Anda di halaman 1dari 16

Laporan Praktikum Hari/Tanggal : Kamis, 11 Juni 2009

Teknologi Minyak Atsiri,Asisten :1.Saepul Rizal/F34050107


Rempah, dan Fitofarmaka 2. Umi Reza L./F34052400
3. Ahmad M. F./F34053014
4. Riduan S./F34053303
5. Shafeeg A./F34050809

PEMBUATAN PRODUK BERBASIS


MINYAK ATSIRI DAN REMPAH

Oleh :
Akbar Jamaluddin Arsyad F34060720
Nur Hidayat F34061189
Harun Al Rasyid F34063508

2004

2009
DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alam, baik flora
maupun fauna. Sumber daya alam ini merupakan salah satu faktor pendukung dan
penggerak dalam pembangunan bangsa Indonesia. Di Indonesia dikenal beberapa flora
penghasil minyak atsiri yang salah satunya adalah berasal dari tanaman cengkeh
(Syzygium aromaticum L.), kenanga, nilam, pala, akar wangi, daun kayu putih, kayu
manis, dan minyak melati.
Perkembangan penggunaan aplikasi minyak atsiri telah dilakukan oleh beberapa
peneliti agar bisa digunakan dalam semua aspek kehidupan. Oleh karena itu sosialisasi
unutuk pengembangan minyak atsiri harus digalakkan. Hal ini karena potensi nilai ekspor
yang cukup besar dari nilai penjualannya sebagai bahan baku dari pengunaan minyak
atsiri tersebut di berbagai aspek kehidupan.
Minyak atsiri memiliki banyak aplikasi baik penggunaan dalam rumah tangga,
seperti untuk kosmetik, penyedap makanan, desinfektan, pewangi pakaian, ataupun
untuk aromaterapi penggunaan minyak atsiri banyak digunakan pada bidang kecantikan
dan kesehatan, seperti pembuatan sabun aromaterapi, lulur aromaterapi, massage oil,
krim perawatan kulit, lilin aromaterapi, aromatik lamp, dan lain-lain. Pada praktikum kali
ini yang dicoba dibuat adalah produk garam mandi (garam yang dibuat dengan tujuan
meningaktkan kesehatan), massage oil (minyak pijat yang mengandung khasiat aroma
terapi), obat kumur (obat yang berasal dari campuran minyak atsiri dengan campuran
bahan kimia), dan lilin aromaerapi (produk aromaterapi yang merupakan difrensiasi dari
produk lilin).

B. Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan dan fungsinya
terhadap tubuh pada beberapa produk minyak atsiri, seperti produk garam mandi,
massage oil, lilin aromaerapi, dan obat kumur.
BAB II
MEOTDOLOGI

A. Alat dan Bahan


Alat-alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah neraca, gelas piala,
erlenmeyar, gelas piala, pengaduk, gelas ukur, dan pipet tetes , dan sudip.
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah berbagai macam
minyak atsiri, stearin, parafin, pewarna, fixative, air, baking soda, minyak peppermint,
dan minyak tea tree

B. Metode
1. Massage Oil

Bahan dan alat disiapkan

Bahan dicampur
(97% VCO/Minyak Kelapa/Minyak Jarak + 3% Minyak Atsiri)

Massage oil Diuji Organoleptik

2. Garam Mandi

Bahan Sesuai Tabel Disiapkan

Bahan Dicampur

Garam Mandi Diuji Organoleptik


1. 2. 3.
Garam Inggris 97% Garam Inggris 97% Garam Inggris 97%
Minyak Nilam 1% Minyak Nilam 2% Minyak Nilam 1,5%
Minyak Kenanga 2% Minyak Kenanga 1% Minyak Kenanga 1,5%

3. Obat Kumur

Menyiapkan gelas piala dan pengaduk yang bersih

Menyiapkan bahan yang sudah ditimbang dan diukur

Memasukkan 50 ml air ke gelas piala

Menambahkan ¼ sdt baking soda (aduk rata)

Penambahan 1 tetes minyak pepermint + 1 tetes minyak Tea Tree

Aduk hingga rata dan masukkan ke botol yang bersih

Uji Organoleptik (kesukaan)


