Anda di halaman 1dari 32

1

PELAKSANAAN
MANDAT
GENERAL
ASSEMBLY
MEETING
INFID 2008
LAPORAN
DEWAN PENGURUS PERIODE
2009 - 2014
INTERNATIONAL
NGO FORUM ON
INDONESIAN
DEVELOPMENT
INFID
PROFI L E
2014
2
Phone: (62-21) 7819734, 7819735
Fax: (62-21) 78844703
Website: www.INFID.org
Twitter: @_INFID_
CONTACT US
Jl. Jatipadang Raya Kav.3 No.105
Pasar Minggu - Jakarta Selatan, 12540
Indonesia
1
INTERNATIONAL
NGO FORUM
ON INDONESIAN
DEVELOPMENT
INFID
PROFI L E
2014
2
MENGENAI INFID
3
INFID (International NGO Forum on
Indonesian Development) didirikan sejak
tahun 1985. Tokoh-tokoh masyarakat
sipil seperti Gus Dur, Asmara Nababan,
Gaffar Rahman, Adnan Buyung Nasution,
Dawam Rahardjo, Fauzi Abdullah,
Wukirsari, Kartjono, Zoemrotin KS,
dan masih banyak lainnya, telah ikut
membidani dan menghela INFID.
INFID kini memiliki status sebagai
lembaga yang diakui dan diakreditasi
oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
dengan UN Special Consultation Status
with the Economic and Social Council
sejak 2004.
INFID juga merupakan anggota IFP
(International Forum for national NGO
Platform) berbasis di Paris, Prancis .
IFP adalah jaringan NGO global yang
mewadahi forum-forum NGO nasional
di seluruh dunia (http://www.ong-
ngo.org/en) sejak 2009. INFID juga
merupakan bagian dari Beyond 2015
(www.beyond2015.org). Beyond2015
merupakan jaringan CSO global yang
melakukan kampanye untuk agenda
pembangunan Paska 2015.
INFID (International NGO Forum on
Indonesian Development) was founded
in 1985. Prominent civil society
gures, such as Gus Dur, Asmara
Nababan, Gaffar Rahman, Adnan
Buyung Nasution, Dawam Rahardjo,
Fauzi Abdullah, Wukirsari, Kartjono,
Zoemrotin KS and many others were
involved the founding and during the
early years of INFID.
INFID is an institution ofcially
recognized and accredited by the
United Nations (UN) by awarding it the
UN Special Consultation Status with
the Economic and Social Council since
2004.
INFID is a member of IFP (International
Forum for National NGO Platform)
based in Paris, France. IFP is an
international NGO that brings together
national NGO forums from across
the globe (http://www.ong-ngo.org/
en) since 2009. INFID is also part of
Beyond 2015 (www.beyond2015.org).
Beyond 2015 is a multinational CSO
network campaigning for the post-
2015 development agenda.
WHO WE ARE
4
APA SAJAKAH
KEGIATAN
INFID
Jejak Langkah INFID sejak 1985 hingga 2011:
INFID telah berperan penting dalam mewujudkan
proses demokratisasi di Indonesia (human rights
and development) (1985-2000) ketika Indonesia
tunduk pada sistim Otoriter di bawah Soeharto.
Melalui berbagai upaya dan usulan regulasi
antara lain dalam tema-tema hak asasi manusia,
kebebasan pers, rule of law, hak-hak buruh,
partisipasi warga, dan keadilan gender.
Pada periode 2000 hingga 2007, Ind telah
bekerja untuk mengangkat beban utang luar
negeri (nance and development) menjadi
agenda utama pemerintah dan lembaga-lembaga
donor. Pemerintah Indonesia kini mematok beban
utang tidak lebih dari 2% dari Produk Domestik
Bruto (PDB). Negara-negara pemberi pinjaman
kemudian memberikan keringanan utang (debt
swaps) : Jerman, AS, Italia, dll.
5
INFID telah berhasil memulai dan
mendorong pelaksanaan akuntabilitas dan
keterbukaan pendanaan pembangunan
(nance and development) Indonesia.
Konferensi-konferensi tematik dua tahunan
INFID (1998-2004), antara lain data
kebocoran 30% dalam dana utang LN dari
pinjaman Bank Dunia untuk berbagai proyek
di Indonesia, telah mengubah kebijakan
dan praktik lembaga donor dan lembaga
keuangan internasional (Bank Dunia).
INFID telah tercatat sebagai aktor utama
dalam memperbaiki relasi yang lebih setara
(governance and development) antara donor
dan penerima (2000-2007). Pembubaran
forum donor untuk Indonesia (CGI) tahun
2007 merupakan perubahan besar bagi
Indonesia dan lembaga donor. Lembaga
donor juga mengakui bahwa mereka selalu
dipantau dan diawasi oleh INFID untuk
membuat mereka lebih terbuka, transparan
dan jujur dengan peranan mereka.
