Anda di halaman 1dari 14

1

UNDANG-UNDANG KELUARGA MAHASISWAFAKULTAS FARMASI


UNIVERSITAS ANDALAS
NOMOR 01 TAHUN 2013
TENTANG
PEMILIHAN UMUM RAYA
KELUARGA MAHASISWAFAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS ANDALAS

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan :
1. Keluarga Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Andalas selanjutnya disebut KM FF UNAND.
2. Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga MahasiswaFakultas Farmasi Universitas Andalas selanjutnya
disebut DPMKM FF UNAND.
3. Gubernur adalah kepala pemerintah Negara Bagian Keluarga Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas
Andalas.
4. Pemilihan Umum Raya Keluarga Mahasiswa Universitas Andalas yang selanjutnya disebut PEMIRA
KM FF UNAND adalah sarana pemberian hak suara warga negara KM FF UNAND
5. Pemira Fakultas Farmasi adalah sarana pemberian hak suara warga Negara KM FF Unand untuk
memilih anggota DPM FF Unand dan Gubernur
6. Badan Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut BPU adalah badan penyelenggara PEMIRA KM FF
UNAND.
7. Panitia PEMIRA KM FF UNAND selanjutnya disebut PPU dibentuk oleh BPU atas persetujuan
Gubernur.
8. Pemilih adalah Warga Negara KM FF UNAND yang mempunyai hak memilih sebagaimana diatur
dalam Undang-Undang Dasar KM FF UNAND.
9. Kampanye adalah kegiatan calon anggota DPM KM FF UNAND dan Gubernur dalam rangka
meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi dan program-programnya.
10. Tempat pemungutan suara yang selanjutnya disebut TPS adalah tempat pemilih memberikan suara pada
hari pemungutan suara.
11. Badan Pengawas PEMIRA KM FF UNAND yang selanjutnya disebut Bawaslu adalah panitia
pengawas pelaksanaan PEMIRA KM FF UNAND.

BAB II
ASAS PELAKSANAAN DAN PENYELENGGARAAN PEMIRA

Pasal 2
Pemilihan umum raya dilaksanakan secara demokratis berdasarkan azas langsung, bebas, umum,
rahasia, jujur,adil dan akuntabilitas.

Pasal 3
PEMIRA KM FF UNAND diselenggarakan untuk memilih anggota DPM dan Gubernur.

Pasal 4
PEMIRA KM FF UNAND dilaksanakan sekali setahun.

Pasal 5
PEMIRA KM FF UNAND untuk memilih DPM dan Gubernur dilaksanakan dengan sistem proporsional
dengan daftar calon terbuka.

2
Pasal 6
1. Jadwal pelaksanaan Pemira KM FF UNAND ditetapkan oleh BPU berdasarkan TAP DPM KM FF
UNAND mengenai jadwal Pemira.
2. BPU melaksanakan Pemira selambat-lambatnya 5 (lima) hari dari jadwal pemira yang ditetapkan dalam
TAP DPM KM FF UNAND.

BAB III
PESERTA PEMIRA

Pasal 7
Pesertca PEMIRA KM FF UNANDadalah perorangan.

Pasal 8
Peserta PEMIRA KM FF UNAND ditetapkan oleh BPU melalui verifikasi.

Pasal 9
Penetapan nomor urut sebagai peserta PEMIRA KM FF UNAND ditetapkan oleh BPU,

BAB IV
HAK MEMILIH

Pasal 10
1. Pemilihan dilakukan oleh warga negara KM FF UNAND.
2. Untuk dapat menggunakan hak memilih warga Negara KM FF UNAND harus terdaftar secara
akademik yang selanjutnya disahkan oleh BPU sebagai daftar pemilih.
3. Setiap warga negara KM FF UNAND yang akan memilih, wajib menunjukkan kartu warga negara KM
FF UNAND yang masih berlaku pada saat pemungutan suara.

BAB V
PENYELENGGARAANPEMIRA
PARAGRAF 1
BADAN PEMILIHAN UMUM RAYA
Bagian Pertama
Umum

Pasal 11
1. PEMIRA KM FF UNAND diselenggarakan oleh BPUyang bersifat independen.
2. BPU bertanggungjawab atas penyelenggaraan PEMIRA KM FF UNAND.
3. Dalam melaksanakan tugasnya, BPU menyampaikan laporan dalam tahap penyelenggaraan PEMIRA
KM FF UNAND kepada DPM.

