Anda di halaman 1dari 19

BIOLOGI TANAH :

RESPIRASI TANAH
Disusun Oleh:
ALBERTA WIDHI A.P (140410110033)
PTRI NA!ILAT R (14041011003")
E#ANTI AROS$ANI (14041011003% )
ABDL A!IS A (14041011004&)
!ANNE SANDRIATI P (1404101100"1)
DEPARTE'EN BIOLOGI
(A)LTAS 'ATE'ATI)A DAN IL' PENGETAHAN ALA'
NI#ERSITAS PAD*AD*ARAN
*ATINANGOR
+014
BAB I
PENDAHLAN
1.1 L,-,. Bel,/,n0
Besarnya jumlahnya mikroorganisme dalam tanah merupakan salah satu
faktor penentu subur tidaknya suatu tanah. Semakin banyak mikroorganisme
yang terkandung, maka semakin subur suatu tanah tersebut. Hal ini dikarenakan
bahan organik yang ada di dalam tanah hanya dapat didekomposisikan oleh
mikroorganisme-mikroorganisme yang menyumbangkan nutrisi-nutrisi yang
dibutuhkan oleh tumbuhan serta dapat memperbaiki kondisi tanah. Salah satu cara
untuk menghitung jumlah populasi dari mikroorganisme tanah tersebut adalah
dengan mengukur respirasi tanahnya. Ketika semakin besar respirasi tanahnya
maka jumlah mikroorganisme yang terkandung dalam tanah tersebut pun semakin
besar.
Respirasi tanah, yang melepaskan gas C! ke atmosfir, merupakan proses
oksidasi biologis dari senya"a organik yang berasal dari akar dan organ#bagian
lain tanaman $serasah, dahan dan ranting mati, batang mati% di dalam dan
permukaan tanah yang dilakukan oleh mikroorganisme yang hidup di dalam
tanah. &roses ini dilakukan oleh mikroorganisme untuk mendapatkan energi dan
metabolit untuk keperluan pemeliharaan dan pertumbuhannya $Simojoki ' !(()%.
*elalui respirasi tanah ini karbon $C!% dilepas dari tanah ke atmosfer $Rochette
et al. )++,%. Raich - .ufekciogul $!(((% menyatakan bah"a respirasi tanah
merupakan suatu indikator.
/ari pengertian tersebut maka perlu diketahui tentang respirasi tanah dan
macam-macam penelitian tentang respirasi tanah. &ada makalah ini akan
membahas bagaimana hubungan respirasi tanah dengan kesuburan tanah serta
contoh-contoh dari penelitian tentang respirasi tanah.
1.+ Tu1u,n
*akalah ini bertujuan untuk mengetahui informasi tentang repsirasi tanah
dan contoh-contoh penelitian dalam meningkatkan kualitas tanah dengan respirasi
tanah.
1.3 I2en-i3i/,si ',s,l,h
). 'pa yang dimaksud dengan respirasi pada tanah.
!
!. Bagaimana hubungan antara respirasi tanah terhadap kualitas tanah.
0. 'pa saja faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi pada tanah.
0
BAB II
ISI
+.1 Pen0e.-i,n Res4i.,si T,n,h
'kti1itas biologi tanah telah lama dikenal sebagai penanda ataupun
sebagai indikator kesuburan tanah. Respirasi tanah lebih dapat merefleksikan
keberadaan kehidupan atau akti1itas mikroba tanah, dibanding estimasi total C
mikroba ditanah $Hu dan Cao, !((,%.
Respirasi tanah merupakan indikator yang sensitif dan penting pada suatu
ekosistem karena proses ini terkait dengan metabolisme di tanah, pembusukan
sisa tanaman pada tanah, dan kon1ersi bahan organik tanah menjadi C
!
. *elalui
respirasi tanah, karbon $C
!
% dilepas dari tanah ke atmosfer $Rochette et al.
