Anda di halaman 1dari 26

KUESIONER PENELITIAN

PENENTUAN SEKTOR PRIORITAS BERBASIS SUMBERDAYA ALAM


YANG BERKELANJUTAN DI KABUPATEN MURUNG RAYA



Peneliti :
IKHWAN FAJERI
22112003







PROGRAM STUDI REKAYASA PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK PERTAMBANGAN DAN PERMINYAKAN
INSTITUT TERKNOLOGI BANDUNG
2014
A. Latar Belakang dan Tujuan
Kabupaten Murung Raya merupakan salah satu Kabupaten yang berada di
Provinsi Kalimantan tengah yang mempunyai potensi di sektor pertambangan
dan sektor pertanian dengan sub sektor perkebunan dan kehutanan. Masih
luasnya lahan yang belum termanfaatkan dan rencana peningkatan produksi
komoditas tiap sektor menjadi potensi terjadinya tumpang tindih lahan antar
sektor. Pemasalahan tumpang tindih lahan terjadi karena penertiban izin
lokasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah, khususnya Pemerintah
Daerah Kabupaten yaitu Bupati yang menertibkan izin untuk kegiatan usaha
baru tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah Pusat maupun
Pemerintah Provinsi (Wahdah Fadil, 2011). Karyaatmaja (2009) dalam
Syahadat (2012) mengatakan pertimbangan terhadap dampak yang
diakibatkan dari sisi sosial, budaya, ekonomi dan politik menjadi suatu hal
yang sangat penting dalam permasalahan ijin pemanfaatan sumber daya
alam.
Berdasarkan kebijakan fiskal yang ditetapkan pemerintah Indonesia, beberapa
hal yang harus diperhatikan dalam pembangunan sosial ekonomi adalah : pro
job, pro growth, pro poor, dan pro environment. Jika dikaitkan dengan
industri, maka sudah seharusnya industri yang ada harus berlandaskan 4 pilar
tersebut. Pro job merupakan salah satu kriteria tujuan dalam suatu industri,
hal ini berarti bahwa suatu industri harus bisa membuka lapangan pekerjaan
pada daerah tersebut. Pro growth berarti bahwa suatu industri harus berpihak
terhadap peningkatan ekonomi suatu daerah. Yang ketiga adalah pro poor,
artinya suatu industri harus bisa mengurangi tingkat kemiskinan pada daerah
tersebut. Pilar yang terakhir adalah pro environment, kriteria ini menekankan
bahwa suatu sektor industri harus seminimal mungkin dalam pencemaran
lingkungan. Selain pertimbangan 4 pilar tersebut di atas, penulis juga ingin
memasukkan beberapa pertimbangan dalam pemilihan antara sektor
pertambangan dan sektor pertanian dengan sub sektornya perkebunan dan
kehutanan. Pertimbangan lainnya adalah pertimbangan masalah dampak
industri terhadap Sosial budaya yang kerap terganggu dengan adanya
kehadiran suatu industri, baik itu industri pada kegiatan Pertambangan,
Perkebunan, maupun Kehutanan.
Penentuan sektor prioritas dalam penggunaan lahan melibatkan banyak
faktor, baik yang terlihat (tangible) maupun yang tidak terlihat (intangible)
maka penulis berasumsi metode Analythic Hierarchy Process (AHP)
merupakan salah satu metode yangg cocok dalam penentuan prioritas sektor
pada Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.
B. Model Pengelolaan
Metode AHP, diawali dengan pembuatan struktur hirarki dengan menentukan
prioritas pemanfaatan sumberdaya alam dipengaruhi beberapa karakteristik
yang kompleks, dimana berdasarkan tujuan yang ada, akan melibatkan
beberapa kriteria dan sub kriteria yang menjadi acuan dalam pemilihan
alternatif pemanfaatan sumberdaya alam. Penentuan tingkat kepentingan
ataupun pengaruh dari tiap aktivitas yang ada pada masing-masing kriteria
dilakukan dengan menggunakan fungsi berpikir yang dikombinasikan dengan
intuisi, perasaan, dan penginderaan dari setiap narasumber.
C. Batasan Masalah
Batasan masalah dalam analisa struktur hirarki ini adalah :
1. Skala perusahaan yang digunakan dalam perbandingan alternatif adalah
perusahaan skala besar.
2. Perbandingan berdasarkan intuisi, perasaan, dan penginderaan setiap
narasumber.
3. Daerah yang diamati adalah Daerah Kabupaten Murung Raya.






