Bagian Kedua
Keanggotaan

Pasal 12
1. Anggota BPU beranggotakan maksimal 9 (sembilan) orang minimal 5 (lima) orang.
2. Keanggotaan BPU terdiri atas seorang ketua merangkap anggota, dibantu wakil ketua merangkap
anggota, dan para anggotanya.
3. Ketua dan wakil ketua BPU dipilih dari dan oleh anggota BPU melalui musyawarh dan mufakat.
4. Setiap anggota BPU mempunyai hak suara yang sama.

Pasal 13
1. Anggota BPU berhenti antarwaktu karena:
3
a. Meninggal dunia;
b. Melanggar sumpah atau janji;
c. Mengundurkan diri; dan
d. Tidak lagi memenuhi syarat sebagai anggota BPU.
2. Pemberhentian sebagai mana dimaksud pada ayat 1 dilakukan oleh Gubernur.

Pasal 14
1. BPU dibubarkan oleh Gubernur setelah masa tugasnya berakhir.
2. Masa tugas BPU berakhir setelah Gubernur terpilih dilantik.

Bagian Ketiga
Persyaratan

Pasal 15
Syarat untuk dapat menjadi anggota BPU :
1. Warga negara KM FF UNAND sebagaimana yang diatur dalam Undang Undang.
2. Mempunyai kemampuan untuk menjalankan tugasnya dan berwatak serta bermoral baik;
3. Mempunyai komitmen dan dedikasi yang tinggi terhadap suksesnya PEMIRA KM FF UNAND, demi
tegaknya demokrasi dan keadilan;
4. Tidak terikat sebagai anggota legislatif dan eksekutif di fakultas maupun universitas yang dibuktikan
dengan surat keterangan.
5. Bagi yang terlibat di kepengurusan lembaga eksekutif dan legislatif di fakultas maupun universitas
harus membuat surat pernyataan tidak menjabat secara struktural atau non struktural dengan persetujuan
ketua DPM KM FF UNAND.
6. Tidak menjadi anggota tim kampanye peserta Pemira KM FF UNAND yang dibuktikan secara tertulis.
7. Mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai tentang sistem pelaksanaan PEMIRA KM FF
UNAND, sistem perwakilan warga negara KM FF UNAND dan memiliki kemampuan kepemimpinan;
dan
8. Bersedia bekerja sepenuh waktu.

Bagian Keempat
Panitia Ad Hoc

Pasal 16
1. Untuk pendaftaran calon anggota BPU Gubernur membentuk Panitia Ad Hoc untuk melakukan
pendaftaran dan penyaringan calon anggota BPU dari warga Negara KM FF UNAND.
2. Panitia Ad Hoc dibentuk oleh Gubernur KM FF UNAND selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja setelah
DPM KM FF UNAND meminta Gubernur KM FF UNAND untuk membentuk Panitia Ad hoc Pemira.
3. Panitia Ad Hoc berjumlah 3 (tiga) orang.
4. Proses pendaftaran dan penyaringan calon anggota BPU oleh Panitia Ad Hoc dilaksanakan selambat-
lambatnya 5 (lima) hari setelah Panitia Ad Hoc terbentuk.
5. Calon anggota BPU yang lulus verifikasi dari Panitia Ad Hoc sebagaimana dimaksud pada ayat 1 (satu)
disampaikan kepada Gubernur untuk diajukan kepada DPM.
6. Calon anggota BPU ditetapkan sebagai anggota BPU setelah dilakukan uji kelayakan dan kepatutan
oleh DPM KM FF UNAND.

Pasal 17
Sebelum menjalankan tugasnya, anggota BPU mengucapkan sumpah dan janji.

Sumpah dan janji anggota BPU adalah sebagai berikut:

Demi Allah (Tuhan) saya bersumpah dan berjanji:

4
Bahwa saya akan memenuhi tugas dan kewajiban saya sebagai anggota BPU dengan sebaik-baiknya dan seadil-
adilnya;

Bahwa saya akan menyelenggarakan Pemira sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan berpedoman
pada Undang-Undang Dasar Negara Keluarga Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Andalas;

Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan kewajiban tidak akan tunduk pada tekanan dan pengaruh apa pun
dari pihak mana pun yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan;

Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan kewenangan, akan bekerja dengan sungguh-sungguh, jujur, adil, dan
cermat demi suksesnya Pemira, serta mengutamakan kepentingan Negara Keluarga Mahasiswa Fakultas
Farmasi Universitas Andalas daripada kepentingan pribadi atau golongan.

