Anda di halaman 1dari 37

1

PENGENALAN
TEKNIK DASAR
KELISTRIKAN
2
PENGAMAN TEGANGAN SENTUH
Batas arus yang melewati tubuh manusia
Batas arus Pengaruh pada tubuh manusia
0 - 0,9 mA Belum merasakan pengaruh
0,9 - 1,2 mA Baru terasa adanya arus listrik tapi tidak
menimbulkan kejang
1,2 - 1,6 mA Mulai terasa se akan2 ada yang merayap didalam tangan
1,6 - 6,0 mA Tangan sampai kesiku merasa kesemutan
6,0 - 8,0 mA Tangan mulai kaku, rasa kesemutan makin bertambah
13 - 15,0 mA Rasa sakit tak tertahankan penghantar masih
dapat dilepas
15 - 20,0 mA Otot tidak sanggup lagi melepaskan penghantar
20 - 50,0 mA Dapat mengakibatkan kerusakan pada tubuh manusia
50 - 100,0 mA Batas arus yang dapat menyebabkan kematian
3
PENGAMAN TEGANGAN SENTUH
Besar dan Lama tegangan Sentuh Maksimum (IEC)
UNTUK MENGHINDARI ADANYA ARUS YANG LEWAT DIDALAM TUBUH PAKAIALAH
K3 YG BAIK DAN BENAR..
Tegangan sentuh Waktu Pemutusan Maksimum
(Volt) rms (detik)
< 50
50 1,0
75 0,5
90 0,2
110 0,2
150 0,1
220 0,05
280 0,03

UTAMAKAN KESELAMATAN DALAM BEKERJA, NYAWA MANUSIA HANYA SATU.
4
MACAM-MACAM BESARAN LISTRIK DAN SATUANYA.
BESARAN LISTRIK BESARAN SATUAN ALAT UKUR
Arus (I) Ampere Ampere-meter
Tegangan (V) Volt Volt-meter
Tahanan/hambatan Ohm Ohm-meter
Daya semu (S) VA VA-meter
Daya aktif (P) Watt Watt-meter
Daya reaktif (Q) Var Var-meter
Energi aktif (E) Watt-jam kWh-meter
Energi reaktif VAR-jam kVARh-meter
Faktor Daya - Cos - meter
Frekuensi (F) Herz Frekuensi-meter
5
PENGENALAN ARUS SEARAH.
ARAH ARUS MAJU
Batere
S
0
A
+
-
I
+
-
V
6
PENGENALAN ARUS SEARAH.
ARAH ARUS TERBALIK
Batere
S
0
A
+
-
I
+
-
V
7
RANGKAIAN LISTRIK
HUKUM OHM :
V = I X R
Dimana :
V : Tegangan (Volt).
I : Arus (Amp).
R : Tahanan (Ohm)
Dilihat dari rumus diatas :
- Tahanan R berbanding lurus dengan Tegangan
- Tahanan R berbanding terbalik dgn Arus.
8
CONTOH HUKUM OHM
Suatu penghantar yang terbuat dari kawat tembaga
mempunyai tahanan 4 , besarnya kuat arus yang mengalir
sebesar 25 A.
Diminta menghitung besarnya tegangan yang dibutuhkan ?
Diketahui R = 4
I = 25 A
Ditanyakan : V ?
Penyelesaian :
V = 100 Volt
V = I x R
= 25 x 4
9
TAHANAN LISTRIK
TAHANAN (HAMBATAN) SUATU KONDUKTOR
DAPAT DIRUMUSKAN :
R = r L/A
Dimana :
R : Tahanan ().
r: Tahanan jenis.(mm
2
/m)
L : Panjang (m).
A : Penampang (mm
2
)
L
r
A
10
UNSUR r. PADA
0
0
C(mm
2
/m)
a.
Perak
Tembaga
Mas
Alumunium
Besi.
-
-
0,0163

