Anda di halaman 1dari 9

Pembebasan Pemikiran

dalam Madilog Tan


Malaka
Yongky Gigih Prasisko
Biografi Tan Malaka
Lahir di desa kecil Pandan Gadang, Suliki, Minangkabau, Sumatra Barat,
tanggal 2 Juni 1897, dengan ama asli Ibrahim, lalu mendapat gelar Datuk
Tan Malaka.

Pendidikan : Kweekschool (sekolah guru negara) di Fort de Kock,
Bukittinggi, Rijkskweekschool (sekolah pendidikan guru pemerintah) di
Belanda

Seorang aktivis kiri, pemimpin PKI (Partai Komunis Indonesia), pendiri
partai Murba, PNI (Partai Nasional Indonesia) dan PARI (Partai Republik
Indonesia)

Karya-Karya
Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia)
Massa Actie (Aksi Masa)
Madilog
Merdeka 100%
Dari Penjara ke Penjara
Gerilya Politik Ekonomi
Buku Madilog
Ditulis di Desa Rajawali, dekat sebuah pabrik Kalibata, Jakarta
sejak 15 Juli 1942 sampai 30 Maret 1943

Materialisme Dialektika Logika

Bertujuan untuk membebaskan pemikiran rakyat Indonesia yang
masih terkungkung dalam mitos, irasional, animism dan dinamisme

Materialisme
Definisi : Atomis (Democritos), Naturalis (Feuerbach), Determinisme
Ekonomi (Karl Marx)

Hakikat manusia dan alam adalah materi yang dimediasi oleh kerja sosial
atau cara produksi

Kritik terhadap alam pikir rakyat Indonesia yang mitis dan bersikap pasif
terhadap realitas sosial

Manusia merupakan agen perubahan yang mampu bersikap kritis dan
reflektif melalui rasionya

Dialektika
Mengaktifkan kontradiksi : Menyangkal, menyimpang dan mengangkat

Tempo atau waktu : Proses dialektika sejarah berada dalam kungkungan waktu (contoh Thomas Alfa Edison)

Integral : Dialektika bekerja dalam suatu kesatuan atau keutuhan (contoh Biolog Darwin)

Pertentangan : Dialektika merupakan sebuah proses timbal balik (contoh Feodalisme, Kapitalisme dan Sosialisme

Gerakan : Selalu bergerak dalam proses menuju nilai yang lebih tinggi (kelas proletar harus bergerak melawan borjuis
untuk mencapai masyarakat tanpa kelas

Bertujuan mendorong rakyat Indonesia untuk melakukan revolusi terhadap penjajah Belanda demi meraih kemerdekaan
100%
Logika
Ungkapan teratur, sistematis dan dapat dimengerti

Pembalikan : Pertukaran posisi antara subjek dengan predikat

Perlipatan : Perubahan bentuk terhadap satu kesimpulan kepada kesimpulan lain, di mana kesimpulan pertama bertukar
dan berlawan

Perlipatan terbalik : Penyimpulan langsung dengan cara menukar posisi subjek dan predikat serta menegasikannya

Silogisme : Penyimpulan berdasarkan hubungan proposisi umum ke khusus, atau penarikan kesimpulan dari premis mayor
dan minor (deduksi)

Sebab Akibat : Penyimpulan berdasarkan hukum sebab akibat
Tujuan berfikir logis adalah memperbaiki beberapa kesalahan-
kesalahan berfikir berikut ini
1. Kesalahan apriori : mistifikasi
2. Kesalahan memperhatikan bukti : mengabaikan bukti empiris
3. Kesalahan menyusun bukti : kesalahan analogi
4. Kesalahan dalam pelaksanaan : Kesimpulan yang bertentangan
5. Kesalahan karena keliru : ambiguitas
Cara Berfikir Madilog
Realistis dan konkrit (materialis)

Bertindak sebagai agen perubahan (pragmatis)

Berfikir secara rasional ilmiah (logis)

Tujuannya adalah Merdeka 100%