Anda di halaman 1dari 6

10/22/2014 Laporan praktikum kesetimbangan kimia

http://www.slideshare.net/asterias/laporan-praktikum-kesetimbangan-kimia 1/6
Search
Upload
Login
Signup
Search SlideShare
Explore
Like this document? Why not share!
Share
Email


Laporan praktikum kesetimbangan kimia
Laporan praktikum kesetimbangan kimia
2381 views
Ketetapan kesetimbangan
Ketetapan
kesetimbangan 544 views
Kesetimbangan kimia
Kesetimbangan kimia
585 views
Kimia kelas xi kesetimbangan kimia
Kimia
kelas xi kesetimbangan kimia 5204 views
Kesetimbangan kimia
Kesetimbangan kimia
5130 views
Laporan kimia praktikum 1
Laporan kimia
praktikum 1 10884 views
Kesetimbangan kimia 3
Kesetimbangan kimia 3
18006 views
Kesetimbangan kimia2
Kesetimbangan kimia2
29660 views
Kesetimbangan kimia
Kesetimbangan kimia
16287 views
Reaksi kesetimbangan
Reaksi kesetimbangan
1469 views
KIMIA. Kesetimbangan Asam & Basa
KIMIA.
Kesetimbangan Asam & Basa 2495 views
Kesetimbangan Kimia
Kesetimbangan Kimia
2385 views
Like this? Share it with your network
Share

by wd_amaliahby Dede Suhendra by Tillapia by Shalahuddin
Al-Ay...
by EKO SUPRIYADI by Ryuzaeky Ika by Rio Candra Gunawan by deviemita by Kira R. Yamato by EKO SUPRIYADI by AMulya Hi by Thoyib Antarnusa
Follow
10/22/2014 Laporan praktikum kesetimbangan kimia
http://www.slideshare.net/asterias/laporan-praktikum-kesetimbangan-kimia 2/6
Comment goes here.
12 hours ago Reply Edit Delete Spam Block
Laporan praktikum kesetimbangan kimia
Document Transcript
1. BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Keadaan setimbang adalah suatu keadaaan dimana
konsentrasi seluruh zat tidak lagi mengalami perubahan, sebab zat-zat diruas kanan terbentuk dan terurai
kembali dengan kecepatan yang sama. Keadaan kesetimbangan ini bersifat dinamis, artinya reaksi terus
berlangsung dalam dua arah dengan kecepatan yang sama. Pada keadaan kesetimbangan tidak mengalami
perubahan secara mikrokopis (perubahan yang dapat diamati atau diukur).Kesetimbangan kimia
dibedakan atas kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen. Pada kesetimbangan homogen
semua zat yang ada dalam sistem kesetimbangan memiliki fase yang sama ada dalam bentuk gas dan
larutan. Kesetimbangan adalah keadaan dimana reaksi berakhir dengan suatu campuran yang mengandung
baik zat pereaksi maupun hasil reaksi.Hukum kesetimbangan adalah hasil kali konsentrasi setimbang zat
yang berada di ruas kanan dibagi hasil kali konsentrasi setimbang zat yang berada di ruas kiri, masingg-
masing dipangkatkan dengan koefisien reaksinya. Keadaan setimbang suatu reaksi dicapai bila kecepatan
reaksi pembentuk zatzat produk sama dengan kecepatan reaksi pembentukan zat-zat reaktan dan
konsentrasi zat-zat tidak mengalami penambahan atau pengurangan. Dalam keadaan yang setimbang tidak
terjadi perubahan secara makroskopis (perubahan dapat diamati dan diukur). Kesetimbangan kimia
1
Upcoming SlideShare
Loading in...5



/24

Like Share Save
Laporan praktikum kesetimbangan kimia
by asterias
on Dec 31, 2013

Tweet 0

0
4,570
views
Share
Show more
No comments yet
Full Name

Subscribe to comments
Post Comment
Laporan praktikum kesetimbangan
kimia
2382 views
Ketetapan kesetimbangan
544 views
Kesetimbangan kimia
585 views
Kimia kelas xi kesetimbangan kimia
5204 views
Kesetimbangan kimia
5131 views
Laporan kimia praktikum 1
10884 views
Kesetimbangan kimia 3
18007 views
Kesetimbangan kimia2
29662 views
Kesetimbangan kimia
16287 views
Reaksi kesetimbangan
1469 views
KIMIA. Kesetimbangan Asam &
Basa
2495 views
Kesetimbangan Kimia
2385 views
Presentasi Kimia bab
Kesetimbangan Kimia
796 views
Laporan Praktikum Stoikiometri
5292 views
Related More
10/22/2014 Laporan praktikum kesetimbangan kimia
http://www.slideshare.net/asterias/laporan-praktikum-kesetimbangan-kimia 3/6
sifatnya dinamis,
2. artinya reaksi terus berlangsung dalam dua arah yang berlawanan dengan kecepatan yang sama.
Kesetimbangan kimia bersifat mantap, karena konsentrasi semua zat dapat dikatakan konstan.Kemantapan
itu ditandai oleh konstanta kesetimbangan.Namun demikian, suatu kesetimangan dapat berubah bila
mendapt gangguan dati luar.Perubahan itu menuju ke arah tercapainya kesetimbangan baru yang disebut
pergeseran kesetimbangan. Berdasarkan pernyataan-pernyataan diatas maka perlu dilakukakan praktikum
kesetimbangan kimia dengan menggunakan bahan kimia tertentu yaitu dengan menentukan
kesetimbangan reaksi dari I2 dalam CHCl3 dan KI. II. Tujuan Praktikum Adapun tujuan dari praktikum
kesetimbangan kimia ini yaitu menentukan tetapan kesetimbangan reaksi anatata yod dengan kalium
iodida. III. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari praktikum ini yaitu: Bagaimana menentukan
tetapan kesetimbangan reaksi antara yod dengan kalium iodida? IV. Prinsip Praktikum Prinsip praktikum
pada percobaan kesetimbangan kimia ini yaitu menentukan konsentrasi kesetimbangan reaksi antara yod
dengan kalium iodida yang beradasarkan koefisien distribusi suatu larutan.
3. BAB II TEORI PENDUKUNG Pada umumnya reaksi-reaksi kimia tersebut berlangsung dalam arah
bolak-balik (reversible), dan hanya sebagian kecil saja yang berlangsung satu arah. Pada awal proses
bolak-balik, reaksi berlangsung ke arah pembentukan produk, segera setelah terbentuk molekul produk
maka terjadi reaksi sebaliknya, yaitu pembentukan molekul reaktan dari molekul produk. Ketika laju
reaksi ke kanan dan ke kiri sama dan konsentrasi reaktan dan produk tidak berubah maka kesetimbangan
reaksi tercapai.Ketika suatu reaksi kimia berlangsung, laju reaksi dan konsentrasi pereaksipun
berkurang.Beberapa waktu kemudian reaksidapat berkesudahan, artinya semua pereaksi habis
bereaksi.Namun banyak reaksi tidak berkesudahan dan pada seperangkat kondisi tertentu, konsentrasi
pereaksi dan produk reaksi menjadi tetap.Reaksi yang demikian disebut reaksi reversibel dan mencapai
kesetimbangan. Padareaksi semacam ini produk reaksi yang terjadi akan bereaksi membentuk kembali
pereaksi. ketika reaksi berlangsung laju reaksi ke depan (ke kanan), sedangkan laju reaksi sebaliknya
kebelakang (ke kiri) bertambah, sebab konsentrasi pereaksi berkurang dan konsentrasi produk reaksi
semakin bertambah(Harun,2004). Salah satu alat yang digunakan untuk memperoleh data kesetimbangan
antara fase liquida dan fase gas adalah Glass Othmer Still. Adapun hal hal yang berpengaruh dalam
sistem ksetimbangannya yaitu : Tekanan (P), Suhu (T), konsentrasi komponen A dalam fase liquid (x) dan
konsentrasi komponen A dalam fase uap (y). Pada penelitian ini digunakan bahan baku etanol dari hasil
4. fermentasi rumput gajah dengan kadar etanol 96% dan etanol Pro Analisis dengan kadar 99,8%. Dari
data yang diperoleh,dibuat kurva kesetimbangan uap air sistem biner etanol air. Analisis bahan baku
dan produk menggunakan spektrofotometer pharo 100, atau Gas Kromatografi (GC). Dari penelitian
sistem biner yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu, dalam penelitian tersebut masih diperlukan
kesetimbangan uap-air sistem biner untuk menghasilkan data yang benar dan model korelasi yang dapat di
aplikasikan untuk memperkirakan kesetimbangan uap-air sistem multikomponen(Sari,2012). Peristiwa
adsorpsi merupakan suatu fenomena permukaan, yaitu terjadinya penambahan konsentrasi komponen
tertentu pada permukaan antara dua fase.Adsorpsi dapat dibedakan menjadi adsorpsi fisis(physical
adsorption) dan adsorpsi kimia (chemical adsoption). Secara umum adsorpsi fisis mempunyai gaya
intermolekular yang relatif lemah, sedangkan pada adsorpsi kimia terjadi pembentukan ikatan kimia
antara molekul adsorbat dengan molekul yang terikat pada permukaan adsorben. Pertukaran ion adalah
suatu fenomena atau suatu proses yang melibatkan pertukaran dapat balik antara ion-ion dalam larutan
dengan ion yang terikat dalam bahan penukar ion. Pada proses itu, tidak ada perubahan secara permanen
dalam struktur padatan. Mekanisme pertukaran ini didasarkan pada sifat sorptif dari tempat yang
bermuatan negatif dalam adsorben terhadap ion bermuatan positif yang terjadi karena interaksi gaya
Coulomb. Pertukaran ion dapat dikategorikan juga sebagai proses sorption seperti halnya adsorpsi, yaitu
sejumlah tertentu bahan terlarut (solute) di fase fluida secara selektif tertransfer ke dalam suatu
5. partikel yang tak larut. Pertukaran ion kadang disebut juga counterion adsorption(Kundari,2008).
Keadaan kesetimbangan dinamik ini ditandai dari hanya adanya satu konstanta kesetimbangan.Bergantung
pada jenis spesies yang bereaksi, konstanta kesetimbangan dapat dinyatakan dalam molaritas (untuk
larutan) atau tekanan parsial (untuk gas).Konstanta kesetimbangan memberikan informasi tentang arah
akhir dari suatu reaksi reversible dan konsentrasi-konsentrasi dari campuran kesetimbangannya.Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia.Seperti perubahan konsentrasi. Perubahan
konsentrasi dapat mempengaruhi posisi keadaan kesetimbangan, atau lebih tepatnya jumlah relatif reaktan
dan produk. Perubahan tekanan dan volume kemungkinan memberikan pengaruh yang sama terhadap
sistem gas dalam kesetimbangan. Hanya perubahan suhu yang dapat mengubah nilai konstanta
kesetimbangan. Katalis dapat mempercepat tercapainya keadaaan kesetimbangan dengan cara
mempercepat laju reaksi maju dan laju reaksi balik. Tetapi katalis tidak dapat mengubah posisi
kesetimbangan atau konstanta kesetimbangan.Hanya sedikit reaksi kimia yang berlangsung satu
arah.Kebanyakan merupakan reaksi reversible. Pada awal proses reversible, reaksi berlangsung maju ke
arah pembentukan produk. Segera setelah beberapa molekul produk terbentuk, proses balik mulai
berlangsung, yaitu pembentukan molekul reaktan dari molekul produk. Bila laju reaksi maju dan laju
Kesetimbangan
60988 views
Modul kesetimbangan uap cair
114 views
Kesetimbangan fase
1549 views
Kesetimbangan kimia
7630 views
Kesetimbangan kimia
775 views
Kesetimbangan Kimia
17028 views
Laporan Praktikum Reaksi - Reaksi
Kimia
3615 views
Termodinamika (5) a
kesetimbangan_fase
2167 views
Kesetimbangan kimia kf2
pertemuan4
718 views
Kesetimbangan uap cair
3206 views
Laporan praktikum fisdas 1 -
kesetimbangan statik
2353 views
Koef distribusi laporan
1842 views
Thesis kesetimbangan kimia
4780 views
pengaruh katalisator terhadap laju
reaksi
8606 views
Kesetimbangan kimia
1009 views
Pengamatan Kimia (Indikator Asam
dan Basa)
4598 views
FISIKA bab Kesetimbangan
4332 views
Microsoft power point
kesetimbangan
5719 views
10/22/2014 Laporan praktikum kesetimbangan kimia
http://www.slideshare.net/asterias/laporan-praktikum-kesetimbangan-kimia 4/6
reaksi balik sama besar serta konsentrasi reaktan dan konsentrasi produk tidak lagi berubah seiring
berjalannya waktu, maka tercapailah kesetimbangan kimia (Chang,2003).
