Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH KIMIA ORGANIK

KARBOHIDRAT





OLEH





JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2013

KARBOHIDRAT
Definisi
Karbohidrat adalah polihidroksi aldehid (aldosa) atau polihidroksi keton
(ketosa) dan turunannya atau senyawa yang bila dihidrolisa akan menghasilkan
salah satu atau kedua komponen tersebut di atas. Karbohidrat berasal dari bahasa
Jerman yaitu Kohlenhydrote dan dari bahasa Prancis Hidrate De Carbon.
Penamaan ini didasarkan atas komposisi unsur karbon yang mengikat hidrogen
dan oksigen dalam perbandingan 2:1.
Karbohidrat merupakan sumber energi bagi aktivitas kehidupan manusia
disamping protein dan lemak. Di Indonesia kurang lebih 80-90% kebutuhan
energi berasal dari karbohidrat, karena makanan pokok orang Indonesia sebagian
besar mengandung karbohidrat seperti : beras, jagung, sagu, ketela pohon dll. Di
Amerika sumber energi berasal dari karbohidrat 46%, lemak 42%, dan protein
12%. Sumber utama karbohidrat adalah berasal dari tumbuh-tumbuhan (nabati).
Karbohidrat terbentuk dalam tumbuh-tumbuhan sebagai hasil reaksi dari
karbondioksida (CO2) dengan air (H2O) dengan bantuan sinar matahari melalui
proses fotosintesis dalam tanaman yang berklorofil (bagian daun). Foto (sinar),
tesis (pembentukan). Reaksi fotosintesis sbb:

Karbohidrat dalam makanan biasanya dalam bentuk umbi-umbian, serealia
maupun dalam batang tanaman. Selain dari sumber nabati, karbohidrat juga
berasal dari pangan hewani yang terbentuk dalam jumlah yang kecil melalui
proses biosintesa glikogen dan sintesa secara kimiawi. Karbohidrat dapat dioksida
menjadi energi, misalnya glukosa dalam sel jaringan manusia dan hewan. Dalam
tubuh, karbohidrat mengalami perubahan atau metabolisme yang menghasilkan
antara lain glukosa yang terdapat dalam darah. Sedangkan karbohidrat yang
disintesa dalam hati berupa glikogen digunakan oleh sel-sel pada jaringan otot
sebagai sumber energi.

Penggolongan Karbohidrat
Karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida, disakarida dan
polisakarida. Penggolongan ini didasarkan pada reaksi hidrolisisnya.
Monosakarida adalah karbohidrat paling sederhana, tidak dapat dihidrolisis
menjadi karbohidrat lebih sederhana; disakarida dapat dihidrolisis menjadi dua
monosakarida; sedangkan polisakarida dapat dihidrolisi menjadi banyak molekul
monosakarida.
1. Monosakarida
Satuan karbohidrat yang paling sederhana dengan rumus CnH2nOn dimana n =
3 8 .Monosakarida sering disebut gula sederhana (simple sugars) adalah
karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana
lagi. Molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja. Monosakarida
dapat dikelompokkan berdasarkan kandungan atom karbonnya, yaitu triosa
(C
3
H
6
O
3
), tetrosa (C
4
H
8
O
4
), pentose (C
5
H
10
O
4
), dan heksosa atau heptosa
(C
6
H
12
O
4
).
Monosakarida atau gula sederhana hanya terdiri atas satu unit
polihidroksialdehida atau keton atau hanya terdiri atas satu molekul sakarida.
Kerangka monosakarida adalah rantai karbon berikatan tunggal yang tidak
bercabang. Satu diantara atom karbon berikatan ganda terhadap suatu atom
oksigen membentuk gugus karbonil, masing-masing atom karbon lainnya
berikatan dengan gugus hidroksil. Jika gugus karbonil berada pada ujung rantai
karbon, monosakarida tersebut adalah suatu aldosa, dan jika gugus karbonil
berada pada posisi lain, monosakarida tersebut adalah suatu ketosa. Berbagai
jenis monosakarida aldosa dan ketosa. Macam-macam monosakarida :
a. Aldosa: monosakarida yang mengandung gugus aldehid.
Contoh: Gliseraldehid
b. Ketosa: monosakarida yang mengandung gugus keton.
Contoh: Dihidroksiaseton



