Anda di halaman 1dari 6

DAMPAK PAJAK BAHAN BAKAR MINYAK

TERHADAP HARGA DAN KUANTITAS




Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Ekonomi














Oleh:



Nafisah Anas
21040113120054





JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014

Dampak Pajak Bahan Bakar Minyak Terhadap Harga dan Kuantitas


Nafisah Anas
21040113120054


Abstrak

Penjualan suatu produk akan dikenakan pajak oleh pemerintah. Dengan adanya beban
pajak ini akan mengakibatkan harga suatu produk naik dan kuantitas produk yang
diminta/ ditawarkan akan turun. Hal ini disebabkan produsen akan mengalihkan
tanggungan pajaknya sebagian kepada konsumen. BBM (Bahan Bakar Minyak) ini
merupakan satu contoh dalam masalah elastisitas penawaran dan permintaan yang juga
akibat dari peran pajak. Kenaikan harga minyak dunia membuat biaya produksi
meningkat yang mengakibatkan perubahan keseimbangan harga. Salah satu solusinya
adalah menaikan pendapatan ekspor karena Indonesia memiliki sumber daya yang besar.

Kata Kunci: Pajak, Dampak, Bahan Bakar Minyak, Harga, Kuantitas.

Pendahuluan:
Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau
badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan
imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya
kemakmuran rakyat. (Sumber : depkeu)
Penjualan suatu produk akan dikenakan pajak oleh pemerintah. Dengan adanya
beban pajak ini akan mengakibatkan harga suatu produk akan naik dan kuantitas
produk yang diminta/ ditawarkan akan turun/naik. Hal ini disebabkan produsen akan
mengalihkan tanggungan pajaknya sebagian kepada konsumen.
Jika atas suatu produk pemerintah memberikan subsidi, maka harga yang akan
dibayar oleh konsumen akan turun, sedangkan kuantitas produk yang diminta oleh
konsumen akan naik. Pengaruh pajak akan menggeser kurva penawaran sedangkan
kurva permintaannya tetap. Pergeseran kurva akan menciptakan keseimbangan harga
yang baru.

Kenaikan Pajak Bahan Bakar Minyak
Di negara Amerika harga BBM ( Bahan Bakar Minyak) berbeda- beda setiap
daerahnya, ini dikarenakan pemerintah menggunakan sistem dimana harga BBM
ditentukan menggunakan jarak , jadi harga BBM di wilayah dekat dengan sumber
minyak akan lebih murah ketimbang dengan harga BBM di wilayah yang jauh akan
lokasi kilang minyak, hal ini dikarenakan pemerintah Amerika membebani pembiayaan
transportasi kepada masyarakatnya sendiri melalui pajak.
Harga BBM di Amerika dipatok harga kisaran 2$ - 5$ per galonnya, namun
melalui kebijakan pemerintah dalam penjualanya, akan membebani pajak sekitar 1$ per
galonnya, jadi apabila harga di suatu daerah adalah 3$ maka, masyarakat di daerah
tersebut harus membayar 4$ per galonnya, atas pajak 1$. Kebijakan ini otomatis akan
mempengaruhi baik Permintaan maupun Penawaran harga maupun barang tersebut,
seperti pada gambar :

