Anda di halaman 1dari 48

TUJUAN KOMPETENSI KKD II TEKHNOLOGI PENDIDIKAN:

Mahasiswa mampu menyusun silabus melalui salah satu desain


pembelajaran : Dick and Carey, dan ADDIE.
Mahasiswa mampu menyusun strategi pembelajaran melalui silabus.

Isi Makalah:
Sekilas Kurikulum Institusi Perguruan Tinggi yang dirancang.
Teori Instructional Design Dick and Carey.
Menyusun silabus menurut Model Pembelajaran Dick and Carey
Undan-Undang Standar Silabus Indonesia.
Teori-teori tentang adaptasi model pembelajaran Dick and Carey terhadap
kurikulum pendidikan perguruan tinggi.
Format Silabus sesuai dengan teori yang di sajikan.


Instructional Design Dick & Carey
(Model Pembelajaran Dick & Carey)

Salah satu model desain pembelajaran (instructional design) yang paling
banyak dipakai di dunia pendidikan adalah Systems Approach Model atau yang
biasa dikenal sebagai Dick & Carey Model.
Model pengembangan Dick & Carey terdiri atas sepuluh langkah, yaitu :
analisis kebutuhan,
analisis pembelajaran,
analisis pembelajar dan konteks,
Tujuan umum dan khusus,
mengembangkan instrumen,
mengembangkan strategi pembelajaran,
mengembangkan dan memilih bahan ajar,
merancang dan melakukan evaluasi formatif,
revisi, dan
evaluasi sumatif








Desain Pembelajaran Model Dick dan Carey

Dick & Carey Model

Komponen utama dari model tersebut adalah sbb:
1. Mengidentifikasi sasaran pembelajaran, dimana sasaran mencakup
ketrampilan, pengetahuan atau perilaku yang diharapkan akan dikuasai
oleh pembelajar.
2. Melaksanakan analisis pembelajaran, dimana harus diketahui apa yang
harus dikuasai oleh pembelajar agar ybs dapat melaksanakan suatu tugas
tertentu.
3. Menganalisis pembelajar dan konteks, yaitu mengidentifikasi karakteristik
umum dari peserta termasuk ketrampilan yang dikuasai sebelumya,
pengalaman sebelumnya, demografi dasar; mengidentifikasi karakteristik
yang berhubungan langsung dengan ketrampilan yang akan diajarkan; dan
melakukan analisis prestasi dan pengaturan setting pembelajaran.
4. Menuliskan sasaran kinerja, dimana sasaran meliputi deskripsi dari
perilaku, kondisi dan kriteria, yaitu komponen dari sasaran yang akan
dipakai untuk menilai prestasi sang pembelajar.
5. Mengembangkan instrumen assessment, yakni tujuan dari tes perilaku
awal, tujuan pretest dan post test, mengidentifikasi kemampuan awal
pembelajar sebelum menerima pembelajaran, penyediaan dokumentasi
dari kemajuan belajar, dll.
6. Mengembangkan strategi pembelajaran, seperti aktivitas pra pembelajaran,
materi presentasi, partisipasi pembelajar, assessment, dll.
7. Mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, termasuk pemilihan
media untuk menyampaikan materi, kebutuhan pengembangan materi
baru, peran guru dalam penyampaian materi, dll.
8. Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif terhadap pembelajaran,
dimana desainer pembelajaran berusaha mengidentifikasi hal-hal
berkenaan materi pembelajaran yang memerlukan perbaikan.
9. Merevisi pembelajaran, yaitu mengidentifikasi item-item tes yang tidak
baik dan mengidentifikasi pembelajaran yang menyebabkannya.
10. Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif, yakni untuk mengukur
keefektifan pembelajaran secara keseluruhan.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ada keterkaitan antara
kurikulum, silabus, dan rancangan program pembelajaran(RPP). Kami
melampirkan sedikit pemaparan kurikulum institusi pendidikan yang kami
rancang beberapa minggu lalu. Gunanya agar kita dapat bersama melihat
kesinambungan dalam pembuatan silabus nantinya.

Kompetensi utama yang merupakan penjabaran Standar Kompetensi Bidan
Indonesia sehingga lulusan DIII Kebidanan memperoleh ijin praktek dan
mampu melaksanakan tugasnya sebagai bidan ahli madya kebidanan di
Indonesia sesuai tugas dan wewenang.
Kompetensi institusional DIII Kebidanan agar lulusan DIII Kebidanan dapat
bersaing dalam memenuhi kebutuhan pengguna jasa bidan, antara lain:
1. Meningkatkan moral, etika serta Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa.
2. Mampu melakukan pendekatan psikososial, budaya dan agama terhadap
klien dalam melakukan pelayanan.
3. Berjiwa wirausaha serta memiliki kemampuan promosi dan pemasaran.
4. Menguasai teknologi informasi dan komunikasi serta bahasa inggris dan
memanfaatkannya dalam praktik kebidanan
5. Memiliki jiwa kepemimpinan sehingga mampu menjadi agen perubahan
dan pencerahan.
6. Memiliki sifat kreatif, inovatif, integritas tinggi dan terbuka sehingga
mampu terus beradaptasi terhadap perubahan dan permasalahan di
masyarakat.
7. Memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi terhadap profesi kebidanan.

Langkah Penyusunan Silabus menurut Model Pembelajaran Dick and Carey
1. Need Assesment
Adalah alat untuk mengidentifikasi tujuan pembelajaran. Batasan tujuan dapat
dilihat dari standar kompetensi, kebutuhan kurikulum, kesulitan belajar,
karakteristik pebelajar, dan lain-lain.


Needs Assesment untuk pembuatan silabus kami:
Bidan mampu melaksanakan tugasnya sebagai bidan ahli madya kebidanan di
Indonesia sesuai tugas dan wewenang.

2. Analyze Learners (Melakukan analisis pembelajaran)
Setelah mengetahui tujuan pembelajaran, pembelajar hendaknya menentukan
jenis pembelajaran yang dikehendaki oleh pebelajar.
Jenis pembelajaran :
SCL (Student Centered Learning), Skills Lab, ceramah, tanya jawab

3. Analyze Learners and Context (Mengidentifikasi perilaku awal dan
karakteristik)
Berdasarkan identifikasi ini maka dirancang sebuah mata kuliah yang
mendukung mahasiswa mencapai kompetensi yaitu mengadakan
Mata kuliah : Asuhan Kebidanan I
KKD : 7
jumlah Pertemuan : 28
Alokasi waktu : 50 menit/pertemuan
Semester/ : IV/
jenjang : D III
dosen : Sinar Purba, S.ST, M.Keb
Standar Kompetensi : Memberikan asuhan antenatal bermutu tinggi untuk
mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan.

4. Write Performance Activities (Merumuskan tujuan pembelajaran)
Atas dasar analisis pembelajaran dan keterangan tentang tingkah laku
masukan, pembelajar menyusun pernyataan spesifik tentang keterampilan
yang akan dimiliki oleh pebelajar setelah menyelesaikan proses pembelajaran.
Tujuan mata kuliah
Mahasiswa mampu :
Menjelaskan konsep dasar kehamilan
Menjelaskan proses kehamilan
Menjelaskan perubahan, ketidaknyamanan, dan adaptasi fisiologis,
psikologis ibu hamil
Mampu menjelaskan dan melakukan diagnosis kehamilan
Menjelaskan tanda-tanda bahaya kehamilan
Memberikan penyuluhan tentang perilaku kesehatan selama hamil,
termasuk nutrisi dan latihan (senam hamil)
Menjelaskan format pengkajian asuhan kebidanan pada ibu hamil
5. Develop Assessment Instrument (Mengembangkan butir tes acuan kriteria)
Berdasarkan tujuan khusus dan kompetensi dasar yang telah dirumuskan,
pembelajar menyusun butir-butir penilaian yang sejajar yang dapat mengukur
kemampuan pebelajar untuk mencapai apa yang dicantumkan dalam
kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran.

Dalam hal ini, kegiatan pembelajaran yang dilakukan meliputi :
Kompetensi Dasar Indikator Penilaian
Menjelaskan konsep dasar
kehamilan
a) Mampu menjelaskan filosofi, prinsip pokok, tujuan dan standar
asuhan kehamilan
b) Mampu menjelaskan hak wanita hamil, peran dan tanggung
jawab bidan, isu terkini dan evidence based asuhan kehamilan

Menjelaskan proses
kehamilan
a) Mampu menjelaskan anatomi fisiologi organ reporoduksi
b) Mampu menjelaskan proses konsepsi dan pertumbuhan dan
perkembangan

Menjelaskan perubahan,
ketidaknyamanan, dan
adaptasi fisiologis,
psikologis ibu hamil
a) Mampu menjelaskan perubahan anatomi dan adaptasi fisiologis
pada ibu hamil trimester I,II,III
b) Mampu menjelaskan ketidaknyamanan ibu hamil TM I, II, III

Mampu menjelaskan
dan melakukan
diagnosis kehamilan
a) Mampu menjelaskan tentang anamnesis terhadap ibu hamil
b) Mampu menjelaskan tentang imunisasi yang diperlukan ibu
hamil
c) Mampu menjelaskan pemeriksaan fisik menyeluruh terhadap ibi
hamil dan melakukan penilakaian terhadap keadaan janin
d) Mampu melakukan tentang anamnesis terhadap ibu hamil
e) Mampu melakukan tentang imunisasi yang diperlukan ibu hamil
f) Mampu melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh terhadap ibi hamil
dan melakukan penilakaian terhadap keadaan janin
Mampu menjelaskan
tanda-tanda bahaya
kehamilan
Mampu menjelaskan tanda-tanda bahaya kehamilan
Mampu melakukan konseling dan penyuluhan tanda bahaya
kehamilan

Memberikan
penyuluhan tentang
perilaku kesehatan
selama hamil, termasuk
nutrisi dan latihan
(senam hamil)
Mampu menjelaskan pola hidup sehat ibu hamil serta nutrisi yang
diperlukan ibu hamil
Mampu memahami langkah langkah senam hamil
Mampu melakukan konseling tentang pola hidup sehat dan nutrisi
yang diperlukan ibu selama hamil
Mampu mempraktekkan senam hamil
Menjelaskan format
pengkajian asuhan
kebidanan pada ibu
hamil
Mampu menjelaskan format asuhan kebidanan pada ibu hamil
Mampu membuat format asuhan kebidanan pada ibu hamil



6. Develop Instructional Strategy (Mengembangkan strategi pembelajaran)
Dengan adanya keterangan-keterangan dari langkah-langkah sebelumnya,
pembelajar harus memulai mengenali strategi yang akan digunakan dalam
pembelajaran dan menentukan media yang cocok untuk digunakan dalam
mencapai tujuan akhir.
Strategi pembelajaran :
Problem Based Learning
Evidence Based Learning
Clinical Skills Lab
Ceramah, diskusi, tanya jawab.
Praktikum

7. Develop & Select Instructional Material
(Mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran)
Langkah ini didasarkan atas strategi pembelajaran, kegiatan mengembangkan
dan memilih bahan pembelajaran meliputi buku petunjuk siswa, bahan ajar,
tes, dan buku pegangan pembelajaran. Sumber belajar :
Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan; Jakarta. Balai Pustaka
Varney, Hellen. 1997. Sinopsis Obstetri;
Hani, Ummi. Kusbandiyah, Jiarti. Marjati. Yulifah, Rita.2010. Asuhan
Kebidanan Pada Kehamilan Fisiologis. Jakarta: Salemba Medika
Video konsepsi

8. Design and conduct formative Evaluations
(Merancang dan melakukan evaluasi formatif)
Kegiatan ini adalah melakukan serangkaian penilaian dengan maksud
mengumpulkan data yang digunakan untuk mengidentifikasi teknik-teknik
dalam menyempurnakan rencana pembelajaran.
Evaluasi Formatif dan bobot persentase penilaian silabus kami:
Tanya jawab di akhir mata kuliah 30%
Penugasan mandiri 20%
Penyusunan Makalah Kelompok 10%
Presentasi dan diskusi kelompok 20%
Responsi Praktek Lb Skill 20%

9. Revise Instruction (Merevisi pembelajaran)
Data dari penilaian formatif dianalisis sebagai usaha untuk mengenali
kesulitan-kesulitan yang dialami pebelajar dalam mencapai tujuan dan untuk
menghubungkan kesulitan-kesulitan tersebut dengan kekurangan tertentu
dalam proses pembelajaran.