)++,%. Raich - .ufekciogul $!(((% menyatakan bah"a respirasi tanah merupakan
suatu indikator yang baik terhadap mutu tanah, berkaitan erat dengan kesuburan
tanah.
Respirasi adalah proses metabolisme yang menghasilkan produk sisa
berupa C
!
dan H
!
dan pelepasan energi $2otohadipra"iro, )++3%. *etabolisme
ini merupakan proses dekomposisi bahan organik yang secara umum
mengindikasikan kegiatan mikroorganisme, dengan tujuan menyediakan karbon
yang merupakan sumber utama bagi pembentukan material-material baru
$'le4ander, )+,,%. Selanjutnya menurut 2otohadipra"iro $)++3%, hasil proses
dekomposisi digunakan organisme untuk membangun tubuh, akan tetapi terutama
digunakan sebagai sumber energi atau sumber karbon utama, dimana proses
dekomposisi dapat berlangsung dengan mediasi mikroorganisme, sehingga
mikroorganisme merupakan tenaga penggerak dalam respirasi tanah.
Respirasi tanah merupakan oksidasi biologi dari senya"a organik pada
mikroorganisme, akar, organ atau bagian lain dari tumbuhan serta organisme yang
hidup pada tanah dengan energi untuk pemeliharaan, pertumbuhan dan
pengambilan bahan nutrien aktif $'mstrong )+,+5 /re" )++( diacu dalam
Simojoki ' !(()%. Respirasi tanah merupakan indikator yang sensitif dan penting
pada suatu ekosistem, termasuk akti1itas yang berkenaan dengan proses
6
metabolisme di tanah, pembusukan sisa tanaman pada tanah, dan kon1ersi bahan
organik tanah menjadi C
!
.
Respirasi tanah dengan mengetahui kadar C
!
atau konsumsi
!
adalah
salah satu pengukuran yang paling mudah, paling umum dan paling banyak
digunakan sebagai parameter untuk mengukur dekomposisi senya"a organic
didalam tanah. Hal tersebut sangat bergantung dari banyaknya faktor abiotic dan
faktor biotik yang mana dapat menjaga perbandingan kadar mikroflora tanah yang
berperan dalam tingkat respirasi $7erma,et all.,!()(%
Respirasi tanah merupakan salah satu hal yang penting yang berkaitan
dengan perubahan iklim dan pemanasan global di masa depan. Respirasi tanah
yang berkaitan dengan suhu tanah digunakan sebagai salah satu kunci
karakteristik tanah atau bahan organik dan bertanggung ja"ab dalam pemanasan
global $Subke - Bahn !()(%.
+.+ Res4i.,si T,n,h 2en0,n )u,li-,s T,n,h
*ekanisme respirasi tanah tidak lepas dari organisme yang hidup di
dalamnya. .anah melepaskan C
!
dari akti1itas organisme yang berada di tanah.
Seperti yang dinyatakan oleh 'mstrong )+,+ bah"a respirasi tanah merupakan
oksidasi biologi dari senya"a organik pada mikroorganisme, akar, organ atau
bagian lain dari tumbuhan serta organisme yang hidup pada tanah dengan energi
untuk pemeliharaan, pertumbuhan dan pengambilan bahan nutrien aktif. Respirasi
tanah merupakan indikator yang sensitif dan penting pada suatu ekosistem,
termasuk akti1itas yang berkenaan dengan proses metabolisme di tanah,
pembusukan sisa tanaman pada tanah, dan kon1ersi bahan organik tanah menjadi
C
!
. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya respirasi tanah ini tidak lepas dari
proses dekomposisi bahan organik. Berikut merupakan kur1a yang
menggambarkan proses dekomposisi bahan organik pada tanah.
8
G,56,. 1
)u.7, 4.8ses
2e/8548sisi
Selama fase
pertama, peluluhan sel
yang dapat terlarutkan
merupakan proses yang
utama. Sampah yang
relatif masih baru dapat
mengalami kehilangan
89 dari massanya
dalam tempo !6 jam
hanya dikarenakan
proses peluluhan ini sendiri.