6. Banyakreaksitidakberlangsunghinggaselesaitetapimendekatisuatukeada ankesetimbangan, di
duanyaterdapatdalamjumlah manaprodukdanreaktanyangtidakterpakaikeduayang relative
tertentubanyaknya. Begitukesetimbangantercapai, takakanadalagiperubahankomposisilebihlanjut yang
terjadi. Keadaankesetimbangandigambarkansecarakuantitatifmelaluitetapankesetimbanga nreaksi yang
tergantungpadasuhu di manareaksiberlangsung (Oxtoby, 2001).
7. BAB III METODE PRAKTIKUM I. Alat dan Bahan A. Alat Adapun alat yang digunakan pada
praktikum ini yaitu sebagai berikut: - Corong pisah 2 buah - Pipet tetes 3 buah - Labu Erlenmeyer 3 buah -
Buret 2 buah - Statif dan klem 2 pasang - Gelas ukur 25 dan 100 mL 1 buah - Pipet skala 5 dan 25 mL 1
buah - Botol semprot 1 buah - Botol timbang 1 buah - spatula 1 buah - batang pengaduk 1 buah - filler 1
buah B. Bahan Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu sebagai berikut: - Larutan Na-
tiosulfat 0,02 M - Larutan amilum 1 % - Larutan KI 0,1 M - Kristal KI - Larutan iod jenuh dalam CHCl3 -
aquadest
8. II. Prosedur Kerja 30 ml larutan I2 jenuh Dimasukkan ke dalam Corong pisahA (CHCl3) Corong pisah
B (CHCl3) diisi diisi 100 mL air 100 mL larutan KI 0,1N Reaksi larutan setimbang - Diambil masing-
masing 5 ml lapisan dietil eter dan dimasukkan dalam Erlenmeyer Ditambahkan 2 g padatan KI dan 20
mL air sambil diguncang Dititrasi dengan larutan Na-tiosulfat 0,02 M Ditambahkan indicator amilum 1%
Warna biru Corong pisah A - Corong pisah BBA Diambil sebanyak 50 mL lapisan air Dititrasi dengan
larutan Na-Tiosulfat Warna bening
9. BAB IV HASIL PENGAMATAN I. Hasil Pengamatan Botol A Lapisan Lapisan air CHCl3 Volume
Botol B Lapisan Lapisan KI CHCl3 Volume yang dipipet 50 ml 5 ml 50 ml 5 mL Volume yang dititrasi
50 ml 25 ml 50 ml 25 mL Volume Na2S2O3 7.8 ml 8.9 ml 10.5 ml II. Reaksi Lengkap Reaksi reaksi
yang terjadi dalam percobaan ini antara lain: 1.I2 + KII3- + K+ 2.2I2 + 2 H2O 4HI +O2 3.I2 + 2
Na2S2O3 2 NaI + Na2S4O6 III. Perhitungan 1. Botol A KD = 8 . 9 ml KD = 5 ml 7 . 8 ml 50 ml 1 . 78 11
. 41 0 . 156 2. Botol B Diketahui mol I2 = 1. 10-5 mol 8.5 ml
10. Konsentrasi I2 dalam CHCl3 [I2]CHCl3 = 8 . 5 ml 1 . 10 5 25 ml 0 . 34 5 10 M Konsentrasi I2
dalam H2O [I2]H2O bebas = 0 . 34 5 10 M 11 . 41 0 . 029 10 = 5 M x mol I2 10 . 5 ml 10 5 50 ml 0 . 21
10 = - 5 M H2O = (0.21 x 10-5 ) (0.029 x 10-5) = 0.181 x 10-5 M setimbang= 0.1 = 0.1 (0.181 x 10-
5) = 0.1 0.00000181 = 0.09999819 M 0,1 M Tetapan kesetimbangan (Kc) Kc = [I3 ] [ I 2 ][ I ]
11. ( 0 . 181 ( 0 . 34 5 10 10 5 )( 0 . 1) 0 . 181 0 . 34 10 5 10 0 . 5323 5 . 323 ) 6 10
12. IV.Pembahasan Kesetimbangan kimia adalah suatu propses yang terjadi dalam larutan yang meliputi
perubahan fisika seperti dalam peleburan, penguapan dan perubahan kimia yang termaksud elektrokimia.
Reaksi kimia yang sering digunakan dalam pemeriksaan kimia, yaitu reaksi yang berlangsung bolakbalik
dan jalannya reaksi bergantung pada tekanan luar, seperti kadar zat yang bereaksi, suhu, tekananan dan
sebagainya. Jika reaksi kimia berlangsung reversible, maka reaksi itu akan berlangsung terus sampai
terjadi kesetimbangan dinamis. Pada kesetimbangan laju reaksi pembentukan hasil reaksi persis sama
dengan pereaksinya. Pada saat kesetimbangan itu, kepekatan atau konsentrasi pereaksi maupun hasil
reaksi boleh dikatakan tidak berubah meskipun reaksi dibiarkan terus berlangsung selama tidak ada
gangguan dari luar system. Pada praktikum kali ini kami melakukan percobaan mengenai kesetimbangan
kimia dengan tujuan menentukan tetapan kesetimbangan reaksi antara yod dengan kalium iodida.
Berdasarkan teori iod kelarutannya dalam air sangat kecil , sedangkan jika di larutkan dalam kalium
iodida , iod dapat mudah larut , di karenakan pada kalium iodida , iod membentuk senyawa kompleks
triodida. Berbeda dengan iod yang dilarutkan dalam air, untuk melarutkannya di tambahkan KI yang akan
bereaksi sehingga membentuk KI3 , hal yang menyebabkan iod kurang larut dalam air adalah perbedaan
kepolaran, di mana air bersifat polar, sedangkan iod bersifat nonpolar.
13. Pada percobaan iniCHCl3 dimasukkan ke dalam dua corong pisah A dan B. ke dalam corong A
dimasukkan air sebanyak 100 mL. Penambahan ini dimaksudkan untuk mengetahui kelarutan yod dalam
air selanjutnya d i gu n c a n g kuat -kuat dan didiamkan beberapa m e n i t . Pengguncangan dimaksudkan
agar yod terdistribusi secara sempurna ke dalam dua fase yaitu fase air dan fase CHC1 3, selain itu dengan
terjadinya percampuran dapat mempercepat terjadinya reaksi(terdistribusi secara sempurna),. Terjadinya
kesetimbangan dapat diketahui dengan adaya pemisahan antara fase air dan dan fase iod. Nilai koefisien
distribusi yang diperoleh berdasarkan hasil perhitungan yaitu 11,41. Pada corong B dimasukkan larutan
KI 0,1 M, sama seperti pada perlakuaan pertama corong tersebut diguncang kuat-kuat dan didiamkan
selama beberapa menit, terlihat bahwa CH 3 Cl dan I 2 tidak bercampur melainkan membentuk lapisan
dimana pada lapisan atas terdapat KI sedangkan I 2 terdapat di lapisan bawah. Dari hasil percobaan
tersebut dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan kelarutan antara I 2 dan CHCl 3 . Dimana
berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai kelarutan I 2 dalam CH 3 Cl adalah sebesar 0,34 x10 -5 M
Kesetimbangan Kimia
181 views
Hidrokarbon
3387 views
Laporan Kimia Dasar
3723 views
Reaksi reduksi oksidasi
16955 views
Kesetimbangan kimia
613 views
Kimia X
44661 views
Soal Kimia Kelas XI Semester 1
42124 views
Laporan praktikum kimia fisika i
perc. viii
664 views
10/22/2014 Laporan praktikum kesetimbangan kimia
http://www.slideshare.net/asterias/laporan-praktikum-kesetimbangan-kimia 5/6
sedangkan kelarutan I 2 dalam air adalah sebesar 0,029 x10 -5 M. Setelah diketahui nilai dari kelarutan I 2
dalam air dan CH 3 Cl maka dilakukan proses pengeluaran I 2 yang terdapat dalam CH 3 Cl yaitu dengan
cara menstandarisasinya dengan larutan baku Na-tiosulfat. Larutan natrium tiosulfat digunakan sebagai
larutan standar
14. karena memiliki kemumian tinggi dan tidak bersifat higroskopis dan konsentrasinya telah diketahui
dengan tepat dan cepat berubah saat berada saat bercampur dengan senyawa tertentu. Untuk mengetahui
adanya yod dalam larutan maka diadakan penambahan amilum 1% sebelum titrasi dilangsungkan.Larutan
amilum tersebut menjadi indikator untuk mengetahui apakah titik akhir titrasi telah tercapai atau
belum.Pada titik akhir titrasi terjadi perubahan warna yaitu menjadi warna biru.Berdasarkan hasil
perhitungan diperoleh nilai diperoleh yaitu sebesar 5,323. kesetimbangan (Kc) I2 yang
15. BAB V PENUTUP I. Kesimpulan Setelah melakukan praktikum ini dapat ditarik kesimpulan bahwa
nilai tetapan kesetimbangan iod dalam kalium iodida adalah sebesar 5,323. II. Saran Saran yang saya
ajukan setelah mengikuti praktikum ini yaitu agar saat praktikum lebih teliti agar tidak terjadi kesalahan.
