Anda di halaman 1dari 35

PATOFISIOLOGI

Dan PATOLOGI KLINIK



NUMLIL KHAIRA RUSDI,MSi, Apt
BAHAN KULIAH
PENDAHULUAN (DEFINISI, FX DAN STRUKTUR SEL)
PATOFISIOLOGI DAN PATOLOGI KLINIK : DARAH
PATOFISIOLOGI DAN PATOLOGI KLINIK SISTEM SARAF
PATOFISIOLOGI DAN PATOLOGI KLINIK SISTEM ENDOKRIN
PATOFISIOLOGI DAN PATOLOGI KLINIK SISTEM
KARDIOVASKULAR
UTS
PATOFISIOLOGI DAN PATOLOGI KLINIK SISTEM
PERNAFASAN
PATOFISIOLOGI DAN PATOLOGI KLINIK SISTEM
PENCERNAAN
PATOFISIOLOGI DAN PATOLOGI KLINIK HATI
PATOFISIOLOGI DAN PATOLOGI KLINIK GINJAL DAN
URINASI
PATOFISIOLOGI DAN PATOLOGI KLINIK SISTEM REPRODUKSI
UAS



PENDAHULUAN
DEFINISI
HAL-HAL YANG PENTING DIPELAJARI PADA
PATOFISIOLOGI
FISIOLOGI SEL DAN CEDERA SEL

PATOFISIOLOGI
Cabang ilmu yang mempelajari penyakit-penyakit yang
disebabkan oleh kelainan fisiologi tubuh

Misal pd pasien DM :- membran sel bermasalah
- kurangnya hormon insulin karena
sel pankreas rusak
HAL-HAL YANG PENTING DALAM MEMPELAJARI
ILMU PATOFISIOLOGI DAN PATOLOGI KLINIK :
Etiologi penyakit
Mekanisme penyakit
Gejala-gejala penyakit
Diagnosa (Patologi Klinik)



FUNGSI DAN STRUKTUR SEL

Setiap sel tubuh mempertahankan kehidupan.
Sel : Satuan dasar struktural dan fungsional
terkecil dari suatu organisme

KERUSAKAN SEL
CIDERA SEL
KEMATIAN Sel
o ADAPTASI SEL

ADAPTASI SEL
Akibat suatu serangan pada sebuah sel tidak selalu
mengakibatkan gangguan fungsi. Pada kenyataannya
terdapat mekanisme adaptasi seluler terhadap berbagai
macam kerusakan/serangan tsb.
Sel beradaptasi melalui 4 tahap
Atrofi
Hipertrofi
Hiperplasi
metaplasi


Atrofi : sel mengalami pengurangan massa /
penyusutan yaitu berkurangnya ukuran dari sel tsb
Hipertrofi ; sel mengalami pembesaran / ukuran sel
bertambah
Hiperplasi ; jumlah sel bertambah
Metaplasi ; perubahan dari jenis sel dewasa
menjadi sel lain, tp bersifat reversibel
PENYEBAB KERUSAKAN SEL
Hipoksia (kekurangan O2 / zat-zat makanan yg
penting)
Bahan kimia; termasuk obat-obatan
Agen fisik, seperti trauma mekanis, panas, radiasi,
syok listrik, dll)
Agen mikrobiologi ; jamur, bakteri, protozoa, cacing
Mekanisme imun (alergi)
Gangguan genetik, misalnya banyaknya kelainan
metabolisme bawaan yang berasal dari kelainan
enzim.
Ketidakseimbangan nutrisi

AKIBAT INJURY / CIDERA TERGANTUNG DARI:
Jenis dan beratnya cidera
Jenis dan kondisi sel yang terkena
Kepekaan terhadap injury,
Diferensiasi,
Suplai darah,
Nutrisi, dan
umur


KERUSAKAN SEL
CIDERA SEL / INJURY SEL
Cidera reversible : cidera yg relative ringan dan
kemungkinan sel kembali ke dalam bentuk semula
Cidera irreversible, bila sel mati (cell
death/apoptosis cell
Sel yang cidera tp tidak mati akan mengalami
DEGENERASI yaitu perubahan morfologi / bentuk
sel akibat kerusakan yang tidak fatal / reversibel.