Dari grafik diatas dapat dijelaskan bahwa animo masyarakat Amerika membeli
BBM berkurang seiiring dengan penambahan pajak 1$ terhadap harga BBM yang
semakin melambung, produsen dalam hal ini pemerintah merasa dirugikan akibat
ketersediaan barang (BBM) yang tidak dibarengi dengan pembelian.
Efek dari tingginya harga BBM juga berpengaruh dalam setiap kehidupan
masyarakat Amerika, terutama dalam sektor Industri yang pengaruhnya besar terhadap
produksi barang yang dipasarkan kepada konsumen, yang akhirnya semua barang akan
mahal, dan para konsumen akan terpaksa membeli karena berbagai kebutuhan, oleh
karena itu peran pemerintah Amerika dalam membuat kebijakan subsidi sangatlah
diharapkan oleh masyarakat Amerika khususnya.
Di negara Indonesia sendiri, sistem pemberian harga BBM sama dari Sabang
sampai Merauke, berbeda dengan Amerika, penggunaan program Subsidi BBM oleh
pemerintah sangat membantu rakyat kecil.
BBM ini merupakan satu contoh dalam masalah elastisitas penawaran dan
permintaan yang juga akibat dari peran pajak. Dimana harga BBM disertai pajak yang
membuat harga yang dibayar konsumen begitu tinggi sehingga berbagai bahan- bahan
pokok sehari- hari juga naik.
Kenaikan BBM akan mengakibatkan naiknya biaya produksi, naiknya biaya
distribusi dan menaikan juga inflasi karena akan disertai permintaan kenaikan gaji
karyawan yang tiap tahun bahkan tiap setengah tahun terus melakukan unjuk rasa di
berbagai daerah. Harga barang-barang menjadi lebih mahal, daya beli merosot karena
penghasilan tetap. Ujungnya perekonomian akan stagnan dan tingkat kesejahteraan
terganggu. Di sisi lain, kredit macet semakin kembali meningkat, yang paling parah
adalah semakin sempitnya lapangan kerja karena dunia usaha menyesuaikan
produksinya sesuai dengan kenaikan harga serta penurunan permintaan barang.
Hal-hal di atas terjadi jika harga BBM dinaikkan, Bagaimana jika tidak? Subsidi
pemerintah terhadap BBM akan semakin meningkat juga, mengapa? Meskipun negara
kita merupakan penghasil minyak, dalam kenyataannya untuk memproduksi BBM kita
masih membutuhkan impor bahan baku minyak juga.

Kesimpulan dan Saran
Kenaikan harga minyak dunia membuat biaya produksi meningkat. Itu berarti
harga jual barang-barang impor impor juga akan mahal yang akan berdampak pada
inflasi karena kenaikan harga impor barang. Kenaikan harga minyak dunia berpengaruh
terhadap ekonomi Indonesia Jika harga BBM dinaikkan, citra pemerintah secara politik
akan terganggu, rakyat tentu tidak setuju jika harga-harga menjadi mahal, jika
pemerintah terganggu dampaknya menjadi sangat luas,
Pajak dalam angka permintaan maupun penawaran terhadap barang akan
memiliki elastisitas relatif jika, permintaan inelastis secara relatif terhadap penawaran
sama halnya dengan BBM di Amerika. Lalu pajak akan berpihak kepada konsumen jika
angka permintaan inelastis secara relatif terhadapan penawaran, maka pajak akan
bertolak belakang terhadap produsen jika angka penawaran inelastis secara relatif
daripada permintaan.
Dengan tidak adanya kenaikan BBM, subsidi yang harus disediakan pemerintah
juga semakin besar. Dari mana menutupi sumber subsidi tersebut? Salah satunya adalah
kenaikan pendapatan ekspor. Karena kenaikan harga minyak dunia juga mendorong
naiknya harga ekspor komoditas tertentu, seperti kelapa sawit karena minyak sawit
mentah merupakan subsidi minyak bumi. Income dari naiknya harga minyak sawit
mentah tidak akan sebanding dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk
subsidi minyak.

Sumber:
Samuelson, Paul A. and Nordhaus, William D. ECONOMICS 8th edition. New York : 2005.
Chandra Heryadi. 2013. Pengaruh Kenaikan Harga BBM Terhadap Perekonomian
Indonesia dalam ekonomi.kompasiana.com. Diunduh pada Minggu, 20 April
2014.
Mayowan. 2013. Dampak Pajak dan Subsidi dalam ub.ac.id. Diunduh pada Minggu, 20
April 2014.
Anonim. 2014. Pajak dalam tarif.depkeu.go.id. Diunduh pada Senin, 21 April 2014.