Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
Tujuan pendidikan tinggi adalah untuk mengembangkan dan menyebarluaskan
ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan
penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan
memperkaya kebudayaan nasional. Rumusan ini secara eksplisit menyebutkan
bahwa pendidikan tinggi mengemban tiga misi utama, yaitu mengembangkan,
menyebarluaskan, dan mengupayakan penggunaan ilmu pengetahuan.
2
Pengembangan ilmu pengetahuan dilakukan melalui berbagai kegiatan penelitian,
baik penelitian dosen, pustakawan dan laboran, maupun penelitian mahasiswa
(dalam bentuk skripsi, tesis, disertasi! serta pengkajian dalam wujud pembahasan
bahan"bahan non"empirik. #edangkan penyebarluasan ilmu pengetahuan
dilakukan melalui berbagai kegiatan publikasi ilmiah, seperti jurnal ilmiah,
prosiding, ataupun kumpulan abstrak tulisan ilmiah, baik melalui media cetak
maupun elektronik ($% R&', e"book, internet. #ementara itu upaya penggunaan
ilmu pengetahuan di kalangan masyarakat luas dilakukan melalui kegiatan
pendidikan dan pengajaran serta pengabdian kepada masyarakat.
(

)egiatan"kegiatan pengembangan, penyebarluasan dan pemanfaatan ilmu
pengetahuan sangat menentukan kualitas perguruan tinggi sebagai suatu lembaga
ilmiah, yang pada akhirnya akan menentukan kualitas lulusannya. %itinjau dari
segi sumberdaya, kualitas suatu perguruan tinggi dapat diukur dari jumlah dosen
berkualifikasi pascasarjana dan guru besar. )ualifikasi jenjang pendidikan dan
jabatan akademik mencerminkan bobot ilmu suatu perguruan tinggi yang
sekaligus menjadi ukuran kualitasnya. *gar perguruan tinggi lebih mampu
mengembangkan ilmu pengetahuan, setidak"tidaknya +,- dosen pada suatu
perguruan tinggi harus berkualifikasi pascasarjana (#2 dan #..
2
#atu hal penting lain yang perlu menjadi perhatian adalah setiap karya yang
dihasilkan oleh dosen, baik secara perorangan maupun secara kelompok, harus
bebas dari unsur"unsur plagiarisme. Tindakan plagiarisme yang dilakukan oleh
dosen di perguruan tinggi telah mencapai titik yang mengkhawatirkan, sehingga
'enteri Pendidikan /asional menilai perlu adanya upaya penertiban guna
menjaga kredibilitas dan martabat kaum intelektual 0ndonesia. &leh karena itu,
pada tahun 2,(, 'enteri Pendidikan /asional menerbitkan Peraturan 'enteri /o.
(1 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi. Tujuan
diterbitkannya Peraturan 'enteri /o. (1 Tahun 2,(, tersebut adalah untuk
menumbuhkembangkan kreati2itas akademik di kalangan dosen dan mahasiswa
dengan menjunjung tinggi nilai"nilai kejujuran dan etika akademik, terutama
menghindarkan diri dari tindakan plagiat.
#alah satu cara untuk menghindari plagiarisme adalah dengan mencantumkan
sumber referensi yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah. Penulisan
referensi ini bisa dalam bentuk kutipan langsung maupun parafrasa, dan di akhir
dari karya tulis ilmiah disebutkan secara jelas nama pengarang, judul
karangan/buku, tahun dan penerbitnya dalam rangkaian daftar pustaka.
#etiap institusi akademik dan lembaga penerbitan berkala ilmiah yang
terakreditasi dan bereputasi internasional pasti memiliki gaya selingkung
penulisan sendiri.
2
'asing"masing mempunyai gaya penulisan yang mengacu
pada cara sistem penulisan karya tulis yang sudah ada yakni sistem har2ard dan
2ancou2er. )edua sistem penulisan ini berbeda dalam penyajian dan cara menulis
sumber referensi dan daftar pustaka. %aftar pustaka berisi informasi tentang
sumber pustaka yang telah dirujuk dalam tubuh tulisan. 3ntuk setiap pustaka yang
dirujuk dalam naskah harus muncul dalam daftar pustaka, begitu juga sebaliknya
setiap pustaka yang muncul dalam daftar pustaka harus pernah dirujuk dalam
tubuh tulisan.
'akalah ini membahas mengenai cara penulisan sumber referensi berdasarkan
sistem 2ancou2er. #istem 4ancou2er merupakan sistem yang sering digunakan
dalam berbagai jurnal ilmiah atau publikasi akademik. #istem ini umumnya
disebut author-number system karena sistemnya yang merujuk dengan
menggunakan angka.
.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.(. #istematika )arya 0lmiah
#ecara garis besar dikenal tiga jenis karya ilmiah, yaitu studi pustaka, laporan
kasus, dan laporan penelitian.
5
'asing"masing mempunyai isi dan tujuan yang
berbeda. #ecara umum, kerangka karya ilmiah dari ketiga macam penelitian
tersebut hampir sama, yakni terbagi menjadi bagian pembuka, bagian isi dan
bagian penutup.
6agian pembuka berada di bagian awal dari karya ilmiah, yang meliputi 7
( 8alaman 9udul
2 Pengesahan
. )ata Pengantar
5 %aftar 0si
6agian isi merupakan bagian berikutnya setelah bagian pembuka, yang
meliputi 7
( 6ab 0 Pendahuluan
2 6ab 00 Tinjauan Pustaka
. 6ab 000 8asil dan Pembahasan, jika jenis karya tulisnya merupakan penelitian
5 6ab 04 )esimpulan dan #aran.
#edangkan 6agian Penutup merupakan bagian paling terakhir dari karya tulis
ilmiah, yang meliputi daftar pustaka dan lampiran.
2.2. %efinisi %aftar Pustaka
%efinisi daftar pustaka adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama
pengarang, penerbit dsb yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau
buku dan disusun berdasarkan abjad. %aftar sendiri didefinisikan sebagai catatan
sejumlah nama atau hal yang disusun berderet dari atas ke bawah.
:
%aftar Pustaka merupakan bagian akhir suatu artikel ilmiah yang selalu harus
ada. Perlu diketahui, bahwa salah satu ciri dari tulisan ilmiah adalah di samping
melaporkan kegiatan penelitian juga mengkaji berbagai artikel yang berisikan ide"
ide ataupun hasil"hasil penelitian sebelumnya yang rele2an. *rtikel"artikel yang
dikutip tersebut ditulis ringkas dan disajikan dalam daftar pustaka. Tata cara
penulisan daftar pustaka sangat beragam tergantung pada ketentuan majalah
ilmiah yang dituju. Penggunaan perangkat lunak komputer seperti EndNote sangat
berguna dalam menyusun daftar pustaka yang baik. *pa lagi program komputer
ini dilengkapi dengan Style Library yang berisi gaya penulisan daftar pustaka
yang berlaku pada berbagai majalah ilmiah internasional, serta dapat pula
dimodifikasi dan disesuaikan dengan gaya selingkung tertentu, sehingga sangat
membantu penyusunan daftar pustaka.
;
2... $ara Penulisan %aftar Pustaka
6eberapa institusi memiliki ketentuannya sendiri dalam menulis sebuah
rujukan. #etidaknya ada dua sistem yang diterima secara internasional dan umum
digunakan dalam bidang kedokteran yaitu sistem 8ar2ard dan sistem 4ancou2er.
.

'ungkin bagi yang masih awam dengan istilah sitasi (rujukan dengan gaya
2ancou2er atau har2ard karena memang metode ini baru diperkenalkan dibangku
perkuliahan. &rang"orang seringkali membedakan har2ard dan 2ancou2er hanya
pada aplikasinya di halaman isi. Tetapi lebih dari itu ada perbedaan yang
mendasar pula pada penulisannya di daftar pustaka, dan hal ini yang jarang
diperhatikan oleh kebanyakan penulis.
.

#istem 4ancou2er merupakan sistem yang sering digunakan dalam berbagai
jurnal ilmiah atau publikasi akademik. #istem ini umumnya disebut author-
number system karena sistemnya yang merujuk dengan menggunakan angka.
/ama 4ancou2er diambil karena sistem ini merupakan hasil dari pertemuan yang
dilaksanakan di 4ancou2er, 6ritish $olumbia, $anada pada tahun (<1< yang
merupakan cikal bakal berdirinya 0$'9= (International Comitee of Medical
Journal Editors. %ibandingkan har2ard, 2ancou2er lebih populer digunakan di
jurnal kedokteran karena tidak terlalu banyak memakan tempat (karena hanya
perlu menuliskan angka tanpa nama dan tahun sehingga mengurangi jumlah
halaman. #elain itu, 2ancou2er juga memungkinkan penggunanya merujuk lebih
dari satu sumber untuk sebuah pernyataan (kalimat tanpa perlu merusak estetika
penulisan.
2.5. $ara Penulisan %aftar Pustaka #istem 4ancou2er
2.5.( 9urnal
#ecara umum sitasi jurnal dengan sistem 4ancou2er adalah sebagai berikut7
>ambar 2.( $ontoh penulisan rujukan dari jurnal
6anyak ketentuan yang digunakan dengan menggunakan sistem ini. 6erikut
adalah ketentuan yang cukup penting untuk diperhatikan7
( /ama pengarang
(. 3rutkan nama pengarang sesuai dengan yang tertera dalam jurnal.
2. Taruhlah nama terakhir (last name atau nama keluarga (family pengarang
di bagian depan untuk setiap pengarang.
.. 3bah nama depan dan nama tengah yang tertera ke dalam inisial,
maksimal dua inisial sesuai urutan nama depan dan tengah.
>ambar 2.2 $ontoh penulisan nama pengarang
5. >unakan koma dan spasi untuk membedakan nama pengarang yang satu
dengan lainnya.
;. *khiri informasi nama pengarang dengan menggunakan titik.
:. 9ika halaman merupakan suatu pertimbangan dan jumlah pengarang
cukup banyak, maka dapat menggunakan . pengarang pertama atau :
pengarang pertama. /ama pengarang terakhir diikuti dengan koma dan
spasi kemudian berikan ?et al.@ atau ?and others.@
>ambar 2.. $ontoh penulisan dengan banyak pengarang
1. 8ilangkan jabatan, pangkat, titel, atau tanda kehormatan lainnya yang
mengikuti nama pengarang
>ambar 2.5 $ontoh penulisan nama pengarang tanpa gelar
+. 9ika organisasi adalah pemilik dari artikel atau jurnal, maka ikuti ketentuan
berikut
a. 8ilangkan ?the@ dalam menggunakan nama organisasi
b. 9ika dalam publikasi disertakan di2isi organisasi yang bersangkutan,
masukkan di2isi tersebut setelah nama organisasi dan dipisahkan
dengan koma. 9ika ada lebih dari 2 di2isi pisahkan dengan titik koma
>ambar 2.; $ontoh penulisan nama organisasi
2 9udul
(. 'asukan judul artikel sesuai dengan yang tertera dalam jurnal/publikasi.
2. )apitalkan hanya huruf pertama dari kata pertama dalam judul. 8uruf
kapital juga digunakan dalam akronim, dan inisial.
.. >unakan titik dua diikuti dengan spasi untuk memisahkan judul dengan
subjudul.
5. *khiri judul artikel dengan titik walaupun ada tanda tanya atau tanda seru
dalam judul artikel tersebut.
;. 9angan memasukkan header dalam sebuah jurnal (?case report study,
case control study sebagai judul tulisan, kecuali daftar isi menyebutkan
bahwa header tersebut termasuk dalam judul tulisan.
. /ama jurnal
(. 'asukan nama jurnal sesuai dengan bahasa aslinya.
2. >unakan abre2iasi nama jurnal yang telah disepakati secara internasional.
.. >unakan huruf capital dalam mengawali setiap huruf dalam nama jurnal
termasuk abre2iasinya.
5. *da beberapa ketentuan dalam menetapkan abre2iasi suatu jurnal.
;. >unakan abre2iasi yang sesuai untuk bahasa 0nggris pada umumnya dan
kapitalkan huruf pertamanya. 8ilangkan kata ?articles@, kata hubung, dan
preposisi. $ontoh7 ?of@, ?the@, ?at@, dan sebagainya.
:. 6isa melihat daftar susunan yang ditetapkan oleh beberapa publikasi seperti
'edAine, Pub'ed, dan sebagainya.
1. *khiri nama jurnal dengan menggunakan titik dan spasi.
>ambar 2.: $ontoh penulisan nama jurnal
5 Tanggal publikasi
(. Tanggal publikasi diurut mulai dari tahun, bulan dan hari publikasi.
