Anda di halaman 1dari 13

INVESTASI 1

BAB 17
INVESTASI

I. INVESTASI DALAM SEKURITAS HUTANG
Sekuritas hutang (debt securities) adalah instrumen yang menunjukkan hubungan kreditor
dengan suatu perusahaan. Yang termasuk sekuritas hutang meliputi: sekuritas pemerintah
A.S, sekuritas pemerintah daerah, obligasi perusahaan, hutang konvertibel, kertas komersial
atau warkat niaga. Piutang dagang dan piutang pinjaman bukan merupakan sekuritas hutang
karena tidak memenuhi definisi sekuritas.

Investasi dalam sekuritas hutang dikelompokkan menjadi tiga kategori terpisah untuk tujuan
akuntansi dan pelaporan, yaitu :
- Dimiliki sampai jatuh tempo (held to-maturity)
Yaitu sekuritas hutang yang menurut maksud dan kemampuan perusahaan akan dimiliki
sampai jatuh tempo
- Perdagangan (trading)
Yaitu sekuritas hutang yang dibeli dan dimiliki terutama untuk dijual dalam waktu dekat
untuk menghasilkan laba atas selisih harga jangka pendek.
- Tersedia untuk dijual (available for sale)
Yaitu sekuritas hutang yang tidak diklasifikasikan sebagai sekuritas yang dimiliki sampai
jatuh tempo atau perdagangan.
Biaya yang diamortisasi (amortized cost) adalah biaya perolehan/akuisisi yang disesuaikan
untuk memperhitungkan amortisasi diskonto atau premi, jika dianggap tepat. Nilai Wajar
(fair value) adalah jumlah yang digunakan bila instrumen keuangan dipertukarkan dalam
transaksi berjalan antara pihak-pihak yang berkeinginan, selain dari penjualan terpaksa atau
likuidasi.
Berikut ikhtisar identifikasi ketiga kategori Investasi dalam sekuritas hutang beserta
perlakuan akuntansi dan pelaporan yang disyaratkan untuk masing-masingnya :


INVESTASI 2



Kategori

Penilaian
Keuntungan atau
Kerugian Kepemilikan
yang Belum Direalisasi
Pengaruh Lainnya
terhadap Laba
Dimiliki sampai
jatuh tempo
Biaya yang
diamortisasi
Tidak diakui
Bunga pada saat
dihasilkan;
keuntungan atau
kerugian dari
penjualan
Sekuritas
perdagangan
Nilai wajar
Diakui dalam laba
bersih
Bunga pada saat
dihasilkan;
keuntungan atau
kerugian dari
penjualan
Tersedia untuk dijual Nilai wajar
Diakui sebagai laba
komprehensif lainnya
dan sebagai komponen
terpisah dari ekuitas
pemegang saham
Bunga pada saat
dihasilkan;
keuntungan atau
kerugian dari
penjualan

1. Dimiliki Sampai Jatuh Tempo ( Held to-Maturity )
Perusahaan tidak boleh mengklasifikasikan sekuritas hutang sebagai sekuritas yang
dimiliki sampai jatuh tempo jika berniat untuk memiliki sekuritas tersebut selama
periode waktu yang tidak terbatas.

Perusahaan menghitung sekuritas yang dimiliki sampai jatuh tempo sebesar biaya yang
diamortisasi, bukan pada nilai wajarnya. Jika manajemen berniat untuk memiliki
sekuritas investasi tertentu sampai jatuh tempo dan tidak mempunyai rencana untuk
menjualnya, maka nilai wajar (harga jual) tidaklah relevan untuk mengukur dan
mengevaluasi arus kas yang berkaitan dengan sekuritas ini. Terakhir, karena sekuritas
yang dimiliki sampai jatuh tempo tidak disesuaikan ke nilai wajar, maka sekuritas ini
INVESTASI 3

tidak meningkatkan volatilitas laba yang dilaporkan atau modal yang dilaporkan seperti
halnya sekuritas perdagangan dan sekuritas yang tersedia untuk dijual.