:ase kedua dari dekomposisi terjadi lebih lambat dan melibatkan
kombinasi dari proses fragmentasi oleh he"an tanah, perubahan kimia oleh
mikroba tanah, serta peluluhan produk pembusukan dari sampah. *odel
eksponensial dari proses dekomposisi umumnya diterapkan terutama untuk fase
kedua ini.
:ase akhir dari proses dekomposisi terjadi dengan tempo sangat lambat
serta melibatkan perubahan kimia dari bahan organik yang tercampur dengan
tanah mineral dan peluluhan produk yang teruraikan ke lapisan tanah lainnya.
&roses dekomposisi selama fase akhir ini sering diperkirakan melalui pengukuran
respirasi tanah atau isotop pelacak.
&enguraian bahan organik dengan bantuan oksigen menghasilkan produk
C
!
.&roduksi C
!
dalam tanah dihasilkan melalui proses oksidasi bahan organik
tanah oleh mikroorganisme dan organ lainnya melalui respirasi akar tanaman.
&roses oksidasi bahan organik oleh organisme dapat dilihat dari reaksi sebagai
berikut ;
<
ksidasi bahan organik diatas disebut oksidasi en=imatik, yaitu oksidasi
yang melibatkan mikroorganisme, hasil utamanya berupa C
!
, air dan energi.
&ada tanah mineral, emisi C
!
dari tanah akan semakin tinggi pada kedalaman
tanah yang dangkal, hal ini disebabkan jumlah akar dan bahan organik akan
berkurang dengan semakin dalamnya tanah $Simojoki ' !(()%.
G,56,. + Hu6un0,n 5e/,nis5e .es4i.,si -,n,h 2en0,n /8548nen l,inn9,
'kti1itas biologi tanah telah lama dikenal sebagai penanda ataupun
sebagai indikator kesuburan tanah. Respirasi tanah lebih dapat merefleksikan
keberadaan kehidupan atau akti1itas mikroba tanah, dibanding estimasi total C
mikroba ditanah.
&engaruh kadar air terhadap akti1itas mikroorganisme dapat terjadi secara
langsung maupun tidak langsung. Secara langsung kadar air berpengaruh terhadap
kondisi resirkulasi udara untuk ketersediaan oksigen dalam tanah. *enurut Boyd
$)++0% kadar air berpengaruh terhadap proses dekomposisi yang berhubungan
dengan kadar oksigen terlarut, semakin tinggi kadar air maka ketersediaan oksigen
menjadi rendah dan akan menghambat proses dekomposisi aerob yang secara
tidak langsung akan berpengaruh pada laju respirasi. Kerja bakteri pada
permukaan tanah memerlukan konsumsi oksigen yang tinggi.&ada tanah yang
,
tidak kontak langsung dengan udara, seringkali menghadapi masalah kekurangan
oksigen.
&ada kondisi air yang berlebihan akan menciptakan agregat tanah yang
kecil dan kompak. &ada kondisi ini kandungan pori-pori mikro tanah sangat
sedikit, padahal melalui pori-pori ini mikro air dapat bergerak bebas.'kibatnya
tanah tidak memberi ruang bagi ketersediaan oksigen dikarenakan pori-pori tanah
yang terisiair.
*akro organisme dan mikro organisme tanah sangat berperan dalam
proses dekomposisi, mulai dari merombak =at sisa menjadi elemen yang lebih
kecil $detritus% ataupun mengeluarkan en=im untuk penguraian yang lebih
sederhana lagi $dekomposer%. *akro fauna berperan sebagai detritus secara fisika
memecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil ataupun kimia dengan
memakannya dan mengeluarkannya sebagai feses, contohnya saja Colembolla,
Acarina, cacing tanah.Kemudian mikrofauna seperti bakteri, aktinomicetes dan
mikrofungi sebagai dekomposer yang mendegradasi lignin ataupun selulosa
$bahan sisa yang sebelumnya telah terurai%. *isalnya Trichoderma reesei, T.
harziarum, T. koringii, Phanerochaela crysosporium,Cellulomonas,
Pseudomonas, Themospora, Aspergillus niger, A. terreus, Penicillum,
Streptomyces.
3
Respirasi tanah diukur sebagai fluks C! dari tanah, dan berasal dari
respirasi autotrofik dan heterotrofik.C! dalam respirasi autotrofik misalnya dari
respirasi akar dan mikori=a yang terkait erat dengan laju fotosintesis.C! dalam
respirasi heterotrofik berasal dari metabolisme mikroorganisme tanah dan fauna
tanah. Respirasi heterotrofik merupakan proses respirasi yang memiliki kaitan erat
dengan perubahan suhu $7icca et al. !()(%.
'kti1itas en=im dalam tanah bergantung pada komposisi komunitas
mikroba dan sifat dari matriks tanah.Komposisi dari komunitas mikroba berperan
sangat penting karena komposisi tersebut sangat berpengaruh terhadap jenis dan
tingkat produksi en=im.>n=im pemecah substrat umum seperti protein dan
selulosa dihasilkan oleh begitu banyak jenis mikroba $dimana jenis en=im-en=im
ini memang secara uni1ersal sering djumpai di dalam tanah%. >n=im-en=im yang
terlibat di dalam proses-proses yang hanya terjadi dalam lingkungan tertentu,
seperti proses denitrifikasi $atau produksi metana% dan oksidasi, tampak lebih
sensitif terhadap komposisi komunitas mikroba ini.
+
Sebagian besar mikroba tanah $termasuk jamur ericoid dan ektomikori=a%
menghasilkan en=im $protease dan peptidase% yang memecah protein menjadi
asam amino.&roduk-produk penguraian ini dapat dengan segera diserap oleh
mikroba dan digunakan baik untuk memproduksi protein mikroba ataupun
memberikan energi respirasi. /ikarenakan protease merupakan subjek yang sering
diserang oleh protease lain, umur hidup en=im ini di dalam tanah relatif pendek,
dan akti1itas protease ini cenderung merupakan cerminan dari akti1itas mikroba.
2amun lain halnya dengan fosfatase $en=im yang membelah fosfat dari senya"a
fosfat organik% yang dapat hidup lebih lama, sehingga akti1itas en=im ini di tanah
berkorelasi lebih kuat terhadap ketersediaan fosfat organik di dalam tanah
daripada dengan akti1itas mikroba.
Selulosa merupakan penyusun senya"a kimia yang paling banyak
ditemukan dari sampah tanaman.Senya"a ini terdiri dari rantai unit glukosa,
sering memiliki panjang ribuan unit, namun tidak ada glukosa ini yang tersedia
sampai diakti1asikannya oleh eksoen=im. &roses pemecahan selulosa memerlukan
tiga sistem en=im yang terpisah; en28selul,se sebagai pemutus ikatan internal
untuk mengganggu struktur kristal selulosa5 e/s8selul,se kemudian bertindak
sebagai pembelah unit disakarida dari ujung-ujung rantai ?membentuk selobiosa5
yang kemudian diserap oleh mikroba dan dipecah secara intraseluler menjadi
glukosa oleh selobiase. Beberapa mikroba tanah, termasuk sebagian besar fungi,
dapat menghasilkan seluruh paket en=im selulase. rganisme lain, seperti
)(
beberapa bakteri, hanya menghasilkan beberapa en=im selulase dan harus
berfungsi sebagai bagian dari konsorsium mikroba untuk mendapatkan energi dari
pemecahan selulosa.
&enguraian komponen lignin membutuhkan proses yang perlahan-lahan
dikarenakan hanya beberapa organisme mikroba $terutama fungi% yang
memproduksi en=im yang diperlukan pada proses ini5 dan mikroba inipun hanya
menghasilkan en=im apabila substrat yang lebih labil lainnya sudah tidak tersedia.