INFID telah berhasil mendorong
akuntabilitas pemerintah Indonesia (2007-
2011) (governance and development)
berkaitan dengan target pencapaian MDGs
2015. Laporan-laporan resmi Pemerintah
Indonesia mengakui bahwa ada beberapa
target yang memang tidak berhasil dicapai
dalam tahun 2015.
Sejak 2013 ada tiga program utama yang
dijalankan oleh sekretariat INFID, yakni:
1. Ketimpangan
2. Post 2015 Development Agenda
3. Demokratisasi dan HAM
6
Milestones and Journey from 1985 to 2011:
INFID has played a pivotal role in shaping
Indonesias democratization process (human
rights and development) (1985-2000) at the
time when the country was under the iron grip
of Soehartos authoritarian rule through a wide
range of efforts and proposed regulations,
among others on themes related to human
rights, freedom of the press, rule of law, labor
rights, citizens participation, and gender
equality.
From 2000 to 2007, INFID has made all efforts
to raise the critical issue on external debt
(nance and development) as the main agenda
of the government and donor agencies. The
Government of Indonesia has imposed a limit
to its debt burden of no more than 2% from
its Gross Domestic Product (GDP). Creditor
countries, such as Germany, United States and
Italy, have consequentially offered various debt
swap schemes.
WHAT WE DO
6
7
INFID has managed to spearhead and
promote the implementation of accountability
and openness in development nancing
(nance and development) in Indonesia.
INFIDs biennial thematic conferences
(1998-2004) among others highlighted on
available data disclosing a 30% leakage in
external debt derived from the World Bank for
various projects in Indonesia which inevitably
spurred changes to the policies and practices
of donor agencies and international nance
institutions (World Bank).
Milestones and Journey from 1985 to 2011:
INFID is recognized as the key actor in
improving relations of more equal standing
(governance and development) between
donor and recipient (2000-2007). The
dissolution of the donor forum for Indonesia
(CGI) in 2007 was a major transformation
for Indonesia and donor institutions. Donors
have also admitted that INFIDs constant
monitoring and oversight have made them
become more open, transparent and truthful
in assuming their role and function.
INFID has succeeded in pushing for the
accountability of the Government of
Indonesia (2007-2011) (governance and
development) pertaining to the achievement
of MDG targets by 2015. Ofcial reports from
the Government of Indonesia have declared
that several targets will remain elusive by
2015.
INFID has been focusing on three main
programs since 2013, namely:
1. Inequality
2. Post 2015 Development Agenda
3. Democratization and Human Rights
7
8
http://www.npr.org/blogs/
money/2012/05/30/153950742/the-worlds-richest-
countries-and-biggest-economies-in-2-graphics
WORLDS BIGGEST
ECONOMY IN
SIMPLE GRAPHIC
9
KETIMPANGAN
SELURUH DUNIA
Sebuah laporan dari Oxfam pada
Januari 2014 mengklaim bahwa jumlah
kekayaan 85 orang terkaya di dunia bila
digabungkan setara dengan jumlah
kekayaan 50% kelompok bawah populasi
dunia atau sekitar 3,5 milyar orang.
(http://www.oxfam.org/en/pressroom/
pressrelease/2014-01-20/rigged-rules-
mean-economic-growth-increasingly-
winner-takes-all-for-rich-elites)
INDONESIA
Pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif
stabil dalam sepuluh tahun terakhir, tapi
di sisi yang lain Gini Ratio-nya meningkat.
Artinya pertumbuhan ekonomi tidak
dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.
Salah satu indikator standar ketimpangan
ekonomi adalah koesien Gini. Nilainya
antara 0 dan 1, semakin mendekati 1
berarti semakin timpang dan sebaliknya.
WORLD WIDE
A January 2014 report by Oxfam claims that
the 85 wealthiest individuals in the world
have a combined wealth equal to that of the
bottom 50% of the worlds population, or
about 3.5 billion people.
(http://www.oxfam.org/en/pressroom/
pressrelease/2014-01-20/rigged-rules-
mean-economic-growth-increasingly-
winner-takes-all-for-rich-elites)
INDONESIA
Indonesias economic growth is relatively
stable in the last ten years, but it was not
accompanied by a decrease in the Gini ratio
resulting in a multi-dimensional inequality
between income and opportunity.
INEQUALITY
There is a widely used summary method
of calculating inequality that is known as
the Gini coefcient. A Gini coefcient of 0
corresponds to precise equality while a Gini
coefcient of 1 corresponds to a state of total
inequality.
10
KETIMPANGAN
MENGAPA
INI PENTING
SEHINGGA INFID
MENGADVOKASINYA?