16. DAFTAR PUSTAKA Chang,Raymond.2004. Kimia Dasar Edisi Ketiga Jilid 2. Erlangga : Jakarta.
Oxtoby, David W. 2001. Prinsip-Prinsip Kimia Modern.Erlangga : Jakarta. Harun,2004.Modul Kimia
Pendidikan. Kesetimbangan. Surabaya: Direktorat Jendral Kundari, 2008.Tinjauan Kesetimbangan
Adsorpsi Tembaga Dalam Limbah Pencuci Pcb Dengan Zeolit. Jurnal Batan. Vol.1. Hal.490 491 [20
November 2013]. Sari,2012.Data Kesetimbangan Uap-Air Dan Ethanol-Air DariHasil Fermentasi Rumput
Gajah.Berkala Ilmiah Teknik Kimia. Vol.1. Hal. 37 [20 November 2013].
17. ABSTRAK Kesetimbangan kimia adalah suatu propses yang terjadi dalam larutan yang meliputi
perubahan fisika seperti dalam peleburan, penguapan dan perubahan kimia yang termaksud
elektrokimia.tujuan dari praktikum kesetimbangan kimia ini yaitu menentukan tetapan kesetimbangan
reaksi anatara yod dengan kalium iodida. Prinsip praktikum pada percobaan kesetimbangan kimia ini yaitu
menentukan konsentrasi kesetimbangan reaksi antara yod dengan kalium iodida yang beradasarkan
koefisien distribusi suatu larutan.Pada praktikum ini, dimana menentukan tetapan kesetimbangan I2
dengan menggunakan CHCl3 dan larutan KI Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh nilai nilai tetapan
kesetimbangan iod dalam kalium iodida adalah sebesar 5,323. Kata Kunci :Kesetimbangan, Nilai Kc, Ion
iod,
18. LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK I PERCOBAAAN II KESETIMBANGAN KIMIA OLEH :
NAMA : WA ODE AMALIA STAMBUK : A1C4 12 051 KELOMPOK : IV (EMPAT) ASISTEN
PEMBIMBING : AMIRUL ADNIN LABORATORIUM PENGEMBANGAN UNIT KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI 2013
19. TUGAS SETELAH PRAKTIKUM KIMIA FISIK I PERCOBAAAN III KIMIA PERMUKAAN I
OLEH : NAMA : WA ODE AMALIA STAMBUK : A1C4 12 051 KELOMPOK : IV (EMPAT)
LABORATORIUM PENGEMBANGAN UNIT KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI 2013
20. 1. Apakah proses adsorpsi dalam percobaan ini merupakan adsorpsi fisik atau kimisorpsi ? Jelaskan
perbedaan anatara kedua jenis adsorpsi tersebuut dan berikan contoh ? Jawab : Percobaan ini termasuk
dalam kimisorpsi. Perbedaan adsorpsi fisik ( Fifisorpsi) dan kimisorpsi : Pada adsorpsi fisik atau
fisisorpsi terdapat antaraksi van der Waals antara adsorpsi dan substrat. Antaraksi van der Waals
mempunyai jarak jauh, tetapi lemah dan energi yag dilepaskan jika partikel terfisisopsi mempunyai orde
besaran yang sama dengan entalpi kondensasi. Entalpi fisisorpsi dapat diukur dengan mencatat kenaikan
temperature sampel dengan kapasitas kalor yang diketahui dan nilai khasnya berada sekitar 20 kJ mol-1.
Kuantitas energi sekecil ini dapat diabsorpsi sebagai vibrasi kisi dan dihilangkan sebagai gerakan termal.
