Anda di halaman 1dari 8

PENGERTIAN KAS

Kas merupakan alat pertukaran dan alat pembayaran yang diterima untuk pelunasan hutang, dan
dapat diterima sebagai setoran dengan jumlah sebesar nilai nominalnya, juga simpanan bank atau
tempat lain yang dapat diambil sewaktu-waktu.
Douglas Garbutt (1985) dalam Basalamah,A (1994:11) pengertian kas secara umum yaitu kas adalah
uang yang dimiliki oleh perusahaan. Sedangkan Menurut Gito Sudarmo, I dan Basri (1995 : 61)
mengemukakan pengertian kas adalah sebagai nilai uang kontan yang ada dalam perusahaan
beserta pos-pos lain yang ada dalam jangka waktu dekat dapat diuangkan sebagai alat pembayaran
kebutuhan financial, yang mempunyai sifat paling tinggi tingkat likuiditasnya.
Dan menurut Djarwanto,Ps (1996 : 37) mengemukakan bahwa kas adalah uang tunai dan alat
pembayaran lainnya yang digunakan untuk membiayai operasi perusahaan.
Dari ketiga pengertian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kas adalah harta yang paling
likuid/ lancar yang tidak terbatas hanya pada uang tunai saja, tapi juga kas bank, cek, wesel, serta
surat-surat berharga yang dapat dengan segera digunakan sebagai alat pembayaran.
Menurut Munawir (1983:14), Kas merupakan uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai
operasi perusahaan, termasuk dalam pengertian kas adalah cek yang diterima dari para pelanggan
dan simpanan perusahaan di bank dalam bentuk giro atau demand deposit, yaitu simpanan di bank
yang dapat diambil kembali (dengan menggunakan cek atau bilyet).
Theodarus M. Tuanakotta, AK, (1982:150), Kas dan bank meliputi uang tunai dan simpanan-
simpanan di bank yang langsung dapat diuangkan pada setiap saat tanpa mengurangi nilai simpanan
tersebut. Kas dapat terdiri dari kas kecil atau dana-dana kas lainnya seperti penerimaan uang tunai
dan cek-cek (yang bukan mundur) untuk disetor ke bank keesokan harinya.
Standar Akuntansi Keuangan (2002 : 85) Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas
digunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Zaki Baridwan (2003 :85), kas
merupakan suatu alat pertukaran dan digunakan sebagai suatu ukuran dalam akuntansi.
Dalam prakteknya, kadang kas dikelompokkan menjadi dua yaitu Kas Kecil dan Kas Besar. Kas Kecil
digunakan untuk operasional sehari-hari dan jumlahnya tidak terlalu besar. Biasanya digunakan
untuk biaya operasional seperti biaya administrasi, biaya telepon, listrik, dll. Kas besar biasanya
digunakan untuk menampung penerimaan Piutang, Pinjaman bank, pengeluaran untuk membayar
utang, pengeluaran untuk membeli aktiva.
Kas sangat penting artinya karena, menggambarkan daya beli dan dapat ditransfer segera dalam
perekonomian pasar kepada setiap individu dan organisasi dalam memperoleh barang dan jasa yang
diperlukan. Kas juga menjadi begitu penting karena, perorangan, perusahaan, dan bahkan
pemerintah harus mempertahankan posisi liquiqitas yang memadai, yakni mereka harus memiliki
sejumlah uang yang mencukupi untuk membayar kewajiban pada saat jatuh tempo agar entitas
bersangkutan dapat beroperasi.