@ignin terbentuk secara non-en=imatik oleh reaksi kondensasi dengan fenol serta
radikal bebas ?menciptakan struktur tidak beraturan yang tidak sesuai dengan
spesifikasi untuk teruraikan oleh en=im-en=im pada umumnya.Antuk alasan ini,
en=im pendegradasi lignin menggunakan radikal bebas, yang memiliki spesifisitas
substrat yang rendah. ksigen diperlukan untuk menghasilkan radikal bebas ini,
sehingga proses penguraian lignin tidak dapat terjadi pada keadaan tanah
anaerobik. /ekomposer umumnya berin1estasi energi dalam memproduksi en=im
pendegradasi lignin.
Kualitas tanah biasanya diukur dengan tingkat respirasi tanah ini.
Respirasi tanah menandakan terdapatnya akti1itas organisme dalam
tanah.Semakin aktif organisme dalam tanah tingkat respirasinya semakin baik.
&ada lahan yang kurang baik, dapat diperbaiki dengan peningkatan mutu tanah.
Salah satunya dengan meningkatkan tingkat respirasi dengan bakteri genus
Pseudomonas sp., Bacillus sp., dan Streptomyces sp. penurunan akti1itas biologi
tanah lebih banyak dipengaruhi oleh manajemen pengolahan, pemupukan
anorganik pada tanah dan juga ketersedian bahan organik. &roduksi C
!
akan
menurun dengan adanya pengasaman, karena difusi gas terhambat dan
penambahan pupuk 2 yang dapat menurunkan respirasi mikroorganisme dalam
tanah.
+.3 (,/-8.:(,/-8. 9,n0 'e54en0,.uhi Res4i.,si T,n,h
'dapun faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi tanah, diantaranya yaitu;
1) ),2,. Ai.
&engaruh kadar air terhadap akti1itas mikroorganisme dapat terjadi secara
langsung maupun tidak langsung. Secara langsung kadar air berpengaruh
))
terhadap kondisi resirkulasi udara untuk ketersediaan oksigen dalam tanah.
*enurut Boyd $)++0% kadar air berpengaruh terhadap proses dekomposisi
yang berhubungan dengan kadar oksigen terlarut, semakin tinggi kadar air
maka ketersediaan oksigen menjadi rendah dan akan menghambat proses
dekomposisi aerob yang secara tidak langsung akan berpengaruh pada laju
respirasi. Kerja bakteri pada permukaan tanah memerlukan konsumsi oksigen
yang tinggi. &ada tanah yang tidak kontak langsung dengan udara, seringkali
menghadapi masalah kekurangan oksigen. agregat tanah yang kecil dan
kompak. &ada kondisi ini kandungan pori-pori mikro tanah sangat sedikit,
padahal melalui pori-pori ini mikro air dapat bergerak bebas. 'kibatnya tanah
tidak memberi ruang bagi ketersediaan oksigen dikarenakan pori-pori tanah
yang terisi air.
+) O/si0en
Kurangnya oksigen mendorong akti1itas mikroorganisme pendekomposisi
bekerja pada kondisi anaerob. *enurut Buckman dan Brady $)+3!% hanya
jasad anaerob dan fakultatif yang dapat berfungsi dengan baik dan "ajar
dalam keadaan kekurangan oksigen karena mampu menggunakan oksigen
dalam ikatan, sehingga menghasilkan bentuk reduksi dalam bentuk karbon
dioksida yang lebih tinggi. &ada kondisi aerob pelepasan C
!