10. Design and Conduct Sumative and Evaluations (Melakukan evaluasi
sumatif)
Langkah ini mempunyai arti mengadakan tindakan penilaian secara
keseluruhan yang dimulai dari pertemuan pertama sampai dengan yang
terakhir. Melakukan evaluasi sumatif bisa dilakukan dengan cara evaluasi
OSCA, laporan, ujian responsi, praktikum, observasi, maupun ujian tertulis
seperti lazimnya.
Memenuhi hal ini, kami merancang contoh-contoh soal untuk materi evaluasi
OSCA.

Tes Evaluasi Sumatif Untuk Kompetensi Askeb

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi di
Indonesia, Teori model pembelajaran di atas kemudian diadaptasi, dan
hasilnya dituangkan dalam perundang-undangan Indonesia melalui
Permendiknas RI Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses yang
menyatakan bahwa silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat
identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD),
materi pembelajaran/tema pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi,
penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
Berdasarkan undang-undang Permendiknas RI Nomor 41 Tahun 2007
tersebut, berikut kami lampirkan dua langkah perumusan silabus dari dua sumber
belajar yang berbeda. Namun tetap mengacu pada dasar model pembelajaran yang
sering digunakan, kemudian diadaptasi sesuai dengan kebutuhan pendidikan.
Dalam hal ini, kita tentu akan membicarakan bagaimana merancang silabus yang
benar pada sebuah pendidikan perguruan tinggi.

BAB I
PENDAHULUAN

Dalam usaha untuk menyelenggarakan pendidikan dan kurikulum terutama di
Perguruan Tinggi ada beberapa hal pokok yang harus diperhatikan antara lain:
a) Pendidikan tidak pernah diselenggarakan dalam keadaan hampa, dalam arti
bahwa pengaruh lingkungan dimana usaha pendidikan diselenggarakan turut
menentukan segala sesuatu dalam pendidikan tersebut.
b). Pendidikan berorientasi ke depan, karena pendidikan pada dasarnya adalah
proses dimana mahasiswa dipersiapkan untuk menghadapi kehidupan di
kemudian hari dalam peranan yang lebih bertanggung jawab.
c). Pendidikan tidak bias dipisahkan dari hasrat, arah perkembangan dan nilai
hidup masyarakat.
d). Pendidikan sebagai suatu proses yang sadar tujuan, menyangkut keadaan awal
dan akhir dapat juga dilihat sebagai suatu proses transisi.
Dengan demikian, maka keberhasilan dalam proses belajar mengajar diperlukan
adanya suatu ketetapan dan ketepatan dalam menentukan perangkat rencana dan
pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang akan digunakan
untuk mengajar sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan belajar
mengajar. Hal ini dapat terlepas dari para dosen yang secara langsung ikut
menentukan keberhasilan proses belajar mengajar, terutama dalam penentuan
pembuatan silabus. Untuk itu diperlukan suatu pedoman yang benar dalam
penulisan penyusunan silabus.

1.1 Dasar Penyusunan Silabus
Pengajaran akan berhasil apabila direncanakan terlebih dahulu dengan cermat,
teliti, dan sistematis dari semua faktor- faktor yang terkait, yaitu tujuan
belajar, siapa yang belajar, materi yang akan di bahas, bagaimana cara
penyajiannya dan media penunjang yang akan digunakan, sumber belajar serta
bagaimana cara mengevaluasinya. Oleh karena itu dalam pengajaran perlu
disusun suatu kurikulum. Yang yang dimaksud dengan Kurikulum pendidikan
tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun
bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar- mengajar di
perguruan tinggi". Hal ini berarti bahwa kurikulum bukan hanya sebagai
dokumen yang memuat tujuan dan Garis Besar Program Pengajaran (GBPP),
tetapi harus diterjemahkan secara relevan dalam bentuk proses belajar-
mengajar, yang secara operasional sangat dipengaruhi oleh kemampuan
Dosen dalam menyusun suatu Silabus.

1.2 Fungsi Silabus
Satuan Acara Perkuliahan berfungsi sebagai pedoman kerja dalam
melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah
dirumuskan, yaitu :
a) Preventif
Mencegah Dosen dari melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan yang
telah ditentukan dalam kurikulum.
b) Korektif
Satuan Acara Perkuliahan berfungsi sebagai rambu-rambu yang harus
ditaati dan sebagai pedoman dalam melaksanakan pendidikan.
c) Konstruktif
Satuan Acara Perkuliahan memberikan arah secara rinci bagi pelaksanaan
dan pengembangan pendidikan yang mengacu pada kurikulum.

1.3 Prinsip Penyusunan Silabus
Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pembuatan Satuan Acara
Perkuliahan:
Relevansi
Relevan dengan lingkungan hidup peserta (mahasiswa).
Relevan dengan perkembangan kehidupan masa sekarang dan masa
yang akan datang (kemajuan IPTEK).
Relevan dengan tuntutan dunia kerja.
Efektifitas
Efektif mengajar bagi Dosen.
Efektif belajar bagi mahasiswa.
Efisiensi:
Efisien dalam pendidikan berarti efisien dalam : waktu, biaya,
penggunaan tenaga dan peralatan.
Kontinuitas:
Satuan Acara Perkuliahan memiliki saling hubungan antara materi
Pokok Bahasan/Sub Pokok Bahasan, satu dengan yang lainnya.
Komprehensif:
Semua kegiatan dan komponen dalam Satuan Acara Perkuliahan
merupakan satu kesatuan yang berinteraksi dan berinterfungsi secara
terpadu dan harmonis dalam rangka mencapai tujuan pengajaran yang
telah dirumuskan.
Flexibilitas:
Satuan Acara Perkuliahan tidak boleh kaku, harus luwes, dapat
bertindak dan mempunyai keleluasaan bergerak yang disebabkan oleh
situasi dan kondisi yang tiba-tiba berubah atau sangat diperlukan adanya
suatu perubahan.





1. Identitas Mata Kuliah
Identitas mata kuliah dapat meliputi: nama mata kuliah atau blok mata
kuliah, kode mata kuliah, bobot mata kuliah, semester , dan mata kuliah
prasyarat jika
ada.
2. Standar Kompetensi (SK)
Standar Kompetensi adalah seperangkat kompetensi yang dibakukan
sebagai hasil belajar materi pokok tertentu dalam satuan Pendidikan,
merupakan kompetensi bidang pengembangan dan materi pokok per satuan
pendidikan per satu kelas yang harus dicapai peserta didik selama satu
semester.
3. Kompetensi Dasar (KD)
Kompetensi Dasar adalah rincian kompetensi dalam setiap aspek materi
pokok yang harus dilatihkan kepada peserta didik sehingga kompetensi dapat
diukur dan diamati. Kompetensi Dasar sebaiknya selalu dilakukan perbaikan
dan pengayaan guna memenuhi keinginan pasar.
4. Indikator
Indikator merupakan wujud dari KD yang lebih spesifik, yang merupakan
cerminan dari kemampuan peserta didik dalam suatu tahapan pencapaian
pengalaman belajar yang telah dilalui. Bila serangkaian indikator dalam suatu
kompetensi dasar sudah dapat dicapai peserta didik, berarti target KD tersebut
sudah terpenuhi.
5. Pengalaman belajar
Pengalaman belajar merupakan kegiatan fisik maupun mental yang
dilakukan oleh peserta didik dalam berinteraksi dengan bahan ajar.
Pengalaman belajar dikembangkan untuk mencapai KD melalui strategi
pembelajaran. Dengan melakukan pengalaman belajar yang tepat mahasiswa
diharapkan dapat mencapai dan mempunyai kemampuan kognitif, psikomorik,
dan afektif yang sekaligus telah mengintegrasikan kecakapan hidup (life skill).
Oleh karenanya yang membedakan antara perguruan tinggi satu dengan yang
lain tercermin pada perbedaan pengalaman belajar yang diperoleh mahasiswa.
6. Materi pokok
Bagian struktur keilmuan suatu bahan kajian yang dapat berupa
pengertian, konsep, gugus isi atau konteks, proses, bidang ajar, dan
keterampilan.
7. Waktu
Merupakan lama waktu dalam menit yang dibutuhkan peserta didik
mampu menguasi KD yang telah ditetapkan.
8. Sumber pustaka
Sumber pustaka adalah kumpulan dari referensi yang dirujuk atau yang
dianjurkan, sebagai sumber informasi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
9. Penilaian
Penilaian ini berarti serangkaian kegiatan untuk memperoleh,
menganalisis, dan menafsirkan informasi; dan kemudian menggunakan
informasi tersebut untuk pengambilan keputusan.
Dengan adanya berbagai rumusan komponen silabus mata kuliah, maka
Lembaga Pengembangan Pendidikan Universitas Sebelas Maret (LPP UNS)
berupaya dan berusaha untuk dapat menyusun matrik silabus mata kuliah atau
blok mata kuliah dengan komponen-komponen silabus yang tersusun dalam suatu
format seperti terlampir dalam panduan ini.


