Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman, di setiap negara pasti
membutuhkan pemerintahan yang baik atau yang disebut dengan Good
Corporate Governance. Pemerintahan yang baik ini merupakan suatu bentuk
keberhasilan dalam menjalankan tugas untuk membangun negara sesuai
dengan tujuan yang telah direncanakan. Untuk pencapaian tujuan tersebut
setiap pemerintahan harus dapat mengelola sumber daya yang ada di negara,
salah satunya yang terpenting adalah keuangan.
Pengelolaan sumber daya tersebut tentunya bertujuan untuk
pengamanan aset dan keuntungan perusahaan yang merupakan tujuan akhir
perusahaan. Agar hal tersebut dapat terlaksana, manajemen perusahaan
memerlukan bangunan pengendalian internal yang tangguh, sederhana,
mudah dioperasikan, dan aman bagi kepentingan perusahaan.
Walaupun masing-masing organisasi memiliki misi yang berbeda,
akan tetapi, strategi bisnis yang mendasari tujuan dan sasaran dari semua
organisasi umumnya berhubungan dengan kinerja yang diharapkan, dikaitkan
dengan operasi yang efisien dan efektif, pengembangan dari kehandalan
laporan keuangan, dan ketaatan terhadap hukum dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku. Pengendalian internal yang baik memungkinkan
1
manajemen siap menghadapi perubahan situasi ekonomi yang dinamis,
persaingan yang semakin ketat, pergeseran permintaan pelanggan dan
prioritasnya serta restrukturisasi untuk kemajuan yang akan datang.
i !ndonesia, bagi "adan Usaha #ilik $egara %"U#$& keharusan
penyelenggaraan pengendalian internal berbasis frame'ork ()S) %internal
control ()S)& tersebut tertuang dalam Pasal ** +eputusan #enteri "U#$
$omor +ep-,,-.##"U.*//* tentang Penerapan Good Governance pada
"adan Usaha #ilik $egara. alam keputusan tersebut dinyatakan bah'a
manajemen "U#$ harus memelihara pengendalian internal perusahaan.
Sebagaimana diketahui, peranan "U#$ dalam tata perekonomian
!ndonesia merupakan salah satu pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian
nasional yang diharapkan secara aktif berkecimpung dan bekerja sama
berdasarkan demokrasi ekonomi untuk me'ujudkan masyarakat adil dan
makmur. Untuk memperoleh hasil, manfaat dan dampak positif yang optimal
dari kinerja "U#$ sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, penerapan
prinsip-prinsip pengendalian internal berperan dalam menjaga Good
Governance pada "U#$. "erdasarkan alasan-alasan yang telah
dikemukakan, maka penulis tertarik untuk menge0aluasi pengendalian
internal pada salah satu perusahaan "U#$ yaitu P1 Asuransi +redit
!ndonesia %AS+2!$)& (abang 3ogyakarta dan membagikan pengalaman
yang telah dijalani selama proses pemagangan dengan harapan dapat
memberikan manfaat bagi semua pihak.
2
B. Tujuan Praktek Pemagangan Profesi Akuntansi (P3A)
1ujuan penulis melakukan Praktek Pemagangan Profesi Akuntansi
%P4A& di P1 Asuransi +redit !ndonesia %AS+2!$)& (abang 3ogyakarta
adalah menge0aluasi Sistem Pengendalian !nternal %SP!& yang diterapkan
pada perusahaan.
. !egunaan Praktek Pemagangan Profesi Akuntansi (P3A)
Praktek pemagangan Profesi Akuntansi Program Pendidikan
Akuntansi 56" U7# memiliki tujuan dan kegunaan sebagai berikut8
,. #emberikan latihan dan bimbingan terhadap mahasis'a, sehingga dapat
menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap
dan nilai-nilai sebagai profesional di bidang Akuntansi.
*. #enghasilkan calon-calon praktisi yang lebih peka terhadap sejumlah
permasalahan yang muncul di lapangan.
4. #endekatkan peranan dan fungsi Program Pendidikan Profesi Akuntansi
56" U7# dengan dunia industri yang rele0an.
9. #engembangkan ilmu pengetahuan mahasis'a sesuai dengan bidang
akuntansi yang dimiliki.
BAB II
TIN"AUAN PU#TA!A
3
A. Pengertian #istem Pengen$alian Internal (#PI)
"erdasarkan teori akuntansi dan organisasi, pengendalian internal
didefinisikan sebagai suatu proses yang dipengaruhi oleh sumber daya
manusia dan sistem teknologi informasi yang dirancang untuk membantu
organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Sistem adalah suatu
kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama
untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Pada prinsipnya
setiap sistem selalu terdiri atas empat elemen, yaitu8 objek, atribut, hubungan
internal dan lingkungan. 1erkait dengan pengendalian internal, Sistem
Pengendalian !nternal %SP!& adalah semua kebijakan dan prosedur yang
dirancang untuk memberikan keyakinan memadai kepada manajemen bah'a
organisasi akan mencapai tujuan dan sasarannya %'''.oacr.ufl.edu, */,,&.
