Anda di halaman 1dari 47

1

2
GAMBARAN KONFLIK
Konflik terjadi di mana saja, di masyarakat
konflik dapat terjadi secara tersembunyi,
terselubung atau terbuka.

Dalam hubungan pribadi, konflik dapat
terjadi pada saudara kandung, suami/istri,
orang tua dan anak-anak, teman-teman dan
tetangga, teman kerja, teman usaha, dan
lainnya.
6
Konflik Di Sektor Umum
Di sektor umum perselisihan dapat terjadi
antar industri, antar kelompok kepentingan
umum, lembaga pemerintah dan perselisihan
antar negara.

Banyak perselisihan tersebut yang merusak
kesehatan mental, kehilangan sumber energi,
membuang waktu dan uang, serta kerugian
fisik.
7
Definisi Konflik
Konflik adalah hubungan antara dua pihak atau le-bih
(individu atau kelompok) yang memiliki, atau yang
merasa memiliki, sasaran-sasaran yang tidak
sejalan.

Konflik adalah situasi (keadaan) di mana dua atau
lebih pihak-pihak memperjuangkan tujuan mere-ka
masing-masing yang tidak dapat dipersatu-kan dan
di mana tiap-tiap pihak mencoba meya-kinkan
pihak lain mengenai kebenaran tujuan-nya masing-
masing (Ronny Hanityo,1984:22)

8
Definisi
Konflik adalah suatu kondisi di mana pihak yang satu
menghendaki agar pihak yang lain berbuat sesuai
dengan yang lain berbuat atau tidak berbuat sesuai
dengan yang diinginkan, tetapi pihak lain menolak
keinginan itu (Husni, 2004:2)

Konflik adalah adanya pertentangan atau ketidak-
sesuaian antara para pihak yang akan dan se-dang
mengadakan hubungan atau kerja sama (Emirzon,
2001:21)
9
Unsur-Unsur Konflik
1. Adanya pihak-pihak (dua orang atau lebih).

2. Tujuan yang berbeda, yakni pihak yang satu
menghendaki agar pihak yang lain
berbuat/bersikap sesuai dengan yang di
kehendaki.

3. Pihak yang lain menolak keinginan tersebut
atau keinginan itu tidak dapat dipersatukan.
10
Circle of conflict
1. Relationship Conflict (Konflik Hubungan)
a) Strong emotions (Emosi tinggi)
b) Misperseptions or stereotypes (Mis persepsi
atau memberi bentuk tetap)
c) Poor or mis communications (Miskin komunikasi
atau mis komunikasi )
d) Negative, repetitive behavior (Perilaku negatif
yang diulang-ulang)
11
Lanjutan
2. Data Conflict ( Konflik Data)

a) Lack of information (kekurangan informasi)
b) Misinformations (Mis informasi)
c) Different views on what is relevant (Perbedaan
pandangan terhadap apa yang relevan)
d) Different interpretation of data (Perbedaan
penafsiran tentang data)
e) Different assessment procedures (Perbedaan
penilaian prosedur)
12
3. Interest Conflict (Konflik
Kepentingan)
a) Substantive (substansi)
b) Procedural (prosedur)
c) Psychological (psikologi)
Lanjutan
14
4. Structural Conflict (Konflik Struktural)

a) How a situation is set up (Bagaimana mempola /
menset situasi)
b) Role definition (Pengertian peranan)
c) Geographic / phisical relationships (Hubungan
wilayah / pisik)
d) Unequal power / authority ( kekuasaan/kekuatan
yang tidak sama)
e) Unequal control of resource (Pengawasan sumber
daya yang tak sama)
Lanjutan
15
5. Value Conflict (Konflik Nilai)

a) Day to day value (Nilai tiap hari)
b) Terminal value (Nilai Penghabisan)
c) Self definition values(Nilai definisi diri)
Lanjutan
16
Fungsi Konflik
Konflik tidak selamanya membawa dampak ne-gatif,
tetapi konflik juga mempunyai fungsi positif, yaitu :
1. Dapat mempromosikan identitas
2. Dapat membentuk, menegaskan dan
menyesuaikan dengan beberapa nilai yang
telah ada.
3. Sering dapat membantu perkembangan
atas kesadaran akan kesamaan.
4. Sering untuk menyatukan persamaan
pikiran.