III. CARA PENYUSUNAN SILABUS
Adapun langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan dalam penyusunan silabus
suatu mata kuliah atau blok mata kuliah, sebagai berikut:
1. Identifikasi Mata Kuliah atau Blok Mata Kuliah
Tuliskan identitas Program studi, nama mata kuliah atau blok mata
kuliah, kode mata kuliah, bobot SKS, semester, dan mata kuliah prasyarat
bila ada (bersumber pada kurikulum yang sudah ada).
2. Perumusan Standar Kompetensi (SK)
Rumuskan Standar Kompetensi (SK) dari setiap mata kuliah yang
didasarkan pada tujuan akhir dari mata kuliah tersebut. Tuliskan dengan
kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang meliputi aspek
kognitif, afektif, dan psikomotorik (lihat pada lampiran daftar kata kerja
operasional).
3. Perumusan Kompetensi Dasar (KD)
a. Jabarkan SK yang telah dirumuskan menjadi beberapa KD untuk
memudahkan pencapaian dan pengukukurannya. Tuliskan dengan kata
kerja operasional seperti pada SK yang meliputi aspek kognitif,
afektif, dan psikomotorik. Bila perlu gunakan kata kerja yang paling
tinggi tingkatannya dalam ranah yang terkait.
b. Bilamana perlu dan masih dianggap relevan, dapat menambahkan
beberapa KD lagi.
4. Perumusan Indikator
Tuliskan indikator dengan kata kerja operasional, yang merupakan
penjabaran dari KD. Kata kerja operasional pada rumusan indikator dapat
dirinci sesuai dengan kegiatan yang dilakukan dan dapat ditulis secara
terpisah antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Perlu diketahui
bahwa sangatlah mungkin untuk mencapai satu KD dapat dicapai dengan
beberapa indikator.
5. Penentuan Materi Pokok
Materi pokok adalah pokok/sub pokok bahasan, merupakan materi
bahan ajar yang dibutuhkan peserta didik untuk mencapai KD yang telah
ditentukan dengan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. Prinsip relevansi, artinya ada kesesuaian antara uraian materi pokok
dengan KD yang ingin dicapai.
b. Prinsip konsistensi, artinya ada keajegan antara materi pokok dan
uraian materi pokok dengan KD dan SK.
c. Prinsip edukasi, artinya adanya kecukupan materi yang diberikan
untuk mencapai KD.Keseluruhan materi pokok yang dijabarkan dari
setiap KD, perlu dibuat bagan alur agar runtut dan sistematis dalam
pembelajaran.
6. Pemilihan Pengalaman Belajar
Tuliskan pengalaman belajar dengan kata kerja operasional yang
dapat diamati dan diukur dengan mudah. Pengalaman belajar merupakan
rangkaian kegiatan
yang harus dilakukan mahasiswa secara berurutan untuk mencapai KD.
a. Sebaiknya penentuan urutan langkah pembelajaran diperhatikan,
terlebih untuk materi bahasan yang memerlukan prasyarat tertentu.
b. Sebaiknya urutan langkah pembelajaran disusun berdasarkan
pendekatan yang bersifat spiral, dari mudah ke yang lebih sukar, dari
kongkrit ke yang abstrak, dari yang sederhana ke yang lebih kompleks,
dan sebaiknya urutan pembelajarannya terstruktur.
c. Sebaiknya rumusan pengalaman belajar memberi inspirasi terhadap
metode pembelajaran atau metode mengajar.
7. Alokasi Waktu
Tuliskan perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai satu
KD, dengan mempertimbangkan: tingkat kesukaran materi, cakupan
materi, frekuensi penggunaan materi, tingkat pentingnya materi yang
dipelajari, serta cara penyampaian materi (meliputi kegiatan Tatap muka
(T), Praktek (P), Lapangan/ Klinis ( L/K ) dengan ketentuan: T : P : L/K =
1 : 2 : 3). Artinya bobot 1 SKS apabila dilakukan dengan tatap muka
dilaksanakan dengan waktu 60, untuk Praktek diperlukan waktu 2x 60,
dan bila melalui lapangan/klinis (L/K) perlu waktu 3x 60
8. Sumber/Bahan/Alat
Buatlah analisis kebutuhan terhadap sumber pembelajaran, alat dan
bahan yang akan digunakan (didasarkan pada relevansi, konsistensi, dan
edukuasi). Penulisan sumber pustaka berdasarkan kaidah atau aturan yang
telah diakui secara umum. Adapun yang dimaksud: a) sumber adalah
buku-buku rujukan atau referensi berupa buku teks, jurnal, laporan
penelitian atau bahan ajar lainnya; b) alat dan bahan adalah peralatan dan
bahan-bahan yang digunakan untuk membelajarkan peserta didik agar SK,
KD, indikator-indikator, dan pengalaman belajar yang telah direncanakan
dapat berhasil dicapai (didasarkan pada 3E: Ekonomis, Efisien, dan
Efektif).
9. Penilaian
Tentukan teknik penilaian yang dapat digunakan untuk mencapai
KD. Sebaiknya penyusunan alat penilaian didasarkan pada indikator
indikator yang telah dirumuskan, sehingga alat penilaian tersebut betul-
betul mengukur apa yang seharusnya diukur. Alat penilaian dapat berupa
tes lisan atau tertulis, chek list tagihan yang dapat berupa laporan, resume
materi dan lain-lain.


BAB II
PENYUSUNAN SILABUS


2.1 LANGKAH PERSIAPAN :
1. Mempelajari kurikulum yang meliputi:
a. Mata kuliah yang diajarkan.
b. No. Kode Mata kuliah
c. Tujuan kurikuler, untuk dijabarkan menjadi Tujuan Instruksional Umum
(TIU) dan dijabarkan lagi menjadi Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
dalam satuan acara perkuliahan.
d. Diskripsi Mata kuliah, untukdijabarkan menjadi Pokok Bahasan.
e. Buku Sumber yang menunjang Pokok-pokok Bahasan.
2. Mempersiapkan Format Silabus Format Silabus dapat dibuat dengan bentuk
kolom-kolom memanjang horizontal atau tidak dalam bentuk kolom, tetapi
memanjang kebawah.
3. Penyusunan Silabus
a. Mata Kuliah yang diajarkan.
b. Kode Mata Kuliah sesuai pada kurikulum.
c. Bobot Mata Kuliah sesuai pada kurikulum, yang menjadi acuan pembagi
dalam mingguan.
d. Deskripsi Mata Kuliah sesuai pada kurikulum, yang selanjutnya akan
dijabarkan dalam Pokok-pokok Bahasan.

Komponen Silabus :
1. Pokok Bahasan merupakan penjabaran dari Diskripsi mata kuliah yang
relevan dengan tujuan kurikuler.
2. Tujuan merupakan penjabaran Tujuan Kurikuler yang relevan dengan
Pokok Bahasan.
3. Materi merupakan uraian dari Pokok Bahasan yang relevan dengan
Tujuan.
4. Sumber merupakan buku yang dipakai sebagai sumber bahan pengajaran
meliputi: judul buku, penulis/pengarang,penerbit, tahun terbit, bab dan
halaman.

2.2 CONTOH SILABUS

Contoh: 1. KEWARGANEGARAAN

Kode Mata Kuliah : PP000206
S K S : 2
Status : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian



TUJUAN
Agar mahasiswa mempunyai pengertian dan kesadaran HANKAMNAS di
lingkungan mereka, dan diharapkan para mahasiswa mempunyai pengetahuan
untuk bersifat kritis dan efektif guna dapat menghadapi dan mengetahui
masalah yang ada hubungannya dengan ketahanan nasional. Selain itu,
mahasiswa diharapkan mempunyai gambaran kedudukan mata kuliah dasar
umum yang meliputi pengetahuan tentang Wawasan Nusantara, mempunyai
pengetahuan tentang politik dan strategi nasional, politik dan strategi
HANKAMNAS dan sistem HANKAMRATA, serta untuk memperluas cara
berpikir mahasiswa sebagai kader perjuangan bangsa.

MATERI POKOK BAHASAN
1. Wawasan Nusantara,
2. Ketahanan Nasional,
3. Politik Strategi Nasional,
4. Politik Strategi HANKAMNAS,
5. Sistem HANKAMRATA.

PUSTAKA
1) A. Muchji, dan Neltje F. K., Seri Diktat Kuliah Kewiraan
, Gunadarma, 1992.
2) Lemhanas : Kewiraan untuk mahasiswa, Penerbit PT Gramedia, Jakarta.
3) Ketetapan-ketetapan MPR 1973-1978-1983
4) Buku Modul Kewiraan, Universitas Terbuka, Jakarta

Contoh : 2. TEKNIK PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR

Kode Mata Kuliah : IT011231
S K S : (2 sks)
Status : Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan

TUJUAN
Memahami konsep bahasa pemrograman terstruktur dan mampu membuat
program aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman terstruktur.

MATERI POKOK BAHASAN
1. Teori model bahasa pemrograman.
2. Karakteristik teknik pemrograman terstruktur.
3. Deklarasi dan abstraksi model data.
4. Pendeklarasian dan pendefinisian procedure.
5.Pembuatan program aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman
COBOL




DAFTAR PUSTAKA

D. Suryadi. HS. 1993. Pengantar Pemrograman Bahasa C Seri Diktat Kuliah.
Gunadarma.

Johnsonbough, Richard and Martin Kalin. Application Programming in ANSI C

Daniel D. Mc Cracken. 1983. A Guide to COBOL Programming. New York :
John Willey.

Hendra G., Edi B. 1985. COBOL: Struktur Umum dan Pemrograman. Bandung :
Ganesa Exact.

Keith L. A. Budde. 1987. Structure Programming Concepts. Mc Graw Hill.

Indrayatini B. 2001. Pemrograman Terstruktur. Yogyakarta : J&J Learning.

C:\Users\OWNER ACER\Documents\File PDF\silabus.pdf
Wikipedia. Instructional
Design. http://en.wikipedia.org/wiki/Instructional_design University ofMichigan.
Dick and Carey Model. http://www.umich.edu/~ed626/Dick_Carey/dc.html

(Sumber Referensi= http://lpp.uns.ac.id/wp-content/media/PANDUAN-
SILABUS-DAN-RPP_2.pdf)

C:\Users\OWNER ACER\Documents\File PDF\PANDUAN-SILABUS-DAN-
RPP_2.pdf



Berdasarkan teori dan contoh-contoh di atas, kami pun mengembangkan
silabus melalui kurikulum rancangan institusi pendidikan perguruan tinggi
kelompok kami yang dipresentasikan minggu lalu, maka kami pun menyusun
silabus seperti di bawah ini:





KURIKULUM PENDIDIKAN
DIII KEBIDANAN
Disusun untuk memenuhi tugas Teknologi Pendidikan


Disusun Oleh :
1. Arfiani Nur R1113005
2. Dian Kustiyaningrum R1113023
3. Fitri Annisa R1113029
4. Lusi Yunita Sari R1113043
5. Nana Apriliani R1113049
6. Noviyanti Diah R1113053
7. Ria Suciati R1113065
8. Rosaning Harum R1113071
9. Sinar Yunita R1113077
10. Siti Suryati R1113079





PROGRAM STUDI DIV BIDAN PENDIDIK
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2013



SILABUS ASKEB I ( KEHAMILAN )
SILABUS

Mata kuliah : Asuhan kebidanan 1 ( kehamilan )
Semester : II
Beban studi : 2 SKS (T=1; P=1)
Prasyarat : Lulus semua MK semester 1
Jumlah Pertemuan : 13 minggu
Standar kompetensi : Memberikan asuhan antenatal bermutu tinggi, untuk
mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan.

Deskripsi Mata Kuliah :
Mata kuliah Asuhan Kebidanan 1 (Kehamilan) ini memberikan
kemampuan kepada mahasiswa untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu
hamil normal dengan bantuan didasari konsep-konsep, sikap dan keterampilan
serta hasil evidence-based dalam praktik antenatal yang menggunakan pendekatan
manajemen kebidanan dengan pokok-pokok bahasan konsep terjadinya
kehamilan, adaptasi fisiologi dan psikologi ibu hamil, faktor-faktor yang
mempengaruhi ibu hamil, kebutuhan ibu hamil, asuhan ibu hamil pada kunjungan
awal dan kunjungan ulang, deteksi terhadap komplikasi ibu dan janin serta
pendokumentasiannya.

Tujuan Mata Kuliah :
Mahasiswa Mampu :
Menjelaskan konsep dasar kehamilan
Menjelaskan proses kehamilan
Menjelaskan perubahan, ketidaknyamanan, dan adaptasi fisiologis, psikologis
ibu hamil
Mampu menjelaskan dan melakukan diagnosis kehamilan
Menjelaskan tanda-tanda bahaya kehamilan
Memberikan penyuluhan tentang perilaku kesehatan selama hamil, termasuk
nutrisi dan latihan (senam hamil)
Menjelaskan format pengkajian asuhan kebidanan pada ibu hamil

Evaluasi
UKD : 35%
Penugasan : 15%
Presentasi/diskusi : 15%
Responsi : 35%
Pertemuan Kompet
ensi
Dasar
Indikator Pengalaman
belajar
Materi Pokok Metode Penilaian Waktu Sumber
Belajar
I Menjela
skan
konsep
dasar
kehamil
an

a) Mampu
menjelaska
n filosofi,
prinsip
pokok,
tujuan dan
standar
asuhan
kehamilan

Mengkaji dan
membahas
dengan belajar
mandiri, diskusi
kelompok dan
diskusi kelas
Konsep dasar
kehamilan:
Filosofi asuhan
kehamilan
Lingkup asuhan
kehamilan
Prinsip pokok
asuhan kehamilan
Tujuan asuhan
kehamilan
Standar asuhan
kehamilan
Ceramah
Diskusi
Tanya
Jawab

Tanya jawab
di akhir
pembelajaran
100 menit A,B,C
II b) Mampu
menjelaska
n hak
wanita
hamil,
peran dan
tanggung
jawab
bidan, isu
terkini dan
evidence
based
asuhan
kehamilan
Mengkaji dan
membahas
dengan belajar
mandiri, diskusi
kelompok dan
diskusi kelas
Hak-hak wanita
hamil
Peran dan tanggung
jawab bidan dalam
asuhan kehamilan
Isu terkini dalam
asuhan kehamilan
Evidence based
dalam asuhan
kehamilan
Ceramah
Diskusi
Tanya
Jawab