Pengendalian internal dalam sebuah organisasi atau entitas diperlukan
agar terciptanya efisiensi dan efektifitas operasi, keandalan pelaporan
keuangan serta kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Pengendalian internal tersebut umumnya dilakukan dengan cara melakukan
audit internal. Peran audit internal tidak hanya sebagai penga'as yang
mencari-cari kesalahan saja tetapi juga sebagai pemberi saran atau masukan
berupa tindakan perbaikan atas sistem yang telah ada. )leh karena itu,
pengendalian audit internal merupakan suatu akti0itas penilaian yang
independen dalam suatu organisasi untuk menguji dan menge0aluasi
4
akti0itas-akti0itas organisasi sebagai pemberi bantuan bagi manajemen
%!katan Akuntan !ndonesia %!A!&, *//:&.
B. !om%onen Pengen$alian Internal
&. Lingkungan Pengen$alian (Control Environment)
;ingkungan pengendalian menetapkan suasana dari suatu
organisasi yang mempengaruhi kesadaran akan pengendalian dari orang-
orangnya. ;ingkungan pengendalian merupakan pondasi dari semua
komponen pengendalian intern lainnya yang menyediakan disiplin dan
struktur.
Sejumlah faktor membentuk lingkungan pengendalian dalam suatu
entitas yang diantaranya adalah sebagai berikut 8
a. !ntegritas dan nilai etika
b. +omitmen terhadap kompetensi
c. e'an direksi dan komite audit
d. 5ilosofi dan gaya operasi manajemen
e. Struktur organisasi
f. Penetapan 'e'enang dan tanggung ja'ab
g. +ebijakan dan praktik sumberdaya manusia
(akupan di mana setiap faktor secara normal ditujukan oleh suatu
entitas akan ber0ariasi berdasarkan pertimbangan seperti ukuran dan
kematangan. 5aktor-faktor ini membentuk suatu bagian utama dari budaya
entitas.
5
'. Penilaian (esiko (Risk Assessment)
Penilaian resiko untuk tujuan pelaporan keuangan adalah
identifikasi, analisis, dan pengelolaan resiko suatu entitas yang rele0an
dengan penyusunan laporan keuangan yang disajikan secara 'ajar sesuai
dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. +etika tujuan
manajemen adalah untuk menentukan bagaimana mengelola resiko yang
diidentifikasikan, tujuan auditor adalah untuk menge0aluasi kemungkinan
bah'a salah saji material terdapat dalam laporan keuangan.
Penilaian resiko oleh manajemen juga harus mencakup
pertimbangan khusus atas resiko yang dapat muncul dari perubahan
kondisi seperti 8
a. Perubahan dalam lingkungan operasi
b. Personel baru
c. Sistem informasi yang baru atau dimodifikasi
d. Pertumbuhan yang cepat
e. 1eknologi baru
f. ;ini, produk, atau akti0itas baru
g. 2estrukturisasi perusahaan
h. )perasi di luar negeri
i. Pernyataan akuntansi
3. Informasi $an !omunikasi (Information and Communication System)
6
Sistem informasi dan komunikasi yang rele0an dengan tujuan
pelaporan keuangan, yang memasukkan sistem akuntansi, terdiri dari
metode-metode dan catatan-catatan yang diciptakan untuk
mengidentifikasi, mengumpulkan, menganalisis, mengklarifikasi,
mencatat, dan melaporkan transaksi-transaksi entitas dan untuk
memelihara akuntabilitas dari akti0a-akti0a dan ke'ajiban-ke'ajiban yang
berhubungan. +omunikasi melibatkan penyediaan suatu pemahaman yang
jelas mengenai peran dan tanggung ja'ab indi0idu berkenaan dengan
pengendalian intern atas pelaporan keuangan.
Suatu sistem akuntansi yang efektif harus 8
a. #engidentifikasi dan mencatat hanya transaksi yang 0alid dari
entitas yang terjadi dalam periode berjalan %asersi keberadaan atau
keterjadian&.
b. #engidentifikasi dan mencatat semua transaksi yang 0alid dari
entitas yang terjadi dalam periode berjalan %asersi kelengkapan&.
c. #emastikan akti0a dan ke'ajiban yang tercatat merupakan hasil
dari transaksi yang memberikan entitas hak untuk, atau ke'ajiban
untuk, item-item tersebut %asersi hak dan ke'ajiban&.
d. #engukur nilai transaksi dalam suatu cara yang mengijinkan
pencatatan nilai moneter transaksi secara tepat dalam laporan
keuangan %asersi penilaian atau alokasi&.
e. #emperoleh rincian yang mencukupi dari semua transaksi untuk
memungkinkan penyajian secara tepat dalam laporan keuangan,
7
termasuk pengklasifikasian yang tepat dan pengungkapan yang
diperlukan %asersi penyajian dan pengungkapan&.