Ketimpangan pendapatan berakibat
buruk bagi pertumbuhan ekonomi secara
keseluruhan. Pendapatan yang ajeg
bagi 95 persen bagian bawah kaum
pekerja membuat mereka tak mungkin
mengkonsumsi barang dan jasa seperti
tahun-tahun sebelumnya.
Ketimpangan di Indonesia semakin
meningkat dari tahun ke tahun, terutama
setelah tahun 1999.
Share pendapatan 40% warga termiskin
di Indonesia menurun drastis, sementara
pendapatan 10% warga terkaya meningkat.
WHY IS THIS
IMPORTANT SO
THAT INFID IS
ADVOCATING IT?
Income inequality is bad for economic
growth as a whole. Stagnant income for
the bottom 95 percent of wage earners
makes it impossible for them to consume
as they did in the years before.
Inequality in Indonesia has increased
from year to year, especially after 1999.
Share of income of the poorest 40%
of citizens in Indonesia decreased
dramatically, while it increased 10%
among the richest citizens.
11
INEQUALITY
KETIMPANGAN DI INDONESIA
BERDASARKAN PENDAPATAN
MINTA DATA ASLINYA
1981
10
15
20
25
30
35
40
DALAM %
1987 1993 1999 2005 2010
12
Ada tiga dimensi ketimpangan yaitu
ketimpangan antar wilayah, antar sektor
dan antar kelompok pendapatan.
Yang biasa dipakai INFID ada 2:
Ketimpatangan income dan opportunity.
Dampak ketimpangan banyak sekali,
bukan hanya kelompok bawah merasa
iri dan frustasi, tetapi kelompok atas juga
akan merasa pertumbuhan ekonomi yang
terjadi tidak menguntungkan sama sekali.
There are three dimensions of inequality,
which are inequality between regions,
between sectors and between income
groups.
There are many impacts of inequality,
not only the bottom group felt jealous
and frustrated, but the top group will
also feel the economic growth was not
profitable at all.
http://www.merdeka.com/uang/5-fakta-jurang-si-kaya-dan-miskin-makin-lebar-di-era-sby.html)
13
Nani, seorang perawat hidup dengan gaji 3 juta perbulan, sedikit di atas UMR DKI Jakarta.
Sementara Dahlan, seorang direktur BUMN mendapat gaji 300 juta perbulan.
Penghasilan Dahlan 100x lipat Nani.
DIREKTUR
PERUSAHAAN
PERAWAT
GAJI 3 JUTA
PERBULAN
GAJI 300 JUTA
PERBULAN
GAJI PERAWAT VS DIREKTUR PERUSAHAAN
100X
14
Ketimpangan pendapatan buruk bagi
pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Pendapatan yang ajeg bagi 95 persen
bagian bawah kaum pekerja membuat
mereka tak mungkin mengkonsumsi barang
dan jasa seperti tahun-tahun sebelumnya.
Menurut BPS koesien Gini Indonesia tahun
2012 sebesar 0.42, naik dari tahun 2011
sebesar 0,41.
Sejak reformasi 1998 baru pertama kalinya
koesien Gini kita menembus angka 0,4.
Indeks Gini Indonesia dilaporkan semakin
meningkat tajam. Indeks Gini di perkotaan
lebih besar daripada di pedesaan.
Income inequality is bad for economic
growth as a whole. Stagnant income
for the bottom 95 percent of wage
earners makes it impossible for them
to consume as they did in the years
before.
According to BPS, Indonesias Gini
coefcient in 2012 was 0.42, increased
from 0.41 in 2011.
For the rst time after the reform era
in 1998 Indonesias Gini coefcient
exceeded 0.4. Indonesias Gini index
has increased sharply. Urban Gini index
is greater than it is in the countryside.
KETIMPANGAN
PENGHASILAN
DI INDONESIA
INCOME
INEQUALITY IN
INDONESIAI
15
CHANGE IN GINI
ACROSS PROVINCES
IN INDONESIA
16
INDIKATOR 2010 2011 2012 2013
Angka partisipasi sekolah (APS) 7-12 tahun
Number of school enrollment 7-12 years old
97.97 97.49 97.88 98.29
Angka partisipasi sekolah (APS) 13-15 tahun
Number of school enrollment 13-15 years old
86.11 87.58 89.52 90.48
Angka partisipasi sekolah (APS) 16-18 tahun
Number of school enrollment 16-18 years old
55.83 57.57 60.87 63.27
Angka partisipasi sekolah (APS) 19-24 tahun
Number of school enrollment 19-24 years old
13.67 13.91 15.73 19.88
KETIMPANGAN DI INDONESIA
INEQUALITY IN INDONESIA
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2014
Source: Central Bureau of Statistics 2014
TABEL ANGKA PARTISIPASI SEKOLAH
SCHOOL ENROLLMENT RATE TABLE
Untuk sector agrarian, kondisi tersebut
diatas juga tidak jauh berbeda. Hasil
Sensus pertanian 2013 yang dirilis oleh
Badan Pusat Statistik menyebutkan, tahun
2013 terdapat 26,126 juta rumah tangga
pertanian, menurun dari tahun 2003
sebanyak 31,170 juta. Dari jumlah tersebut,
sekitar 6,1 juta rumah tangga petani di
pulau Jawa tidak memiliki lahan sama
sekali, sementara di luar Jawa terdapat 5
juta rumah tangga petani tidak memiliki
lahan.
For the agrarian sector, the above
condition is also not much different.
The results of the agricultural census in
2013 released by the Central Bureau of
Statistics said, in 2013 there were 26,126
million farm households, decreasing
from as many as 31,170 million in
2013. Approximately 6.1 million farmer
households out of that number in Java
has no land at all, while outside Java,
there are 5 million farmer households do
not have land.
17
18
KETIMPANGAN
GENDER DI INDONESIA
GENDER INEQUALITY
IN INDONESIA
Selain terjadi percepatan ketimpangan
pendapatan, relasi perempuan dan laki-laki
baik di dalam ekonomi, sosial dan politik juga
kian timpang. Berikut fakta-fakta mengenai
ketimpangan gender:
Kekerasan terhadap perempuan semakin
meningkat. Komnas Perempuan mencatat,
11.719 pengaduan akibat KDRT di tahun 2013
meningkat dari 8.315 kasus di tahun 2012.
Sebagian besar KRDT menimpa perempuan.
Tingginya angka kematian ibu melahirkan.
Dari 228 kematian ibu melahirkan per 100.000
kelahiran hidup pda tahun 2007, menjadi 359
kematian ibu di tahun 2012 (INFID, 2012). Ini
menunjukkan negara abai terhadap kesehatan
perempuan.
Menurunnya perempuan di legislatif. Dari 103
perempuan dari 560 anggota DPR RI periode
2009-2014 (18%) menurun menjadi 97
perempuan dari 560 anggota DPR RI periode
2014-2019 (17%).Keterwakilan perempuan
sangat timpang dibanding laki-laki.
Kekerasan terhadap buruh migran. Sepanjang
2013, Migrant Care mencatat setidaknya ada
398.270 kasus yang menimpa buruh migran
di berbagai negara tujuan. Para korban
mayoritas perempuan yang bekerja di sektor
rumah tangga, khususnya yang bekerja di
Malaysia dan Arab Saudi (Migrant Care, 2013).
In addition to accelerating income inequality,
the relation of women and men both in
the economic, social and political are also
increasingly inequal. Here are the facts about
gender inequality:
Violence against women is increasing. National
Commissionon Women notes, 11 719 cases
of domestic violence in 2013, increasing from
8,315 cases in 2012. Women were victims in
most of domestic violence case.
The high maternal mortality rate. There were
228 maternal deaths per 100,000 live births
in 2007 and 359 maternal deaths in 2012
(INFID, 2012). It shows that the state is ignoring
womens health issues.
The declining number of women in the
legislature. Of the 103 women of the 560
members of the House of Representatives
2009-2014 (18%) declined to 97 women of the
560 members of the House of Representatives
from 2014 to 2019 period (17%). It shows
the highly skewed representation of women
compared to men.
Abuse of migrant workers. Throughout 2013,
the Migrant Care recorded at least 398,270
abusive cases of migrant workers in destination
countries. The majority of victims in those cases
were female who worked in the household
sector (Migrant Care, 2013)
19
KETIMPANGAN
Pada bulan Maret 2014, INFID
mengeluarkan pernyataan pers yang
meminta agar persoalan ketimpangan
(inequality), menjadi agenda utama
Calon Presiden (Capres) Indonesia.
Pada Pemilu 2004 dan 2009,
ketimpangan belum pernah
dibahas dan diperdebatkan oleh
para caleg dan capres. Padahal,
implikasi masalahnya nyata, konkret
dan dialami oleh banyak warga
negara. Jika ketimpangan dibahas
dan diperdebatkan pada pemilu
mendatang, diharapkan ketimpangan
akanmenjadi agenda utama dalam
Rencana Pembangunan Nasional
Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
2015-2019.
INEQUALITY
Pada bulan Maret 2014, INFID
mengeluarkan pernyataan pers yang
meminta agar persoalan ketimpangan
(inequality), menjadi agenda utama
Calon Presiden (Capres) Indonesia.