Bagian Kelima
Tugas, Wewenang, dan Kewajiban

Pasal 18
Tugas dan wewenang BPU adalah :
a. Merencanakan pelaksanaan PEMIRA KM FF UNANDdi Negara KM FF UNAND;
b. Melakukan verifikasi terhadap calon anggota DPM KM FF UNA ND dan Gubernur;
c. Menetapkan peserta PEMIRA KM FF UNAND;
d. Menentukan prosedur PEMIRA KM FF UNAND;
e. Menetapkan daerah pemilihan;
f. Menetapkan waktu, tanggal, tata cara pelaksanaan kampanye dan pemungutan suara;
g. Menetapkan hasil PEMIRA KM FF UNAND dan mengumumkan calon terpilih;
h. Melakukan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan PEMIRA KM FF UNAND dalam Sidang Umum DPM KM
FF UNAND; dan
i. Membentuk dan menetapkan tata kerja panitia PEMIRA KM FF UNAND.

Pasal 19
BPU berkewajiban :
a. Malaksanakan segala bentuk penyelenggaraan Pemira secara professional dan proporsional;
b. Memperlakukan calon anggota DPM KM FF UNANDdan Gubernur secara adil dan setara;
c. Menyampaikan informasi kegiatan kepada warga negara KM FF UNAND;
d. Melaporkan penyelenggaraan PEMIRA KM FF UNAND dalam Sidang Umum DPM KM FF UNAND; dan
e. Melaksanakan seluruh kewajiban yang diatur dalam undang-undang ini.

Pasal 20
BPU membentuk PPU (Panitia Pemilihan Umum) satu (1) minggu setelah BPU ditetapkan.

PARAGRAF 2
PANITIA PEMILIHAN UMUM
Bagian Pertama
Umum

Pasal 21
PPU merupakan panitia kerja yang dibentuk oleh BPU untuk membantu pelaksanaan Pemira.

Bagian Kedua
Keanggotaan

Pasal 22
1. Jumlah anggota PPU ditentukan oleh BPU.
5
2. Keanggotaan PPUterdiri atas seorang ketua merangkap anggota, dibantu seorang wakil ketua merangkap
anggota, dan para anggota.
3. PimpinanPPUdipilih dari BPU melalui musyawarah mufakat anggota BPU.
4. Setiap anggota PPU mempunyai hak suara yang sama.

Pasal 23
Dalam melaksanakan tugasnya PPU menyampaikan laporan pelaksanaan penyelenggaraan Pemira kepada BPU.

Pasal 24
Sebelum menjalankan tugasnya, anggota PPU mengucapkan sumpah dan janji.
Sumpah dan janji anggota PPU adalah sebagai berikut:

Demi Allah (Tuhan) saya bersumpah dan berjanji:

Bahwa saya akan memenuhi tugas dan kewajiban saya sebagai anggota PPU dengan sebaik-baiknya dan seadil-
adilnya;

Bahwa saya akan menyelenggarakan Pemira sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan berpedoman
pada Undang-Undang Dasar Negara Keluarga Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Andalas;

Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan kewajiban tidak akan tunduk pada tekanan dan pengaruh apa pun
dari pihak mana pun yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan;

Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan kewenangan, akan bekerja dengan sungguh-sungguh, jujur, adil, dan
cermat demi suksesnya Pemira, serta mengutamakan kepentingan Negara Keluarga Mahasiswa Fakultas
Farmasi Universitas Andalas daripada kepentingan pribadi atau golongan.

Bagian Ketiga
Tugas, Wewenang, dan Kewajiban

Pasal 25
Tugas, wewenang dan kewajiban PPU adalah:
a. Melakukan penerimaan pendaftaran peserta Pemira;
b. Meneliti persyaratan administrasi calon peserta Pemira;
c. Melaksanakan penghitungan suara;
d. Melaksanakan pencatatan hasil penghitungan suara;
e. Melaksanakan segala bentuk peraturan yang ditetapkan oleh BPU;
f. Menindaklanjuti segala bentuk laporan dari Bawaslu mengenai dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan
penyelenggaraan Pemira; dan
g. Hal-hal lain yang berkaitan dengan persyaratan, tugas, wewnang dan kewajiban anggota PPU ditentukan
lebih lanjut berdasarkan peraturan BPU.

PARAGRAF 3
BAWASLU
Bagian Pertama
Umum

6
Pasal 26
1. Bawaslu merupakan badan yang dibentuk oleh DPM untuk mengawasi pelaksanaan Pemira.
2. Pembentukan BAWASLU paling lama 3 hari setelah penetapan BPU.
3. Bawaslu bertanggungjawab kepada DPM.

