Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

MANAJEMEN STRATEGI
STRATEGI DAN KEUNGGULAN KOMPETITIF

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Strategi

Dosen Pengampu
Dr. Bambang Hariadi, Ak., CPA.





Disusun oleh kelompok 3:

Arif Kurniawan Wahono 135020304111002
Firlana Subekti 145020304111007




UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
JURUSAN AKUNTANSI
MALANG
2014
i

DAFTAR ISI


DAFTAR ISI ................................................................................................................ i
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang............................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan Makalah ......................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 3
2.1 Keunggulan Kompetitif .............................................................................. 3
2.1.1 Pengertian Keunggulan Kompetitif.................................................. 3
2.1.2 Keunggulan Perusahaan ................................................................... 4
2.2 Lima Strategi Generik Michael Porter ....................................................... 5
2.2.1 Strategi Biaya Rendah ...................................................................... 6
2.2.2 Strategi Diferensiasi ......................................................................... 9
2.2.3 Strategi Nilai Terbaik ....................................................................... 14
2.2.4 Strategi Fokus Biaya Rendah ........................................................... 15
2.2.5 Strategi Fokus Nilai Terbaik ............................................................ 15
BAB III PENUTUP ................................................................................................ 17
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 18

Page 1 of 20

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Perusahaan tidak akan pernah berhenti menghadapi permasalahan di dalam dan
di luar perusahaan. Permasalahan di dalam menyangkut aspek retrukturisasi organisasi
perusahaan, akuisisi, dan merger serta aliansi strategik. Dalam aspek yang lebih
operasional, permasalahan yang dialami perusahaan menyangkut manajemen keuangan,
produksi, pemasaran, manajemen administrasi, dan manajemen sumberdaya manusia.
Sementara itu, masalah eksternal ditandai oleh aktifitas ekonomi pasar yang
begitu dinamis seperti tuntutan pelanggan terhadap mutu dan keamanan produk,
fluktuasi harga input dan output, ekspansi pasar perusahaan lain, teknologi, dan
pesaing.
Masalah masalah yang muncul haruslah ditanggulangi oleh perusahaan karena
dapat mengakibatkan target yang sudah ditentukan menjadi tidak tercapai dan secara
jangka panjang dapat mengancam kelangsungan perusahaan.
Dengan pesatnya perkembangan teknologi, masalah eksternal yang dialami oleh
perusahaan perlu mendapatkan perhatian khusus. Teknologi memungkinkan perusahaan
mendapatkan berbagai informasi dalam sekejap. Hal itu pula yang dapat dilakukan oleh
kompetitor. Ini berarti, ketika perusahaan mengambil langkah terhadap suatu informasi
yang terjadi di pasar, besar kemungkinan kompetitor juga sudah mengambil langkah
terkait informasi yang didapat.
Ketika dua perusahaan atau lebih memberikan respon terhadap informasi yang
sama yang diterima dari pasar, maka respon terbaiklah yang akan lebih diterima oleh
pasar. Cara paling tepat agar respon suatu perusahaan dapat lebih diterima oleh pasar
adalah dengan menyertakan keunggulan kompetitif pada respon yang diberikan.



Page | 2

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan keunggulan kompetitif?
2. Apa saja strategi generik yang digunakan dalam menghadapi persaingan usaha

1.3 Tujuan Penulisan Makalah
1. Mengetahui dan memahami konsep keunggulan kompetitif
2. Mengetahui dan memahami konsep keunggulan perusahaan
3. Mengetahui dan memahami lima strategi generik menurut Michael Porter

















Page | 3

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Keunggulan Kompetitif
2.1.1 Pengertian Keunggulan Kompetitif
Keunggulan kompetitif merujuk pada kemampuan sebuah organisasi untuk
memformulasikan strategi yang menempatkannya pada suatu posisi yang
menguntungkan berkaitan dengan perusahaan lainnya. Keunggulan kompetitif
muncul bila pelanggan merasa bahwa mereka menerima nilai lebih dari transaksi
yang dilakukan dengan sebuah organisasi pesaingnya (Setiawan, 2006). Kemudian
di dalam Kamus Bahasa Indonesia, dinyatakan bahwa keunggulan kompetitif
bersifat kompetisi dan bersifat persaingan.
Bertitik tolak dari sumber di atas, dapat disimpulkan bahwa keunggulan
kompetitif adalah keunggulan yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan,
dimana keunggulannya dipergunakan untuk berkompetisi dan bersaing dengan
organisasi atau perusahaan lainnya, untuk mendapatkan sesuatu.
Contoh:
(1) Perusahaan memasarkan produk dengan memanfaatkan pelayanan yang
berfokus pada pelanggan sesuai dengan nilai unggul perusahaan dalam
berkompetisi dengan perusahaan pesaing,
(2) Sekolah menarik calon 18 peserta didik yang berkualitas dan dalam jumlah
yang besar untuk menjadi peserta didik, dengan memanfaatkan nilai unggul
sekolah dalam berkompetisi dengan sekolah pesaing.
Sekurang-kurangnya ada dua prinsip pokok yang perlu dimiliki perusahaan
untuk meraih keunggulan kompetitif yaitu adanya nilai pandang pelanggan dan
keunikan produk.
Dari sudut pandang nilai pelanggan, keunggulan kompetitif akan terjadi
apabila terdapat pandangan pelanggan bahwa mereka memperoleh nilai tertentu
dari transaksi ekonomi dengan perusahaan tersebut. Untuk itu syaratnya adalah
Page | 4

semua karyawan perusahaan harus fokus pada kebutuhan dan harapan pelanggan.
Hal demikian baru terwujud ketika pelanggan dilibatkan dalam merancang proses
memproduksi barang dan atau jasa serta didorong membantu perusahaan
merancang sistem Manajemen SDM yang akan mempercepat pengiriman barang
dan jasa yang diinginkan pelanggan.
Sedangkan dari sisi keunikan,keunikan dicirikan oleh barang dan jasa yang
dihasilkan perusahaan tidak dapat mudah ditiru oleh pesaing. Misalnya Anda
membuka rumah makan dengan menyajikan soto dan ayam goreng. Tidak lama
kemudian, ada pesaing membuka rumah makan di sebelah rumah makan Anda.
Jenis sajiannya semua sama termasuk rasa dan harga dengan yang Anda sajikan.
Dapat terjadi Anda akan kehilangan keuntungan karena sebagian pelanggan pindah
ke rumah makan baru itu kecuali kalau Anda mampu menciptakan sesuatu yang
unik yang sulit ditiru pesaing Anda.

2.1.2 Keunggulan Perusahaan
Keunggulan perusahaan dapat ditimbulkan dari kemampuan perusahaan
untuk memanfaatkan berbagai sumber daya dan kapabilitasnya sebagai aset
strategik. Keberhasilan pengelolaan aset strategik ini akan menentukan keunggulan
khas perusahaan yang mampu menciptakan posisi differensial dibanding para
pesaing. Jika keunggulan bersaing didasarkan pada karakteristik struktural, seperti
kekuatan pasar, skala ekonomi, atau lini produk, maka saat ini penekanan pada
bisnis untuk mengirimkan nilai superior secara konsisten menjadi fokus pada
pelanggannya. Untuk melakukan hal ini, maka keunggulan kompetitif bukan hanya
suatu fungsi dalam peranan perusahaan tetapi lebih bergantung pada kemampuan
perusahaan untuk berubah secara radikal.
Ada empat kebutuhan pokok untuk sumber daya yang harus dipenuhi dalam
mencapai keunggulan bersaing yang berkesinambungan yaitu:
(1) Nilai. Dengan nilai tambah yang dimiliki akan meningkatkan keunggulan
bersaing perusahaan.
(2) Keunikan diantara perusahaan sejenis dan pesaing potensial. Jika suatu
perusahaan memiliki keunikan tersendiri maka akan semakin meningkat
keunggulan bersaing yang dimilikinya diantara pesaing.
Page | 5

(3) Tidak dapat ditiru dengan sempurna. Perusahaan dengan produk yang tidak
dapat ditiru pesaingnya dengan sempurna telah memiliki nilai tambah dalam
mencapai keunggulan bersaing.
(4) Harus tidak ada strategi yang sama yang dapat menggantikan sumber
daya. Jika tidak ada strategi yang dapat menggantikan sumber daya maka suatu
perusahaan akan mencapai keunggulan bersaing tersendiri (Setiawan, 2006).
2.2 Lima Strategi Generik Michael Porter
Menurut Michael Porter, strategi memungkinkan organisasi untuk
memperoleh keunggulan kompetitif dari tiga landasan yang berbeda, yaitu
kepemimpinan biaya (cost leadership), diferensiasi (differentiation), fokus (focus).
Dari ketiga landasan tesebut, Porter menjabarkannya lagi menjadi lima pendekatan
strategi kompetitif, yang sekarang lebih dikenal dengan lima strategi generik
Michael Porter. Pendekatan-pendekatan tersebut adalah:
1. Strategi biaya rendah (low cost provider strategy), yang menawarkan produk
atau jasa kepada konsumen pada harga terendah yang teresedia di pasar
2. Strategi diferensiasi (differentiation strategy), adalah sebuah strategi yang
bertujuan menghasilkan produk atau jasa yang dianggap unik di industri dan
diarahkan kepada konsumen yang relatif peka terhadap harga
3. Strategi nilai terbaik (best-value/best-cost strategy), yang menawarkan produk
atau jasa kepada konsumen pada nilai harga terbaik yang tersedia di pasar dan
bertujuan menawarkan serangkaian produk atau jasa pada harga serendah
mungkin dibandingkan dengan produk pesaing dengan atribut serupa
4. Strategi fokus biaya rendah (low-cost focus strategy), yang menawarkan
produk atau jasa kepada sekelompok kecil konsumen pada harga terendah
yang tersedia di pasar
5. Strategi fokus nilai terbaik (best-value focus/focused differentiation strategy),
yang menawarkan produk/jasa kepada sejumlah kecil konsumen dengan nilai
harga terbaik yang tersedia di pasar
Lima strategi tersebut menyiratkan pengaturan organisasional, prosedur
pengendalian, dan sistem insentif yang berbeda. Perusahaan-perusahaan besar
umunya bersaing dengan strategi kepemimpinan biaya dan/atau diferensiasi,
Page | 6

sementara perusahaan-perusahaan yang lebih kecil bersaing dengan menggunakan
strategi fokus. Lima strategi Porter dapat diilustrasikan sebagai berikut:


2.2.1 Strategi Biaya Rendah (Low-Cost Provider Strategy)
Strategi biaya rendah memiliki arti bahwa perusahaan menyedikan barang
dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan kompetitornya. Target dari
strategi ini adalah untuk mendapatkan pangsa pasar yang luas dengan
mempertahankan pelanggan lama dan mendapatkan pelanggan baru dengan harga
produk dan jasa yang lebih rendah.
Dalam menyediakan barang atau jasa, perusahaan harus tetap memerhatikan
hal-hal esensial yang diperlukan oleh pelanggan sehingga keperluan pelanggan
tetap terakomodasi dalam produk/jasa tersebut.Yang perlu menjadi perhatian
adalah jika perusahaan menerapkan strategi ini, tidak berarti perusahaan tersebut
mutlak harus mempunyai harga yang paling rendah diantara pesaingnya. Harga
paling rendah tanpa mengakomodasi keperluan dari pelanggan akan
mengakibatkan barang ataupun jasa yang diproduksi kehilangan nilai tawarnya di
mata para konsumen.
Agar mendapatkan efektifitas yang maksimal, perusahaan yang menerapkan
strategi ini harus berusaha agar cost advantage yang dimiliki tidak dapat ditiru
dengan mudah oleh kompetitior. Apabila cost advantage yang dimiliki mudah
Page | 7

