Anda di halaman 1dari 16

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan


Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Proposal Kerja Praktik di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

1

PROPOSAL KERJA PRAKTIK
STUDI APLIKASI SURVEI DAN PEMETAAN SERTA
PERHITUNGAN VOLUME BATUBARA DI AREAL
TAMBANG PT BUKIT ASAM

Abstrak
Indonesia merupakan salah satu negara utama yang memproduksi
batubara di dunia. Menurut Kementerian ESDM, pada tahun 2010
diperkirakan produksi batubara di Indonesia mencapai 262,48 juta ton.
Melimpahnya produksi batubara di Indonesia tentu menjadikan batubara
sebagai sumber energi utama di Indonesia, terutama untuk pembangkit tenaga
listrik. Selain itu, penggunaan batubara tersebut bertujuan untuk menghemat
sumber energi lainnya. Maka tidak heran jika permintaan akan batubara di
Indonesia cukup tinggi sehingga berimbas pada banyaknya perusahaan yang
melakukan penambangan batubara terutama di Pulau Sumatera dan Pulau
Kalimantan. Banyak perusahaan pertambangan secara besar-besaran
mengeksploitasi sumber daya tersebut, padahal cadangan batu bara ini tentu
akan semakin berkurang. Oleh karena itu, suatu kebijakan dalam
mengeksploitasi sumber daya tersebut secara efisien, efektif, profesional,
serta bijak. Salah satu perusahaan besar swasta yang mengeksploitasi
batubara tersebut adalah PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Dalam
pelaksanaannya, tentu saja diperlukan tahapan survei dan pemetaan dalam
memetakan areal pertambangan tersebut serta menghitung jumlah volume
batubara yang mampu diproduksi.

Kata Kunci: batubara, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, dan surveying



PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Proposal Kerja Praktik di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

2

1. PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Kerja Praktik merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus
ditempuh oleh Mahasiswa S-1 Jurusan Teknik Geomatika ITS Surabaya.
Dengan adanya Kerja Praktik seorang mahasiswa diharapkan memiliki
kemampuan dalam mengimplementasikan serta mengaplikasikan ilmu-ilmu
Geomatika dalam suatu praktik kerja nyata dalam menunjang proses studi
individu tersebut sebagai persiapan untuk terjun dalam dunia kerja yang nyata
setelah lulus nantinya.
Kesempatan pelaksanaan kegiatan Kerja Praktik dalam kaitannya
tentang studi aplikasi dan survey pemetaan, serta perhitungan volume batubara
di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk ini dapat dimanfaatkan untuk pengaplikasian
beberapa metode terrestris untuk penentuan posisi horizontal serta vertikal
(x,y,z/h), staking out, pengeplotan, pengukuran, perhitungan luasan, serta
pembuatan peta digital areal pertambangan, dan juga perhitungan volume
timbunan batubara serta pemodelannya secara 3D. Hasil akhir dari kegiatan
tersebut diharapkan akan berguna untuk perencanaan dan pelaksanaan
pekerjaan pertambangan untuk produksi kedepannya yang lebih optimal,
profesional, dan ramah lingkungan.

1.2. TUJUAN
Adapun tujuan dari dilaksanakannya Kerja Praktek di PT. Bukit Asam
(Persero) Tbk adalah :
1. Sebagai sarana untuk mengaplikasikan berbagai teori dan metode tentang
ilmu surveying (pemetaan) yang telah diperoleh di bangku kuliah pada
dunia kerja, terutama pada pekerjaan yang ada di PT. Bukit Asam
(Persero) Tbk yang berhubungan dengan ilmu geomatika.
2. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami sistem kerja di dunia kerja
sekaligus mampu mengadakan pendekatan masalah secara utuh.
3. Sebagai pengalaman berharga bagi Mahasiswa yang dapat dijadikan bekal
saat memasuki dunia kerja.
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Proposal Kerja Praktik di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

3

4. Melakukan pemetaan daerah tambang, staking out, serta mengolah data-
data yang diperoleh sehingga menjadi bermanfaat bagi PT. Bukit Asam
(Persero) Tbk.

1.3. MANFAAT
PT. Bukit Asam (Persero) Tbk berperan dalam memajukan
pendidikan lokal dan pendidikan nasional yang direalisasikan melalui
hubungan langsung dengan masyarakat. Selain itu, terdapat kerjasama
yang baik antara perusahaan dengan perguruan tinggi di Indonesia,
khususnya mengenai aplikasi ilmu yang berhubungan dengan pekerjaan-
pekerjaan yang terdapat di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Kerja praktik
ini juga menambah ilmu pengetahuan mahasiswa khususnya mengenai
ilmu pengukuran volume galian/timbuanan, luas area, pemetaan detil
situasi / topografi, staking out, pemetaan digital, serta pemodelan DEM
(Digital Elevation Model) dari volume timbunan batubara.

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pemetaan Terestris
2.1.1. Kerangka Kontrol Horizontal (KKH)
Kerangka kontrol horisontal adalah sekumpulan titik yang telah
diketahui atau ditentukan posisi horisontalnya, berupa koordinat pada
bidang datar (X,Y), dalam sistem proyeksi tertentu, dan satu sistem
koordinat tertentu. Sistem koordinat yang dimaksud disini adalah sistem
koordinat kartesian bidang datar. Penentuan KKH dapat dikelompokkan
dalam metode penentuan :
1. Penentuan titik tunggal :
- Metode polar
- Metode perpotongan kemuka
- Metode perpotongan kebelakang
2. Penentuan banyak titik :
- Metode poligon : terbuka dan tertutup
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Proposal Kerja Praktik di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

4

- Metode triangulasi
- Metode trilaterasi
Jenis Poligon :
Poligon Terbuka
Pada poligon terbuka ini diperlukan titik ikat yang tentu dan
jurusan yang tentu pula pada kedua ujungnya. Sebelum dimulai
dengan menghitung koordinat-koordinat titik poligon, maka lebih
dahulu harus diteliti pengukuran poligon. Karena untuk dapat
menentukan koordinat-koordinat diperlukan sudut dan jarak, maka
yang diukur pada poligon adalah sudut-sudut dan jarak itu. Untuk
dapat melakukan penelitian maka harus diketahui dan ditentukan
lebih dulu syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi oleh suatu
poligon. Diukur pada poligon semua sudut antara sisi-sisi poligon dan
panjang semua sisi.







Gambar 2.1 Poligon Terbuka Terikat Sempurna
Poligon Tertutup
Untuk poligon tertutup, koordinat awal sama dengan koordinat
akhir dan azimuth awal sama dengan azimuth akhir.






PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Proposal Kerja Praktik di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

5












2.1.2. Kerangka Kontrol Vertikal (KKV)
Kerangka kontrol vertikal merupakan kumpulan titik-titik yang
telah diketahui atau ditentukan posisi vertikalnya terhadap sebuah datum
ketinggian. Datum ketinggian ini dapat berupa ketinggian muka air laut
rata-rata (mean sea level - MSL) atau ditentukan lokal.
Tinggi adalah perbedaan vertikal atau jarak tegak dari suatu bidang
referensi yang telah ditentukan terhadap suatu titik sepanjang garis
vertikalnya. Untuk mendapatkan tingi suatu titik perlu dilakukan
pengukuran beda tinggi antara suatu titik terhadap titik yang telah
diketahui tingginya dengan mempergunakan alat sipat datar. Pengukuran
kerangka kontrol vertikal bertujuan untuk menentukan tinggi titik-titik
yang dicari (koordinat vertikal) terhadap bidang referensi.
Pengukuran kerangka kontrol vertikal bertujuan untuk menentukan
tinggi titik-titik yang dicari (koordinat vertikal) terhadap bidang referensi.
Syarat pengukuran:
1. Alat berada di tengah-tengah rambu (tidak harus segaris dengan kedua
rambu).
2. Data yang dicatat adalah bacaan benang tengah (BT), benang bawah
(BB) dan benang atas (BA).
3. Baca rambu belakang (b) baru kemudian dibaca rambu muka (m).
Y
B

B
Y
A

Y
4

Y
1

Y
2

Y
3

A
4
3
2
1
d
1

d
2

d
3

d
4

d
5

X
B

X
A

X
1

X
2

X
3

X
4

Gambar 2.2 Poligon Tertutup
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Proposal Kerja Praktik di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

6

4. Seksi dibagi dalam slag berjumlah genap.
5. Pengukuran dapat dilakukan dengan cara pergi pulang atau dengan
double stand (pada kemah kerja ini, kerangka utama menggunakan
kedua metode, sednagkan kerangka yang lain menggunakan salah satu
metode saja).
6. Jumlah jarak muka = jumlah jarak belakang.
7. Jarak alat ke rambu maksimum = 75 meter.
8. Pemindahan rambu ke slag berikutnya dengan cara leap frog, yaitu
rambu muka dipindahkan terlebih dulu (menjadi rambu belakang di
slag dua), kemudian dilakukan pengukuran di slag kedua, baru rambu
belakang dipindahkan. (Chatarina,2004).
2.1.3. Pemetaan Detil Situasi Topografi
Pemetaan Situasi Detil Tachymetri adalah pemetaan untuk titik-
titik detil. Detil adalah segala obyek yang ada di lapangan, baik yang
bersifat alamiah seperti : sungai, lembah, bukit alur, rawa, dll, maupun
hasil budaya manusia seperti : jalan, jembatan, gedung, lapangan, stasiun,
selokan, dll yang akan dijadikan isi dari peta yang akan dibuat. Pemilihan
detil dan teknik pengukurannya dalam pemetaan sangat tergantung dari
tujuan peta itu dibuat. Misal untuk peta teknik, maka yang diperlukan
adalah unsur-unsur topografinya serta detil alamiah maupun hasil budaya
manusia yang konkrit di lapangan (Purwohardjo, 1986).
Pemetaan Topografi adalah pemetaan permukaan bumi fisik dan
kenampakan hasil budaya manusia. Unsur relief disajikan dalam bentuk
garis kontur. Skala peta berkisar antara 1:500 sampai 1:250.000 dengan
interval garis kontur antara 0,25 samapai 125 meter. (Purwohardjo, 1986)
Metode ini merupakan cara yang paling banyak digunakan dalam
praktik pengukuran detail situasi, terutama untuk pemetaan daerah yang
luas dan untuk detil detil yang bentuknya tidak beraturan. Dengan cara
inipun, bentuk permukaan tanah dapat dengan mudah dipetakan. Data
yang harus diamati dari tempat berdiri alat ke titik bidik menggunakan
peralatan ini meliputi: azimuth magnet, benang atas, tengah dan bawah
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Proposal Kerja Praktik di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

7

pada rambu yang berdiri di atas titik bidik, sudut miring, dan tinggi alat
ukur di atas titik tempat berdiri alat sehingga didapatkan unsur jarak
mendatar dan beda tinggi.
Rumus dasar Tachimetri :
V = (BA-BB)*50 sin 2a
H = (BA-BB)100*cos a
h = t
a
BT+ t
p
+ (BA-BB)*100 sin a cos a
= t
a
BT+ t
p
+ (BA-BB)*50 sin 2a










Gambar 1. Metode Tachimetri
Dimana :
h = beda tinggi (m)

t
a =
tinggi alat yang berdiri pada titik yang diketahui (m)
V = jarak vertikal yang diketahui (m)
t
p
= tinggi patok pada titik alat berdiri (m)
= sudut zenith (derajat
BB = bacaan benang bawah (m)

BA = bacaan benang atas (m)
BT = bacaan benang tengah (m)


S
Z

S
BA
BT
BB V
h
H
t Patok
BA
BB
t Alat
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Proposal Kerja Praktik di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

8

2.1.4. Staking Out
Pekerjaan staking out adalah pekerjaan memindahkan/ mentransfer
titik-titik yang ada di peta perencanaan ke lapangan (permukaan bumi)
berdasarkan data yang ada pada desain kontruksi dan perencanaan dengan
menggunakan alat Total Station.
2.1.5. Perhitungan Volume dengan metode Cut and Fill
Cut and fill merupakan suatu metode untuk menentukan volume
galian atau timbunan tanah pada suatu tempat. Juga dapat digunakan
untuk menghitung material (bahan) yang sifatnya padat. Prinsip hitungan
volume adalah satu luasan x satu wakil tinggi. Apabila ada beberapa
luasan atau beberapa tinggi maka dibuat wakilnya, misalnya dengan
merata-ratakan luasan ataupun merata-ratakan tingginya. Metode yang
dapat digunakan, yaitu:
Cara Borrow Pit
Cara Kontur
Cara Penampang Melintang
Volume mempunyai dimensi kubik, misalnya meter kubik (m
3
).
yang dimaksud volume disini adalah volume timbunan. Sering terjadi
bahwa bentuk timbunan yang akan dihitung volumenya berubah-ubah,
artinya dapat mengalami penambahan ataupun pengurangan. Permukaan
timbuanan yang tidak beraturan akan dihitung volumenya dengan
beberapa metode. Dalam perhitungan volume diperlukan suatu bidang
referensi berupa bidang datar atau bidang proyeksi.
Volume tanah yang dimaksud disini adalah apabila ingin
menggali atau menimbun tanah pada suatu tempat (cut and fill) atau
untuk menghitung material (bahan) galian yang sifatnya padat. Kasus
lain, apabila suatu daerah merupakan gundukan (tanah tinggi), sedangkan
daerah tersebut akan dibangun dengan ketinggian tertentu yang
mengharuskan memangkas (memotong) ketinggian daerah tersebut.
Volume galian ini yang akan dihitung besarnya. Perhitungan Volume
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Proposal Kerja Praktik di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

9

(Cut and Fill) ini dapat dilakukan dengan metode pengukuran detil
tachimetri.
2.2. Pengukuran dengan GPS
GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan
penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. Sistem
ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi serta
informasi mengenai waktu, secara kontinyu di seluruh dunia tanpa
bergantung waktu dan cuaca, bagi banyak orang secara simultan. Saat ini
GPS sudah banyak digunakan orang di seluruh dunia dalam berbagai
bidang aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi, kecepatan,
percepatan ataupun waktu yang teliti. GPS dapat memberikan informasi
posisi dengan ketelitian bervariasi dari beberapa millimeter (orde nol)
sampai dengan puluhan meter.
2.2.1. Penentuan posisi ekstra terestris
Penentuan posisi titik di permukaan bumi metode ekstra-terestris
dilakukan dengan melakukan pengukuran atau pengamatan ke obyek di
angkasa, misalnya bulan, bintang, dan satelit. Ada beberapa metode
penentuan posisi secara ekstra-terestris yang diketahui, yaitu SLR
(Satellite Laser Ranging), LLR (Lunar Laser Ranging), VLBI (Very Long
Baseline Interferometry), dan GPS (Global Positioning System).








2.2.2. Prinsip penentuan posisi dengan GPS
Prinsip penentuan posisi dengan GPS yaitu menggunakan metode
reseksi jarak, dimana pengukuran jarak dilakukan secara simultan ke
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Proposal Kerja Praktik di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

10

beberapa satelit yang telah diketahui koordinatnya. Pada pengukuran
GPS, setiap epoknya memiliki empat parameter yang harus ditentukan :
yaitu 3 parameter koordinat X,Y,Z atau L,B,h dan satu parameter
kesalahan waktu akibat ketidaksinkronan jam osilator di satelit dengan
jam di receiver GPS. Oleh karena diperlukan minimal pengukuran jarak
ke empat satelit.
2.3. Pemetaan Digital dan Pemodelan DEM
Digital Mapping atau Pemetaan Digital adalah suatu cara baru
dalam pembuatan peta, baik untuk keperluan pencetakan ataupun dalam
format peta digital. Inti dari model pemetaan digital adalah proses
pengolahan obyek-obyek peta yang menggunakan format digital sehingga
membutuhkan media perangkat keras komputer dan perangkat lunaknya.
Perangkat keras yang paling sering digunakan karena kelebihan
dalam hal pengoperasian dan ketersediaan, perangkat lunak adalah
Personal Computer (PC) yang menggunakan perangkat lunak Desktop
Mapping, seperti, Land Desktop, ArcInfo, ArcView atau MapInfo
Professional.
Bermacam presentasi digital terhadap gambaran relief di muka
bumi dikenal sebagai Digital Elevation Model (DEM). Meskipun pada
dasarnya DEM dibangun berdasarkan pemodelan relief, namun juga
dapat digunakan untuk model dari bermacam variasi atribut Z dalam
bidang 2D.
DEM merupakan tipe data Geografi, database digital 2D terhadap
nilai Z bidang dari datum standart. Data DEM untuk perencanaan
macro-level dihasilkan dari peta kertas topografi, dimana data peta
topografi yang valid tidak dapat diperoleh maka dapat dihasilakan dari
citra satelit, seperti Radarsat, SPOT, LRS, atau ERS. Untuk
ketergantungan kebutuhan terhadap perencanaan macro-level, RMSI
menggunakan aerial fotograph stereo atau citra satelit dengan resolusi
tinggi untuk menghasilkan DEM dengan akurasi yang tinggi.