2. 6ulan disingkat berdasarkan tiga huruf pertama.
.. *khiri informasi tanggal publikasi dengan titik dua.
5. Terkadang beberapa jurnal memberikan suplemen (supplement, bagian
(parts, atau edisi/nomor khusus (special number. 0ni semua diletakkan
setelah tanggal. >unakan abre2iasi berikut 7 #uppl, Pt, #pec /o
;. >unakan hanya nomor arab saja.
:. Terkadang suplemen diberikan nama daripada diberikan nomor. 9ika
demikian, gunakan singkatan yang telah disepakati secara internasional.
1. *khiri suplemen, bagian, atau nomor khusus dengan titik dua.
; /omor 2olume dan isu
(. 8indari penggunaan kata ?olume@ atau ?ol@. /omor saja sudah cukup
untuk menunjukan 2olume jurnal tersebut.
2. >unakan angka arab untuk nomor 2olume dan nomor isu. Pisahkan multipel
2olume dengan garis strip (", misal ;":, (,"((. 3ntuk nomor isu diletakkan
di dalam kurung.
.. 9ika tidak ditemukan nomor 2olume jurnal, berikan titik koma setelah
tanggal publikasi diikuti oleh nomor isu (yang diletakkan dalam kurung.
5. 8indari penggunaan ?number@, ?num@, ?no@ atau kata"kata lainnya yang
ingin menunjukkan nomor isu.
;. *khiri nomor isu dengan titik dua.
>ambar 2.1 $ontoh penulisan rujukan dari jurnal
: Aokasi dan 8alaman
(. 9angan mengulang nomor halaman kecuali diikuti oleh huruf.
2. *khiri lokasi atau halaman dengan menggunakan titik.
.. 9ika halaman tidak berurutan, gunakan tanda koma dan spasi untuk
memisahkan antara halaman satu dengan lainnya.
5. 9ika dalam satu jurnal tidak disertakan halaman, maka tulis jumlah halaman
yang dikutip. 'isalkan mengutip ; halaman maka tulislah B; p.C. Aetakkan
dalam kurung kotak.
2.5.2 6uku
#ecara umum bentuk sitasi sebuah buku adalah sebagai berikut 7
>ambar 2.+ $ontoh penulisan rujukan dari jurnal
)etentuan sitasi sebuah buku dengan sistem 4ancou2er hampir mirip dengan
ketentuan sitasi sebuah jurnal. 6erikut hanya dijelaskan perbedaannya, sedangkan
yang tidak dibahas pada bagian ini semuanya persis sama seperti saat mensitasi
jurnal.
( =disi 6uku
6agian ini penting untuk dicantumkan, sehingga pembaca tahu edisi berapa
yang digunakan oleh penulis (karena setiap edisi pasti ada beberapa perubahan
di dalamnya. 6erikut ini adalah ketentuan dalam mencantumkan edisi buku.
(. =disi buku diletakkan setelah judul buku.
2. >unakan abre2iasi untuk kata"kata yang umum digunakan. 'isalkan ed.
(edition, spec. (special, transl. (translation.
.. )apitalkan hanya huruf pertama dalam pernyataan edisi.
5. >unakan angka arab. #ebagai contoh second menjadi 2nd dan 000 menjadi
.rd.
;. *khiri edisi dengan titik.
:. 9ika buku tidak mencantumkan nomor edisinya, anggap saja buku itu
merupakan edisi pertama.
>ambar 2.< $ontoh penulisan rujukan dari jurnal
2 =ditor dan Penulis/Pemilik )edua (Secondary !uthor %ari )eseluruhan 6uku
Dang dimaksud dengan secondary author adalah mereka yang memodifikasi
pekerjaan dari pemilik utama. #ebagai contoh editor, translator, dan ilustrator.
6erikut adalah ketentuan ketika mensitasi sebuah buku yang
memiliki secondary author.
(. Aetakkan nama dari secondary author setelah pernyataan edisi buku.
2. 3ntuk nama, ikuti format yang umum dalam sistem 4ancou2er (lihat
penamaan saat mensitasi jurnal
.. 6erikan tanda koma di akhir nama editor diikuti kata EeditorF, diakhir nama
ilustrator dengan koma diikuti kata EilustratorF, dan lain sebagainya.
5. *khiri informasi secondary author dengan titik.