ILUSTRASI
Robinson Co. membeli obligasi 8% Evermaster Corporation bernilai pari $100.000 pada 1
Jan 2006, dengan membayar $92.278. Jatuh tempo 1 Jan 2006, bunga 1 Juli dan 1 Jan.
Pencatatan 1 Jan 2006:
Sekuritas yg Dimiliki Sampai Jatuh Tempo 92.278
Kas 92.278
Pencatatan 1 Juli 2006:
Kas 4.000
Sekuritas yg Dimiliki Sampai Jatuh Tempo 614
Pendapatan bunga 4.614
31 Desember 2006 :
Piutang bunga 4.000
Sekuritas yg Dimiliki Sampai Jatuh Tempo 645
Pendapatan Bunga 4.645

2. Perdagangan (Trading)
Sekuritas ini dilaporkan pada nilai wajar, dengan keuntungan dan kerugian kepemilikan
yang belum direalisasi (unrealized holding gains and loses) dilaporkan sebagai bagian
dari laba bersih.

Keuntungan atau kerugian kepemilikan (holding gain or loss) adalah perubahan bersih
dalam nilai wajar sekuritas dari satu periode ke periode lainnya, tidak termasuk
pendapatan dividen atau bunga yang telah diakui tetapi belum diterima. Jika sekuritas
sering diperdagangkan, FASB meyakini bahwa investasi tersebut harus dilaporkan pada
nilai wajar di neraca. Disamping itu, perubahan dalam nilai wajar (keuntungan dan
kerugian yang belum direalisasikan) harus dilaporkan didalam laporan laba rugi.
INVESTASI 4

Pelaporan seperti itu tentang sekuritas perdagangan akan memberikan informasi yang
lebih relevan bagi pemegang saham yang ada maupun calon pemegang saham.

3. Tersedia untuk Dijual (Available for Sale)
Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi yang berkaitan dengan perubahan nilai
wajar sekuritas hutang yang tersedia untuk dijual dicatat dalam akun keuntungan atau
kerugian kepemilikan yang belum direalisasi. Jadi, perusahaan melaporkan dalam
neraca, sekuritas yang tersedia untuk dijual pada nilai wajar, tetapi tidak melaporkan
perubahan nilai wajar sebagai bagian dari laba bersih sampai sekuritas itu dijual.
Pendekatan ini mengurangi volatilitas laba bersih.

ILUSTRASI : Satu sekuritas
Graff Corp. membeli obligasi 10%, 5 tahun, senilai $100.000 pada 1 Jan 2006, bunga per
1 Juli dan 1 Jan. Obligasi dijual $108.111, menghasilkan premi obligasi $8.111, suku
bunga efektif 8%.
1 Januari 2006:
Sekuritas yang Tersedia untuk Dijual 108.111
Kas 108.111
1 Juli 2006:
Kas 5.000
Sekuritas yang Tersedia untuk Dijual 676
Pendapatan Bunga 4.324
31 Desember 2006:
Piutang Bunga 5.000
Sekuritas yang Tersedia untuk Dijual 703
Pendapatan Bunga 4.297


INVESTASI 5

Asumsi, akhir tahun nilai wajar obligasi $105.000. Setelah membandingkan nilai wajar
dengan jumlah tercatat, Graff mengakui kerugian kepemilikan yang belum direalisasi
sebesar $106.732-$105.000 yaitu $1.732. Kerugian dilaporkan sebagai laba komprehensif
lainnya dan sebagai komponen terpisah dari ekuitas pemegang saham; dengan jurnal 31
Desember 2001:
Keuntungan/kerugian Kepemilikan yg Belum Direalisasi Ekuitas 1.732
Penyesuaian Nilai Wajar Sekuritas (Tersedia untuk Dijual) 1.732

II. INVESTASI DALAM SEKURITAS EKUITAS
Sekuritas ekuitas (equity securities) digambarkan sebagai sekuritas yang menunjukkan
bagian kepemilikan seperti saham biasa, saham preferen, atau modal saham lainnya.
Sekuritas ekuitas juga mencakup hak untuk memperoleh atau melepaskan bagian
kepemilikan dengan harga yang sudah disepakati atau yang dapat ditentukan. Pada saat
sekuritas ekuitas dibeli, harga pokoknya mencakup harga beli sekuritas tersebut ditambah
komisi pialang dan ongkos lainnya yang berkaitan dengan pembelian itu.