Contoh beberapa monosakarida :
a. Glukosa
Glukosa merupakan suatu aldoheksosa, disebut juga dekstrosa karena
memutar bidang polarisasi ke kanan. Glukosa merupakan komponen utama
gula darah, menyusun 0,065- 0,11% darah kita.
Glukosa dapat terbentuk dari hidrolisis pati, glikogen, dan maltosa. Glukosa
sangat penting bagi kita karena sel tubuh kita menggunakannya langsung
untuk menghasilkan energi. Glukosa dapat dioksidasi oleh zat pengoksidasi
lembut seperti pereaksi Tollens sehingga sering disebut sebagai gula
pereduksi.
b. Galaktosa
Galaktosa merupakan suatu aldoheksosa. Monosakarida ini jarang terdapat
bebas di alam. Umumnya berikatan dengan glukosa dalam bentuk laktosa,
yaitu gula yang terdapat dalam susu. Galaktosa mempunyai rasa kurang
manis jika dibandingkan dengan glukosa dan kurang larut dalam air. Seperti
halnya glukosa, galaktosa juga merupakan gula pereduksi.

D-galaktosa

c. Fruktosa
Fruktosa adalah suatu heksulosa, disebut juga levulosa karena memutar
bidang polarisasi ke kiri. Merupakan satu-satunya heksulosa yang terdapat
di alam. Fruktosa merupakan gula termanis, terdapat dalam madu dan buah-
buahan bersama glukosa.
Fruktosa dapat terbentuk dari hidrolisis suatu disakarida yang disebut
sukrosa. Sama seperti glukosa, fruktosa adalah suatu gula pereduksi.

2. Disakarida
Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari 2 satuan monosakarida. Dua
monosakarida dihubungkan dengan ikatan glikosidik antara C-anomerik dari
satu unit monosakarida dengan gugus OH dari unit monosakarida yang
lainnya. Beberapa disakarida yang sering dijumpai: Maltosa, Laktosa, Sukrosa.
a. Maltosa
Maltosa adalah suatu disakarida dan merupakan hasil dari hidrolisis parsial
tepung (amilum). Maltosa tersusun dari molekul -D-glukosa dan -D-
glukosa.

Struktur maltosa
Dari struktur maltosa, terlihat bahwa gugus -O- sebagai penghubung
antarunit yaitu menghubungkan C 1 dari -D-glukosa dengan C 4 dari -D-
glukosa. Konfigurasi ikatan glikosida pada maltosa selalu karena maltosa
terhidrolisis oleh -glukosidase. Satu molekul maltosa terhidrolisis menjadi
dua molekul glukosa.
b. Sukrosa
Sukrosa terdapat dalam gula tebu dan gula bit. Dalam kehidupan sehari-hari
sukrosa dikenal dengan gula pasir. Sukrosa tersusun oleh molekul glukosa
dan fruktosa yang dihubungkan oleh ikatan 1,2 .

Struktur Sukrosa
Sukrosa terhidrolisis oleh enzim invertase menghasilkan -D-glukosa dan -
D-fruktosa. Campuran gula ini disebut gula inversi, lebih manis daripada
sukrosa.
Jika kita perhatikan strukturnya, karbon anomerik (karbon karbonil dalam
monosakarida) dari glukosa maupun fruktosa di dalam air tidak digunakan
untuk berikatan sehingga keduanya tidak memiliki gugus hemiasetal.
Akibatnya, sukrosa dalam air tidak berada dalam kesetimbangan dengan
bentuk aldehid atau keton sehingga sukrosa tidak dapat dioksidasi. Sukrosa
bukan merupakan gula pereduksi.
c. Laktosa
Laktosa adalah komponen utama yang terdapat pada air susu ibu dan susu
sapi. Laktosa tersusun dari molekul -D-galaktosa dan -D-glukosa yang
dihubungkan oleh ikatan 1,4'-.


Struktur laktosa

Hidrolisis dari laktosa dengan bantuan enzim galaktase yang dihasilkan dari
pencernaan, akan memberikan jumlah ekivalen yang sama dari -D-glukosa
dan -D-galaktosa. Apabila enzim ini kurang atau terganggu, bayi tidak
dapat mencernakan susu. Keadaan ini dikenal dengan penyakit galaktosemia
yang biasa menyerang bayi.

3. Polisakarida
Polisakarida atau glikan tersusun atas unit-unit gula yang panjang. Polisakarida
dapat dibagi menjadi dua kelas utama yaitu homopolisakarida dan
heteropolisakarida. Homopolisakarida yang mengalami hidrolisis hanya
menghasilkan satu jenis monosakarida, sedangkan heteropolisakarida bila
mengalami hidrolisis sempurna menghasilkan lebih dari satu jenis
monosakarida. Rumus umum polisakarida yaitu C
6
(H
10
O
5
)n. Jenis polisakarida
adalah:
a. Selulosa
Selulosa (C6H10O5)n adalah polimer berantai panjang polisakarida
karbohidrat, dari beta-glukosa. Selulosa merupakan komponen struktural
utama dari tumbuhan dan tidak dapat dicerna oleh manusia.

Struktur selulosa


b. Glikogen
Glikogen adalah salah satu jenis polisakarida simpanan dalam tubuh hewan.
Pada manusia dan vertebrata lain, glikogen disimpan terutama dalam sel hati
dan otot. Glikogen terdiri atas subunit glukosa dengan ikatan rantai lurus
(14) dan ikatan rantai percabangan (16). Glikogen memiliki struktur
mirip amilopektin (salah satu jenis pati) tetapi dengan lebih banyak
percabangan, yaitu setiap 8-12 residu.
c. Pati atau amilum
Pati atau amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air,
berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama
yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa
(sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Hewan dan manusia
juga menjadikan pati sebagai sumber energi yang penting. Pati tersusun dari
dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin.

Struktur amilosa


Struktur amilopektin



Sistem Struktul D dan L
Notasi D & L dilakukan karena adanya atom C dengan konfigurasi asimetris
seperti pada gliseraldehida.

Masing-masing dari empat karbon C-2 melalui C-5 yang kiral , artinya
bahwa empat obligasi tersebut terhubung ke empat bagian yang berbeda dari
molekul. Dalam D-glukosa, keempat bagian harus dalam tiga dimensi tertentu
pengaturan. Yakni, ketika molekul ditarik dalam proyeksi Fischer , yang
hydroxyls pada C-2, C-4, dan C-5 harus berada di sisi kanan, sementara pada C-3
harus berada di sisi kiri.
Untuk gula dengan atom C asimetrik lebih dari 1, notasi D atau L ditentukan
oleh atom C asimetrik terjauh dari gugus aldehida atau keto. Gula yang ditemui di
alam adalah dalam bentuk isomer D.


Gula dalam bentuk D merupakan bayangan cermin dari gula dalam bentuk
L. Kedua gula tersebut memiliki nama yang sama, misalnya D-glukosa & L-
glukosa.
Posisi keempat hydroxyls yang terbalik dalam diagram Fischer L-Glukosa;
D- dan L- glukosa adalah dua dari 16 kemungkinan aldoheksosa 14 lainnya allose,
altrose, mannose, gulose, idose, galaktosa, dan talose, masing-masing dengan dua
isomer, 'D -' dan 'L -'.

Pada gula yang lebih panjang, bentuk L- atau D- ditentukan dari atom
karbon kiral yang paling jauh dari gugus karbonil

Bentuk kiral yang berbeda dari suatu gula, disebut isomer optik
atau stereoisomer.

Pembentukan Hemiasetat dan Hemiketal, Siklisasi, Konfigurasi alfa beta
Glukosa merupakan monosakarida yang mengandung gugus aldehid dan
terdiri dari enam karbon. Glukosa mempunyai suatu gugus aldehid pada karbon
ke-1 dan gugus hidroksil pada karbon ke-4 dan ke-5. Suatu reaksi umum antara
alkohol dengan aldehid adalah pembentukan hemiasetal. Aldehida dapat bereaksi
dengan alkohol membentuk hemiasetal. Keton dapat bereaksi dengan alkohol
membentuk hemiketal.



Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, terutama pada industri
pangan. Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180,18) adalah heksosa monosakarida
yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung
gugus -CHO). Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil
dan hidrogen kecuali atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di
luar cincin, membentuk suatu gugus CH2OH lebih jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 2. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang
lebih reaktif, yang proporsinya 0,0026% pada pH 7.
Pentosa dan heksosa dapat membentuk struktur siklik melalui reaksi gugus
keton atau aldehida dengan gugus OH dari atom C asimetrik terjauh. Glukosa
membentuk hemiasetal intra-molekular sebagai hasil reaksi aldehida dari C1 &
OH dari atom C5, dinamakan cincin piranosa.


