Anda di halaman 1dari 42

BAB I

PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Puskesmas adalah unit pelaksana teknik dinas kesehatan kabupaten / kota
yang bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan diwilayah kerja
terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya.
Puskesmas berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar
memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Dengan demikian pembangunan
berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan kesehatan strata pertama.
Upaya kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas terdiri dari upaya
kesehatan wajib dan upaya kesehatan pembangunan. Upaya kesehatan wajib
merupakan upaya kesehatan yang dilaksanakan oleh seluruh puskesmas di
Indonesia. Upaya ini memberikan daya ungkit paling besar terhadap keberhasilan
pembangunan kesehatan melalui peningkatan indeks pembangunan manusia
(IPM, serta merupakan kesepakantan global maupun nasional.
!gar upaya kesehatan terselenggara se"ara optimal, maka Puskesmas
harus melaksanakan manajemen dengan baik. Manajemen Puskesmas adalah
rangkaian kegiatan yang dilaksanakan se"ara sistematik untuk menghasilkan iuran
Puskesmas se"ara e#ekti# dan e#esien. Manajemen Puskesmas tersebut terdiri dari
peren"anaan, pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggung
jawaban. $eluruh kegiatan diatas merupakan satu keseatuan yang paling terkait
%
dan berkesinambungan.
Moti&asi pasien untuk berobat sangat berkaitan dengan tingkat kesehatan
jasmani dan rohani termasuk tingkat kesehatan gigi dan mulut. 'leh karena itu,
(ami ingin meneliti seberapa tingginya moti&asi pasien untuk berobat ke Poli
)igi di Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III.
I.2. Rumusan Masalah
!pa moti&asi pasien berobat ke Poli )igi di Puskesmas (elurahan *ilandak
+imur dan Pejaten ,arat III pada bulan Maret -.%/.
I.3. Tujuan Peneltan
+ujuan yang akan di"apai dalam penelitian ini untuk mendapatkan data
moti&asi pasien untuk datang dan berobat ke Poli )igi di Puskesmas (elurahan
*ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan Maret -.%/.
I.!. Man"aat Peneltan
Man#aat penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan tentang latar
belakang, maupun moti&asi dari setiap pasien yang datang dan berobat ke Poli
)igi di Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan
Maret -.%/.
BAB II
-
TIN#AUAN PU$TA%A
II.1. %&nse' M&t(as
$ebelum sampai pada moti&asi, maka penulis terlebih dahulu akan
menjelaskan kata 0moti&1 terlebih dahulu, karena kata 0moti&1 mun"ul terlebih
dahulu sebelum kata 0moti&asi2. (edua hal tersebut merupakan daya upaya yang
mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Moti& dapat di artikan sebagai
suatu kondisi internal (kesiapan dan kesiagaan. 3ang berawal dari kata 0moti&1
itu, maka moti&asi dapat di artikan sebagai daya penggerak yang telah akti# pada
saat4saat tertentu terutama apabila kebutuhan untuk men"apai tujuan sangat
dirasakan mendesak.
(5
$ehingga moti&asi dapat disimpulkan6
a $ebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia ke arah suatu tujuan
tertentu.
b $uatu keahlian dalam mengarahkan indi&idu agar mau bekerja se"ara
berhasil, sehingga indi&idu ter"apai.
" $ebagai inisiasi dan pengarahan tingkah laku. Pelajaran moti&asi
sebenarnya merupakan pelajaran tingkah laku.
d $ebagai energi untuk membangkitkan dorongan dalam diri.
e $ebagai kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan
memelihara perilaku.
(/
)am*ar II.1. Pr&ses M&t(as.
+!,
II.1.1. Pengertan m&t(as
7
Moti&asi adalah serangkaian sikap dan nilai4nilai yang mempengaruhi
indi&idu untuk men"apai hal yang spesi#ik sesuai dengan tujuan indi&idu. $ikap
dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan
untuk mendorong indi&idu bertingkah laku dalam men"apai tujuan. Dorongan
tersebut terdiri dari dua komponen, yaitu6 arah perilaku (melakukan sesuatu untuk
men"apai tujuan, dan kekuatan perilaku (seberapa kuat usaha indi&idu saat
melakukan sesuatu. Moti&asi meliputi perasaan unik, pikiran dan pengalaman
masa lalu yang merupakan bagian dari hubungan internal dan eksternal. $elain itu
moti&asi dapat pula diartikan sebagai dorongan indi&idu untuk melakukan
tindakan karena mereka ingin melakukannya. !pabila indi&idu termoti&asi,
mereka akan membuat pilihan yang positi# untuk melakukan sesuatu, karena dapat
memuaskan keinginan mereka.
(/
Menurut (amus ,esar ,ahasa Indonesia, moti&asi adalah dorongan
yang timbul pada diri seseorang se"ara sadar atau tidak sadar untuk melakukan
suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Menurut $artain, Moti&asi adalah suatu
pertanyaan yang komplek dimana dalam suatu organisme yang mengarahkan
tingkah laku terhadap suatu tujuan (goal atau perangsang. Menurut *hi##ord +.
Morgan, moti&asi bertalian dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek4
aspek dari pada moti&asi. (etiga hal tersebut adalah keadaan yang mendorong
tingkah laku (Moti&ing states, yaitu tingkah laku yang didorong oleh keadaan
tersebut (Moti&ing ,eha&ior, dan tujuan dari tingkah laku tersebut ()oal or
8ndso# $u"h ,eha&ior. Menurut 9redri"k :. M" Donal, memberikan sebuah
/
pernyataan yaitu moti&asi adalah perubahan energi pada diri dari seseorang yang
ditantai dengan perasaan dan juga reaksi untuk men"apai sebuah tujuan.
(-,;
II.1.2. #ens-jens m&t(as
a. Moti&asi positi#
!pabila seorang pimpinan diberikan penjelasan tentang #alsa#ah
moti&asi positi#, biasanya akan meminta bukti konkret dan "ontohnya.
Penggunaan moti&asi yang bersi#at positi# lebih memerlukan tingkat
kemampuan yang "ukup tinggi daripada penggunaan moti&asi negati#.
$etiap indi&idu berbeda antara yang satu dengan yang lain. (arena itu,
setiap pemimpin harus mempelajari setiap perilaku bawahannya agar bisa
menggunakan moti&asi yang tepat dan "o"ok.
(/
Penghargaan +erhadap Pekerjaan.
*ara ini sering diabaikan sebagai alat moti&asi yang sangat berguna.
