Anda di halaman 1dari 40

Sintesis dan Reaksi

Senyawa Kompleks
Senyawa Kompleks
Jenis-Jenis Senyawa Kompleks
Kompleks Werner
Kompleks yang tidak berisi ikatan logam-karbon
dan kompleks siania
Kompleks Logam Karbonil
Senyawa organometalik, kompleks yang paling
sedikit berisi satu ikatan logam-karbon
Isolasi Kompleks
Teknik isolasi Senyawa Kompleks
(Kompleks werner)
Penguapan pelarut dan pendinginan
Penambahan pelarut yang bercampur dengan
larutan semula
Ditambahkan Anion atau Kation
Isolasi Kompleks Logam Karbonil

Dapat dilakukan seperti teknik isolasi kompleks
Werner.
Dapat pula dengan cara destilasi, sublimasi,
proses kromatografi.
1. Kompleks Werner
a. Reaksi Subtitusi dalam Larutan Air
Reaksi terjadi antara larutan garam logam di dalam air
dengan pereaksi koordinasi
[Cu(OH
2
)
4
]SO
4
+ NH
3
[Cu(NH
3
)
4
]SO
4
+ 4H
2
O
Biru Tua
+ C
2
H
5
OH

[Cu(NH
3
)
4
]SO
4
Kristal
Kompleks Werner
Reaksi-reaksi yang lambat dapat dipercepat dengan
jalan pemanasan

Kompleks Werner
b. Reaksi Subtitusi dalam Larutan Bukan Air

Penggunaan pelarut bukan air hanya dilakukan
bila:
Ion logam yang mempunyai afinitas besar
terhadap air
Ligan yang dipakai tidak larut dalam air
Kompleks Werner

Ion-on Al
3+
, Fe
3+
, dan Cr
3+
mempunyai afinitas tinggi
terhadap air dan membentuk ikatan logam-oksigen yang
kuat.
Penambahan ligan yang bersifat basis tidak membentuk
kompleks, melainkan gelatynous base.

[Cr(OH
2
)
6
]
3+
+ 3 en [Cr(OH
2
)
3
](OH)
3
+ 3 en H
+

Violet Green (solid)
H
2
O
c. Reaksi Substitusi Tanpa Pelarut
Merupakan reaksi antara garam anhidrous dan
suatu ligan cair.
Biasanya dipakai untuk membuat kompleks
logam.
Jika ligan cair yang ditambahkan exes maka
dapat berfungsi sebagai pelarut.

Contoh:
NiCl
2
(s) + 6 NH
3
(l) [Ni(NH)
3
] Cl
2
d. Disosiasi Kompleks Thermal Padat
Merupakan reaksi substitusi dalam kondisi
atau keadaan padat.
Contoh :
Pada pemanasan [Rh(NH
3
)
5
OH
2
]I
3

H
2
O akan digantikan oleh I
[Rh(NH
3
)
5
OH
2
]I
3
100
o

[Rh(NH
3
)
5
I]I
2
+H
2
O
(g)

tidak berwarna kuning

e. REAKSI OKSIDASI - REDUKSI
Senyawa senyawa kobal (III) kompleks selalu
dibuat dari garam kobal (II). Reaksi kobal (II) dengan
ligand cepat dan kemudian dapat dibuat kobal (III)
kompleks dengan oksidasi. Pembentukan kompleks
[Co(NH
3
)
6
]Cl
3
terjadi secara bertahap.
[Co(OH
2
)
6
]Cl
2
+ 6NH
3
[Co(NH
3
)
6
]Cl
2
+ H
2
O
[Co(NH
3
)
6
]Cl
2
+ NH
4
Cl + O
2
4[Co(NH
3
)
6
]Cl
3
+
4NH
3
+ 2H
2
O
Pembuatan kompleks dengan reduksi ion pusat
jarang dilakukan karena hasil oksidasinya tidak
stabil.
K
2
[Ni(CN)
4
] + 2K NH
3
K
4
[Ni(CN)
4
]
kuning cair

Fe(CO)
5
+ 4KOH K
2
[Fe(CO)
4
] + K
2
CO
3
+ 2H
2
O
Kuning tidak berwarna
f. Reaksi Katalitis
Reaksi reaksi yang berjalan lambat dapat
dipercepat dengan menaikkan temperatur. Reaksi
ini dapat dipercepat dengan penambahan
katalisator.
Ada 2 jenis katalisator yaitu katalisator homogen
dan heterogen
Katalisator homogen yaitu bila katalisator itu
membentuk satu fase dengan pereaksi.
Katalisator heterogen bila membentuk fase lain
dengan pereaksi.
Penggunaan katalisator heterogen
Pembuatan kompleks heksaaquokobal (III)
klorida
[Co (OH
2
)
6
] Cl
2
NH
3
, H
2
O, O
2
, HCl [Co (NH
3
)
5
Cl]Cl
2

pink NH
4
Cl ungu

[Co (OH
2
)
6
] Cl
2
NH
3
, H
2
O, O
2
, HCl [Co (NH
3
)
6
]Cl
3

pink NH
4
Cl charcoal orange

Penggunaan katalis homogen
Pembentukan kompleks-kompleks Pt (IV) dengan
katalisator Pt (II)
Trans- [Pt (NH
3
)
4
Cl
2
]
2+
+ 2 Br
-
[Pt (NH
3
)
4
]
2+