Prioritas Pemanfaatan
Sumber Daya Alam
K1 K3 K2 K6 K5 K4
Gol : Prioritas pemanfaatan Sumber Daya Alam
Kriteria
K1 : Peningkatan terhadap perekonomian daerah (Pro Growth dan Pro poor)
K2 : Pengaruh sektor terhadap lingkungan non fisik (Pro Job dan Pro poor)
K3 : Pengaruh sektor terhadap lingkungan fisik (Pro Environtment)
K4 : Ketersediaan infrastruktur penunjang
K5 : Keunggulan Teknis Sektor pemanfaatan sumber daya alam
K6 : Permintaan Komoditas
Sub Kriteria
SK1 : Penyerapan tenaga kerja lokal
SK2 : Peningkatan PAD
SK3 : Keterkaitan dengan kegiatan ekonomi lainnya
SK4 : Menyelengarakan CSR yang baik
SK5 : -
SK6 : Menjaga fungsi sungai sebagai sumber air bersih
SK7 : Menjaga fungsi tanah sebagai resapan air
SK8 : Menjaga tingkat pelepasan C02
SK9 : Keunggulan moda transportasi
SK10 : Tersedianya pelabuhan untuk pemasaran
SK11 : Terdapatnya pabrik pengolahan
SK12 : Sumber daya alam yang mendukung
SK13 : Pemakaian teknologi yang memadai
SK14 : Pemenuhan permintaan dalam negeri
SK15 : Pemenuhan permintaan luar negeri
Alternatif
A1 : Pertambangan Batubara
A2 : Perkebunan Kelapa Sawit
A3 : IUPHHK-HA
SK 10 SK 9 SK 8 SK 7 SK 6 SK 5 SK 4 SK3 SK 2 SK1 SK 11 SK 12 SK 13 SK 14 SK 15
Prioritas diperlukan karena :
- Keterbatasan dana
- Keterbatasan sumber daya alam
- Keterbatasan waktu
- Keterbatasan sumber daya manusia
- Keterbatasan daya tahan lingkungan
A1 A2 A3
PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER
Isilah nilai skala pembanding pada kotak skala pembanding dengan mellingkari
salah satu angka yang ada
Keterangan skala pembanding
1 Sama penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
3 Sedikit lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
5 Lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
7 Sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
9 Amat sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan (Pengaruh / Dampak / Peluang /
Manfaat)

Contoh pengisian :
Ditinjau dari tujuan Prioritas Pemanfaatan Sumberdaya Alam, manakah aspek
di bawah ini yang lebih penting dan berapa nilai skala pembandingnya?
Parameter 1 Skala Pembanding Parameter 2
Dampak terhadap
perekonomian daerah
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Dampak
terhadap
kerusakan
lingkungan
Artinya : Aspek Dampak terhadap perekonomian daerah mempunyai
pengaruh Sedikit Lebih Penting dibandingkan dengan aspek dampak
terhadap lingkungan














IDENTITAS NARA SUMBER


NAMA :
ALAMAT :
PEKERJAAN :
JABATAN :
INSTANSI :
NOMOR TELPON/HP :
EMAIL :



..............................................





Nama dan Tanda Tangan






















1. Ditinjau dari tujuan Prioritas Pemanfaatan Sumberdaya Alam Yang
Berkelanjutan, manakah kriteria pertimbangan di bawah ini yang lebih
penting dan berapa nilai skala pembandingnya?
Kriteria 1 Skala Pembanding Kriteria 2
Dampak terhadap
perekonomian daerah
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Dampak
terhadap
kerusakan
lingkungan
Dampak terhadap
perelonomian daerah
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Kesiapan
infrastruktur
Dampak terhadap
perelonomian daerah
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Pemenuhan
permintaan
komoditas
Dampak terhadap
perekonomian daerah
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Keunggulan
teknis
Dampak terhadap
kerusakan lingkungan
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Kesiapan
infratruktur
Dampak terhadap
kerusakan lingkungan
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Pemenuhan
permintaan
komoditas
Dampak terhadap
kerusakan lingkungan
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Keunggulan
teknis
Kesiapan infrastruktur 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Pemenuhan
permintaan
komoditas
Kesiapan infrastruktur 9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Pertimbangan
teknis
Potensi permintaan
komoditas
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Keunggulan
teknis

Penjelasan maksud kriteria :
Dampak terhadap perekonomian daerah, pemanfaatan sumber daya alam
diharapkan mampu meningkatkan perekonomian daerah di Kabupaten
Murung Raya.
Pertimbangan dampak sektor pemanfaatan sumber daya alam terhadap
lingkungan perlu dilakukan agar kerusakan yang ditimbulkan terhadap
daerah Kabupaten Murng Raya dapat diminimalkan. Dalam sustainable
development, pencemaran lingkungan perlu diminamalkan agar alam
masih dapat menopang kebutuhan manusia untuk masa mendatang
Kesiapan infrastruktur merupakan suatu hal yang dipersiapkan untuk
kelancaran dari industri pemanfaatan sumber daya alam. Semakin lengkap
infratruktur tersedia maka akan semakin bagus kelancaran industri tersebut
begitu pula sebaliknya.
Pemenuhan permintaan komoditas, dalam pemanfaatan sumber daya alam
perlu dilihat apakah sumber daya alam yang dimanfaatkan sangat
diperlukan untuk konsumsi langsung maupun tidak langsung bagi
masyarakat.
Keunggulan teknis, pemanfaatan sumber daya alam diharapkan menjadi
kegiatan yang produktif. Pertimbangan teknis ini dibagi menjadi
pengguunaan teknologi tinggi, penggunaan para ahli dalam sektor
pemanfaatan, dan sumber daya alam yang terdapat di daerah.


Skala Keterangan
1 Sama penting (Pengaruh / Dampak / Peluang
/ Manfaat)
3 Sedikit lebih penting (Pengaruh / Dampak /
Peluang / Manfaat)
5 Lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang
/ Manfaat)
7 Sangat penting (Pengaruh / Dampak /
Peluang / Manfaat)
9 Amat sangat penting (Pengaruh / Dampak /
Peluang / Manfaat)
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan
(Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)






















2. Ditinjau dari kriteria Dampak Terhadap Perekonomian Daerah, manakah
elemen di bawah ini yang lebih penting dan berapa nilai skala
pembandingnya?
Sub Kriteria 1 Skala Pembanding Sub kriteria 2
Penyerapan tenaga
kerja lokal
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Keterkaitan
dengan industri
lainnya
Penyerapan tenaga
kerja lokal
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Peningkatan
terhadap
pendapatan
daerah
Keterkaitan dengan
industri lainnya
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Peningkatan
terhadap
pendapatan asli
daerah

Penjelasan maksud tiap Sub Kriteria :
Penyerapan tenaga kerja lokal, Penyerapan tenaga kerja lokal oleh suatu
industri pemanfaatan berfungsi untuk meningkatkan pendapatan dan
kesejahteraan masyarakat di Daerah sekitar kegiatan industri
Kontribusi Dana Perimbangan Pemanfaatan Sumber Daya Alam,
diberlakukannya otonomi daerah, pemerintah daerah diharapkan dapat
membiayai pembangunan secara mandiri. Jenis-jenis pendapatan daerah
berasal dari berbagai sumber pendatan yaitu laba perusahaan daerah, dana
perimbangan, dan dana pinjaman. Dalam pemanfaatan sumber daya alam,
pemerintah mendapat proporsi dana bagi hasil yang sudah ditetapkan.
Keterkaitan dengan ekonomi lainnya di suatu daerah akan berfungsi dalam
peningkatan pertumbuhan ekonomi. Keterkaitan tersebut diharapkan terjadi
pada keterkaitan hulu dan keterkaitan hilir.
Skala Keterangan
1 Sama penting dalam pengaruh terhadap pertumbuhan
perekonomian daerah
3 Sedikit lebih penting dalam pengaruh terhadap pertumbuhan
perekonomian daerah
5 Lebih penting dalam pengaruh terhadap pertumbuhan
perekonomian daerah
7 Sangat penting dalam pengaruh terhadap pertumbuhan
perekonomian daerah
9 Amat sangat penting dalam pengaruh terhadap pertumbuhan
perekonomian daerah
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan

3. Ditinjau dari kriteria Dampak Terhadap Kerusakan Lingkungan, manakah
sub kriteria di bawah ini yang lebih penting untuk dipertimbangkan dan
berapa nilai skala pembandingnya?
Sub Kriteria 1 Skala Pembanding Sub kriteria 2
Pemenuhan baku
mutu air
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Fungsi tanah
sebagai daya
serap air
Pemenuhan baku
mutu air
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Peningkatan
emisi CO2
Fungsi tanah sebagai
daya serap air
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Peningkatan
emisi CO2