(ebanyakan manusia senang menerima pengakuan terhadap pekerjaan yang
diselesaikannya dengan baik. ,erdiam diri saja tidak "ukup, terutama
apabila pekerjaan baik dihargai tanpa komentar, sementara pekerjaan jelek
selalu diberikan teguran. Pimpinan tentu saja tidak bisa memberikan pujian
untuk siapa saja dan pekerjaan apa saja. ,agaimanapun penghargaan
terhadap pekerjaan yang terselesaikan dengan baik akan menyenangkan
perasaan yang telah menyelesaikan pekerjaan tersebut.
(/
(omunikasi dan In#ormasi.
(ebanyakan orang ingin mengetahui latar belakang atau alasan suatu
tindakan. <al ini banyak diabaikan oleh para manajer dalam praktik sehari4
;
hari. Pada umumnya manajer "enderung berpikir hanya tentang imbalan
atau uang yang pantas diberikan kepada karyawan. Dikarenakan si#at ini,
yaitu rasa ingin tahu atau kebutuhan pentingnya akan in#ormasi, maka
pemberian in#ormasi tentang mengapa suatu tindakan atau perintah
diberikan bisa merupakan moti&asi negati#. Pemberian in#ormasi yang jelas
juga akan sangat berguna untuk menghindari adanya gosip, desas4desus, dan
sebagainya.
(/
Persaingan, Partisipasi dan (ebanggaan
Pada umumnya, setiap orang senang bersaing se"ara sehat, #air dan jujur.
$ikap dasar ini bisa diman#aakan oleh para pimpinan dengan memberikan
rangsangan atau moti&asi persingan yang sehat dalam menjalankan
tugasnya. Pemberian hadiah untuk yang menang merupakan bentuk
moti&asi positi#. Moti&asi yang dimaksudkan di sini adalah, yang digunakan
sebagai democratic manajement atau consultative supervision. Dengan
dijalankannya partisipasi ini bisa diperoleh beberapa man#aat, seperti bisa
dibuatnya keputusan yang lebih baik karena banyaknya sumbangan pikiran,
adanya penerimaan yang lebih besar terhadap perintah yang diberikan dan
adanya perasaan diperlukan atau feeling of importance. (ebanggaan di sini
sebagai alat moti&asi atau overlap dengan persaingan dan pemberian
penghargaan. Memberikan tantangan yang wajar serta keberhasilan
mengalahkan tantangan tersebut akan memberikan kebanggaan terhadap
para karyawan. Penyelesaian suatu pekerjaan yang dibebankan akan
=
menimbulkan rasa puas dan bangga. !palagi jika pekerjaan tersebut
memang sudah disepakati bersama.
(/
b. Moti&asi negati#
Moti&asi negati# adalah proses untuk mempengaruhi seseorang agar
mau melakukan sesuatu yang kita inginkan, tetapi tehnik yang digunakan
adalah lewat kekuasaan yang membuat ketakutan.
(=
Misal6 !pabila seseorang tidak melakukan sesuatu yang diinginkan
perusahaan, maka akan diberikan sangsi, misal kehilangan sesuatu, kehilangan
pengakuan, uang atau jabatan.
(=
II.1.3. .akt&r-"akt&r /ang mem'engaruh m&t(as
,eberapa teori dan de#inisi tentang moti&asi maka dapat dipahami
bahwa bila pada indi&idu terdapat berma"am4ma"am moti# yang mendorong
dan menggerakkan manusia untuk melakukan kegitan4kegiatan dalam men"apai
tujuan serta memenuhi kebutuhan hidup dalam rangka mempertahankan
eksistensinya (>im de :ong $yamsu <idayat, %??5. Moti&asi dipengaruhi oleh6
a. 8nergi
Merupakan sumber energi yang mendorong tingkah laku, sehingga seseorang
mempunyai kekuatan untuk mampu melakukan suatu tindakan tertentu.
b. ,elajar
Dinyatakan bahwa ada interaksi antara belajar dan moti&asi dalam tingkah laku.
$emakin banyak seseorang mempelajari sesuatu maka ia akan lebih termoti&asi
untuk bertingkah laku sesuai dengan yang pernah dipelajarinya.
". Interaksi sosial
Dinyatakan bahwa interaksi so"ial dengan indi&idu lain akan mempengaruhi
moti&asi bertindak. $emakin sering seseorang berinteraksi dengan orang lain
akan semakin mempengaruhi moti&asi seseorang untuk melakukan tindakan
tertentu.
5
d. Proses kogniti#
3aitu in#ormasi yang masuk pada seseorang diserap kemudian diproses dan
pengetahuan tersebut untuk kemudian mempengaruhi tingkah laku.
>ahyu $umidjo mengklasi#ikasikan moti&asi menjadi6
a. .akt&r Internal
$egala sesuatu dari dalam indi&idu seperti kepribadian, sikap,
pengalaman, pendidikan dan "ita4"ita.
% $i#at kepribadian adalah "orak kebiasaan manusia yang terhimpun dalam
dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap
rangsangan dari dalam diri maupun lingkungan, sehingga "orak dan "ara
kebiasaannya itu merupakan kesatuan #ungsional yang khas pada manusia itu,
sehingga orang yang berkepribadian pemalu akan mempunyai moti&asi
berbeda dengan orang yang memiliki kepribadian keras.
- Intelegensi atau pengetahuan merupakan seluruh kemampuan indi&idu
untuk berpikir dan bertindak se"ara terarah dan e#ekti#, sehingga orang yang
mempunyai intelegensi tinggi akan mudah menyerap in#ormasi, saran, dan
nasihat.
@
7 $ikap merupakan perasaan mendukung atau tidak mendukung pada suatu
objek, dimana seseorang akan melakukan kegiatan jika sikapnya mendukung
terhadap obyek tersebut, sebaliknya seseorang tidak melakukan kegiatan jika
sikapnya tidak mendukung. *ita4"ita merupakan sesuatu yang ingin di"apai
dengan adanya "ita "ita maka seseorang akan termoti&asi men"apai tujuan.
*. .akt&r Eksternal
9aktor eksternal meliputi lingkungan, pendidikan, agama, sosial,
ekonomi, kebudayaan, orang tua, dan saudara.
% Pengaruh lingkungan baik #isik, biologis, maupun lingkungan sosial yang ada
sekitarnya dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang sehingga dorongan dan
pengaruh lingkungan akan dapat meningkatkan moti&asi indi&idu untuk
melakukan sesuatu.
- Pendidikan merupakan proses kegiatan pada dasarnya melibatkan tingkah
laku indi&idu maupun kelompok. Inti kegiatan pendidikan adalah proses belajar
mengajar. <asil dari proses belajar mengajar adalah terbentuknya seperangkat
tingkah laku, kegiatan dan akti&itas. Dengan belajar baik se"ara #ormal maupun
in#ormal, manusia akan mempunyai pengetahuan, dengan pengetahuan yang
diperoleh seseorang akan mengetahui man#aat dari saran atau nasihat sehingga
akan termoti&asi dalam usaha meningkatkan status kesehatan.
7 !gama merupakan keyakinan hidup seseorang sesuai dengan norma atau
ajaran agamanya. !gama akan menjadikan indi&idu bertingkah laku
sesuai norma dan nilai yang diajarkan, sehingga seseorang akan termoti&asi
untuk mentaati saran, atau anjuran petugas kesehatan karena mereka
berkeyakinan bahwa hal itu baik dan sesuai dengan norma yang
diyakininya.
/ $osial ekonomi merupakan #aktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkah
%
laku seseorang. (eadaan ekonomi keluarga mampu men"ukupi dan
menyediakan #asilitas serta kebutuhan untuk keluarganya. $ehingga seseorang
dengan tingkat sosial ekonomi tinggi akan mempunyai moti&asi yang
berbeda dengan tingkat sosial ekonomi rendah.
; (ebudayaan merupakan keseluruhan kegiatan dan karya manusia yang harus
dibiasakan dengan belajar. 'rang dengan kebudayaan $unda yang terkenal
dengan kehalusannya akan berbeda dengan kebudayaan ,atak, sehingga moti&asi
dari budaya yang berbeda akan berbeda pula.
= 'rang +ua yang dianggap sudah pengalaman dalam banyak hal,
sehingga apapun nasihat atau saran dari orang tua akan dilaksanakan.
5 $audara, dimana saudara merupakan orang terdekat yang akan se"ara
langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh pada moti&asi untuk
berperilaku.
II.2. %&nse' %arakterstk
Manusia sebagai salah satu dimensi dalam organisasi memegang peran
sangat penting, yang merupakan salah satu #aktor dan pendukung organisasi.
Perilaku organisasi pada hakikatnya adalah hasil4hasil interaksi antara indi&idu4
indi&idu dalam organisasinya. 'leh karena itu, untuk memahami perilaku
organisasi sebaiknya diketahui terlebih dahulu indi&idu4indi&idu sebagai
pendukung organisasi.
(7
$etiap indi&idu memiliki keunikan antara indi&idu yang satu dengan yang
lain berbeda4beda. (etika indi&idu yang berbeda4beda tersebut berada dalam
suatu lingkungan organisasi maka ter"iptalah perilaku indi&idu dalam organisasi.
Perilaku organisasi antara yang satu dengan yang lain akan berbeda walaupun
bergerak dalam bidang yang sama. <al ini dikarenakan perbedaan4perbedaan
indi&idu dan kondisi lingkungannya.
(7
-
Untuk itu perlu diketahui dahulu apa yang disebut perilaku indi&idu, apa
yang mendasari perilaku indi&idu, bagaimana proses pengambilan keputusan
indi&idu, bagaimana nilai, sikap dan kepuasan, si#at4si#at manusia, dan perbedaan
indi&idu. Dengan mengerti hal4hal tersebut maka akan dipahami perilaku indi&idu
dalam organisasi.
(7
II.2.1. Pengertan karakterstk
Perilaku manusia adalah sebagai suatu #ungsi dan interaksi antara
indi&idu dengan lingkungannya. Indi&idu membawa tatanan dalam organisasi
berupa kemampuan, keper"ayaan pribadi, pengharapan, kebutuhan dan
pengalaman masa lainnya. $ementara itu, karakteristik indi&idu akan dibawa
memasuki suatu lingkungan baru, yaitu organisasi atau lainnya. $elain itu,
organisasi juga mempunyai karakteristik dan merupakan suatu lingkungan
bagi indi&idu. (arakteristik organisasi, antara lain reward sytem dan
pengendalian. $elanjutnya, karakteristik indi&idu berinteraksi dengan
karakteristik organisasi yang akan mewujudkan perilaku indi&idu dalam
organisasi.
(7
+iap4tiap indi&idu memiliki karakteristik seperti kemampuan,
keper"ayaan pribadi, harapan kebutuhan dan pengalaman masa lalunya.
'rganisasi sebagai salah satu lingkungan indi&idu juga mempunyai
karakteristik antara lain keteraturan yang diwujudkan dalam susunan hierarki,
pekerjaan4pekerjaan, tugas4tugas, wewenang dan tanggung jawab, sistem
penggajian, sistem pengendalian dan lain sebagainya. Dalam kaitan antara
indi&idu dengan organisasi, maka ia membawa karakteristik indi&idu ke
dalam tatanan organisasi, sehingga terjadilah interaksi antara karakteristik
7
indi&idu dengan karakteristik organisasi. Interaksi keduanya mewujudkan
perilaku indi&idu dalam organisasi.
(7
II.2.2. .akt&r-"akt&r 0alam karakterstk
$emua perilaku indi&idu pada dasarnya dibentuk oleh kepribadian dan
pengalamannya. $ajian berikut ini akan diarahkan pada empat &ariabel
tingkat4indi&idual, yaitu karakter biogra#is, kemampuan, kepribadian dan
pembelajaran.
(7

%. (arakteristik ,iogra#is
(arakteristik biogra#is merupakan karakteristik pribadi yang terdiri dari6
a Usia
b :enis (elamin
" $tatus Perkawinan
d Masa (erja
-. (emampuan
(apasitas indi&idu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu
pekerjaan tidak sama satu dengan yang lainnya. $etiap manusia mempunyai
kemampuan berpikir.
(7
$eluruh kemampuan seorang indi&idu pada hakikatnya tersusun dari dua
#aktor, yaitu6
a (emampuan Intelektual
b (emampuan 9isik
7. (epribadian
(epribadian adalah organisasi dinamis pada tiap4tiap sistem psiko#isik
yang menentukan penyesuaian unik pada lingkungannya dan kepribadian
merupakan total jumlah dari seorang indi&idu dalam beraksi dan berinteraksi
dengan orang lain, atau dapat pula dikatakan bahwa kepribadian adalah
himpunan karakteristik dan ke"enderungan yang stabil serta menentukan si#at
umum dan perbedaan dalam perilaku seseorang. <al ini paling sering
digambarkan dalam bentuk si#at4si#at yang dapat diukur dan diperlihatkan
oleh seseorang.
(7
/. Determinan (epribadian
a (eturunan
/
b Aingkungan
" $ituasi
;. Pembelajaran
!pakah pembelajaran ituB ,elajar terjadi dalam tiap waktu. Pembelajaran
(Learning) adalah setiap perubahan yang relati# permanen dari perilaku yang
terjadi sebagai hasil pengalaman. Dapat dikatakan bahwa perubahan4
perubahan perilaku menyatakan pembelajaran telah terjadi dan bahwa
pembelajaran merupakan suatu perubahan perilaku.
(7
$esungguhnya kegiatan belajar telah berlangsung jika seorang indi&idu
berperilaku, beraksi, menanggapi sebagai hasil pengalaman dalam suatu "ara
yang berbeda dari "ara perilakunya sebelumnya.
(7
Dalam belajar ada beberapa komponen yang patut mendapat penjelasan.
Pertama, belajar melibatkan perubahan. Dari titik pandang organisasi
perubahan ini dapat baik atau buruk. 'rang dapat belajar perilaku4perilaku
yang tidak menguntungkan, maupun perilaku yang menguntungkan. Kedua,
perubahan itu harus relati# permanen. Perubahan sementara mungkin hanya
bersi#at re#leksi# dan gagal dalam mewakili pembelajaran apapun. Ketiga,
de#inisi mengenai perilaku. ,elajar di mana ada suatu perubahan tindakan.
$uatu perubahan proses berpikir atau sikap seorang indi&idu, jika tidak
diiringi dengan perubahan perilaku, belum merupakan pembelajaran.
(7
II.2.3. Pengertan karakterstk mas/arakat
Penyebutan karakteristik masyarakat madani dimaksudkan untuk
menjelaskan bahwa dalam merealisasikan wa"ana masyarakat madani
diperlukan prasyarat4prasyarat yang menjadi nilai uni&ersal dalam penegakan
masyarakat madani. Prasyarat ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain atau
hanya mengambil salah satunya saja, melainkan merupakan satu kesatuan
;
yang integral yang menjadi dasar dan nilai bagi eksistensi masyarakat
madani. (arakteristik tersebut antara lain adalah adanya Free Public Spere,
Demokratis, +oleransi, Pluralisme, (eadilan $osial (social justice, dan
,erkeadaban.
(%
II.2.!. 1r-2r /ang 0mlk &leh mas/arakat
%. 9ree Publi" $phere
3ang dimaksud dengan free public spere adalah adanya ruang publik
yang bebas sebagai sarana dalam mengemukakan pendapat. Pada ruang
publik yang bebaslah indi&idu dalam posisinya yang setara mampu
melakukan transaksi4transaksi wa"ana dan praksis politik tanpa
mengalami distorsi dan kekhawatiran. !ksentuasi prasyarat ini
dikemukakan oleh !rendt dan <abermas. Aebih lanjut dikatakan bahwa
ruang publik se"ara teoritis bias diartikan sebagai wilayah dimana
masyarakat sebagai warga negara memiliki akses penuh terhadap setiap
kegiatan publik. >arga negara berhak melakukan kegiatan se"ara
merdeka dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul serta
mempublikasikan in#ormasi kepada publik.
(%
$ebagai sebuah prasyarat, maka untuk mengembangkan dan
mewujudkan masyarakat madani dalam sebuah tatanan masyrakat,
maka free public spere menjadi salah satu bagian yang harus
diperhatikan. (arena dengan mena#ikan adanya ruang publik yang
bebas dalam tatanan masyarakat madani, maka akan memungkinkan
terjadinya pembungkaman kebebasan warga negara dalam
menyalurkan aspirasinya yang berkenaan dengan kepentingan umum
oleh pengusaha yang tirani dan otoriter.
(%
-. Demokratis
=
Demokratis merupakan satu entitas yang menjadi penegak wa"ana
masyarakat madani, dimana dalam menjalani kehidupan, warga negara
memiliki kebebasan penuh untuk mejalankan akti&itas kesehariannya,
termasuk dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Demokratis berarti
masyarakat dapat berlaku santun dalam pola hubungan interaksi dengan
masyarakat sekitarnya dengan tidak mempertimbangkan suku, ras dan
agama. Prasyarat demokratis ini banyak dikemukakan oleh para pakar
yang menkaji #enomena masyarakat madani. ,ahkan demokrasi
merupakan salah satu syarat mutlak bagi penegakan masyarakat madani.
Penekanan demokrasi (demokratis di sini dapat men"akup sebagai
bentuk aspek kehidupan seperti politik, sosial, budaya, pendidikan,
ekonomi dan sebagainya.
(%
7. +oleran
+oleran merupakan sikap yang dikembangkan dalam masyarakat
madani untuk menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati
akti&itas yang dilakukan oleh orang lain. +oleransi ini memungkinkan
akan adanya kesadaran masing4masing indi&idu untuk menghargai dan
menghormati pendapat serta akti&itas yang dilakukan oleh kelompok
masyarakat lain yang berbeda. +oleransi menurut Cur"holish Madjid
merupakan persoalan ajaran dan kewajiban melaksanakan ajaran itu. :ika
toleransi menghasilkan adanya tata "ara pergaulan yang DenakD antara
berbagai kelompok yang berbeda4beda, maka hasil itu harus dipahami
sebagai DhikmahD atau Dman#aatD dari pelaksanaan ajaran yang benar.
(%
!Eyumardi !Era pun menyebutkan bahwa masyarakat madani (civil
society) lebih dari sekedar gerakan4gerakan pro demokrasi. Masyarakat
5
madani juga menga"u ke kehidupan yang berkualitas dan tammadun
(civility). *i&ilitas menis"ayakan toleransi, yakni kesedian indi&idu4
indi&idu untuk menerima pandangan4pandangan politik dan sikap sosial
yang berbeda.
(%
/. Pluralisme
$ebagai sebuah prasayarat penegakkan masyarakat madani, maka
pluralisme harus dipahami se"ara mengakar dengan men"iptakan sebuah
tatanan kehidupan yang menghargai dan menerima kemajemukkan dalam
konteks kehidupan sehari4hari. Pluralisme tidak bisa dipahami hanya
dengan sikap mengakui dan menerima kenyataan masyarakat yang
majemuk, tetapi harus disertai dengan sikap yang tulus untuk menerima
kenyataan pluralisme itu sebagai bernilai positi#, merupakan rahmat
+uhan.
(%
Menurut Cur"holish Madjid, konsep pluralisme ini merupakan
prasyarat bagi tegaknya masyarakat madani. Pluralisme menurutnya
adalah pertalian sejati kebhinekaan dalam ikatan4ikatan keadaban
(genuine engagement of diversities witin te bonds of civility). ,ahkan
pluralisme adalah juga suatu keharusan bagi keselamatan manusia antara
lain melalui mekanisme pengawasan dan pengimbangan (cec! and
balance).
(%
Aebih lanjut Cur"holish mengatakan bahwa sikap penuh pengertian
kepada orang lain itu diperlukan dalam masyarakat yang majemuk, yakni
masyarakat yang tidak monolitik. !palagi sesungguhnya kemajemukan
masyarakat itu sudah merupakan dekrit !llah dan design4Cya untuk umat
@
manusia. :adi tidak ada masyarakat yang tunggal, monolitik, sama dan
sebangun dalam segala segi.
