Anda di halaman 1dari 1

Tekanan intrabronkial akan meningkat apabila ada tahanan pada saluran pernafasan

dan akan meningkat lebih besar lagi pada permulaan batuk, bersin atau mengejan.
Peningkatan tekanan intrabronkial akan mencapai puncak sesaat sebelumnya batuk, bersin,
dan mengejan. Apabila di bagian perifer bronki atau alveol ada bagian yang lemah, maka
kemungkinan terjadinya robekan bronki atau alveol akan sangat mudah.
3.4
Dengan cara demikian dugaan terjadinya pneumotoraks dapat dijelaskana yaitui jika
ada kebocoran di bagian paru yang berisi udara melalui robekan atau pleura yang pecah.
Bagian yang robek tersebut berhubungan dengan bronkus. Pelebaran alveoldan septa-septa
alveol yang pecah kemudian membentuk suatu bula yang berdinding tipis di dekat daerah
yang ada proses non spesifik atau fibrosis granulomatosa. Keadaan ini merupakan penyebab
yang paling sering dari pneumothoraks.
3.4

Ada beberapa kemungkinan komplikasi pneumotoraks, suatu katup bola yang bocor
yang menyebabkan tekanan pneumotoraks bergeser ke mediastinum. Sirkulasi paru dapat
menurun dan mungkin menjadi fatal. Apabila kebocoran tertutup dan paru tidak mengadakan
ekspansi kembali dalam beberap minggu , jaringan parut dapat terjadi sehingga tidak pernah
ekspansi kembali secara keseluruhan. Pada keadaan ini cairan serosa terkumpul di dalam
rongga pleura dan menimbulkan suatu hidropneumotoraks.
3.4.5

Hidropneumothoraks spontan sekunder bisa merupakan komplikasi dari TB paru dan
pneumothoraks yaitu dengan rupturnya fokus subpleura dari jaringan nekrotik perkejuan
sehingga tuberkuloprotein yang ada di dalam masuk rongga pleura dan udara dapat masuk
dalam paru pada proses inspirasi tetapi tidak dapat keluar paru ketika proses ekspirasi,
semakin lama tekanan udara dalam rongga pleura akan meningkat melebihi tekana atmosfer,
udara yang terkumpul dalam rongga pleura akan menekan paru sehingga sering timbul gagal
napas.
3.4