Anda di halaman 1dari 4

Pankreatitis Akut

Pankreatitis akut merupakan suatu peradangan atau inflamasi yang menyebabkan kaskade
imunologis kompleks, dimana bisa terjadi dari tahap ringan atau self limited attack sampai dengan
kematian atau lethal attacks. Pankreatitis akut terdiri dari 3 fase yakni inflamasi local, inflamasi umum
dan disfungsi multiorgan.
Epidemiologi
Insiden laki laki dan perempuan tidak banyak berbeda, dimana angka kematian tertinggi yani
50% terjadi dalam seminggu pertama.

Etiologi
1. Obstruksi
Obstruksi dapat terjadi ekstraduktal maupun intraduktal. Ekstraduktal dapat terjadi oleh
karenavtumor ampulla, tumor pancreas ,ada cacing yang menyumbat papilla vateri misalnya
ascariasis maupun hipertensi sfingter odii yang menyebabkan pancreatitis akut berulang.
Obstruksi intraduktal dapat terjadi oleh karena choledocholitiasis maupun choledochele.

2. Toksin dan obat-obatan
Toksin terutama etil alcohol, metilalkohol ataupun insektisida organofosfat dapat
menyebabkan pancreatitis akut. Alkohol juga dapat menyebabkan pancreatitis akut dan
serangan episodic yang berulang yang dapat menjadi kronis. Menurut Sarks, diperlukan kurang
lebih 80 gram alcohol selama 5 tahun sebelum ada serangan pertama. Mekanisme alcohol dapat
menyebkan pancreatitis akut adalah :
a. Relaksasi sfingter oddi yang menyebabkan refluks isi duodenum ke dalam duktus
pankreatikus sehingga terjadi spasme sfinter oddi
b. Permeabilitias duktus pankreatikus meningkat sehingga terjadi pelepasan enzim-enzim
yang teraktivasi,
c. Meningkatnya sintesis enzim-enzim digestif dan lisosom oleh sel-sel asinar pancreas.
d. Stimulasi berlebihan kolesistokinin sehingga meningkatkan kadar protein dalam secret
pancreas dan menyumbat saluran-saluran kecil dan melukai sel-sel asinar.
Obat-obatan juga dapat menyebabkan pancreatitis akut, oleh karena:
- Reaksi allergi atau hipersensitivitas. Contohnya adalah aminosalisilat dan sulfonamide.
- Angioedema kelenjar pancreas. Contohnya ACE Inhibitor.

3. Trauma
Trauma tumpul abdomen atau tajam dapat menyebebakan rupture system saluran atau
duktus sehingga menyebabkan rembesan cairan pancreas.

4. Metabolik
Keadaan hipertriliseridemia dimana kadar trigliseridemia diatas 1000 mg/dl misalnya pada
keadaan DM yang tidak terkontrol, pasie alkoholik dapat menjadi pencetus pancreatitis akut.
Dimana lipase pancreas akan memecah trigliserida menjadi asam lemak bebas, sehingga ketika
kadarnya meningkat akan menyebabkan pancreatitis.

5. Infeksi
Infeksi parasit seperti askariasis dan clonorchiasis, infeksi virus seperti mumps, rubella,
hepatitis A dan B, sitomegalovirus, dan HIV, dan infeksi bakteri seperti mikoplasma dan
mikobakterium tuberculosis.

Patogenesis
Pankreas mempunyai mekanisme proteksi dimana enzim-enzim pancreas yakni proteolitik dan
lipolitil disimpan dalam bentuk yang inaktif, yang akan aktif kalau diaktivasi sama enzim di duodenum.
Selain itu, enzim-enzim di pancreas juga akan aktif bila di rangsang oleh faktor yang mencetus eperti
alcohol, sehingga terjadi aktivasi enzim di pancreas dan kaskade enzim digestif dan autodigesti di intra
asinar maupun di salurannya, sehingga terjadi pelepasan mediator inflamasi yang dilepaskan ke sirkulasi.
Akibatnya terjadi aktivasi leukosit yang dimediasi oleh sitokin sehingga terjadi inflamasi local, dimana klo
hal ini terjadi terus menerus akan mengakibatkan nekrotik yang dapat menyebabkan sindrom reaksi
inflamasi sistemik dan disfungsi multiorgan.
Gambaran Klinis dan Patofisiologi
80% merupakan self limiting disease, dimana klo berlanjut dapat mengakibatkan komplikasi
local dan sistemik.
1. Nyeri di abdomen atas
Nyeri dapat terjadi di epigastrium atau di epikondrium kiri, yang dapat menjalar ke belakang.
2. Muntah, oleh karena kompresi duodenum oleh penumpukan cairan.
3. Distensi abdomen bagian atas
4. Demam, yang timbul lebih awal pada pancreatitis bilier terkait kolangitis.
5. Ikterik, oleh karena batu saluran empedu dan efek tekanan pada saluran empedu.
Diagnosis
1. Anamnesis
Tanya riwayat :
a. Pernah ada riwayat mengalami batu empedu?
b. Minum alcohol?
c. Rokok?
d. Hipertligiseridemia?
e. Riwayat infeksi seperti mumps atau askariasis?
f. Riwayat pembedahan?
g. Riwayat keluarga?

2. Pemeriksaan Fisik
a. Frekuensi nadi, frekuensi napas berkurang,
b. Tekanan Darah berkurang.
c. Ada distensi dan nyeri tekan abdomen ringan
d. Bising usus berkurang atau menghilang oleh karena paralisis
e. Benjjolan intraabdomen oleh karena penggumpalan cairan di pancreas, kolon, ginjal
f. Asites pankreatitik, oleh karena rembesan intraperitoneal dari cairan pancreas, karena
rupture saluran.
g. Ekimosis, oleh karena pemecahan Hb atau warna kebiruan sekitar umbilicus.
h. Eritema kulit, pada dinding abdomen, bokong, kulit kepala, oleh karena nekrosis lemak
subkutan.
i. Disorientasi dan somnolenm oleh karena efek toksik enzim pancreas atau hipoksemia
dan hipotensi.

3. Pemeriksaan Lab
a. Lipase serum
Dapat meningkat pada gagal ginjal dan perforasi intestinal
b. Amilase serum
Dapat meningkat oleh karena enzim pancreas merembes di pancreas.
c. Tes serum lain
Seperti fospolipase A, tripsin, tripsinogen

Pemeriksaan Penunjang
1. Foto abdomen
a. Jika terjadi ileus maka intestinal loops akan terjadi dilatasi, jika berat akan terlihat multi
b. Jika inflamasi pancreas meluas, amka kolon mid transversum akan mengalami dilatasi fokal
pada tanda colon cut off
c. Jika terjadi edema dan inflamasi caput pancreas, C loop akan melebar

2. USG Abdomen
a. Indikasi : Nyeri abdomen yang menyebabkan ikterik dan adanya batu empedu.
b. Tampak : pancreas membesar dan hipoekhoik
c. Tidak akurat jika : ada gas usus yang menutupi dana adanya lemak dalam dinding abdomen

3. CT Abdomen
a. Manfaat : Untuk menentukan derajat berat dan komplikasi pancreatitis.
b. T
c. Tampak :
- Pankreatomegali
- Tepi pancreas rata
- Parenkim tidak homogeny
- Densitas <50 unit Hounsfield.
Diagnosis Banding
a. Kolesistitis akut
b. Kolangitis ascending
c. Obtstruksi intestinal
d. Perforasi ulkus peptic
e. Iskemia mesentrik
f. Vaskulitis
g. Infark miokard

Tata Laksana
1. Dipuasakan
Berikan hidrasi intravena tanpa nutrisi parenteral
2. Diet secara perlahan-lahan
Diet bening cair, makanan cair , kemudian makanan lunak lalu makanan biasa.
3. Rehidrasi intravena
250-300 cc/jam cairan kristaloid untuk 48 jam pertama.
4. Pankreatitis berat
Pasang kateter foley untuk monitor keluaran urin dan pasang serta monitor tekanan vena
sentral.
5. Profilax antibiotic
Direkomendasikan oleh American Gastroenterologu Association jika luas nekrosis pancreas >
30%. Diberikan imipenemm sefalosporin generasi III dan piperasilin.