Anda di halaman 1dari 22

Kelompok 5 / Off.

A

Fitria Rizkiana 130331811080
Yusrotul Nisa Ansori 130331811086
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
ILMU
KEGIATAN ILMIAH
SARANA BERPIKIR ILMIAH
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
BAHASA MATEMATIKA STATISTIKA
SARANA BERPIKIR ILMIAH
meliputi
KEGIATAN ILMIAH
memerlukan
mengembangkan ilmu pengetahuan
membantu
Apa yang dimaksud dengan sarana berpikir ilmiah?
Apa saja sarana berpikir ilmiah?
Apa peranan bahasa dalam sarana berpikir ilmiah?
Apa peranan matematika dalam sarana berpikir
ilmiah?
Apa peranan statistika dalam sarana berpikir ilmiah?
RUMUSAN MASALAH
T
U
J
U
A
N


P
E
N
E
L
I
T
I
A
N

Maksud sarana berpikir ilmiah
Jenis-jenis sarana berpikir ilmiah
Peranan bahasa dalam sarana berpikir ilmiah
Peranan matematika dalam sarana berpikir ilmiah
Apa peranan statistika dalam sarana berpikir ilmiah
Untuk mengetahui :
BAB II
ISI
Sarana berpikir ilmiah merupakan alat yang membantu
dalam kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang
harus ditempuh.
Sarana berpikir
ilmiah
Bahasa
Matematika
Statistika
BAHASA
Bahasa merupakan
pernyataan pikiran atau
perasaan sebagai alat
komunikasi manusia
Penggolongan bahasa
1. Bahasa alami
- bahasa isyarat
- bahasa biasa

2. Bahasa buatan
-bahasa istilah
-bahasa artifisial
Tiga fungsi
pokok
bahasa
Emotif
Afektif Simbolik
Bahasa mempunyai kecendrungan
emosional
Bahasa memiliki arti yang tidak jelas
dan tidak eksak
Bahasa bersifat majemuk
Kekurangan bahasa
Matematika
Hakikat
matematika
Sebagai
bahasa
Bersifat
kuantitatif
Sarana
berpikir
deduktif
Griffits dan Howsdon
(1974)
PERKEMBANGAN
MATEMATIKA
Peradaban Mesir Kuno dan
sekitarnya
Peradaban Yunani
Bangsa Timur (Arab, India,
dan Cina)
Abad pertengahan atau
zaman Renaissance
1
2
3
4
TIGA ALIRAN
FILSAFAT
MATEMATIKA
Pelopor: Immanuel
Kant (1724
1804)
Pendapat:
matematika
merupakan cara
logis (logistik) yang
salah atau
benarnya dapat
ditentukan tanpa
mempelajari dunia
empiris
Pelopor: Jan
Brouwer (1881
1966)
Pendapat: intuisi
murni dari
berhitung
merupakan titik
tolak tentang
matematika
bilangan
Pelopor: David
Hilbert (1862
1943)
Pendapat: banyak
masalah-masalah
dalam bidang logika
yang sama sekali
tidak ada
hubungannya
dengan matematika
Berasal dari kata status (bahasa Latin) atau state (bahasa
Inggris), yang artinya negara dalam bahasa Indonesia.
STATISTIKA
Mulanya, kata statistik merupakan kumpulan bahan
keterangan (data), baik yang berwujud angka maupun yang
tidak berwujud angka, yang mempunyai arti penting dan
kegunaan besar bagi suatu negara.
Kamus ilmiah popular
Kata statistik berarti tabel, grafik, daftar informasi, angka-
angka, informasi.
Kata statistika berarti ilmu pengumpulan, analisis, dan
klasifikasi data, angka sebagai dasar
untuk induksi.
Diterapkan pada
pengambilan suatu
keputusan yang
konsekuensinya sama
sekali belum diketahui
Tujuan
pengumpulan
data statistik
Kegiatan
praktis
Kegiatan
keilmuan
Hakikat alternatif yang
sedang
dipertimbangkan telah
diketahui
STATISTIKA
Premis
Prosedur
penarikan
kesimpulan
Kesimpulan
Pengujian mengharuskan untuk menarik kesimpulan
yang bersifat umum dari kasus-kasus yung bersifat
individual
Statistika merupakan pengetahuan untuk menarik
kesimpulan induktif
STATISTIKA dan cara berpikir induktif
mengamati hanya sebagian
dari populasi yang bersangkutan
Pengambilan
kesimpulan
secara induktif
masalah: banyaknya
kasus yang dihadapi
memberikan jalan keluar
untuk dapat menarik
kesimpulan yang bersifat
umum
dengan jalan
STATISTIKA
STATISTIKA dan cara berpikir induktif
PERANAN STATISTIKA
DALAM METODE ILMIAH
Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel
yang akan diambil dari populasi
Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas
instrumen
Teknik untuk menyajikan data-data, sehingga
data lebih komunikatif
Alat untuk analisis data seperti menguji hipotesis
penelitian yang diajukan
Statis
tika
Matema
tika
Bahasa
BAHASA, MATEMATIKA, DAN STATISTIKA
SEBAGAI SARANA BERPIKIR ILMIAH
METODE
ILMIAH
SARANA
BERPIKIR
ILMIAH
berupa
memerlukan
KESIMPULAN
1. Sarana berpikir ilmiah merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam
berbagai langkah yang harus ditempuh. Sarana berpikir ilmiah
memungkinkan dilakukannya penelaahan ilmiah secara baik.
2. Sarana berpikir ilmiah berupa bahasa, matematika, dan statistika.
3. Peranan bahasa dalam kegiatan ilmiah adalah syarat mutlak untuk dapat
berkomunikasi ilmiah dengan benar.
4. Peranan matematika dalam kegiatan ilmiah adalah untuk meningkatkan daya
prediktif dan kontrol ilmu agar ilmu yang diperoleh bersifat lebih eksak yang
memungkinkan pemecahan masalah secara lebih tepat dan cermat.
5. Peranan statistika dalam kegiatan ilmiah adalah untuk melakukan generalisasi
dan menyimpulkan karakteristik suatu kejadian secara lebih pasti dan bukan
terjadi secara kebetulan
SARAN
Untuk melakukan kegiatan ilmiah diperlukan sarana
berpikir ilmiah yang berupa bahasa, matematika, dan
statistika. Oleh karena itu, sarana berpikir ilmiah
penting untuk dikuasai agar dapat dilakukan
penelaahan ilmiah secara tepat dan cermat
TERIMAKASIH