Anda di halaman 1dari 4

Taksonomi Ginkgophyta dan Gnetophyta

A. Divisi Ginkgophyta
Taksonomi divisi Ginkgophyta:
Divisi : Ginkgophyta
Class :Ginkgoopsida
Ordo :Ginkgoales
Family :Ginkgoaceae
Genus : Ginkgo
Spesies : Ginkgo biloba

Warga kelas ini telah tersebar luas di zaman Mesozoikum dan Tesier,
berupa pohon-pohonan yang mempunyai tunas panjang dan pendek dengan
daun-daun yang bertangkai panjang berbentuk pasak atau kipas, dengan tulang-
tulang yang bercabang-cabang menggarpu, yang meranggas dalam musim
gugur. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli dari daratan Cina. Tinggi pohon
dapat mencapai 30 meter. Berdasarkan bukti fosil ginkgo diperkirakan telah
hidup sejak jaman jura (181 juta tahun yang lalu).

Tumbuhan ini berumah dua sporofil terdapat pada tunas pendek dalam
ketiak daun peralihan atau dalam ketiak daun biasa. Strobilus jantan terpisah-
pisah dalam ketiak sisik pada tunas pendek, mikrosporofil (benang sari) tidak
banyak dan duduknya tidak teratur dengan 2-4 kantung sari. Biji mempunyai
kulit luar yang berdaging dan kulit dalam yang keras. Lembaga dengan dua
daun lembaga.

Kelas ini terdiri dari satu ordo Ginkgoales dan satu family Ginkgoaceae.
Contohnya Ginkgo biloba. Spesies ini tercatat sebagai spesies pohon tertua di
dunia. Selama 80 tahun spesies ini belum pernah berubah.

B. Divisi Gnetophyta
Tumbuhan berkayu yang batangnya bercabang-cabang atau tidak, atau
hanya terdiri atas hipokotil yang menebal. Dalam kayu sekunder terdapat vasa
(trakea). Saluran resin tidak terdapat. Daun tunggal, berhadapan. Bunga berkelamin
tunggal, majemuk, terdapat dalam ketiak daun pelindung yang besar,
mempunyaitenda bunga. Bunga betina mempunyai bakal biji yang tegak (atrop).
Pembuahan dengan perantaraan buluh serbuk dengan dua inti generative yang tidak
sama besar di dalamnya. Lembaga mempunyai dua daun lembaga.

C. Ordo: Ephedrales
Hanya terdiri atas satu suku, yaitu:
Suku: Ephedraceae
Perdu yang bercabang banyak dengan cabang-cabang yang berwarna hijau
dengan daun yang berbentuk sisik yang duduknya bersilang. Bunga dalam bulir
pada ujung sirung pendek yang keluar dari ketiak daun pelindung yang besar, yang
sehabis penyerbukan menjadi berdaging atau melebar. Bunga jantan dengan dua
daun tenda (tepala) dan 2-8 kepala sari beruang 2-3 dan melekat pada suatu tiang.
Bunga betina dengan tenda berbentuk pembuluh, didalamnya terdapat satu bakal
biji dengan integument yang amat memanjang yang berbentuk pembuluh. Tenda
bunga menjadi keras dan menyelubungi buah. Suku ini hanya terdiri atas satu
marga, yaitu: Ephedra dengan kurang lebih 35 jenis yang tersebar di daerah panas
dan daerah iklim sedang, a.l.: Ephedra altissima.
D. Ordo: Gnetales
Dengan satu suku, yaitu:
Suku: Gnetaceae, pohon-pohon yang lurus, banyak bercabang-cabang (tetapi
cabang-cabang itu sering kali tidak bersambungan dengan bagian kayu batang,
hingga mudah lepas) daun tunggal, duduknya berhadapan. Batang mempunyai
cambium, fleoterma dan buluh-buluh kayu tanpa saluran resing. Bunga majemuk,
bercabang-cabang dikasial (anak payung menggarpu), keluar dari ketiak daun.
Ujung bunga majemuk, berbentuk bulir dengan bunga yang berkarang dalam ketiak
dua daun pelindung yang berlekatan. Bunga jantan dengan tenda bunga berbentuk
pembuluh dan pada perpanjangan sumbu bunga yang berbentuk benang terdapat 1-2
kantong sari. Bunga betina dengan tenda bunga berbentuk pembuluh dengan satu
bakal biji didalamnya ynag mempunyai dua integumen. Biji diselubungi suatu
mantel yang terdiri atas integument luar yang menjadi keras dan tenda bunga yang
berdaging akhirnya berwarna merah jika buah telah masak. Suku ini hanya terdiri
atas satu marga Gnetum, dengan kurang lebih 30 jenis yang semua hidup di daerah
tropika. Yang paling penting ialah:

Gnetum gnemon (belinjo), yang banyak ditanam di pekarangan-pekarangan.
Daun muda untuk sayur, demikian pula buahnya. Bijinya untuk pembuatan emping.
Serabut kulitnya dipakai untuk pembuatan jala yang kuat dan tahan di air laut.

E. Ordo : Welwitschiales
Yang hanya terdiri dari satu suku, yaitu:
Suku: Welwitschiaceae.
Tumbuhan dengan batang hipokotil yang menebal seperti umbi dan akar
tunggang yang menembus tanah sampai di bagian yang basah. Batang epikotil dan
daun-daun tidak terdapat, kecuali dua daun yang berhadapan, berbentuk pita,
kurang lebih 2 m panjang, yang pada ujungnya mulai mati, tetapi pada pangkal terus
tumbuh selama tumbuhan masih hidup. Bunga majemuk terdapat pada tepi badan
hipokotil, bercabang seperti anak paying menggarpu, dengan bunga-bunga yang
tersusun dalam bulir yang keluar dari ketiak daun pelindung yang besar dan
tersusun berhadapan. Bunga berkelamin jantan dengan 4 tepala yang tersusun dalam
2 lingkaran dan 6 benang sari yang pangkalnya berlekatan dengan kepala sari yang
masing-masing terdiri atas 3 kantong sari. Ditengah terdapat bakal biji yang
rudimentar. Bunga berkelamin betina dengan tenda bunga yang berlekatan, kanan
kiri melebar seperti sayap. Bakal biji dengan satu integument berbentuk pembuluh
yang memanjang. Suku ini hanya terdiri atas marga Welwitshia, yang mencakup W.
mirabilis, hidup endemic di daerah gurun dekat pantai Afrika barat daya dan angola.