Anda di halaman 1dari 21

ASSALAMUALAIKUM WR.WB.

MIKROBIOLOGI
FUNGI
Disusun Oleh :
- Eka Andriani - Nani Anggraeni
- Intan Meliasari R - Riska Masita
- Mia Saputri K - Enang Jonathan
- Nabila Nerissa A


FUNGI ATAU JAMUR
Jamur atau fungi termasuk organisme ekariotik yang tidak
berklorofil, hidup satrofitik atau parasitik. Jamur
merupakan pengurai utama. Sebagian organisme satrofifik,
fungi mendapat makanan dari bahan organik yang sudah
mati dan dapat menghancurkan (menguraikan) sampah,
kotoran hewan, bangkai hewan, dan bahan organik lain.
Meskipun terdapat jamur yang bersel tunggal pada
umumnya tubuh jamur bersel banyak. Struktur tubuhnya
disesuaikan dengan cara memperoleh makanan dan
reproduksinya. Bagian tubuh fungi yang berperan untuk
menyerap bahan makanan dari bahan organik tempat
hidupnya disebut miselium. Tiap filamen dari miselium
disebut hifa.

Mikrobiologi (Fungi)

Jamur atau Fungi
Oomycotina
Zygomicotina
Deuteromycotina
Basidiomycotina
Ascomycotina
Gambar Hifa
*Hifa yang bersekat dan tidak bersekat
Gambar Spora
*Jenis-jenis spora aseksual pada jamur *Jenis-jenis spora seksual
A. Oomycotina
Oomycotina merupakan salah satu jamur air yang hidup pada
bangkai dan luka serangga dan ikan. Pertumbuhan hifa jamur ini bersifat
senositik, yaitu tidak bersekat-sekat sehingga inti sel banyak tersebar di
dalam protoplasma. Dinding selnya tersusun atas selulosa, hal inilah yang
membedakan dengan golongan jamur lainya.


Cara Reproduksi
Vegetatif : yang hidup di air dengan
zoospora yang hidup di darat dengan
sporangium dan konidia
Generatif : bersatunya gamet
jantan dan betina membentuk
oospora yang selanjutnya tumbuh
menjadi individu baru
Contoh Jamur Oomycotina
*Sclerospora maydis penyebab penyakit bulai pada jagung
B. Zygomycotina
Pembiakan zygomycotina terjadi secara aseksual dan secara
seksual. Daur hidup dimulai dari pertumbuhan spora menjadi
benang hifa yang bercabang-cabang membentuk miselium. Tubuh
multiseluler.
*Ciri- ciri Zygomycotina:
a. Habitat di darat, di tanah yang lembab atau sisa organisme mati
b. Hifanya bercabang banyak tidak bersekat saat masih muda dan
bersekat setelah menjadi tua.
*Contoh jamur Zygomycotina:
a. Mucor mucedo : biasa hidup di kotoran ternak dan roti.
b. Rhizopus oligosporus : jamur tempe.
*Reproduksi:
- Vegetatif: dengan spora.
- Generatif: dengan konyugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan
menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi
individu baru.


Contoh Jamur Zygomycotina
(Jamur Tempe)
C. Ascomycotina
Ascomycotina merupakan kelompok jamur yang terbesar. Dapat
ditemukan sebagai parasit pada berbagai jenis tanaman atau sebagai
saprofit pada bahan makanan atau pada sampah. Sebagai parasit pada
tanaman, dapat menimbulkan penyakit yang sangat merugikan.
*Ciri- ciri Ascomycotina:
Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multi seluler.
Ascomycotina, multiseluler, hifanya bersekat dan berinti banyak.
Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis dengan
ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak).

Cara Reproduksi
Generatif: Membentu
k askus yang
menghasilkan askospor
a
Vegetatif : pada jamur
uniseluler membentuk
tunas-tunas,
pada yang multiseluler
membentuk spora dari
konidia.

