Anda di halaman 1dari 33

AMENORE

MASALAH GINEKOLOGI YANG KOMPLEKS


PENANGANAN YANG SEDERHANA
& TERARAH ( MURAH )
PENGERTIAN PATOFISIOLOGI
AMENORE
AMENORE
SPEROFF ( 1994)
UMUR
TANDA SEKS
SEKUNDER
MENSTRUASI
14 TH
16 TH
SESUDAH
MENARCHE
- -
-
+
+
3 SIKLUS/
6 BULAN
SEBELUMNYA SUDAH
PERNAH MENSTRUASI
( A. SEKUNDER )
KETERANGAN
A. PRIMER
-
AMENORE
BERDASAR GANGGUAN FUNGSI
ORGAN REPRODUKSI
DASAR FISIOLOGI
TERJADINYA MENSTRUASI
AMENORE
GGN PADA
KOMPARTEMEN IV
KOMPARTEMEN III
KOMPARTEMEN II
KOMPARTEMEN I
AMENORE
ORGAN
REPRODUKSI
HIPOTHALAMUS
PITUITARY
OVARIUM
UTERUS
( + VAGINA )
MENSTRUASI
( FISIOLOGI )
GnRH
FSH & LH
ESTROGEN &
PROGESTRON
F. PROLIF. &
F. SEKRESI
ENDOMET
MENSTRUASI
AMENORE BERDASARKAN KEL. ORGAN
PEMERIKSAAN AMENORE
( SEKUNDER )
AX PX
&
-STRES
-KELAINAN BAWAAN
-GANGGUAN NUTRISI/
PERTUMBUHAN
-RIWAYAT KEL. CNS
-FISIK
-LAB
DIAGRAM
LANGKAH I
LANGKAH II
LANGKAH III
AMENORE
PERDARAHAN
TUNGGU 2 7 HR
+
- ANOVULASI
-LAB TSH
PRL
TX PROGESTOGEN
10 MG 5 7 HARI
PX HAMIL
- KELAINAN BAWAAN
- HIRSUTISME
- GALAKTORE
LANGKAH I
PENJELASAN LANGKAH I
A.
-HAMIL
-KEL. BAWAAN
-HIRSUTISME
-GALAKTORE
PENANGANAN KHUSUS TIDAK
USAH TERAPI PROGEST.
B.
TSH HIPOTIROID
TERAPI
TIROKSIN
PRL
TIDAK SELALU
DGN GALAKTORE
FOTO SELA TURSIKA
C.
BILA TERJADI PERDARAHAN: BERARTI E2

( FOLIKULOGENESIS +) ANOVULASI ( KEL. HUB UMPAN BALIK )
LANGKAH II
PERDARAHAN
-
PERDARAHAN
TUNGGU 2 7 HARI
+
-
KEL. KOMPARTEMEN I
UTERUS
-CONY. E 1,25 MG XXI
-MPA 10 MG 5 7 HARI
TERAKHIR
LANGKAH III
A. BILA TIDAK TERJADI PERDARAHAN
KEL. PADA OUT FLOW (UTERUS DAN VAGINA)
DX.
CURET & PA
HSG / HISTEROS.
PERIKSA GINEK
TX TBC &
PROG. INFERT. JLK
KURET , AKDR , AB + E . P
& KORT. STEROID
OPERASI / -
TX.
B. BILA TERJADI PERDARAHAN LANGKAH III
SIND. ASHERMAN
KEL. BAWAAN
TBC ENDOMET
PENJELASAN LANGKAH II
PERDARAHAN ( + )
PEMERIKSAAN
FSH & LH
2 MINGGU
RENDAH
NORMAL TINGGI
KEGAGALAN
OVARIUM
OVARIUN DG
FOLIKEL (+)
OVARIUM DG
FOLIKEL (-)
SEKRESI GONADOTROPIN
(JARANG)
-CA PARU
-ADENOMA PITUITARI
-PERIMENOPAUSE
(KARENA INHIBIN )
-SORG
-AUTOIMUN
-DEF. 17-DEHIDROXYLASE
(OVARIUM / ADRENAL)
LANGKAH III
PENJELASAN LANGKAH III
KADAR GONADOTOPIN TINGGI PADA
UMUMNYA TERJADI PADA OVARIUM
DENGAN FOLIKEL (+) / (-)
PROGNOSIS UNTUK INFERTILITASNYA
SANGAT JELEK
DIPIKIRKAN UNTUK DIBERIKAN HRT
KADAR GONADOTROPIN TINGGI
PADA WANITA UMUR < 30 TH PERLU KARYOTIPING
PENATALAKSANAAN PADA GONADOTROPIN TINGGI
YANG MUNGKIN DIPIKIRKAN
KEMUNGKINAN AUTOIMUN
(PX CALC. , FOSFOR , CORTISOL , T4 BEBAS , TSH ,
THYROID ANTIBODI , DL , TOTAL PROTEIN ALBUMIN/GLOBULIN ,
RHEUMATOID)
TESTING ACTH
PEMERIKSAAN FSH , LH ,DAN E2 4 X SETIAP MINGGU
BILA :
TERAPI ESTROGEN ATAU GnRH a
GONADOTROPIN
INDUKSI OVULASI
- FSH : LH = < 1
- E 2 > 50g / ml
GONADOTROPIN
RENDAH
NORMAL TINGGI
FOTO SELLA
CONED DOWN
LATERAL VIEW
( + PRL ASSAY )
CT/ MRI*
( SELLA TURSIKA &
SUPRA SELLA )
KELAINAN -
KELAINAN +
HIPOTALAMUS
PITUITARY
DILAKUKAN BILA :
- X RAY ABNORMAL &/
PRL > 100 ng/ ml
- GANGGUAN VISUAL/
SAKIT KEPALA
*
ADENOMA PITUITARY DAN AMENORE
PENATALAKSANAAN
I. MIKRO ADENOMA
( KADAR PRL < 100 g / ml + FOTO SELLA NORMAL )
* TERGANTUNG KELUHAN
INFERTIL 80% HAMIL DENGAN TERAPI BROMOKRIPTIN
* SERIAL PRL DAN FOTO* TIAP TAHUN
II. MAKRO ADENOMA
A. BROMOKRIPTIN
- 50 mg/ HARI MAINTENANCE DOSIS MINIM
- JANGKA PANJANG ?
B. OPERASI
BROMOKRIPTIN (BBRP MG) OPERASI RADIO TX
III. MAKROADENOMA + TERAPI BROMOKRIPTIN TDK MENGECIL
NON FUNCTIONING TUMOR OPERASI
AWAS !
PROLAKTINOMA DAN KEHAMILAN
TERJADI KEHAMILAN STOP TERAPI BROMOKRIPTIN

OBSERVASI
-PRL
-KELUHAN
( VISUS DAN SAKIT KEPALA )
TIAP BULAN
K/P FOTO
SELLA
TERAPI TIDAK BERPENGARUH PADA KEHAMILAN
MAUPUN BAYI

P.U TUMOR MENGECIL SETELAH BEBERAPA KEHAMILAN
AMENORE HIPOTALAMUS
PATOFISIOLOGI
STRES CRH
ENDOGEN
OPIOID
SEKRESI
FSH & LH
AMENORE - HIPOTALAMUS
PENATALAKSANAAN
DIAGNOSA SECARA EKSKLUSI :
-HIPOGONADOTROPIN
-PRL NORMAL
-FOTO SELLA NORMAL
PERUBAHAN
-
KADAR PRL DAN FOTO SELLA TIAP 2 3 TAHUN
72 % SPONTAN BAIK SETELAH 6 THN
AMENORE
TSH & PRL
TEST PROGEST
TDK ADA
HAMIL, KELAINAN BAWAAN
HIRSUTISME, GALAKTORE
TUNGGU
2-7 HARI
PERDARAHAN (+)
PERDARAHAN (-)
ANOVULASI
DISFS.OVULASI
E + P SEQUENTIAL
PERDARAHAN (+) PERDARAHAN (-)
KEL.UTERUS
2 MINGGU
PX.GONADOTROPIN
RENDAH NORMAL
TINGGI
2 MGG BILA
HAID (-)
KEGAGALAN
OVARIUM
FOTO SELLA
KERUSAKAN (-) KERUSAKAN (+)
HIPOTALAMUS PITUITARI
AMENORE PRIMER
SPERROF (1994)
14 TAHUN SEKS SEKUNDER (-) HAID (-)
16 TAHUN SEKS SEKUNDER (+)
HAID (-)
RATA-RATA UMUR GADIS
SAAT MULAI PUBERTAS
- AWAL PERTUMBUHAN BUAH DADA 10,8 1,10

- RAMBUT KEMALUAN 11,0 1,21

-MENARCHE 12,9 1,20
-
MISHEL DAMIL JR, REPROD. ENDOCRINOLOGY , ATLAS OF
CLINICAL IMUNOLOGY . VOL. III APPL.LANGE.SINGAPORE 1999
PEMBAGIAN AMENORE
PRIMER
KELOMPOK BUAH DADA UTERUS
I - +
II + -
III - -
IV + +
GRUP I
( BUAH DADA , UTERUS )
PROD. ESTROG.

A. OVARIUM GAGAL
HIPER - HIPOG
B. HIPOTAL. PITUITARY
GAGAL
HIPOG - HIPOG
PX. FSH SERUM
TINGGI RENDAH
A. OVARIUM GAGAL
HIPER - HIPOG
KEL. KROMOSOM
30%
NON ANDROGENIK
- 45 XO ( S. TURNER )
- 46 ABNORMAL X DELESI
LENGAN PENDEK/ PANJ.
- MOSAIK ( X/XX, X/XX/XXX,
X/XY )
- 46 XX ATAU 46 XY ( MURNI
GONADAL DISGENESIS )
- 46 XX DG DEF. 17 HIDROK-
SILASE
ANDROGENIK
- 45X/ 46 XY
- 45X/ 46X ( Yq )
- 45X (TESTICULAR
DETERMINANT POSITION )
SINDROMA TURNER
KLINIS
- PENDEK
- WEBBING OF THE NECK
- JARAK NIPLE JAUH
- UDEMA KAKI & TANGAN
- KUBITUS VALGUS
- MULTIPLE PIGMENTED
NEVI
- RECURRENT OTITIS MEDIA
- KEL. JANTUNG, GINJAL
DSB
PENANGANAN SINDROMA TURNER
TUJUAN :
MAKSIMALKAN TINGGI BADAN
PERTUMBUHAN BUAH DADA
MENCEGAH OSTEOPOROSIS
TERAPI SULIH HORMON
GRUP II AMENORE PRIMER
( BUAH DADA POS., UTERUS NEG )
ESTROG.
POS.
GGAN
PERTUMB.
ORGAN
REPROD.
RKH TFS
RKH =MAYER ROKI TANSKY KUSTER HAUSER SYNDROME
TFS =TESTI CULAR FEMI NI ZATI ON SYNDROME
RKH
DASARNYA GENOTIPE WANITA
AGENESIS DUKTUS MULER
( OVARIUM NORMAL )
KLINIS
H P O BAIK OVULASI POS.
TESTOSTERON N WANITA
GANGGUAN PADA GENITALIA :
VAGINA & UTERUS
PERBEDAAN RKH & TFS
PEMERIKSAAN
RKH
TFS
KARYOTIPING 46 XX 46 XY
HEREDITER
?
MATERNAL X LINKED
RECESSIVE 25% ANAK
TERKENA 25% CARIER
RAMBUT SEKS
TESTOSTERON
KELAINAN LAIN
KEGANASAN GONAD
N WANITA NEG. / SEDIKIT
N WANITA N / PRIA
SERING * JARANG
NORMAL
5% KEMUNGKINAN
GANAS
SPEROFF 1994
* 1/3 PEND. ADA KEL. URINARIUS ECTOPIC KIDNEY RENAL AGENESIS HORSE SHOE KIDNEY DSB.
* 12 % KELAINAN TULANG ( TULANG BELAKANG )
GRUP III AMENORE PRIMER
( BUAH DADA & UTERUS )
A.GANGGUAN ENZIM :
DEFISIENSI DARI:
- 17.20 - DESMOLASE*
- 17 HYDROKSILASE*
B. TESTICULAR AGONADISM.
* KARYOTI PI NG XY GONADEKTOMY
EVALUATION OF WOMEN WITH GROUP III
PRIMARY AMENORRHEA
KARYOTYPE ( 46, XY)
ENZYME
DEFICIENCY
AGONADISME
GRUP IV AMENORE PRIMER
( BUAH DADA & UTERUS )
EVALUASI
SAMA DENGAN AMENORE
SEKUNDER
GARIS BESAR EVALUASI AMENORE PRIMER
IV. BD & UT +
LIHAT.
AMENORE
SEKUNDER
III. BD & UT -
KARYOTIPING
XY
GONADEKTOMI
& HRT
II. BD +, UT -
GONADEKTOMI
& HRT
VAGINO
PLASTI
TESTOST.
N WNT N PRIA
RKH* TFS
KARYO
TIPING
*BILA ADA TANDA
KLINIS ANDROGEN
PX KARYOTIPING
I. BD-, UT +
FSH
TINGGI
RENDAH
KEL. OV. FOTO SELLA
KARYO
TIPING
Y POS.
GONADEKT.
HRT
KEL
+
-
PIT.
H.TAL
-TX G. TROPIN
-HRT
CORTISONE
( BILA TENSI NAIK )