Anda di halaman 1dari 6

15

PEMBUATAN MESIN PEMOTONG PADI CIRCULAR REAPER


Sumardi
1*
, Hasrin
2
, Munzir
3
, dan Rudi Mardian Saputra
4
1,2,3,4
Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
Jl. Banda Aceh-Medan km. 280 Buketrata Lhokseumawe
*
Email: sumardi63@gmail.com
Abstrak
Tujuan dari penelitian rancang bangun ini adalah memfabrikasi satu unit
mesin potong padi type reaper dengan mata potong potong berbentuk
circular.Hasil penelitian nantinya dapat dijadikan teknologi tepat guna bagi
para petani dalam memotong padi. Metode penelitian dimulai dari survey ke
sawah untuk melihat kondisi dan jarak tanam padai, perancangan mesin dan
proses fabrikasi. Bahan-bahan yang dipengunakan berupa mild stell untuk
rangka dan bodi mesin, dan bahan-bahan standar. Penelitian telah
menghasilkan satu unit mesin potong padi type circular reaper, dengan
spesifikasi motor penggerak 6,5 HP, dimensi (PXLXT):1.2 x 0.6 x 0.8 m,
kecepatan putaran 3600 rpm, penampang pisau potong 400 mm, bak
penampung (PXLXT):1.2 x 0.6 x 0.25 m. Mesin dilengkapi dengan tuas
kopling pengatur kecepatan dan tuas kopling pisau pemotong
Kata kunci: Mesin potong, padi, circular reaper
Pendahuluan
Sejalan dengan perkembangan teknologi dan pemikiran-pemikiran manusia dari
jaman ke jaman, cara pemungutan hasil (panen) pertanian pun tahap demi tahap
berkembang sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Tuntutan kebutuhan manusia akan
pakan mendesak pemikir untuk memecahkan masalah-masalah bagaimana
meningkatkan produksi, meningkatkan produksi kerja sesuai dengan waktu yang
tersedia.
Dalam meningkatkan produksi, salah satu aspek yang harus ditekan serendah
mungkin adalah masalah kehilangan produksi diwaktu panen. Sedangkan dalam
meningkatkan kemampuan kerja adalah bagaimana menekan waktu yang
dibutuhkan dalam menanam dalam satuan luas tertentu. Ini bertujuan agar dalam
waktu yang cepat dapat memungut hasil yang optimum dengan kehilangan produksi
serendah mungkin dan efisiensi kerja serendah mungkin.
Alat dan mesin panen terdiri dari banyak macam dan jenisnya yang digolongkan
menurut jenis tanaman dan tenaga penggerak, juga menurut cara tradisional
maupun semi-mekanis sampai yang modern. Menurut jenis tanaman, alat dan mesin
panen digolongkan untuk hasil tanaman yang berupa biji-bijian, tebu, rumput-
rumputan, kapas dan umbi-umbian. Sedangkan untuk hasil tanaman yang berupa
biji-bijian dibagi jenisnya untuk padi, jagung, kacang-kacangan. Akan tetapi, karena
disesuaikan dengan kebutuhan, maka dalam tulisan ini hanya akan membahas alat
dan mesin panen untuk tanaman padi.
Merancang bangun sebuah mesin pemotong padi sistem mekanis yang dapat
meningkatkan produktifitas kerja para petani pada proses memotong/memanen padi.
16

Dengan tersedianya mesin ini, waktu potong/panen padi dapat lebih singkat dan
proses perontokan dapat berlangsung serentak dengan pemotongan.
Cara pemanenan padi dapat dibagi dua macam cara, yaitu cara tradisional dan cara
mekanis. Dengan cara tradisional alat yang digunakan adalah ani-ani atau sabit.
Penanganan panen padi yang menggunakan alat dan mesin bekerja secara mekanis
sampai modern. Gambar 1 memperlihatkan beberapa peralatan penanganan panen
padi mulai dari yang tradisional sampai modern.














(a). Sabit, (b). Mesin sabit (Mower), (c) Mesin panen padi type reaper,
(d). Mesin panen padi type mini combine

Gambar 1. Alat dan mesin pemanen padi

Mesin panen padi reaperbekerjanya adalah mengait rumpun padi, kemudian
memotong danselanjutnya dilempar kesebelah kanan mesin diatas permukaan
tanah. Setiaplemparan terdiri dari 3-10 rumpun tanam padi tergantung dari jumlah
alurpemotongan dari mesin. Untuk memudahkan pengangkutan ketempatperontokan
biasanya diikat dulu atau dimasukkan kedalam karung agar tidakbanyak gabah yang
hilang karena rontok dari rantainya [1].
Mesin reaper dioperasikan oleh satu orang dan dibantu 2 orang untuk mengikat atau
mengarungkan. Tenaga motor penggeraknya berkisar antara2,5 sampai 3 Daya
Kuda (DK). Kapasitas kerja dari reaper adalah antara 30-35jam setiap hektar dengan
satu alur pemotongan, sedangkan yang tiga alurpemotongan berkisar antara 18-20
jam tiap hektar.Kelemahan dari penggunaan dari mesin ini adalah bagi varietas padi
yang mudah rontok, dimana akan banyak padi yang rontok akibat getaranatau
perlakuan oleh mesin. Kelemahan lainnya adalah biaya awal yang tinggi,yaitu harga
pembeliannya dan harga bahan bakar yang terus meningkat. Akantetapi
keuntungan-keuntungannya adalah sebagai berikut :
1. `Kapasitas kerjanya (jam/ha) tinggi
2. Hanya membutuhkan 2-3 orang untuk panen dalam 1 hektar
3. Biaya panen per hektar relatif lebih rendah dibandingkan dengan cara tradisional.
4. Kehilangan gabah di sawah relatif lebih rendah bagi varietas padi yang sukar
rontok.
Akhir-akhir ini China mengembangkan sebua mesin panen kecil yang disebut crop
harvester dengan bentuk seperti mesin potong rumput.pasang dan sangat mudah
pengoperasiannya. Keunggulan mesin rancangan China tersebut adalah sederhana,
ringan, murah, mudah dibongkar [2].Handaka [3] telah berhasil memodifikasi mesin
c. d. b. a.
17

potong rumput menjadi mesin panen padi. Mesin hasil modifikasi dapat bekerja
dengan kapasitas 18-20 jam/ha.
Metode Pembuatan
Bahan dan alat. Bahan-bahan yang digunakan untuk rangka, poros dan roda terbuat
dari mild stell. Mata potong dibeli dipasaran dengan diameter 400 mm. Komponen-
komponen standar yang digunakan antara lain, bantalan duduk, puli, sabuk, rantai,
reduser dan motorbakar bensin.
Beberapa peralatan/mesin yang digunakan pada pengerjaan dan pabrikasi mesin
pemotong padi ditunjukkan pada tabel1 sesuai dengan fungsi masing-masing [4].

Tabel 1. Mesin yang digunakan

No Mesin Kegunaan
1


2.

3.

4.


5.


6.
Mesin Gergaji


Mesin Bor

Mesin Frais (milling)

Mesin Bubut


Mesin Gerinda
Surface

Mesin Las
Memotong awal benda kerja pada bagian seluruh
komponen mesin pemotong padi

Untuk membuat lubang pada konstruksi dan puli.

Pengefraisan alur dudukan mesin dan alur pasak

Membubut poros transmisi dan poros mata potong,
membuat busing dan bubut lubang puli.

Melakukan pekerjaan finishing.


Untuk penyambungan konstruksi


Langkah-langkah kerja
1. Melakukan survey ke sawah-sawah untuk mengumpulkan data yang
diperlukan untuk rancangan alat dan menyusun metode mekanisem yang
sesuai untuk memotong padi.
2. Rancangan mesin pemotong padi dimulai dari menentukan bahan, bentuk
dan dimensi mesin.
3. Proses fabrikasi mesin.

Hasil dan Pembahasan
Dari hasil rancangan dan fabrikasi telah dihasilkan mesin pemotong padi model
circular reaper seperti pada gambar 2 s.d 5.


18



Gambar 2. Mesin pemotong padi circular reaper





Gambar 3. Mesin pemotong padi circular reaper
(tampak samping kanan)




Gambar 4. Mesin pemotong padi circular reaper
(tampak depan)

19



Gambar 5. Mesin pemotong padi circular reaper
(tampak belakang)

Mesin pemotong padi circular reaper terdiri dari beberapa komponen yaitu :
1. Rangka
2. Mata potong
3. Roda penggerak
4. Poros penghubung
5. Poros mata potong
6. Bantalan
7. Puli dan sabuk
8. Bak penampungan