Molekul yang melambung pada permukaan seperti batuan akan kehilangan energinya perlahan-lahan dan
akhirnya terabsorpsi pada permukaan. Contohnya : Dispersi atau interaksi dipolar Pada Kimisorpsi
partikel melekat pada permukaan dengan membentuk ikatan kimia (biasanya ikatan kovalen) dan
cenderung mencari tempat memaksimumkan bilangan koordinasinya dengan substrat. Entalpi kimisorpsi
jauh lebih besar dari pada untuk fisisorpsi , dan nilai khasnya
21. adalah sekitar -200 kJ mol-1. Molekul yang terkimisorpsi dapat terpisah karena tuntutan valensi atom
permukaan yang tidak terpenuhi. Contohnya : adsorpsi pada larutan HCl dengan arang aktif. 2. Bagaimana
isotermal adsorpsi Freundich untuk adsorpsi gas pada permukaan zat padat ? Jelaskan apa batasannya ?
Jawab : Entalpi absorpsi bergantung pada tingkat peutupan permukaan terutama karena partikel absorpat
berinteraksi.Jika partikel saling menolakkan maka entalpi absorpsinya menjadi kurang isoterm (kurang
negatif) dengan bertambahnya penutupan. Untuk absorpsi gas, partikel-partikel berdiam pada permukaan
secara tidak teratur sampai pemadatan menuntut keteraturan. Jika partikel absorpat saling menarik, parikel
itu cennderung membentuk pulaupulau dan pertumbuhan terjadi pada perbatasannya.Absorpat ini juga
memperlihatkan transisi teratur-tak teratur, jika cukup dipanaskan agar gerakan termal mengatasi atraksi
10/22/2014 Laporan praktikum kesetimbangan kimia
http://www.slideshare.net/asterias/laporan-praktikum-kesetimbangan-kimia 6/6
partikel-partikel, tetapi tidak terlalu panas sehingga partikel itu terdesorpsi. 3. Mengapa isotermal adsorpsi
Freundich untuk adsorpsi pada pemukaan zat padat kurang memuaskan dibandingkan dengan adsorpsi
Langmuir ? Jawab : Isoterm Langmuir meramalkan diperolehnya garis lurus jika p/V dialurkan terhadap p
sedangkan pada isoterm Freundich garis lurus dapat diramalkan dengan mengalurkan ln V terhadap ln p.
Pada permukaan zat padat, partikel-
22. partikel zat yang terabsorpsi akan menunjukkan nilai entalpi yang kurang negatif saat bertambah.
Berdasarkan isoterm Freundich hal ini akan menjadi tidak linear sehingga isoterm Freundich akan
menghasilkan nilai yang kurang memuaskan saat diberlakukan pada permukaan zat padat. 4. Pada
persamaan (x/m = ap/(1+bp). Ubahlah persamaan tersebut dalam bentuk praktis untuk menyelidiki apakah
suatu proses adsorpsi menurut isotermal Langmuir ? Jawab : Berdasarkan persamaan (x/m = ap/(1+bp)
suatu proses adsorpsi dapat dikatan berlangsung menurut isoterm Langmuir jika menunjukkan garis lurus
pada grafik berdasarkan data yang dijadikan patokan. Garis lurus ini menunjukkan p/V dialurkan terhadap
p. Berdasarkan kesetimbangan dinamika : A( g ) M ( permukaan ) AM Dengan konstanta laju ka untuk
absorpsi, kd untuk desorpsi, Laju perubahan penutupan permukaan karena adsorpsi sebanding dengan
tekanan A sebesar p dan jumlah tempat kosong N(1- ) dengan N merupakan jumlah tempat total : k a pN
(1 Laju perubahan ) karena desorpsi sebanding dengan jumlah spesies yang terabsorpsi, N , maka :
23. kd N Pada keseimbangan, kedua laju itu sama, dan penyelesaian untuk menghasilkan isoterm
Langmuir ; K 1 p K dimana p K ka kd 5. Jika pada persamaan tersebut diatas, tekanan p diganti dengan
konsentrasi zat pada kesetimbangan, apakah persamaan Langmuir juga berlaku pada percobaan ini ?
Jawab : Tidak, persamaan Langmuir tidak akan berlaku pada percobaan ini jika nilai p pada (x/m =
ap/(1+bp) digantikan dengan konsentrasi zat, karena konsentrasi zat merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi jumlah zat yang terabsorpsi. Artinya perubahan isotermal adsorpsi akan tidak beraturan
dengan nilai konsentrasi yang berbeda-beda untuk masing-masing zat uji.
English
Franais
Espaol
Portugus (Brasil)
Deutsch
About
Careers
Developers & API
Press
Blog
Terms
Privacy
Copyright
Support
Contact
Linkedin Twitter Google Plus Facebook RSS Feeds LinkedIn Corporation 2014

Anda mungkin juga menyukai