Bagian Kedua
Persyaratan

Pasal 27
1. Warga negara KM Fakultas Farmasi UNAND yang dibuktikan dengan identitas warga Negara KM FF
UNAND.
2. Mempunyai komitmen dan dedikasi yang tinggi terhadap suksesnya Pemira.
3. Bagi yang terlibat di kepengurusan eksekutif di fakultas maupun universitas harus mendapatkan izin
dari pimpinan lembaga tersebut dan selama menjalankan tugas Bawaslu yang bersangkutan dibebas
tugaskan dari lembaganya.
4. Tidak menjadi anggota tim kampanye peserta Pemira pada tingkat universitas/fakultas yang dibuktikan
secara tertulis.
5. Membuat surat pernyataan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4).
6. Bersedia bekerja sepenuh waktu.

Bagian Ketiga
Keanggotaan

Pasal 28
1. Anggota Bawaslu yang dipilih dan ditetapkan oleh DPM berjumlah paling sedikit 3 (tiga) orang dan
paling banyak 5 (lima) orang.
2. Keanggotaan Bawaslu terdiri atas seorang ketua merangkap anggota, dibantu seorang wakil ketua
merangkap anggota, dan para anggota.
3. Ketua dan wakil ketua Bawaslu dipilih dari dan oleh anggota dengan musyawarah dan mufakat.
4. Setiap anggota Bawaslu mempunyai hak suara yang sama.

Pasal 29
Dalam melaksanakan tugas, wewenang dan kewajibannya, Bawaslu menyampaikan laporan pelaksanaan
penyelenggaraan Pemira kepada DPM.

Pasal 30
Sebelum menjalankan tugasnya, anggota Bawaslu mengucapkan sumpah dan janji.

Sumpah dan janji anggota Bawaslu adalah sebagai berikut:
Demi Allah (Tuhan) saya bersumpah dan berjanji:
Bahwa saya akan memenuhi tugas dan kewajiban saya sebagai anggota Bawaslu dengan sebaik-baiknya dan
seadil-adilnya;
Bahwa saya akan menyelenggarakan Pemira sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan berpedoman
pada Undang-Undang Dasar Negara Keluarga Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Andalas;
7
Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan kewajiban tidak akan tunduk pada tekanan dan pengaruh apa pun
dari pihak mana pun yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan;
Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan kewenangan, akan bekerja dengan sungguh-sungguh, jujur, adil, dan
cermat demi suksesnya Pemira, serta mengutamakan kepentingan Negara Keluarga Mahasiswa Fakultas
Farmasi Universitas Andalas daripada kepentingan pribadi atau golongan.

Pasal 31

Tugas, wewenang dan kewajiban Bawaslu adalah:
a. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pemira;
b. Melakukan pengawasan terhadap kinerja BPU dan PPU;
c. Menindaklanjuti segala bentuk dugaan pelanggaran atau terjadi pada setiap proses penyelenggaraan; dan
d. Menyelesaikan segala bentuk sengketa Pemira.

BAB VI
DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI

Bagian Pertama
Daerah Pemilihan

Pasal 32
1. Pelaksanaan pemungutan suara dilakukan didaerah pemilihan yang telah ditetapkan oleh BPU
2. Pemilih memberikan hak suara pada daerah pemilihan di Negara Bagian KM FF UA kecuali ditentukan
lain dalam petunjuk pelaksana undang-undang ini.

Bagian Kedua
Jumlah Kursi

Pasal 33
Jumlah kursi anggota DPM yang dipilih ditetapkan sebanyak-banyaknya 27 kursi sebagaimana yang diatur
dalam Undang Undang.


BAB VII
TEKNIS PENYELENGGARAAN PEMIRA

Bagian Pertama
Tahapan Pemilihan

Pasal 34
Tahapan Pelaksanaan Pemilihan adalah:
a. Pendaftaran calon;
b. Verifikasi;
c. Penetapan calon;
d. Kampanye;
e. Pemungutan suara;
f. Perhitungan suara; dan
g. Penetapan hasil PEMIRA KM FF UNAND.
8