0,0175

0,0220

0,0262

0,1000


0,00390
0,00390
0,00377
0,00400
0,00550

RESISTIVITAS DAN KOEFISIEN TEMPERATUR
11
CONTOH TAHANAN LISTRIK
Segulung kawat tembaga yang panjangnya 1000 m
mempunyai penampang 4 mm
2
.
Berapa besarnya tahanan kawat ini ?
Diketahui : l = 1000 m
A = 4 mm
2
rcu = 0,0175 mm
2
/m
Ditanyakan : Tahanan (R).
Penyelesaian : R =
rcu x l
A
=
0,0175 x 1000
4
R = 4,375
4
5 , 17
=
12
PERUBAHAN TAHANAN TERHADAP SUHU
R
t
= R
o
(1 + a
o
.t)
Dimana :
Rt : Nilai tahanan sesudah temp berubah.
R
o
: Nilai tahanan sebelum temp berubah.
a
o
: Koefisien temp.
t : Perubahan temperatur (t
2
t
1
).
13
CONTOH SOAL :
Sepotong kawat tembaga pada suhu 20
0
C mempunyai
tahanan 10 .
Berapa besarnya tahanan kawat pada suhu 75
0
C
Diketahui : t
1
= 20
0
C
t
2
= 75
0
C
R
0
= 10
Ditanyakan : R
t
= 10 (1 + 0,0039 (75 20))
= 10 (1 + 0,0039 x 55)
= 10 (1 + 0,2145)
= 10 x 1,2145
R
t
= 12,145
Penyelesaian : R
t
= Ro (1 + o.t).
14
HUKUM KIRCHOFF 1
Pada setiap rangkaian listrik, jumlah aljabar
dari arus-arus yang bertemu di suatu titik
adalah Nol.
RUMUS KIRCHOFF 1 :
S I = 0
Atau :
I
1
+ (-I
2
) + (-I
3
) + I
4
+ (-I
5
) = 0
Atau :
I
1
+ I
4
= I
2
+ I
3
+ I
5
I
1
I
3
I
2
I
5 I
4
15
CONTOH SOAL : HUKUM KIRCHOFF 1
Pada suatu jaringan mensuplai satu titik, dimana titik
Tersebut mengalirkan pada 3 percabangan menuju lampu
(lihat gambar) I
1
= 10 A, I
2
= 2 A, I
3
= 5 A
Berapa besar beban di percabangan 4 (I
4
) ??
I
2
I
1
I
3
I
4
S I = 0
Diketahui : I
1
= 10 A, I
2
= 2 A, I
3
= 5 A
Ditanya : Besar arus I
4
Jawab : lihat gambar, menurut hukum
Kirchoff I
I
1
I
2
I
3
I
4
= 0
I
1
- I
2
- I
3
= I
4
10 - 2 - 5 = I
4
10 7 = I
4
I
4
= 3 A
16
HUKUM KIRCHOFF 2
Jumlah aljabar dari hasil kali arus dgn
tahanan pada setiap konduktor dalam
suatu rangkaian tertutup (mesh), sama
dengan jumlah aljabar dari ggl.
S
a b c
d e f
R
1
R
2
E

S I R = S GGL = S E
1. abefa = E = I
1
R
1
3. acdfa = E = I
2
R
2
2. bcdeb = 0 = I
2
R
2
I
1
R
1
I
1
I
2
I

I II
17
RANGKAIAN LISTRIK (seri)
A
V
PADA HUBUNGAN SERI :
P
N
R
1
R
2
R
3
R
t
= R
1
+ R
3
+ R
2
V = V
1
+ V
2
+ V
3
I = I
1
= I
2
= I
3
UNTUK ARUS DI MASING MASING BEBAN
SAMA DENGAN ARUS YANG DIBANGKITKAN
V
1
I
1
V
2
I
2
V
3
I
3
A
V
I
18
RANGKAIAN LISTRIK (Paralel)
A
V
P
N
(E = I x R)
R
1
R
2
I
2
I
3
R
3
I
1
A
V
I
PADA HUBUNGAN PARALEL :
I = I
1

+ I
2
+ I
3

R
1
=
R
1
1
R
3
1
+
R
2
1
+
UNTUK TEGANGAN DI MASING MASING
PERCABANGAN SAMA DENGAN SUMBER
V = V
1
= V
2
= V
3
19
RANGKAIAN LISTRIK (PARALEL)
R
1
R
2
R
t
R
3
Bila diketahui suatu rangkaian listrik (lihat gambar)
R
1
= 2 , R
2
= 3 , R
3
= 4 , berapa besar R
t
??
Diketahui : Lihat gambar
R
1
= 2 , R
2
= 3 , R
3
= 4
Ditanyakan : R
t
( R total)
Jawab : Rumus paralel
R
1
=
R
1
1
R
3
1
+
R
2
1
+
Rt
1
=
2

1
4

1
+
3

1
+
=
12

6
12

3
+
12

4
+
=
Rt
1
12

13
=
13

12
Rt = 0,923
TAHANAN LISTRIK BILA DIHUBUNGKAN PARALEL
HASILNYA AKAN SEMAKIN KECIL.
20
DAYA DAN ENERGI LISTRIK
HUKUM OHM menyebutkan bahwa :
V = I x R
DAYA dalam sirkit DC adalah :
DAYA (P) = TEG (V) x ARUS (I)
WATT = VOLT x AMP
Karena V = I x R, maka : P = I
2
R
21
DAYA PADA SIRKIT AC
DAYA PADA SIRKIT AC DAN DC TIDAK SAMA
MENGAPA ????
Karena :
1. KARAKTERISTIK BEBAN (RLC).
2. FREKUENSI (GELOMBANG).
22
SEGI TIGA DAYA
SATU PHASA
S (VA)
Q (VAR)
P (WATT)
DAYA = TEG x ARUS x Faktor Daya
P = V x I x Cos
Watt

23
DAYA SEMU ( VA )
DAYA AKTIF ( WATT )
DAYA REAKTIF ( VAR )

C
A
B
COS =
B/C
SIN =
A/C
RUMUS ABC
C = (A
2
+B
2
)
C
2
= A
2
+ B
2
24
Menuang minuman soda ke dalam gelas
Busa soda makin kecil (rendah)
Sudut nya makin kecil
Tinggi
Aktif
Tinggi
semu