Kas dapat dikatakan merupakan satu-satunya pos yang paling penting dalam neraca. Karena berlaku
sebagai alat tukar dalam perekonomian kita, kas terlihat secara langsung atau tidak langsung dalam
hampir semua transaksi usaha. Hal ini sesuai dengan sifat-sifat kas yaitu :
a. Kas terlalu terlibat dalam hampir semua transaksi perusahaan.
b. Kas merupakan harta yang siap dan muda untuk digunakan dalam transaksi serta ditukarkan
dengan harta lain, mudah dipindahkan dan beragam tanpa tanda pemilik.
c. Jumlah uang kas yang dimiliki oleh perusahaan harus di jaga sedemikian rupa sehingga tidak
terlalu banyak dan tidak kurang.
Pengolahan kas dapat dikriteriakan sebagai berikut :
a. Diakui secara umum sebagai alat pembayaran yang sah
b. Dapat digunakan setiap saat bila dikehendaki
c. Penggunaannya secara bebas
d. Diterima sesuai nilai nominalnya pada saat diuangkan tersebut.
Kas terdiri dari saldo kas yang ditangan perusahaan dan termasuk rekening giro. Setoran kas adalah
asset yang dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi dan dengan
cepat dapat dijadikan menjadi kas.
KOMPOSISI KAS
Yang termasuk dalam kas menurut pengertian akuntansi adalah alat pertukaran yang dapat diterima
untuk peluanasan utang, sebagai setoran ke bank, juga simpanan dalam bank atau tempat-tempat
lain yang dapat diambil sewaktu-waktu. Kas terdiri dari uang kertas, uang logam, cek yang belum
disetorkan, simpanan dalam bentuk giro atau bilyet, travellers checks, cashiers checks, bank draft
dan money order. Untuk dapat digolongkan sebagai kas biasanya dibatasi dengan diterima sebagai
setoran oleh bank dengan nilai nominal tidak dikelompokkan dalam kas. Jika ada wesel tagih yang
diserrahkan ke bank untuk ditagihkan,maka wesel tagih ini tetap dicatat sebagai piutang wesel
sampai dilunasi oleh yang membuat wesel. Kadang-kadang perangko dapat digunakan untuk
pembayaran yang jumlahnya kecil, tetapi perangko tidak akan diterima sebagai setoran oleh bank,
maka perangko bukan kas.
Cek mundur (post dated checks) tetap dicatat sebagai piutang sampai tanggal dimana cek dapat
diuangkan.Cek mundur termasuk dalam kelompok piutang.
Surat-surat berharga seperti saham-saham dan obligasi mungkin dapat segera dijual dan menjadi
uang tunai, tetapi sebelum dujual surat-surat berharga tersebut tidak termasuk kelompok kas.
Sebelum dijual surat berharga tetap dilaporkan sebagai investasi jangka pendek.
Simpanan dalam bank-bank diluar negeri menimbulkan suatu masalah khusus karena mata uang
yang berbeda.Oleh karena itu simpanan di bank luar negeri harus dikurskan dalam rupiah.Sering kali
simpanan-simpanan di bank luar negeri tidak dapat diambilsewaktu-waktu, oleh karena itu dalam
neraca simpanan tadi akan dilaporkan terpisah.
Uang kas yang dibatasi penggunaannya, biasanya dalam bentuk dana, tidak dimasukkan dalam kas
tetapi dilaporkan terpisah sebagai dana. Jika penggunaannya masih dalam waktu satu tahun, maka
termasuk dalam kelompok aktiva lancer, tetapi jika tidak dapat digunakan dalam waktu satu
tahun,maka dilaporkan dalam kelompoka aktiva tidak lancar.

