Anda di halaman 1dari 31

Topik ke-3:

CIRI DAN ARAH AKHLAK


1










Oleh:

Nama : MARIA ULFAH NIM : 1211204194

kel 2 /Jur PBI /Kls B/smt VII


Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
UIN SGD Bandung 2014
1. Ciri-ciri Akhlak
a. Pangkalnya disengaja
1) Makna disengaja, niat,
2) Sumber niat
3) Kekuatan dan Pendorong Niat
b. Prosesnya terbiasa
1) Pembentukan kebiasaan dan sistem syaraf
2) Sifat dan kekuatan kebiasaan
3) Mengubah kebiasaan
c. Eksistensinya mewarnai perbuatan lain
Mewarnai perbuatan ibadah dan khilafah
Artinya, ...
Contohnya, ...
2. Arah Akhlak
a. Akhlak terhadap Khalik
Akhlak di saat menunjukkan penghambaan dan kekhalifahan
Artinya, ...
Contohnya, ...
b. Akhlak terhadap Makhluk
1) Akhlak thd sesama manusia
a) Akhlak thd diri sendiri: menunjukkan kemandirian pola hidup:
b) Akhlak thd diri orang lain: Menunjukkan kepedulian,
- menghargai, menghormati, menyayangi, bersimpatik, berempatik, 5-S.
- Ukhuwah islamiyah, Ukhuwah insaniyah, Ukhuwah wathaniyah
- Akhlak terhadap orang tua, keluarga, tetangga, sejawat, orang lain
2) Akhlak thd alam sekitar
a) Akhlak thd lingkungan: merawat kebersihan, ketertiban, keindahan lingkungan
b) Akhlak thd kepemilikan: merawat hewan, tumbuhan, benda.
2
Topik ke-3:
CIRI DAN ARAH AKHLAK










1. Ciri-ciri Akhlak
a. Pangkalnya disengaja
1) Makna disengaja
niat, kehendak, keinginan, azam, raghbah,
setiap amal itu dengan niat, dan setiap orang itu
tergantung kepada apa yang diniatkannya
(Munafaqahmalaihi)



















3











2) Sumber niat

Niat ini muncul berdasarkan keinginan-keinginan yang dirasakan,
kemudian bimbang dan mempertimbangkannya, dan berikutnya satu
keinginan menenangkan keinginan lainnya. Inilah yang disebut dengan
niat. Setiap keinginan itu mengikuti keadaan jiwanya. Keadaan jiwa itu
disebut dengan alam keinginan.

Alam keinginan nan sangat di pengaruhi oleh potensi diri, kondisi saat
itu, tradisi sosial masyarakat atau nasihat yang mewarnai pikirannya.
Keinginan yang menang itu adalah keinginan yang alamnya lebih kuat
mekipun bukan keinginannya yang lebih kuat.
Keinginan yang menang itu disebut raghbah, kemudian muncul azam
atau niat berbuat. Azam inilah yang disebut dengan niat, yaitu niat untuk
berbuat






















4















3) Kekuatan, Pendorong Niat (motivasi berbuat)

Niat merupakan penggerak segala perbuatan manusia, membangunkan kekuatan
sifat-sifat manusia. niat menggerakkan kemahiran menggunakan alat, kemahiran
bekerja, kekuatan berpikir, menunaikan kewajiban. Niat itu bisa menjadi
pendorong berbuat dan bisa pula menjadi penolak berbuat. Makanya ia menjadi
pangkal kebaikan, keburukan, kemuliaan, kehinaan, kejujuran, kedustaan,
kekuatan dan kelemahan. Niat mendorong kekuatan manusia jalan tertentu. Niat
yang baik memunculkan karya yang baik, itulah kebaikan.
Pendorong niat itu memiliki arti yaitu:
- Sesuatu yang mendorong kita untuk niat misalnya, seorang memukul anaknya,
itu berarti pendorongnya adalah rasa marah, marahnya itu mendorong untuk
memukul anaknya, ini untuk kepuasan sendiri.
-Sesuatu menarik kita untuk niat, misalnya seorang memukul anaknya, itu berarti
penariknya adalah rasa jera. Ia memukul anaknya ia agar menariknya pada rasa
jera dari berbuat sesuatuu kesalahan dan ini untuk kepentingan yang
bersangkutan.























5













b. Prosesnya terbiasa
1) Pembentukan kebiasaan dan sistem syaraf

. Sebagai perbuatan itu bisa menjadi suatu kebiasaan ini dibentuk oleh tiga hal yaitu:
1) Adanya rasa menyukai pada perbuatan itu.
2) Adanya Wujud Pebuatan Itu
3) Adanya pengulangan yang berlanjut pada keduanya.
1) Pembentukan kebiasaan dan sistem syaraf.


