Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr,wb .saya mengucapkan puji dan syukur kepada allah Swt
,sehingga saya dapat menyelesai kan sebuah buku yang berjudul INDAH NYA
HIDUP TANPA NARKOBA. Meskipun banyak kesuli tan
dalam membuat buku ini, namun berkat penyertaan- Nya, saya dapat
menyelesaikan buku ini dengan tepat waktu.Sejalannya kurikulum
dan materi kuliah aplikasi teknologi informasi , maka saya ditugaskanuntuk
membuat makalah tentang Narkoba. Makalah ini dibuat untuk memenuhi
tugas b e l a j a r t e r s e b u t . Ki r a n y a ma k a l a h i n i d a p a t me mb e r i k a n
ma n f a a t k e p a d a p a r a pembacanya.Makal ah i ni masi h j auh dar i kesem
pur naan, unt uk i t u saya menghar apkanadanya kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca. :D















BAB I

1.1 Pengertian Narkoba
Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan,
pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan
cara
dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya (Kurniawan, 2008).
Narkoba dibagi dalam 3 jenis :
1. Narkotika
2. Psikotropika
3. Zat adiktif lainnya

1. Narkotika



Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik
sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan
kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat
menimbulkan ketergantungan, atau ketagihan yang sangat berat
(Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 1997).Jenis narkotika di bagi
atas 3 golongan :
Narkotika golongan 1
adalah narkotika yang paling berbahaya, daya adiktif sangat tinggi
menyebabkan ketergantunggan. Tidak dapat digunakan untuk kepentingan apapun,
kecuali untuk penelitian atau ilmu pengetahuan.
Contoh :
ganja, morphine, putauw adalah heroin tidak murni berupa bubuk.
Narkotika golongan 2
adalah narkotika yang memilki daya adiktif kuat, tetapi
bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : petidin dan turunannya,
benzetidin, betametadol.
Narkotika golongan 3
adalah narkotika yang memiliki daya adiktif ringan, tetapi dapat
bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : codein dan turunannya
2. Psikotropika



Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis, bukan narkotika
yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang
menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan prilaku, digunakan untuk
mengobati gangguan jiwa (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1997).
Jenis psikotropika dibagi atas 4 golongan :
Golongan I :
adalah psikotropika dengan daya adiktif yang sangat kuat untuk
menyebabkan ketergantungan, belum diketahui manfaatnya untuk pengobatan, dan
sedang diteliti khasiatnya seperti esktasi (menthylendioxy menthaphetamine dalam
bentuk tablet atau kapsul), sabu-sabu (berbentuk kristal berisi zat menthaphetamin).
Golongan II :
adalah psikotropika dengan daya aktif yang kuat untuk menyebabkan
Sindroma ketergantungan serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh :
ampetamin dan metapetamin.
Golongan III :
adalah psikotropika dengan daya adiktif yang sedang berguna untuk
pengobatan dan penelitian. Contoh: lumubal, fleenitrazepam.
d. Golongan IV : adalah psikotropika dengan daya adiktif ringan berguna untuk
pengobatan dan penelitian. Contoh: nitra zepam, diazepam

3. Zat Adiktif Lainnya
Zat adiktif lainnya adalah zat zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat
menimbulkan ketergantungan pada pemakainya, diantaranya adalah :
a) Rokok
b) Kelompok alkohol dan minuman lain yang memabukkan dan menimbulkan
ketagihan.
c) Thiner dan zat lainnya, seperti lem kayu, penghapus cair dan aseton, cat, bensin
yang
bila dihirup akan dapat memabukkan (Alifia, 2008).
1.1. Jenis dan Efek yang ditimbulkan oleh Narkoba
1. Ganja/ Mariyuana/ Kanabis Tanaman perdu dengan daun menyerupai daun singkong
dan berbulu halus,