.erutama
berasal dari proses dekomposisi material organic secara aerob yaitu melalui
proses respirasi. Sedangkan pada kondisi yang anaerob, pelepasan C
!
terutama berasal dari proses dekomposisi material organic secara anaerob
yaitu melalui proses fermentasi. &ada umumnya dekomposisi material
organik secara aerob lebih cepat daripada dekomposisi material organic
secara anaerob. Hal ini muncul dari fenomena energy yang dihasilkan pada
respirasi aerob yang jauh lebih tinggi daripada respirasi anaerob. &ada
respirasi aerob dihasilkan 03 '.& sedangkan pada respirasi anaerob hanya
dihasilkan ! '.&. &erbedaan energi sangat besar ini menyebabkan perbedaan
laju pertumbuhan, yang selanjutnya berpengaruh nyata pada laju
dekomposisi. .etapi ada penelitian yang menunjukkan fenomena laju
dekomposisi pada kondisi anaerob jauh lebih tinggi daripada dekomposisi
pada kondisi aerob. 'nonim $!((6% menunjukkan bah"a dekomposisi pada
)!
kondisi anaerob ),!< sampai !,)0 kali lebih tinggi daripada dalam kondisi
aerob.
Kadar air yang tinggi dengan ketersediaan oksigen yang tidak ada, akan
mengakibatkan proses dekomposisi kurang sempurna sehingga menghasilkan
senya"a lain berupa asam-asam organik, yang akan mengubah sifat tanah
menjadi basa atau pH meningkat. Sebagaimana diketahui organisme pengurai
atau dekomposer umumnya menghendaki pH yang mendekati basa $Buckman
dan Brady, )+3!%.
3) Suhu 2,n )ele56,6,n
Respirasi tanah dilakukan oleh mikroorganisme tanah baik berupa bakteri
maupun cenda"an. Bnteraksi antara mikroba dengan lingkungan fisik di
sekitarnya mempengaruhi kemampuannya dalam respirasi, tumbuh, dan
membelah. Salah satu faktor lingkungan fisik tersebut adalah kelembapan
tanah yang berkaitan erat dengan respirasi tanah $Cook - rchard !((3%.
Respirasi tanah merupakan salah satu hal yang penting yang berkaitan
dengan perubahan iklim dan pemanasan global di masa depan. Respirasi
tanah yang berkaitan dengan suhu tanah digunakan sebagai salah satu kunci
karakteristik tanah atau bahan organik dan bertanggung ja"ab dalam
pemanasan global $Subke - Bahn !()(%.
Suhu dan kelembaban tanah merupakan dua faktor penting yang
menentukan respirasi tanah $Raich - .ufekciogul !(((%. Hasil pengamatan
Rochette et al. $)++,% menunjukkan respirasi dari tanah yang lembab dua
sampai tiga kali lebih besar dibandingkan tanah yang kering. &eningkatan
respirasi tanah dengan meningkatnya suhu tanah juga banyak dilaporkan.
Respirasi tanah juga dipengaruhi oleh jenis tumbuhan yang hidup di atasnya
$Raich - .ufekciogul !(((%. Hasil penelitian menunjukkan respirasi tanah
pada padang rumput lebih tinggi dibandingkan respirasi tanah diba"ah kanopi
hutan $Raich - .ufekciogul !(((%
Kadar kelembaban 0(9 dan 689 sangat menguntungkan bagi
pertumbuhan cenda"an pendekompos karbohidrat dalam keadaan anaerob dan
bakteri yang akan hidup optimal pada kelembaban tanah yang tidak terlalu
)0
tinggi dan tidak terlalu rendah. Sedangkan kelembaban )89 kurang
menguntungkan
4) ),2,. 6,h,n 8.0,ni/
Keberadaan bahan organik tanah, kadar C-organik dan rasio C ; 2
merupakan faktor utama dalam proses dekomposisi tanah $'le4ander, )+,,%.
:oth $)++8% mengatakan bah"a penambahan sejumlah sisa-sisa tanaman
de"asa $sisa organik% ke dalam tanah bagi perombakan mikrobial yang berisi
8(9 karbon dan )9 nitrogen, akan menghasilkan kenaikan akti1itas mikrobial
yang lebih besar. Hal ini ditandai dengan tingginya C
!
yang dihasilkan.
*enurut 2otohadipra"iro $)++3% bah"a sebagian besar karbon, hidrogen dan
oksigen, dilepas sebagai karbon dioksida dan air Komposisi bahan organik
yang disumbangkan ke dalam tanah akan menentukan kecepatan dekomposisi
dan senya"a yang dihasilkan $*ulyani, dkk. )++)%. *enurut Hakim, dkk.