). Akti*itas Pengen$alian (Control Activities)
Akti0itas pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur yang
membantu memastikan bah'a perintah manajemen telah dilaksanakan.
Akti0itas pengendalian membantu memastikan bah'a tindakan yang
diperlukan berkenaan dengan resiko telah diambil untuk pencapaian tujuan
entitas. Akti0itas pengendalian memiliki berbagai tujuan dan diaplikasikan
pada berbagai tingkatan organisasional dan fungsional.
Akti0itas pengendalian yang rele0an dengan audit laporan
keuangan dapat dikategorikan dalam berbagai cara. Salah satu cara adalah
sebagai berikut 8
a. Pemisahan tugas
b. Pengendalian pemrosesan informasi 8
,& Pengendalian umum
*& Pengendalian aplikasi
c. Pengendalian fisik
d. Review kinerja
+. Pemantauan (Monitoring)
8
Pemantauan adalah suatu proses yang menilai kualitas kinerja
pengendalian intern pada suatu 'aktu. Pemantauan melibatkan penilaian
rancangan dan pengoperasian pengendalian dengan dasar 'aktu dan
mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan.
. Pengen$alian Internal Pa$a !as
&. Pem,entukan Tanggung "a-a,
Prinsip pengendalian internal yang mutlak adalah untuk
memberikan tanggung ja'ab kepada karya'an tertentu. Pengendalian
lebih efektif jika hanya satu orang yang bertanggung ja'ab untuk tugas
yang diberikan. <ika ada lebih dari satu yang diberi tanggung ja'ab, akan
sulit menentukan siapa yang bertanggung ja'ab apabila terjadi kesalahan.
Prinsip pengendalian internal ini diterapkan dalam penerimaan kas
dengan cara hanya orang yang ditunjuk yang mempunyai hak untuk
menangani penerimaan kas %kasir&, sedangkan untuk pengeluaran kas
adalah dengan cara hanya orang yang ditunjuk saja yang ber'enang
menandatangani cek %bendahara& dan menyetujuinya.
'. Pemisa.an Pekerjaan
1erdapat dua penggunaan yang umum untuk prinsip ini, yaitu 8
a. !ndi0idu yang berbeda harus bertanggung ja'ab untuk akti0itas
terkait. #enyerahkan tanggung ja'ab pada satu orang untuk
9
akti0itas terkait akan meningkatkan potensi terjadinya kesalahan
dan penyele'engan.
b. 1anggung ja'ab untuk penyimpanan pencatatan sebuah aset harus
dipisahkan dari penjagaan fisik aset tersebut. Penjagaan atas aset
tidak mungkin untuk mengubah aset untuk penggunaan pribadi saat
satu karya'an mempertahankan pencatatan aset, dan seorang
karya'an telah menjaga fisik aset.
Penalaran dari prinsip ini adalah pekerjaan seorang karya'an
harus, tanpa duplikasi usaha, menyediakan dasar yang dapat diandalkan
untuk menge0aluasi pekerjaan karya'an lain.
Penerapannya prinsip pemisahan pekerjaan dalam penerimaan kas
adalah dengan membedakan indi0idu yang menerima kas, mencatat
penerimaan kas, dan menyimpan kas tersebut. Untuk pengeluaran kas
dengan cara membedakan indi0idu yang menyetujui dan melakukan
pembayaran, orang yang menandatangani cek tidak boleh mencatat
pengeluaran.
3. Prose$ur Dokumentasi
Perusahaan harus mendokumentasikan transaksi yang terjadi.
Pertama, perusahaan harus menggunakan penomoran dokumen, dan semua
dokumen harus dihitung. Penomoran mencegah transaksi dicatat lebih dari
sekali atau bahkan tidak dicatat sama sekali. +edua, sistem pengendalian
me'ajibkan karya'an segera menyampaikan sumber dokumen unuk
10
penghitungan pembukuan kepada departemen penghitungan. =al ini
menjamin ketepatan 'aktu pencatatan transaksi untuk keakuratan dan
kejujuran pencatatan akuntansi.
Penerapan prinsip prosedur dokumentasi dalam penerimaan kas
adalah dengan menggunakan rekomendasi setoran %surat masuk&, rekaman
register kas, dan slip simpanan. Untuk pengeluaran kas dengan
menggunakan penomoran cek dan akun agar berurutan, setiap cek harus
memiliki faktur persetujuan, mengharuskan karya'an menggunakan kartu
kredit perusahaan untuk beban penggantian, mengecap faktur dengan cap
>;U$AS?.
). Pengen$alian /isik0 1ekanik0 $an Elektronik
Penggunaan prinsip ini adalah mutlak. Pengendalian fisik, mekanik
dan elektronik bertujuan untuk mengamankan aset dan meningkatkan
keakuratan dan kejujuran pencatatan akuntansi. Penerapannya dalam
penerimaan kas adalah dengan menyimpan kas di tempat yang aman dan
brankas bank, membatasi akses ke tempat penyimpanan, dan
menggunakan daftar kas. Untuk pengeluaran kas dengan cara menyimpan
blanko cek in di tempat yang aman dengan akses yang terbatas dan
mencetak jumlah cek dengan tinta permanen.
11
+. 2erifikasi Internal In$e%en$en
Prinsip ini melibatkan bahasan data yang disiapkan oleh karya'an.
Untuk memperoleh keuntungan maksimal dari prinsip ini adalah dengan
cara 8
a. Perusahaan harus mem0erifikasi pencatatan secara berkala.
b. Seorang karya'an yang mandiri bertanggung ja'ab secara pribadi
untuk informasi harus membuat 0erifikasi.
c. +etidaksesuaian dan pengecualian harus di laporkan kepada
manajemen tingkat yang dapat mengambil langkah yang tepat.
Prinsip ini berguna untuk membandingkan pencatatan dengan aset
yang ada. Perusahaan besar umumnya menugaskan auditor eksternal untuk
melaksanakan prinsip ini. Penerapannya dalam penerimaan kas adalah
penga'as menghitung penerimaan kas setiap hari, bendahara
membandingkan total penerimaan dengan simpanan bank setiap hari.
Untuk pengeluaran kas adalah dengan membandingkan cek dan faktur
serta merekonsiliasi laporan bank setiap bulan.
3. Pengen$alian #um,er Da4a 1anusia
Pengendalian sumber daya manusia dalam penerapannya untuk
penerimaan dan pengeluaran kas meliputi 8
a. #enanggung karya'an yang menangani kas. 1anggungan
melibatkan perolehan perlindungan asuransi terhadap pencurian
oleh karya'an.
12
b. #enggilir tugas karya'an dan me'ajibkan karya'an mengambil
cuti. =al ini untuk mencegah karya'an berupaya mencuri karena
mereka tidak mungkin selamanya menyembunyikan tindakan kotor
mereka.
c. #emeriksa latar belakang secara lengkap. "eberapa percaya bah'a
takaran bisnis yang paling penting dan murah yang dapat diambil
untuk mengurangi pencurian oleh karya'an dan penyele'engan
adalah bagi departemen sumber daya manusia untuk memeriksa
latar belakang secara lengkap.
D. Pengertian Ba$an Usa.a 1ilik Negara (BU1N)
"adan Usaha #ilik $egara adalah badan usaha yang seluruh atau
sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara
langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan.
"erdasarkan ketentuan Pasal @ Ayat %4& UU $o.,: 1ahun *//4
tentang "adan Usaha #ilik $egara dinyatakan bah'a >alam melaksanakan
tugasnya, anggota ireksi harus mematuhi anggaran dasar "U#$ dan
peraturan perundang-undangan serta 'ajib melaksanakan prinsip-prinsip
profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas,
pertanggungja'aban, serta ke'ajaran.?
Selanjutnya dalam penjelasan ketentuan Pasal *A UU $o.,: 1ahun
*//4 tentang "adan Usaha #ilik $egara dinyatakan bah'a persero %dalam
hal ini "U#$& 'ajib menyelenggarakan pembukuan yang
13
dipertanggungja'abkan dan diselenggarakan berdasarkan prinsip-prinsip
pengendalian internal terutama pemisahan fungsi pengurusan, pencatatan,
penyimpanan dan penga'asan. Selanjutnya menurut ketentuan Pasal ** Ayat
%,& +eputusan #enteri "U#$ $o.,,- 1ahun *//* tentang Good Corporate
Governance menyatakan bah'a >ireksi harus menetapkan suatu sistem
pengendalian internal yang efektif untuk mengamankan in0estasi dan asset
"U#$.? engan demikian, peraturan perundang-undangan me'ajibkan agar
manajemen membuat serta menjalankan suatu kerangka pengendalian
internal yang baik.
14
BAB III
1ET5DE !E("A DAN PE1BAHA#AN
A. Tem%at 1agang $an 6aktu 1agang
Penulis melakukan program pemagangan di salah satu perusahaan
"U#$ yang memiliki cabang di 3ogyakarta yaitu P1 Asuransi +redit
!ndonesia %AS+2!$)& yang terletak di <alan =)S (okroaminoto $o. ,9A
+a0. - 3ogyakarta. Proses magang dilakukan selama 9 minggu, mulai tanggal
9 5ebruari */,4 sampai , #aret */,4 dengan total ,// jam kerja.