jumlah jarinya selalu ganjil, yaitu 5,7,9. Cara penyalahgunaannya adalah dengan
mengeringkan dan dicampur dengan tembakau rokok atau langsung dijadikan rokok
lalu dibakar dan dihisap. bahan yang digunakan dapat berupa daun, biji maupun bunga.
Dibeberapa daerah Indonesia yaitu di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, pulau
Jawa dan lain, akibat dari menggunakan adalah berpariasi tergantung dari jumlah, jenis
cannabis serta waktu cannabis dipakai. Beberapa efek dapat termasuk euforia, santai,
keringanan stres dan rasa sakit, nafsu makan bertambah, perusakan pada kemampuan
bergerak, kebingungan, hilangnya konsentrasi serta motivasi berkurang.
2. Kokain
Adalah tanaman perdu mirip pohon kopi, buahnya yang matang berwarna merah
seperti biji kopi, kokain merupakan hasil sulinggan dari daun koka yang memiliki zat
yang
sangat kuat, yang tumbuh di Amerika Tenggah dan Amerika Selatan. Sedangkan
kokain
freebase adalah kokain yang diproses untuk menghilangkan kemurnian dan
campurannya
sehingga dapat dihisap dalam bentuk kepingan kecil sebesar kismis. Salah satu bentuk
populer dari kokain adalah crac, kokain menimbulkan risiko tinggi terhadap
pengembangan
ketergantungan fisik dan fisiologis, prilaku yang lazim selama dibawah pengaruh kokain
dapat termasuk hiperaktif, keriangan, dan bertenaga, ketajaman perhatian, percaya diri
dan
kegiatan seksual yang meningkat. Pengguna juga dapat berprilaku tidak berpendirian
tetap,
merasa tidak terkalahkan dan menjadi agresif dan suka bertengkar. Kondisi yang dapat
mematikan dapat terjadi dari kepekaan yang tinggi terhadap kokain atau overdosis
secara
besar-besaran. Beberapa jam setelah pemakaian terakhir, rasa pergolakan dan depresi
dapat
terjadi.
3. Opium
Adalah bunga dengan bentuk dan warna yang sangat indah, dari getah bunga opiun
dibuat candu (opiat), dahulu di Mesir dan Cina digunakan untuk pengobatan,
menghilangkanrasa sakit tentara yang terluka akibat perang dan berburu, opium banyak
tumbuh didaerah segi tiga emas Burma, Kamboja, Thailand dan segitiga emas Asia
Tengah, Afganistan, Iran
dan Pakistan. Penggunaan jangka panjang mengakibatkan penurunan dalam
kemampuan mental dan fisik, serta kehilangan nafsu makan dan berat badan.
4. Alkohol
Adalah zat aktif yang terdapat dari berbagai jenis minuman keras. merupakan zat
yang mengandung etanol yang berfungsi memperlambat kerja sistem saraf pusat,
memperlambat refleks motorik, menekan pernafasan, denyut jantung dan mengganggu
penalaran dan penilaian. Meskipun demikian apabila digunakan pada dosis rendah
alkohol justru membuat tubuh merasa segar (bersifat merangsang).
Minuman ini terbagi dalam 3 golongan, yaitu
a. Golongan A :
yaitu berbagai minuman keras yang mengandung kadar alkohol antara 1 %
s/d 5%. Contoh minuman keras adalah : bir, greensand, dan lain-lain
b. Golongan B :
yaitu berbagai jenis minuman keras yang mengandung kadar alkohol antara
5% s/d 20 %. Contohnya adalah Anggur malaga, dan lain-lain.
c. Golongan C :
yaitu berbagai jenis minuman keras yang mengandung kadar alkohol antara
29% s/d 50 %. Contoh adalah Brandy, Vodka, Wine, Drum, Champagne, Wiski,
dan lain-lain (Partodiharjo, 2008).
5. Amfetamin Amfetamin pertama dibuat di Jerman pada akhir abad ke-19 tetapi baru
dipatenkan
pada 1930-an. Pada 1940-an amfetamin mulai dipakai sebagai terapeutik untuk
berbagai
macam kondisi medis seperti ayan, depresi dan untuk anak yang hiperkinetik.
Merupakan
zat perangsang sintetik yang dapat berbentuk tablet, kapsul serta bentuk lainnya yang
digunakan untuk kepentingan medis. Amfetamin tersedia dalam merk-merk umum
dalam
bentuk dexamphetamin (dexedrine) dan pemoline (volisal). Efek amfetamin biasanya
hilang
setelah 3-6 jam dan pemakai dapat secara tiba-tiba menjadi lelah, suka marah, murung
dan
tidak bisa konsentrasi, peningkatan kewaspadaan, peningkatan tenaga dan kegiatan,
mengurangi nafsu makan dan kepercayaan diri. Penggunaan jangka panjang dapat
mengakibatkan malnutrisi, kelelahan, depresi dan psikosis. Kematian yang diakibatkan
penggunaan obat perangsang jarang terjadi tetapi lebih mungkin jika amfetamin