4. Lilin Aroma Terapi

5 gr Parafin

Dipanaskan (55ºC)

45 gr Stearin dipanaskan Bubuk Pewarna


dalam gelas piala-
1(55°C)
Dicampur
( Suhu 65-70°C)

Minyak Melati (2% dari


campuran)

Minyak Nilam (10% dari


minyak melati)

Aduk Hingga Merata

Tuang dalam Cetakan

Diamkan 2 jam

Lakukan Pengujian
BAB III
HASiL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Praktikum
1. Massage Oil VCO
No Warna Aroma Kekentalan Kelembutan Kesan Lengket
1 3 3 2 4 2
2 2 4 1 3 1
3 2 4 3 3 3
4 3 4 2 3 2
5 4 2 4 4 3
6 4 3 4 4 4
7 4 4 4 4 2
8 3 1 3 4 2
9 5 3 4 4 4
10 5 1 3 3 1
11 5 3 5 3 3
12 4 3 4 3 3
13 3 2 3 4 3
14 2 2 2 2 2
15 5 1 2 4 3
Rata-rata 3,6 2,67 3,07 3,47 2,53

2. Garam Mandi
No Warna Aroma Rasa Nyaman Kesan Setelah Pemakaian
1 2 2 3 3
2 2 1 1 1
3 1 3 1 3
4 1 1 4 3
5 1 1 2 2
6 2 2 3 1
7 2 1 2 2
8 3 2 2 2
9 2 2 2 2
10 1 2 2 2
11 1 1 5 5
12 1 4 4 3
13 1 1 3 2
14 1 3 3 1
15 2 1 3 2
Rata-rata 1.53 1.80 2.67 2.27

3. Obat Kumur
No Warna Aroma Kekentalan
1 3 4 4
2 1 3 3
3 4 3 4
4 2 4 4
5 1 5 3
6 1 3 5
7 1 3 3
8 1 2 3
9 2 2 2
10 2 4 5
11 2 3 3
12 2 4 3
13 1 2 5
14 2 2 2
15 2 3 2
2
Rata 1,80 3,91 4,25
4. Lilin Aroma Terapi

Sebelum Sesudah
No
Aroma Warna kekerasan Aroma Warna
1 3 3 4 3 3
2 4 3 5 4 3
3 5 4 2 5 3
4 4 4 4 4 4
5 3 2 3 3 4
6 4 3 4 4 3
7 4 2 4 4 2
8 2 4 4 2 3
9 4 4 2 4 2
10 5 2 2 5 4
11 3 3 2 2 4
12 3 2 3 2 3
13 3 3 3 2 4
14 3 3 3 2 3
15 3 2 3 2 4
Rata-rata 3,53 2,93 3,20 3,20 3,27

Keterangan :
1 : Sangat Tidak Suka
2 : Tidak Suka
3 : Biasa
4 : Suka
5 : Sangat Suka
B. Pembahansan
1. Massage oil
Pijat ditetapkan sebagai manipulasi jaringan lunak dari sistem musculoskeletal,
telah dilakukan selama berabad-abad dalam hampir setiap budaya di seluruh dunia
(Vickers dan Zollman, 1999). Penggunaan pijat penyembuhan untuk tujuan pertama kali
didokumentasikan di Cina medis manuskrip dating kembali tahun 4000 (Greene, 2000).
Jenis pijat menggunakan minyak esensial yang berasal dari tanaman berfungsi untuk
meningkatkan penyembuhan dan efek dari pijat rileks. Penting minyak yang dikatakan
memiliki efek yang kuat pada mood melalui penyerapan melalui kulit maupun melalui
pencium stimulasi (Vickers dan Zollman, 1999). Pijat membantu mengatur tingkat gula
darah, meningkatkan kepatuhan diet, dan mengurangi kegelisahan dan depresi pada
anak-anak dengan diabetes (Field, et al. 1997). Massage oil yang digunakan dalam
praktikum kali ini adalah Virgin Coconut Oil (VCO) yang terbuat dari daging buah minyak
kelapa segar.
Virgin Coconut Oil atau minyak kelapa murni terbuat dari daging kelapa segar.
Prosesnya semua dilakukan dalam suhu yang relatif rendah. Daging buah diperas
santannya. Santan ini diproses lebih lanjut melalui proses fermentasi, pendinginan,
tekanan mekanis atau sentrifugasi. Penambahan zat kimiawi anorganis dan pelarut kimia
tidak dipakai serta pemakaian suhu tinggi berlebihan juga tidak diterapkan. Hasilnya
berupa minyak kelapa murni yang rasanya lembut dan bau khas kelapa yang unik.
Apabila beku warnanya putih murni dan dalam keadaan cair tidak berwarna atau bening
(Budi, 2007).