B. ara !erja
,. Sistem pemagangan di P1 Asuransi +redit !ndonesia %AS+2!$)&
(abang 3ogyakarta adalah sebelum melakukan magang, peserta 'ajib
mengikuti doa bersama di kantor dan sedikit pengarahan dari kepala
cabang perusahaan. 1ahap a'al dari proses pemagangan ini peserta akan
diberikan pengetahuan dan pengarahan dari kepala cabang. Pembekalan
mengenai gambaran umum dan praktek yang akan dilakukan selama
proses pemagangan agar dalam pelaksanaan, peserta sudah mengetahui
unit-unit kerja yang ada di perusahaan.
*. +egiatan yang ilaksanakan Selama Pelaksanaan Praktek Pemagangan di
unit-unit kerja, antara lain 8
15
a. #emperhatikan dan mempelajari tata tertib yang berlaku di unit-unit
kerja perusahaan.
b. #emahami dengan benar deskripsi kerja yang diberikan kepala
cabang kepada peserta.
c. #emahami budaya kerja di unit-unit kerja perusahaan.
d. #engamati proses administrasi di unit-unit kerja perusahaan.
e. #embantu kegiatan administrasi dan penyusunan laporan yang
berlangsung di unit-unit kerja perusahaan.
f. #enge0aluasi kinerja dari unit-unit kerja perusahaan.
g. #endokumentasikan setiap kegiatan kerja yang dilakukan di unit-unit
kerja perusahaan dengan mengisi absen di tempat magang dan
mengisi lembaran jurnal dari masing-masing kegiatan kerja yang
dilaksanakan di tempat magang.
h. #embuat laporan Praktek Pemagangan Profesi Akuntansi sesuai
dengan yang ditetapkan.
. Profil PT Asuransi !re$it In$onesia
&. Tentang Perusa.aan
P1 %Persero& Asuransi +redit !ndonesia atau P1 AS+2!$)
%Persero& merupakan salah satu "adan Usaha #ilik $egara %"U#$& yang
bergerak dalam asuransi.penjaminan, tidak dapat dipisahkan dari
pembangunan ekonomi "angsa dan $egara 2epublik !ndonesia.
16
Sejak pemerintah menyusun dan menetapkan 26P6;!1A ! tahun
,:A:, yang salah satu sasaran pokok rencana tersebut adalah pemerataan
hasil-hasil pembangunan dalam bidang kesempatan berusaha, pendapatan
masyarakat dan sekaligus merangsang pertumbuhan lapangan kerja. alam
rangka mencapai sasaran ini pemerintah mengambil langkah konkrit antara
lain dengan mengembangkan usaha kecil dan menengah dengan cara
mengatasi salah satu aspek usaha yang penting yaitu aspek pembiayaan.
"erdiri tanggal A April ,:-, berdasarkan Peraturan Pemerintah
2epublik !ndonesia $omor ,.,:-, tanggal ,, <anuari ,:-,, untuk
mengemban misi dalam pemberdayaan Usaha #ikro, +ecil dan #enengah
%U#+#& guna menunjang pertumbuhan perekonomian !ndonesia. Peran
P1 AS+2!$) %Persero& dalam pemberdayaan U#+# adalah sebagai
lembaga penjamin atas kredit yang disalurkan oleh perbankan kepada
U#+#.
Sesuai dengan Bisi dan #isinya, P1 AS+2!$) %Persero&
senantiasa menjalankan peran dan fungsinya sebagai Collateral
Subtitution Institution, yaitu lembaga penjamin yang menjembatani
kesenjangan antara U#+# yang layak namun tidak memiliki agunan
cukup untuk memperoleh kredit dengan lembaga keuangan, baik
perbankan maupun lembaga non bank %feasible tetapi tidak bankable&.
Sejalan dengan berubahnya 'aktu, saat ini P1 AS+2!$)
%Persero& memiliki empat lini usaha yaitu Asuransi +redit "ank, Asuransi
+redit Perdagangan, Surety "ond dan (ustoms "ond. P1 AS+2!$)
17
sejak tahun *//- melaksanakan program pemerintah dalam rangka !npres
A.*//- atau yang lebih dikenal sebagai penjaminan +redit Usaha 2akyat
%+U2&. alam pelaksanaannya bersama dengan Askrindo memberikan
penjaminan atas kredit yang disalurkan oleh enam "ank pelaksana yaitu 8
"ank "2!, "ank "$!, "ank #andiri, "ank "ukopin, "ank Syariah
#andiri dan ,4 %tiga belas& "ank Pembangunan aerah.
Usaha #ikro, +ecil dan #enengah %U#+#& di !ndonesia
merupakan tulang punggung kekuatan ekonomi yang mampu memberikan
kontribusi yang sangat signifikan. #enguatnya permodalan U#+# akan
memberikan multiplier effects berupa tumbuhnya kegiatan usaha yang
diikuti dengan terbukanya lapangan kerja serta meningkatkan nilai usaha.