Suatu perangakat yang sangat halus di dalam tubuh, yang menghubungkan otak dengan alat perasa,
peraba, penglihatan, pencium dan sebagainya, itu disebut urat saraf. Segala apapun yang dilakukan
manusia itu senantiasa berkenan dengan urat syaraf yang memberi sinyal ke otak. Sifat urat syaraf itu
dapat menerima perubahan.
























6
























2) Sifat dan kekuatan kebiasaan


Kebiasaan berpikir dan bertidak kita di masa lalu itu akan mewarnai
pemikiran dan perbuatan kita dimasa kini. Bentuk kebiasaan yang baik
ataupun kebiasaan yang buruk dimana kecil akan mewarnai kebiasaan
kita dimasa kini. Jika terbiasa bangun jam tiga pagi akan terbiasa
kebiasaan itu hingga kini dan jika kebiasaan bangun pagi jam enam akan
terbawa jika akan terbawa pula kebiasaan itu dan akan sulit untuk
diubah. Lazimnya, orang tua suka menolak ide-ide atau temuan-temuan
yang baru, karena pikiran mereka sudah tercetak oleh pikiran tertentu
yang lama, akan tetapi bagi angkatan muda akan relative mudah untuk
menerim ide-ide baru karena belum membiasakan tercetak oleh pola
tertentu dalam pikirannya. Seperti


























7























3) Mengubah kebiasaan


Untuk mementuk kebiasaan kita harus ada keinginan pada sesuatu,
memualai melakukannya, kemudia dilatihkan, dibiasakan melakukannya
berkali-kali. Untuk mengubah kebiasaan yang buruk, dapat diperhatikan
hal-hal berikut:
-Berniat yang kuat untuk yang mengubahnya dengan niat melakukan hal
yang sebaliknya.
-mulai membiasakan hal yang baru dan konsisten dengan kbiasaan itu,
tidak melakukan kekecualian


























8









c. Eksistensinya mewarnai perbuatan lain
Mewarnai perbuatan ibadah dan khilafah
Artinya,
Eksistensi akhlak atau keberadaan akhlak itu senantiasa mewarnai setiap
gerak langkah, tindakan seseorang atau sekelompok orang.

Berlandaskan aqidah yang benar, maka sikap yang ihsan itu mewarnai
perbuatan kepatuhandalam beribadah dan berkarya dalam berkhlaifah.
Terbiasa berbuat yang terbaik.

Contohnya,

1)Ihsan dalam beribadah: bersyahadat, bersalat, berzakat, berpuasa,
berhaji, berdzikir, berdoa, bermunajat dan bertaubat.
2) Ihsan dalam berkhalifah, ihsan dalam menjalankan profesi:
Sebagai akademis, professional, teknisi, dan tukang. Profesi, ahli kode
etik, jenjang pendidikan, organisasi profesi, khazanah, teori keilmuan.












9








Skema dan contoh soal































10
CIRI-CIRI DAN ARAH AKHLAK CIRI-CIRI AKHLAK
PANGKAL DISENGAJA
NIAT
KEHENDAK
KEKUATAN KEHENDAK
PENDORONG BERBUAT
PROSES TERBIASA
EKSISTENSI
1. a) Bagaimana kiat untuk mendorong kehendak yang lemah? b) Bagimana
ahklak terhadap nonmuslim? Apakah bom di Solo termasuk perbuatan
baik atau buruk?
Jawab : a) Kehendak lemah itu adalah akibat kurang maksimalnya usaha
yang dilakukan untuk meraih kehendak tersebut. Untuk mendorongnya
harus dipaksakan agar menjadi suatu kebiasaan dan kehendak lemah
itupun akan hilang dengan sendirinya. b) Mengenai akhlak terhadap non
muslim, Rasul telah menjelaskan bahwa kita harus bermuamalah yang
baik terhadap sesama manusia termasuk non muslim karena mereka juga
manusia terlepas dari apapun keyakinan yang mereka anut. Dengan
demikian, peristiwa pemboman di Solo pun merupakan perbuatan yang
salah dan termasuk pembunuhan.

2. Jelaskan mengenai akhlak yang pangkalanya sengaja?
Jawab : Ciri akhlak yang pangkalnya sengaja itu berawal dari kehendak
yang kemudian sering dilakukan yang pada akhirnya menjadi terbiasa.
Ketiga ciri akhlak tersebut tidak bsa dipisahkan satu sama lain karena pada
prosesnya semuanya kontinu. Jika salah satu hilang maka tidak bisa
disebut akhlak.