Reproduksi pada Ascomycotina
D. Basidiomycotina
Jamur ini mudah ditemukan dimana-mana misalnya jamur kuping,
jamur merah, jamur payung,dan lain-lain. Basidiomycotina dapat
dilihat dengan mata telanjang. Jamur yang mudah ditemukan yang
berbentuk payung. Jamur yang termasuk basidomycotina diperkirakan
mempunyai 1500 jenis. Hidupnya sebagai saprofit atau parasit
terutama pada tumbuhan.
Reproduksi:
-Vegetatif : Membentuk tunas , dengan koniidia , dan
fragmentasi miselium .
-Generatif : berupa basidium sebagai badan penghasil spora .

Contoh Basidiomycotina
*Ket. (a) Jamur kayu, (b) jamur tiram, dan (c) jamur merang
E. Deuteromycotina
Deuteromycotina adalah sekelompok jamur yang hifanya bersekat dan
belum diketahui pembentukan spora seksualnya digolongkan pada
Deuteromycotina. Jamur ini disebut juga jamur tidak sempurna.
Reproduksi: Pembiakan vegetatif dengan menggunakan konidium,
sedang alat pembiakan generatifnya (askus atau basidium) belum atau
tidak dikenal. Contoh klasik ialah Monilia sitophila, jamur ini masuk
Deuteromycotina. Tetapi setelah ditemukan alat pembiakan generetif
oleh Dodge (1927) dan Dwijosoeputro (1961), jamur ini dikelompokkan
ke dalam Ascomycotina dan namanya diganti menjadi Neurospora
sitophila.
Cara hidup Deuteromycotina
MIKORHIZA
Mikorhiza bukan takson dalam
kingdom jamur, mikorhiza
merupakan jamur yang hifanya
bersimbiosis dengan akar
suatu tanaman. Ada 2 tipe
mikorhiza yaitu:
a). Ektomikorhiza yaitu jika hifa
jamur hanya hidup di daerah
permukaan akar, yakni pada
jaringan epidermis.
b). Endomikoriza yaitu hifa jamur
menembus akar hingga masuk
ke jaringan korteks.

Gambar Lain Mikorhiza

LUMUT KERAK
Lumut kerak merupakan simbiosis
antara jamur dari golongan
Ascomycotina atau Basidiomycotina
(mikobion) dengan Chlorophyta
atau Cyanobacteria bersel satu
(fikobion)
Menurut bentuk pertumbuhannya,
lumut kerak terbagi menjadi tiga
tipe yaitu:
a. Krustos, jika talus terbentuk
seperti kerak (kulit keras) dan
melekat erat pada substratnya.
Contohnya : Physcia
b. Folios, jika talus berbentuk
seperti daun. Contohnya :
Umbillicaria, Parmelia
c. Fruktikos, jika talus tegak seperti
semak atau menggantung seperti
jumbai atau pita. fikobion).


Lumut kerak memperbanyak diri secara aseksual dan seksual. Secara aseksual dilakukan
dengan cara fragmentasi, yaitu dengan potongan lumut kerak, maka induk akan terlepas.
Apabila jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi individu baru. Dapat juga
dilakukan dengan membuat struktur khusus yang disebut soredia, yaitu sel-sel alga yang
terbungkus oleh hifa, terdapat pada permukaan talus lumut kerak, warnanya putih seperti
tepung. Sel-sel alga ini dapat terlepas, jika jatuh pada tempat yang cocok, maka akan
tumbuh menjadi lumut kerak baru. Adapun perkembangbiakan jamur dan alga secara
seksual dilakukan sendiri-sendiri. Jamur dapat membentuk askokarp atau basidiokarp yang
mengandung spora. Jika sporanya masak akan pecah dan terlepas kemudian dibawa angin.
Jika jatuh di tempat yang cocok dan bertemu dengan alga, maka akan terbentuk lumut kerak.

Manfaat lumut kerak bagi kehidupan manusia diantaranya:
a. Dapat dibuat obat
b. Dapat digunakan sebagai penambah rasa dan aroma
c. Pigmen yang dihasilkan dapat dibuat kertas lakmus celup indikator pH
d. Pada daerah bebatuan, lumut kerak dapat melapukan bebatuan dan menambah
kandungan zat-zat yang dimilikinyaDapat digunakan sebagai indikator pencemaran

MANFAAT LUMUT KERAK
Apakah ada yang di tanyakan..??? :D
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Dadaaaaah!!!