Bagian Kedua
Pendaftaran Calon
Paragraf 1
Persyaratan Calon Anggota DPM

Pasal 35
Syarat-syarat calon anggota DPM KM FF UNAND:
1. Warga Negara KM FF UNANDsebagaimana yang diatur dalam Undang Undang yang aktif dari
semester 3 sampai semester 8;
2. Mempunyai kemampuan untuk menjalankan tugasnya dan berwatak serta bermoral baik dengan
melampirkan surat kelakuan baik;
3. Tidak merangkap sebagai pengurus eksekutif dan legislatif ditingkat Fakultas atau Universitas serta
pimpinan lembaga eksternal yang dibubuhkan dengan surat keterangan;
a. Lembaga eksternal adalah lembaga yang berada di luar Negara KM FF UA
b. Pimpinan Lembaga Eksternal diatur sesuai dengan ADART lembaga tersebut.
4. Bersedia dicalonkan dan mencalonkan diri yang dinyatakan secara tertulis dan mendapat dukungan yang
dibuktikan dengan minimal 5 kartu warga negara KM FF UNANDdari daerah pemlihan masing-masing
calon;
5. Mempunyai pengalaman organisasi/kepanitiaan yang dibuktikan dengan sertifikat/surat keterangan;
6. Pernah mengikuti LKMM tingkat dasar dan atau pelatihan yang setara yang dibuktikan dengan lampiran
sertifikat/surat keterangan;
7. Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat 4disertai dengan bukti tanda tangan.
8. Dukungan dinyatakan batal apabila terdapat bukti ganda sebagaimana dimaksud pada ayat 4.
9. Peserta PEMIRA KM FF UNAND adalah peorangan; dan
10. Peserta PEMIRA KM FF UNAND ditetapkan oleh BPU.

Paragraf 2
Pendaftaran Calon DPM

Pasal 36
1. Pendaftaran calon anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Farmasi dilakukan dengancara
mendaftarkan diri kepada BPU dengan menyerahkan persyaratan sebagaimana dimaksud pada pasal 35.
2. Pendaftaran dapat dilakukan oleh:
a. Calon peserta pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa sendiri; dan/atau
b. Tim kampanye calon peserta pemilihan anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa.
3. Pemeriksaan terhadap kelengkapan dan penetapan atas keabsahan data calon anggota DPM dilakukan
oleh BPU.
4. BPU memberitahukan secara tertulis hasilpemeriksaanpersyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat 3
kepada calon peserta Pemira secara tertulis selambat-lambatnya 2 (dua) hari semenjak diterimanya
kelengkapan persyaratan kepada calon anggota DPM atau tim kampanye.
5. Apabila setelah waktu yang ditentukan oleh BPU kepada calon peserta Pemira tidak memenuhi
persyaratan sebagaimana dimaksud pada pasal 35tidak memenuhi kelengkapan persyaratan pendaftaran
maka calon peserta dinyatakan batal mengikuti Pemira.
6. Hal-hal lain yang berkaitan dengan pendaftaran calon peserta Pemira ditetapkan oleh BPU sepanjang
tidak bertentangan dengan Agama, Undang-Undang dan norma-norma kesusilaan.

Paragraf 3
Persyaratan Calon GubernurBEM KM FF UNAND

Pasal 37
Syarat-syarat calon GubernurBEM KM FF UNAND :
9
1. Warga negara KM FF UNAND yang mempunyai hak untuk memilih dan dipilih, sebagaimana yang
diatur dalam Undang - Undang;
2. Mempunyai kemampuan untuk menjalankan tugasnya dan berwatak serta bermoral baikdengan
melampirkan surat kelakuan baik;
3. Tidak merangkap sebagai anggota legislatif ditingkat Fakultas atau Universitas yang dibuktikan dengan
surat keterangan.
4. Tidak merangkap sebagai pengurus eksekutif dan legislatif ditingkat Fakultas atau Universitas yang
dibutuhkan dengan surat keterangan;
5. Bersedia dicalonkan dan mencalonkan diri yang dinyatakan secara tertulis dan dibuktikan dengan
dukungan 20 kartu warga negara KM FF UNAND dan tanda tangan pendukung;
6. Mempunyai pengalaman organisasi yang dibuktikan dengan lampiran tertulis;
7. Pernah mengikuti LKMM tingkat dasar yang dibuktikan dengan lampiran sertifikat;
8. Dukungan dinyatakan batal apabila terdapat bukti ganda sebagaimana dimaksud pada ayat 5.
9. Menyatakan kesediaannya secara tertulis untuk tidak tamat selama masa kepengurusan; dan
syarat-syarat lain yang ditentukan oleh BPU.