Pada Pemilu 2004 dan 2009,
ketimpangan belum pernah
dibahas dan diperdebatkan oleh
para caleg dan capres. Padahal,
implikasi masalahnya nyata, konkret
dan dialami oleh banyak warga
negara. Jika ketimpangan dibahas
dan diperdebatkan pada pemilu
mendatang, diharapkan ketimpangan
akanmenjadi agenda utama dalam
Rencana Pembangunan Nasional
Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
2015-2019.
Foto kegiatan advokasi INFID terkait soal ketimpangan (foto
yang ini hanya ilustrasi. Perlu diganti foto lain yang lebih
bertutur)
20
MENGAPA ADA AGENDA
PEMBANGUNAN PASCA 2015?
Memasuki tahun 2015, ternyata belum
semua komitmen MDGs bisa diraih. Banyak
negara yang masih bergulat dengan
masalah kemiskinan, pendidikan, kesehatan,
pemberdayaan perempuan, lingkungan
hidup dan sanitasi. Di sisi lain kemitraan
global yang sedianya diprakarsai oleh
negara-negara maju tidak berjalan maksimal.
Kemiskinan dan ketimpangan masih menjadi
masalah bersama.
BAGAIMANA PENCAPAIAN
MDGS DI INDONESIA?
Di Indonesia tingkat kematian ibu
melahirkan belum sanggup diturunkan
secara signikan. Selain itu air bersih, santasi,
masih jadi masalah. Jumlah orang miskin
tidak menurun secara signikan.
Situasi yang sama juga terjadi di level global,
meskipun kemiskinan ekstrem berkurang
namun pencapaiannya tidak merata.
BELAJAR DARI MDGS
Mengapa Millenium Development Goals
gagal? Karena target-targetnya ditetapkan
secara sepihak oleh PBB. Belajar dari
kegagalan mencapai MDGs ini maka
disusunlah Agenda Pembangunan Pasca
2015 dengan cara yang lebih partisipatif.
AGENDA
PEMBANGUNAN
PASCA 2015
WHY THERE IS A POST 2015
DEVELOPMENT AGENDA?
By 2015, it turns out not all the commitments
of the MDGs can be achieved. Many
countries are still grappling with the
problems of poverty, education, health,
empowerment of women, sanitation and
the environment, and global cooperation.
Poverty and inequality is still a common
problem.
HOW ABOUT MDGS
ACHIEVEMENT IN INDONESIA?
Sadly, maternal mortality rate in Indonesia
has not been handled and lowered
signicantly. Apart from that the rate of
deforestation has not been managed
properly.
The similar situation occurs on the global
level. Despite the fact that extreme poverty
was reduced, but its achievement is uneven.
LEARNING FROM THE MDGS
Why did the Millennium Development Goals
fail? Because the targets were set unilaterally
by the United Nations. Learning from failure
to achieve the MDGs, then the Post 2015
Development Agenda was drafted in a more
participatory manner.
Looking at the problems in achieving the
21
Beberapa kesepakatan dalam pelaksanaan
MDGs juga tidak berhasil dipenuhi.
Salah satu upayanya PBB kembali
memprakarsai Tujuan Pembangunan Setelah
2015 (Post 2015 Development Agenda).
Kegiatan ini dimulai dengan rangkaian
konsultasi dari berbagai sektor di berbagai
negara, termasuk Indonesia.
Manfaat agenda pembangunan pasca 2015
ini secara moral membuat Indonesia menjadi
bagian dari gerakan global dan menjadi
alat untuk memperoleh dukungan dalam
upaya menyelesaikan berbagai masalah yang
dihadapi indonesia.
Satu lagi bisa mejadi panduan teknis ukuran
capaian pembangunan di tingkat nasional.
SEJAUH MANA INFID TERLIBAT
DALAM ADVOKASI POST-2015?
Sejak Januari 2013 INFID turut memprakarsai
dialog dan konsultasi pembangunan
pasca 2015. Konsultasi ini bertujuan untuk
menumbuhkan kesadaran dan membangun
usulan terhadap prioritas agenda
pembangunan pasca 2015.
Usulan dari hasil dialog dan konsultasi
tersebut diharapkan diterima menjadi
agenda pembangunan Indonesia, sekaligus
kontribusi Indonesia dalam tatanan global
dalam perundingan penyusunan agenda
pembangunan pasca 2015.
POST 2015
DEVELOPMENT
AGENDA
MDGs, the UN initiated once again the
Post 2015 Development Agenda. It started
with a series of consultations from various
sectors in various countries, including
Indonesia.
The benets of post-2015 development
agenda is morally making Indonesia
become part of a global movement and a
tool to gain support in an effort to resolve
the various problems faced by Indonesia.
WHAT IS INFIDS
INVOLVEMENT IN POST-2015
ADVOCACY?
INFID, as a membership-based civil society
organizations contributed in initiating
dialogues in post 2015 development
agenda. The dialogues and consultations
to be held is expected to become
Indonesias development agenda, as well
as Indonesias contribution to the global
order.