$)+3<% bah"a bahan organik seperti gula, protein sederhana dan protein kasar,
merupakan senya"a yang cepat sekali di dekomposisi. Cepatnya senya"a
organik sederhana tersebut terdekomposisi menyebabkan senya"a organik
tersebut cepat habis, sehingga laju respirasi tanah juga mengalami penurunan
karena menurunnya akti1itas mikroorganisme. 2amun senya"a-senya"a yang
lambat terdekomposisi masih ada, sehingga masih tersedia senya"a organik
penyedia energi bagi akti1itas mikroorganisme selanjutnya. @ebih lanjut
menurut Hakim, dkk. $)+3<% bahan organik seperti lignin, selulosa, hemi
selulosa dan lemak dan lain-lain, merupakan bahan organik yang lambat sekali
di dekomposisi.
Selain itu, peningkatan respirasi tanah juga diakibatkan adanya
penambahan C organik berasal dari kompos jerami padi yang menunjang
akti1itas mikroba heterotrof sehingga terjadi peningkatan respirasi tanah
$Cidati, !((,%..
Ree1es $)++,% mengemukakan bah"a C organik tanah berfungsi sebagai
sumber energi untuk akti1itas mikroba dalam proses respirasi. *enurut Boyd
$)++0% pada pH netral, mikroorganisme mampu menghasilkan en=im-en=im
penghidrolisa polisakaridayang berperan sebagai pengatur dekomposisi
)6
sellulosa dan pH normal untuk akti1itas bakteri dalam tanah berkisar , - 3,8
$Buckman dan Brady, )+3!%.
)8
BAB III
)ESI'PLAN
). Respirasi tanah adalah oksidasi biologi dari senya"a organik pada
mikroorganisme, akar, organ atau bagian lain dari tumbuhan serta organisme
yang hidup pada tanah dengan energi untuk pemeliharaan, pertumbuhan dan
pengambilan bahan nutrien aktif.
!. Kualitas tanah memiliki hubungan dengan tingkat respirasi tanah, karena
respirasi tanah menandakan terdapatnya akti1itas organisme dalam tanah,
semakin aktif organisme dalam tanah maka tingkat respirasinya semakin baik,
sedangkan pada lahan yang kurang baik diperlukan peningkatan mutu tanah
dengan meningkatkan tingkat respirasi dengan bakteri genus Pseudomonas sp.,
Bacillus sp., dan Streptomyces sp.
0. :aktor-faktor yang mempengaruhi respirasi pada tanah yaitu kadar air, oksigen,
bahan organik, suhu dan kelembaban.
)<
DA(TAR PSTA)A
'le4ander, *., )+,,. Introduction to Soil Mikrobiology. Dohn Cilley - Sons, Bnc.
2e" Eork,
6<, hal.
'nonim. !()) .ekomposisi! "eterogenitas Temporal dan Spasial, serta #aktor
Pengendali. http;##dbabipress."ordpress.com#!()(#(+# $diakses pada ),
ktober !()6%.
'ntonius, S. !()). &engaruh &upuk rganik Hayati yang *engandung *ikroba
Bermanfaat .erhadap &ertumbuhan dan Hasil &anen .anaman Semangka
Serta Sifat Biokimia .anahnya &ada &ercobaan @apangan di *alinau-
Kalimantan .imur.Berk. Panel "ayati ; )< $!(0-!(<%.
'=i=ah, R. !((,. &engaruh Kadar 'ir .erhadap @aju Respirasi .anah .ambak
pada &enggunaan Katul &adi Sebagai &riming 'gent. Ilmu $elautan. 7ol. )!
$!% ; <, ? ,!
Boyd, C.>., )++0. Shrimp Pond Bottom Soil and Sedimen Managemen. A.S.
Cheat 'ssosiaties. Singapore. !88 pp.