Sampai dimana satu perusahaan (investor) memperoleh bagian atas saham biasa
perusahaan lain (investee) biasanya menentukan perlakuan akuntansi untuk investasi
tersebut sesudah akuisisi. Investasi oleh satu perusahaan dalam saham biasa perusahaan
lain dapat diklasifikasikan menurut persentase saham dengan hak suara investee yang
dimiliki investor :
Kepemilikan kurang dari 20% (metode nilai wajar)
Investor mempunyai hak pasif
Kepemilikan antara 20% dan 50% (metode ekuitas)
Investor mempunyai pengaruh yang signifikan
Kepemilikan lebih dari 50% (laporan konsolidasi)
Investor mempunyai hak mengendalikan



INVESTASI 6

Tingkatan hak atau pengaruh ini serta metode penilaian dan pelaporan yang harus
diterapkan pada investasi tersebut ditampilkan secara grafis sebagai berikut:
Persentase 0% <-------------------> 20% <----------------> 50% <------------->100%
Kepemilikan

Tingkat Kecil atau Signifikan Kendali
Pengaruh Tidak ada

Metode Metode Metode Konsolidasi
Penilaian Nilai Wajar Ekuitas


Akuntansi dan pelaporan untuk sekuritas ekuitas tergantung pada tingkat pengaruh dan
jenis sekuritas yang terlibat seperti diperlihatkan dibawah ini:


Kategori Penilaian Keuntungan atau Pengaruh
Kerugian Kepemilikan Lainnya terhadap Laba
yang Belum Direalisasi

Kepemilikan kurang
dari 20%
1. Tersedia untuk dijual Nilai wajar Diakui dalam laba Dividen yang diumum
komprehensif lainnya kan; keuntungan dan
dan sebagai komponen kerugian dari penjualan
terpisah dari ekuitas
pemegang saham

2. Perdagangan Nilai wajar Diakui dalam laba Dividen yang diumum
bersih kan; keuntungan dan
kerugian dari penjualan

Kepemilikan antara Ekuitas Tidak diakui Bagian proporsional
20% dan 50% dalam laba bersih
investee (disesuaikan
dengan amortisasi yang
tepat).

Kepemilikan lebih Konsolidasi Tidak diakui Tidak dapat diterapkan
dari 50%


INVESTASI 7

Kepemilikan kurang dari 20%
Apabila seorang investor memiliki hak kurang dari 20%, maka diasumsikan bahwa
investor itu mempunyai pengaruh yang kecil atau tidak mempunyai pengaruh terhadap
investee. Dalam hal ini, jika harga pasar tersedia, maka investasi itu dinilai dan
dilaporkan setelah akuisisi dengan menggunakan metode nilai wajar (fair value
method). Metode nilai wajar mengharuskan perusahaan mengklasifikasikan sekuritas
ekuitas pada saat akuisisi sebagai sekuritas yang tersedia untuk dijual atau sekuritas
perdagangan. Karena sekuritas ekuitas tidak mempunyai tanggal jatuh tempo, maka
sekuritas ini tidak dapat diklasifikasikan sebagai sekuritas yang dimiliki sampai jatuh
tempo.

Kepemilikan antara 20% dan 50%
Perusahaan investor dapat memiliki hak kurang dari 50% dalam perusahaan investee
dan karenanya tidak memiliki kendali hukum. Akan tetapi, investasi dalam saham
dengan hak suara kurang dari 50% masih dapat memberi investor kemampuan untuk
menerapkan pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan operasi dan keuangan
pembatalannya (investee). Pengaruh yang signifikan (significant influence) dapat
ditunjukkan dalam beberapa cara. Contoh-contohnya adalah: perwakilan dalam dewan
direksi, partisipasi dalam proses pembuatan kebijakan, transaksi antar perusahaan yang
material, pertukaran personil manajerial, atau ketergantungan teknologi.

Dalam hal terdapat pengaruh yang signifikan (biasanya investasi sebesar 20% atau
lebih), investor diharuskan untuk memperhitungkan investasi itu dengan metode
ekuitas (equity method).

Metode Ekuitas
Dalam metode ekuitas diketahui adanya hubungan ekonomi yang nyata antara investor
dan investee. Investasi pada awalnya dicatat pada biaya saham yang diperoleh tetapi
kemudian disesuaikan pada setiap periode untuk memperhitungkan perubahan aktiva
bersih investee. Yaitu: jumlah tercatat investee secara periodik ditambah atau dikurangi
dengan bagian proporsional investor atas laba atau rugi investee dan dikurangi dengan
semua dividen yang diterima investor dari investee. Metode ekuitas mengakui bahwa
laba investee akan menambah aktiva bersih investee, dan bahwa kerugian serta dividen
investee mengurangi aktiva bersih tersebut.
INVESTASI 8

Kerugian Investee Melebihi Jumlah Tercatat
Jika bagian investor atas kerugian investee melebihi jumlah tercatat investasi, biasanya
investor harus menghentikan penerapan metode ekuitas dan tidak mengakui kerugian
tambahan.

