Anda di halaman 1dari 2

1.

PERAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK TERHADAP KEIZINAN ABORTUS PROVOKATUS AKIBAT


INDIKASI MEDIS
2.PERAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK TERHADAP PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA ABORTUS
KRIMINALIS
3.HUBUNGAN ANTARA LOKASI PERLUKAAN TUBUH YANG FATAL PADA KORBAN MENINGGAL
AKIBAT KECELAKAAN LALU LINTAS DENGAN POSISI PENGEMUDI ATAU PEMBONCENG
4.DESKRIPSI PENYEBAB KEMATIAN PADA KORBAN KECELAKAAN SEPEDA MOTOR YANG
DIOTOPSI RSWS
5.HUBUNGAN PENDARAHAN ANTEMORTEM BERAT DAN RINGAN TERHADAP LIVOR MORTIS
PADA JENAZAH KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS
6.OTOPSI FORENSIK DALAM MENENTUKAN TINDAK PIDANA KEJAHATAN TERHADAP NYAWA
5.GAMBARAN KASUS ASIFIKSIA MEKANIK YANG DITANGANI DI RSWS
















PERAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK TERHADAP PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA ABORTUS
KRIMINALIS AKIBAT PEMERKOSAAN

Latar Belakang Masalah.
Kehamilan adalah suatu proses reproduksi yang akan berakhir dengan kelahiran bayi. Namun
tak jarang kehamilan sering berakhir dengan keguguran atau aborsi. Aborsi menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia adalah pengguguran kandungan. Makna aborsi lebih mengarah kepada
suatu tindakan yang disengaja untuk mengakhiri kehamilan seorang ibu ketika janin sudah ada
tanda-tanda kehidupan dalam rahim. Sedangkan abortus adalah berakhirnya kehamilan atau
hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Abortus sendiri terbagi dua yaitu
abortus spontan dan abortus provokatus..
Aborsi buatan dibagi lagi berdasarkan alasannya, yaitu aborsi kriminalis dan aborsi medisinalis.
Selama ini aborsi pada kasus korban pemerkosaan dianggap sebagai tindak kejahatan. Namun
dengan berlakunya UU No. 36 Thn. 2009 tentang Kesehatan, aborsi bagi korban pemerkosaan
telah dilegalisasi. Kembali masalah ini menjadi kontroversi dan menimbulkan pro dan kontra
pendapat dalam menyikapinya.
Pertentangan moral dan agama merupakan masalah terbesar yang sampai sekarang masih
mempersulit adanya kesempatan tentang kebijakan penanggulangan masalah aborsi. Oleh
karena itu, aborsi yang ilegal dan tidak sesuai dengan cara-cara medis masih tetap berjalan dan
tetap merupakan masalah besar yang masih mengancam perempuan dalam masa reproduksi.


Rumusan Masalah
1.Untuk mengetahui pelbagai jenis abortus
2. Bagaimana upaya-upaya yang ditempuh oleh ahli kedokteran forensik dalam mendedahkan
pembuktian kejahatan pengguguran kandungan (Abortus) di Kota Makassar ?