disuntikkan.
6. Sedatif Adalah merupakan zat yang dapat mengurangi berfungsinya sistem syaraf
pusat.
Dapat menyebabkan koma, bahkan kematian jika melebihi takaran
7. Ekstasi/ Dolphin/ Black Hear/ Gober/ Circle K.Sering digunakan sebagai alat
penghayal tanpa harus berhalusinasi. tablet ini diproduksi khusus untuk disalahgunakan
yaitu untuk mendapatkan rasa gembira, hilang rasa
sedih, tubuh terasa fit dan segar. Dari kasus-kasus yang ada memperlihatkan bahwa
ekstasi dapat memperlemah reaksi daya tahan tubuh, ada pengaruh terhadap
perubahan menstruasi,
termasuk ketidak teraturan menstruasi dan jumlah yang lebih banyak atau amenorhoe
(tidak haid). Ekstasi merusak otak dan memperlemah daya ingat. Ekstasi merusak
mekanisme di
dalam otak yang mengatur daya belajar dan berpikir dengan cepat. Terbukti dapat
menyebabkan kerusakan jantung dan hati. Pemakai teratur telah mengakui adanya
depresi
berat dan telah ada kasus-kasus gangguan kejiwaan (Partodiharjo, 2008).
8. Shabu-shabu Merupakan kombinasi baru yang sedang laris, berbentuk bubuk
mengkilat seperti garam dapur, shabu berisi metapetamin yang dicampur dengan
berbagai psikotropika.
Pemakai yang kronis akan tampak kurus, mata merah, malas mandi, emosi labil, dan
loyo.
Beberapa kasus menunjukkan dampak shabu-shabu yaitu menyebabkan orang menjadi
ganas, serta meningkatkan kepercayaan diri yang tinggi berbuntut tingkah laku yang
brutal (Nasution, 2004).
9. Kafein Merupakan zat perangsang yang dapat ditemukan dalam obat generik, kopi,
teh coklat atau makanan bersoda.
10. Tembakau Merupakan daundaunan pohon tembakau yang dikeringkan dan pada
umunya diproduksi dalam bentuk rokok. Nikotin, terdapat ditembakau, adalah salah
satu zat yangpaling adiktif yang dikenal. Nikotin adalah perangsang susunan saraf
pusat (SSP) yang mengganggu keseimbangan neuropemancar. menyebabkan
penyempitan pembuluh darah,
peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, nafsu makan berkurang, menimbulkan
emfisema ringan, sebagian menghilangkan perasaan cita rasa dan penciuman serta
memerihkan paru. Penggunaan tembakau jangka panjang dapat menyebabkan
kerusakan pada paru-paru, jantung dan pembuluh darah, dan menyebabkan kanker
(Partodiharjo, 2008).
1.2. Faktor-faktor Penyebab Penggunaan Narkoba
1. Tersedianya Narkoba Permasalahan penyalahgunaan dan ketergantungan narkoba
tidak akan terjadi bila tidak ada narkobanya itu sendiri. Dalam pengamatan ternyata
banyak tersedianya narkoba dan mudah diperoleh.
Hawari (1990) dalam penelitiannya menyatakan bahwa urutan mudahnya narkoba
diperoleh (secara terang-terangan, diam-diam atau sembunyi-sembunyi) adalah alkohol
(88%), sedatif (44%), ganja, opiot dan amphetamine (31%).
Menurut Gunawan (2009) faktor tersedianya narkoba adalah ketersediaan dan
kemudahan memperoleh narkoba juga menjadi faktor penyabab banyaknya pemakai
narkoba. Indonesia bukan lagi sebagai transit seperti awal tahun 80-an, tetapi sudah
menjadi tujuan pasar narkotika. Para penjual narkotika berkeliaran dimana-mana,
termasuk di sekolah, lorong jalan, gang-gang sempit, warung-warung kecil yang dekat
dengan pemukiman masyarakat.
2. Lingkungan Terjadinya penyebab penyalahgunaan narkoba yang sebagian besar
dilakukan oleh
usia produktif dikarenakan beberapa hal, antara lain :
a. Keluarga Menurut Kartono dalam Wina (2006) keluarga merupakan satu organisasi
yang
paling penting dalam kelompok sosial dan keluarga merupakan lembaga didalam
masyarakat yang paling utama bertanggung jawab untuk menjamin kesejahteraan
sosial dan biologis anak manusia.
Penyebab penggunaan narkoba salah satunya adalah keluarga dengan ciri-ciri sebagai
berikut:
1. Keluarga yang memiliki sejarah (termasuk orang tua) pengguna narkoba
2. Keluarga dengan konflik yang tinggi dan tidak pernah ada jalan keluar yang
memuaskan semua pihak dalam keluarga. Konflik dapat terjadi antara ayah dan ibu,
ayah dan anak,
ibu dan anak, maupun antar saudara.
3. Keluarga dengan orang tua yang otoriter, yang menuntut anaknya harus menuruti
apapun