Since the early 2013 INFID initiated a
national consultation on Indonesian
civil society to Post-2015 Development
Agenda. This consultation is aimed at
raising awareness and ideas on priorities in
Post 2015 Development Agenda.
22
INDONESIA DAN
PERUMUSAN AGENDA
PEMBANGUNAN PASCA 2015
Pada tahun 2013 Sekjen PBB menunjuk
Presiden Indonesia Susilo Bambang
Yudhoyono, Perdana Menteri Inggris
David Cameron dan Presiden Liberia Ellen
Johnson Sirleaf sebagai co-chairs High
Level Panel of Eminent Persons (HLP-EP) on
Post 2015 Development Agenda.
HLP-EP memiliki 23 anggota dan 1
ex-ofcio. Tugas utamanya adalah
memberikan rekomendasi kepada Sekjen
PBB untuk Agenda Pembangunan Pasca
2015. Setelah bekerja selama satu tahun
HLP-EP menyampaikan laporannya berisi
12 Pilar Agenda Pembangunan.
INFID juga aktif di pertemuan-pertemuan
internasional terkait Agenda Pembangunan
Pasca 2015. Misalnya sidang PBB di New
York September 2013 dan Pertemuan open
working group on sustainable group di
New York February 2014.
INFID juga terlibat dalam jaringan-jaringan
internasional untuk Agenda Pembangunan
Pasca 2015 yang bernama BEYOND 2015.
Pada advokasi tingkat nasional INFID
mendorong agar tujuan-tujuan yang sudah
ada dalam Agenda Pembangunan Pasca
2015 menjadi prioritas pembangunan
Indonesia ke depan. Misalnya melalui
dialog kebijakan dan konsultasi publik.
Langkah selanjutnya adalah mengupayakan
agar semua pihak bisa terlibat dan
bagaimana agar Agenda Pembangunan
Pasca 2015 bisa bermanfaat bagi seluruh
masyarakat. Tak terkecuali bagaimana
inklusitas bisa tercapai, mencakup semua
kelompok rentan, seperti perempuan,
difabel, kaum miskin kota, masyarakat adat,
kelompok penghayat & agama minoritas.
INDONESIA AND POST 2015
DEVELOPMENT AGENDA
In 2013, the UN Secretary General
appointed the President of Indonesia
Susilo Bambang Yudhoyono, British Prime
Minister David Cameron and Liberian
President Ellen Johnson Sirleaf as co-chairs
at the High Level Panel of Eminent Persons
(HLP-EP) on Post 2015 Development
Agenda.
HLP-EP has 23 members and one
ex-ofcio. Its main task is to provide
recommendations to the UN Secretary
General for Post-2015 Development
Agenda. After working for one year HLP-EP
submitted its report containing 12 Pillars of
Development Agenda.
INFID is also active in international
meetings related to Post-2015
Development Agenda, such as the
UN General Assembly in New York in
September 2013 and open working group
meeting on sustainable group in New York
in February 2014.
INFID is also involved in international
networks for Post-2015 Development
Agenda called BEYOND 2015.
As for national level advocacy INFID
encourage that Post-2015 Development
Agenda to be prioritized in Indonesias
development in the future. This can be
done through policy dialogue and public
consultation.
The next step is to strive for all parties
to be involved and how the Post-2015
Development Agenda could benet the
entire community. Also how inclusiveness
can be achieved, covering all vulnerable
groups, such as women, the disabled, the
urban poor, indigenous peoples, minority
religious and beliefs groups.
23
24
HAK ASASI
MANUSIA DAN
PEMBANGUNAN
Indonesia mengadopsi norma hak-
hak asasi manusia universal yang
terangkum dalam Deklarasi Universal
Hak Asasi Manusia dan telah meratikasi
perjanjian internasional yang mengatur
pemenuhan HAM dalam bidang sipil
dan politik (ICCPR) serta ekonomi, sosial
dan budaya (ICESCR). Dalam konstitusi
UUD 1945, Indonesia juga menjamin
penghormatan, perlindungan, dan
pemenuhan HAM.
INFID percaya pembangunan
sesungguhnya adalah mewujudkan
kondisi di mana manusia terbebas
dari rasa takut dan diskriminasi serta
bisa merealisasikan hak-hak universal
mereka dalam bidang sipil, politik,
ekonomi, sosial, dan budaya. Meski telah
menghasilkan manfaat, pembangunan
telah menyingkirkan (exclude) kelompok-
kelompok rentan dalam berpartisipasi
dalam pembangunan dan menikmati
hasil pembangunan. Seringkali hak-
hak mereka justru terampas atas nama
pembangunan. Pembangunan tidak
boleh meninggalkan kaum disabilitas,
perempuan dan anak, minoritas agama
dan suku, masyarakat adat, kaum miskin,
We will not enjoy security without development, we will not enjoy
development without security, and we will not enjoy either without
respect for human rights. UN Secretary-General Ko Annan
Indonesia adopted the norms of universal
human rights as summarized in the
Universal Declaration of Human Rights
and has ratied the international treaty
governing the fulllment of human rights in
the eld of Civil and Political Rights (ICCPR)
and Economic, Social and Cultural Rights
(ICESCR). In the 1945 constitution, Indonesia
also ensure the respect, protection and
fulllment of human rights.