PENGENDALIAN KAS
Pengendalian kas ada 2 yaitu:
1. Pengendalian untuk Penerimaan Kas
Semua penerimaan kas harus segera dicatat
Hendaknya semua penerimaan kas pada hari itu juga harus disetor ke bank
Adanya pemisahan fungsi antara petugas yang menangani penerimaan kas dilakukan
dengan mesin cash register
2. Pengendalian untuk Pengeluaran Kas
Semua pengeluaran kas harus dilalakukan dengan menggunakan cek, kecuali pengeluaran
yang jumlahnya kecil yang tidak efisien jika dilakukan menggunakan cek dapat dilakukan
dengan menggunakan dana kas kecil.
Cek harus ditandatangani minimal 2 orang pejabat
Cek yang batal digunakan/salah tulis harus diasir dengan rapi
Hendaknya diberikan cap lunas untuk bukti dan cek yang sudah dikeluarkan
C. REKONSILIASI BANK
Apabila setiap penerimaan uang disetor ke bank dans etiap pengeluaran uang (kecuali jumlahnya
relative kecil) menggunakan cek maka rekening kas akan dapat dibandingkan dengan laporan bank.
Biasanya laporan bank diterrima bulanan dan akan direkonsiliasi dengan catatan kas dan catatan
bank. Selain itu rekonsiliasi juga beguna untuk mengetahui penerimaan atau pengeluaran yang
sudah terjadi di bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan.
Rekonsiliasi laporan bank sebaiknya dibuat oleh pegawai yang tidak mempunyai kepentingan
terhadap kas, agar penyusunan rekonsiliasi bank ini dapat digunakan untuk mengecek catatan-
catatan kas dan bank. Dalam membuat rekonsiliasi laporan bank perlu diketahui bahwa yang
direkonsiliasikan itu adalah catatan perusahaan dan bank, sehingga harus dibuat perbandingan
antara keduanya agar dapat diketahui perbedaan-perbedaan yang ada.
Hal-hal yang menimbulkan perbedaan dapat digolongkan sebagai berikut :
1. Elemen-elemen yang oleh perusahaan sudah dicatat sebagai penerimaan tetapi belum
dicatat oleh bank.
Contoh :
a. Setoran yang dikirimkan ke bank pada akhir bulan tetapi belum diterima oleh bank
sampai bulan berikutnya (setoran dalam perjalanan).
b. Setoran yang diterima oleh bank pada akhir bulan, atetapi dilaporkan sebagai setoran
bulan berikutnya,karena laporan bank sudah terlanjur dibuat (setoran dalam
perjalanan).
c. Uang tunai yang tidak disetorkan ke bank.
2. Elemen-elemen yang sudah dicatat sebagai penerimaan oleh bank tetapi belum dicatat oleh
perusahaan
Contoh :
a. Bunga yang diperhitungkan oleh bank terhadap simpanan, tetapi belum dicatat dalam
buku perusahaan (jasa giro).
b. Penagihan wesel oleh bank, sudah dicatat oleh bank sebagai penerimaan tetapi
perusahaan belum mencatatnya.
3. Elemen-elemen yang sudah dicatat oleh perusahaan sebagai pengeluaran tetapi bank belum
mencatatnya.
Contoh :
a. Cek-cek yang beredar (outstanding checks) yaitu cek yang sudah dikeluarkan oleh
perusahaan dan sudah dicatat sebagai pengeluaran kas tetapi oleh yang meneriman
belum diuangkan sehingga bank belum mencatatnya sebagai pengeluaran.
b. Cek yang sudah ditulis dan sudah dicatat dalam jurnal pengeluaran uang tetapi ceknya
belum diserahkan kepada yang dibayar,maka cek tersebut belum merupakan
pengeluaran oleh karena itu jurnal pengeluaran kas harus dikoreksi pada akhir periode.
4. Elemen-elemen yang sudah dicatat oleh bank sebagai pengeluaran tetapi belum dicatat oleh
perusahaan.
Contoh :
a. Cek dari langganan yang ditolak oleh perusahaan karena kosong tetapi belum dicatat
oleh perusahaan.
b. Bunga yang diperhitungkan atas overdraft (saldo kredit kas) tetapi belum dicatat oleh
perusahaan.
c. Biaya jasa bank yang belum dicatat oleh perusahaan.

