Anda di halaman 1dari 2

NAMA : EKO R.P.N.

NIM : 05121002049
M. KULIAH : ENERGI PERTANIAN
TEKNIK PERTANIAN

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembakaran Pada Briket
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembakaran pada briket, antara lain :
1. Ukuran partikel.
Ukuran partikel bahan bakar padat merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi pada proses pembakaran bahan bakar padat. Dengan Partikel yang
lebih kecil ukurannya, maka suatu bahan bakar padat akan lebih cepat terbakar.
2. Kecepatan aliran udara.
Laju pembakaran bahan bakar padat akan naik dengan adanya kenaikan
kecepatan aliran udara dan kenaikan temperatur. Apabila kecepatan aliran udara
mengalami kenaikan maka akan diikuti kenaikan temperatur dan laju dari
pembakaran bahan bakar padat naik dalam satu renggang waktu, hal ini dapat
dipengaruhi jumlah oksigen yang diterima dan karbon dioksida yang keluar dapat
bersirkulasi dengan baik, karena reaksi pembakaran membutuhkan oksigen.
3. Jenis bahan bakar (briket).
Jenis bahan bakar akan menentukan karakteristik bahan bakar.
Karakteristik tersebut antara lain kandungan volatile matter (zat-zat yang mudah
menguap) dan kandungan moisture (kadar air). Semakin banyak
kandungan volatile matter pada suatu bahan bakar padat maka akan semakin
mudah bahan bakar padat tersebut untuk terbakar dan menyala. Dan semakin
tinggi kadar air suatu briket maka akan semakin kecil nyala briket, hal ini
dikarenakan energi dipakai untuk menguapkan kadar air dari briket.
4. Temperatur udara pembakaran.
Kenaikan temperatur udara pembakaran menyebabkan semakin pendeknya
waktu pembakaran, hal ini dikarenakan kenaikan temperatur akan meningkatkan
panas dan laju pembakaran pada briket.
5. Karakteristik bahan bakar padat yang terdiri dari:
a. Kadar karbon
Karbon merupakan salah satu unsur yang sangat berperan dalam
pembakaran briket, Karbon akan membentuk gas CO2 bersama oksigen pada
proses pembakaran. Pembakaran sempurna adalah pembakaran dimana semua
konstituen yang dapat terbakar di dalam bahan bakar membentuk gas CO2, air (=
H2O), dan gas SO2, sehingga tak ada lagi bahan yang dapat terbakar tersisa,
sehingga jumlah karbon akan sangat mempengaruhi panas yang dihasilkan pada
proses pembakaran pada briket.
b. Kadar air (moisture)
Kadar air merupakan parameter yang sangat berpengaruh terhadap
pembakaran suatu briket, semakin tinggi kadar air maka akan semakin sulit briket
untuk menyala, hal ini karena jumlah energi digunakan untuk menguapkan air
pada pembakaran biket.
c. Zat-zat yang mudah menguap (Volatile matter)
Semakin banyak jumlah zat yang mudah menguap pada suatu material
penyusun briket maka akan semakin cepat proses pembakaran dan semakin tinggi
panas yang dihasilkan briket.
d. Kadar abu (ash)
Abu merupakan bagian yang tersisa dari proses pembakaran yang sudah
tidak memiliki unsur karbon lagi. Unsur utama abu adalah silika dan pengaruhnya
kurang baik terhadap nilai panas yang dihasilkan. Semakin tinggi kadar abu maka
semakin rendah kualitas briket karena kandungan abu yang tinggi dapat
menurunkan panas pada pembakaran briket.
e. Nilai kalori
Semakin tinggi nilai kalori maka akan semakin kecil panas yang dihasilkan
oleh pembakaran briket, hal ini dikarenakan besarnya jumlah energi yang
dibutuhkan untuk menghasilkan panas akan semakin besar pada nilai kalori yang
tinggi.