Rantai glukosa dalam bentuk linier maupun cincin

Dalam larutan air, glukosa dapat bereaksi intramolekul untuk
menghasilkan hemiasetal siklik. Hemiasetal cincin lima-anggota (digunakan
gugus hidroksil pada karbon 5) dapat terbentuk melalui reaksi intramolekul.
Glukosa mengandung 0,02% bentuk rantai lurus dan berbentuk kursi siklik. Hal
ini disebabkan karbohidrat memiliki gugus fungsi alkohol dan aldehid atau keton.
Struktur rantai lurus mudah dikonversi menjadi bentuk struktur kursi siklik atau
struktur siklik hemiasetal (Ophardt, 2003).
Fruktosa dapat membentuk Cincin piranosa, melalui reaksi antara gugus
keto atom C2 dengan OH dari C6. Cincin furanosa, melalui reaksi antara gugus
keto atom C2 dengan OH dari C5.

Siklisasi D-glukosa
Pembentukan cincin siklik glukosa menghasilkan pusat asimetrik baru
pada atom C1. Kedua stereoisomer disebut anomer, a & b. Proyeksi Haworth
menunjukkan bentuk cincin dari gula dengan perbedaan pada posisi OH di C1
anomerik :
a (OH di bawah struktur cincin)
b (OH di atas struktur cincin).


Dalam solusi, rantai-bentuk terbuka glukosa ('baik' D - atau 'L -') ada
dalam keseimbangan dengan beberapa isomer siklik , masing-masing berisi
sebuah cincin karbon ditutup dengan satu atom oksigen. Dalam larutan air,
bagaimanapun, glukosa ada sebagai pyranose selama lebih dari 99%. Bentuk
rantai terbuka terbatas sekitar 0,25% dan furanose ada dalam jumlah diabaikan.
Istilah "glukosa" dan "D-glukosa" biasanya digunakan untuk bentuk-bentuk siklik
juga. Cincin ini berasal dari bentuk rantai terbuka oleh adisi nukleofilik reaksi
antara kelompok aldehid - (C = O) H pada C-1 dan kelompok hidroksil-OH pada
C-4 atau C-5, menghasilkan hemiacetal kelompok-C (OH) HO-. Hemiasetal siklik
dapat terbentuk sebagai hasil reaksi antara gugus hidroksil dan karbonil pada
rantai yang sama.
Reaksi antara C-1 dan C-5 menciptakan sebuah molekul dengan cincin
beranggota enam, disebut pyranose , setelah eter siklik pyran , molekul sederhana
dengan cincin karbon-oksigen yang sama. Reaksi antara C-1 dan C-4 menciptakan
sebuah molekul dengan cincin beranggota lima, yang disebut furanose , setelah
eter siklik furan. Dalam kedua kasus, setiap karbon di atas ring memiliki satu
hidrogen dan satu hidroksil terpasang, kecuali untuk karbon terakhir (C-4 atau C-
5) dimana hidroksil diganti oleh sisa molekul terbuka (yang - (CHOH) 2-H atau -
(CHOH)-H, masing-masing).
Reaksi cincin-penutupan membuat karbon C-1 kiral juga, karena empat
obligasi menyebabkan-H, ke-OH, untuk karbon C-2, dan oksigen cincin. Keempat
bagian dari molekul dapat diatur sekitar C-1 ( karbon anomeric ) dalam dua cara
yang berbeda, yang ditunjuk oleh prefiks '-' dan '-'. Ketika molekul
glukopiranosa ditarik dalam proyeksi Haworth , penunjukan '-' berarti bahwa
kelompok hidroksil yang melekat pada C-1 dan-CH 2 OH pada C-5 terletak di sisi
berlawanan dari ring pesawat (a trans pengaturan ), 'sedangkan' -berarti bahwa
mereka berada di sisi yang sama dari pesawat (a cis pengaturan).
Oleh karena itu, terbuka isomer D-glukosa menimbulkan empat isomer
siklik yang berbeda: -D-glukopiranosa, -D-glukopiranosa, -D-glucofuranose,
dan -D-glucofuranose, -D - Glucopyranose Glukopiranosa, -D -
Glucopyranose Glukopiranosa, -D - Glucofuranose Glucofuranose, -D -
Glucofuranose Glucofuranose.