kata orang tua, dengan alasan sopan santun, adat-istiadat, atau demi kemajuan dan
masa depan anak itu sendiri tanpa memberi kesempatan untuk berdialog dan
menyatakan
ketidak setujuan.
4. Keluarga tidak harmonis
Menurut Hawari dalam Wina (2006), keluarga harmonis adalah persepsi terhadap
situasi dan kondisi dalam keluarga dimana didalamnya tercipta kehidupan beragama
yang kuat, suasana yang hangat, saling menghargai, saling pengertian, saling terbuka,
saling menjaga dan diwarnai kasih sayang dan rasa saling percaya sehingga
memungkinkan anak untuk tumbuh dan berkembang secara seimbangb. Masyarakat
Kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau rawan, dapat menjadi faktor
terganggunya perkembangan jiwa kearah perilaku yang menyimpang yang pada
gilirannya terlibat penyalahgunaan/ketergantungan narkoba.
Lingkungan sosial yang rawan tersebut antara lain :
. Semakin banyaknya penggangguran, anak putus sekolah dan anak jalan
. Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malam bahkan hingga dini hari
dimana sering digunakan sebagai tempat transaksi narkoba.
. Banyaknya penerbitan, tontonan TV dan sejenisnya yang bersifat pornografi
dan kekerasan.
. Masyarakat yang tidak peduli dengan lingkungan.
. Kebut-kebutan, coret-coretan pengerusakan tempat-tempat umum.
. Tempat-tempat transaksi narkoba baik secara terang-terangan maupun
sembunyi-sembunyi (Alifia, 2008).
3. Individu
a. Harga Diri Menurut Coopersmith dalam Eka (2006), harga diri adalah Aspek
kepribadian yang penting sebagai penilaian yang dibuat individu terhadap dirinya
sendiri. Harga diri yang tinggi akan mempengaruhi kepribadian seseorang. Harga diri
merupakan evaluasi diri yang ditegakkan dan dipertahankan oleh individu, yang berasal
dari interaksi individu dengan orangorang yang terdekat dengan lingkungannya, dan
dari jumlah penghargaan, penerimaan, dan perlakuan orang lain yang diterima individu
Menurut Sellet dan Littlefield dalam Sulistiyowati (2008), harga diri merupakan aspek
kepribadian yang pada dasarnya dapat berkembang. Kurangnya harga diri pada
seseorang dapat mengakibatkan masalah baik akademik, olahraga, pekerjaan dan
hubungan sosial . Harga diri dapat dibedakan atas 3, yaitu :
1. Harga diri tinggi, yaitu memiliki sifat aktif, sukes dalam kehidupan sosial, mampu
mengontrol diri, menghargai orang lain, dan percaya diri.
2. Harga diri sedang yaitu memiliki sifat hampir sama dengan harga diri tinggi hanya ia
bimbang menilai diri perlu dukungan sosial dan percaya diri.
3. Harga diri rendah yaitu memiliki sifat kurang aktif, sebagai pendengar dan pengikut,
minder, gugup, sering salah dalam mengambil keputusan dan rendah diri.
Teori yang digunakan adalah dengan menggunakan teori Dr. Florence Rosenberg
yang dinamakan dengan teori Self-Esteem Scale, yang menerangkan bahwa harga diri
merupakan penilaian individu terhadap kehormatan dirinya, yang diekspresikan melalui
sikap terhadap dirinya yang dikembangkan secara luas dalam riset ilmu sosial. Dengan
menggunakan 10 item pernyataan, dimana dalam menjawab terdapat pilihan.
Sangat setuju
Setuju
Kurang setuju
Sangat tidak setuju
Dengan pernyataan :
1. Saya merasa orang yang berharga setidaknya untuk orang lain.
2. Saya merasa bahwa saya tidak cukup baik.
3. Dalam seluruh kehidupan saya, saya merasa orang yang gagal
4. Saya dapat melakukan sesuatu hal sama seperti orang lakukan.
5. Saya merasa tidak ada yang dapat saya banggakan.
6. Saya mengambil sikap positif terhadap diri saya.
7. Secara keseluruhan saya puas akan diri saya.
8. Saya ingin agar saya di hargai.
9. Saya merasa tidak berguna.
10. Kadang saya berfikir saya tidak berguna.
Nilai pernyataan di kelompokkan atas 2:
Untuk pernyataan 1,2,4,6 dan 7 nilai yang digunakan:
a. Sangat setuju : 3
b. Setuju : 2
c. Kurang setuju : 1
d. Sangat tidak setuju : 0
Untuk pernyataan 3,5,8,9 dan10 nilai yang digunakan:
a. Sangat setuju : 0
b. Setuju : 1
c. Kurang setuju : 2
d. Sangat tidak setuju : 3
Dengan total nilai antara :
>25 : Harga diri tinggi
15-25 : Harga diri sedang
<15 : Harga diri rendah (Florence Rosenberg)

1.3. Tiga Sifat Jahat Narkoba
Narkoba memiliki 3 sifat jahat yang dapat membelenggu pemakainya untuk menjadi
budak setia. Sehingga tidak dapat meninggalkannya, selalu membutuhkannya dan
mencintainya melebihi siapapun. tiga sifat khas yang sangat berbahaya:
1. Habitualis adalah sifat pada narkoba yang membuat pemakainya akan selalu
teringat,
terkenang dan terbayang sehingga cenderung untuk mencari dan rindu. sifat ini lah
yang membuat pemakai narkoba yang sudah sembuh dapat kambuh kembali.
2. Adiktif adalah sikap yang membuat pemakainya terpaksa memakai terus dan tidak
dapat menghentikan, penghentian atau pengurangan pemakaian narkoba akan
menimbulkan efek putus zat yaitu perasaan sakit yang luar biasa.
3. Dengan narkoba dan menyesuaikan diri dengan narkoba itu sehingga menuntut
dosis
yang lebih tinggi. Bila dosis tidak dinaikkan narkoba itu tidak akan bereaksi, tetapi
malah membuat pemakainya mengalami sakaw.

1.4 Ciri ciri Umum Pengguna Narkoba
Biasanya orang mengetahui anaknya menggunakan narkoba selalu ketika
keadaannya sudah parah dan terlambat. Oleh karena itu ciri awal pengguna narkoba
perlu diketahui dengan baik, secara umum penguna narkoba terdiri dari 4 tahap.
1. Tahap Coba-coba
Mulanya hanya coba-coba, kemudian karena terjebak oleh 3 sifat jahat narkoba, ia
menjadi mau lagi dan lagi. Sangat sulit melihat gejala awal pengguna narkoba, gejala
tersebut adalahGejala psikologi Terjadi perubahan pada sikap anak, akan timbul rasa
takut dan malu yang disebabkan oleh perasaan bersalah dan berdosa, anak lebih
sensitif, resah dan gelisah, kemanjaan dan kemesraan akan berkurang bahkan hilang.
Pada fisik Pada fisik belum tampak pada tubuh anak. Tetapi bila sedang memakai
psikotropika, ekstasi, atau sabu, ia akan tampak riang, gembira, murah senyum dan
ramah, bila menggunakan jenis putaw, ia akan tampak tenang, tentram, tidak peduli
pada orang lain,bila tidak memakai tidak akan tampak gejala apapun.
2. Tahap Pemula
Setelah tahap eksperimen atau coba- coba, lalu meningkat menjadi terbiasa. anak
akan terus memakai karena kenikmatannya dan akan terus menggunakannya. Pada
tahap ini akan muncul gejala sebagai berikut:
Gejala psikologi
Sikap anak menjadi lebih tertutup, jiwanya resah, gelisa, kurang tenang dan lebih
sensitif, hubungan dengan orang tua dan saudarasaudara mulai renggang tidak lagi
terlihat riang, ceria. Ia mulai tampak banyak menyembunyikan rahasia. Pada fisik Tidak
tampak perubahan yang nyata. Bila ia memakai tampak lebih lincah, lebih riang, lebih
percayadiri, berarti ia memakai psikotropika stimulan, shabu, atau ekstasi, bila ia
tampak lebih tenang, mengantuk, berarti ia memakai obat penenang, ganja, atau putaw.

3. Tahap Berkala
Setelah berapa kali memakai narkoba sebagai pemakai insidentil, pemakian narkoba
terdorong untuk memakai lebih sering lain. Selain merasa nikmat, ia juga mulai
merasakan sakaw, kalau terlambat atau berhenti mengkonsumsi narkoba, ia memakai
narkoba pada saat tertentu secara rutin. Pemakai sudah menjadi lebih sering dan
teratur. Misalnya setiap malam minggu, sebelum pesta tampil, atau sebelum belajar
agar tidak mengantuk. Ciri mental Sulit bergaul dengan teman baru. Pribadinya
menjadi lebih tertutup, lebih sensitif dan mudah tersinggung, ke akraban dengan orang
tua dan saudara sangat berkurang dan apabila tidak menggunakan narkoba sikap dan
penampilannya sangat murung, gelisa dan kurang percaya diri.
Ciri fisik Terjadi gejala sebaliknya dari tahap 1 dan 2. Apabila menggunakan, ia tampak
normal, apabila tidak menggunakan ia akan tampak murung, lemah, gelisa, malas.
4. Tahap Tetap/Madat
Setelah menjadi pemakai narkoba secara berkala, pemakai narkoba akan dituntut oleh
tubuhnya sendiri untuk semakin sering memakai narkoba dengan dosis yang lebih
tinggi, bila tidak ia akan merasa penderitaan (sakaw), pada tahap ini pemakai tidak
dapat lagi lepas dari narkoba sama sekali, ia harus selalu mengunakan narkoba. ia
disebut pemakai setia, pecandu, pemadat atau junkies. Bila ia memakai akan tampak
normal tetapi apabila tidak ia tampak sakit. Dalam satu hari ia dapat memakai 4 sampai
6 kali, bahkan ada yang harus memakai setiap 1 jam. Tanda tanda psikis
Sulit bergaul dengan teman baru, ekslusif, tertutup, sensitif, mudah tersinggung,
egois, mau menang sendiri, malas dan lebih menyukai hidup di malam hari. Pandai
berbohong, gemar menipu, sering mencuri, merampok dan tidak malu menjadi pelacur
(pria
atau wanita) ia tidak merasa berat untuk berbuat jahat dan membunuh orang lain
termasuk
orang tuanya sendiri.
Tanda tanda fisik
Biasanya kurus lemah (loyo) namun ada juga yang dapat membuat dirinya gemuk
dan sehat. Dengan banyak makan dan minum suplement. Gigi kuning kecoklatan, mata
sayup, ada bekas sayatan atau tusukan jarum suntik pada tangan, kaki, dada, lidah,
atau
kemaluan (Partodiharjo, 2008).

1.5. Dampak yang ditimbulkan Akibat Penyalahgunaan Narkoba Secara
Umum
a. Euforia
1. Perasaan senang dan gembira yang luar biasa di tambah munculnya keberanian
yang
luar biasa.
2. Hilangnya segala beban fikiran, seperti rasa sedih, resah, khawatir, menyesal dan
sebagainya.
b. Delirium
1. Disusul dengan ketegangan psikis, tekanan jiwa yang berat sekali.
2. Diikuti kegelisahan jiwa yang besar sehingga timbul gangguan koordinasi gerakan
motorik (gangguan kerja otak ).
c. Halusinasi
1. Timbul khayalan yang tidak terkendali.
2. Indra pendengaran dan penglihatan tidak stabil sehingga terdengar dan tampak
sesuatu yang tidak ada.
d. Weakness
1. Keadaan Jasmani dan Rohani lemah.
2. Keadaan lemah dan ingin tidur terus-menerus.
e. Drawsines
Keadaan menurun seperti setengah tidur dengan fikiran ingin menggunakan lagi, dan
akhirnya menjadi apatis dan tidak menghiraukan sekelilingnya (Alifia, 2008).

1.6. Akibat Penyalahgunaan Narkoba
Penyalahgunaan narkoba memberikan pengaruh yang menyenangkan bagi si
pemakai . namun kesenangan itu hanya sesaat, sementara penuh kepalsuan.
Seolah-olah
hidup bahagia dan menyenangkan, serta indah padahal kenyataannya tidak begitu.
Penyalahgunaan narkoba bukan hanya berpengaruh buruk bagi pemakai saja tetapi
juga bagi masyarakat dan negara. Bagi pemakai dampak yang ditimbulkan terbagi atas
3
1. Dampak psikis
a. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
b. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
c. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
d. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri.
2. Dampak sosial
a. Gangguan mental, anti sosial, dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
b. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
c. Pendidikan terganggu masa depan suram
3. Dampak fisik
a. Gangguan pada sistem syaraf : kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran
b. Gangguan pada jantung dan pembulu darah: infeksi akut otot jantung, gangguan
peredaran darah
c. Gangguan pada kulit : penanahan, alergi
d. Gangguan pada paru-paru : penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernapas,
pengerasan jaringan paru.
e. Sering sakit kepala, mual dan muntah, pengecilan hati dan sulit tidur.
(Widianti, 2007)
f. Akan berakibat fatal apabila terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi
kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over Dosis dapat menyebabkan kematian
(Abdalla, 2008).
g. Sedangkan bagi kesehatan reproduksinya, dapat mengakibatkan terjadinya
penurunan
kadar hormon testosteron, penurunan dorongan sex, disfungsi ereksi, hambatan
ejakulasi, pengecilan ukuran penis, pembesaran payudara dan gangguan sperma.
Sedangkan pada wanita terjadi penurunan dorongan sex, gangguan pada hormon
estrosen dan progesteron, kegagalan orgasme, hambatan menstruasi, pengecilan
payudara, gangguan sel telur, serta pada wanita hamil dapat menyebabkan kekurangan
gizi sehingga bayi yang dilahirkan juga dapat kekurangan gizi, berat badan bayi
rendah, bayi cacat serta dapat menyebabkan bayi keguguran (Lin, 2007).

