Anda di halaman 1dari 2

Hanif Rizal P.

XII IPA 2
Penggunaan Sifat Koligatif Larutan

Sifat koligatif larutan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, ilmu pengerahuan, dan industri.
Yakni :

Membuat Campuran Pendingin


Cairan pendingin adalah larutan berair yang memiliki titik beku jauh di bawah 0 derajat
Celcius. Cairan pendingin digunakan pada -pabrik Es, juga digunakan untuk membuat es putar.Cairan
pendingin dibuat dengan melarutkan berbagai jenis garam ke dalam air.
Pada pembuatan Es Putar, Cairan pendingan dibuat dengan mencampurkan garam dapur
dengan kepingan Es batu dalam sebuah bejana berlapis kayu, Oada pencampuran itu, es batu akan
mencair sementara suhu turun . Selanjutnya, campuran bahan pembuat es putar dimasukan ke
dalam cairan pendingin, sambil terus-menerusdiaduk sehingga campuran membeku.

Antibeku
Antibeku adalah zat yang ditambahkan kedalam suatu cairan untuk menurunkan titik
bekunya. Antibeku mencegah pembekuan cairan yang digunakan sebagai pendingin, misalnya dalam
pesawat terbang dan kendaraan bermotor. Zat anti beku yang ideal adalah zat yang dapat larut
dalam cairan pendingin sendiri, mempunyai viskositas dan konduktivitas listrik yang rendah, titik
didih tingggi, tidak korosif, dan mempunyai daya hantar panas yang baik. Antibeku yang banyak
digunakan dalam kendaraan bermotor berupa etinglikol. Selain menurunkan titik beku, antibeku
juga menaikan titik didih, sehingga mengurangi penguapan.

Pencairan Salju di Jalan Raya


Lapisan salju di jalan raya dapat membuat kendaraan tergelincir atau selip, sehingga perlu
disingkirkan. Lapisan salju tersebut sebagian besar dapat disingkirkan dengan buldoser, namun
untuk membersihkana digunakan garam dapur atau urea. Prinsip dasar dari proses ini juga
berdasarkan penurunan titik beku.

Penentuan Massa Molekul Relatif


Pengukuran sifat koligatif dapat digunakan untuk menentukan massa molekul relatif zat
terlarut. Hal itu dapat dilakukan karena sifat koligatif bergantung pada konsentrasi zat terlarut
(jumlah zat).
Contohnya dengan mengetahui massa zat terlarut serta nilai penurunan titik bekunya .,
maka massa molekul relatif zat terlarut dapat ditentukan.

Membuat cairan Fisiologi


Cairan infus dan berbagai cairan fisiologilainya, seperti obat tetes mata, harus isotonik
dengan cairan tubuh kita. Oleh karena itu , konsentrasinya perlu disesuaikan. Anda tentu
mengetahui bahwa salah satu masalah yang dihadapi korban kecelakaan ditengah laut yang terpaksa
harus terapung-apung berhari-hari yaitu rasa haus. Meminum air laut tidak akan menghilangkan rasa
haus, malah sebaliknya akan menambah rasa haus. Hal itu terjadi karena air laut hipertonik terhadap
cairan tubuh kita. Akibatnya air laut justru akan menarik air dari jaringan tubuh.

Desalinasi Air larut melalui Osmosis balik


Telah disebutkan bahwa osmosis balik adalah perembesan pelarut dari larutan ke pelarut,
atau dari larutan yang lebih pekat ke larutan yang lebih encer. Osmosis balik terjadi jika kepada
larutan diberikan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmotiknya
Osmosis balik digunakan untuk membuat air murni dari air laut. Dengan memberi tekanan
osmotiknya, air dipaksa untuk merembes dari air asin ke dalam air murni melalui selaput yang
permeabel untuk air tetapi tidak untuk ion-ion dalam air.
Penggunaan lain dari osmotik balik, yaitu untuk memisahkan zat-zat beracun dalam air
limbah sebelum dilepas ke lingkungan bebas.

Hanif Rizal P.
XII IPA 2
Pengetahuan Sifat Koligatif Larutan
Memasak mie instan tentu bukan pekerjaan sulit bagi anda. Hanya merebus air sampai
mendidih kemudian mie dimasukkan beserta bumbunya. Setelah itu, dipanaskan beberapa saat, mie
pun siap dihidangkan. Namun, pernahkah anda mengamati kondisi berikut. Mendidihkan air saja
tanpa mie di dalamnya akan lebih cepat dibandingkan mendidihkan air yang di dalamnya terdapat
mie. Apabila diukur menggunakan termometer, ternyata suhu keduanya berbeda pada saat
mendidih. Titik didih air tanpa mie lebih rendah. Taukah anda mengapa hal itu dapat terjadi?
Dalam kehidupan sehari-hari kita jarang menemui materi dalam keadaan murni. Sebagian
materi dalam keadaan campuran, baik homogen maupun heterogen. Campuran homogeny sering
disebut larutan. Larutan adalah campuran homogeny antara dua atau lebih materi murni. Komponen
pada larutan ada dua, yaitu zat terlarut (solut) dan pelarut (solven). Di dalam larutan, zat terlarut
terdispersi secara merata (homogen) dalam pelarut. Sifat larutan merupan perpaduan antara sifat
zat terlarut dan sifat pelarutnya.
Sebagai contoh larutan garam. Garam sebagai zat terlarut berfase padat dan berasa asin.
Sementara itu, air sebagai pelarut berfase cair dan tidak berasa. Larutan garam berfase asin dan
berasa asin. Kita tidak dapat lagi membedakan antara komponen air dan garam.
Baja merupakan komponen besi dan yang lain, seperti karbon (kokas). Besi berifat liat dan
lentur, sedangkan karbon (kokas) bersifat rapuh. Perpaduan ini menghasilkan baja dengan kekuatan
dan kekerasan yang berbeda dari komponen penyusun campurannya.
Sifat larutan yang tidak tergantung pada jenis zat terlarut tetapi tergantung pada jumlah relatif
zat terlarut dan pelarut disebut sebagai sifat koligatif. Sifat koligatif larutan meliputi penurunan
tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik.