Anda di halaman 1dari 17

BUDAYA DEMOKRASI Page 1

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Seperti yang di ketahui, Negara Indonesia adalah salah satu Negara yang menganut
sistem pemerintahan demokrasi pancasila. Yaitu sebuah sistem pemerintahan yang memiliki
kekuasaan tertingginya di tangan rakyat dan berasaskan pada Pancasila dan undang-undang
dasar45. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias polotica yang membagi tiga
kekuasaan politik Negara (eksekutif, legislatif dan yudikatif) untuk diwujudkan dalam tiga
jenis lembaga Negara yang independen dan berada dalam tingkat yang sejajar satu sama lain.
Kesejajaran dalam tiga lembaga ini sangat diperlukan agar ketiga lembaga ini bisa saling
mengawasi. Dengan adanya ketiga lembaga ini, Negara kita bisa di katakan adalah Negara
Demokrasi.
Demokrasi di Indonesia sudah mengalami banyak sekali proses perubahan, mulai dari
jaman kemerdekaan hingga kini jaman yang disebut jaman pasca reformasi. Berbagai macam
demokrasi sudah dilalui bangsa ini mulai dari demokrasi parlementer (1955-1959), demokrasi
terpimpin (1959-1965) bentukkan Presiden Soekarno, demokrasi Pancasila masa Orde Baru,
dan karakteristik demokrasi setelah berakhirnya kekuasaan otoritarian (periode transisi dan
konsolidasi demokrasi 1998-2007) dan demokrasi Indonesia saat ini. Demokrasi yang
pertama diterapkan di Indonesia adalah demokrasi parlementer yang liberal. Dahulu, pada
masa penjajahan demokrasi di Indonesia tentu saja tidak berjalan baik, rakyat tertindas, sulit
untuk mengaspirasikan diri untuk berdemokrasi, hampir segala yang ada di Indonesia telah di
monopoli oleh penjajah, baik pada masa penjajahan Belanda maupun Jepang. Ini bisa di
maklumi, karena negara kita telah dijajah.
Pada saat ini demokrasi yang berjalan dinilai sudah cukup baik namun masih
memerlukan perbaikan-perbaikan agar menjadi lebih baik. Karena permasalahan yang dirasa
saat ini tidak berbeda dengan sistem demokrasi parlementer pada era pasca kemerdekaan
yaitu elit-elit politik yang terpilih dari pemilu masih terlalu mementingkan kepentingan
kelompoknya. Oleh sebab itu, bukan rahasia umum lagi jika demokrasi di Indonesia ini
memiliki banyak permasalahan.
Demokrasi juga bermakna bahwa kekuasaan dalam sistem politik negara berasal dari
rakyat, dijalankan oleh rakyat, dan diperuntukkan bagi rakyat. Demokrasi tidak sekadar
BUDAYA DEMOKRASI Page 2

bentuk pemerintahan, tetapi merupakan sistem politik yang ditandai dengan adanya prinsip-
prinsip demokrasi. Proses menegakkan demokrasi suatu negara dinarnakan demokratisasi.
Negara demokrasi adalah negara yang memiliki prinsip-prinsip demokrasi dan menegakkan
prinsip-prinsip demokrasi dalam penyelenggaraan bernegara. Negara demokrasi menjalankan
pemerintahan demokratis. Negara otoriter dan totalizer adalah negara Yang menjalankan
prinsip-prinsip nondemokratis atau prinsip-prinsip otoritarian dalam penyelenggaraan
bernegara. Negara Indonesia ackdah negara demokrasi yang didasarkan atas Pancasila
sebagai dasar dan ideologi negara.
Sedangkan pengertian demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan
suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas
negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Salah satu pilar demokrasi adalah
prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan
legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen)
dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga
jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi
dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances. Ketiga jenis lembaga-
lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan
untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif, lembaga-lembaga pengadilan
yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan
rakyat (DPR, untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif.
Di bawah sistem ini, keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib
bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang
memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif, selain sesuai hukum dan peraturan.
Selain pemilihan umum legislatif, banyak keputusan atau hasil-hasil penting,
misalnya pemilihan presiden suatu negara, diperoleh melalui pemilihan umum. Pemilihan
umum tidak wajib atau tidak mesti diikuti oleh seluruh warganegara, namun oleh sebagian
warga yang berhak dan secara sukarela mengikuti pemilihan umum. Sebagai tambahan, tidak
semua warga negara berhak untuk memilih (mempunyai hak pilih). Kedaulatan rakyat yang
dimaksud di sini bukan dalam arti hanya kedaulatan memilih presiden atau anggota-anggota
parlemen secara langsung, tetapi dalam arti yang lebih luas. Suatu pemilihan presiden atau
anggota-anggota parlemen secara langsung tidak menjamin negara tersebut sebagai negara
demokrasi sebab kedaulatan rakyat memilih sendiri secara langsung presiden hanyalah sedikit
dari sekian banyak kedaulatan rakyat. Walapun perannya dalam sistem demokrasi tidak
besar, suatu pemilihan umum sering dijuluki pesta demokrasi.
BUDAYA DEMOKRASI Page 3

