Anda di halaman 1dari 2

1. dasar hukum ham di Indonesia!

1.Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia.


2.UU No. 5 Tahun 1998 tentang pengesahan Convention Against Torture and Other Cruel,
Inhuman or Degrading Treatment or Punishment (Konvensi Menentang Penyiksaan dan
Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan
Martabat Manusia).
3.Keppres No. 181 Tahun 1998 tentang Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap
Perempuan.
4.Keppres No. 129 Tahun 1998 tentang Rencana Aksi Nasional Hak-Hak Asasi Manusia
Indonesia.
5.Inpres No, 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan
Nonpribumi dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan, Perencanaan Pro-
gram, ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemenintahan.
6.UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
7.UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia.
8.Amandemen kedua UUD 1945 (2000) Bab XA Pasal 28A 28J mengatur secara
eksplisit Pengakuan dan Jaminan Perlindungan Terhadap Hak Asasi Manusia.
2. PENGATURAN HAM DALAM KONSTITUSI!
Dalam sebuah Negara demokrasi, pelaksanaan perlindungan HAM diatur dalam
konstitusi. Di Indonesia pengaturan HAM di atur dalam Undang-Undang nomor 39
tahun 1999.


3. PENGATURAN HAM DALAM TAP HAM!
Pengaturan mengenai Hak Asasi Manusia dalam TAP MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang
Hak Asasi Manusia merupakan cerminan adanya peningkatan pelaksanaan penghormatan,
perlindungan, atau penegakan hak asasi manusia, yang selama ini masih jauh dari
memuaskan.
TAP MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia Asasi Manusia harus
dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab sejalan dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku dalam batas-batas, rambu-rambu, dan asas-asas hukum
internasional yang diakui seluruh bangsa, yang menetapkan antara lain :
1. untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan martabat manusia,
diperlukan pengakuan dan perlindungan hak asasi manusia, karena tanpa hal
tersebut manusia akan kehilangan sifat dan martabatnya, sehingga dapat
mendorong manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya (homo homini lupus);
2. karena manusia merupakan makhluk sosial, maka hak asasi manusia yang lain
sehingga kebebasan atau hak asasi manusia bukanlah tanpa batas;
3. hak asasi manusia tidak boleh dilenyapkan oleh siapapun dan dalam keadaan
apapun;
4. setiap hak asasi manusia mengandung kewajiban untuk menghormati hak asasi
manusia orang lain sehingga dalam hak asasi manusia terdapat kewajiban dasar.
5. hak asasi manusia harus benar-benar dihormati, dilindungi, dan ditegakkan, untuk
itu Pemerintah, aparatur negara, pejabat publik lainnya, mempunyai kewajiban dain
tanggung jawab menjamin terselenggaranya penghormatan, perlindungan, dan
penegakan hak asasi manusia.
4. PERATURAN HAM DALAM UUD!

5. PERATURAN HAM DALAM PP DAN KEPRES