Trans - [Pt (NH
3
)
4
(Br)
2
]
2+
+ 2Cl
-

Trans- [Pt (NH
3
)
4
Cl
2
]
2+
+ 2 SCN
-
[Pt (NH
3
)
4
]
2+

Trans - [Pt (NH
3
)
4
(SCN)
2
]
2+
+ 2Cl
-


g. Reaksi substitusi tanpa pemecahan
ikatan logam ligand
Pembentukan beberapa kompleks dapat terjadi
tanpa pemutusan ikatan logam-ligand, misalnya :
[(NH
3
)
5
Co O CO
2
]
+
+2H
+
[(NH
3
)
5
Co OH
2
]
3+
+CO
2


Hal ini dapat dibuktikan dengan memakai air berisi
H
2
O
18
. Ternyata kompleks tsb tidak berisi O
18
, jadi
O dalam kompleks berasal dari kompleksnya sendiri.
Reaksi ini berjalan cepat, padahal biasanya reaksi
pemecahan Co O berjalan lambat
Reaksi tanpa pemutusan ikatan Co O
[(NH
3
)
5
Co-OH] + N
2
O
3
[(NH
3
)
5
Co-ONO]
2+
+ HNO
2


Hal ini dibuktikan apabila kompleks di tabel dengan
O
18
maka kompleks yang terjadi berisi 99,4% O
18


[(NH
3
)
5
Co-O
18
H] + N
2
O
3
[(NH
3
)
5
Co-O
18
NO]
2+
+ HNO
2


h. EFEK TRANS
Ligan ligan yang menyebabkan gugus yang letaknya trans
terhadapnya bersifat labil, dikatakan mempunyai efek
trans yang kuat
Contoh :



Urutan efek trans berdasarkan hasil penyelidikan :
CN
-
~ CO ~

C
2
H
4


> PH
3
~

SH
2


> NO
2
-
> I
-
> Br
-
> Cl
-
>
NH
3
~

py > OH
-
> H
2
O


Selain efek trans, stabilitas ikatan logam-ligan juga me-
megang peran penting dalam reaksi






EFEK TRANS
Contoh :

i. PEMBUATAN ISOMER CIS-TRANS

Pada pembuatan senyawa-senyawa cis-trans, dapat ter-
bentuk :
- Campuran isomer cis dan trans. Contoh : kompleks
kobalt (III)





- Hanya satu hasil isomer. Contoh : kompleks platina (II)



PEMBUATAN ISOMER CIS-TRANS

Pemisahan isomer-isomer cis dan trans dalam campuran :
- Kristalisasi bertingkat
- Kromatografi penukar ion

Menetapkan suatu isomer berbentuk cis atau trans :
- Reaksi kimia
- Menentukan sifat optis aktif dari isomer [M(AA)
2
X
2
]
- Difraksi sinar X, spektroskopi, pengukuran momen dipole

PEMBUATAN ISOMER CIS-TRANS

j. Pembuatan Senyawa-Senyawa Optis
Aktif

Banyak molekul-molekul optis aktif terdapat pada
tanam-tanaman dan hewan. Pada pembuatan senyawa
kompleks yang optis aktif, selalu terjadi campuran
rasemis, hingga diperoleh zat yang tidak optis aktif.
Untuk mendapatkan zat yang optis aktif, langkah utama
ialah memisahkan isomernya dari campuran rasemis
yang terjadi.
Pemisahan atau resolusi campuran rasemis biasanya
dilakukan dengan menambah zat lain yang optis aktif,
hingga terbentuk zat baru yang mempunyai sifat-sifat
berbeda, yang dapat dipisahkan dengan cara tertentu,
misalnya dengan jalan kristalisasi. Campuran rasemis,
[Co(en)
3
]
3+
dapat dipisahkan dengan cara berikut:

2. Kompleks Metal Karbonil dan
Organometalik

Senyawa golongan ini yang pertama dikenal adalah biru
prusia: Fe[Fe
2
(CN)
6
]
3
. Senyawa karbonil NI(CO)
4
dan
Fe(CO)
5
dibuat oleh Mond (Prancis)pada tahun 1890.
Yang trmasuk senyawa-senyawa golongan ini adalah:
a. Senyawa-senyawa berisi alkil seperti: [(CO)
5
MnCH
3
]
b. Senyawa-senyawa berisi aril seperti:
[P{(C
2
H
5
)
3
}
2
Pt(C
6
H
5
)
2
]
c. Senyawa-senyawa berisi ikatan antara logam karbon
d. Senyawa-senyawa olefin
Logam dalam senyawa ini biasanya mempunyai bilangan
oksidasi sangat rendah. Pembuatannya biasanya dilakukan
dalam pelarut bukan air seperti : diglime
[(CH
3
OCH
2
CH
2
)
2
O], tetrahidrofuran dan dietil eter.

a. Pembuatan Metal Karbonil

Mond mula-mula membuat zat ini dari gas CO
dengan logam yang halus:

Dari nomor atom efektif
dapat dijelaskan bahwa:
a. Atom- atom dengan
nomor atom genap
membentuk karbonil-
karbonil monomer seperti
: Cr(CO)
6
; Fe(CO)
5
dan
Ni(CO)
4
.
b.Atom- atom dengan
nomor atom ganjil
membentuk karbonil-
karbonil dimer, seperti:
Mn2(CO)10 dan Co
2
(CO)
8


V(CO)
6
adalah satu -
satunya kompleks
karbonil monomer yang
tidak memenuhi nomor
atom efektif. zat ini dibuat
pada tahun 1959, berupa
zat hitam, paramagnetik
dan terurai pada 70
0
C.
Pada reduksi dengan Na
terbentuk V(CO)
6
yang
mempunyai EAN sebesar
36
Logam karbomil biasanya dibuat dengan
reduksi garamnya dengan adanya CO pada
tekanan tinggi. Beberapa reduktor telah
didapatkan untuk maksud ini.
Reduktor lain yang aktif, misalnya Al dan
garam-garam organik dari logam aktif, seperti
C
2
H
5
MgBr dan C
5
H
5
iFe(CO)
5
mudah dibuat
dan zat ini dapat dipakai sebagai reduktor,
kadang-kadang zat ini juga dipakai baik
sebagai reduktor: Gas CO sendiri juga berupa
reduktor, kadang-kadang zat ini juga dipakai
baik sebagai reduktor ataupun ligand.

b. Pembuatan senyawa Logam ol efi n
Pada tahun 1827 W.C Zeise, ahli farmasi dari Spanyol mendapatkan
bahwa reaksi C
2
H
4
dengan [PtCl
4
]
2
dalam Cl menghasilkan senyawa yang
berisi platina dan etilen dengan rumus :

[PtCl
4
]
2-
+ C
2
H
4
[PtCl
3
C
2
H
4
]4- + Cl
-
(I) orange

2[PtCl
4
]
2-
+ 2C
2
H
4
[PtCl
4
(C
2
H
4
)
2
] + 4Cl
-

(ii) rose
Ikatan disini terjadi karena overlap orbital logam yang kosong dengan
orbital dari etilen yang isi. stabilitas bertambah karena adanya ikatan
dari orbital logam yang isi dengan orbital * dari etilennya.
Pt
Cl
Cl
Cl
C
C
H H
H H
(i)
Cl
Cl
Cl
Cl
Cl Pt
Pt
C
C
C
C H H
H
H
H H
H H
(ii)






(a) (b)
Gambar (a) ikatan dimana orbital molekul dari alefin overlap dengan orbital
logu; ikatan dimana OM alefelin oferlap dengan orbital d dari logu

M
C
C
M
C
C
c. Pembuatan Senyawa Senwich
Sejak tahun 1950 telah banyak di buat senyawa-senyawa logam transisi dimana atom
logam terdapat sebagai daging diantara dua senyawa organik yang datar seakan-akan
berupa roti slice dalam molekul yang berbentuk senwich. Senyawa yang paling stabil
berisi anion siklopentadine. Contohnya Fe(C
5
H
5
)
2











Reaksi anion siklopentadine yang terjadi dalam Ferrosene
Fe
+ CH
3
COOl
-

AlCl
3
CS
2

Fe
C
O
CH
3
Sedangkan senyawa- senyawa Fe (C
5
H
5
)
2
dan Cr(C
6
H
6
)
2
dibuat menurut
reaksi
FeCl
2
+ 2C
8
H
5
Na (C
5
H
5
) Fe + 2 NaCl
hijau orange
3 CrCl
3
+ 2Al +AlCl
3
+6C
6
H
6
3[(C
6
H
6
)
2
Cr]+[AlCl
4
]-
kuning




(C
6
H
6
) Cr +SO
3
2-
K >< [ C
6
H
6
) Cr]+ClO
coklat kuning
Eter
ClO
4-


d. Pembuatan Senyawa-senyawa berikatan
logam-karbon
Adanya ligand-ligan seperti CO, C
5
H
5,
dan fosfine pada senyawa-senyawa logam
transisi menunjukan kemungkinan adanya senyawa organometalik
Ikatan logam-logam sering dibuat dengan reaksi metatesa dengan salah satu
hasilnya berupa senyawa organometalik dan lainnya garam sederhana.
(CO)
5
Mn Na+ CH
3
I (CO)
5
Mn CH
3
+ Na I
Tidak berwarna Tidak berwarna

Cis [ { P(C
2
H
5
)
3
}
2
PtBr
2
] + 2CH
3
MgBr



cis [ { P(C
2
H
5
)
3
}
2
Pt(CH
3
)
2
] + 2 MgBr
2

Eter

H Mn CO
5
+ C
2
F
4
HCF
2
CF
2
Mn (CO)
5
Tidak berwarna Tidak berwarna




Fe(CO)
5
+ F
3
C CF F
3
CCF Fe (CO)
4
kuning ungu

pentan
25
benzen
45
SEKIAN DAN
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai