Anda di halaman 1dari 3

TKW sebagai PRT atau Pelayan

LEBIH DARI 2 TH
bekerja mengasuh orang tua (jompo)
LH pada tenaga kerja wanita yang bekerja di luar negeri

significant other :
anak, suami, atau teman satu pekerjaan
orang yg serumah pernah mendengar mengalami


*berapa alinea yang menjelaskan tentang agresifitas secara umum,
dimulai dari alinea berapa sampai alinea berapa
*di Bab I, bicara tentang variabel dependen terlebih dahulu
intinya adalah
1. berisi fenomena dalam skala yg lebih luas
(nasional, regional,{bisa diperoleh dari internet, koran, majalah, media
cetak lainnya}, lebih sempit {tempat akan dilakukan penelitian})
2. meyakinkan bahwa fenomena itu memang sesuatu yang sangat
menarik untuk diteliti, maka dilakukan penelitian awal (penelitian
pendahuluan) dari sini bisa menambahkan hasil-hasil penelitian terdahulu
tentang hal yang sama

lalu, mempertanyakan *kenapa bisa terjadi seperti itu*
maka akan muncul variabel independen, untuk msuk ke var independen,
melihat pada faktor penyebab (variabel independen)


yang baik dalam bab I itu berupa alinea2
satu alinea berisi 1 pokok pikiran, 1 pokok pikiran berisi bbrapa kalimat,
1 kalimat 12 kata, mengikuti prinsip SPOK



bikin buku tamu, buku absen, jadwal,
nama kota jawaban mention#osfsmartfren8

care environmental organization (CEO)
atmosphere (komunitas peduli bumi CP: kurnia - 085640712718)
twitter: @Atmos_PH

* dalam kurung, biasanya anak judul
* skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Psikologi (tidak di bold)
*bahasa arab yang sudah diserap, jangan dicetak miring
*penguji utama berdiri sendiri, jangan digabung
*abstrak isi 3 alinea
*kata pengantar 2 spasi
*daftar isi tidak di bold, (dicetak miring termasuk angka)
yang di bold hanya yang awal


makna "merantau" sebagai wujud aktualisasi diri perempuan minang
dalam keluarga dan masyarakat

motivasi merantau pada perempuan minang

aktualisasi diri perempuan "cinderella complex" setelah menikah

perbedaan minat berwirausaha pada etnis jawa dengan etnis minang
ditinjau dari

konsep diri pada penderita stockholm syndrom