Anda di halaman 1dari 5

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Berjumpa lagi Dengan Saya Karya Mandau


Kebetulan Sekali Buat Anda Dengan Contoh Metode ilmiah tumbuhan, biologi, langkah
metode ilmiah sederhana, Lansung Saja Kita Ke Inti Artikel Dan Simak Situs Terkait Yang
Telah Tertulis Beruikut Di Bawah Ini Selamat Beraktifitas.


Pertama-. Masalah:

-Pengaruh manusia sebagai faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan

Dua-. Rumusan Masalah:

-Apakah manusia berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan? Bagaimana keadaan
tumbuhan yang dirawat secara baik oleh manusia, dan keadaan tumbuhan yang tidak dirawat?

Tiga-. Observasi:

-Mengamati tumbuhan yang selalu dipelihara, dirawat, diberi air dan diberi pupuk oleh
manusia,tumbuhan tersebut tumbuh dengan subur.

IV. Hipotesis
-Mungkin tumbuhan akan tumbuh subur oleh manusia.

V. Eksperimen:

1.- Tujuan:

Untuk mengetahui pengaruh manusia faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan

2.- Alat dan bahan untuk melakukan eksperimen tersebut adalah:

- 2 pot ukuran sama
- 2 tanaman sejenis dan seukuran
- Tanah
- Pupuk
- Air
- Alat tulis

3.- Cara Kerja

1- Isi pot 1 dengan tanah,tanaman,dan pupuk lalu disiram,..
2- Isi pot 2 dg tanah, tanaman tanpa diberi pupuk lalu diberi air,..
3- Rawat tanaman dalam pot 1 secara baik,sementara tanaman dalam pot 2 dibiarkan ataw
tidak dirawat,
4- Amati tanaman dalam pot 1 dan pot 2 (daun,batang,dahan) lalu bandingkan ke 2
tanaman tersebut...

VI. Kesimpulan:

Setelah melakukan eksperimen kemudian dengan mengamati tanaman tersebut selama
beberapa hari hasil yang saya dapat adalah:

Tanaman pada pot 1 tumbuh dengan baik dengan daun, batang dan dahan tumbuh
sempurna,Tanaman pada pot 2 tumbuh sebaliknya, tumbuh dengan tidak baik dengan daun,
batang dan dahan tidak tumbuh dengan sempurna,bahkan terlihat layu. Jadi, manusia sebagai
faktor luar sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan, baik tidak nya tumbuhan
tersebut tumbuh. Ucapan Terimakasih Semoga Bermanfaat Untuk Kita Semua.















I Masalah
Pengaruh manusia sebagai faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan.

II Rumusan Masalah
1) Apakah manusia berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan?
2) Bagaimana keadaan tumbuhan yang dirawat secara baik oleh manusia, dan keadaan tumbuhan yang
tidak dirawat?

III Observasi
Mengamati tumbuhan yang selalu dipelihara, dirawat, diberi air dan diberi pupuk oleh manusia,tumbuhan
tersebut tumbuh dengan subur.

IV Hipotesis
Mungkin tumbuhan akan tumbuh subur oleh manusia.

V Eksperimen
1) Tujuan:
Untuk mengetahui pengaruh manusia faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan.
2) Alan dan bahan untuk melakukan eksperimen tersebut adalah:
a) 2 pot ukuran sama
b) 2 tanaman sejenis dan seukuran
c) Tanah
d) Pupuk
e) Air
f) Alat tulis
3) Cara Kerja
a) Isi pot 1 dengan tanah,tanaman,dan pupuk lalu disiram,
b) Isi pot 2 dg tanah, tanaman tanpa diberi pupuk lalu diberi air,
c) Rawat tanaman dalam pot 1 secara baik,sementara tanaman dalam pot 2 dibiarkan ataw tidak dirawat,
d) Amati tanaman dalam pot 1 dan pot 2 (daun,batang,dahan) lalu bandingkan ke 2 tanaman tersebut.

VI Kesimpulan
Setelah saya melakukan eksperimen kemudian dengan mengamati tanaman tersebut selama beberapa
hari hasil yang saya dapat adalah:
1) Tanaman pada pot 1 tumbuh dengan baik dengan daun, batang dan dahan tumbuh sempurna,
2) Tanaman pada pot 2 tumbuh sebaliknya, tumbuh dengan tidak baik dengan daun, batang dan dahan
tidak tumbuh dengan sempurna,bahkan terlihat layu.
Jadi, manusia sebagai faktor luar sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan, baik tidak nya
tumbuhan tersebut tumbuh.




Pengertian, Karakteristik, dan Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah adalah proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan
secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta
membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi
yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen.
Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori
ilmiah.
Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
1. Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
2. Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan
pengukuran)
3. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
4. Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)

Karakteristik Metode Ilmiah
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek
investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama
yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat
melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan-pengamatan yang
dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan perhitungan yang cermat. Proses
pengukuran dapat dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau
dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Hasil pengukuran secara ilmiah
biasanya ditabulasikan dalam table. Digambarkan dalam bentuk grafik atau
dipetakan dan diproses dengan penghitungan statistika seperti korelasi dan regresi.
Umumnya terdapat empat karakteristik penelitian ilmiah :
1. Sistematik. Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara
berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana
sampai yang kompleks.
2. Logis. Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan
berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut
prosedur atau kaidah bekerjanya akal yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai
bias dengan prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum
dari berbagai kasus individual (khusus), atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir
untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat
umum.
3. Empirik. Artinya suatu penelitian yang didasarkan pada pengalaman sehari-
hari, yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai
hasil penelitian. Landasan empirik ada tiga yaitu :
a). Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan
atau perbandingan satu sama lain).
b). Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.
c). Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan,melainkan ada penyebabnya.
4. Replikatif. Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus di uji kembali
oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan
metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi
operasional variable menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.

Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Langkah-langkah pada metode ilmiah antara lain:
1. Memilih dan mendefinisikan masalah
2. Survey terhadap data yang tersedia
3. Memformulasikan hipotesa
4. Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa
5. Mengumpulkan data primer
6. Mengolah, menganalisa serta membuat interpretasi
7. Membuat generalisasi dan kesimpulan
8. Membuat laporan
Pelaksanaan metode ini meliputi enam tahap, yaitu :
1. Merumuskan masalah.
2. Mengumpulkan keterangan, yaitu segala informasi yang mengarah dan dekat
pada pemecahan masalah. Sering juga disebut mengkaji teori atau kajian
pustaka.
3. Menyusun hipotesis yang merupakan kesimpulan sementara yang
berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau
telaah pustaka.
4. Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian.
5. Mengolah data (hasil) percobaan dengan menggunakan metode statistic
untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode ini adalah
data yang objektif, tidk dipengaruhi subyektifitas ilmuwan peneliti dan
universal.
6. Menguji kesimpulan untuk meyakinkan kebenaran hipotesis melalui hasil
percobaan dan perlu juga dilakukan uji ulang. Apabila hasil uji mendukung
hipotesis, maka hipotesis itu bias menjadi kaidah (hukum) dan bahkan
menjadi teori.