2. Arah Akhlak
a. Akhlak terhadap Khalik
Akhlak di saat menunjukkan penghambaan dan kekhalifahan
b. Akhlak terhadap Makhluk
1) Akhlak terhadap sesama manusia
a) Akhlak terhadap diri sendiri
b) Akhlak terhadap diri orang lain
2) Akhlak terhadap alam sekitar
a) Akhlak thd lingkungan
b) Akhlak thd benda


12
1) Berakhlak terpuji saat menunjukkan penghambaan kpd Allah Taala
Konsisten merendah di saat patuh beribadah kepada-Nya
a) Berakhlak terpuji di saat zikrullah
Artinya, Orang yang memiliki keimanan yang kokoh akan merasakan kerinduan yang sangat kuat
kepada Allah. Bila kita selalu merindukan-Nya, Dia pun akan merindukan kita. Dzikrullah adalah
ekspresi kerinduan kepada Allah swt. Mengingat Allah (Zikrullah) adalah asas dari setiap ibadah
kepada Allah SWT. karena pertanda hubungan antara hamba dan pencipta pada sitiap saat dan
tempat
Contohnya, .......................................................................................................................
.........................................................................................
b) Berakhlak terpuji di saat mendirikan ibadah salat
Artinya, .............................................................................................................................
.........................................................................................
Contohnya, ........................................................................................................................
.........................................................................................
c) Berakhlak terpuji di saat menunaikan ibadah zakat
Artinya, ..............................................................................................................................
.........................................................................................
Contohnya, ........................................................................................................................
.........................................................................................
13
a. Akhlak terhadap Khalik
d) Berakhlak terpuji di saat menunaikan ibadah puasa
Artinya, .................................................................................................................................
....................................................................................
Contohnya, ...........................................................................................................................
....................................................................................
e) Berakhlak terpuji di saat menunaikan ibadah haji
Artinya, .................................................................................................................................
....................................................................................
Contohnya, ...........................................................................................................................
...................................................................................
f) Berakhlak terpuji di saat menunaikan ibadah lainnya
Artinya, .................................................................................................................................
....................................................................................
Contohnya, ............................................................................................................................
....................................................................................

14
2) Berakhlak terpuji saat menunjukkan kekhalifahan

15
Mencontoh sifat-sifat-Nya di saat memimpin umat
a) Berakhlak terpuji di saat memimpin diri sendiri
Optimis mencontoh sifat-sifat-Nya dalam dirinya
Artinya,
......................................................................................................................

.................................................................................................................................
..
Contohnya,
................................................................................................................

.................................................................................................................................
..

.................................................................................................................................
..

.................................................................................................................................
..

.................................................................................................................................
..
b) Berakhlak terpuji di saat memimpin umat
Optimis mencontoh sifat-sifat-Nya dalam diri umat
Artinya,
....................................................................................................................

.................................................................................................................................
.
Contohnya,
................................................................................................................

.................................................................................................................................
..
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
b. Akhlak terhadap Makhluk
1) Akhlak terhadap sesama manusia
(a) Akhlak terhadap diri sendiri
(b) Akhlak terhadap diri orang lain

2) Akhlak terhadap alam sekitar
(a) Akhlak terhadap hewan
(b) Akhlak terhadap tumbuhan
(c) Akhlak terhadap benda
16
1) Akhlak terhadap Manusia
(a) Akhlak terhadap diri sendiri
Berlandaskan iman yang benar, akhlak terhadap
diri sendiri diwujudkan dlm bentuk menunjukkan
pola hidupnya yang unggul, yang bercirikan:
(1) ikhlas,
(2) sabar,
(3) syukur,
(4) tawakal
(5) santun
17
(1) Ikhlas
Ikhlas menurut bahasa berasal dari bahasa
arab khalasa artinya bersih, jernih, murni dan tidak
bercampur. Sedangkan menurut istilah ikhlas adalah
semata mata mengharap ridha allah.
Menurut sayyid sabiq ikhlas adalah Seseorang
berkata, beramal dan berjihad mencari ridha allah,
tampa mempertimbangkan harta, pangkat, status,
popularitas, kemajuan atau kemunduran, supaya dia
dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan amal dan
kerendahan akhlaknya serta dapat berhubungan
langsung dengan Allah SWT .
Dalilnya FIRMAN ALLAH QS: al-Anam: 162
Artinya:
Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku
hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam. (Q.S. al-
Anam: 162)