Penjelasan maksud tiap sub kriteria :
Sub kriteria Pemenuhan baku mutu air, evaluasi pemenuhan baku mutu air adalah
suatu parameter dalam kajian pencemaran terhadap sungai. Kabupaten Murung
Raya adalah daerah hulu sungai Barito, sehingga pengaruh pencemaran air akan
mencemari seluruh bagian dari Sungai Barito.
Sub kriteria minimalisasi dampak pencemaran udara dari tiap sektor pemanfaatan
sumber daya alam, yang menjadi fokus utama dalam pencemaran udara ini adalah
fokus dalam pengurangan emisi CO2 sesuai dengan program REDD+++.
Kabupaten Murung Raya memiliki potensi cadangan karbon terbesar di antara
seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu sebesar
144.334.280,88 ton CO2-eq.
Sub kriteria minimalisasi dampak pencemaran tanah dari tiap sektor pemanfaatan
sumber daya alam. Pencemaran tanah yang dimaksud adalah pencemaran tanah
terkait fungsi daerah Kabupaten Murung Raya sebagai daerah serapan air di Hulu
Sungai Barito.
Skala Keterangan Keterangan
1 Sama penting
Antar sub kriteria sama penitng
untuk dipertimbangkan
3 Sedikit lebih penting
Sub kriteria x sedikit lebih penting
untuk dipertimbangkan dibanding
sub kriteria y
5 Lebih penting
Sub kriteria x lebih penting untuk
dipertimbangkan dibanding sub
kriteria y
7 Sangat penting
Sub kriteria x sangat penting
untuk dipertimbangkan dibanding
sub kriteria y
9 Amat sangat penting
Sub kriteria x amat sangat penting
untuk dipertimbangkan dibanding
sub kriteria y
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan -

4. Ditinjau dari Pemenuhan Permintaan, manakah sub kriteria di bawah ini
yang lebih penting untuk diprioritaskan dan berapa nilai skala
pembandingnya?
Sub Kriteria 1 Skala Pembanding Sub kriteria 2
Pemenuhan
permintaan dalam
negeri
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Pemenuhan
permintaan luar
negeri

Penjelasan maksud tiap sub kriteria :
Sub kriteria Pemenuhan permintaan dalam negeri, merupakan
pertimbangan pemanfaatan sumber daya alam untuk memenuhi
permintaan untuk keberlangsungan pembangunan yang ada di dalam
negeri.
Pemenuhan permintaan luar negeri, pemenuhan permintaan ini akan
mendatangkan devisa dan juga dipengaruhi oleh kerjasama pemerintah
dengan negara lain.
Skala Definisi Penjelasan
1 Sama penting Kedua elemen sama penting untuk dipenuhi
dalam kriteria pemenuhan permintaan
3 Sedikit lebih penting Pengalaman dan pertimbangan menyatakan
sedikit memihak elemen 1 dibandingkan
elemen 2 dalam kriteria pemenuhan
permintaan
5 Lebih penting Pengalaman dan pertimbangan menyatakan
kuat memihak pada elemen 1 dibandingkan
elemen 2 dalam kriteria pemenuhan
permintaan
7 Sangat penting Elemen 1 sangat penting dipilih
dibandingkan elemen 2 kriteria dalam
kriteria pemenuhan permintaan, dan
dominannya telah terlihat dalam praktik
9 Amat sangat penting Bukti yang menyokong elemen 1 atas elemen
yang 2 memiliki tingkat penegasan tertinggi
yang mungkin menguatkan pertimbangan
pemenuhan kebutuhan sumber daya alam
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala
berurutan




5. Ditinjau dari Kesiapan Infrastruktur untuk kelancaran kegiatan
pemanfaatan sumber daya alam , manakah sub kriteria di bawah ini yang
lebih penting untuk diprioritaskan dan berapa nilai skala pembandingnya?
Sub Kriteria 1 Skala Pembanding Sub kriteria 2
Moda
Transportasi
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pabrik Pengolahan

Penjelasan dari tiap sub kriteria :
Sub Kriteria moda transportasi, sub kriteria ini mempertimbangkan
pertimbangan kesiapan moda transportasi di daerah Kabupaten Murung
Raya sebagai penunjang kelancaran pengangkutan pemanfaatan sumber
daya alam, baik untuk pasokan keperluan kegiatan maupun untuk
pemasaran sumber daya alam.
Sub kriteria pabrik pengolahan
Sub kriteria ini mempertimbangkan pertimbangan kesiapan pabrik
pengolahan dari tiap sektor yang ada di Kabupaten Murung Raya sebagai
penunjang kesiapan industri pemanfaatan sumber daya alam. Pabrik
pengolahan dimaksudkan agar terjadi peningkatan nilai tambah dari
sumber daya alam yang dieksploitasi.
Skala Definisi Penjelasan
1 Sama penting Kedua elemen sama penting untuk dipenuhi
dalam kriteria kesiapan infrastruktur untuk
kelancaran pemanfaatan sumber daya alam
3 Sedikit lebih penting Pengalaman menyatakan sedikit memihak
elemen 1 dibandingkan elemen 2 dalam
kriteria kesiapan infrastruktur untuk
kelancaran pemanfaatan sumber daya alam
5 Lebih penting Pengalaman dan pertimbangan menunjukkan
secara kuat memihak pada elemen 1
dibandingkan elemen 2 dalam kriteria kesiapan
infrastruktur untuk kelancaran pemanfaatan
sumber daya alam
7 Sangat penting Pengalaman menunjukkan elemen 1
dibandingkan elemen 2 dalam kriteria
pemenuhan permintaan
9 Amat sangat penting Pengalaman menunjukkan secara kuat
memihak pada elemen 1 dibandingkan elemen
2 dalam kriteria pemenuhan permintaan
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala
berurutan


6. Ditinjau dari Kriteria Pertimbangan Teknis, manakah sub kriteria di bawah
ini yang sangat penting untuk diprioritaskan untuk kelancaran kegiatan
pemanfaatan sumber daya alam, dan berapa skala prioritasnya?
Sub Kriteria 1 Skala Pembanding Sub kriteria 2
Penggunaan teknologi
tinggi
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Kondisi Sumber
Daya Alam
Penggunaan teknologi
tinggi
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Penggunaan
tenaga ahli yang
memadai
Kondisi Sumber Daya
Alam
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Penggunaan
tenaga ahli yang
memadai
Penjelasan maksud sub kriteria :
Penggunaan teknologi tinggi, apabila suatu industri menggunakan
teknologi tinggi dalam kegiatannya maka kemungkinan besar akan
terjadi effisiensi dan produktivitas yang tinggi.
Kondisi sumber daya alam, kegiatan pemanfaatan sumber daya alam
harus didukung dengan kondisi sumber daya alam yang diusahakan
sehingga akan didapatkan hasil yang bagus.
Penggunaan tenaga ahli yang memadai, dengan tenaga ahli yang
memadai maka kelancaran, effisiensi, dan produksi pemanfaatan sumber
daya alam kemungkinan besar akan tercapai.

Skala Keterangan
1 Sama penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
3 Sedikit lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
5 Lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
7 Sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
9 Amat sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan (Pengaruh / Dampak / Peluang
/ Manfaat)





7. Ditinjau dari sub kriteria Penyerapan Tenaga Kerja Lokal, manakah
alternatif di bawah ini yang penting untuk diprioritaskan terkait dengan
jumlah penyerapan tenaga kerja lokal masyarakat sekitar dan berapa nilai
skala pembandingnya?
Alternatif 1 Skala Pembanding Alternatif 2
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Perkebunan
Kelapa Sawit
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Perkebunan
Kelapa Sawit
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)

Asumsi yang digunakan adalah perusahaan yang dibandingkan sama-sama
berskala besar


Skala Keterangan
1 Sama penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
3 Sedikit lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
5 Lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
7 Sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
9 Amat sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan (Pengaruh / Dampak / Peluang
/ Manfaat)
















8. Ditinjau dari sub kriteria Keterkaitan Dengan Industri Lainnya, manakah
alternatif di bawah ini yang lebih penting untuk diprioritaskan dan berapa
nilai skala pembandingnya?
Alternatif 1 Skala Pembanding Alternatif 2
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Perkebunan
Kelapa Sawit
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Perkebunan
Kelapa Sawit
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)

Asumsi yang digunakan adalah perusahaan yang dibandingkan sama-sama
berskala besar
Catatan untuk melengkapi analisa perbandingan :

Skala Keterangan
1 Sama penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
3 Sedikit lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
5 Lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
7 Sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
9 Amat sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan (Pengaruh / Dampak / Peluang
/ Manfaat)
















9. Ditinjau dari sub kriteria Peningkatan Terhadap Pendapatan Daerah,
manakah alternatif di bawah ini yang lebih penting untuk diprioritaskan
dalam hal proporsi dana perimbangan terhadap Kabupaten Murung Raya dan
berapa nilai skala pembandingnya?
Alternatif 1 Skala Pembanding Alternatif 2
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Perkebunan
Kelapa Sawit
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Perkebunan
Kelapa Sawit
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)