SUDUT (DERAJAT)
Tinggi
reaktif
BUSA SODA
SODA

SUDUT (DERAJAT)
25
ENERGI LISTRIK
Energi listrik adalah suatu kekuatan / kemampu
an untuk melakukan kerja / gerak, untuk mem-
berikan kalor, menimbulkan cahaya atau keper
luan lainnya dalam listrik yang dinyatakan dlm
satuan kilo Watt jam.
Sedangkan energi itu sendiri merupakan jumlah
daya yang terpakai dalam jangka waktu tertentu
W = P x t
Dimana :
W : Joule
P : Watt.
t : detik
1 Wh = 3600 Joule
1 Joule = 0,24 Kalori
26
CONTOH SOAL :
Pada pelanggan rumah tangga pemakaianya setiap hari
sebagai berikut : pemakaian lampu TL : 3 x 40 Watt selama
5 jam, kulkas 100 Watt, setrika 300 Watt selama 3 jam, Tivi
50 Watt selama 10 jam dan pompa air 125 Watt selama 4 jam.
Berapa Energi yang dipakai selama sebulan ???
Diketahui : seperti soal diatas.
Ditanya : pemakaian Energi sebulan.
Jawab : Lampu TL 3 x 40 W x 5 x 30 = 18.000 Wh
Kulkas 100 W x 24 x 30 = 72.000 Wh
Setrika 300 W x 3 x 30 = 27.000 Wh
Tivi 50 W x 10 x 30 = 15.000 Wh
Pompa air 125 W x 4 x 30 = 15.000 Wh
Jumlah = 147.000 Wh
Jadi pemakaian Energi listrik setiap bulan :
E = 147.000 Wh = 147 kWh
27
TEORI TRANSFORMATOR
APA ITU TRANSFORMATOR ?
28
FLUKS YG SINUSOIDE AKAN MENGHASILKAN
TEGANGAN INDUKSI e
1
(HUKUM FARRADAY)
e
2
= - N
2
df/dt
e
2
= - N
2
w F
maks
Cos wt)
E
2
= 4,44.N
2 .
f.F
maks
e
1
= - N
1
df/dt
e
1
= N
1
d(F
maks
SIN wt)/dt
= - N
1
w.F
maks
COS wt (tertinggal 90
0
dari F)
HARGA EFEKTIFNYA:
E
1
= N
1.
2.p.f.F
maks
= 2. 4,44.N
1.
f F
maks
PADA RANGKAIAN SKUNDER :
29
DENGAN MENGABAIKAN RUGI TAHANAN
DAN ADANYA FLUX BOCOR
SEHINGGA :
E
1
/E
2
= N
1
/N
2
E
1
/E
2
= V
1
/V
2
= N
1
/N
2
= a
a = PERBANDINGAN TRANSFORMASI
SEHINGGA E
1
DAN V
1,
BESARAN SAMA TETAPI
BERLAWANAN ARAH
30
TAP CHANGER TRAFO
N
1
N
2
E
1
E
2
F
E
1
BERBANDING LURUS DENGAN N
1
N
1
BERBANDING LURUS DENGAN a
E
1
/E
2
= N
1
/N
2
= a
JADI DISINI SUDAH JELAS BAHWA TEG SKUNDER
TERGANTUNG DARI PERBANDINGAN LILITAN
N
1
DENGAN N
2
ATAU BESAR KECILNYA a.
31
ALAT UKUR ENERGI LISTRIK
Alat yang digunakan untuk mengukur energi listrik
desebut meter kWh.
Untuk menghitung Energi listriknya dapat
dirumuskan sbb :
P =
t c
n
.
3600000 .
x Fct x Fpt
Dimana :
P : daya yang terukur (Watt).
T : waktu banyaknya putaran piringan (detik).
N : putaran piringan meter kWh.
C : konstanta meter kWh.
Fct : faktor ct.
Fpt : faktor pt.
32
U
S
PENGERTIAN FREKUENSI.
f =
p.n
60
= Hertz
f : Frek dalam Hertz
p : Pasang kutup
n : Banyaknya putaran
setiap menit
0
Max
p
33
Perubahan
positip
Perubahan
negatip
Harga
sesaat
Ampli-
tudo
1 Perubahan
Waktu (T)
T/S
+
-
Periode Frekuensi
FREKUENSI DAN PERIODE
34
FREKUENSI DAN PERIODE ARUS BOLAK-BALIK
Waktu yang diperlukan oleh arus bolak-balik untuk
kembali pada harga yang sama dari arah yang sama
(1 putaran) disebut periode dengan simbul T dan
dinyatakan dalam detik/put.
Amplitudo adalah harga maximum arus yang
ditunjukan garis grafis.
Harga sesaat adalah harga yang ditunjukan garis
grafik pada suatu saat.
35
FREKUENSI SISTEM
Frekuensi sistem PLN adalah 50 Hz
Dalam waktu 1 detik menghasilkan 50 gelombang.
1 (satu) Gelombang membutuhkan waktu 1/50 detik.
Untuk mencapai gelombang penuh (periode penuh)
dibutuhkan waktu T detik.
f
1
Jadi : T =
1
f
Dimana : w =
2 p
T
Maka : w =
2 p
1/f
Sehingga : w = 2 p f
36
PENGERTIAN ARUS BOLAK-BALIK.
Perubahan
positip
Perubahan
negatip
Arus bertambah
pada arah positip
Arus berkurang
pada arah positip
Arus bertambah
pada arah negatip
Arus berkurang
pada arah negatip
I +
I -
Gelombang Sinuside 1 periode
37
TERIMA KASIH
ATAS PERHATIAN DAN KESABARANNYA
SELAMAT BERPUASA DAN BERHARI RAYA 1341 H
MOHON MAAF LAHIR BATIN
WASSALAM