Sistem demokrasi juga telah melahirkan banyak negara-negara maju, yang stabil,
memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya, dan tak kurang pentingnya adalah iklim
kebebasan warganya, baik dalam berpolitik, berpendapat, maupun berorganisasi.
Kebutuhan manusia hampir tidak ada batas kepuasan. Kepuasan manusia terletak diujung
cakrawala. Dan pemenuhan kebutuhan tanpa kendali, tanpa sistem kontrol yang efektif dari
lembaga perwakilan yang terpilih melalui Pemilihan Umum akan berujung pada kerusakan
seluruh tatanan sistem ketatanegaraan. Sejarah juga mencatat bahwa parlemen sebagai
lembaga perwakilan, komunitas pers, maupun masyarakat demokratis, mampu berfungsi
sebagai pengawas penyelenggara negara. Makin efektif tingkat pengawasan, sebagai salah
satu fungsi manajemen negara, makin baaik pula sistem demokrasi terselenggara.

1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian demokrasi
2. Untuk mengetahui landasan-landasan demokrasi
3. Untuk mengetahui penerapan budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari
4. Untuk mengetahui sejarah dan perkembangan demokrasi
5. Untuk mengetahui penerapan budaya demokrasi dalam pilkadasung
6. Untuk mengetahui penyelewengan dalam pilkada

1.3 Rumusan Masalah
1. Jelaskan pengertian dari demokrasi?
2. Sebutkan dan jelaskan landasan-landasan demokrasi?
3. Jelaskan penerapan budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari?
4. Bagaimanakah sejarah dan perkembangan demokrasi?
5. Bagaimanakah penerapan budaya demokrasi dalam pilkadasung ?
6. Jelaskan bagaimanakah penyelewengan dalam pilkada ?






BUDAYA DEMOKRASI Page 4

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 PENGERTIAN DEMOKRASI
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai
upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan
oleh pemerintah negara tersebut. Menurut Internasional Commision of Jurits pada konferensi
di Bangkok yang berlangsung pada tahun 1965 membatasi sistem politik yang demokrasi
sebagai suatu bentuk pemerintahan oleh rakyar dimana kekuasaan tertinggi ditangan rakyat
dan di jalankan langsung oleh mereka atau oleh wakil-wakil yang mereka pilih dibawah
sistem pemilihan yang bebas. Jadi, yang di utamakan dalam pemerintahan demokrasi adalah
rakyat.
Demokrasi menurut :
Henry B. Mayo, system politik demokratis adalah menunjukkan kebijakan umum
ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh
rakyat, dan didasarkan atas kesamaan politik dalam suasana terjaminnya kebebasan
politik. Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara
sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara
untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
Menurut Samuel Huntington : Demokrasi ada jika para pembuat keputusan kolektif
yang paling kuat dalam sebuah sistem dipilih melalui suatu pemilihan umum yang
adil, jujur dan berkala dan di dalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk
memperoleh suara dan hampir seluruh penduduk dewasa dapat memberikan suara.
Menurut Merriam, Webster Dictionary : Demokrasi dapat didefinisikan sebagai
pemerintahan oleh rakyat; khususnya, oleh mayoritas; pemerintahan di mana
kekuasaan tertinggi tetap pada rakyat dan dilakukan oleh mereka baik langsung atau
tidak langsung melalui sebuah sistem perwakilan yang biasanya dilakukan dengan
cara mengadakan pemilu bebas yang diadakan secara periodik; rakyat umum
khususnya untuk mengangkat sumber otoritas politik; tiadanya distingsi kelas atau
privelese berdasarkan keturunan atau kesewenang-wenangan.
Menurut Yusuf Al- Qordawy : Wadah Masyarakat untuk memilih sesorang untuk
mengurus dan mengatur urusan mereka. Pimpinanya bukan orang yang mereka benci,
peraturannya bukan yang mereka tidak kehendaki, dan mereka berhak meminta
pertanggungjawaban penguasa jika pemimpin tersebut salah. Merekapun berhak
BUDAYA DEMOKRASI Page 5

memecatnya jika menyeleweng, mereka juga tidak boleh dibawa ke sistem ekonomi,
sosial, budaya, atau sistem politik yang tidak mereka kenal dan tidak mereka sukai.
J ohn L. Esposito : Demokrasi pada dasarnya adalah kekuasaan dari dan untuk
rakyat. Oleh karenanya, semuanya berhak untuk berpartisipasi, baik terlibat aktif
maupun mengontrol kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Selain itu, tentu
saja lembaga resmi pemerintah terdapat pemisahan yang jelas antara unsur eksekutif,
legislatif, maupun yudikatif.
Abraham Lincoln (1809-1865) didefinisikan secara sederhana dan cukup populer,
yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (government of the
people, by the people, and for the people).
Sidney Hook, Demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana keputusan-keputusan
pemerintah yang penting secara langsung atau tidak langsung didasarkan pada
kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas dari rakyat dewasa .
Suasana kehidupan yang demokratis dapat diukur dengan beberapa kriteria maka
kriteria Negara Demokrasi sebagaimana diungkapkan oleh Frans Magnis Suseno
adalah sebagai berikut:
Negara terikat pada hukum.
Kontrol efektif terhadap pemerintah oleh rakyat
Pemilu yang bebas
Prinsip mayoritas
Adanya jaminan terhadap hak-hak demokratis
Sementara menurut Sri Sumantri bahwa ciri atau kriteria sebuah negara demokratis
adalah :
Hukum ditetapkan dengan persetujuan wakil rakyat yang dipilih secara bebas.
Hasil pemilu dapat mengakibatkan pergantian orang-orang pemerintahan.
Pemerintah harus terbuka
Kepentingan minoritas harus dipertimbangkan.
Ciri-ciri demokrasi kontitusional adalah demokrasi yang mencita-citakan tercapainya
pemerintahan yang kekuasaannya dibatasi oleh kontitusi, suatu pemerintah yang tunduk rule
of law, dengan ciri-ciri sebagai berikut :
a. Pemerintahan yang kekuasaannya dibatasi oleh kontitusi (Undang-Undang Dasar)
b. Pemerintahan yang tunduk sepenuhnya pada rule of law
BUDAYA DEMOKRASI Page 6

Sementara dalam Kongres I nternasional Commision of jurist yang berlangsung pada
tahun 1965 di Bangkok merumuskan syarat-syarat dasar untuk terselenggaranya
pemerintahah yang demokratis di bawah Rule of Law adalah sebagai berikut :
a. Perlindungan kontitusional.
b. Badan Kehakiman yang bebas dan tidak memihak.
c. Pemilihan umum yang bebas.
d. Kebebasan untuk menyatakan pendapat.
e. Kebebasan untuk berserikat/berorganisasi dan beroposisi.
f. Pendidikan kewarganegaraan (civil education).
Tegasnya bahwa Demokrasi mengandung arti adanya pemilihan yang bebas, pers
yang merdeka; kemerdekaan mengadakan perkumpulan politik, kebebasan beragama, berfikir
dan berbicara; persamaan di dalam hukum dan lain sebagainya.


2.2 LANDASAN-LANDASAN DEMOKRASI

1. Pembukaan UUD 1945
a) Alinea pertama : Kemedekaan ialah Hak segala bangsa
b) Alinea kedua : Mengantarkan rakyat Indonesia kepintu gerbang kemerdekaan
Indonesia yang merdeka bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
c) Alinea ketiga : Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh
keinginan luhur supaya berkehidupan dan kebangsaaan yang bebas.
d) Alinea keempat : Melindungi segenap bangsa.

2. Batang Tubuh UUD 1945
a) Pasal 1 ayat 2 : Kedaulatan adalah ditangan rakyat.
b) Pasal 2 : Majelis Permusyawaratan Rakyat.
c) Pasal 6 : Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.
d) Pasal 24 dan Pasal 25 : Peradilan yang merdeka.
e) Pasal 27 ayat 1 : Persamaan kedudukan di dalam hukum.
f) Pasal 28 : Kemerdekaan berserikat dan berkumpul.