(%
;. (eadilan $osial (Social "ustice)
(eadilan dimaksudkan untuk menyebutkan keseimbangan dan
pembagian yang proporsional terhadap hak dan kewajiban setiap warga
negara yang men"akup seluruh aspek kehidupan. <al ini memungkinkan
tidak adanya monopoli dan pemusatan salah satu aspek kehidupan pada
satu kelompok masyarakat. $e"ara esensial, masyarakat memiliki hak
yang sama dalam memperoleh kebijakan4kebijakan yang ditetapkan oleh
pemerintah (penguasa.
(%
BAB III
%ERAN)%A %3N$EP PENELITIAN DAN MET3D3L3)I PENELITIAN
III.1. %erangka %&nse' Peneltan
(erangka konsep dalam penelitian ini merupakan hubungan antara &ariabel
karakteristik responden dengan moti&asi untuk berobat ke Poli )igi di Puskesmas
(elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan Maret -.%/, yang
se"ara &isual dapat disajikan dalam gambar berikut6
4ara*el In0e'en0en +5, 4ara*el De'en0en +6,
?
%arakterstk7
Umur
:enis (elamin
Pendidikan
Pekerjaan
Moti&asi untuk berobat ke Poli )igi di
Puskesmas (elurahan *ilandak +imur
dan Pejaten ,arat III pada bulan Maret
-.%/.
)am*ar III.1. %erangka %&nse' Peneltan
III.2. H'&tess
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, hipotesis adalah sesuatu yg dianggap
benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dsb meskipun
kebenarannya masih harus dibuktikan. $esuai dengan judul penelitian yang
diambil yaitu 0$ur&ei moti&asi pasien berobat ke Poli )igi di Puskesmas
(elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan Maret -.%/1. maka
hipotesis dalam penelitian ini adalah 6
%. !da hubungan antara umur terhadap moti&asi untuk berobat ke Poli )igi
di Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan
Maret -.%/.
-. !da hubungan antara jenis kelamin terhadap moti&asi untuk berobat ke
Poli )igi di Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III
pada bulan Maret -.%/.
%.
7. !da hubungan antara tingkat pendidikan terhadap moti&asi untuk berobat
ke Poli )igi di Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III
pada bulan Maret -.%/.
/. !da hubungan antara pekerjaan terhadap moti&asi untuk berobat ke Poli
)igi di Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada
bulan Maret -.%/.
III.!. #ens 'eneltan
Pada subbab ini membi"arakan tentang metode dan proses penelitian sur&ei.
Penelitian sur&ei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan
menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok
(@
.
Penelitian ini dilakukan se"ara sur&ei analitik, yaitu sur&ei atau penelitian
yang men"oba menggali bagaimana dan mengapa #enomena kesehatan itu terjadi
(%-
. Dengan metode pengumpulan data dilakukan se"ara "ross se"tional, diamana
&ariabel tersebut menyangkut &ariabel bebas dan &ariable terikat, yang akan
dikumpulkan dalam waktu bersamaan. $ebagai &ariable independen adalah
karakteristik responden sedangkan &ariable dependen adalah moti&asi berobat ke
Poli )igi di Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada
bulan Maret -.%/.
III.8. P&'ulas 0an $am'el 'eneltan
%%
Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang "iri4"irinya akan
di duga
(@
. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pasien yang datang
ke Poli )igi di Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada
tanggal %5 Maret sampai dengan -@ Maret -.%/.
$ampel penelitian ini adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan obyek
yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi.
III.9. L&kas 0an :aktu Peneltan
Penelitian ini dilaksanakan selama - minggu, pada tanggal %5 Maret sampai
dengan -@ Maret -.%/ di Poli )igi Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan
Pejaten ,arat III.
III.;. Alat 'engum'ulan 0ata
Penelitian ini menggunakan alat pengumpul data berupa kuesioner yang
merupakan tehnik pengumpulan data dengan memberikan da#tar pertanyaan
kepada responden dengan harapan dapat dengan mudah mengisi kuesioner
tersebut sehingga peneliti dapat memperoleh data yang berkenaan dengan &ariabel
bebas dan &ariabel terikat yang menjadi kerangka konsep penelitian.
III.<. Pr&se0ur 'engum'ulan 0ata
Aangkah4langkah yang ditempuh untuk mengumpulkan data bagi responden
adalah sebagai berikut6
%-
Mendapatkan ijin penelitian
,ekerjasama dengan pasien yang datang ke Poli )igi di Puskesmas
(elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan Maret -.%/.
Memberikan penjelasan tentang tujuan penelitian
III.1=. Peng&lahan 0ata
%. 8diting, yaitu meneliti kembali "atatan para pen"ari data untuk
mengetahui apakah "atatan itu "ukup baik dan dapat segera disiapkan untuk
keperluan proses berikutnya
(?
.
-. *oding, yaitu usaha mengklasi#ikasikan jawaban4jawaban para
responden menurut ma"amnya, laEimnya dalam bentuk angka
(?
.
7. Menghitung #rekuensi, yaitu tahap akhir koding yang akan memperoleh
distribusi data dalam #rekuensi tertentu pada masing4masing kategori yang ada
(?
.
/. 8ntry data, yaitu data yang telah dikode dipindahkan ke dalam kartu
atau berkas data
(@
.
III.11. Analss 0ata
!nalisa data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang
lebih mudah diba"a dan diinterpretasikan
(@
. Data yang telah diperoleh kemudian
dilakukan analisis untuk mendapatkan hubungan karakteristik dengan moti&asi
%7
untuk berobat ke Poli )igi di Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten
,arat III pada bulan Maret -.%/.
Proses pengolahan data dilakukan dengan6
1. Analss Un(arat
!nalisis ini dilakukan terhadap tiap &ariabel dari hasil penelitian. Pada
umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan presentase dari
tiap &ariabel
(%.
.
2. Analss B(arat
!nalisis ini dilakukan terhadap dua &ariabel yang diduga berhubungan
atau berkolerasi
(%.
. Uji yang di gunakan yaitu uji6
a. 1h s>uare
!nalisis "hi4sFuare sebenarnya merupakan statistik non parametrik. <al
ini disebabkan karena data untuk pengujian "hi4sFuare adalah data
kategori/kualitati# (nominal, ordinal. *hi sFuare disini digunakan untuk men"ari
hubungan dan tidak dapat untuk melihat seberapa besar hubungannya. *hi sFuare
dapat melihat tabulasi silang
(%%
.
%/
BAB I4
HA$IL PENELITIAN
<asil penelitian ini akan membahas proses penelitian dan hasil penelitian
yang men"akup analisa deskripti# (uni&ariat serta analisa bi&ariat.
I4.1. Analsa Hasl Peneltan
!nalisa hasil penelitian ini akan disajikan se"ara berurutan mulai dari
analisa uni&ariat kemudian di lanjutkan analisa bi&ariat, sebagai berikut6
I4.1.1. Analsa Un(arat
+ujuan dari analisis ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik
masing4masing &ariabel yang diteliti. !nalisis ini dilakukan terhadap tiap &ariabel
dari penelitian. Pada umumnya dalam analisis hanya menghasilkan distribusi dan
persentase dari tiap &ariabel ($utanto, -..%.
%;
!dapun &ariabel yang dianalisa dalam penelitian ini men"akup jenis
kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan (karakteristik responden dan moti&asi
untuk berobat ke Poli )igi di Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten
,arat III pada bulan Maret -.%/.
+able distribusi #rekuensi berdasarkan karakteristik pengetahuan dan kesadaran ke
dokter gigi.
Pada bagian ini akan diuraikan terlebih dahulu hasil penelitian diikuti
dengan penyajian tabel hasil penelitian sesuai dengan buku Modul !nalisis Data
(-..%.
a. (arakteristik Gesponden
% Distribusi 9rekuensi ,erdasarkan :enis (elamin
Ta*el I4.1
Dstr*us .rekuens Res'&n0en Ber0asarkan #ens %elamn 0 P&l )g
Puskesmas %elurahan 1lan0ak Tmur 0an Pejaten Barat III 'a0a *ulan
Maret 2=1!
#ens %elamn .rekuens Persentase +?,
Aaki4Aaki -- /%H
Perempuan 7% ;?H
+otal ;7 %..H
%=
,erdasarkan hasil distribusi #rekuensi jenis kelamin yang menjadi responden
di Poli )igi Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada
bulan Maret -.%/ didapatkan data dari total responden yaitu ;7 orang responden
menunjukkan bahwa responden yang berjenis kelamin laki4laki sebanyak --
responden (/%H. $edangkan responden yang berjenis kelamin perempuan
sebanyak 7% responden (;?H.
- Distribusi 9rekuensi ,erdasarkan Umur
Ta*el I4.2
Dstr*us .rekuens Res'&n0en Ber0asarkan Umur 0 %elamn 0 P&l )g
Puskesmas %elurahan 1lan0ak Tmur 0an Pejaten Barat III 'a0a *ulan
Maret 2=1!
Umur .rekuens Persentase +?,
I 7. +ahun -/ /;H
J 7. +ahun -? ;;H
+otal ;7 %..H
,erdasarkan hasil distribusi #rekuensi umur yang menjadi responden di
(elamin di Poli )igi Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III
pada bulan Maret -.%/ didapatkan data dari total responden yaitu ;7 orang
responden menunjukkan bahwa responden yang berumur I 7. tahun sebanyak -/
responden (/;H. $edangkan responden yang berumur J 7. tahun sebanyak -?
responden (;;H.
%5
7 Distribusi #rekuensi ,erdasarkan Pendidikan
Ta*el I4.3
Dstr*us .rekuens Res'&n0en Ber0asarkan Pen00kan 0 %elamn 0 P&l
)g Puskesmas %elurahan 1lan0ak Tmur 0an Pejaten Barat III 'a0a
*ulan Maret 2=1!
Pen00kan .rekuens Persentase +?,
Pendidikan +inggi
($M!, $arjana
7- =%H
Pendidikan Gendah
(+idak sekolah,
$D,$MP
-% 7?H
+otal ;7 %..H
,erdasarkan hasil distribusi #rekuensi pendidikan yang menjadi responden di
(elamin di Poli )igi Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III
pada bulan Maret -.%/ didapatkan data dari total responden yaitu ;7 orang
responden menunjukkan bahwa mayoritas responden pendidikan tinggi ($M! dan
$arjana sebanyak 7- responden (=%H dan responden pendidikan rendah ($D dan
$MP sebanyak -% responden (7?H.
%@
/ Distribusi 9rekuensi ,erdasarkan Pekerjaan
Ta*el I4.!
Dstr*us .rekuens Res'&n0en Ber0asarkan Pekerjaan 0 %elamn 0 P&l
)g Puskesmas %elurahan 1lan0ak Tmur 0an Pejaten Barat III 'a0a
*ulan Maret 2=1!.
Pekerjaan .rekuens Persentase +?,
,ekerja -7 //H
+idak bekerja 7. ;=H
+otal ;7 %..H
,erdasarkan hasil distribusi #rekuensi pekerjaan yang menjadi
responden di (elamin di Poli )igi Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan
Pejaten ,arat III pada bulan Maret -.%/ didapatkan data dari total responden
yaitu ;7 orang responden menunjukkan bahwa responden yang bekerja sebanyak
-7 responden (//H dan responden yang tidak bekerja sebanyak 7. responden
(;=H
b. Moti&asi Gesponden
%?
Ta*el I4.8
Dstr*us .rekuens Res'&n0en Ber0asarkan M&t(as 0 %elamn 0 P&l
)g Puskesmas %elurahan 1lan0ak Tmur 0an Pejaten Barat III 'a0a
*ulan Maret 2=1!
M&t(as .rekuens Persentase +?,
Moti&asi +inggi /; @;H
Moti&asi Gendah @ %;H
+otal ;7 %..H
,erdasarkan hasil distribusi #rekuensi moti&asi yang menjadi responden di
(elamin di Poli )igi Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III
pada bulan Maret -.%/ didapatkan data dari total responden yaitu ;7 orang
responden yang menunjukkan moti&asi tinggi sebanyak /; responden (@;H.
(emudian responden yang memiliki moti&asi rendah untuk datang berobat ke Poli
)igi Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan
Maret -.%/ sebanyak @ responden (%;H.
I4.1.2. Analsa B(arat
!nalisa bi&ariat digunakan untuk menganalisis hubungan antara &ariabel
independen dan &ariabel dependen. $ebagai &ariabel independen adalah jenis
-.
kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan (karakteristik responden sedangkan
&ariabel dependen adalah moti&asi untuk berobat ke Poli )igi Puskesmas
(elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan Maret -.%/.
a. <ubungan :enis (elamin dengan Moti&asi
Ta*el I4.9
Dstr*us Res'&n0en Ber0asarkan #ens %elamn 0engan M&t(as untuk
*er&*at ke P&l )g Puskesmas %elurahan 1lan0ak Tmur 0an Pejaten
Barat III 'a0a *ulan Maret 2=1!
#ens
%elamn
M&t(as Nilai
p
Tngg Ren0ah T&tal
n ? n ? n ?
Aaki4Aaki %5 7- ; ? -- /% %,5%.
Perempuan -@ ;7 7 = 7% ;?
+otal /; @; @ %; ;7 %..
<asil analisis hubungan antara jenis kelamin dengan moti&asi untuk berobat ke
Poli )igi Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan
Maret -.%/, total terbanyak diperoleh responden yang berjenis kelamin
peremupuan sebanyak 7% orang dengan proporsi ;?H. Moti&asi tinggi terbanyak
diperoleh responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak -@ orang dengan
-%
proporsi ;7H. Moti&asi rendah terbanyak diperoleh responden yang berjenis
kelamin perempuan sebanyak 7 orang dengan proporsi =H.
Penelitian ini menggunakan uji *hi $Fuare dan mempunyai hubungan yang
tidak bermakna dengan nilai p sebesar %,5%. (pK.,.; antara jenis kelamin dengan
moti&asi.
b. <ubungan Umur dengan Moti&asi
Ta*el I4.@
Dstr*us Res'&n0en Ber0asarkan Umur 0engan M&t(as untuk Ber&*at
%e P&l )g Puskesmas %elurahan 1lan0ak Tmur 0an Pejaten Barat III
'a0a *ulan Maret 2=1!
Pekerjaan M&t(as Nilai
p
Tngg Ren0ah T&tal
n ? n ? n ?
--
I 7.
+ahun
-% /. 7 ; -/ /; .,-7.
J 7.
+ahun
-/ /; ; %. -? ;;
+otal /@ @; @ %; ;7 %..
<asil analisis hubungan antara umur dengan moti&asi untuk berobat ke Poli
)igi Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan
Maret -.%/, diperoleh responden bahwa dari -/ responden yang berusia I 7.
tahun menunjukkan moti&asi tinggi untuk berobat ke Poli )igi Puskesmas
(elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan Maret -.%/ sebanyak
-% reponden (/.H dan menunjukkan moti&asi rendah sebanyak 7 responden
(;H. $edangkan dari -? responden yang berusia J 7. tahun menunjukkan
moti&asi tinggi untuk berobat ke Poli )igi Puskesmas (elurahan *ilandak +imur
dan Pejaten ,arat III pada bulan Maret -.%/ sebanyak -/ responden (/;H
kemudian menunjukkan moti&asi rendah sebanyak ; responden (%.H.
Dilihat dari hasil uji statistik (*hi $Fuare didapatkan nilai "hi sFuare sebesar
.,-7. yang berarti nilai "hi sFuare lebih ke"il dari 7,@/ (d# L %, M L .,.;
maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara umur
dengan moti&asi responden untuk berobat ke Poli )igi Puskesmas (elurahan
*ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan Maret -.%/.
-7
". <ubungan Pendidikan dengan Moti&asi
Ta*el I4.;
Dstr*us Res'&n0en Ber0asarkan Pen00kan 0engan M&t(as untuk
Ber&*at ke P&l )g Puskesmas %elurahan 1lan0ak Tmur 0an Pejaten
Barat III 'a0a *ulan Maret 2=1!
Pen00kan M&t(as Nilai Chi
Square
Tngg Ren0ah T&tal
N ? n ? n ?
-/
Pendidikan
+inggi ($M!,
$arjana
-? ;; 7 = 7- =%
-,577
Pendidikan
Gendah
($D,$MP
%= 7. ; ? -% 7?
+otal /; @; @ %; ;7 %..
<asil analisis hubungan antara pendidikan dengan moti&asi untuk berobat ke
Poli )igi Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan
Maret -.%/, diperoleh responden bahwa dari 7- responden yang mempunyai
pendidikan tinggi menunjukkan moti&asi tinggi sebanyak -? responden (;;H dan
menunjukkan moti&asi rendah sebanyak 7 responden (=H. $edangkan dari -%
responden yang mempunyai pendidikan rendah menunjukkan moti&asi tinggi
sebanyak %= responden (7.H dan menunjukkan moti&asi rendah sebanyak ;
responden (?H.
Dilihat dari hasil uji statistik (*hi $Fuare didapatkan nilai "hi sFuare sebesar
-,577 yang berarti nilai "hi sFuare lebih ke"il dari 7,@/ (d# L %, M L .,.; maka
dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan
-;
dengan moti&asi responden untuk berobat ke Poli )igi Puskesmas (elurahan
*ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan Maret -.%/.
d. <ubungan Pekerjaan dengan Moti&asi
Ta*el I4.<
Dstr*us Res'&n0en Ber0asarkan Pekerjaan 0engan M&t(as untuk
Ber&*at ke P&l )g Puskesmas %elurahan 1lan0ak Tmur 0an Pejaten
Barat III 'a0a *ulan Maret 2=1!
Pekerjaan M&t(as Nilai Chi
Square
Tngg Ren0ah T&tal
n ? n ? n ?
,ekerja -% /. - / -7 // %,/%5
-=
+idak
,ekerja
-/ /; = %% 7. ;=
+otal /; @; @ %; ;7 %..
<asil analisis hubungan antara pekerjaan dengan moti&asi untuk berobat ke
Poli )igi Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan
Maret -.%/, diperoleh responden bahwa dari -7 responden yang bekerja
menunjukkan -% responden (/.H memiliki moti&asi tinggi dan - responden
(/H memiliki moti&asi rendah. $edangkan dari 7. responden yang tidak bekerja
menunjukkan -/ responden (/;H memiliki moti&asi tinggi dan = responden
(%%H memiliki moti&asi rendah.
Dilihat dari hasil uji statistik (*hi $Fuare didapatkan nilai "hi sFuare sebesar
%,/%5 yang berarti nilai "hi sFuare lebih ke"il dari 7,@/ (d# L %, M L .,.; maka
dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pekerjaan
dengan moti&asi responden untuk berobat ke Poli )igi Puskesmas (elurahan
*ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan Maret -.%/.
-5
BAB 4
PEMBAHA$AN
Penelitian ini merupakan penelitian tentang $ur&ei Pasien ,erobat ke Poli
)igi Puskesmas (elurahan *ilandak +imur dan Pejaten ,arat III pada bulan
Maret -.% *ara pengambilan data menggunakan metode #ross Sectional, yaitu
suatu penelitian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara #aktor4#aktor risiko
dengan e#ek, dengan "ara pendekatan, obser&asi atau pengumpulan data sekaligus
pada suatu saat (point time approa"h
(%-
. Metode pengambilan sampel yang
-@
digunakan dalam penelitian ini adalah metode $cidental Sampling dengan jumlah
sampel sebanyak %.. responden. $istematika pembahasan hasil penelitian dibagi
menjadi pembahasan mengenai keterbatasan penelitian dan hasil penelitian.
4.1. %eter*atasan Peneltan
%. (eterbatasan dalam desain penelitian
Penelitian ini menggunakan metode "ross se"tional. Dimana pengukuran
&ariabel yang retrospective, obje!tivitas, dan reliabilitasnya kurang karena
subyek penelitian harus mengingat kembali #aktor4#aktor risikonya. Dan tidak
dapat diketahui e#ek &ariabel luar karena se"ara teknis tidak dapat dikendalikan
(?
.