1erciptanya U#+# yang tangguh pada tahap berikutnya mampu
memberikan kontribusi dalam menekan angka pengangguran dari
kemiskinan di !ndonesia.
AS+2!$) senantiasa mengembangkan sayap usahanya untuk
memberikan layanan yang prima, dengan didukung oleh +antor (abang
dan +antor Unit Pelayanan berjumlah @/ +antor yang tersebar di */
Pro0insi seluruh !ndonesia.
'. 2isi $an 1isi Perusa.aan
a. Bisi
#enjadi Perusahaan Penanggung 2isiko yang unggul dengan layanan
global guna mendukung perekonomian nasional.
18
b. #isi
,& #enjalankan kegiatan usaha penanggungan risiko yang
mendukung pembangunan ekonomi nasional terutama
program Pemerintah dalam pengembangan U#+#+ dan usaha
korporasi lainnyaC
*& #enjalankan kegiatan usaha penanggungan risiko dengan layanan
globalC
4& #emberikan manfaat kepada para pemangku kepentingan dengan
menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, Sistem
Pengendalian !ntern %SP!& dan #anajemen 2isiko.
3. Bu$a4a Perusa.aan
a. !ntegritas
#enjunjung tinggi kejujuran, tanggung ja'ab serta konsisten
memelihara etika.
b. Profesional
"ekerja tanggung ja'ab dan komitmen untuk memberikan hasil yang
terbaik atau bahkan melebihi harapan.
c. #oti0asi
Semangat melakukan pekerjaan yang baik untuk tujuan yang jelas.
d. +erjasama
Semangat untuk mengutamakan kebersamaan bersikap saling
membantu dan saling menghargai.
19
e. !no0asi
#enginisiasi gagasan serta melakukan perubahan terus menerus untuk
perbaikan dan pengembangan perusahaan.
). #truktur 5rganisasi
7am,ar & #truktur 5rganisasi PT Askrin$o
20
+. Pro$uk8Pro$uk Perusa.aan
a. Penjaminan +redit Usaha 2akyat %+U2&
#erupakan kredit.Pembiayaan #odal +erja dan !n0estasi kepada
U#+#+ untuk bidang usaha usaha yang produktif dan layak, namun
belum bankable dengan plafond kredit.pembiayaan sampai dengan
2p@// juta yang dijamin oleh perusahaan penjaminan. Penyaluran
+U2 diharapkan dapat membantu mengembangkan pengusaha
menjadi lebih produktif.
b. Asuransi +redit "ank %Askred&
#erupakan produk jasa AS+2!$) untuk memberikan penjaminan
kepada perbankan maupun non perbankan atas kredit yang diberikan
kepada U#+#. 5ungsi AS+2!$) dalam hal ini adalah
memberikan jaminan.ganti rugi atas kemacetan yang disalurkan
perbankan maupun non perbankan kepada U#+#.
c. Asuransi +redit Perdagangan %Askredag&
Produk ini diperlukan untuk melindungi pembayaran secara kredit
yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam transaksi perdagangan
barang, misalnya antara produsen dengan distributornya, distributor
dengan pengecer. 5ungsi lain dari produk ini adalah memberikan
akses bagi sektor riil untuk meningkatkan 0olume transaksi penjualan
melalui kebijakan kredit (credit policy) yang fleksibel sesuai dengan
fluktuasi permintaan pasar.
21
Produk ini telah dikemas dalam bentuk jasa layanan manajemen kredit
dengan memberikan bentuk-bentuk layanan credit advice, credit
control dan insurance protection.
d. Surety "ond
Produk ini digunakan untuk memberikan jaminan kepada Pemilik
Proyek.obligee.bou'heer terhadap kerugian yang timbul akibat tidak
dipenuhinya ke'ajiban Pelaksana Proyek.Principal atas suatu proyek
dalam batas 'aktu yang telah ditentukan.
e. +ontra "ank 7aransi
Produk ini dimaksudkan untuk membantu Principal dalam
memperoleh bank garansi yang dipersyaratkan oleh Pemilik
Proyek.bligee."ou'heer dalam melaksanakan pekerjaannya.
f. (ustoms "ond
#erupakan produk jasa AS+2!$) untuk memberikan jaminan atas
fasilitas kepabeanan, fasilitas penangguhan.pembebasan bea masuk
barang impor dan pemungutan bea masuk barang impor dan
pemungutan bea masuk barang lainnya kepada bligee %irektorat
<endral "ea D (ukai& apabila Principal %importir.produsen eksportir&
tidak dapat menyelesaikan ke'ajibannya.
g. 2easuransi
P1 AS+2!$) %Persero& juga menerima reciprocal business dari
perusahaan reasuransi luar negeri maupun perusahaan asuransi dan
reasuransi dalam negeri.
22
Produk-produk yang dipasarkan P1 AS+2!$) sepenuhnya telah
mendapatkan back up reasuransi dari Perusahaan 2easuransi ;uar
$egeri seperti 8 Partner Re, !unic" Re, #tradius Re, dan Perusahaan
2easuransi alam $egeri.
D. !egiatan !erja $i Tem%at 1agang
+egiatan praktek pemagangan di P1 Asuransi +redit !ndonesia
%AS+2!$)& (abang 3ogyakarta dibagi menjadi 9 bagian, yaitu bagian
Penjaminan +redit Usaha 2akyat %+U2&, Penjaminan Surety "ond,
Penjaminan Asuransi +redit "ank %Askred&, dan bagian keuangan. alam
pelaksanaan praktek kerja tersebut penulis hanya bersifat membantu sehingga
tidak mempunyai deskripsi kerja tertentu.
Pada a'al pelaksanaan pemagangan, penulis mempelajari tentang
petunjuk pelaksanaan masing-masing unit yang ada, dan juga mengamati
kegiatan administrasi dan penyusunan laporan yang berlangsung di unit-unit
kerja perusahaan.
Setelah mempelajari itu semua, penulis membantu beberapa kegiatan
yang ada di unit-unit kerja. #inggu pertama, penulis membantu kegiatan
bagian Penjaminan +redit Usaha 2akyat %+U2&. Penulis diberikan modul
berupa petunjuk pelaksanaan yang harus dilakukan dalam melakukan proses
penjaminan. Setelah itu, penulis diberikan sebuah deklarasi penjaminan dari
bank berupa daftar debitur yang melakukan pinjaman modal usaha mikro
dengan bank yang bersangkutan. Proses selanjutnya, penulis melakukan entry
23
data sejumlah debitur yang tercantum di deklarasi ke dalam sistem
perusahaan, mencetak hasil entry yang sudah dilakukan dan mencocokan
secara manual dengan deklarasi sehingga tidak terjadi kesalahan. Proses
terakhir, mencetak polis penjaminan dan lampiran debitur. Akhir minggu
pertama, penulis membuat laporan jumlah plafond kredit, premi, dan jumlah
debitur yang sudah dijamin.
#inggu kedua, penulis membantu kegiatan Penjaminan Surety "ond.
Penulis diberikan modul berupa petunjuk pelaksanaan yang harus dilakukan
dalam proses penjaminan. Setelah itu, penulis diberikan data dari pihak
principal.pelaksana proyek konstruksi atau non konstruksi. Proses
selanjutnya, penulis melakukan entry data yang diberikan pihak principal dan
mencetak polis penjaminan yang ditujukan kepada pihak pemilik
proyek.obligee bah'a proyek tersebut telah dijamin oleh P1 AS+2!$).
Akhir minggu kedua, penulis membuat laporan jumlah polis dan premi yang
sudah dihasilkan.
#inggu ketiga, penulis membantu kegiatan Penjaminan Asuransi
+redit "ank %Askred&. Penulis diberikan modul berupa petunjuk pelaksanaan
yang harus dilakukan dalam proses penjaminan. Setelah itu, penulis diberikan
deklarasi penjaminan kredit konsumtif, konstruksi, dan produktif dari bank
berupa daftar debitur yang melakukan pinjaman sejumlah dana kepada bank
dengan tujuan tertentu. Proses selanjutnya, penulis harus menghitung manual
premi yang harus dibayarkan oleh bank dari tiap-tiap debitur terlampir
sebelum melakukan entry data ke dalam sistem perusahaan, mencetak hasil
24
entry data dan mencocokan dengan deklarasi bank sehingga tidak terjadi
kesalahan. Proses terakhir, mencetak polis penjaminan dan lampiran debitur.
Akhir minggu ketiga, penulis membuat laporan jumlah plafond kredit, premi,
dan jumlah debitur yang sudah dijamin.
#inggu keempat, penulis membantu kegiatan pada bagian keuangan
perusahaan. #emasukan data kedalam sistem akuntansi perusahaan
berdasarkan laporan yang sudah dibuat di bagian Penjaminan +redit Usaha
2akyat %+U2&, Penjaminan Surety "ond, dan Penjaminan Askred. #embuat
laporan keuangan akhir bulan, dan menghitung laba yang dihasilkan
berdasarkan produksi di masing-masing bagian.
25
BAB I2
PEN7ENDALIAN INTE(NAL PADA !A#
A. E*aluasi Tem%at 1agang
Pada bagian Penjaminan +redit Usaha 2akyat %+U2&, Penjaminan
Surety Ship, dan Penjaminan Asuransi +redit "ank %Askred&, Standar )perasi
Pelaksanaan %S)P& yang diterapkan oleh perusahaan sudah berjalan dengan
baik. Aplikasi penjaminan kredit mempermudah karya'an perusahaan dalam
melaksanakan pekerjaannya dan mempercepat penerbitan polis bagi debitur
yang tertanggung. Sistem online aplikasi penjaminan kredit dapat langsung
diakses oleh pihak bank dan principal dalam melakukan entry data debitur
yang tertanggung oleh P1 Asuransi +redit !ndonesia %AS+2!$)& (abang
3ogyakarta, sehingga perusahaan dapat langsung menerbitkan polis
penjaminan kredit. Pengarsipan dari polis-polis penjaminan kredit sudah
teratur, baik database dalam komputer maupun database dalam bentuk print
out sehingga lebih mudah ketika mencari data-data yang telah lalu.