18
Contoh Ikhlas

Dzikron selalu membantu guru mengambil dan
mengembalikan buku di perpustakaan madrasah,
itu semua dilakukan tanpa ada keluhan dan juga
tanpa mengharap pujian dari teman-teman dan
gurunya
Contohnya seorang pedagang, setelah ia luruskan
motivasinya dan berusaha secara profesional lalu
setelah berhasil mendapatkan kekayaan untuk apa
kekayaan itu dimanfaatkan ? apakah hanya sekadar
untuk memuaskan hawa nafsu? Apakah dia
belanjakan hartanya untuk kebaikan atau
kemaksiatan? hal inilah yang menentukan
keikhlasannya.
19
(2) Sabar
Secara Harfiah, sabar berarti tabah hati, sedangkan
menurut istilah adalah menahan diri dari segala sesuatu
yang tidak disukai karena mengharapkan ridho dari Allah
swt. Menurut Zun al-Nun al-Mishri, sabar adalah
menjauhkan diri dari hal-hal yang bertentangan dengan
kehendak Allah, tetapi tetap tenang ketika menghadapi
cobaan, dan menampakkan sikap cukup walaupun
sebenarnya berada dalam kefakiran dalam bidang
ekonomi.
Menurut Ibn Atha, sabar adalah tetap tabah dalam
menghadapi cobaan dengan sikap yang baik. Sedangkan
sabar menurut Ibn Usman al-Hairi adalah orang yang
mampu memasung dirinya atas segala sesuatu apa yang
kurang menyenangkan. Dikalangan para sufi sabar
diartikan sabar dalam menjalankan perintah Allah dan
menerima segala cobaan yang dtang dari Nya dan tidak
menunggu datangnya pertolongan.

20
(3) Syukur
Syukur secara bahasa berarti berterima kasih,
sedangkan menurut istilah adalah berterima
kasih kepada allah swt dan pengakuan yang tulus
atas nikmat dan kurnianya melalui ucapan, sikap
dan perbuatan.nikmat dan kurnia allah banyak
macamnya ada nikmat yang terdapat dalam diri
sendiri dan ada juga yang terdapat di luar diri
sendiri,ada nikmat yang bersifat jasmani dan ada
pula yang bersifat rohani.
Nikmat allah yang bersifat jasmani dan
terdapat dalam diri manusia seperti panca indra,
bentuk dan susunan tubuh manusia.nikmat yang
berbentuk rohani seperti roh, akal.

21
(4) Tawakal
Secara harfiah (bahasa), Tawakal berarti menyerahkan
diri. Secara istilah, menurut Harun Nasution tawakal
adalah menyerahkan diri kita kepada qada dan
keputusan dari Allah SWT. Sedangkan menurut
Hamdun al-Qashshar tawakal adalah selalu
berpegang teguh kepada Allah. Tawakal adalah
membebaskan hati dari segala ketergantungan
kepada yang selain dari Allah dan menyerahkan
segala sesuatu kepadanya.
22
(b) Akhlak terhadap diri orang lain
Berlandaskan iman yang benar, akhlak terhadap diri
orang lain diwujudkan dalam bentuk menunjukkan
sikap peduli, simpati, empati, 5S (Salam-Senyum-Sapa-
Sopan-Santun):
(1) Ukhuwah Islamiyah, Insaniyah, wathaniyah
(2) Kepada orang yang lebih tinggi, sejawat, lebih
rendah.
(3) Kepada orang tua, keluarga, tetangga,


23
(1) Ukhuwah Islamiyah, Insaniyah, wathaniyah
1. Ukhuwah Islamiyah, yaitu ukhuwah yang
bersifat Islami atau yang diajarkan Islam.
2. Ukhuwah Insaniyah (basyariyyah), yaitu dalam
arti seluruh umat manusia adalah saudara karena
mereka berasal dari seorang ayah dan ibu.
3. Ukhuwah Wathaniyah, yaitu persaudaraan
dalam keturunan dan kebangsaan
24
(2) Kepada orang yang lebih tinggi, sejawat, lebih
rendah.
25
(3) Kepada orang tua, keluarga, tetangga,
26
2) Akhlak terhadap alam sekitar
Berlandaskan iman yang benar, akhlak terhadap alam sekitar
diwujudkan dalam bentuk menunjukkan rasa kepedulian sesuai
dengan tujuan penciptaannya
(a) Akhlak terhadap lingkungan, merawat fasilitas umum:
(b) Akhlak terhadap kepemilikan, merawat hewan, tumbuhan,
benda





27
(a) Akhlak terhadap lingkungan
Merawat fasilitas umum: ketertiban, kebersihan, keindahan lingkungan

28
(b) Akhlak terhadap kepemilikan
Merawat kepemilikan: hewan, tumbuhan, benda, kekayaan.









29
Skema dan contoh soal

30
Catatan Persoalan

31