3. Lain-lain
a) Ketetapan MPR RI No. XVII/MPR/1998 tentang hak asasi.
BUDAYA DEMOKRASI Page 7

b) UU RI No. 39 tahun 1999 tentang HAM
c) UU RI No. 02 tahun 2008 tentang Partai Politik
d) Keputusan KPU Nomor 07 Tahun 2007 tentang Pedoman Tata Cara Pencalonan
Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

2.3 SEJARAH DAN PERKEMBANGAN
Isitilah demokrasi berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada
abad ke-5 SM. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem
yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Namun, arti dari istilah ini telah
berubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18,
bersamaan dengan perkembangan sistem demokrasi di banyak negara.
Kata demokrasi berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein
yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang
lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Konsep
demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Hal ini menjadi
wajar, sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu
negara.
Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannya pembagian kekuasaan dalam
suatu negara (umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias politica) dengan kekuasaan
negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan
kemakmuran rakyat. Prinsip semacam trias politica ini menjadi sangat penting untuk
diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang
begitu besar ternyata tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab,
bahkan kekuasaan absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak
asasi manusia.
Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain, misalnya
kekuasaan berlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri anggaran untuk gaji dan
tunjangan anggota-anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat, tidak akan membawa
kebaikan untuk rakyat. Intinya, setiap lembaga negara bukan saja harus akuntabel
(accountable), tetapi harus ada mekanisme formal yang mewujudkan akuntabilitas dari setiap
lembaga negara dan mekanisme ini mampu secara operasional (bukan hanya secara teori)
membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut.
Sejarah panjang demokrasi telah tertoreh panjang dalam sejarah negara Indonesia, dan
cukup menarik dalam pelaksanaannya. Dalam upaya mencari bentuk demokrasi yang paling
BUDAYA DEMOKRASI Page 8

tepat diterapkan di negara Republik Indonesia ada semacam bentuk trial and error, atau coba
dan gagal, yaitu seperti :

a. Demokrasi Liberal
Demokrasi liberal atau sering disebut juga dengan demokrasi parlementer
yang diterapkan di Indonesia sejak tahun 1945 sampai dengan tahun 1959.
b. Demokrasi Terpilih
Dekrit Presiden 5 Juli 1959 merupakan tonggak terakhir masa berlakunya
Demokrasi Parlementer di Indonesia dan sekaligus menjadi tonggak sejarah
menandai mulai berlakunya Sistem Demokrasi Terpimpin, demokrasi model ini
berlangsung mulai tahun 1959 sampai dengan tahun 1965 dengan ciri-cirinya yang
khas, antara lain dominasi dari Presiden, terbatasnya peranan Partai Politik,
berkembangnya pengaruh Komunis dan meluasnya peranan ABRI (TNI) sebagai
unsur sosial politik. (Miriam Budiharjo, Dasar-Dasar Politik :71)
c. Demokrasi Pancasila
Keluarnya Tap. MPR-S No. XXV/1966 tentang pembubaran PKI yang
dinyatakan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah RI bagi PKI, dan
larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan faham atau
ajaran Komunisme / Marxisme-Leninisme karena bertentangan dengan Dasar
Negara RI yaitu Pancasila. Demokrasi Pancasila mengandung pengertian sebuah
demokrasi yang dijiwai, disemangati, diwarnai dan didasari oleh falsafah
Pancasila yang dalam rumusan demokrasi Pancasila seperti ini maka perlu analisa
satu persatu pokok-pokok persoalannya.
a) Pada prinsipnya demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang tetap
mendasarkan diri pada kontitusi.
b) Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang tetap memperlihatkan
diri dan memiliki sifat-sifat demokrasi dalam arti umum universal.
c) Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang wajib bertanggung jawab
kepada Allah SWT, bertanggung jawab kepada Kemanusiaan dan
bertanggung jawab kepada persatuan Indonesia.



BUDAYA DEMOKRASI Page 9

2.4 PENERAPAN BUDAYA DEMOKRASI DALAM KEHIDUPAN
SEHARI-HARI
1. Di Lingkungan Keluarga
Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan keluarga dapat diwujudkan dalam bentuk
sebagai berikut:
Kesediaan untuk menerima kehadiran sanak saudara;
Menghargai pendapat anggota keluarga lainya;
Senantiasa musyawarah untuk pembagian kerja;
Terbuka terhadap suatu masalah yang dihadapi bersama.
2. Di lingkungan Masyarakat
Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan masyarakat dapat diwujudkan dalam
bentuk sebagai berikut:
Bersedia mengakui kesalahan yang telah dibuatnya;
Kesediaan hidup bersama dengan warga masyarakat tanpa diskriminasi;
Menghormati pendapat orang lain yang berbeda dengannya;
Menyelesaikan masalah dengan mengutamakan kompromi;
Tidak terasa benar atau menang sendiri dalam berbicara dengan warga lain.
3. Di Lingkungan Sekolah
Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan sekolah dapat diwujudkan dalam bentuk
sebagai berikut:
Bersedia bergaul dengan teman sekolah tanpa membeda-bedakan;
Menerima teman-teman yang berbeda latar belakang budaya, ras dan agama;
Menghargai pendapat teman meskipun pendapat itu berbeda dengan kita;
Mengutamakan musyawarah, membuat kesepakatan untuk menyelesaikan
masalah;
Sikap anti kekerasan.
4. Di Lingkungan Kehidupan Bernegara
Penerapan Budaya demokrasi di lingkungan kehidupan bernegara dapat diwujudkan
dalam bentuk sebagai berikut:
Besedia menerima kesalahan atau kekalahan secara dewasa dan ikhlas;
Kesediaan para pemimpin untuk senantiasa mendengar dan menghargai
pendapat warganya;
Memiliki kejujuran dan integritas;
Memiliki rasa malu dan bertanggung jawab kepada publik;
BUDAYA DEMOKRASI Page 10

Menghargai hak-hak kaum minoritas;
Menghargai perbedaan yang ada pada rakyat;
Mengutamakan musyawarah untuk kesepakatan berrsama untuk
menyelesaikan masalah-masalah kenegara


2.5 PENERAPAN BUDAYA DEMOKRASI DALAM PILKADASUNG
Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat
dari peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan Umum baik yang
dilaksakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ini terlihat dari jumlah pemilih
yang tidak menggunakan hak pilihnya yang sedikit. Pemilihan umum ini langsung
dilaksanakan secara langsung pertama kali untuk memilih presiden dan wakil presiden serta
anggota MPR, DPR, DPD, DPRD di tahun 2004. Walaupun masih terdapat masalah yang
timbul ketika waktu pelaksanaan. Tetapi masih dapat dikatakan sukses.
Setelah suksesnya Pemilu tahun 2004, maka mulai bulan Juni 2005 telah diadakan Pilkada
untuk memilih para pemimpin daerahnya. Sehingga warga dapat menentukan peminpin
daerahnya menurut hati nuraninya sendiri. Tidak seperti tahun tahun yang dahulu yang
menggunakan perwakilan dari partai. Namun dalam pelaksanaan pilkada ini muncul
penyimpangan penyimpangan. Mulai dari masalah administrasi bakal calon sampai dengan
yang berhubungan dengan pemilih.

1. Pengertian dan Landasan Hukum Pilkada
Demokrasi dapat diartikan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.
Pemerintahan yang kewenangannya pada rakyat. Semua anggota masyarakat (yang
memenuhi syarat ) diikutsertakan dalam kehidupan kenegaraan dalam aktivitas pemilu.
Pelaksanaan dari demokrasi ini telah dilakukan dari dahulu di berbagai daerah di Indonesia
hingga Indonesia merdeka sampai sekarang ini. Demokrasi di negara Indonesia
bersumberkan dari Pancasila dan UUD 45 sehingga sering disebut dengan demokrasi
pancasila. Demokrasi Pancasila berintikan musyawarah untuk mencapai mufakat, dengan
berpangkal tolak pada faham kekeluargaan dan kegotongroyongan
Indonesia pertamakali dalam melaksanakan Pemilu pada akhir tahun 1955 yang diikuti oleh
banyak partai ataupun perseorangan. Dan pada tahun 2004 telah dilaksanakan pemilu yang
secara langsung untuk memilih wakil wakil rakyat serta presiden dan wakilnya. Dan sekarang
ini mulai bulan Juni 2005 telah dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah atau sering disebut
BUDAYA DEMOKRASI Page 11

pilkada langsung. Pilkada ini merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat. Ada lima
pertimbangan penting penyelenggaraan pilkada langsung bagi perkembangan demokrasi di
Indonesia.
a) Pilkada langsung merupakan jawaban atas tuntutan aspirasi rakyat karena
pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR, DPD, bahkan kepala desa
selama ini telah dilakukan secara langsung.
b) Pilkada langsung merupakan perwujudan konstitusi dan UUD 1945. Seperti
telah diamanatkan Pasal 18 Ayat (4) UUD 1945, Gubernur, Bupati dan Wali
Kota, masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi,
kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis. Hal ini telah diatur dalam UU
No 32 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan
Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
c) Pilkada langsung sebagai sarana pembelajaran demokrasi (politik) bagi rakyat
(civic education). Ia menjadi media pembelajaran praktik berdemokrasi bagi
rakyat yang diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif segenap unsur
bangsa tentang pentingnya memilih pemimpin yang benar sesuai nuraninya.
d) Pilkada langsung sebagai sarana untuk memperkuat otonomi daerah.
Keberhasilan otonomi daerah salah satunya juga ditentukan oleh pemimpin
lokal. Semakin baik pemimpin lokal yang dihasilkan dalam pilkada langsung
2005, maka komitmen pemimpin lokal dalam mewujudkan tujuan otonomi
daerah, antara lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan
selalu memerhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat agar dapat
diwujudkan.
e) Pilkada langsung merupakan sarana penting bagi proses kaderisasi
kepemimpinan nasional. Disadari atau tidak, stock kepemimpinan nasional
amat terbatas. Dari jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta,
jumlah pemimpin nasional yang kita miliki hanya beberapa. Mereka sebagian
besar para pemimpin partai politik besar yang memenangi Pemilu 2004
sampai 2009 Karena itu, harapan akan lahirnya pemimpin nasional justru dari
pilkada langsung ini.

2. Pelaksanaan dan Penyelewengan Pilkada
Pilkada ini ditujukan untuk memilih Kepala daerah yang tersebar dalam setiap
provinsi, di kabupaten dan kota. Rakyat memilih kepala daerah masing masing secara
BUDAYA DEMOKRASI Page 12

langsung dan sesuai hati nurani masing masing. Dengan begini diharapkan kepala daerah
yang terpilih merupakan pilihan rakyat daerah tersebut. Dalam pelaksanaannya pilkada
dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah masing masing. Tugas yang
dilaksanakan KPUD ini sangat berat yaitu mengatur pelaksanaan pilkada ini agar dapat
terlaksana dengan demokratis. Mulai dari seleksi bakal calon, persiapan kertas suara, hingga
pelaksanaan pilkada ini. Dalam pelaksanaannya selalu saja ada masalah yang timbul.
Seringkali ditemukan pemakaian ijasah palsu oleh bakal calon. Hal ini sangat
memprihatinkan sekali . Seandainya calon tersebut dapat lolos bagai mana nantinya daerah
tersebut karena telah dipimpin oleh orang yang bermental korup. Karena mulai dari awal saja
sudah menggunakan cara yang tidak benar. Dan juga biaya untuk menjadi calon yang tidak
sedikit, jika tidak iklas ingin memimpin maka tidakan yang pertama adalah mencari cara
bagaimana supaya uangnya dapat segera kemali atau balik modal. Ini sangat berbahaya
sekali.

Dalam pelaksanaan pilkada di lapangan banyak sekali ditemukan penyelewengan
penyelewengan. Kecurangan ini dilakukan oleh para bakal calon seperti :

a) Money politik : Sepertinya money politik ini selalu saja menyertai dalam setiap
pelaksanaan pilkada. Dengan memanfaatkan masalah ekonomi masyarakat yang
cenderung masih rendah, maka dengan mudah mereka dapat diperalat dengan mudah.
Contoh yang nyata saja yaitu di lingkungan penulis yaitu desa Karangwetan,
Tegaltirto, Berbah, Sleman, juga terjadi hal tersebut. Yaitu salah satu dari kader bakal
calon membagi bagikan uang kapada masyarakat dengan syarat harus memilih bakal
calon tertentu. Tapi memang dengan uang dapat membeli segalanya. Dengan masih
rendahnya tingkat pendidikan seseorang maka dengan mudah orang itu dapat diperalat
dan diatur dengan mudah hanya karena uang. Jadi sangat rasional sekali jika untuk
menjadi calon kepala daerah harus mempunyai uang yang banyak. Karena untuk
biaya ini, biaya itu.
b) Intimidasi : Intimidasi ini juga sangat bahaya. Sebagai contoh juga yaitu di daerah
penulis oknum pegawai pemerintah melakukan intimidasi terhadap warga agar
mencoblos salah satu calon. Hal ini sangat menyeleweng sekali dari aturan
pelaksanaan pemilu.
c) Pendahuluan start kampanye : Tindakan ini paling sering terjadi. Padahal sudah
sangat jelas sekali aturan aturan yang berlaku dalam pemilu tersebut. Berbagai cara
BUDAYA DEMOKRASI Page 13