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Proposal Kerja Praktik di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

11

Pengenalan Instansi
Studi Literatur
Orientasi Medan
Pengukuran Terestris dan GPS
(pengambilan data)
Pengolahan data
Pemetaan Digital dan Pemodelan DEM
Pembuatan laporan
3. METODE PELAKSANAAN














Gambar 1 : Alur Pekerjaan
Penjelasan Gambar 1 :
1. Pengenalan Instansi
Hal yang dilakukan saat pengenalan instansi adalah perkenalan pada
pegawai dan staff perusahaan beserta tugasnya masing-masing sehingga
peserta dapat memahami pembagian tugas dan wewenang di perusahaan
tersebut. Ini juga dapat memudahkan peserta untuk beradaptasi dengan
lingkungan tempat pelaksanaan Kerja Praktik.
2. Studi Literatur
Peserta mempelajari literatur yang mendukung pekerjaan yang akan
dilakukan. Studi literatur tentu saja dengan arahan dari pembimbing
peserta selama melaksanakan Kerja Praktik.
3. Orientasi Medan
Sebelum melakukan pengukuran, hal yang pertama kali harus dilakukan
adalah orientasi medan. Orientasi medan merupakan suatu kegiatan
meninjau lokasi yang akan diukur agar dapat diketahui karakteristik dan
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Proposal Kerja Praktik di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

12

bentuk dari lokasi tersebut, sehingga dapat membantu memudahkan
pekerjaan surveying. Setelah melakukan orientasi medan, kemudian
menentukan titik-titik referensi sebagai titik kontrol dalam menentukan
lokasi titik-titik eksplorasi. Adanya titik referensi ini sangatlah penting
agar titik-titik yang akan direncanakan nanti dapat sesuai dengan apa yang
diharapkan.
4. Pengukuran Terestris dan pengukuran GPS.
Data yang diambil adalah data beda tinggi, jarak, sudut yag diambil
menggunakan alat waterpass dan theodolit/total station. Data-data tersebut
selanjutnya akan diproses sehingga menghasilkan informasi posisi
(koordinat x,y,z) yang akan digunakan untuk penggambaran peta,
menghitung volume galian / timbunan, luas, dll. Untuk titik kerangka
kontrol utama bila tidak ada, maka untuk mendefinisikannya harus
digunakan GPS Geodetik agar ketelitian koordinat yang dihasilkan
berpresisi tinggi. Data dari GPS juga diperlukan jika pengukuran terestris
sulit atau bahkan tidak mungkin untuk dilakukan misalnya untuk
menghitung volume timbunan batubara, hal ini sangat memungkinkan
karena dalam pengukuran GPS menggunakan metode pengamatan satelit.
5. Pengolahan Data
Setelah data pengukuran didapat, selanjutnya data tersebut diolah.
Pengolahan data dapat menggunakan bantuan dari software perhitungan
misalnya: Ms. Excel, Matlab, dan sebagainya untuk menentukan posisi
x,y,z. Sedangkan untuk pengolahan data GPS dan Total Station,
menggunakan software khusus misalnya: Topcon Tools, atau yang lainnya
menyesuaikan dengan merk dan tipe alat yang digunakan
6. Pemetaan Digital dan Pemodelan DEM
Setelah data diolah, kemudian diproses sehingga menjadi peta digital dan
pemodelan DEM. Pembuatan peta digital dan pemodelan DEM dapat
menggunakan bantuan software Autodesk Land Desktop atau software
sejenis.