;. 9ika tidak ada pemilik utama dari buku tersebut, pindahkan secondary
author menjadi pemilik utama.
. Penerbit 3ntuk )eseluruhan 6uku
6erikut adalah ketentuan untuk mencantumkan penerbit.
(. $antumkan penerbit sesuai yang tertera dalam publikasinya. >unakan
kapitalisasi huruf sesuai dengan yang tertera dalam buku.
2. *bre2iasikan penerbit yang telah diketahui oleh umum jika diperlukan,
tetapi tetap harus dipertimbangkan ketika menyingkat nama penerbit untuk
menghindari kebingungan pembaca.
.. *pabila di2isi dari penerbit tersebut dicantumkan dalam buku, maka nama
penerbit ditaruh di awal kemudian diikuti oleh nama di2isi tersebut.
5. 9ika ditemukan lebih dari satu penerbit, pilihlah penerbit yang ada diurutan
paling atas atau satu penerbit yang dicetak dengan huruf besar atau
ditebalkan.
;. 9ika tidak ditemukan nama penerbit, maka tulislah ?publisher un"no#n@
dalam kolom kotak.
:. *khiri informasi penerbit dengan titik koma.
5 Aokasi / 8alaman
3ntuk mencantumkan lokasi halaman dalam sebuah buku sedikit berbeda
dengan cara mencantumkan halaman dalam sebuah jurnal.
(. 9angan menghitung bagian berikut sebagai halaman7 introductory material,
lampiran, indeks, walaupun dalam sebuah buku bagian ini diberikan
halaman.
2. 6erikan nomor halaman dihalaman teks tersebut dikutip diikuti huruf p.
.. 3ntuk buku yang terdiri lebih dari satu 2olume, kutip total nomor dari
keseluruhan 2olume termasuk 2olume dari halaman yang dikutip.
5. 9ika dalam buku tidak terdapat halaman, maka hitung jumlah halaman
yang anda kutip, kemudian tambahkan @leaes@.
;. *khiri informasi lokasi/halaman dengan titik.
2.5.. $ara merujuk kepustakaan
#etelah kita mengetahui bagaimana cara menulis daftar pustaka sesuai
4ancou2er dengan benar, sekarang akan dibahas bagaimana menuliskan rujukan
dalam paragraf suatu karya.
.
6erikut adalah beberapa ketentuan dan penjelasan
dalam menulis rujukan dalam sebuah kalimat/paragraf
(,2
7
( #istem 4ancou2er menggunakan sistem penomoran untuk menyatakan sumber
yang digunakan dalam tulisan. *presiasi penulis terhadap penulis karya yang
dikutipnya diwujudkan dalam nomor ini.
2 /omor ini bersifat statis, artinya nomor yang digunakan di dalam paragraf
manapun selalu sama ketika mengutip dari sumber yang sama.
. /omor ini ditulis disebelah kanan koma atau titik, dan disebelah kiri titik dua
atau titik koma.
5 *ngka rujukan tersebut dapat ditulis superscript atau dalam kurung
BAB III
PEMBAHASAN
%aftar pustaka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah karya
tulis ilmiah. 0ni berarti mau tidak mau atau suka tidak suka, dalam menulis sebuah
karya seorang penulis diwajibkan juga untuk menulis daftar pustaka atau sitasi
yang digunakannya. %alam berbagai kompetisi karya tulis ilmiah pun
melampirkan daftar pustaka merupakan sebuah keharusan, bahkan memenuhi ;-
G (,- total penilaian.
.
%aftar pustaka yang mencakup daftar sumber referensi dan acuan bagi penulis
dalam menyusun karya tulis dapat merefleksikan kualitas karya tulis yang
dihasilkan. #umber rujukan yang dijadikan acuan bisa berasal dari manapun, baik
dari buku, jurnal, media cetak, media elektronik maupun dari internet. dengan
mencantumkan nama pengarang dan jenis sumbernya, kita dapat mengetahui
tingkat ke2alidan dari sumber tersebut. #umber"sumber dari instansi resmi,
dengan nama pengarang dan nama penerbit yang jelas tentu lebih dapat dipercaya,
dan terlebih lagi dalam kisaran tahun yang masih baru (up to date.
%aftar pustaka dapat ditulis dengan berbagai cara yang baku. *da dua sistem
yang diterima secara internasional dan umum digunakan dalam bidang kedokteran
yaitu sistem 8ar2ard dan sistem 4ancou2er.