Tugas
penyusuna
n makalah
presentasi
100 menit A,B,C
III Menjela
skan
proses
kehamil
an
a) Mampu
menjelaska
n anatomi
fisiologi
organ
reporoduksi
Mengkaji dan
membahas
dengan belajar
mandiri, diskusi
kelompok dan
diskusi kelas
Anatomi organ
reproduksi wanita
Fisiologi organ
reproduksi wanita
Ceramah
Diskusi
Tanya
Jawab

Tanya jawab
di akhir
pembelajaran

100 menit A,B,C
IV b) Mampu
menjelaska
n proses
konsepsi
dan
pertumbuha
n dan
perkemban
gan
Mengkaji dan
membahas
dengan belajar
mandiri, diskusi
kelompok dan
diskusi kelas
Proses konsepsi
Pertumbuhan dan
perkembangan
janin TM I, II, III
Ceramah
Diskusi
Tanya
Jawab

Tugas
penyusuna
n makala
presentasi
100 menit A,B,C
UKD I
V Menjela
skan
perubah
an,
ketidak
nyaman
an, dan
adaptasi
fisiolog
a) Mampu
menjelaska
n
perubahan
anatomi
dan
adaptasi
fisiologis
pada ibu
Mengkaji dan
membahas
dengan belajar
mandiri, diskusi
kelompok dan
diskusi kelas
Perubahan anatomi dan
fisiologi :
Sistem reproduksi
Perubahan
metabolic
Ketidaknyamanan ibu
hamil :
Trimester I
Trimester II
Ceramah
Diskusi
Tanya
Jawab

Tugas
penyusuna
n makala
Presentasi
100 menit A,B,C
is,
psikolo
gis ibu
hamil
hamil
trimester
I,II,III
b) Mampu
menjelaska
n
ketidaknya
manan ibu
hamil TM
I, II, III

b)
Trimester III
VI c) Mampu
menjelaska
n
psikologis
pada ibu
hamil
Mengkaji dan
membahas
dengan belajar
mandiri, diskusi
kelompok dan
diskusi kelas
Adapatsi psikologi
maternal :
Trimester I
Trimester II
Trimester III
Ceramah
Diskusi
Tanya
Jawab

Tugas
penyusuna
n makala
presentasi
100 menit A,B,C
VII Mampu
menjela
skan
dan
melaku
kan
diagnos
is
kehamil
an
a) Mampu
menjelaska
n tentang
anamnesis
terhadap
ibu hamil
b) Mampu
menjelaska
n tentang
imunisasi
yang
diperlukan
ibu hamil
c) Mampu
menjelaska
n
pemeriksaa
n fisik
menyeluruh
terhadap ibi
hamil dan
melakukan
penilakaian
terhadap
keadaan
janin

Mengkaji dan
membahas
dengan belajar
mandiri, diskusi
kelompok dan
diskusi kelas
Anamnesis ibu hamil:
Identitas
Riwayat kesehatan
ibu dan keluarga
Riwayat kehamilan
Imunisasi yang
dibutuhkan ibu hamil
serta tata cara dan
prasyarat pemberian
imuisasi serta
pelaksanaan imunisasi.
Pemeriksaan fisik ibu
hamil :
Head to Toe
(Termasuk TTV dan
leopold)
Pemeriksaan DJJ

Ceramah
Diskusi
Tanya
Jawab

Tanya jawab
di akhir
pembelajaran

100 menit A,B,C
VIII a) Mampu
melakukan
tentang
anamnesis
terhadap
ibu hamil
b) Mampu
melakukan
a) Role play
tentang
anamnesis
pada ibu
hamil
b) Praktek
pemberian
imunisasi
Anamnesis ibu hamil:
Identitas
Riwayat kesehatan
ibu dan keluarga
Riwayat kehamilan
Imunisasi yang
dibutuhkan ibu hamil
serta tata cara dan
Lab
Class dan
Role play
Responsi
100 menit A,B,C
tentang
imunisasi
yang
diperlukan
ibu hamil
c) Mampu
melakukan
pemeriksaa
n fisik
menyeluruh
terhadap ibi
hamil dan
melakukan
penilakaian
terhadap
keadaan
janin
yang
diperlukan
ibu hamil
c) Praktek
pemeriksaan
fisik
menyeluruh
ibu hamil
termasuk DJJ
prasyarat pemberian
imuisasi serta
pelaksanaan imunisasi.
Pemeriksaan fisik ibu
hamil :
Head to Toe
(Termasuk TTV dan
leopold)
Pemeriksaan DJJ

UKD II
IX Mampu
menjela
skan
tanda-
tanda
bahaya
kehamil
an
a) Mampu
menjel
askan
tanda-
tanda
bahaya
kehami
lan:


Mengkaji dan
membahas
dengan belajar
mandiri, diskusi
kelompok dan
diskusi kelas
Tanda bahaya
kehamilan muda :
Perdarahan
pervagina
Hipertensi
Nyeri perut
Tanda bahaya
kehamilan lanjut :
Perdarahan
pervagina
Sakit kepala yang
hebat
Penglihatan kabur
Bengka pada muka,
tangan, kaki
Keluar cairan
pervaginam
Gerakan janin tidak
terasa
Ceramah
Diskusi
Tanya
Jawab

Tugas
penyusuna
n makala
presentasi
100 menit A,B,C
X b) Mampu
melaku
kan
konseli
ng dan
penyul
uhan
tanda
bahaya
kehami
lan

Role play
pemberian
penyuluhan
tanda bahaya
kehamilan
Tanda bahaya
kehamilan muda :
Perdarahan
pervagina
Hipertensi
Nyeri perut
Tanda bahaya
kehamilan lanjut :
Perdarahan
pervagina
Sakit kepala yang
hebat
Penglihatan kabur
Bengka pada muka,
tangan, kaki
Keluar cairan
pervaginam
Role play


Tanya jawab
di akhir
pembelajaran

100 menit A,B,C










Gerakan janin tidak
terasa
XI Membe
rikan
penyulu
han
tentang
perilaku
kesehat
an
selama
hamil,
termasu
k nutrisi
dan
latihan
(senam
hamil)
a) Mampu
menjelaskan
pola hidup
sehat ibu
hamil serta
nutrisi yang
diperlukan
ibu hamil
b) Mampu
memahami
langkah
langkah
senam hamil
Mengkaji dan
membahas
dengan belajar
mandiri, diskusi
kelompok dan
diskusi kelas
Perilaku kesehatan ibu
selama hamil :
Pola hidup sehat ibu
hamil
Nutrisi ibu hamil
antara lain kalori,
protein, kalsium, zat
besi, asam folat

Langkah langkah
senam hamil
Ceramah
Diskusi
Tanya
Jawab

Tugas
penyusuna
n makala
presentasi
100 menit A,B,C
XII c) Mampu
melakukan
konseling
tentang pola
hidup sehat
dan nutrisi
yang
diperlukan
ibu selama
hamil
d) Mampu
mempraktekk
an senam
hamil
Role play
konseling pola
hidup sehat dan
nutrisi ibu hamil
Praktek senam
hamil
Perilaku kesehatan ibu
selama hamil :
Pola hidup sehat ibu
hamil
Nutrisi ibu hamil
antara lain kalori,
protein, kalsium, zat
besi, asam folat

Langkah langkah
senam hamil
Role play

Lab class

Tanya jawab
di akhir
pembelajaran

100 menit A,B,C
XIII Menjela
skan
format
pengkaj
ian
asuhan
kebidan
an pada
ibu
hamil
a) Mampu
menjelaska
n format
asuhan
kebidanan
pada ibu
hamil
b) Mampu
membuat
format
asuhan
kebidanan
pada ibu
hamil
Mengkaji dan
membahas
dengan belajar
mandiri, diskusi
kelompok dan
diskusi kelas
Format pengkajian
asuhan kebidanan pada
ibu hamil :
Subjektif
Objektif
Assesment
Penatalaksanaan
Catatan
Perkembangan
Ceramah
Diskusi
Tanya
Jawab
Tugas
penyusuna
n makala
presentasi
100 menit A,B,C
UKD III
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

1. IDENTITAS MATA KULIAH

Nama Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan Kehamilan
Kode Mata Kuliah : Bd.213
Beban Study : 4 SKS (T=1, P=1)
NamaDosen :

2. TUJUAN MATA KULIAH
Setelah menyelesaikan mata kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu
mengetahui tentang pemberian asuhan antenatal bermutu tinggi, untuk
mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan, antara lain :
Menjelaskan konsep dasar kehamilan
Menjelaskan proses kehamilan
Menjelaskan perubahan, ketidaknyamanan, dan adaptasi fisiologis,
psikologis ibu hamil
Mampu menjelaskan dan melakukan diagnosis kehamilan
Menjelaskan tanda-tanda bahaya kehamilan
Memberikan penyuluhan tentang perilaku kesehatan selama hamil,
termasuk nutrisi dan latihan (senam hamil)
Menjelaskan format pengkajian asuhan kebidanan pada ibu hamil

3. STANDAR KOMPETENSI
Mahasiswa mampu memberikan asuhan antenatal bermutu tinggi, untuk
mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan..

4. MATERI POKOK
Perubahan, ketidaknyamanan serta kebutuhan fisiologis ibu hamil
trimester I, II dan III

5. PERTEMUAN
Minggu ke-IV

6. MATRIK RPP
Kompet
ensiDas
ar / Sub
kompete
nsi
Indikator/Kriteri
a
Penilaian/TIK
Materi
Pokok
Aspek
Kompete
nsi
Waktu
(menit
)

Metod
e

Media

Evalu
asi
Sumber rujukan
K A P
1 2
3 4 5 6 7 8 9 10s 10
Setelah
mengikut
i
pembelaj
aran ini,
mahasis
wa
diharapk
an
mampu
menjelas
kan
perubah
an,
ketidakn
yamanan
, serta
kebutuha
n
fisiologis
ibu
hamil.
Mahasiswa
mampu :
1. Mengetahu
i
perubahan
anatomi
fisiologis
ibu hamil
trimester I,
II dan III
2. Mengetahu
i
ketidaknya
manan ibu
hamil
trimester I,
II dan III
3. Mengetahu
i kebutuhan
fisiologis
ibu hamil
trimester I,
II dan III
4. Memahami
perubahan
anatomi
fisiologis
ibu hamil
trimester I,
II dan III
5. Memahami
ketidaknya
manan ibu
hamil
trimester I,
II dan III

6. Memahami
kebutuhan
fisiologis
ibu hamil
trimester I,
II dan III
7. Mengidentif
ikasi
perubahan
anatomi
Perubahan
anatomi dan
fisiogi :
Siste
m
reprod
uksi
Perub
ahan
metab
olik



Ketidakn
yamanan
ibu hamil
:
TM 1
TM II
TM
III





























T :
2x50
menit
P:
2x50m
enit

Cera
mah
Tanya
jawab
Disku
si
Clinic
al
Skills
Lab
Prakti
kum

W-
Board
LCD&
Lapto
p
Speak
er
Hand
out
Phanto
m

Form
atif :
Tanya
jawab
:
Pretes
t dan
post
test


Prawirohardjo,
sarwono. 2010,
Ilmu Kebidanan
Jakarta : Balai
Pustaka
Varney.
1997.Sinopsis
Obstetri,
Hani, Ummi.
Kusbandiyah,
Jiarti. Marjati.
Yulifah, Rita.2010.
Asuhan Kebidanan
Pada Kehamilan
Fisiologis. Jakarta:
Salemba Medika

fisiologis
ketidaknya
manan dan
kebutuhan
fisiologis
ibu hamil
trimester I,
II dan III

7. LANGKAH PEMBELAJARAN
LANGKAH KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan Perkenalan
Persepsi / menanyakan tentang materi yang akan
dibahas untuk mengukur pengetahuan mahasiswa
Menjelaskan tujuan pembelajaran dan kompetensi
yang akan dicapai
Menjelaskan strategi dalam proses pembelajaran
10 menit
Inti Menyampaikan materi belajar sesuai dengan pokok
bahasan secara sistematis dan menarik
Memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk
bertanya
Memberikan umpanbalik atas pertanyaan yang
disampaikan
Memfasilitasi interaksi / diskusi antara mahasiswa
dalam memahami materi yang telah disampaikan
Menciptakan suasana belajar yang telah disiapkan
Memfasilitasi mahasiswa yang mengalami kesulitan
dalam pembelajaran sesuai materi
70 menit
Penutup Merangkum atau menyimpulkan materi
pembelajaran
Melakukan penilaian terhadap kecapaian tujuan
pembelajaran atau merefleksikan kegiatan belajar
yang telah dilaksanakan
20 menit
Memberikan penugasan
Menyampaikan rencana pembelajaran yang akan
datang



DAFTAR PUSTAKA

Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Balai Pustaka.

Varney, Hellen. 1997. Sinopsis Obstetri.

Hani, Ummi. Kusbandiyah, Jiarti. Marjati. Yulifah, Rita. 2010. Asuhan
Kebidanan pada Kehamilan Fisiologis. Jakarta: Salemba Medika.



MODUL
Langkah penyusunan modul pembelajaran :
Sesuai dengan Kompetensi 3 yang tercantum dalam Standar Profesi Bidan
menurut keputusan Menteri Kesehatan Nomor 369/MENKES/SK/III/2007.
Bidan memberikan asuhan antenatal bermutu tinggi untuk mengoptimalkan
kesehatan selama kehamilan yang meliputi deteksi dini, pengobatan atau rujukan
dari komplikasi tertentu.
1. Kompetensi dasar yang dapat dicapai dengan satu unit pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan mampu
menjelaskan perubahan, ketidaknyamanan, serta kebutuhan
fisiologis ibu hamil.

2. Tujuan pembelajaran untuk suatu modul
Mahasiswa mampu :
1. Mengetahui perubahan anatomi fisiologis ibu hamil trimester I, II dan
III
2. Mengetahui ketidaknyamanan ibu hamil trimester I, II dan III
3. Mengetahui kebutuhan fisiologis ibu hamil trimester I, II dan III
4. Memahami perubahan anatomi fisiologis ibu hamil trimester I, II dan
III
5. Memahami ketidaknyamanan ibu hamil trimester I, II dan III
6. Memahami kebutuhan fisiologis ibu hamil trimester I, II dan III
7. Mengidentifikasi perubahan anatomi fisiologis ketidaknyamanan dan
8. kebutuhan fisiologis ibu hamil trimester I, II dan III

3. Karakteristik pebelajar :
1. Self Instructional
Peserta didik mampu membelajarkan diri sendiri, tidak tergantung
pada pihak lain.
2. Self Contained
Seluruh materi pembelajran dari satu standar kompetensi terdapat di
dalam modul secara utuh.
3. Stand Alone
Mandiri
4. Adaptif
Mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi yang ada
5. User Friendy
Peserta didik mudah memahami penyampaian isi modul




4. Learning outcomes (uraian dari tujuan pembelajaran modul)
Capaian pembelajaran :
a. Perubahan anatomi dan fisiologi TM I,II,III
- Sistem Reproduksi
- Sistem hormonal
- Sistem pencernaan
- Sistem perkemihan
- Muskuluskeletal
- Kardiovaskuler
- Integumen
b. Ketidaknyamaan ibu hamil
Trimester I :
- Nyeri payudara
- Leukorea
- Peningkatan frekuensi kencing
- Morning sickness
- Kelelahan
- Ginggifitis
- Pusing
Trimester II :
- Nyeri ulu hati
- Odem
- Kram
- Perubahan kulit
- Pusing
Trimester III :
- Peningkatan cairan vagina
- Odem
- Sesak nafas
- Varises
- Merasa kepanasan
- Konstipasi
- kontraksi perut
- Sering kencing
- Insomnia
c. Perubahan dan adaptasi psikologi

5. Contents pembelajaran :
5.1 Perubahan Anatomi dan Fisiologi Trimester I, II , III
a. Sistem Reproduksi
Vagina dan Vulva
Hormon estrogen mempengaruhi sistem reproduksi
sehingga terjadi peningkatan vaskularisasi dan hiperemia pada
vagina dan vulva. Peningkatan vaskularisasi menyebabkan
warna kebiruan pada vagina yang disebut dengan tanda
Chadwick. Perubahan pada dinding vagina meliputi
peningkatan ketebalan mukosa, pelunakan jaringan
penyambung, dan hipertrofi otot polos. Akibat peregangan otot
polos menyebabkan vagina menjadi lebih lunak. Perubahan
yang lain adalah peningkatan sekret vagina dan mukosa vagina
memetabolisme glikogen. Metabolisme ini terjadi akibat
pengaruh hormon estrogen. Peningkatan laktobasilus
menyebabkan metabolisme meningkat. Hasil metabolisme
(glikogen) menyebabkan pH menjadi lebih asam (5,2 6).
Keasaman vagina berguna untuk mengontrol pertumbuhan
bakteri patogen.
Servik
Perubahan servik merupakan akibat pengaruh hormon
estrogen sehingga menyebabkan massa dan kandungan air
meningkat. Peningkatan vaskularisasi dan edema, hiperplasia
dan hipertrofi kelenjar servik menyebabkan servik menjadi
lunak (tanda Goodell) dan servik berwarna kebiruan tanda
Chadwick. Akibat pelunakan isthmus maka terjadi antefleksi
uterus berlebihan pada 3 bulan pertama kehamilan.
Uterus
Pertumbuhan uterus dimulai setelah implantasi dengan
proses hiperplasia dan hipertrofi sel. Hal ini terjadi akibat
pengaruh hormon estrogen dan progesteron. Penyebab
pembesaran uterus antara lain:
- Peningkatan vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah;
- Hiperplasia dan hipertrofi, dan
- Perkembangan desidua
Uterus bertambah berat sekitar 70 1100 gram selama
kehamilan. Ukuran uterus mencapai umur kehamilan aterm
adalah 30 x 25 x 20 cm dengan kapasitas > 4000 cc. Perubahan
bentuk dan posisi uterus antara lain: bulan pertama uterus
berbentuk seperti alpukat, 4 bulan berbentuk bulat, akhir
kehamilan berbentuk bujur telur. Rahim yang tidak hamil/
rahim normal sebesar telur ayam, pada umur 2 bulan
kehamilan sebesar telur bebek dan umur 3 bulan kehamilan
sebesar telur angsa.
Selama kehamilan, dinding-dinding otot rahim menjadi
kuat dan elastis. Fundus pada servik mudah fleksi disebut
tanda Mc Donald. Korpus uteri dan servik melunak dan
membesar pasca umur kehailan minggu ke 8 yang disebut
tanda Hegar. Sedangkan posisi rahim pada awal kehamilan
adalah antefleksi atau retrofleksi, pada umur kehamilan 4
bulan kehamilan rahim berada dalam rongga pelvis dan
setelahnya memasuki rongga perut.
Tinggi fundus uteri selama kehamilan:
Umur Kehamilan Tinggi Fundus Uteri
12 minggu 3 jari di atas simpisis
20 minggu 3 jari di bawah pusat
24 minggu Setinggi pusat
28 minggu 3 jari di atas pusat
32 minggu Pertengahan pusat dengan prosessus
xifoideus
36 minggu Setinggi prosessus xifoideus
40 minggu 2 jari di bawah prosessus xifoideus
Ovarium
Selama kehamilan ovulasi berhenti. Pada awal kehamilan
masih terdapat korpus luteum graviditatum dengan diameter
sebesar 3 cm. Pasca plasenta terbentuk, korpus luteum
gravidatum mengecil dan korpus luteum mengeluarkan
hormon estrogen dan progesteron.

b. Sistem Hormonal
Kelenjar Hipofise
Saat hamil sekresi FSH & LH menurun sedang sekresi
ACTH, TIROTROPIN, HORMON MELANOSIT &
PROLAKTIN meningkat. Kadar prolktin meningkat sampai
minggu ke 30 kemudian melambat sampai genap bulan.
Prolaktin merupakan faktor yang menyebabkan penurunan
FSH dan LH sampai level rendah pada minggu ke 8.
Kelenjar Adrenal
Kortikosteroid total meningkat secara progresif sampai genap
bulan
Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid membesar selama kehamilan kadang sampai 2
kali normal. Pembesaran tejadi karena penumpukan koloid
yang disebabkan penuruna kadar yodium dalam plasma akibat
dari meningkatnya kemampuan ginjal saat kehailan untuk
mensekresi unsur ini. Esterogen merangsang peningkatan
sekresi thyroxin binding globulin.

c. Sistem Pencernaan
Trimester I
Pada bulan-bulan pertama kehamilan, terdapat perasaan
enek ( nausea ). Hal ini mungkin dikarenakan kadar hormon
estrogen yang meningkat. Tonus otot-otot traktus digestivus
menurun sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga
berkurang. Makanan lebih lama berada di dalam lambung dan
apa yang telah di cernakan lebih lama berada dalam usus. Hal
ini mungkin baik untuk reabsorpsi, tetapi menimbulkan
konstipasi yang memang merupakan salah satu keluhan utama
ibu hamil. Tidak jarang di jumpai adanya gejala muntah (
emesis ) pada bulan-bulan pertama kehamilan. Biasanya terjadi
pada pagi hari, di kenal sebagai morning sikcness. Apabila
emesis terjadi terlalu sering dan terlalu banyak di keluarkan (
hiperemesis gravidarum ), maka keadaan ini pathologik.
Hipersalivasi sering terjadi sebagai kompensasi dari mual dan
muntah yang terjadi. Pada beberapa wanita di temukan adanya
nyidam makanan yang mungkin berkaitan dengan persepsi
individu wanita tersebut mengenai apa yang bisa mengurangi
asam mual dan muntah. Kondisi lainnya adalah Pica
(mengidam ) yang sering di kaitkan dengan anemia akibat
devisiensi zat besi ataupun adanya suatu tradisi
Trimester II dan III
Biasanya terjadi konstipasi karena pengaruh hormon
progesteron yang meningkat. Selain itu, perut kembung juga
terjadi karena adanya tekanan uterus yang membesar dalam
organ perut yang mendesak organ-organ dalam perut
khususnya seluruh pencernaan, usus besar, kearah atas dan
lateral. Wasir ( hemeroid ) cukup sering terjadi pada
kehamilan. Sebagian besar hal ini terjadi akibat konstipasi dan
naiknya tekanan vena-vena di bawah uterus termasuk vena
hemoroidal. Panas perut terjadi karena terjadinya aliran balik
asam gastrik ke dalam esofaghus bagian bawah.

d. Sitem Perkemihan
Bila satu organ membesar, maka organ lain akan
mengalami tekanan, dan pada kehamilan tidak jarang terjadi
gangguan berkemih pada saat kehamilan. Ibu akan merasa
lebih sering ingin buang air kecil. Pada bulan pertama
kehamilan kandung kemih tertekan oleh uterus yang mulai
membesar. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan
bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Pada minggu-
minggu pertengahan kehamilan, frekuensi berkemih
meningkat. Hal ini umumnya timbul antara minggu ke- 16
sampai minggu ke- 24 kehamilan. Pada akhir kehamilan, bila
kepala janin mulai turun ke bawah pintu atas panggul, keluhan
sering BAK akan timbul lagi karena kandung kemih mulai
tertekan kembali.
Pada kehamilan normal fungsi ginjal cukup banyak
berubah. Laju filtrasi glomerulus dan aliran plasma ginjal
meningkat pada awal kehamilan. Ginjal wanita harus
mengakomodasi tuntutan metabolism dan sirkulasi ibu yang
meningkat dan juga mengekskresi produk sampah janin. Ginjal
pada saat kehamilan sedikit bertambah besar, panjangnya
bertambah 1-1,5 cm. Ginjal berfungsi paling efisien saat
wanita berbaring pada posisi rekumbeng lateral dan paling
tidak efisien pada saat posisi telentang. Saat wanita hamil
berbaring telentang, berat uterus akan menekan vena kava dan
aorta, sehingga curah jantung menurun. Akibatnya tekanan
darah ibu dan frekuensi jantung janin menurun, begitu jg
dengan volume darah ginjal.
Dalam kehamilan, ureter kanan dan kiri membesar karena
pengaruh progesteron. akan tetapi, ureter kanan lebih
membesar lebih membesar dari ureter kiri karena mengalami
lebih banyak tekanan perbandingan dengan ureter kiri. Hal ini
di sebabkan karena uterus lebih sering memutar ke arah kanan.
Mungkin karena orang bergerah lebih sering memakai tangan
kanannya atau disebabkan oleh letak kolon dan sigmoid yang
berada di belakang kiri uterus. Akibat tekanan pada ureter
kanan tersebut lebih sering dijumpai hidroureter dekstra dan
pielitis dekstra. Di samping sering BAK yang tersebut di atas,
terdapat pula poliuri. Poliuri disebabkan oleh adanya
peningkatan sirkulasi darah di ginjal pada kehamilan sehingga
filtrasi glomerulus juga meningkat sampai 69 %.

e. Muskuloskeletal
Trimester I
Pada trimester pertama tidak banyak perubahan pada
muskuloskeletal. Keseimbangan kadar kalsium selama
kehamilan biasanya normal apabila asupan nutrisi khususnya
produk susu terpenuhi. Tulang dan gigi biasanya tidak berubah
pada kehamilan yang normal. Selama masa kehamilan wanita
membutuhkan kira-kira 1/3 lebih banyak kalsium dan posfor.
Karies gigi tidak disebabkan oleh dekalasifikasi, sejak kalsium
dan gigi dibentuk.
Trimester II dan III
Hormon progesteron dan hormon relaksasi menyebabkan
relaksasi jaringan ikat dan otot-otot. Hal ini terjadi maksimal
pada satu minggu terakhir kehamilan. Proses relaksasi ini
memberikan kesempatan pada panggul untuk meningkatkan
kapasitasnya sebagai persiapan proses persalinan, tulang pubis
melunak menyerupai tulang sendi, sambungan sendi
sacrococcigus mengendur membuat tulang koksigis bergeser
ke arah belakang sendi panggul yang tidak stabil. Pada ibu
hamil, hal ini menyebabkan sakit pinggang. Postur tubuh
wanita secara bertahap mengalami perubahan karena janin
membesar dalam abdomen sehingga untuk mengompensasi
penambahan berat badan ini, bahu lebih tertarik ke belakang
dan tulang lebih melengkung, sendi tulang belakang lebih
lentur, dan dapat menyebabkan nyeri punggung pada beberapa
wanita ( Vivian Nanny & Tri Sunarsih, 2011 : 103 ).
Lordosis progresif merupakan gambaran yang khas pada
kehamilan normal. Untuk mengompensasi posisi anterior
uterus yang semakin membesar, lordosis menggeser pusat
gravitasi ke belakang pada tungkai bawah. Mobilitas sendi
sakroiliaka, sakrokoksigeal, dan sendi pubis bertambah besar,
serta menyebabkan rasa tidak nyaman di bagian bawah
punggung khususnya pada akhir kehamlan. Selama trimester
aknir, rasa pegal, mati rasa, dan lemah di alami oleh anggota
badan atas yang di sebabkan lordosis yang besar dengan fleksi
anterior leher dan merosotnya lingkar bahu sehingga
menimbulkan traksi pada nervus ulnaris dan medianus ( Crips
dan DeFrancesco, 1964 ). Ligamen rotundum mengalami
hipertrofi dan mendapatkan tekanan dari uterus yang
mengakibatkan rasa nyeri pada ligamen tersebut.
Kram otot-otot tungkai dan kaki merupakan masalah
umum selama kehamilan. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi
berhubungan dengan metabolisme otot.
Wanita muda yang cukup berotot dapat mentoleransi
perubahan ini tanpa keluhan. Akan tetapi wanita yang tua
dapat mengalami gangguan punggung atau nyeri punggung
yang cukup berat selama kehamilan.

f. Kardiovaskular
Trimester 1
Sirkulasi darah itu dalam kehamilan dipengaruhi oleh
sirkulasi ke plasenta, uterus yang membesar pula, uterus yang
membesar dengan pembuluh darah yang membesar pula,
mammae dan alat lain yang memmang berfungsi berlebihan
dalam kehamilan. Volume plasenta maternal mulai meningkat
pada saat 10 minggu usia kehamilan dan terus menerus
meningkat sampai 30-34 minggu, sampai ia mencapai titik
maksimum.
Perubahan rata-rata volume plasenta maternal berkisar
antara 20-100%. RBC meningkat 18% tanpa suplemen-
suplemen zat besi dan terjadi peningkatan yang lebih besar
yaitu 30% jika ibu meminum suplemen zat besi. Karena
volume plasma meningkat rata-rata 50% sementara massa
RBC meningkat hanya 18-30%, maka terjadi penurunan
hematokrit selama kehamilan normal sehingga disebut anemia
fisiologis.
Tekanan darah akan turun selama 24 minggu pertama
kehamilan akibat terjadi penurunan dalam perifer vaskuler
resistence yang disebabkan oleh peregangan otot halus oleh
progestrone. Tekanan sistolik akan turun sekitar 5-10 mmHg
dan diastolic pada 10-15 mmHg. Selama kehamilan normal
cardiac output meningkatkan sekitar 30-50% dn mencapai
level maksimumnya selama trimester pertama atau kedua dan
tetap tinggi selama persalinan.
Hipertropi (pembesaran atau dilatasi ringan jantung
mungkin disebabkan oleh peningkatan volume darah dan curah
jantung. Karena diafragma terdorong ke atas, jantung terangkat
ke atas dan berotasi ke depan dan ke kiri. Impuls pada apeks,
titik impuls maksimum (point of maksimum impuls/PMII)
bergerak ke atas dan lateral sekitar 1-1,5 cm. Derajat
pergeseran tergantung pada lama kehamilan dan ukuran serta
posisi uterus. Pada akhir trimester I mulai terjadi palpitasi
karena pembesaran ukuran serta bertambahanya cardiac
output. Hidung tersembat /berdasas karena pengaruh hormone
estrogen dan progesterone terjadi pembesaran kapiler, relaksai
otot vaskuler serta peningkatan sirkulasi darah.
Trimester II
Pada usia kehamilan 16 minggu, mulai jelas kelihatan
terjadi proses hemodilusi. Setelah 24 minggu tekanan darah
sedikit demmi sedikit naik kembali pada tekanan darah
sebelum aterm. Perubahan auskultasi mengiringi perubahaqn
ukuran dari posisi jantung. Peningkatan volume darah dan
curah jantung juga menimbulkan perubahan hasil uskultasi
yang umum terjadi selama masa kehamilan. Bunyi splitting S1
dan S2 lebih jelas terdengar. S3 lebih jelas terdengar setelah
minggu ke-20 gestasi. Selain itu murmurejeksi sistoloik tingkat
II dapat didengar didaerah pulmonal. Antara minggu ke-14 dan
ke-20, denyut meningkat perlahan, mencapai 10 sampai 15 kali
permenit, kemudian menetap sampai aterm. Dapat timbul
palpitasi.
Trimester III
Selama kehamilan jumlah leukosit akan meningkat yakni
berkisar antara 5000-12000 dan mencapai puncaknya pada saat
persalinan dan masa nifas berkisar 14000-16000 penyebab
peningkatan ini belum diketahui. Respon yang sama diketahui
terjadi selama dan setelh melakukan latihan yang berat.
Distribusi tipe sel juga kan mengaami perubahan. Pada
kehamilan, terutama trimesetr ke-3, terjadi peningkatan jumlah
granulosit dan limfosit dan secara bersamaan limfosit dan
monosit.


g. Integumen
Trimerster I
Perubahan keseimbangan hormon dan peregagangan
mekanis menyebabkan timbulnya beberapa perubahan dalam
sistem integumen selama masa kehamilan. Perubahan yang
umum terjadi adalah peningkatan penebalan kulit dan lemak
subdermal, hiperpigmentasi, pertumbuhan rambut dan kuku,
percepatan aktifitas kelenjar keringat dan kelenjar sebasea,
peningkatan sirkulasi dan aktifitas vasomotor. Jaringan elastis
kulit mudah pecah, menyebabkan strie-gravidarum, atau tanda
regangan. Respon alegri kulit meningkat.
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi
alat-alat tertentu, pigmentasi ini disebabkan pengaruh
melanophore stimulating hormone (MSH) yang meningkat.
MSH ini adalah salah satu hormon yang dikeluarkan oleh
lobus anterior hipofisis. Kadang-kadang terdapat deposit
pigmen pada dahi, pipi, hidung, dikenal sebagai
diasmagravidarum. Didaerah leher sering terdapat
hiperpigmentasi yang sama juga di areola mammae.
Linea alba pada kehamila menjadi hitam dikenal sebagai
linea grisea. Linea nigra adalah garis pigmentasi dari simpisis
pubisa sampai kebagian atas fundus di garis tengah tubuh.
Kulit perut juga tampak seolah-olah retak, warnanya berubah
agak hiperemik dan kebiru-biruan disebut striae livide. Setelah
partus, striae livide ini berubah menjadi putih disebut striae
albicans. Pada seorang multigraviada sering tanpak striae
livide dan bersama dengan striae albicans.
Angioma atau telengiektasis umumnya disebut vascular
spiders. Angioma adalah ujung arteriola yang berdenyut dan
sedikit menonjol, berbebtuk kecil seperti bintang atau cabang.
Spiders hasil peningkatan kadar estrogen dalam sirkulasi,
biasanya ditemukan di leher, daa, lengan. Spiders juga
dideskripsikan berwarna kebiruan dan tidak hilang bila
ditekan. Vascular spiders terlihat pada bulan ke-2 ke-5
kehamilan pada 65% wanita kulit putih dan 10% wanita afrka-
amerika. Biasanya hilang setelah melahirkan.
Bercak berbatas tegas atau mottling difus yang berwarna
kemerahan tanpak pada permukaan telapak tangan 60% wanita
hamil berkulit putih dan 35% wanita afrika=amerika. Epulis
ialah suatu noddul berwarna merah pada gusi yang mudah
berdarah lesi ini dapat imbul pada sekitar bulan ke-3 dan
biasasanya terus memebesar seiring kemajuan kehamilan.
Pertumbuhan kuku mengalami percepatan selama masa hamil.
Kulit berminyak dan acne vulgaris dapat timbul selama
kehamilan. Pada wanita lain, kulit bersih dan kulit berseri.
Dapat terjadi peningkatan pertumbuhan rambut halus, tapi
akan hilang setelah kehamilan berakhir.
Trimester II
Akibat peningkatan hormon estrogen dan progesteron,
kadar MSH pun meningkat. Pada terjadi perubahan deposit
pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh MSH dan
pengaruh kelenjar suprarenalis. Hiperpigmentasi ini terjadi
pada striae-gravidarum livide atau alba, areola mammae,
papila mammae, linea nigra, pipih (chloasma gravidarum).
Setelah persalinan hiperpigmentasi ini akan menghilang.
Trimester III
Pada kulit dinding perut akan terjadi perubahan warna
menjadi kemerahan, kusam dan kadang-kadang juga akan
mengenai daerah payudara dan paha perubahan ini dikenal
dengan striae gravidarum.
Pada mutipara selain striae kemerahan itu sering kali di
temukan garis berwarna perak berkilau yangmerupakan
sikatrik dari striae sebelumnya. Pada kebanyakan perempuan
kulit digaris pertengahan perut akan berubah menjadi hitam
kecoklatan yang di sebut dengan linea nigra. Kadang-kadang
muncul dalam ukuran yang variasi pada wajah dan leher yang
disebut dengan chloasma atau melasma gravidarum, selain itu
pada areola dan daerah genetalia juga akan terlihat pigmentasi
yang berlebihan. Pigmentasi yang berlebihan biasanya akan
hilang setelah persalinan.

5.2 Ketidaknyamanan Ibu Hamil Trimester I, II, III
a. Trimester I
Nyeri payudara
Fisiologi : Hipertensi jaringan glandula mammae dan
penambahan vaskularisasi, pigmentasi dan ukuran serta
penonjolan puting susu dan alveoli yang disebabkan oleh
stimulasi hormon.
Solusi : Kompres hangat pada payudara. Mandi air
hangat atau berendam. memijat payudara dengan lembut.
menghindari kopi dan minuman lain yang
mengandung caffein. menggunakan BH yang memyangga
Leukorea
Fisiologi : adanya peningkatan kadar hormon estrogen
yang tinggi, stimulasi cervix secara hormonal menjadi
hipertropy dan hiperaktif, produksi mucus dalam jumlah
berlebihan.
Solusi : Sering ganti celana selama dalam. Hygienie
memakai pembalut perineum. Menerangkan hati rujuk ke
dokter bila diikuti dengan, bau busuk, perubahan warna.

Peningkatan frekuensi kencing
Fisiologi : adanya peningkatan kadar hormon estrogen
yang tinggi, stimulasi cervix secara hormonal menjadi
hipertropy dan hiperaktif, produksi mucus dalam jumlah
berlebihan
Solusi : Sering ganti celana selama dalam. Hygienie
memakai pembalut perineum. Rujuk ke dokter bila diikuti
dengan, bau busuk, perubahan warna.
Morning sickness
Fisiologi : Perubahan hormon dan faktor psikologis,
refleksi kebahagian atau bisa juga karena rasa penolakan
terhadap kehamilan.
Solusi : Menghindari perut kosong atau berlebihan.
Makanan dalam jumlah sedikit tapi sering. Makan biskuit,
jahe, roti panggang kering, dan segala sesuatu yang
mengandung pepermint. Makan teratur meski tidak nafsu
makan. Sering minum hangat (teh hangat, susu atau
minuman bebas kopi). Bangun perlahan-lahan di pagi hari,
istirahat di siang hari. Hindari segala sesuatu atau bau
yang membuat mual.
Kelelahan
Fisiologi : Peningkatan kadar estrogen, progesteron
serta merupakan respon fisiologi dari kehamilan.
Solusi : Menenangkan diri. istirahat yang cukup.
keseimbangan nutrisi untuk mencegah anemia
Ginggivitis
Fisiologi : Peningkatan vascularisasi dan poliferasi
terhadap jaringan konektif dari stimulasi estrogen.
Solusi : Makan cukup buah dan sayuran. sikat halus.
Hygiene gigi dan hindari infeksi.
Pusing
Fisiologi : Merasa pusing karena pada awal kehamilan
ini karena adanya peningkatan tuntutan darah ketubuh,
sehingga sewaktu berubah posisi dari tidur atau duduk ke
posisi berdiri secara tiba-tiba, sistem sirkulasi darah
kesulitan untuk beradaptasi.
Solusi : Bila rasa pusing timbul ketika sedang
duduk ini biasanya karena menurunnya level gula darah,
makanlah sedikit tapi sering. Bila pusing terlalu sering
periksa ke doketer, kemungkinan anemia.

b. Trimester II
Nyeri ulu hati
Fisiologi : peningkatan hormon progesteron yang
menyebabkan relaksasi otot saluran cerna dan juga karena
rahim yang semakin membesar yang mendorong bagian atas
perut, sehingga mendorong asam lambung naik ke
kerongkongan.
Solusi : jangan makan dalam jumlah yang besar
terutama sebelum mau tidur. jauhi makanan pedas
berminyak/berlemak. Waktu tidur malam tinggikan posisi
kepala.
Odem
Fisiologi : Hal ini terjadi karena peningkatan hormon
progesteron yang bersifat menahan cairan. Pada trimester
kedua ini akan tampak sedikit pembengkakan kaki dan
tangan, hal ini sering terjadi karena psosisi duduk atau
berdiri yang terlalu lama.
Solusi : Jangan melakukan posisi duduk dan berdiri
yang terlalu lama. Biasakan jalan-jalan di pagi hari
Kram
Fisiologi : Kram otot ini timbul karena pembesaran
uterus yang memberikan tekanan pada pembuluh darah
sehingga sirkulasi darah menjadi lambat saat kehamilan.
Solusi : Atasi dengan istirahat dengan jalan kaki
diangkat ke atas. Minum-minuman cukup kalsium. Bila
kram saat duduk atau tidak, coba untuk menggerakan jari-
jari ke arah atas.
Perubahan kulit
Fisiologi : Perenggangan kulit yang berlebih biasannya
pada perut dan payudara akibat perenggangan kulit ini ibu
hamil dapat merasa gatal.
Solusi : Krim yang mengandung vitamen E juga
dapat membantu menghilangkan garis-garis rengangan
pasca lahir.Jika saat hamil merasa gatal didaerah rengangan,
bisa dikompres dengan air hangat untuk mengurangi rasa
gatal.
Pusing
Fisiologi : Pusing menjadi keluhan yang sering selama
kehamilan trimester kedua. Hal ini dapat terjadi ketika
pembesaran rahim ibu menekan pembuluh darah besar
sehingga menyebabkan tekanan darah menurun.
Solusi : Atasi dengan melakukan perpindahan posisi
perlahan-lahan atau bertahap untuk menghindari perubahan
tekanan darah mendadak.

c. Trimester III
Peningkatan cairan vagina
Fisiologi : Peningkatan cairan vagina selama kehamilan
adalah normal. Cairan biasanya jernih, pada awal kehamilan
biasanya agak kental dan mendekati persalinan lebih cair.
Solusi : Tetap juga kebersihan. Hubungi dokter bila
cairan berbau, terasa gatal dan sakit.
Odem
Fisiologi : Pertumbuhan bayi akan meningkatkan
tekanan pada daerah kaki dan pergelangan kaki ibu,
disebabkan oleh perubahan hormonal yang menyebabkan
retensi cairan.
Solusi : Menghindari makanan asin. Ganjal kaki
dengan bantal ketika berbaring/duduk. Jangan berdiri terlalu
lama
Sesak nafas
Fisiologi : Hal ini terjadi karena rahim mendesak paru-
paru dan diafragma.
Solusi : Atasi dengan tidak membawa berat. Berjalan
tegak. Menarik nafas dalam-dalam. Tidur miring kiri dan
olahraga teratur yang ringan seperti jalan-jalan dipagi hari
Varises
Fisiologi : Sirkulasi darah selama hamil lebih banyak
sehingga tidak teratasi oleh katub yang mengalirkan darah
ke jantung. Akibatnya, pembuluh darah kaki mekar, bahkan
sampai menonjol agar tertampung darah lebih banyak.
Solusi : Jangan berdiri atau duduk terlalu lama.
Duduk atau berbaring dengan kaki diganjal bantal, sehingga
posisi kaki lebih tinggi dari jantung. Cobalah sering
berjalan-jalan. Sebagian besar varises akan lenyap 2-3
bulan setelah melahirkan.
Merasa kepanasan
Fisiologi : Hal ini terjadi karena kecepatan metabolisme
ibu hamil rata-rata meningkat 20% selama kehamilan
sehingga suhu tubuh juga tinggi.
Solusi : Untuk mengurangi rasa tidak nyaman,
seringlah mandi. Gunakan pakaian yang mudah menyerap
keringat. Jangan lupa untuk minum lebih banyakuntuk
menggantikan cairan yang keluar melalui pori-pori tubuh
bumil.
Konstipasi
Fisiologi : Selain karena adanya peningkatan hormon
progesteron konstipasi juga karena tekanan rahim yang
semakin membesar ke daerah usus.
Solusi : Makan makanan berserat tinggi (buah dan
sayur). Minum air yang banyak dan olahraga ringan.
kontraksi perut
Fisiologi : Broxton Hick kontraksi palsu, kontraksi
berupa rasa sakit ringan, tidak teratur dan hilang bila duduk
atau istirahat.
Solusi : Istirahat cukup. hindari pekerjaan yang
memberatkan. Berdiri dan berjalan dengan punggung dan
bahu yang tegak. pakailah kasur yang nyaman
Sering kencing
Fisiologi : Pembesaran rahim dan ketika kepala bayi
turun ke rongga panggul akan makin menekan kandung
kencing ibu hamil.
Solusi : Batasi intake cairan sebelum tidur.
Tenangkan hati. Memakai pembalut perineum
Insomnia
Fisiologi : Setelah perut membesar, bayi menendang
semakin sering, sehingga ibu sulit untuk tidur nyenyak
selain itu ada perasaan cemas menanti waktu persalinan.
Solusi : Menenangkan hati ibu. Message atau
memijat pinggang. Minum susu hangat atau mandi hangat
sebelum tidur. Batasi minum setelah jam 4 sore agar saat
tidur tidak terbangun karena sering BAK.

5.3 Perubahan dan adaptasi Psikologi
Trimester I
Ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci
kehamilannya.
Kecemasan, ketakutan, kepanikan, dan kegusaran terhadap
kehamilannya.
Butuh dicintai.
Masih rahasia (tidak untuk orang lain).
Manifestasi lain yaitu ibu hanil muda sering meminta makanan
yang aneh-aneh selama ini yang tudak disukainya.
Gejolak perubahan emosi tidak menentu.
Trimester II
Ibu merasa sehat.
Ibu menganggap kehamilan sesuatu yang abstrak, kini mulai
menyadari bahwa kehamilan merupakan identifikasi nyata.
Sudah merasakan gerakan janin.
Merasa nyaman.
Mulai mempersiapkan kebutuhan seperti popok, baju, tempat
tidur bayi, kereta bayi, dan sebagainya.
Sering bermimpi mengenai jenis kelamin anak, yang
merupakan refleksi dari keinginannya untuk punya anak
berjenis kelamin tertentu.
Trimester III
Periode menunggu dan waspada.
Merasa khawatir dan takut karena :
o Ibu yang mempunyai riwayat / pengalaman buruk pada
persalinan yang lalu.
o Multipara agak berumur, merasa takut terhadap janin dan
anak-anak apabila terjadi apa-apa pada dirinya, takut
anaknya diasuh ibu tiri.
o Primigravida yang mendengar pengalaman persalinan
yang ngeri dan menakutkan dari teman-teman lain.
o Kerjasama ibu dengan penolong, pendekatan dan
perhatian, rasa simpsti, bila perlu pendekatan psikologik
akan membantu semuanya itu dengan baik.
o Meningkat kewaspadaan akan timbulnya tanda-tanda dan
terjadinya persalinan.
Melindungi janin agar terhindar dari bahaya.
Merasa aneh dan jelek.
Merasa sedih karena akan kehilangan perhatian khusus yang
diterima selama hamil ketika bayi lahir.
Butuh dukungan dari suami, keluarga dan bidan.
Persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan menjadi ortu.
Ibu sering terlihat melamun dan berimajinasi.
Adaptasi yang dilakukan adalah :
Bicarakan maslah yang dihadapi dengan orang yang dapat
dipercaya.
Tuntaskan masalah, jika masalah yang dialami tidak kunjung
terselesaikan, temui ahlinya seperti penasehat perkawinan,
psikolog atau psikiater.
Bersantai dengan cara melakukan kegiatan yang disenangi,
seperti membaca, mendengarkan musik atau melakukan
relaksasi, sehingga syaraf-syaraf yang tegang dapat mengendur


6. Assessment desain modul
Komponen penilaian dalam kompetensi dasar meliputi:
a. Kompetensi pengetahuan
1) Ujian Kompetensi Dasar : Multiple choice question atau essay
2) Membuat makalah ilmiah : tugas individu/mandiri atau kelompok
3) Diskusi tanya jawab, penilaian peran aktif mahasiswa selama
proses diskusi.
b. Kompetensi ketrampilan
1) Praktikum di laboratorium skills : Responsi ketrampilan, penilaian
dengan checklist
2) Role play, penilaian keaktifan mahasiswa di dalam pelaksanaan
role play
c. Kompetensi sikap atau perilaku : observasi oleh dosen dalam suatu
kegiatan diskusi dan kegiatan skills lab.