REKONSILIASI BANK
Rekonsiliasi bank dapat dibuat dalam 2 macam cara yang berbeda :
1. Rekonsiliasi saldo akhir yang bisa dibuat dalam 2 bentuk :
a. Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar
b. Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas.
2. Rekonsiliasi saldo awal, penerimaan, pengeluaran dansaldo akhir yang bisa dibuat 2 bentuk :
a. Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas (4 kolom).
b. Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukan saldo yang benar (8
kolom).
KAS KECIL
Dana kas kecil adalah uang kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang
jumlahnya relative kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek.
Dalam hubungannya dengan kas kecil, ada 2 metode yang dapat digunakan yaitu (a) system imprest
(b) metode fluktuasi.
a. Sistem Imprest.
Didalam system ini jumlah dalam rekening kas kecil selalu tetap,yaitu sebesar cek yang
diserahkan kepada kasir kas kecil untuk membentuk dana kas kecil. Oleh kasir kas kecil, cek
tadi diuangkan ke bank dan uangnya digunakan untukmembayar pengeluaran-pengeluaran
kecil. Setiap kali melakukan pembayaran kasir kas kecil harus membuat bukti pengeluaran.

b. Metode Fluktuasi
Dalam metode fluktuasi pembentukan dana kas kecil dilakukan dengan cara sama seperti
dalam metode system imprest. Perrbedaan dengan system imprest adalah dalam metode
fluktuasi saldo rekening kas kecil tidak tetap, tetapi berfluktuasi sesuai dengan jumlah
pengisian kembalidan pengeluaran-pengeluaran dari kas kecil. Dalam metode fluktuasi
setiap terjadi pengeluaran uang dari kas kecil langsung dicatat. Jadi buku pengeluarna kas
kecil mempunyai fungsi sebagai buku jurnal dan menjadi dasar pembukuan kerekening-
rekening buku besar.Karena pencatatan dilakukan setaip kali terjadi pengeluaran, maka
rekening kas kecil didebit sebesar uang yang diterima.
LAPORAN ARUS KAS
Laporan arus kas merupakan penerimaan kas dan pembayaran kas ( pengeluaran kas). Laporan arus
kas melaporkan penerimaan kas dan pengeluaran kas yang digolongkan sesuai dengan kegiatan
utama entitas : operasi,investasi, dan pembelanjaan. Laporan tersebut melaporkan arus masuk kas
bersih atau keluar kas bersih dari setiap kegiatan dan untuk semua kegiatan usaha.
Tujuan utama laporan arus kas adalah memberikan informasi tentang penerimaan kas dan
pembayaran kas entitas selama suatu periode. Tujuan keduanya adalah untuk melaporkan kegiatan
operasi, investasi, dan pembiayaan suatu entitas selama periode berjalan.
Manfaat Laporan Arus Kas :
1. Kemampuan entitas untuk menghasilkan arus kas di masa depan.
2. Kemampuan entitas untuk membayar dividen dan memenuhi kewajibannya.
3. Penyebab perbedaan antara laba bersih dan arus kas bersih dari kegiatan operasi.
4. Transaksi investasi dan pembiayaan yang melibatkan kas dan nonkas selama suatu periode.
Klasifikasi Arus Kas
Laporan arus kas mengklasifikasikan penerimaan kas berdasarkan kegiatan operasi, investasi, dan
pembiayaan. Karakteristik transaksi dan peristiwa lainnya dari setiap jenis kegiatan adalah :
1. Kegiatan operasi melibatkan pengaruh kas dari transaksi yang dilibatkan dalam penentuan laba
bersih, seperti penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa, serta pembayaran kas kepada
pemasok dan karyawan untuk memperoleh persediaan serta membayar beban.
2. Kegiatan investasi umumnya melibatkan aktiva jangka panjang dan mencangkup (a) pemberian
serta penagihan pinjaman, dan (b) perolehan serta pelepasan investasi dan aktiva produktif jangka
panjang.
3. Kegiatan pembiayaan melibatkan pos-pos kewajiban dan ekuitas pemegang saham serta
mencangkup (a) perolehan kas dari kreditor dan pembayaran kembali pinjaman, serta (b) perolehan
modal dari pemilik dan pemberian tingkat pengembalian atas, dan pengembalian dari investasinya.




Pengertian Kas dan Komposisi Kas
Pengertian Kas
Kas adalah aset yang paling likuid. Kas merupakan alat pertukaran dan juga digunakan
sebagai dasar pengukuran dalam akuntansi. Agar dapat dilaporkan sebagai kas pos
bersangkutan harus siap tersedia untuk pembayaran kewajiban lancar dan harus bebas dari
ikatan kontraktual yang membatasi penggunaannya dalam pemenuhan utang.

Ibarat seorang manusia, kas merupakan darah yang akan mengalir di tubuh perusahaan, Kas
akan memberikan dukungan makanan terhadap seluruh operasional bagian tubuh
perusahaan. Jika kas yang mengalir mengalami gangguan, maka opersional perusahaanpun
juga akan dapat terganggu. Begitu pentingnya kas bagi sebuah perusahaan atau bisnis, maka
kas merupakan aset yang paling likuid diantara aset-aset lainnya, dan senantiasa diletakkan di
bagian yang paling atas di neraca perusahaan.

Komposisi Kas
Yang termasuk dalam kas menurut pengertian akuntansi adalah alat pertukaran yang dapat
diterima untuk pelunasan utang dan dapat diterima sebagai suatu setoran ke bank dengan
jumlah sebesar nominalnya.

Termasuk dalam pengertian kas adalah simpanan dalam bank dalam bentuk tabungan,
deposito maupun giro atau tempat-tempat lain yang dapat diambil sewaktu-waktu. Kas terdiri
dari :
1. uang kertas
2. uang logam
3. cek yang belum disetorkan
4. simpanan dalam bentuk giro atau bilyet
5. rekening tabungan
6. travellers checks
7. cek kasir (cashiers cheks)
8. wesel bank ( bank draft)
9. money order
10. kas kecil
11. uang kembalian
12. kas yang ada di cabang cabang tetap


Yang tidak termasuk kas meliputi:
1. Cek mundur (post dated checks).
Cek mundur tetap dicatat sebagai piutang sampai tanggal di mana cek tadi dapat
diuangkan.
2. Bon utang
Bon utang diperlakukan sebagai piutang.
3. Uang muka perjalanan
Uang muka perjalanan diperlakukan sebagai piutang jika uang muka tersebut akan
ditagih dari karyawan atau dikurangkan dari gajinya.
4. Perangko pos
Perangko pos diperlakukan sebagai persediaan perlengkapan (supplies) kantor atau
toko atau sebagai beban dibayar dimuka.
5. Dana kas untuk tujuan khusus misalnya dana yang disisihkan untuk pembayaran
utang obligasi.


























1. Menurut Kelompok Anda, Apakah yg dimaksud dengan kas?
2. Apa sajakah yang termasuk dalam kas? Dan yang tidak termasuk dalam kas??
3. Mengapa harus ada pengawasan atau pengendalian terhadap kas?
4.