INFID believe the real development is to
create conditions in which people are free
from fear and discrimination and can realize
their universal rights in the eld of civil,
political, economic, social, and cultural.
Although it has produced benets, the
development has been excluding vulnerable
groups to participate in the development
and enjoy the results of development. Often
their rights deprived precisely in the name
of development. Development should not
leave the disabled, women and children,
religious and ethnic minorities, indigenous
people, the poor, and other vulnerable
groups. Only by ensuring respect,
protection and fulllment of human rights of
all the individual quality development can
be achieved.
25
HUMAN RIGHTS
AND
DEVELOPMENT
dan kelompok rentan lainnya. Hanya dengan
memastikan penghormatan, perlindungan,
dan pemenuhan HAM semua individulah
pembangunan berkualitas dapat dicapai.
HAM DI INDONESIA
N Kebebasan sipil di Indonesia 2014
Partly Freeturun dari Freepada tahun
sebelumnya --Freedom House
N Angka Pelanggaran kebebasan beragama
245 pada 2013, 278 kasus pada 2012, 267
pada 2011, 184 pada 2010 dan 121 pada
2009. Total 1095 kasus dalam lima tahun
atau rata-rata 219 per tahun. Penyelesaian
kasus-kasus pelanggaran dan intoleransi
belum diselesaikan. Di antaranya nasib
pengungsi Ahmadiyah di Asrama Transito
Mataram NTB (7 tahun); penyegelan ibadah
GKI Yasmin Bogor (5 tahun); izin masjid di
Batuplat NTT (3 tahun); penyegelan gereja
HKBP Fuladela Bekasi (2 tahun); pengungsi
Syiah Sampang Jawa Timur (1 tahun).
----Wahid Institute
NSedikitnya 30% atau 1.500 dari 5.000 kasus
pelanggaranHAMsepanjang Januari
-November 2013 diduga terkait dengan
sektor bisnis. Trennya naik, menurut Komnas
HAM. YLBHI menerima 3000-5000 kasus
per tahun, 2000-an di antaranya juga terkait
dengan bisnis.
HUMAN RIGHTS IN
INDONESIA
NCivil liberties in Indonesia 2014 Partly
Free decreasing of Free in the
previous year --Freedom House
NViolations of religious freedom: 245
cases in 2013, 278 cases in 2012, 267
in 2011, 184 in 2010 and 121 in 2009.
Total 1095 cases in ve years, or an
average of 219 per year. Settlement
of violations and intolerance has not
been resolved. Among these refugees
were Ahmadiyya in Mataram transit
dormitory, West Nusa Tenggara (7
years); sealing worship activity of GKI
Yasmin in Bogor, West Java (5 years);
permission for mosque in Batuplat,
East Nusa Tenggara (3 years); sealing
of HKBP Fuladela church, in Bekasi
(2 years); Sampang Shiite refugees of
East Java (1 year). ---- Wahid Institute
NAt least 30% or 1,500 of the 5,000
cases of human rights violations
during January-November 2013 were
allegedly associated with the business
sector. The trend is rising, according
to the National Human Rights
Commission. Legal Aid Foundation
received the 3000-5000 cases per year,
2000s of which are also associated with
the business.
26
NIndonesia belum mengakui dan
melindungi pembela HAM (Human
Rights Defender). Para pembela HAM
bahkan menghadapi risiko kekerasan
dan pembunuhan, pemidanaan lewat UU
ITE, pasal-pasal dalam KUHP, Peraturan
Pemerintah tentang penodaan agama
dan pembatasan lewat UU Ormas yang
disahkan pada 2013.
NReformasi di Indonesia telah berperan
dalam pemajuan demokrasi dan
pengarusutamaan HAM di kawasan
ASEAN. Ini ditandai dengan Piagam
ASEAN yang telah mengadopsi nilai-nilai
HAM dan demokrasi dan pembentukan
Komisi HAM Antar-Negara ASEAN (AICHR)
serta Deklarasi HAM ASEAN. Namun
Deklarasi ini jauh di bawah standar HAM
internasional. Selama 5 tahun, AICHR tak
menanganani satu kasus pelanggaran
HAM pun di kawasan
INFID DALAM ADVOKASI HAM
DI INDONESIA
INFID bersama para mitranya di empat
daerah (Jember, Lebak, Pangkep,
dan Morowali) telah mendampingi
kelompok-kelompok di masyarakat dalam
mempromosikan partisipasi publik
dan transparansi pemerintahan dalam
pembangunan sebagai bagian dari
aktualisasi HAM dalam pembangunan.