Paragraf 4
Pendaftaran Calon Gubernur BEM KM FF UNAND

Pasal 38
1. Pendaftaran calon GubernurBEM KM FF UNAND dilakukan dengan cara mendaftarkan diri kepada
BPU dengan menyerahkan persyaratan sebagaimana dimaksud pada pasal 37
2. Pendaftaran dapat dilakukan oleh:
a. Calon peserta pemilihan calon Gubernur BEM KM FF UNAND sendiri; dan/atau
b. Tim kampanye calon peserta pemilihan calon Gubernur BEM KM FF UNAND.
3. Pendaftaran calon Gubernur BEM KM FF UNAND hanya dapat dilakukan jika telah memenuhi
persyaratan sebagaimana dimaksud pada pasal 37.
4. Pemeriksaan terhadap kelengkapan dan penetapan atas keabsahan data calon Gubernur BEM KM FF
UNAND dilakukan oleh BPU.
5. BPU memberitahukan secara tertulis hasil pemeriksaan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat
4kepada calon Gubernur BEM KM FF UNAND secara tertulis selambat-lambatnya 2 (dua) hari
semenjak diterimanya kelengkapan persyaratan kepada calonGubernur BEM KM FF UNAND atau tim
kampanye.
6. Apabila setelah waktu yang ditentukan oleh BPU kepada calon Gubernur BEM KM FF UNAND tidak
memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada pasal 37 tidak memenuhi kelengkapan persyaratan
pendaftaran maka calon Gubernur BEM KM FF UNAND dinyatakan batal mengikuti Pemira.
7. Hal-hal lain yang berkaitan dengan pendaftaran calon Gubernur BEM KM FF UNAND ditetapkan oleh
BPU sepanjang tidak bertentangan dengan Agama, Undang-Undang dan norma-norma kesusilaan.

Bagian Ketiga.
Verifikasi dan Penetapan Calon

Pasal 39
1. Verifikasi persyaratan calon peserta Pemira dilakukan oleh BPU, setelah semua persyaratan calon
peserta Pemira diberikan kepada PPU.
2. PPU melaksanakan verifikasi awal ditempat pendaftaran untuk memastikan kelengkapan persyaratan
calon peserta Pemira.
3. Proses verifikasi selanjutnya dilakukan oleh BPU sebagai langkah awal untuk menetapkan calon peserta
Pemira.
10
4. Jika persyaratan calon peserta Pemirasebagaimana dimaksud pada ayat 2, dinyatakan belum lengkap
oleh PPU, maka calon peserta Pemira harus melengkapi persyaratan yang belum dipenuhi sebagaimana
yang dimaksudkan oleh PPU.
5. Apabila semua persyaratan calon peserta Pemira telah dinyatakan lengkap, maka BPU atas
pertimbangan dari PPU menetapkan calon peserta Pemira menjadi peserta Pemira.
6. Dalam melakukan proses verifikasi, PPU dan BPU harus bersikap secara:
a. Objektifitas;
b. Professional; dan
c. Proporsional
7. Hal-hal lain yang berkaitan dengan proses verifikasi calon peserta Pemira ditentukan lebih lanjut dengan
peraturan BPU.

Bagian Keempat
Kampanye Calon Peserta Pemira

Pasal 40
1. Kampanye dilaksanakan sebagai bagian dari penyelenggaraan pemilihan.
2. BPU berkewajiban menyelenggarakan kampanye calon anggota DPM KM FF UNAND dan calon
GubernurKM FF UNAND.
3. Kampanye dilakukan oleh calon anggota DPM KM FF UNAND dan calon GubernurKM FF UNAND
atas ketentuan BPU.
4. Kampanye dilaksanakan 2 (dua) hari setelah pengumuman calon DPM dan calon Gubernur diumumkan
BPU dan berakhir 2 (dua) hari sebelum pemungutan suara.
5. Hal-hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan kampanye peserta Pemira ditetapkan oleh BPU.
6. Pelaksanaan kampanye harus menjaga ketertiban, keamanan dan kesopanan

Pasal 41
1. Kampanye pemilihan calon DPM dilaksanakan melalui kampanye monologis dan kampanye dialogis
oleh setiap calon DPM
2. Kampanye pemilihan calon Gubernur dilaksanakan melalui :
a. Debat Calon Gubernur; dan
b. Dialogis.
3. Pemasangan atau penyebaran atribut atau bahan kampanye ditempat umum dan pada pertunjukan
kampanye monologis.

Pasal 42
1. Kampanye peserta Pemira dapat dilaksanakan oleh tim kampanye yang dibentuk oleh masing-masing
peserta Pemira.
2. Tim kampanye sebagaiman dimaksud pada ayat 1 didaftarkan ke BPU bersamaan dengan pendaftaran
calon peserta Pemira.
3. Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilaksanakan secara bersama-sama oleh peserta Pemira
dan/atau tim kampanye.
4. Penanggung jawab pelaksanaan kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat 4 adalah peserta Pemira
yang bersangkutan.