Asumsi yang digunakan adalah perusahaan yang dibandingkan sama-sama
berskala besar. Catatan untuk melengkapi analisa perbandingan :
Pertambangan Batubara memiliki dana perimbangan 80% untuk daerah
dan 20% untuk pusat. Perimbangan untuk daerah terbagi menjadi dua
yaitu iuran tetap (landrent) dengan pembagian propinsi sebesar 16% dan
kabupaten penghasil 64% dan yang kedua adalah iuran eksploitasi
dengan proporsi untuk Provinsi sebesar 16%, Kabupaten lain 32%, dan
Kabupaten Penghasil 32%.
Dana perimbangan dari kelapa sawit masih memiliki ketidakjelasan
dalam peraturannya. Hal ini bisa dilihat dari gugatan beberapa Kepala
Daerah beberapa Kabupaten di Indonesia terhadap dana perimbangan
untuk Perkebunan Kelapa Sawit.
Proporsi dari sektor pertambangan memiliki perimbangan 80% untuk
Provinsi dan 20% untuk pusat. Untuk iuran HPH, Provinsi memiliki
bagian 16% dan kabupaten penghasil 64%.
Skala Keterangan
1 Sama penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
3 Sedikit lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
5 Lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
7 Sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
9 Amat sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan (Pengaruh / Dampak / Peluang
/ Manfaat)

10. Ditinjau dari sub kriteria Pemenuhan Baku Mutu Sungai sesuai dengan
peraturan yang ditetapkan, manakah alternatif di bawah ini yang lebih penting
untuk diprioritaskan dan berapa nilai skala pembandingnya?
Alternatif 1 Skala Pembanding Alternatif 2
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Perkebunan
Kelapa Sawit
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Perkebunan
Kelapa Sawit
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Asumsi yang digunakan adalah perusahaan yang dibandingkan sama-sama
berskala besar.
Catatan untuk melengkapi analisa perbandingan berdasarkan wawancara dan
studi literatur didapatkan hasil sebagai berikut :
Industri pertambangan batubara berpotensi untuk melepaskan air asam
tambang tetapi dapat diminimalkan dengan pengelolaan air sebelum
dialirkan ke sungai.
Industri perkebunan kelapa sawit berpotensi untuk melepaskan
pencemaran kimiawi yang berasal dari penggunaan pupuk dan
pengolahan Crued Palm Oil di pabrik, tetapi dengan manajemen yang
baik maka dapat diminimalkan.
Industri pengolahan hasil hutan kayu, sangat kecil untuk mencemari air
sungai.

Skala Keterangan
1 Sama penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
3 Sedikit lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
5 Lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
7 Sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
9 Amat sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan (Pengaruh / Dampak / Peluang
/ Manfaat)








11. Ditinjau dari sub kriteria Terjaganya Fungsi Tanah Sebagai Resapan Air,
manakah alternatif di bawah ini yang lebih diprioritaskan dalam
pertimbangan alternatif yang lebih minimal dalam pengurangan daya serap
lahan dan berapa nilai skala pembandingnya?
Alternatif 1 Skala Pembanding Alternatif 2
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Perkebunan
Kelapa Sawit
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Perkebunan
Kelapa Sawit
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)

Asumsi yang digunakan adalah perusahaan yang dibandingkan sama-sama
berskala besar.
Catatan untuk melengkapi analisa perbandingan berdasarkan wawancara dan
studi literatur didapatkan hasil sebagai berikut :
Industri pertambangan batubara membuka kawasan hutan untuk pit
penambangan, jalan, disposal, dan infrastruktur lainnya untuk kelancaran
produksi. Dari beberapa hasil wawancara dikatakan pembukaan lahan
tidak sebesar perkebunan kelapa sawit. Setelah berakhirnya kegiatan
penambangan, lahan bisa dikembalikan lagi dengan kegiatan reklamasi,
asal sesuai dengan kesepakatan AMDAL
Industri perkebunan kelapa sawit dengan skala besar membuka kawasan
hutan yang sangat luas untuk kawasan produksinya. Setelah berakhirnya
kegiatan perkebunan, maka lahan pertanian tidak dapat dipakai dan
hanya menjadi semak belukar.

Skala Keterangan
1 Sama penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
3 Sedikit lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
5 Lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
7 Sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
9 Amat sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan (Pengaruh / Dampak / Peluang
/ Manfaat)




12. Ditinjau dari sub kriteria Terjaganya Pelepasan Emisi CO
2
, manakah
alternatif di bawah ini yang lebih prioritas dalam hal meminimalkan dampak
deforestasi hutan dan berapa nilai skala pembandingnya?
Alternatif 1 Skala Pembanding Alternatif 2
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Perkebunan
Kelapa Sawit
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Perkebunan
Kelapa Sawit
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)