Pada bagian keuangan perusahaan, aplikasi keuangan yang diterapkan
mempermudah karya'an dalam melakukan entry transaksi-transaksi
keuangan terkait penerimaan dan pengeluaran kas. Akun kas yang ada di
perusahaan tidak mengalami kendala yang berarti. 1ransaksi kas perusahaan
berjalan dengan baik dan seimbang antara penerimaan dan pengeluaran.
1ingginya akun piutang usaha yang ada di perusahaan disebabkan banyak
26
pihak bank dan principal yang menunda pembayaran premi setelah polis
penjaminan kredit diterbitkan.
27
BAB 2
!E#I1PULAN DAN #A(AN
B. !esim%ulan
"erdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan selama Praktek
Pemagangan di P1 Asuransi +redit !ndonesia %AS+2!$)& (abang
3ogyakarta yang dimulai dari tanggal 9 5ebruari */,4 sampai , #aret */,4,
maka dapat disimpulkan bah'a 8
,. P1 Asuransi +redit !ndonesia %AS+2!$)& (abang 3ogyakarta
merupakan suatu usaha yang melayani masyarakat, karena memberikan
jasa berupa penjaminan asuransi kredit serta membantu masyarakat dalam
pengembangan usaha.
*. Para karya'an P1 Asuransi +redit !ndonesia %AS+2!$)& (abang
3ogyakarta penuh disiplin saat melaksanakan tugas-tugasnya, suasana
kerja yang nyaman serta hubungan antar pega'ai yang cukup baik,
sehingga mendukung kinerja asuransi secara keseluruhan.
4. Pengarsipan database perusahaan teratur, baik database dalam komputer
maupun database dalam bentuk print out sehingga lebih mudah ketika
mencari data-data yang telah lalu.
9. Sistem online yang ada dalam perusahaan berjalan dengan baik
sehingga lancar ketika digunakan dan tidak ada kendala yang berarti.
28
@. Pendapatan premi yang dihasilkan P1 Asuransi +redit !ndonesia
%AS+2!$)& (abang 3ogyakarta kurang optimal yang disebabkan
tingginya akun piutang usaha.
. #aran
ari beberapa hambatan yang muncul di P1 Asuransi +redit !ndonesia
%AS+2!$)& (abang 3ogyakarta, maka penulis ingin memberikan beberapa
saran, antara lain 8
,. P1 Asuransi +redit !ndonesia %AS+2!$)& (abang 3ogyakarta lebih
memperluas sasaran untuk memasarkan produknya. =al ini dapat
dilakukan dengan cara meyakinkan kepada seluruh bank terutama bank
pemerintah dan principal akan pentingnya asuransi penjaminan kredit
untuk memperkecil resiko terjadinya kredit macet atau kegagalan dalam
usaha.
*. =ambatan-hambatan kecil yang terjadi di perusahaan untuk secepatnya
diselesaikan agar tidak mengganggu pekerjaan lain.
4. Perlu dilakukan kembali oleh bagian pengarsipan untuk menyimpan arsip-
arsip lama yang sudah jatuh tempo meskipun semua arsip sudah disimpan
di komputer. =al ini dilakukan untuk menghindari kekeliruan atau selisih
yang tidak dapat terdekteksi melalui komputerisasi serta untuk lebih
mempermudah pencarian data jika suatu saat diperlukan.
9. Para karya'an lebih meningkatkan kinerjanya untuk mendapat hasil yang
lebih maksimal.
29
@. "agian keuangan lebih tegas dalam memberi peringatan kepada bagian
penjaminan agar pembayaran premi dari bank dan principal tidak melebihi
jatuh tempo setelah penerbitan polis penjaminan kredit.
30
DA/TA( PU#TA!A
"oynton, <ohnson, +ell. *//*. !odern #uditing %6disi -&. <ohn Wiley D Sons
%Penerjemah&. <akarta8 6rlangga. jilid ,.
PPA U7#. */,,. Panduan Program Pemagangan Profesi Akuntansi. Pendidikan
Profesi Akuntansi 56" U7# 8 3ogyakarta.
P1 AS+2!$) %*/,9&. 1ersedia 8 http8..'''.askrindo.co.id.perusahaan..
Sistem Pengendalian !nternal "adan Usaha #ilik $egara %*/,,&. 1ersedia 8
http8..jdih.bpk.go.id.'p-content.uploads.*/,,./4.SP!E"U#$.pdf.
31