Pasal 43
Dalam kampanye dilarang:
1. Menghina pribadi, agama, suku, ras, golongan atau organisasi calon lain;
2. Menghasut atau mengadu domba calon atau perseorangan dan kelompok warga negara KM FF UNAND
secara umum;
11
3. Menggunakan kekerasan, ancaman atau menganjurkan penggunaan kekerasan kepada perseorangan,
kelompok atau organisasi Warga NegaraKM FF UNAND;
4. Mengganggu keamanan, ketentraman dan ketertiban umum;
5. Mengancam dan mengajukan pengggunaan kekerasan untuk mengambil alih kekuasaan dan
pemerintahan yang sah; dan
6. Merusak atau menghilangkan atribut/bahan kampanye calon lain.

Bagian Kelima
Pemungutan Suara
Paragraf 1
Umum

Pasal 44
1. Pemungutan suara dilaksanakan serentak dalam satu hari di seluruh daerah pemilihan kecuali ditentukan
lain oleh BPU.
2. Hari, tanggal dan waktu pemungutan suara ditetapkan oleh BPU.

Pasal 45
1. Sebelum melaksanakan pemungutan suara panitia pemilihan melakukan:
a. Pembukaan kotak suara;
b. Pengeluaran seluruh isi kotak suara; dan
c. Mengidentifikasi seluruh isi jenis dokumen dan peralatan.
2. Kegiatan panitia pemilih dihadiri oleh tim/saksi yang dibentuk calon, pemilihdan warga negara KM FF
UNAND.
3. Kegiatan panitia pemilih dibuatkan berita acara dan ditandatangani olehpemilih dan saksi dari calon
anggota.

Paragraf 2
Surat Suara

Pasal 46
1. Jumlah surat suara ditentukan oleh BPU.
2. Format surat suara dibuat pada 1 (satu) lembar kertas yang berbeda untuk pemilihan calon Gubernur
BEM KM FF UNAND dan calon DPM.
3. Satu lembar kertas surat suara untuk calon Gubernur BEM KM FF UNAND menampilkan semua foto
calon Gubernur BEM KM FF UNAND dengan mencantumkan nama dan tahun angkatan masing-
masing calon Gubernur.
4. Satu lembar kertas surat suara untuk calon anggota DPM menampilkan foto calon anggota DPM,
nama,tahun angkatan dan komponen,kemudian dicetak dalam satu lembar kertas dengan ketentuan:
a. Surat suara untuk calon anggota DPM dari masing-masing komponen dipisah sesuai dengan asal
daerah pemilihannya.
b. Warga Negara yang akan memilih calon anggota DPM harus memilih calonnya berdasarkan
daerah asal pemilihannya.
c. Calon anggota DPM dinyatakan sebagai DPM terpilih apabila memperoleh satu suara.

Bagian Keenam
Perhitungan Suara

Pasal 47
1. Perhitungan suara dilakukan oleh BPU pada satu tempat yang telah ditentukan setelah pemungutan
suara berakhir.
12
2. Perhitungan suara dapat dihadiri oleh saksi calon DPM,calon Gubernur , dan Warga Negara KM FF
UNAND secara terbuka.
3. Perhitungan dapat diulang atau ditunda sesuai dengan kebijakan BPU jika terjadi hal-hal yang dianggap
tidak memungkinkan proses penghitungan dilanjutkan.
4. Ketentuan lebih lanjut mengenai perhitungan suara diatur dalam petunjuk pelaksana undang-undang ini

Bagian Ketujuh
Penetapan Hasil Pemira

Pasal 48
1. Penetapan hasil Pemira dilaksanakan setelah semua proses penghitungan surat suara selesai
dilaksanakan.
2. Penetapan hasil Pemira berisi:
a. Peserta pemenang Pemira sebagaimana dimaksud ayat1; dan
b. Jumlah seluruh suara yang sah, tidak sah, dan abstain.
3. Peserta pemenang Pemira ditetapkan berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan oleh BPU.
4. Pengumuman hasil Pemira dilaksanakan selambat-lambatnya 2 (dua) hari setelah surat keputusan
sebagaimana dimaksud pada ayat 3dikeluarkan oleh BPU.

Pasal 49
Pemungutan dan penghitungan suara ulang hanya dapat dilakukan apabila terdapat kecurangan , kejanggalan
ataupun permasalahan-permasalahan lain yang menyebabkan pelaksanaanpemungutan dan penghitungan suara
pada TPS yang bermasalah setelah dikeluarkannya TAP DPM KM UNAND atas rekomendasi dari Bawaslu.