dilakukan seperti pemasangan baliho, spanduk, selebaran. Sering juga untuk bakal
calon yang merupakan Kepala daerah saat itu melakukan kunjungan keberbagai
daerah. Kunjungan ini intensitasnya sangat tinggi ketika mendekati pemilu. Ini sangat
berlawanan yaitu ketika sedang memimpin dulu. Selain itu media TV lokal sering
digunakan sebagi media kampanye. Bakal calon menyam paikan visi misinya dalam
acara tersbut padahal jadwal pelaksanaan kampanye belum dimulai.
d) Kampanye negatif : Kampanye negatif ini dapat timbul karena kurangnya sosialisasi
bakal calon kepada masyarakat. Hal ini disebabkan karena sebagian masyarakat masih
sangat kurang terhadap pentingnya informasi. Jadi mereka hanya manut dengan
orang yang disekitar mereka yang menjadi panutannya. Kampanye negatif ini dapat
mengarah dengan munculnya fitnah yang dapat merusak integritas daerah tersebut.























BUDAYA DEMOKRASI Page 14

BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai
upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan
oleh pemerintah negara tersebut. Menurut Internasional Commision of Jurits pada konferensi
di Bangkok yang berlangsung pada tahun 1965 membatasi sistem politik yang demokrasi
sebagai suatu bentuk pemerintahan oleh rakyar dimana kekuasaan tertinggi ditangan rakyat
dan di jalankan langsung oleh mereka atau oleh wakil-wakil yang mereka pilih dibawah
sistem pemilihan yang bebas. Jadi, yang di utamakan dalam pemerintahan demokrasi adalah
rakyat. Tegasnya bahwa Demokrasi mengandung arti adanya pemilihan yang bebas, pers
yang merdeka; kemerdekaan mengadakan perkumpulan politik, kebebasan beragama, berfikir
dan berbicara; persamaan di dalam hukum dan lain sebagainya.
Landasan-landasan demokrasi dapat dibagi menjadi 3 yaitu : Pembukaan UUD 1945,
membahas mengenai alinea pertama : Kemedekaan ialah Hak segala bangsa, alinea kedua :
Mengantarkan rakyat Indonesia kepintu gerbang kemerdekaan Indonesia yang merdeka
bersatu, berdaulat, adil dan makmur, Alinea ketiga : Atas berkat rahmat Allah Yang Maha
Kuasa dan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan dan kebangsaaan yang bebas,
Alinea keempat : Melindungi segenap bangsa. Batang Tubuh UUD 1945 membahas
mengenai Pasal 1 ayat 2 : Kedaulatan adalah ditangan rakyat, Pasal 2 : Majelis
Permusyawaratan Rakyat, Pasal 6 : Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dan lain-lain.
Sejarah dan perkembangan demokrasi juga menempati posisi vital dalam kaitannya
pembagian kekuasaan dalam suatu negara (umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias
politica) dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk
kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Prinsip semacam trias politica ini menjadi sangat
penting untuk diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah
(eksekutif) yang begitu besar ternyata tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil
dan beradab, bahkan kekuasaan absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran
terhadap hak-hak asasi manusia.
Penerapan budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari misalnya; Di Lingkungan
Keluarga : Kesediaan untuk menerima kehadiran sanak saudara, Menghargai pendapat
anggota keluarga lainya, Senantiasa musyawarah untuk pembagian kerja. Di lingkungan
Masyarakat : Bersedia mengakui kesalahan yang telah dibuatnya, Kesediaan hidup bersama
BUDAYA DEMOKRASI Page 15

dengan warga masyarakat tanpa diskriminasi, Menghormati pendapat orang lain yang
berbeda dengannya, Menyelesaikan masalah dengan mengutamakan kompromi. Di
Lingkungan Sekolah : Bersedia bergaul dengan teman sekolah tanpa membeda-bedakan,
Menerima teman-teman yang berbeda latar belakang budaya, ras dan agama, enghargai
pendapat teman meskipun pendapat itu berbeda dengan kita, Mengutamakan musyawarah,
membuat kesepakatan untuk menyelesaikan masalah. Di Lingkungan Kehidupan Bernegara :
Besedia menerima kesalahan atau kekalahan secara dewasa dan ikhlas, Kesediaan para
pemimpin untuk senantiasa mendengar dan menghargai pendapat warganya, Memiliki
kejujuran dan integritas.
Penerapan budaya demokrasi dalam pilkadasung dapat dilihat dari peran serta rakyat
Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan Umum baik yang dilaksakan oleh pemerintah pusat
dan pemerintah daerah. Ini terlihat dari jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya
yang sedikit. Pemilu tahun 2004, maka mulai bulan Juni 2005 telah diadakan Pilkada untuk
memilih para pemimpin daerahnya. Sehingga warga dapat menentukan peminpin daerahnya
menurut hati nuraninya sendiri. Tidak seperti tahun tahun yang dahulu yang menggunakan
perwakilan dari partai. Namun dalam pelaksanaan pilkada ini muncul penyimpangan
penyimpangan. Mulai dari masalah administrasi bakal calon sampai dengan yang
berhubungan dengan pemilih.
Kecurangan dalam pilkadadapat dicontohkan seperti : money politik contohnya yaitu
salah satu dari kader bakal calon membagi bagikan uang kapada masyarakat dengan syarat
harus memilih bakal calon tertentu. Tapi memang dengan uang dapat membeli segalanya.
Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan seseorang maka dengan mudah orang itu dapat
diperalat dan diatur dengan mudah hanya karena uang. Jadi sangat rasional sekali jika untuk
menjadi calon kepala daerah harus mempunyai uang yang banyak. Karena untuk biaya ini,
biaya itu. Intimidasi sebagai contoh juga yaitu di daerah penulis oknum pegawai pemerintah
melakukan intimidasi terhadap warga agar mencoblos salah satu calon. Hal ini sangat
menyeleweng sekali dari aturan pelaksanaan pemilu. Pendahuluan start kampanye, Tindakan
ini paling sering terjadi. Padahal sudah sangat jelas sekali aturan aturan yang berlaku dalam
pemilu tersebut. Berbagai cara dilakukan seperti pemasangan baliho, spanduk, selebaran.
Sering juga untuk bakal calon yang merupakan Kepala daerah saat itu melakukan kunjungan
keberbagai daerah. Kunjungan ini intensitasnya sangat tinggi ketika mendekati pemilu.
Kampanye negatif dapat timbul karena kurangnya sosialisasi bakal calon kepada masyarakat.
Hal ini disebabkan karena sebagian masyarakat masih sangat kurang terhadap pentingnya
informasi. Jadi mereka hanya manut dengan orang yang disekitar mereka yang menjadi
BUDAYA DEMOKRASI Page 16

panutannya. Kampanye negatif ini dapat mengarah dengan munculnya fitnah yang dapat
merusak integritas daerah tersebut.

3.2 Saran
Karena keterbatasan pengetahuan kami, sehingga makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan. Untuk itu bagi teman-teman yang ingin lebih memahami budaya demokrasi,
khususnya tentang masalah budaya-budaya demokrasinya, kami sarankan untuk bertanya
langsung pada guru atau mencarinya dari sumber-sumber lain seperti buku internet.

BUDAYA DEMOKRASI Page 17

DAFTAR PUSTAKA


http://soetirman.blogspot.com/2010/07/aganegaraan-makalah-pendidikan.html
http://politik.kompasiana.com/2011/06/07/landasan-dasar-demokrasi-indonesia-adalah-sila-
ke-4-pancasila-371128.html
http://brainly.co.id/tugas/30105
http://permanaz.blogspot.com/2011/11/pengertian-demokrasi-menurut-para-ahli_03.html
http://chocolatebrouwnizt1.blogspot.com/2013/06/makalah-budaya-demokrasi.html

http://erwidya16.blogspot.com/2012/12/makalah-pendidikan-kewarganegaraan.html

http://makalah4all.wap.sh/Data/Kumpulan+makalah+pertanian/__xtblog_entry/9601683-
makalah-pendidikan-pancasila-dan-kewarganegaraan-budaya-demokrasi-dalam-kehidupan-
sehari-hari?__xtblog_block_id=1

http://rudi.blog.ump.ac.id/materi-pkn/pengertian-demokrasi-menurut-para-ahli/