Asumsi yang digunakan adalah perusahaan yang dibandingkan sama-sama
berskala besar.
Catatan untuk melengkapi analisa perbandingan berdasarkan wawancara dan
studi literatur didapatkan hasil sebagai berikut :
Industri pertambangan batubara membuka kawasan hutan untuk pit
penambangan, jalan, disposal, dan infrastruktur lainnya untuk kelancaran
produksi. Dari beberapa hasil wawancara dikatakan pembukaan lahan
tidak sebesar perkebunan kelapa sawit. Setelah berakhirnya kegiatan
penambangan, lahan bisa dikembalikan lagi dengan kegiatan reklamasi.
Industri perkebunan kelapa sawit dengan skala besar membuka kawasan
hutan yang sangat luas untuk kawasan produksinya. Setelah berakhirnya
kegiatan perkebunan, maka lahan pertanian tidak dapat dipakai dan
hanya menjadi semak belukar.
.
Skala Keterangan
1 Sama penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
3 Sedikit lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
5 Lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
7 Sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
9 Amat sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan (Pengaruh / Dampak / Peluang
/ Manfaat)







13. Ditinjau dari sub kriteria Pemenuhan Permintaan Pasar Internasional,
manakah alternatif di bawah ini yang lebih besar pengaruhnya dan berapa
nilai skala pembandingnya?
Alternatif 1 Skala Pembanding Alternatif 2
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Perkebunan
Kelapa Sawit
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Perkebunan
Kelapa Sawit
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)

14. Ditinjau dari sub kriteria Pemenuhan Pasar Domestik, manakah alternatif di
bawah ini yang lebih besar pengaruhnya dan berapa nilai skala
pembandingnya?
Alternatif 1 Skala Pembanding Alternatif 2
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Perkebunan
Kelapa Sawit
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Perkebunan
Kelapa Sawit
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)



Skala Keterangan
1 Sama penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
3 Sedikit lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
5 Lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
7 Sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
9 Amat sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan (Pengaruh / Dampak / Peluang
/ Manfaat)








Asumsi yang digunakan adalah perusahaan yang dibandingkan sama-sama
berskala besar.
Catatan untuk melengkapi analisa perbandingan point nomor 13 dan 14
berdasarkan wawancara dan studi literatur didapatkan hasil sebagai berikut :
Kriteria Batubara Kelapa Sawit Kayu Bulat
Fungsi Sumber Energi yang
diperlukan oleh PLTU,
Semen, Industri kertas,
metalurgi, briket, dll
80 % digunakan untuk
bahan makanan
(minyak goreng,
margarin, dll)
20% digunakan dalam
produksi bahan bakar
hayati, sabun,
detergen, komestik,
obat-obatan, dll.
Digunakan sebagai
kayu olahan untuk
bahan bangunan,
alat-alat rumah
tangga, industri
kertas, dan lain-lain.
Pemenuhan
permintaan
pasar
Diperkirakan akan
mengalami peningkatan
permintaan dalam
negeri terkait dengan :
1. penambahan
kapasitas PLTU
2. Konversi dari
Bahan bakar
minyak menjadi
batubara, karena
harga BBM yang
semakin tinggi
Crued palm oil
sebagai hasil
pengolahan buah
kelapa sawit sebagian
besar masih diekspor
dan hanya sebagian
kecil yang
dimanfaatkan di dalam
negeri.
Pemenuhan
permintaan pasar
dari kayu bulat
masih diprioritaskan
untuk pemenuhan
permintaan dalam
negeri. Dalam
pemenuhan pasar
global, kementerian
perindustrian
mengatakan ekspor
kayu bulat masih
menjadi perdebatan,
meski sudah
mengantongi Sistem
Verifikasi Legalitas
Kayu (SVLK),
pemerintah tidak
lantas mengizinkan
ekspor kayu secara
besar-besaran




15. Ditinjau dari sub kriteria Moda Transportasi, manakah alternatif di bawah
ini yang lebih siap dan berapa nilai skala pembandingnya?
Alternatif 1 Skala Pembanding Alternatif 2
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Perkebunan
Kelapa Sawit
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Perkebunan
Kelapa Sawit
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)

Asumsi yang digunakan adalah perusahaan yang dibandingkan sama-sama
berskala besar. Catatan tambahan untuk melengkapi analisa perbandingan
dapat dilihat pada tabel di bawah ini

Pembanding Tambang Batubara Perkebunan Kelapa
Sawit
Hutan Produksi
Moda Transportasi Masih menggunakan
jalur darat dengan
memakai truck dan
menggunakan
transportasi air dengan
memakai tongkang,
Adanya rencana
pembangunan rel
kereta api (sudah
mulai dilakukan
pembangunan)
Masih menggunakan
konvensional,
diperlukan penyaluran
yang cepat menuju
pabrik pengolahan
agar kadar air tidak
berkurang
Diperlukan
transportasi yang cepat
agar tidak terjadi
penurunan kualitas
kayu