1.7. Upaya Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba
Ada 5 bentuk penanggulangan masalah narkoba
1. Promotif ( pembinaan)
Ditujukan kepada masyarakat yang belum mengunakan narkoba, prinsipnya adalah
meningkatkan peranan atau kegiatan agar kelompok ini secara nyata lebih sejahtera
sehingga
tidak pernah berpikir untuk memperoleh kebahagiaan semu dengan memakai narkoba.
dengan pelaku program adalah lembaga kemasyarakatan yang difasilitasi dan diawasi
oleh
pemerintah.
2. Preventif (program pencegahan)
Program ini ditujukan kepada masyarakat sehat yang belum mengenal narkoba agar
mengetahui seluk beluk narkoba sehingga tidak tertarik untuk mengunakanya. Selain
dilakukan oleh pemerintah, program ini juga sangat efektif bila dibantu oleh lembaga
propesional terkait, lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat.
Bentuk kegiatan preventif yang dilakukan:
Kampanye anti penyalahgunaan Narkoba
Dengan memberikan informasi satu arah tanpa tanya jawab, hanya memberiakan
garis besarnya, dangkal dan umum, disampaikan oleh toma, ulama, seniman, pejabat
bukan
tenaga propesional. Dapat juga dengan mengunakan poster, brosur atau baliho.
Dengan misi
melawan penyalahgunaan narkoba tanpa penjelasan yang mendalam atau ilmiah
tentang
narkoba.
a) Penyuluhan seluk beluk narkoba.
b) Pendidikan dan pelantikan kelompok sebaya.
c) Upaya mengawasi dan mengendalikan produksi dan distribusi narkoba.
Dimasyarakat

1.8. Cara Menghindari Jeratan Narkoba
Cara yang dapat dilakukan untuk menghindari jeratan Narkoba
1) Dapatkan dahulu informasi mengenai ketegantungan tentang bahaya narkoba
kepada
ahlinya atau melalui media seperti koran, majalah, seminar- seminar dan lain-lain.
2) Persiapan diri untuk menolak apabila ditawari.
3) Belajar berkata tidak untuk narkoba.
4) Memiliki cita-cita dalam hidup untuk masa depan.
5) Lakukan kegiatan positif yang berguna untuk orang tua dan sekeliling.
6) Kuatkan iman dan ketakwaan kapada Tuhan yang Maha Esa (Kartono, 2006).

1.9. Ciri-ciri Berisiko Tinggi Untuk Menjadi Pengguna Narkoba
Ciri-ciri orang yang berisiko tinggi untuk menjadi pengguna Narkoba
1) Orang yang mudah kecewa.
2) Orang tidak sabaran.
3) Orang suka menentang aturan.
4) Orang yang suka mengambil resiko yang berlebihan.
5) Orang yang cepat bosan.
6) Orang yang sudah menunjukkan perilaku anti sosial sejak usia dini.
7) Pengaruh terhadap keluarga korban narkoba.
8) Kurang sopan santun dan melawan kepada orang tua (Alifia, 2008).
.