandang lebih sebagai agenda politik barat, yang berusaha
memperngaruhi semua bangsa di dunia agar menjadikan Eropa sebagai panutan
bangsa dan penghargaan ini sebagai dorongan bagi Negara-negara Eropa saat
berjuang untuk mengatasi krisis utang yang menggunung.


REFERENSI

WEBSITE
Aroma Politis Nobel Perdamaian Eropa, tanggal 15 Desember 2012 [online]
http://indonesian.irib.ir/kultur/-/asset_publisher/Kd7k/content/id/5282548
[Diakses 13 Mei 2013]
Hadiah Nobel Perdamaian 2012. UE Bukan Kampiun Perdamaian tanggal 17
Oktober 2012 [online]
http://nasional.kompas.com/read/2012/10/17/08094588/UE.Bukan.Kampiun.
Perdamaian
[Diakses 13 Mei 2013]
Keraguan Atas Hadiah Nobel untuk Uni Eropa, tanggal 10 Desember 2012
[online]
http://www.dw.de/keraguan-atas-hadiah-nobel-untuk-uni-eropa/a-16442292
[Diakses 13 Mei 2013]
Pelanggaran HAM di Eropa. Iran: Eropa Tak Pantas Jadi Simbol HAM tanggal
13 Desember 2012 [online].
http://www.islamtimes.org/vdccpsqix2bqix8.5fa2.html
[Diakses 13 Mei 2013]
Politik Pemberian Nobel Perdamaian Kepada Uni Eropa tanggal 2 November
2012 [online]
http://suar.okezone.com/read/2012/11/02/58/712595/politik-pemberian-
nobel-perdamaian-kepada-uni-eropa
[Diakses 13 Mei 2013]
Sejarah Nobel Perdamaian dan Daftar Penerima Nobel
http://www.sejarahkita.web.id/2010/10/sejarah-nobel-perdamaian-dan-
daftar.html
[Diakses 13 Mei 2013]
Uni Eropa. Apa Kegiatan Kami [online]
http://eeas.europa.eu/delegations/indonesia/what_eu/what_we_do/index_id.ht
m
[Diakses 13 Mei 2013]
Uni Eropa Pemenang Nobel Perdamaian 2012, tanggal 1 Desember 2012 [online]
http://politikinternational.wordpress.com/2012/12/01/uni-eropa-pemenang-
nobel-perdamaian-2012/
[Diakses 13 Mei 2013]


Wikipedia. Penghargaan Nobel
http://id.wikipedia.org/wiki/Penghargaan_Nobel
[Diakses 13 Mei 2013]
Wikipedia. Uni Eropa [online]
https://id.wikipedia.org/wiki/Uni_Eropa
[Diakses 13 Mei 2013]



Catatan Belakang

1
Uni Eropa Pemenang Nobel Perdamaian 2012, dalam
http://politikinternational.wordpress.com/2012/12/01/uni-eropa-pemenang-nobel-perdamaian-
2012, diakses 24 Oktober 2012
2
UE Bukan Kampiun Perdamaian, dalam
http://nasional.kompas.com/read/2012/10/17/08094588/UE.Bukan.Kampiun.Perdamaian,
diakses 13 desember 2012
3
Sejarah Nobel Perdamaian dan Daftar Penerima Nobel, dalam
http://www.sejarahkita.web.id/2010/10/sejarah-nobel-perdamaian-dan-daftar.html, diakses 13
desember 2012
4
Nobel Prize, dalam
http://en.wikipedia.org/wiki/Nobel_Prizee, diakses 13 Desember 2012
5
Uni Eropa, dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Uni_Eropa, diakses 13 desember 2012
6
"Apa Kegiatan Kami, dalam
http://eeas.europa.eu/delegations/indonesia/what_eu/what_we_do/index_id.htm, diakses 13
desember 2012
7
ibid.
8
Aroma Politis Nobel Perdamaian Eropa, dalam
http://indonesian.irib.ir/kultur/-/asset_publisher/Kd7k/content/id/5282548, diakses 13
desember 2012
9
Iran: Eropa Tak Pantas Jadi Simbol HAM, dalam
http://www.islamtimes.org/vdccpsqix2bqix8.5fa2.html, diakses 13 desember 2012
10
"Politik Pemberian Nobel Perdamaian Kepada Uni Eropa, dalam
http://suar.okezone.com/read/2012/11/02/58/712595/politik-pemberian-nobel-perdamaian-
kepada-uni-eropa, diakses 13 desember 2012