Rantai lainnya terbuka-isomer L-glukosa juga menimbulkan empat bentuk
siklik berbeda L-glukosa, masing-masing cermin gambar dari D-glukosa yang
sesuai. Cincin glukopiranosa ( atau ) dapat mengasumsikan bentuk non-planar
beberapa, analog dengan 'kursi' dan 'perahu' konformasi dari sikloheksana.
Demikian pula, cincin glucofuranose mungkin beranggapan beberapa bentuk,
analog dengan 'amplop' konformasi dari cyclopentane .


Glukopiranosa bentuk glukosa yang mendominasi dalam larutan, dan
merupakan bentuk yang diamati dalam keadaan padat. Mereka adalah padatan
kristal berwarna, sangat larut dalam air dan asam asetat , buruk larut dalam
metanol dan etanol . Mereka meleleh pada 146 C () dan 150 C (), dan terurai
pada suhu tinggi ke karbon dan air.



Karena sifat ikatan karbon yang berbentuk tetrahedral, gula
piranosa membentuk konfigurasi kursi" atau perahu", tergantung dari
gulanya. Penggambaran konfigurasi kursi dari glukopiranosa di atas lebih
tepat dibandingkan dengan proyeksi Haworth.

Reaksi Alfa Dan Beta
Posisi gugus-OH pada karbon anomeric merupakan perbedaan penting
untuk kimia karbohidrat.
- Posisi Beta didefinisikan sebagai-OH berada di sisi yang sama dari cincin
sebagai # C 6. Dalam struktur kursi ini menghasilkan proyeksi horisontal.
- Posisi Alpha didefinisikan sebagai-OH berada di sisi berlawanan dari
cincin sebagai # C 6. Dalam struktur kursi ini menghasilkan proyeksi ke
bawah.


Reaksi Monosakarida, Turunan Gula, Disakarida dan Polisakarida
Beberapa Reaksi Monosakarida
1. Reaksi Oksidasi
Berdasarkan kemampuannya untuk mereduksi senyawa/pereaksi (Tohlens,
Benedict, Fehling), monosakarida dapat digolongkan :
Gula pereduksi
Gula non pereduksi
Kemampuan monosakarida untuk mereduksi pereaksi-pereaksi tersebut di
atas didasarkan pada adanya gugus aldehid atau gugus -hidroksi keton,
dimana dengan adanya pereaksi-pereaksi tersebut gugus aldehid atau -
hidroksi keton akan teroksidasi menjadi karboksilat/keton.
Semua monosakarida adalah Gula Pereduksi












Oksidasi aldosa oleh pereaksi Fehlings, Benedicts atau Tohlens
membentuk asam monokarboksilat Asam Aldonat.
Oksidasi aldosa dengan oksidator kuat (HNO
3
panas) menghasilkan asam
dikarboksilat karena HNO
3
selain mengoksidasi gugus aldehid juga
mampu mengoksidasi gugus CH
2
OH terminal






















HC
CHO
OH
C HO
C OH
C OH
CH
2
OH
+ Cu
2+
C
O
OH
C OH
C HO
C OH
C OH
CH
2
OH
+ Cu
2
O
merah bata
D - glukosa
asam- D - glukonat
C
CHO
OH
C HO
C OH
C OH
CH
2
OH
C
COOH
OH
C HO
C OH
C OH
COOH
HNO
3
D - glukosa
asam D - glukarik
C
CHO
OH
C
C OH
C OH
CH
2
OH
HO
+ Ag
+
C
COOH
OH
C
C OH
C OH
CH
2
OH
HO
+ Ag
Cermin perak

2. Gugus karbonil dari monosakarida dapat direduksi menjadi alcohol dengan


beberapa pereaksi menghasilkan alditol











3. Pembentukan Glikosida
Reaksi monosakarida hemiasetal atau hemiketal siklis dengan 1 molekul
alcohol lagi membentuk asetal atau ketal. Pada reaksi ini gugus OH pada C
anomerik digantikan oleh gugus OR dari alcohol.







C
CHO
OH
C
C OH
C OH
CH
2
OH
D - glukosa
HO
katalis
logam
C
CH
2
OH
C
C OH
C OH
CH
2
OH
D -glukitol (sorbitol)
HO
OH
+ H
2
O
OH
OH
H
OH
OH
CH
2
OH
* +
CH
3
OH
O
OH
OCH
3
H
OH
OH
CH
2
OH
*
+
H
2
O
H
+
-D-glukopiranosa
metil--D-glukopiranosida
Ikatan glikosida