Akan tetapi, jika potensi kerugian investor tidak terbatas sampai jumlah investasi
awalnya (dengan jaminan kewajiban investee atau komitmen lain untuk memberikan
dukungan keuangan lebih lanjut), atau jika tampaknya investee dapat dipastikan segera
kembali ke operasi yang menguntungkan, maka tepat jika investor mengakui kerugian
tambahan.

Kepemilikan lebih dari 50%
Jika satu perusahaan memperoleh hak suara lebih dari 50% yaitu hak mengendalikan
(controlling interest) dalam perusahaan lain, maka perusahaan investor disebut
sebagai perusahaan induk dan perusahaan investee disebut sebagai perusahaan anak.
Investasi dalam saham biasa perusahaan anak disajikan sebagai investasi jangka panjang
dalam laporan keuangan tersendiri yang dibuat oleh perusahaan induk.

Apabila perusahaan induk memperlakukan perusahaan anak sebagai suatu investasi,
maka yang biasanya dibuat adalah laporan keuangan konsolidasi (consolidated financial
statements). Laporan keuangan konsolidasi memperlakukan perusahaan induk dan anak
sebagai satu entitas ekonomi.

III. MASALAH PELAPORAN LAINNYA
a. Penyajian Investasi Dalam Laporan Keuangan
Untuk sekuritas yang diklasifikasikan sebagai tersedia-untuk-dijual dan secara terpisah
untuk sekuritas digolongkan sebagai dimiliki-hingga-jatuh-tempo, perusahaan harus
menjelaskan :
1. Nilai wajar agregat, keuntungan kepemilikan bruto yang belum direalisasi,
kerugian bruto yang belum direalisasi, dan basis biaya yang diamortisasi oleh jenis
sekuritas utama (hutang dan sekuritas).
2. Informasi mengenai jatuh tempo kontraktual sekuritas hutang. Perusahaan dapat
mengelompokkan informasi jatuh tempo, misalnya (a) dalam satu tahun, (b)
INVESTASI 9

setelah satu tahun hingga lima tahun, (c) setelah lima tahun hingga sepuluh tahun,
dan (d) setelah sepuluh tahun.
Pengungkapan yang Diperlukan Menurut Metode Ekuitas
Signifikansi investasi bagi posisi keuangan dan hasil operasi investor akan menentukan
luas pengungkapannya. Pengungkapan berikut dalam laporan keuangan investor
biasanya dapat diterapkan pada metode ekuitas.
1. Nama setiap investee dan persentase kepemilikan saham biasa.
2. Kebijakan akuntansi investor berkaitan dengan investasi dalam saham biasa.
3. Selisih, jika ada, antara jumlah dalam akun investasi dan jumlah ekuitas yang
mendasarinya di dalam aktiva bersih perusahaan investee.
4. Nilai agregat dari setiap investasi yang diidentifikasikan berdasarkan pada
kutipan harga pasar (jika ada).
5. Ketika investasi yang dihitung dengan metode ekuitas itu material secara
keseluruhan, dalam hubungannya dengan posisi finansial dan hasil operasi
investor, perusahaan mungkin perlu menyajikan ikhtisar informasi yang
berhubungan dengan aktiva, kewajiban, dan hasil operasi perusahaan
investee, baik secara individual atau dalam kelompok, secara layak.
Penyesuaian Reklasifikasi
Perubahan keuntungan dan kerugian kepemilikan yang belum direalisasi yang
berkaitan dengan sekuritas yang tersedia untuk dijual dan dilaporkan sebagai bagian
dari laba komprehensif lainnya. Perusahaan mempunyai opsi untuk menampilkan
komponen-komponen laba komprehensif lainnya tersebut dalam :
Laporan laba-rugi dana laba komprehensif gabungan
Laporan laba komprehensif yang terpisah yang dimulai dengan laba bersih
Laporan ekuitas pemegang saham
Pelaporan perubahan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dalam laba
komprehensif bersifat langsung kecuali jika sekuritas dijual selama tahun berjalan.
Dalam hal ini, terjadi perhitungan ganda apabila keuntungan atau kerugian yang
direalisasi dilaporkan tidak hanya sebagai bagian dari laba bersih tetapi juga
diperlihatkan sebagai bagian dari laba komprehensif lain dalam periode berjalan atau
dalam periode sebelumnya.
INVESTASI 10

Untuk memastikan bahwa keuntungan dan kerugian tidak dihitung dua kali pada saat
penjualan terjadi diperlukan suatu penyesuaian reklasifikasi (reclassification
adjustment).
b. Penurunan Nilai
Setiap investasi harus dievaluasi setiap tanggal pelaporan untuk menentukan apakah
investasi itu mengalami penurunan nilai (impairment) yang bersifat tidak temporer.
Jika penurunan itu dianggap tidak temporer, maka dasar biaya dari setiap sekuritas
diturunkan sampai ke dasar biaya yang baru. Jumlah penurunan itu diperhitungkan
sebagai kerugian yang direalisasi, dan karenanya dimasukkan dalam laba bersih.

Untuk sekuritas hutang, pengujian penurunan nilai ditujukan untuk menentukan
apakah kemungkinan besar bahwa investor tidak akan bisa menagih seluruh jumlah
yang terhutang menurut persyaratan kontraktual.

Untuk sekuritas ekuitas, pedomannya tidak sepasti itu. Setiap kali nilai yang dapat
direalisasi jumlahnya lebih rendah daripada jumlah tercatat investasi, maka harus
dipertimbangkan bahwa telah terjadi penurunan nilai. Faktor-faktor yang terlibat
adalah berapa lama dan sejauh mana nilai wajar berada dibawah biaya, kondisi
keuangan dan prospek jangka pendek emitennya, serta niat dan kemampuan
perusahaan investor untuk mempertahankan investasinya agar memungkinkan ia
untuk melakukan pemulihan nilai wajar yang telah diantisipasi.

c. Transfer Di Antara Kategori
Tranfer diantara setiap kategori diperhitungkan sebesar nilai wajar. Jadi, jika sekuritas
yang tersedia untuk dijual ditransfer ke investasi yang dimiliki sampai jatuh tempo,
maka investasi baru ini (yang dimiliki sampai jatuh tempo) dicatat pada tanggal transfer
sebesar nilai wajar kategori yang baru. Demikian pula jika investasi yang dimiliki sampai
jatuh tempo ditransfer menjadi investasi yang tersedia untuk dijual, maka investasi yang
baru ( yang tersedia untuk dijual ) dicatat pada nilai wajarnya. Aturan nilai wajar ini
memastikan bahwa perusahaan tidak mungkin menghindari pengakuan nilai wajar
hanya dengan mentransfer sekuritas ke kategori dimiliki sampai jatuh tempo.

INVESTASI 11

Jenis Transfer Dasar Pengukuran
Dampak Transfer
Terhadap Ekuitas
Pemegang Saham*
Dampak Transfer
Terhadap Laba
Bersih*
Transfer dari
perdagangan ke
tersedia untuk di jual
Sekuritas di transfer
sebagai nilai wajar
pada tanggal transfer,
yang merupakan dasar
biaya baru untuk
sekuritas itu
Keuntungan atau
kerugian yang belum
direalisasi pada
tanggal transfer
menambah atau
mengurangi ekuitas
pemegang saham
Keuntungan atau
kerugian yang belum
terealisasi pada
tanggal transfer di akui
dalam laba
Transfer dari tersedia
untuk di jual ke
perdagangan
Sekuritas di transfer
sebagai nilai wajar
pada tanggal transfer,
yang merupakan dasar
biaya baru untuk
sekuritas itu
Keuntungan atau
kerugian yang belum
direalisasi pada
tanggal transfer
menambah atau
mengurangi ekuitas
pemegang saham
Keuntungan atau
kerugian yang belum
direalisasi pada
tanggal transfer di akui
dalam laba
Transfer dari dimilki
sampai jatuh tempo
ke tersedia untuk di
jual**
Sekuritas di transfer
sebesar nilai wajar
pada tanggal transfer
Komponen terpisah
dari ekuitas
pemegang saham
bertambah atau
berkurang sebesar
keuntungan atau
kerugian yang belum
direalisasi pada
tanggal transfer
Tidak ada
Transfer dari tersedia
untuk di jual ke dimilki
sampai jatuh tempo
Sekuritas di transfer
sebesar nilai wajar
pada tanggal transfer
Keuntungan atau
kerugian yang belum
di realisasi pada
tanggal transfer yang
dicatat sebagai
komponen terpisah
dari ekuitas pemegang
saham di amortisasi
sepanjang sisa umur
sekuritas
Tidak ada
*Asumsikan bahwa jurnal penyesuaian untuk melaporkan perubahan nilai wajar selama
periode belum dicatat.
**Statement No. 115 : menyatakan bahwa jenis-jenis transfer ini jarang terjadi

d. Kontroversi Nilai Wajar
Pelaporan sekuritas investasi itu bersifat kontroversial. Sejumlah kalangan meyakini
bahwa semua sekuritas harus dilaporkan pada nilai wajar; yang lain meyakini bahwa
semuanya harus dinyatakan pada biaya yang diamortisasi. Yang lain lagi lebih menyukai
pendekatan sekarang.
INVESTASI 12

Pengukuran Berdasarkan Niat
Sekuritas hutang diklasifikasikan sebagai sekuritas yang dimiliki sampai jatuh tempo,
tersedia untuk dijual dan perdagangan. Akibatnya, tiga sekuritas hutang yang identik
bisa saja dilaporkan dengan tiga cara yang berbeda dalam laporan keuangan. Sebagian
akuntan berpendapat perlakuan seperti ini membingungkan. Selain itu, kategori dimiliki
sampai jatuh tempo hanya didasarkan pada niat semata, yang merupakan evaluasi
subjektif. Hal yang tidak dianggap subjektif adalah harga pasar instrumen hutang itu.
Dengan kata lain, ketiga klasifikasi ini bersifat subjektif, sehingga akan dihasilkan
klasifikasi yang arbitrer.

Perdagangan Keuntungan
Sekuritas hutang tertentu dapat diklasifikasikan sebagai sekuritas yang dimiliki sampai
jatuh tempo dan dilaporkan pada biaya yang diamortisasi; sementara sekuritas hutang
dan ekuitas lainnya dapat diklasifikasikan sebagai sekuritas yang tersedia untuk dijual
dan dilaporkan pada nilai wajarnya dengan keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi dilaporkan sebagai laba komprehensif lainnya.

Dalam kedua kasus itu, perusahaan bisa terlibat dalam perdagangan keuntungan (juga
disebut sebagai cherry picking, snacking atau menjual yang terbaik dan
menyimpan sisanya) . Dalam perdagangan keuntungan, perusahaan menjual yang
menang (yang harganya naik), melaporkan keuntungan dalam laba, dan menyimpan
yang kalah.

Kewajiban Tidak Dinilai Secara Wajar
Jika sekuritas investasi harus dilaporkan pada nilai wajarnya maka kewajibannya juga
harus demikian menurut banyak akuntan. Menurut mereka dengan mengakui
perubahan nilai pada satu sisi aktiva saja, akan terjadi tingkat volatilitas yang tinggi
dalam jumlah laba dan ekuitas pemegang saham.

Lebih jauh lagi menurut para akuntan, institusi keuangan akan terlibat dalam
manajemen aktiva dan kewajiban (bukan hanya manajemen aktiva saja). Dengan
memperhatikan hanya satu sisi saja, dapat menyebabkan pembuatan keputusan yang
tidak ekonomis sebagai akibat akuntansi ini.

INVESTASI 13

Subjektivitas Nilai Wajar
Sebagian orang mempertanyakan relevansi ukuran nilai wajar untuk investasi dalam
sekuritas, dengan mendukung pelaporan berdasarkan biaya yang diamortisasi. Mereka
berkeyakinan bahwa biaya yang diamortisasi akan memberikan informasi yang relevan
karena memusatkan perhatian pada keputusan untuk memperoleh aktiva, pengaruh
keputusan tersebut pada laba yang akan direalisasi dari waktu ke waktu dan nilai akhir
aktiva yang dapat dipulihkan.

Mereka berpendapat bahwa nilai wajar mengabaikan konsep-konsep ini dan sebaliknya
memusatkan perhatian pada pengaruh transaksi serta peristiwa yang tidak melibatkan
perusahaan, dengan mencerminkan peluang keuntungan dan kerugian yang pengakuan
dalam laporan keuangan, menurut pandangan mereka, tidak tepat sampai hal itu
direalisasi.