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Proposal Kerja Praktik di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

13

7. Pembuatan Laporan
Laporan yang dibuat mencakup laporan kegiatan selama Kerja Praktik
beserta teori yang mendukung serta pengolahan data. Format laporan
mengacu pada buku Aturan Penyusunan Kerja Praktik & Tugas Akhir
(T.Geomatika ITS, 2005)

4. JADWAL KEGIATAN
Kerja praktik dilaksanakan di PT Bukit Asam (Persero) Tbk dilaksanakan
pada bulan Juli 2011 atau jadwal dapat menyesuaikan dari perusahaan, dalam
waktu satu bulan dengan perincian kegiatan yang akan dilakukan meliputi
kegiatan sebagai berikut:
Pengenalan instansi dan lapangan
Konsultasi dengan pembimbing (asistensi)
Pengolahan data
Pekerjaan di lapangan
Penulisan laporan
Jadwal rencana kegiatan kerja praktik kali ini dapat dilihat dalam tabel berikut
ini:
Tabel 1: Rencana Kegiatan









No. Kegiatan
Minggu Ke
1 2 3 4
1 Pengenalan Instansi
2 Studi Literatur
3 Pekerjaan di Lapangan
4 Pengolahan danPenulisan Laporan
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Proposal Kerja Praktik di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

14

5. PESERTA
Peserta dalam kerja praktik ini adalah mahasiswa Jurusan Teknik
Geomatika FTSP-ITS yang berjumlah dua orang sebagai berikut :
1. Nama : Husnul Hidayat
NRP : 3508 100 005
IPK / Semester : 3,55 / 5
Tempat/Tgl Lahir : Alas, 7 Agustus 1990
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status : Belum menikah
Alamat Asal : BTN Olat Rarang, C.11 Sumbawa
Nusa Tenggara Barat
Telp : 0371-626683
Alamat Surabaya : Jl. T. Komputer II Blok U.41
Kampus ITS Sukolilo Surabaya
Telp : -
HP : 085239944719
E-mail : hidayathusnul@yahoo.co.id

2. Nama : Ardana Jati Adyatmanto
NRP : 3508 100 057
IPK / Semester : 3,27 / 5
Tempat/Tgl Lahir : Jakarta/ 12 Januari 1991
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status : Belum menikah
Alamat Asal : Jl.Gotong Royong No.1 RT05/RW01
Larangan Indah, Tangerang 15154
Telp : 021-5854032
Alamat Surabaya : Keputih Gang 1B No.3 Sukolilo
Surabaya 60111 Surabaya
HP : 0856 97 2121 30
E-mail : ardanz_kamikaze@yahoo.com
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Proposal Kerja Praktik di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

15

6. PENUTUP
Demikian proposal kerja praktik ini kami susun dengan harapan dapat
memberikan gambaran singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan
diadakannya kerja praktik ini. Atas bantuan dan kerjasamanya kami
sampaikan terimakasih.

Untuk itu surat jawaban dapat dikirim pada alamat berikut :
Program Studi Teknik Geomatika FTSP - ITS
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111
Telp. 031-5929487, 5994251-55 ext 1149
Fax. 031-5929486













PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Proposal Kerja Praktik di PT Bukit Asam (Persero) Tbk

16

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, H.Z. 2007. Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya. Jakarta : PT.
Pradnya Paramita
Hendriatinigsih, S. 1979. Geomteris Jalan Raya dan Stake Out. Departemen
Geodesi FTSP ITB: Bandung.
Purworahardjo, Umaryono U. 1989. Pengukuran Topografi. Jurusan Teknik
Geodesi FTSP-ITB : Bandung..
Supadiningsih, Chatarina Nurjati. 2004. Buku Ajar Ilmu Ukur Tanah 1. Surabaya :
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
http://www.ptba.co.id/. Dikunjungi pada hari Senin tanggal 21 Maret 2011 pukul
13:37 WIB.