17
Disfungsi Dari Konflik
Disfungsi dari konflik, yaitu :

1. Sering mengancam keinginan / kepentingan
pribadi, perusahaan ataupun golongan.
2. Mengancam sistem sosial yang dibutuhkan untuk
menjamin keseimbangan dalam upaya
penyelesaian.
3. Sering menjadi penghambat perubahan
4. Dapat menyebabkan hilangnya dukungan
5. Memicu aksi/reaksi ketimbang tanggapan yang
dipikirkan secara hati-hati

18
Penyelesaian Sengketa Yang Dituntut Dunia
Bisnis
Hanya kedamaian, ringannya pajak, dan pelak-
sanaan peradilan yang dapat diterima yang di-
perlukan untuk mengangkat negara paling melarat
menjadi negara paling sejahtera, selebihnya
bergantung pada faktor-faktor alam
( Helen Hughes, 1992:1)

Menurut Adam Smith, tercapainya kemajuan
ekonomi dan kesejahteraan negara, karena :
1. Kedamaian
2. Pajak yang ringan
3. Peradilan yang dapat diterima

19
Lanjutan
Cara penyelesaian sengketa yang diinginkan
dan dituntut Dunia Bisnis adalah sistem
penyelesaian sederhana, cepat, dan biaya
ringan atau Informal Procedure and Can Be
Put In Motion Quickly, dalam arti
penyelesaian sengketa tetap berada da-lam
jalur sistem yang formal dan resmi di-
benarkan hukum, yang lazim disebut Formal
and Official Law Enforcement.
20
Lanjutan
Penyelesaian sengketa dapat dilakukan dengan
melalui Litigasi dan Non Litigasi. Penyelesaian
melalui Litigasi diatur dalam Undang-Undang
Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Keha-
kiman, mengatur penyelasaian melalui peradilan
umum, peradilan militer, peradilan agama,
peradilan tata usaha negara, dan peradilan
khusus seperti peradilan anak, peradilan niaga,
pera-dilan pajak, peradilan penyelesaian
hubungan industrialdan lainnya.
21
Lanjutan
Penyelesaian melalui Non Litigasi diatur dalam
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang
Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa,
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang
Perlindungan Konsumen, dan Undang-Undang
Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Per-
selisihan Hubungan Industrial, yang dilakukan
dengan pihak perantara dengan cara musyawa-rah
mufakat, melalui Negosiasi, Konsiliasi, dan Mediasi
untuk win-win solution, dan melalui Arbitrase yang
menentukan kalah dan menang.
Apa yang dimaksud??
MANAJEMEN KONFLIK ?
VS
Analisa SWOT pada PT. XL Axiata Tbk.
1. Strength (Kekuatan) Kekuatan XL
XL secara terus menerus mencari tempat dimana
dapat melakukan praktek yang terbaik dalam
menjalankan bisnis.
2. Weakness (Kelemahan) Kelemahan XL
Berlakunya syarat-syarat tertentu dalam promosi
produknya.

Analisa SWOT pada PT. XL Axiata Tbk.
3. Oppurtunities (Kesempatan) Peluang bagi XL
besarnya pasar domestik yang belum tergarap,
terutama di daerah daerah
4. Threat (Ancaman) Ancaman bagi XL
Banyak masuknya pendatang baru dalam
dunia operator selular di Indonesia.
Analisa SWOT pada PT. Telkomsel
1. Strenght (kekuatan) :
Market Share Produk Telkomsel merupakan
operator telekomunikasi selular dengan market
share terbesar di Indonesia.
2. Weekness(kekurangan):
Kekurangan utama Telkomsel terletak pada
mahalnya tarif.

Analisa SWOT pada PT. Telkomsel
3. Opportunies(peluang) :
Dapat dengan mudah menarik pelanggan
karena merupakan operator seluler
pertama di Indonesia.
4. Threat (Ancaman) :
Seiring dengan perkembangan teknologi
maka semakin banyak operator seluler
yang meluncurkan produk barunya.
Perseteruan 2 Provider telekomunikasi
ini semakin meruncing dan langsung
melalui sindiran iklan secara vulgar.
Case: Bintang iklan yang jadi kontroversi itu
adalah SULE. Awalnya Sule adalah bintang
iklan XL bermain satu frame dengan
bintang cilik Baim dan Putri Titian.

Iklan tersebut dibalas oleh TELKOMSEL
dengan meluncurkan iklan kartu AS. Awalnya,
bintang iklannya bukan sule, tapi di iklan
tersebut membalas iklan XL dengan kata-
katanya yang kurang lebih berbunyi seperti ini,
makanya, jangan mau diboongin anak
kecil..!!!
Di iklan tersebut, Sule menyatakan kepada
pers bahwa dia sudah tobat. Sule sekarang
memakai kartu AS yang katanya murahnya dari
awal, jujur. Sule juga berkata bahwa dia kapok
diboongin anak kecil sambil tertawa dengan
nada mengejek.
Konflik yang terjadi pada cuplikan iklan
antara perusahaan PT.XL Axiata Tbk dengan PT.
Telkomsel termasuk didalam konflik antar
organisasi/perusahaan dan persaingan produk
dimana didalamnya terjadi persaingan dalam
penetapan harga dan feature yang ditawarkan
oleh kedua belah pihak.