Spesifikasi mesin pemotong padi circular reaper adalah :
Motor penggerak : 4,8 kW (6,5 HP)
Dimensi (PXLXT) :1.2 x 0.6 x 0.8 M
Kecepatan Putaran (rpm) : 3600
Penampang Pisau Potong (mm) : 400
Bak penampung (PXLXT) :1.2 x 0.6 x 0.25 M
Ketebalan Pisau Potong (mm): 2-3
Arah Rotasi : Berlawanan arah jarum jam,
Bahan Bakar : Bensin
Konsumsi Bahan Bakar (liter/Jam): -<0.7
Dilengkapi dengan tuas kopling pengatur kecepatan dan tuas kopling pisau
pemotong
Cara kerja. Mesin pemotong padi circular reaper dioperasikan oleh satu orang dan
dibantu satu orang untuk mengarungkan padi dari bak penampung. Cara kerja mesin
ini adalah sebagai berikut :
1. Mesin circular reaper bekerja dengan menggunakan sumber daya dari motor
bakar. Sumber daya memutar poros penghubung 1 (horizontal) melalui sistem
kopling fleksibel. Melalui sistem transmisi gigi konis yang terletak pada ujung
poros penghubung 1 putaran diteruskan ke poros penghubung 2 (vertikal).
Dengan menggunakan puli dan sabuk, putaran dari poros penghubung 2
diteruskan ke poros utama (mata potong). Untuk menggerakkan roda, putaran
diambil dari poros penghubung 1 dan direduksi oleh reduser kemudian
diteruskan ke poros roda.
2. Sebelum mengoperasikan mesin pemotong, terlebih dahulu potong/panen padi
dengan sabit pada baris/alur pertama sekelilingi petakan sawah, dan pada satu
sudut dengan ukuran 2 m x 1 m sebagai tempat awal mesin bekerja.
20

3. Sebelum mesin dihidupkan, arahkan mesin pada tanaman padi yang akan
dipanen. Pemanenan dimulai dari sisi sebelah kanan petakan.
4. Pemotongan dilakukan sekaligus untuk 2 sampai 4 baris/rumpun padi.
5. Padi yang telah terpotong akan jatuh ke dalam bak penampung. Jika bak
penampung penuh, mesin dihentikan sesaat untuk pengambilan padi dari bak
penampung dengan menggunakan karung.
6. Pemanenan dilakukan dengan cara berkeliling dan selesai di tengah petakan.

Kelebihan dan kelemahan. Mesin pemotong padi circular reaper yang
dikembangkan ini mempunyai kelebihan dari mesin pemotong padi yang telah ada.
Adapun kelebihan tersebut antara lain:
1. Kapasitas kerjanya tinggi (20-25 jam/ha), sehingga dapat menekan biaya
panen.
2. Kehilangan gabah di sawah relatif lebih rendah karena padi yang telah
terpotong akan tertampung pada bak penampung. Hal ini berbeda dengan
mesin reaper yang telah ada, padi terlempar ke samping mesin
3. Mesin mempunyai sistem bak penampung, sehingga tidak bermasalah
dengan pemotongan jenis varietas padi yang mudah rontok.
4. Dapat berkerja pada kondisi sawah yang berlumpur
5. Hanya membutuhkan 2-3 orang untuk panen dalam 1 hektar
6. Harga relatif murah, karena konstruksi yang sederhana
Kelemahan dari mesin peotong padi reaper ini adalah perlunya perlakuan awal
berupa pemotongan padi menggunakan sabit pada baris/rumpun pertama sekeliling
petak sawah.
Kesimpulan
Dari hasil rancang bangun dapat diambil kesimpulan :
1. Telah terfabrikasi satu unit mesin pemotong padi type circular reaper
2. Mesin mempunyai dimensi (PXLXT) :1.2 x 0.6 x 0.8 M
3. Mesin dilengkapi dengan bak penampungan padi
4. Kapasitas kerjanya tinggi (20-25 jam/ha)
Referensi
[1] -------. Alat dan Mesin Panen Padi, Hand Out, 2009

[2] Boshima Co. Ltd. Boshima Harvester and Grass Cutter. Hand Out Advertising
Shenshen. China. 2007.

[3] Handaka dan Joko Pitoyo. Modifikasi Mesin Potong Rumput untuk Mesin Panen Padi.
Jurnal Engjiniring Pertanian, Vol. VI, No. 2, Oktober 2008

[4] Taufiq Rochim. Proses Pemesinan. Jica. 1993