Skala Keterangan
1 Sama penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
3 Sedikit lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
5 Lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
7 Sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
9 Amat sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan (Pengaruh / Dampak / Peluang
/ Manfaat)





16. Ditinjau dari sub kriteria Pabrik Pengolahan, manakah alternatif di bawah
ini yang lebih penting untuk tersedianya pabrik pengolahan dan berapa nilai
skala pembandingnya?
Alternatif 1 Skala Pembanding Alternatif 2
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Perkebunan
Kelapa Sawit
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Perkebunan
Kelapa Sawit
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Asumsi yang digunakan adalah perusahaan yang dibandingkan sama-sama
berskala besar. Catatan tambahan untuk melengkapi analisa perbandingan
dapat dilihat pada tabel di bawah ini

Komoditas Batubara Komoditas Kelapa Sawit Komoditas Kayu Bulat
Pabrik pengoalahan dari
batubara boleh tidak dekat
daerah penambangan,
karena tidak memerlukan
waktu pengolahan yang
cepat.
Pabrik pengolahan awal
diperlukan tidak terlalu
jauh dari kebun kelapa
sawit (potensi
pengembangan industri
kelapa sawit, prof. Dr.
Almasdi Syahza, SE., MP)
Pabrik pengolahan awal
diperlukan agar tidak
terjadi penurunan kualitas
kayu.


Skala Keterangan
1 Sama penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
3 Sedikit lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
5 Lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
7 Sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
9 Amat sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan (Pengaruh / Dampak / Peluang
/ Manfaat)

Skala perbandingan
1 : Sama penting 2 : Sedikit Lebih Penting 5 : Lebih Penting 7 : Sangat Penting
9 : Amat Sangat Penting 2,4,6,8 : Nilai Tengah di Antara Dua Skala Berurutan


17. Ditinjau dari sub kriteria Menggunaakan Teknologi Tinggi, manakah
alternatif di bawah ini yang lebih tinggi penggunaannya dan berapa nilai skala
pembandingnya?
Alternatif 1 Skala Pembanding Alternatif 2
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Perkebunan
Kelapa Sawit
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Perkebunan
Kelapa Sawit
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Asumsi yang digunakan adalah perusahaan yang dibandingkan sama-sama
berskala besar

Skala Keterangan
1 Sama penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
3 Sedikit lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
5 Lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
7 Sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
9 Amat sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan (Pengaruh / Dampak / Peluang
/ Manfaat)


















18. Ditinjau dari sub kriteria Kondisi Sumber Daya Alam, manakah yang lebih
potensi untuk diprioritaskan dan berapa nilai skala pembandingnya?
Alternatif 1 Skala Pembanding Alternatif 2
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Perkebunan
Kelapa Sawit
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Perkebunan
Kelapa Sawit
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Asumsi yang digunakan adalah perusahaan yang dibandingkan sama-sama
berskala besar. Catatan tambahan untuk melengkapi analisa perbandingan
dapat dilihat pada tabel di bawah ini
Kondisi sumber daya alam di Kabupaten Murung Raya sangat berpotensi
untuk dikembangkan. Batubara yang ada di sana merupakan Batubara
berkalori tinggi.
Kondisi lahan untuk perkebunan tidak pas untuk dilakukan perkebunan
kelapa sawit karena kemiringan lereng yang cukup tinggi.

Skala Keterangan
1 Sama penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
3 Sedikit lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
5 Lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
7 Sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
9 Amat sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan (Pengaruh / Dampak / Peluang
/ Manfaat)













19. Ditinjau dari sub kriteria Penggunaan Tenaga Ahli Yang Memadai,
manakah alternatif yang lebih tinggi penggunaannya dan berapa nilai skala
pembandingnya

Alternatif 1 Skala Pembanding Alternatif 2
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Perkebunan
Kelapa Sawit
Pertambangan
Batubara
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Perkebunan
Kelapa Sawit
9 8 7 6 5 4 3 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Hutan Produksi
(Kayu)
Asumsi yang digunakan adalah perusahaan yang dibandingkan sama-sama
berskala besar.

Skala Keterangan
1 Sama penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
3 Sedikit lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
5 Lebih penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
7 Sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
9 Amat sangat penting (Pengaruh / Dampak / Peluang / Manfaat)
2,4,6,8 Nilai tengah antara dua skala berurutan (Pengaruh / Dampak / Peluang
/ Manfaat)