-. (eterbatasan kuesioner
Pengambilan data dengan kuesioner bersi#at sangat subyekti#, sehingga
kebenaran data sangat tergantung pada kejujuran responden. $elain itu kusioner
yang peneliti berikan tidak ditanyakan tetapi si#atnya adalah angket dimana
esponden mengisi sendiri dengan jawaban yang menurut responden sesuai.
7. (eterbatasan peneliti
(emampuan peneliti masih kurang karena peneliti masih termasuk tara#
pemula sehingga hasil dari penelitian masih banyak kekurangan. Dan jumlah
sampel belum "ukup untuk generalisasi sehingga hasilnya kurang
respresentati&e.
-?
4.2. %arakterstk Res'&n0en
%. :enis kelamin
Pengertian jenis kelamin (seks menurut <ungu (-..5 adalah perbedaan
antara perempuan dengan laki4laki se"ara biologis sejak seseorang lahir
(%/
.
-. Umur
Umur adalah rentang kehidupan yang diukur dengan tahun
(%7
.
7. Pendidikan
Pengertian pendidikan menurut (i <ajar Dewantara yaitu tuntutan di
dalam hidup tumbuhnya anak4anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu
menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak4anak itu, agar mereka
sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah men"apai
keselamatan dan kebahagiaan setinggi4tingginya
(%;
.
/. Pekerjaan
Pekerjaan dalam arti luas adalah akti&itas utama yang dilakukan oleh
manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau
kerja yang menghasilkan uang bagi seseorang
(%=
.
4.3. M&t(as Res'&n0en
7.
Moti&asi adalah energi akti# yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan
pada diri sesorang yang nampak pada gejala kejiwaan, perasaan, dan juga emosi,
sehingga mendorong indi&idu untuk bertindak atau melakukan sesuatu
dikarenakan adanya tujuan, kebutuhan, atau keinginan yang harus terpuaskan
(%5
.
BAB 4I
PENUTUP
4I.1. %esm'ulan
,erdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan
bahwa teori yang dikemukakan adalah benar, bahwa karakteristik responden
(:enis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan berhubungan dengan moti&asi
responden. Dan terdapat perbedaan moti&asi antara jenis kelamin laki4laki dan
perempuan, responden yang berumur I7. tahun dengan responden yang berumur
J7. tahun, responden yang berpendidikan tinggi dan responden yang
7%
berpendidikan rendah, dan perbedaan moti&asi antara pegawai swasta, pedagang
dan responden yang mempunyai pekerjaan lainnya.
4I.2. $aran
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, tiada
gading yang tak retak. 'leh karena itu kritik dan saran dari pemba"a sangat
penulis harapkan demi kesempurnaan karya selanjutnya.
!dapun saran yang dapat penulis sampaikan untuk peneliti lain yaitu jika
peneliti lain ingin mengangkat permasalahan yang sama, saran dari penulis yaitu
agar peneliti lain dapat menambahkan &ariabel4&ariabel lain untuk membuat karya
dengan permasalahan yang sama dapat menjadi lebih baik.
7-
DA.TAR PU$TA%A
%. !Era, !Eyumardi. -..7. Pendidikan (ewarganegaraan (*i&i" 8du"ation6
Demokrasi, <ak !sasi Manusia dan Masyarakat Madani. Prenada Media.
:akarta. <al6 -/54-;..
-. $etiawan, Co&an. -.%-. Meningkatkan moti&asi belajar siswa.
http6//no&antupling.blogspot."om/-.%-/.//normal4.4#alse4#alse4#alse4en4
us4N4noneO@-..html. Diakses tanggal -% !pr -.%7. %?.7. >I,.
7. Gi&ai, PeithEal. -../. (epemimpinan dan Perilaku 'rganisasi. P+ Gaja
)ra#indo Persada. :akarta. <al6 --%4-7%.
/. Gi&ai, PeithEal. -../. Manajemen $umber Daya Manusia untuk
Perusahaan6 Dari +eori ke Praktik. P+ Gaja )ra#indo Persada. :akarta. <al6
/;;4/5..
;. $etiawan, 8bta. -.%-. Moti&asi. http6//kbbi.web.id/moti&asi . Diakses
tanggal %/ !pr -.%7. --.%- >I,.
=. $yamrilaode. -.%%. Moti&asi Positi# dan Cegati#.
http6//id.sh&oong."om/writing4and4speaking/presenting/-%7-?=.4moti&asi4
positi#4dan4negati#/QiNEE-G;N;P7d!. Diakses tanggal -% !pr -.%7. %@.%-
>I,.
5. >iEa, *hoirul. -.%7. Pengertian Moti&asi Menurut Para !hli R +ujuan,
:enis Moti&asi. http6//www.s"ribd."om/do"/%7=//;%=;/Pengertian4
77
Moti&asi4Menurut4PaQdownload l. Diakses tanggal -- !pr -.%7. %%.-=
>I,.
@. $ingarimbun M S 8##endi $. %?@5. Metode Penelitian $ur&ei. AP78$.
:akarta. <al6 7, %;-, -/%, -=7.
?. (oentjaraningrat. %??7. Metode4Metode Penelitian Masyarakat. 8disi 7.
)ramedia Pustaka Utama. :akarta. <al6 -5., -5-, -5@.
%.. Cotoatmodjo, $oekidjo. -..-. Metodologi Penelitian (esehatan. 8disi
Ge&isi. Gineka *ipta. :akarta. <al6 %;-4%;7, %@@.
%%. $ujarweni P >. -.%-. $P$$ Untuk Paramedis. )a&a Media. 3ogyakarta.
<al6 @..
%-. Diah, Curita. -.%.. http6//nuritadiah.students4
blog.undip.a".id/-.%./%./7%/metode4penelitian4sur&ey4analitik/. Diakses
tanggal %; :uni -.%7. .%.77 >I,.
%7. Il#a. -.%.. http6//bidan4il#a.blogspot."om/-.%./.%/de#inisi4umur.html.
Diakses +anggal %/ :uni -.%7. -..7. >I,.
%/. !rdy . -.%-. http6//www.psy"hologymania."om/-.%-/%-/pengertian4jenis4
kelamin.html . %/ :uni -.%7. -..7. >I,.
%;. Dewantara ( <. -.%7. http6//id.wikipedia.org/wiki/DasarOPendidikan .
Diakses +anggal %/ :uni -.%7. -..7= >I,.
%=. $antoso ,. -.%-. http6//inisantoso.wordpress."om/-.%-/.?/-;/de#inisi4
pekerjaan/ . Diakses +anggal %/ :uni -.%7. -../; >I,.
%5. :enny. -.%%. http6//www.duniapsikologi."om/pengertian4moti&asi/ Diakses
+anggal %/ :uni -.%7. -%.%. >I,.
7/