Tabel Komposisi VCO


No. Komponen Jumlah (%)
1. Caprylic Acid 8,86 %
2. Myristic Acid 19,97 %
3. Capric Acid 6,17 %
4. Palmitic Acid 7,84 %
5. Lauric Acid 50,83 %
6. Stearic Acid 3,06 %
(Budi, 2007)
Hasil praktikum menunjukkan bahwa warna massage oil yang menggunakan
VCO sebagai minyak pembawa mempunyai warna yang disukai (3,6), aroma yang biasa
(2,67), kekentalan yang biasa (3,07), kelembutan yang biasa (3,47), dan kesan lengket
yang biasa (2,53).
Perpaduan komponen asam lemak pada VCO membuat minyak kelapa memiliki
penampakan yang bening dan disukai oleh panelis. Penambahan minyak atsiri tidak
merubah warna massage oil secara signifikan karena jumlahnya yang sedikit (3%).
Aroma yang dihasilkan pada massage oil ini berupa aroma khas minyak kelapa dengan
sedikit aroma minyak atsiri. Aroma ini dinilai biasa saja oleh panelis. Kekentalan,
kelembutan, dan kesan lengket pada massage oil biasa saja oleh panelis.

2. Garam Mandi
Garam mandi adalah sebagai bahan aditif (tambahan) untuk keperluan mandi
yang terdiri dari campuran garam dengan bahan kimia anorganik lain yang mudah larut,
kemudian diberi bahan pewangi (essentials oil), pewarna, dan mungkin juga senyawa
enzim. Garam mandi dirancang untuk menimbulkan keharuman, efek pewarnaan air,
kebugaran, kesehatan dan juga menurunkan kesadahan air. Komponen utama garam
mandi adalah garam yaitu sekira 90% - 95%.
Kegunaan garam mandi secara umum sangatlah beraneka ragam, di antaranya
adalah untuk membersihkan tubuh saat berendam, menumbuhkan suasana relaks,
menurunkan rasa stress, dan sebagai sarana refreshing. Suasana relaks terutama akibat
adanya campuran pewangi yang dipercaya dapat memengaruhi emosi serta suasana hati
secara signifikan. Sedangkan fungsi khusus di bidang kesehatan terutama karena adanya
garam adalah untuk melenturkan otot yang tegang, mengurangi rasa nyeri pada otot
yang sakit, menurunkan gejala inflamasi (peradangan), serta menyembuhkan infeksi.
Untuk fungsi kecantikan, garam mandi antara lain dapat membantu menghaluskan kulit
(cleansing), memacu pertumbuhan sel kulit sekaligus meremajakannya (rejuvenating).
Garam mandi sekarang banyak digunakan di spa dan pusat pengobatan dengan sistem
aromaterapi karena adanya kandungan essentials oils.
Pada praktikum kali ini bahan yang digunakan adalah garam inggris dengan
tambahan minyak nilam dan minyak kenanga. Hasil praktikum menunjukkan bahwa
warna larutan garam mandi yang dihasilkan tidak disukai (1,53), aroma larutan garam
mandi yang dihasilkan tidak disukai (1,80), rasa nyaman yang timbul akibat penggunaan
larutan garam mandi biasa saja (2,67), dan kesan setelah pemakaian larutan garam
mandi yang dihasilkan tidak disukai (2,27).
Warna yang timbul pada larutan garam mandi terjadi akibat adanya dispersi
garam mandi yang berupa campuran antara garam inggris dan minyak atsiri. Warna
larutan garam mandi tidak begitu disukai karena minyak atsiri yang ada pada larutan
tidak larut sempurna dalam air. Aroma dominan dalam garam mandi dihasilkan karena
adanya penambahan minyak atsiri pada garam mandi. Aroma garam mandi yang
dihasilkan tidak disukai disebabkan rendahnya kualitas minyak minyak atsiri yang
digunakan. Minyak kenanga yang digunakan dalam pembuatan garam mandi telah
mengalami oksidasi dan turun kualitas aromanya. Rasa nyaman pada penggunaan garam
mandi dianggap biasa saja oleh panelis. Hal ini karena pengujian yang hanya dilakukan
dalam waktu yang singkat pada tangan panelis. Akibatnya, panelis kurang merasakan
rasa nyaman pada penggunaan garam mandi. Kesan setelah pemakaian larutan garam
mandi tidak disukai oleh panelis. Kesan yang timbul akibat penggunaan garam mandi
adalah akibat dari kandungan garam dan minyak atsiri yang digunakan dalam garam
mandi. Minyak kenanga yang digunakan pada garam mandi telah mengalami oksidasi
dan menimbulkan aroma yang tidak begitu disukai.

3. Obat Kumur
Senyum indah bisa berawal dari gigi dan gusi sehat. Untuk mendapatkan gigi
sehat, kita harus selalu menjaga kebersihannya. Selain menggunakan produk pembersih
gigi seperti pasta gigi atau obat kumur, kita juga bisa memanfaatkan bahan alami seperti
sayur, minyak atsiri, dan buah untuk membuat gigi dan gusi lebih bersih dan sehat. Obat
kumur merupakan salah satu produk minyak atsiri. Minyak atsiri yang digunakan adalah
minyak tea tree (minyak cengkeh) dan minyak daun peppermint.
Minyak daun cengkeh Indonesia sudah dikenal di pasar dunia sejak tahun 1970,
sedangkan minyak tangkai/gagang cengkeh mulai memasuki pasaran dunia tahun 1992.
Sebagai bahan obat, cengkeh telah lama digunakan terutama untuk kesehatan gigi
dalam bentuk produk obat kumur, pasta dan bahan penambal gigi. Eugenol yang
terdapat dalam minyak cengkeh merupakan bahan baku yang banyak dipakai dalam
industri kesehatan gigi (obat kumur, pasta dan formulasi bahan penambal gigi). Selain
itu rasa khas dari cengkih misalnya, membuat tanaman ini sering dimanfaatkan untuk
memelihara kesehatan gigi karena cengkeh memiliki sifat antiseptica atau antikuman
(.www.blogtoplist.com). Minyak esensial dalam daun peppermint, yaitu menthol,
mampu membersihkan kuman dan bakteri di mulut. Sensasi menthol juga bisa membuat
mulut terasa segar dan dingin. Karena itu, peppermint banyak dimanfaatkan sebagai
bahan pembuatan pasta gigi, obat kumur, permen penyegar tenggorokan, dan
sebagainya (www.wordpress.com.).
Pada pembuatan obat kumur dilakukan pula uji organoleptik pada aspek
kesukaan dengan skala yang digunakan dari 1 sampai 5. Hal yang dinilai adalah tingkat
kesukaan terhadap warna produk, tingkat kesukaan terhadap aroma produk, dan tingkat
kesukaan terhadap tingkat konsentrasi atau kekentatalan produk. Dari hasil data
organoleptik pada obat kumur diperoleh bahwa pada tingkat kesukaan terhadap warna
diperoleh rata-rata penilaian 1,8 atau berada diantara tidak suka dan sedikit tidak suka.
Nilai ini menunjukkan bahwa produk tidak disukai panelis dan harus mendapatkan
tambahan warna tambahan yang aman agar lebih menarik dari segi warna. Berdasarkan
aspek kesukaan terhadap aroma produk diperoleh nilai rata-raa 3,91. Hal ini
menunjukkan bahwa panelis masih ada yang netal penilaiannya dan lebih mendekati
agak suka, sehingga produk yang dihasilkan perlu penambahan aroma tertentu dari
minyak atsiri tertentu yang lebih meningkatkan aromanya atau mengubah perbandingan
jumlah minyak tea tree dan minyak peppermint yang dicampurkan. Sedangkan pada
kesukaan terhadap kekentalan diperoleh nilai 4,25. Hal ini menunjukkan bahwa panelis
sudah mulai suka. Akan tetapi harus ditingkatkan lagi agar kekentalannya benar-benar
diminati konsumen.

4. Lilin Aroma Terapi


Aromaterapi dikenal sebagai salah satu cara terapi kesehatan yang aman dan
nyaman dengan menggunakan minyak esensial (sari pati) hasil ekstraksi bunga, daun,
buah dan bagian lain tumbuh-tumbuhan. Aromaterapi adalah terapi menggunakan
essential oil atau sari minyak murni untuk membantu memperbaiki atau menjaga
kesehatan, membangkitkan semangat, gairah, menyegarkan serta menenangkan jiwa,
dan merangsang proses penyembuhan.
Tujuan dilakukannya pemanasan pada stearin pada pembuatan lilin
aromaterapi adalah untuk mencairkan stearin yang semula berwujud padat pada titik
lelehnya yaitu sekitar 69,60C. Fungsi dari stearin ini adalah untuk memberi bentuk pada
lilin yang dibuat, karena stearin akan menjadi padat setelah dingin. Sebelum stearin
memadat, terlebih dahulu ditambah parafin dan pewarna. Maksud ditambahkannya
parafin adalah sebagai bahan bakar untuk lilin agar dapat terbakar. Selain itu tujuan
pencampuran antara paraffin dan stearin ialah agar paraffin yang dimasukkan dapat
keras karena sifat dasar dari paraffin ialah cenderung lembek dan lentur pada
temperatur dibawah titik leburnya, maka digabungkan dengan stearin. Bersama stearin,
parafin menjadi bahan dasar lilin batangan. Penambahan selanjutnya ialah penambahan
zat fiksatif yaitu minyak nilam dan minyak melati.
Jasmine (bunga melati), sari minyaknya diambil dari bagian bunga yang
mempunyai efek menyejukkan, meningkatkan keseimbangan, pikiran positif, gairah
seksual, kepekaan, kejernihan pikiran, harapan, keterbukaan, kebijaksanaan,
ketenangan jiwa, rasa bahagia, romans, dan cinta. Juga dapat mengurangi depresi, rasa
cemas, batuk, rasa sakit saat menstruasi, stress, sedih, kecewa, dan rasa iri.
Minyak melati untuk spesies J. officinale yang digunakan memiliki komponen
dominan adalah benzil acetat, kemudian diikuti oleh methyl salisilat, Z. jasmone, lynalol,
neurol idol, indole, dan benzil alkohol, masing-masing dengan komposisi 46,8%; 24,4%;
20,3%; 2,9%, 2,7%, 1,7%, dan 1,3%. Hasil penelitian Suyanti et al. (2003) pada bunga
melati J. sambac, komponen kimia tertinggi adalah Z. jasmone (34,1%) dan neurol idol
(19,20%) dan methyl salisilat (15,8%) sedangkan pada bunga melati Gambir adalah:
benzyl acetat (46,8%), methyl salicilat (24,4%), dan Z. jasmone (20,2%). Menurut
Guenther (1955), pemberi bau pada minyak atsiri adalah turunan benzene, bau lebih
spesifik adalah n propyl benzene.
Pengujian yang dilakukan pada produk lilin aromaterapi berupa uji hedonik
pada 15 orang panelis, dengan parameter warna dan aroma yang dilihat sebelum dan
sesudah pembakaran, serta dilihat parameter kekerasannya. Berdasarkan hasil uji
organoleptik tersebut, nilai rata-rata untuk warna ialah 2,93 sebelum pembakaran hal
tersebut menunjukkan warna panelis cukup menyukai warna produk lilin yang
dihasilkan. Nilai rataan untuk aroma sebelum pembakaran ialah 3,53, hal ini
menunjukkan panelis cukup menyukai aroma produk lilin aromaterapi sebelum dibakar
yang dihasilkan. Nilai rataan untuk aroma produk lilin aromaterapi setelah pembakaran
dan nilai kekerasan lilin ialah 3,2, hal ini menunjukkan bahwa panelis menyukai aroma
yang dihasilkan dari lilin aroma terapi. Adapun warna hasil penilaian panelis adalah 3,27,
yang menunjukkan panelis menyukai produk lilin aroma terapi yang diuji.
BAB IV
KESIMPULAN
Minyak atsiri memiliki banyak aplikasi baik penggunaan dalam rumah tangga,
seperti untuk kosmetik, penyedap makanan, desinfektan, pewangi pakaian, ataupun
untuk aromaterapi penggunaan minyak atsiri banyak digunakan pada bidang kecantikan
dan kesehatan, seperti pembuatan sabun aromaterapi, lulur aromaterapi, massage oil,
krim perawatan kulit, lilin aromaterapi, aromatik lamp, dan lain-lain.
Massage oil merupakan minyak yang digunakan untuk pemijatan dengan
prinsip aromaterapi. Bahan yang digunakan pada proses pembuatan adalah bahan
pembawa (minyak kelapa, minyak jarak, dan VCO), bahan fiksatif (minyak pala), dan
bahan pemberi aroma (minyak lemon). Perpaduan komponen asam lemak pada VCO
membuat minyak kelapa memiliki penampakan yang bening dan disukai oleh
panelis.Aroma yang dihasilkan pada massage oil ini berupa aroma khas minyak kelapa
dengan sedikit aroma minyak atsiri. Aroma ini dinilai biasa saja oleh panelis. Kekentalan,
kelembutan, dan kesan lengket pada massage oil biasa saja oleh panelis.
Garam mandi adalah sebagai bahan aditif (tambahan) untuk keperluan mandi
yang terdiri dari campuran garam dengan bahan kimia anorganik lain yang mudah larut,
kemudian diberi bahan pewangi (essentials oil), pewarna, dan mungkin juga senyawa
enzim. Warna yang timbul pada larutan garam mandi terjadi akibat adanya dispersi
garam mandi yang berupa campuran antara garam inggris dan minyak atsiri.
Obat kumur adalah larutan yang biasanya mengandung bahan penyegar nafas,
astringen, demulsen, atau surfaktan, atau antibakteri untuk menyegarkan dan
membersihkan saluran pernafasan yang pemakaiannya dengan berkumur. Eugenol yang
terdapat dalam minyak cengkeh merupakan bahan baku yang banyak dipakai dalam
industri kesehatan gigi (obat kumur, pasta dan formulasi bahan penambal gigi). Selain
itu rasa khas dari cengkih misalnya, membuat tanaman ini sering dimanfaatkan untuk
memelihara kesehatan gigi karena cengkeh memiliki sifat antiseptica atau antikuman
Aromaterapi dikenal sebagai salah satu cara terapi kesehatan yang aman dan
nyaman dengan menggunakan minyak esensial (sari pati) hasil ekstraksi bunga, daun,
buah dan bagian lain tumbuh-tumbuhan. Lilin aromaterapi digunakan untuk relaksasi.
Pembuatan lilin aromaterapi yaitu dengan penambahan stearin, paraffin, bahan
pengikat (minyak nilam), pemberi aroma (minyak atsiri). Berdasarkan hasil praktikum
yang dilakukan dengan minyak melati sebagai pemberi aroma diketahui bahwa secara
umum lilin aromaterapi yang dibuat tidak terlalu disukai panelis dalam hal warna, aroma
sebelum maupun setelah pembakaran. Hal ini mungkin disebabkan penambahan minyak
nilam sebagai pengikat terlalu banyak.
DAFTAR PUSTAKA

Budi. 2007. Apakah Virgin Coconut Oil Itu? dalam baliwae.com/ebook_apakah_vco_


virgin_coconut_oil_itu.pdf diakses pada tanggal 18 Juni 2009
Field, Hernandez-Reif M, dan Seligman S. 1997. Juvenile Rheumatoid Arthritis: Manfaat
Dari Pijat. J Pediatr Psychol. 22 (5) :607-617
Greene. 2000. Massage therapy. Dalam: Novey DW, ed. Clinician's. Louis, Mo:
Mosby:338-348
Guenther, Ernest. 1990. Minyak Atsiri Jilid III A. Penerjemah. Ketaren. UI-Press. Jakarta.
Ketaren, Semangat. 1985. Pengantar Teknologi Minyak Atsiri. PN Balai Pustaka. Jakarta
Vickers, A dan Zollman. 1999. Pijat therapies. BMJ. 319 (7219) :1254-1257.
www.wordpress.com
www.blogtoplist.com