Anda di halaman 1dari 2

Kritik terhadap Visi PT Waskita Karya

Menjadi perusahaan jasa konstruksi terbaik yang memberikan nilai tambah bagi stakeholders
Visi tersebut kurang tepat karena cakupannya terlalu luas. Alangkah baiknya jika pada visi
tersebut ditambahkan cakupan yang lebih spesifik, misalnya menjadi:
Menjadi perusahaan jasa konstruksi terbaik di Indonesia yang memberikan nilai tambah bagi
stakeholders
Kritik terhadap Misi PT Waskita Karya
Meningkatkan nilai perusahaan yang kompetitif dan berkualitas dengan:
1. Sumber Daya Manusia yang kompeten
2. Sinergi dengan pelanggan, mitra kerja, dan lembaga keuangan, serta
3. Berorientasi pada keselamatan, kesehatan, dan peduli lingkungan.
Pernyataan misi PT Waskita Karya belum mencakup aspek pasar, teknologi, dan jenis produk
atau jasa yang ditawarkan sehingga kurang jelas. Pernyataan misi seharusnya mencakup
Sembilan aspek yaitu customers, product or services, markets, technology, concern for
survival/growth/profits, philosophy, self-concept, concern for public images, concern for
employees.

Tambahan kritik:
1. Kritik terhadap Strategic Theme, yaitu revitalisasi. PT Waskita Karya menyatakan bahwa
perusahaan harus memiliki sistem yang dapat mendukung pasar dan operasi. Menurut
kami, strategi ini terlihat sangat terlambat karena perusahaan sebesar ini seharusnya
telah memiliki sistem yang baik sejak awal sebagai landasan dalam operasinya. Tahun
2012 digunakan sebagai waktu untuk membangun sistem seperti itu bias menjadikan
perusahaan tertinggal jauh dari para pesaingnya. Harapannya pada masa yang akan
dating, manajemen perusahaan dapat lebih sigap dan cepat dalam membangun dan
mengembangkan sistem yang dibutuhkan perusahaan.
2. Analisis Porter yang ditampilkan dalam RJPP tersebut agak membingungkan terutama
pada poin Daya Tawar Pemasok. Awalnya disebutkan bahwa tren kenaikan harga
bahan bangunan perlu dicermati karena dapat menggerus margin keuntungan. Hal
tersebut berarti harga yang diberikan oleh pemasok memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap perusahaan. Akan tetapi selanjutnya dinyatakan bahwa tingkat tawar pemasok
dalam industry konstruksi relative rendah.