.
'asing"masing mempunyai cara
penulisan sendiri"sendiri. #istem 4ancou2er merupakan sistem yang sering
digunakan dalam berbagai jurnal ilmiah atau publikasi akademik, terutama di
bidang kedokteran.
.
#istem 2ancou2er lebih populer digunakan di jurnal kedokteran karena tidak
terlalu banyak memakan tempat, karena hanya perlu menuliskan angka tanpa
nama dan tahun, sehingga mengurangi jumlah halaman. #elain itu, 2ancou2er juga
memungkinkan penggunanya merujuk lebih dari satu sumber untuk sebuah
pernyataan (kalimat tanpa perlu merusak estetika penulisan.
.
#istem ini juga
tidak luput dari kekurangan. )ekurangan sistem 4ancou2er adalah penulis naskah
harus mencocokkan kembali nomor dan urutannya apabila penulis menyisipkan
rujukan baru dalam proses penulisan karangan ilmiahnya. 8al ini harus diterima
penulis, dengan filosofi bahwa pembaca harus disuguhi keadaan yang nyaman,
meskipun itu berarti menambah beban bagi penulisnya.
1

BAB IV
KESIMPULAN
)esimpulan yang dapat diambil dari uraian makalah di atas adalah sebagai
berikut7
( #alah satu cara untuk menghindari plagiarisme adalah mencantumkan sumber
referensi yang dijadikan acuan dalam penulisan karya tulis ilmiah, baik melalui
kutipan langsung maupun parafrasa, dan mencantumkan dalam daftar pustaka
2 #etiap institusi akademik mempunyai gaya selingkung masing"masing dalam
penyusunan karya tulis ilmiah
. *da dua sistem yang diterima secara internasional dan umum digunakan dalam
bidang kedokteran, baik dalam bentuk jurnal ilmiah maupun publikasi
akademik, yaitu sistem 8ar2ard dan sistem 4ancou2er
5 #istem 2ancou2er dengan segala aturan penulisannya mempunyai keuntungan
tidak terlalu banyak memakan tempat, karena hanya perlu menuliskan angka
tanpa nama dan tahun sehingga mengurangi jumlah halaman, dan penggunanya
bisa untuk merujuk lebih dari satu sumber untuk sebuah pernyataan (kalimat
tanpa perlu merusak estetika penulisan. #edangkan kekurangannya penulis
naskah harus mencocokkan kembali nomor dan urutannya apabila penulis
menyisipkan rujukan baru dalam proses penulisan karangan ilmiahnya.
DAFTAR PUSTAKA
(. 8uda /. )ebijakan pengelolaan dan penerbitan jurnal dan berkala. dalam *.
#aukah Bed.C, 'enerbitkan 9urnal 0lmiah, ( " (.. 3ni2ersitas /egeri 'alang,
'alang. 2,,..
2. Hulkarnain. 'enghindari perangkap plagiarisme dalam menghasilkan karya
tulis ilmiah 'akalah. disampaikan pada Pelatihan Penulisan *rtikel 0lmiah
Aembaga Penelitian 3ni2ersitas 9ambi. (: 9anuari 2,(2.
.. 6osman. 'engenal #itasi 0 7 4ancou2er #tyle. BonlineC
http://scientificat!sphe"e#$ef%&n&'#c!/()*(/)+/en,ena-.sistasi.i.
/anc!&/e".st0-e#ht-.. diakses tanggal 2,"(,"2,(5.
5. 8aryanto *>, Ruslijanto 8, 'ulyono %. 'etode penulisan dan penyajian
karya ilmiah. 9akarta. =>$. 2,,,.
;. 0#0 Research#oft. =nd/ote for Iindows 4ersion ;7 The *ll"0n"&ne #olution.
0#0 Research#oft, 6erkeley, $alifornia. 2,,(.
:. )660. %efinisi daftar dan daftar pustaka. BonlineC. http7//kbbi.web.id/daftar.
diakses tanggal 2,"(,"2,(5.
1. The 3ni2ersity of Jueensland. References/bibliography 2ancou2er style
BonlineC 2,,( Bupdated 2,,( 'ay (! cited 2,(2 /o2 (C. *2ailable from7
http7//www.library.uK.edu.au/training/citation/2ancou2.pdf