Perang iklan antar operator sebenarnya
sudah lama terjadi. Namun pada perang iklan
yang satu ini, tergolong parah. Biasanya, tidak
ada bintang iklan yang pindah ke produk
kompetitor selama jangka waktu kurang dari 6
bulan. Namun pada kasus ini, saat penayangan
iklan XL masih diputar di Televisi, sudah ada iklan
lain yang menjatuhkan iklan lain dengan
menggunakan bintang iklan yang sama.

Analisa Konflik
Konflik antara XL dan Telkomsel termasuk
ke dalam persaingan merk, dimana
didalamnya terjadi persaingan dalam
penetapan harga, feature yang ditawarkan
dan yang paling kentara adalah pada
persaingan iklan. Berkali-kali dapat dilihat
pada iklan-iklan kartu XL dan kartu as/simpati
(Telkomsel) saling menjatuhkan dengan cara
saling memurahkan tarif sendiri.
Alternatif Solusi
Dalam kasus yang terjadi antara PT. XL Axiata
dan PT. Telkomsel ini alternative solusinya yaitu
dengan cara kompromi dan akomodasi. Karena
kedua pihak sama-sama kuat. Selain itu provider
XL dan AS sama-sama banyak peminat dengan
masing-masing kategori umur, profesi yang
berbeda-beda. Kedua pihak sama-sama saling
ingin menjatuhkan satu sama lain melalui iklan
yang mereka tayangkan di televisi maupun sosial
media lainnya.
Lima Kekuatan yang Menentukan Daya Tarik
Struktural Segmen
Pendatang baru
potensial
Pesaing
Industri
Pemasok Pembeli
Subtitusi
Menganalisis Pesaing
Enam Posisi Bersaing dalam Pasar Sasaran
1. Dominant : Mengontrol perilaku pesaing lain dan
mempunyai pilihan yang luas dan strategis
2. Strong : Dapat mengambil keputusan independen tanpa
membahayakan posisi jangka panjang perusahaan
3. Favorable : Mempunyai peluang diatas rata-rata untuk
mempertahankan posisinya
4. Tenable : Memiliki peluang dibawah rata-rata untuk
memperbaiki posisinya
5. Weak : Memiliki kinerja yang tidak memuaskan, ada
peluang untuk memperbaiki
6. Nonviable : Tidak memiliki kinerja yang memuaskan,
tidak ada peluang untuk diperbaiki
Tiga variabel saat menganalisis pesaing
Pangsa Ingatan
Pangsa Pasar
Pangsa Hati
Empat langkah utama merancang sistem
intelijen persaingan
1. Pembentukan sistem
2. Pengumpulan data
3. Evaluasi dan Analisis
Data
4. Penyebarluasan
informasi dan
pemberian tanggapan


Analisis nilai pelanggan
1. Mengidentifikasi atribut utama yang dihargai
pelanggan
2. Menilai tingkat kepentingan kuantitatif atribut-
atribut yang berbeda
3. Menilai kinerja perusahaan dan pesaing mengenai
perbedaan nilai pelanggan yang dibandingkan
berdasarkan tingkat kepentingan yang ditetapkan
4. Mengkaji bagaimana pelanggan dalam segmen
tertentu membuat peringkat mengenai kinerja
perusahaan dibandingkan pesaing utama tertentu
dengan berdasarkan atribut-atribut
5. Memantau nilai pelanggan dari waktu ke waktu
Struktur Pasar
Pemimpin pasar


Penantang pasar


Pengikut pasar
Pelubuk pasar

40%


30%


20%


10%
Strategi Pemimpin Pasar

1. Memperluas pasar keseluruhan
Pemakai Baru
Penggunaan Baru
Penggunaan lebih
Sering
2. Mempertahankan pangsa pasar
Pertahanan Posisi
Pertahanan Mendahului
Pertahanan Rusuk
Pertahanan Serangan
Balik
Pertahanan Bergerak
Pertahanan Mundur
Studi Kasus P&G
1. Pandangan jangka panjang
2. Inovasi produk
3. Strategi mutu
4. Strategi perluasan lini produk
5. Strategi perluasan merek
6. Strategi multi merek
7. Iklan gencar dan pelopor media
8. Wiraniaga yang agresif
9. Promosi penjualan yang efektif
10. Ketangguhan bersaing
11. Efisiensi manufaktur dan pemotongan biaya
12. Sistem manajemen merek


Strategi Penantang Pasar
Serangan Menghindar
Serangan Gerilya
Serangan Rusuk
Serangan Mengepung
Serangan Frontal
Strategi Penyerangan Khusus

Strategi diskon harga
Strategi barang lebih murah
Strategi barang yang bergengsi
Strategi penganekaragaman produk
Strategi inovasi produk
Strategi peningkatan pelayanan
Strategi inovasi distribusi
Strategi periklanan intensif
Strategi pengurangan biaya manufaktur

Strategi Pengikut Pasar
Pemalsu
Pengklon
Peniru
Pengadaptasi