Buckman, H.. and Brady, 2.C., )+3!. Ilmu Tanah. Bharata Karya 'ksara,
Dakarta, ,33 hal.
Cook 7D, rchard 7'. !((3. Relationships bet"een soil respiration and soil
moisture. Soil Biology % Biochemistry 6(; )()0?)()3.
:oth, H./., )++8. asar&dasar Ilmu Tanah. >rlangga, Dakarta. 0,6 hal.
Hakim, 2., 2yakpa, E.*., @ubis, '.*., 2ugroho, S.F., Saul, *.R., /ika, *.'.,
Ban-Hong, F., Bailey, H.H., )+3<. asar&dasar Ilmu Tanah. Ani1ersitas
@ampung. Dakarta. 633 hal.
Hu C and Cao G. !((,. Si=e and acti1ity of the soil microbial biomass and soil
en=yme acti1ity in long-term fi eld >4periments. 'ord (oural o)
Agricultural Sciences 0; <0?,(.Rochette et al. )++,
Bra"an, '. dan .ania D. !()). Hubungan iklim mikro dan bahan organik tanah
dengan emisi C
!
dari permukaan tanah di hutan alam babahaleka taman
nasional lore lindu, sula"esi tengah. (. Agromet. !8 $)%; )-3.
),
*ailani.!((<. Akti*itas +nzimatik an ,espirasi Pada Tanah Tercemar Pestisida
-ang iberi Serbuk (erami an Bakteri Pendegradasi .itril.Bogor ;
:*B&', Biokimia
*aysaroh. !()). "ubungan $ualitas Bahan /rganik Tanah an 0a1u ,espirasi
Tanah di beberapa 0ahan Budidaya. Bogor ; B&B, Biologi
2otohadipra"iro, .., )++3. Tanah dan 0ingkungan. /irjen &endidikan .inggi.
/epdikbud, Dakarta.
Raich, D.C. and .ufekciogul '. !(((. 2egetation and soil respiration!
Correlations and controls.
http;##""".ingentaconnect.com#content#klu#biog#!(((#((((((63#((((((()#
((!(68)+ $)8 oktober !()6%.
Raich, D.C. and C.H. Schlesinger. )++!. .he global carbon dio4ide flu4 in soil
respiration and its relationship to 1egetation and climate. Tellus 66b; 3)-++.
Ree1es, /.C. )++,. .he role of soil organic matter in maintaining soil Huality in
continuous cropping systems. Soil Tillage ,es. 60 ; )0)?)<,.
Rochette & et al. !(((. Soil carbon and nitrogen dynamics follo"ing application
of pig slurry for the )+th consecuti1e year; i. carbon dio4ide flu4es and
microbial biomass carbon. Soil sci. Soc. 'm. D., 1ol. <6, Duly?'ugust !(((.
Saras"ati, R., Santosa, >., Euniarti, >. !((8. rganisme &erombak Bahan
rganik. Pupuk /rganik dan Pupuk "ayati
Saras"ati, R., Santosa, >., Euniarti, >.. !(((. rganisme &erombak Bahan
rganik. Pupuk /rganik dan Pupuk "ayati $!))%.
Simojoki, '. !((). 4ygen supply to plant roots in culti1ated mineral soils.
octoral issertation. /epartment of 'pplied Chemistry and *icrobiology,
Ani1ersity of Helsinki. &ro .erra 2o. ,. Helsinki. 8+ p. I < appendi4
articles. BSS2 )68,-!<0J, BSB2 +8)-68-++!<-3, BSB2 +8)-68-++!,-<
$&/:%.
Subke D', Bahn *. !()(. n the Ktemperature sensiti1ityL of soil respiration; Can
"e use the immeasurable to predict the unkno"nM. Soil Biology %
Biochemistry 6!; )<80-)<8<.
)3
7erma,et al.!()(. >ffect of hea1y metals on soil respiration during decomposition
of sugarcane $Saccharum o))icinarum @.% trash in different soils. Plant Soil
+n*ronment., 34, !()( $!%; ,<?3)
)+