INFID turut dalam advokasi di Forum PBB
dalam sidang Komite Ekonomi dan Sosial
PBB pada Juni 2014. INFID menyuarakan
diskriminasi berlapis yang dialami minoritas
agama serta akses kesehatan dan jaminan
sosial yang masih sangat terbatas.
Menyinkronkan arus global dalam gerakan
Human Rights Cities dan inisiatif lokal
yang tumbuh di kabupaten dan kota di
Indonesia, INFID juga aktif mempromosikan
NIndonesia does not recognize and
protect Human Rights Defender. Human
rights defenders are at risk of violence
and even murder, punishment through
the ITE Law, the articles of the Criminal
Code, government regulation and
restrictions on religious defamation
through Organizations Act passed in
2013.
NReform in Indonesia has been
instrumental in the promotion
of democracy and human rights
mainstreaming in the ASEAN region. It
is characterized by the ASEAN Charter
which have adopted the values of
human rights and democracy and
the establishment of the Inter-State
Commission on ASEAN Human Rights
(AICHR) and the ASEAN Human Rights
Declaration. However, this declaration is
far below the international human rights
standards. Over 5 years, the AICHR did
not handle the case of any violation of
human rights in the region
INFID IN THE HUMAN RIGHTS
ADVOCACY IN INDONESIA
INFID with its partners in the four regions
(Jember, Lebak, Pangkep, and Morowali)
has assisted community groups in
promoting public participation and
transparency in the administration building
as part of the actualization of human rights
in development.
INFID participate in advocacy at the UN
Forum session of the UN Economic and
Social Committee June 2014 INFID voicing
the layered discrimination experienced
by religious minorities as well as access
to health and social security which are still
very limited.
In synchronizing global ows in the
Human Rights movement Cities and local
initiatives are growing in districts and cities
in Indonesia, INFID also actively promote
27
28
pengarusutamaan Kabupaten/Kota Ramah
HAM di Indonesia.
Di level regional, INFID terlibat sebagai
salah satu anggota steering committee
dalam pembentukan jaringan baru
masyarakat sipil Asia Democracy Network
yang bekerja dalam isu pemajuan
demokrasi dan HAM di Asia. ADN dan
INFID mendorong pelibatan masyarakat
sipil dalam forum-forum negara atau
multipihak seperti Bali Democracy Forum.
Baru-baru ini INFID juga terlibat sebagai
anggota steering committee dalam forum
kolaborasi pemerintah dan masyarakat
sipil yang disebut Open Government
Partnership. Forum ini didedikasikan untuk
mempromosikan nilai-nilai keterbukaan
dan akuntabilitas dalam pemerintahan.
Bekerja sama dan memperkuat kerja-kerja
kelompok masyarakat sipil yang sudah ada,
INFID juga turut mendorong upaya-upaya
untuk memperkuat keterlibatan masyarakat
sipil dalam proses-proses pengambilan
kebijakan ASEAN, terutama yang terkait
dengan pemajuan dan perlindungan
HAM di kawasan. INFID menghendaki
perlindungan HAM yang lebih kuat di
kawasan ini, termasuk juga dari dampak
liberalisasi perdagangan melalui
penguatan instrumen yang mengatur bisnis
dan HAM.
the mainstreaming of District / City
Friendly human rights in Indonesia.
At the regional level, INFID involved as
a member of the steering committee
in the formation of new networkof Asia
Democracy Network of civil society
working in the promotion of democracy
and human rights issues in Asia. ADN and
INFID encourage the involvement of civil
society in the forums or multiparty state
as the Bali Democracy Forum. Recently
INFID also involved as a member of the
steering committee in a collaborative
forum of government and civil society
called the Open Government Partnership.
This forum is dedicated to promoting the
values of openness and accountability in
government.
Working together and strengthen the
work of civil society groups that already
exist, INFID also encouraged efforts to
strengthen the involvement of civil society
in policy-making processes of ASEAN,
especially those relating to the promotion
and protection of human rights in the
region. INFID requires stronger protection
of human rights in the region, as well as of
the impact of trade liberalization through
strengthening the instruments that govern
business and human rights.
29
30
Phone: (62-21) 7819734, 7819735
Fax: (62-21) 78844703
Website: www.INFID.org
Twitter: @_INFID_
CONTACT US
Jl. Jatipadang Raya Kav.3 No.105
Pasar Minggu - Jakarta Selatan, 12540
Indonesia