BENTUK-BENTUK PERUBAHAN
DEGENERATIF
Degenerasi bengkak keruh / Pembengkakan sel /
cloudy swelling yaitu terjadinya penimbunan air di
dalam sel-sel yang rusak (tp mrp kerusakan ringan).
Secara makroskopis : terlihat pembesaran jaringan
/ organ yang terkena, dapat dideteksi dgn
peningkatan sedikit BB.
Perubahan / degenerasi hidropik / degenerasi
vacuoler. Secara mikroskopis terlihat sitoplasma
sel yang bervakuola (terdapat kantong-kantong yg
berisi air pada RE), disebabkan oleh kegagalan
pompa Na/K di dlm membran sel

Degenerasi lemak / infiltrasi lemak / steatosis /
perlemakan hati, yaitu Penimbunan lipid didalam
sel-sel yang rusak. Biasanya terjadi pada ginjal,
jantung dan hati. (= hidropik, tapi isi vakuola
adalah lipid bukan air).

Secara makroskopis perubahan pada jaringan yg
terkena meliputi pembengkakan jar, penambahan
berat pada organ2 yg terkena, dan terlihat silinder
berwarna kekuningan pada jaringan akibat adanya
kandungan lipid
Perlemakan hati dapat ditemukan pada pasien dgn
malnutrisi, makan berlebihan, hipoksia, dan alkoholis
KEMATIAN SEL
Jika pengaruh buruk pada sebuah sel cukup hebat atau terus
berlangsung cukup lama, maka sel akan mencapai suatu titik
dimana tidak lagi dapat mengompensasi dan tidak dapat
melanjutkan metabolisme, proses tersebut menjadi irreversible,
dan sel akan mati / NEKROSIS
Jika sel yg telah mati masih tetap tinggal di dlm hospes, akan
terjadi hal-hal brkt:
Sewaktu sel hidup enzim-enzim yg terkandung didalam sel
(umumnya litik) tidak menimbulkan kerusakan pada sel, tp
enzim2 ini dilepaskan pada saat sel mati dan mulai
melarutkan berbagai unsur seluler
Pada saat sel mati, terjadi perubahan secara kimiawi, jaringan
hidup yg tepat disebelahnya memberikan respon terhadap
perubahan itu dan menimbulkan reaksi peradangan akut dimana
terjadinya pengiriman leukosit ke daerah tsb yg membantu
pencernaan sel-sel yg sudah mati
APOPTOSIS : kematian sel yang terprogram
Bentuk kematian sel ini diprogram oleh
informasi genetik yg telah ada di dalam sel,
melibatkan sel-sel tunggal atau kelompok bbrp
sel, dan bila sel tsb mati, akan membentuk
fragmen mjd potongan-potongan yg terikat
membran yg dgn cepat difagositosis oleh sel
disebelahnya / oleh makrofag
Apoptosis diperlukan untuk:
Pembentukan jari-jari tangan dan kaki pada janin
meliputi pembuangan oleh apoptosis pada jaringan
diantara jari-jari tsb
Pengelupasan endometrium pada saat awal menstruasi
terjadi akibat apoptosis

Pembentukan hubungan yang sesuai (sinaps)
diantara neuron didalam otak memerlukan
penghilangan kelebihan sel oleh apoptosis
Kematian sel yg terprogram jg diperlukan
untuk menghancurkan sel-sel yg merupakan
ancaman bagi integritas organisme, spt:
Sel-sel terinfeksi oleh virus
Sel-sel dgn kerusakan DNA
Sel-sel sistem imun
Sel-sel kanker
Apoptosis merupakan bagian pusat
perkembangan normal, berbeda dgn nekrosis,
yg tidak tdp pada perkembangan normal dan
merupakan respons terhadap cedera atau
kerusakan toksik.
Apoptosis secara khas mengenai sel-sel
individu yg tersebar dan tidak mengakibatkan
peradangan, berbeda dengan nekrosis yg
biasanya mengenai jalur-jalur sel-sel
disebelahnya dengan daerah yg dikelilingi oleh
peradangan
1. RESPON TUBUH TERHADAP CIDERA
Yaitu mengalami rx Ag-Ab
Peradangan
Rubor (kemerahan)
Kalor (panas)
Dolor (rasa sakit)
Tumor (pembengkakan)
Fungsio laesa (perubahan fungsi)