7. Medote pembelajaran:
Sesuai dengan tujuan pembelajaran asuhan kebidanan kehamilan yang
harus mencapai kompetensi:
Mengetahui perubahan anatomi fisiologis ibu hamil trimester I, II dan
III
Mengetahui ketidaknyamanan ibu hamil trimester I, II dan III
Mengetahui kebutuhan fisiologis ibu hamil trimester I, II dan III
Memahami perubahan anatomi fisiologis ibu hamil trimester I, II dan
III
Memahami ketidaknyamanan ibu hamil trimester I, II dan III
Memahami kebutuhan fisiologis ibu hamil trimester I, II dan III

Knowledge : tutorial, Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan
Small group discussion, problem solving, problem-based learning,
studi kepustakaan, belajar mandiri,
Metode pembelajaran untuk kompetensi ketrampilan klinis :
clinical skills lab, ceramah, demontrasi (simulasi, role play)
Bentuk soft skills/ketrampilan generik : Mengidentifikasi
perubahan anatomi fisiologis ketidaknyamanan dan kebutuhan
fisiologis ibu hamil trimester I, II dan III.
Metode pembelajaran dengan cara : turorial, Praktikum, praktik
lapangan,
Laporan.





8. Identifikasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan :

Ruang kelas
LCD
Laptop
Microphone
White Board + Alat tulis
Perpustakaan
Sumber kepustakaan berupa buku, jurnal,
Phantom
Laboratorium

9. Evaluasi / assessment
Latihan soal Kehamilan fisiologis ( Askeb 1 ) :

PETUNJUK UNTUK TERUJI :
1. Bacalah soal dengan cermat
2. Mahasiswa harus dapat menjawab soal yang berkaitan dengan ibu
hamil fisiologis

KASUS I
Ny. Sari 25 tahun datang ke RB Melati dengan keluhan tidak haid kurang
lebih 3 bulan,
mengeluh selalu mual pada pagi hari. Ny. Sari mengatakan anak pertama
baru berumur
1 tahun, menggunakan KB Pil tapi tidak rutin karena lupa.
Kemudian bidan memeriksa
Ny. Sari dan didapatkan hasil pemeriksaan yaitu tekanan darah 110/80
mmHg,
Nadi 80 x/menit, ballotement (+), PP test (+) dan Hb 10,5 gr%

SOAL

1. TFU ideal Ny. Sari adalah......................................................................
a. 1-2 jari di atas simphisis c. Pertengahan
simpisis pusat
b. 3 jari di atas simphisis d. 3 jari di bawah
pusat

2. Perubahan psikologis yang mungkin dialami oleh Ny. Sari adalah.............
a. Ibu merasa dirinya jelek dan aneh
b. Ibu merasa sehat dan nyaman dengan kehamilannya
c. Ibu merasa khawatir dan takut kalau bayinya tidak normal
d. Ibu mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya hamil

3. Dasar anatomis dan fisiologis keluhan pada sistem gestasional adalah ......
a. Peningkatan hormon progesteron
b. Peningkatan HCG (Hormon Coronic Gonadotropin)
c. Peningkatan HHCL (Hydro Cloride)
d. Peningkatan hormon estrogen

4. Anjuran mengatasi Keluhan Ny. Sari adalah ..........................................
a. Mengurangi garam c. Tinggi serat
b. Mengurangi lemak d. Tinggi protein

5. Kapan sebaiknya Ny. Sari melakukan kunjungan ulang ?
a. Otonomi c. Tanggung jawab
b. Pemberdayaan d. Tidak
membahayakan


KASUS II
Ny. Mia 35 tahun, G3 P2 A0 hamil 28 minggu datang ke polindes untuk
kunjungan ulang.
Hasil pemeriksaan bidan didapatkan TFU 29 cm, puka, preskep, convergen.
TD 120/70 mmHg, Nadi 80 x/mnit, TB 150 cm, BB 60 kg

SOAL

6. Tujuan pemeriksaan palpasi abdominal berdasarkan usia kehamilan pada
Ny. Mia
saat ini adalah ............
a. Untuk mengetahui letak janin
b. Untuk mngetahui presentasi janin
c. Untuk mengetahui penurunan kepala janin
d. Untuk mengetahui apakah ada kehamilan ganda

7. Perubahan psikologis yang mungkin dialami Ny. Mia adalah ........................
a. Peningkatan libido
b. merasa sehat dan rasa tidak nyaman sudah berkurang
c. Merasa khawatir/ takut kalu bayi yang dilahirkan tidak normal
d. Menerima kehamilannya dan dapat menggunakan energinya secara lebih
konstruktif

8. Ketidaknyamanan fisiologis sehubungan dengan sistem pencernaan yg
mungkin
dialami Ny. Mia adlh....
a. Hemorroids c. Hidung tersumbat
b. Palpitasi jantung d. Fatique/ kelelahan

9. Tafsiran berat janin Ny. Mia adalah ...............................................................
a. 1750 gr c. 1935 gr
b. 1831 gr d. 2000 gr

10. Pemeriksaan Laboratorium yang perlu dilakukan pada Ny. Mia adalah
.........
a. Hemoglobine
b. Leucocyt
c. Thrombosit
d. Erytrocyt


PETUNJUK UNTUK TERUJI :
1. Bacalah soal dengan cermat
2. Mahasiswa harus dapat menjawab soal yang berkaitan dengan ibu hamil
fisiologis

KASUS I
Pada tanggal 1 Mei 2012, Ny. Dina G1 P0 A0 datag ke RB Permata hati.
Dia menyatakan HPHT : 21 Agustus 2011, dia mengeluh, sering kencing
serta timbul guratan-guratan putih pada perutnya. Hasil pemeriksaan palpasi
kepala sudah masuk PAP, DJJ 140 x/menit, tinggi fundus 34 cm.

SOAL

1. Berapakah usia kehamilannya....................................................................
a. 34 minggu c. 36 minggu
b. 35 minggu d. 37 minggu

2. Apa yang menyebabkan keluhan sering kencing ?
a. Janin yang semakin besar
b. Masuknya janin dan peningkatan estrogen
c. Masuknya janin dan peningkatan progesteron
d. Masuknya kepala janinke dalam rongga panggul

3. Konseling apakah yang perlu diberikan pada Ny. Dina ?
a. Tanda keracunan kehamilan
b. Tanda-tanda bahaya persalinan
c. Perbanyak istirahat dan tidur miring ke kiri
d. Ketidaknyaman umu yang terjadi pada Ny. Dina

4. Beradasarkan usia kehamilan Ny. Dina, termasuk dalam trimester...............
a. I c. III
b. II d. IV

5. Kapan sebaiknya Ny. Dina periksa ulang ?
a. 1 minggu c. 3 minggu
b. 2 minggu d. 4 minggu

KASUS II
Ny. Darmi 25 tahun, hamil pertama datang ke bidan Lina pada tanggal 8 Juli
2011
untuk memriksakan kehamilannya, HPHT 21 Januari 2011. Ini merupakan
kunjungan yang ketiga

SOAL

6. Berapakah usia kehamilan Ny.
Darmi.................................................................
a. 24 minggu c. 30 minggu
b. 28 minggu d. 32 minggu

7. Perubahan psikologis yang mungkin dialami Ny. Darmi adalah
............................
a. Kehamilan merupakan rahasia
b. Ibu menerima buah kehamilannya
c. Ibu tidak sabar menunggu kelahiran
d. Ibu merasakan terjadi penurunan libido

8. Perkembangan janin Ny. Darmi sesuai dengan umur kehamilannya adalah
..........
a. Embrio menjadi janin
b. Berat janin 0,7 - 0,8 kg
c. Lanugo menutupi tubuh
d. Janin menelan dan menendang

9. Perubahan internal pada Ny. Darmi ........................................................
a. Pertengahan PX dan pusat
b. Fundus uteri di atas pusat
c. Fundus mencapai pusat
d. Payudara penuh dan lunak

10. Tafsiran persalinan Ny. Darmi adalah
..............................................................
a. 28 September 2011
b. 20 Oktober 2011
c. 21 Oktober 2011
d. 28 Oktober 2011

PETUNJUK UNTUK TERUJI :
1. Bacalah soal dengan cermat
2. Mahasiswa harus dapat menjawab soal yang berkaitan dengan ibu hamil
fisiologis

KASUS I
Pada tanggal 1 Juli 2011, Ny. Dewi G2 P1 A0 umur 28 tahun datang
ke bidan sendiri
tanpa didampingi suaminya untuk memeriksakan kehamilannya. HPHT : 15
Oktober 2010,
Ny. Dewi memutuskan sendiri bersedia dilakukan pemeriksaan Hb dengan
hasil 9 gr%

SOAL
1. Umur kehamilan Ny. Dewi
adalah..........................................................................
a. 35 minggu c. 37 minggu
b. 36 minggu d. 38 minggu

2. Perubahan maternal yang sesuai umur kehamilannya Ny. Dewi adalah
.....................
a. Turunnya bagian bawah janin c. Braxton Hicks
menurun
b. Gerakan janin d. Nyeri punggung
berkurang

3. Tafsiran persalinan Ny. Dewi adalah.........................................................
a. 22 Juni 2011 c. 22 Juli 2011
b. 24 Juni 2011 d. 24 Juli 2011

4. Konseling apakah yang perlu diberikan pada Ny. Dewi ?
a. Anjurkan minum tablet Fe 2-3 kali 1 tablet/ hari
b. Anjurkan minum tablet Fe 1 kali 1 tablet/ hari
c. Obat-obatan dan merokok
d. Perubahan-perubahan fisiologis ibu hamil

5. Pengambilan keputusan yang diambil Ny. Dewi yaitu memutuskan
bersedia
untuk diperiksa Hb adalah sesuai dengan prinsip pokok asuhan adalah
.............
a. Otonomi c. Tanggung jawab
b. Pemberdayaan d. Tidak membahayakan


KASUS II
Ny. Ani datang tanggal 28 Mei 2012 untuk memriksakan kehamilannya
pertama kalinya,
Menurut Ny. Ani ia hamil 3 bulan. HPHT 12 Maret 2012, keluhan yang
timbul adalah
mual dan muntah pada pagi hari

SOAL

6. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan bidan untuk menegakkan diagnosa
adalah..
a. Pemeriksaan darah
b. Pemeriksan plano test
c. Pemriksaan protein urine
d. Pemeriksaan USG

7. Umur kehamilan Ny. Ani yang tepat adalah .............
a. 9 minggu c. 11 minggu
b. 10 minggu d. 12 minggu

8. Hari perkiraan lahir bayi Ny. Ani adalah ..................
a. 19 November 2012
b. 10 Desember 2012
c. 12 Desember 2012
d. 19 Desember 2012

9. Anjuran apa yang tepat diberikan kepada Ny. Ani berdasarkan keluhan
yang dirasakan......
a. Minum tablet sulfas feroses
b. Minum kalsium dosis tinggi
c. Mengkonsumsi tablet vitamin E
d. Makan porsi kecil, frekuensi lebih sering

10. Waktu kunjungan ulang yang tepat pada Ny Ani adalah........................
a. satu minggu lagi
b. Dua minggu lagi
c. Satu bulan lagi
d. Dua bulan lagi