BAB VIII
KEUANGAN

Pasal 50
Sumber pendapatan anggaran penyelenggaraan Pemira diperoleh dari anggaran Fakultas Farmasi Universitas
Andalas untuk Kemahasiswaan, usaha- usaha yang legal, dan tidak bertentangan dengan Undang-Undang Dasar
Keluarga Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Andalas dan sumbangan dan tidak mengikat.

BAB IX
SENGKETA PEMIRA

Pasal 51
Segala bentuk sengketa yang muncul sebagai akibat penyelenggaraan Pemira diajukan secara tertulis kepada
Bawaslu.
Pasal 52
Objek sengketa Pemira adalah sebagai berikut:
1. Keputusan hasil verifikasi peserta pemira;
2. Keputusan berkaitan daerah pemilihan pemira; dan
3. Keputusan mengenai pemungutan suara.

Pasal 53
13
1. Dalam hal pelanggaran larangan sebagaimana yang dimaksud pada pasal 43, pihak-pihak yang
dirugikan dapat membuat surat keberatan tertulis kepada Bawaslu selambat-lambatnya 1 x 24 jam sejak
diketahui terjadinya pelanggaran selama masa Pemira.
2. Dalam hal penyelesaian sengketa Pemira sebagaimana yang dimaksud pada pasal 52 diajukan secara
tertulis kepada Bawaslu selambat-lambatnya 1 x 24 jam semenjak dikeluarkannya keputusan BPU.
3. Keputusan mengenai penyelesaian sengketa pemira sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1 dan ayat 2
dikeluarkan oleh Bawaslu selambat-lambatnya 2 x 24 jam.
4. Apabila peserta Pemira tidak menerima keputusan penyelesaian sengketa Pemira yang dikeluarkan oleh
Bawaslu maka peserta Pemira dapat mengajukan penyelesaian sengketa kepada DPM KM FF UNAND
sebagai bentuk upaya penyelesaian sengketa Pemira tingkat akhir.
5. Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat 4 diputuskan dalam sidang paripurna DPM KM FF
UNAND.

BAB X
KETENTUAN SANKSI

Pasal 54
1. Calon anggota DPM yang tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana diatur dalam pasal dinyatakan
gugur dan tidak berhak untuk dipilih dalam PEMIRA KM FF UNAND.
2. Calon yang terbukti melakukan kecurangan dalam proses pemilihan berdasarkan putusan pengawasdan
laporan pemantau maka dinyatakan gugur dan tidak berhak untuk dipilih.
3. BPU dan BPU yang tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana yang diatur dalam undang-undang
ini maka dilakukan teguran oleh pengawas dan dikenakan sanksi lain berdasarkan keputusan DPM KM
FF UNAND dan Gubernur Warga negara KM FF UNAND.

BAB XI
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 55
1. BPU dibentuk selambat-lambatnya1 (bulan) semenjak undang-undang ini diundangkan.
2. Seluruh Tugas BPU dinyatakan selesai selambat-lambatnya 1 (satu) bulan semenjak seluruh tahapan
Pemira KM FF UNAND selesai.
Pasal 56
1. Bawaslu dibentuk selambat-lambatnya 1 (bulan) semenjak undang-undang ini diundangkan.
2. Seluruh Tugas Bawaslu dinyatakan selesai selambat-lambatnya 1 (satu) bulan semenjak selesai
penyelenggaraanPemira.

Pasal 57
Sebelum DPM terbentuk maka posisi,tugas dan wewenangnya akan dilaksanakan oleh Presidium Sidang
umum.

BAB XII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 58
Segala hal yang belum diatur dalam undang-undang ini akan diatur dalam pelaksana dan petunjuk teknis

Pasal 59
Undang- Undang mulai berlaku sejak tanggal diundangkan

14
Agar setiap warga negara KM FF UNAND mengetahuinya, memerintahkan pengundangan ini dengan
penempatan di lingkungan KM FF UNAND.

Disahkan di Padang
Pada tanggal ......... 2013

GUBERNUR WARGA NEGARA KM FF UNANDKM FF
UNAND


Ttd.

Apryandi Amyyu
Diundangkan di Padang
Pada tanggal ........ 2013

KOORDINATOR DEPARTEMEN

________________________________________________________________

Ttd.

_________________________


LEMBARAN NEGARA KELUARGA WARGA NEGARA KM FF UNAND UNIVERSITAS ANDALAS
NOMOR /LN KM FF UNAND/ /2013