Perbaikan / pemulihan jaringan
FAKTOR PENTING PADA PENYEMBUHAN
EPITELISASI
FASE I (migrasi sel epitel dari tepi-tepi luka yg
dimulai kurang lebih 12 jam setelah jejas/cidera)
FASE II (proliferasi sel epitel, sel bertambah banyak,
mulai kurang lebih 24 jam)
FASE III (diferensiasi setelah semua lapisan penuh
sehingga sel berubah bentuk seperti aslinya, proliferasi
berhenti)

PROLIFERASI SEL JARINGAN IKAT (FIBROBLAS)
KOLAGENISASI

Kolagenisasi; terbentuk jaringan granulasi
(fibroblas dan pembuluh darah baru) yg akan
memberikan nutrisi dan oksigen sehingga
terjadi kolagenisasi kemudian jaringan
mengkerut dan terbentuk jaringan parut
Faktor yang mempengaruhi pemulihan
jaringan
Faktor lokal
Faktor umum
Faktor lokal; yg mempengaruhi pemulihan jaringan
seperti ; infeksi, suplai darah kurang baik, benda asing,
imobilisasi setempat, kotor, banyak jaringan mati, tepi
tidak rata, jenis sel

Faktor umum yg mempengaruhi pemulihan jaringan
diantaranya umur, nutrisi (vit C, protein untuk sintesis
kolagen), anemia dan penyakit darah yg lain, status
kekebalan, DM, pemakaian kortikosteroid, dimana akan
menghalangi proliferasi fibroblas dan sintesa kolagen.
KOMPLIKASI YG DAPAT TERJADI PADA PEMULIHAN
JARINGAN
Kontraktur (jaringan parut mengkerut, luka
dalam sampai otot)
Granuloma (jaringan granulasi tumbuh terus
dimana harus dikerok/nitrasi argenti)
Keloid (jaringan parut tumbuh terus, biasanya
faktor bawaan)
perlengketan
RESPON IMUN TERHADAP TANTANGAN
IMUNOLOGIS
REAKSI-REAKSI HIPERSENSITIFITAS
Tipe 1 ; anafilaktik
Ag bereaksi dgn antibodi IgE lalu berikatan dgn
permukaan sel mast, mengakibatkan pelepasan mediator,
efek mediator
Misal ; ter garukan untuk alergi positif, anafilaksis,
alergi pada pernafasan

Tipe II ; sitotoksik
Ab yg bersatu dengan Ag merupakan bagian sel atau
jaringan tubuh; menyebabkan aktivitas komplement, lisis
atau fagositosis sel target; ada kemungkinan tidak
tergantung pada antibodi, sitotoksisitas yg diperantai sel
Misal Anemia hemolitik immun

Tipe III ; kompleks imun
Penyatuan antigen dan antibodi membentuk kompleks
yang mengaktifkan komplemen, menarik leukosit, dan
menyebabkan kerusakan jaringan produk lekosit
Misal; penyakit serum, berbagai bentuk
glomerulonefritis

Tipe IV ; diperantai sel
Reaksi limfosit T dengan antigen menyebabkan
pelepasan limfokin, sitotoksisitas dan pengerahan sel-
sel reaktif
Mis; dermatitis kontak alergik, penolakan cangkokan,
TB (lesi dan tes kulit positif)
KEKEBALAN / IMUNISASI
Kekebalan aktif
Aktif alami
Aktif buatan
Kekebalan pasif
Pasif alami
Pasif buatan
3. RESPON TUBUH TERHADAP AGEN
MENULAR
Faktor hospes pada infeksi
Kulit dan mukosa faring
Saluran pencernaan
Saluran pernafasan

Sawar pertahanan tubuh
Radang sebagai pertahanan
Pembuluh limfe pada infeksi
Pertahan terakhir

Faktor jasad renik pada infeksi
Daya transmisi
Daya invasi
Kemampuan untuk menimbulkan penyakit

Riwayat alamiah suatu penyakit
Periode prepatogenesis dan
Periode patogenesis
CARA INTERAKSI HOSPES JASAD RENIK
(Mikroorganisme)
Dalam menimbulkan suatu penyakit, maka jasad
renik akan melalui bbrp masa, yaitu;
Masa inkubasi
Periode latent
Infeksi latent
Periode penularan

Tugas minggu depan : cari definisi dan penjelasan
umum dari peride di atas
Infeksi oportunistik
Infeksi oportunistik timbul jika bbrp faktor
atau kelompok faktor membahayakan
mekanisme pertahanan intrinsik hospes atau
dengan cara mengubah ekologi flora normal

Umumnya terjadi pada pasien-pasien yang
dirawat di RS dengan keadaan gangguan gizi,
reaksi imunologis, atau kemampuannya untuk
menghasilkan leukosit terganggu, pasien
dengan pengobatan kemoterapi, pasien
bedrest, dan sebagainya.
4. SEL KANKER (GANGGUAN
PERTUMBUHAN, PROLIFERASI, DAN
DIFERENSIASI SEL)
Agenesis; dalam perjalanan perkembangan organisme,
dimana ORGAN EMBRIONAL TIDAK TERBENTUK.
Misalnya bbrp individu dapat lahir hanya dengan 1 ginjal
Aplasia; GAGAL BERKEMBANGNYA ORGAN
Hipoplasia; ORGAN MENJADI KERDIL akibat gagal
mencapai ukuran dewasa

DIFERENSIASI ABNORMAL
Displasia; kelainan diferensiasi sel-sel yg sedang
berproliferasi sehingga ukuran, bentuk, dan penampilan sel
menjadi abnormal
DISPLASIA
Terdapat kehilangan pengawasan pada populasi
sel yang terserang
Displasia ringan; reversibel, jika rangsangan
iritasi dapat dihilangkan
Displasia berat; terjadi perubahan yang parah
secara progresif (penyakit ganas / neoplasia)
NEOPLASIA
Pertumbuhan baru massa abnormal dari sel2 yg
mengalami proliferasi. Sel-sel neoplasma berasal dari sel-
sel sebelumnya adlh sel-sel normal, namun selama
mengalami proliferasi/ perubahan, mereka tumbuh dengan
cepat yg tidak terkoordinasi.
Pertumbuhan sel neoplastik progresif, yi tidak mencapai
keseimbangan dan mengakibatkan penambahan massa sel
yang mempunyai sifat-sifat yang sama.
Neoplasma = tumor = pembengkakan / gumpalan
Jinak
Ganas
Neoplasma jinak;
merupakan peristiwa lokal,
tidak menyebar ke tempat yg jauh.
Laju pertumbuhan neoplasma ini lambat, ukurannya stabil
selama berbulan-bulan / bertahun2
Neoplasma ganas;
Tumbuh lebih cepat dan progresif jika tidak dibuang.
Pola penyebarannya tidak teratur, tidak mudah dipisahkan
dari sekitarnya, tidak bersifat mendesak ke samping, tapi
menyerbu masuk ke daerah sekitar.
Sel-sel neoplasma ganas yg berproliferasi mampu
melepaskan diri dari tumor induk (primer) dan memasuki
sirkulasi untuk penyebaran ke tempat lain, membentuk
tumor sekunder di tempat lain.

Akibat yang ditimbulkan neoplasma
terhadap hospes
Neoplasma jinak; tidak melakukan invasi / metastasis
kesulitan yg ditimbulkan bersifat lokal dari yg ringan sampai
fatal
Tumor jinak kecil yg sangat lunak dlm jar ikat longgar
subkutan lengan hanya bersifat ringan. Tumor jinak yg
tumbuh di daerah vital seperti rongga tengkorak bisa
bersifat fatal (kematian) krn dapat menekan bbrp bagian vital
otak sewaktu neoplasma tsb tumbuh.
Neoplasma ganas : kematian
Masalah lokal;
Neoplasma jinak dapat menyebabkan penyumbatan berbagai
bagian tubuh, misal sal pencernaan dapat tersumbat oleh
neoplasma yg tumbuh didalamnya, yaitu neoplasma jinak di
sel-sel pulau langerhans di pankreas bisa menguasai fx sel
induk dan menghasilkan insulin, insulin yg dihasilkan
berlebihan, kadar gula rendah, shg hipoglikemia
Neoplasma mrp kumpulan sel abnormal yg
terbentuk terus menerus secara tidak
terbatas, tidak berkoordinasi dengan jaringan
sekitarnya dan tidak berguna oleh tubuh.
Dibagi atas, jinak; terlokalisir, tidak
menyebar, dapat diangkat utuh, relatif tidak
membahayakan
Ganas; menginvasi dan menghancurkan
jaringan sekitar, menyebar (metastasis) dan
menimbulkan kematian
Penyebab:
Lingkungan
Herediter
Usia
Radiasi
Virus
Kimiawi
Makanan

Anda mungkin juga menyukai