untuk ditiru, maka keuntungan yang diterima oleh perusahaan tidak akan
berlangsung lama.
Ada dua pendekatan untuk mempertahankan cost advantage agar tidak
mudah ditiru oleh kompetitor, yaitu:
a. Menjalankan aktivitas-aktivitas rantai nilai secara lebih efektif daripada
kompetitor dan mengontrol berbagai faktor yang mendongkrak biaya aktivitas
rantai nilai. Aktivitas-aktivitas tersebut dapat mencakup pengubahan tata letak
pabrik, penguasaan teknologi baru, penggunaan bagian atau komponen
bersama dalam produk-produk yang berbeda, dan penyederhanaan desain
produk. Sedangkan faktor-faktor yang perlu dikontrol adalah sebagai berikut:
Skala ekonomis (economics of scale). Skala ekonomis dapat dicapai pada
saat aktivitas-aktivitas dilakukan denagan lebih murah dengan volume yang
lebih besar.
Efek-efek kurva pembelajaran dan pengalaman (learning and experience
curve effects). Biaya-biaya melakukan suatau kegiatan dapat menurun dari
waktu ke waktu disebabkan oleh efek-efek kurva pembelajaran dan
pengalaman akibat melakukannya selama beberapa periode
Biaya-biaya dari input sumber-sumber daya kunci (costs of key resource
input). Biaya-biaya untuk melakukan kegiatan di rantai nilai tergantung
dari apa yang dibayar oleh perusahaan untuk input dan sumber daya kunci.
Semua competitor tidaka akan menanggung biaya yang sama dari
pembelian input-input sumber daya yang digunakan di aktivitas nilai
tambah
Kaitan-kaitan dengan aktivitas-aktivitas lain di rantai nilai perusahaan atau
rantai nilai industri
Kesempatan-kesempatan berbagi dengan organisasi-organisasi lain atau
dengan unit-unit bisnis lainnya di dalam perusahaan
Manfaat dari integrasi vertikal lawan outsourcing
Keuntungan dan kerugian dari pelangkah awal (first mover)
Persentasi dari pemanfaatan kapasitas
Pilihan-pilihan strategic dan keputusan-keputusan operasi
b. Memperbaharui keseluruhan rantai nilai perusahaan untuk mengeliminasi atau
memangkas aktivitas-aktivitas yang menambah biaya, contohnya pencarian
pemasok dan distributor baru, penjualan produk secara online, dll.
Page | 8

Keputusan untuk menggunakan strategi biaya rendah dalam sebuah industri
menyediakan beberapa pertahanan terhadap ancaman kompetisi dari berbagai
pihak, yaitu:
a. Sehubungan denagan pesaing yanag ada, perusahaan dengan biaya rendah
mempunyai posisi terbaik untuk berkompetisi dalam hal harga dan
menggunakan harga lebih murah untuk mendapatkan pangsa pasar lebih besar
dengan penjualan lebih besar dibandingkan dengan para pesaingnya
b. Di dalam memepertahankan terhadap kekuatan menawar dari pembeli-
pembeli, biaya rendah menyediakan perusahaan dengan proteksi marjin laba
c. Di dalam pertahanan terhadap kekuatan menawar pemasok-pemasok,
perusahaan dengan biaya rendah akan bertahan jika sumber utama dari
keuntungan biaya berasal dari efisiensi internal
d. Di dalam pertahanan terdapat pesaing potensial yang akan masuk, perusahaan
dengan biaya rendah dapat menurunkan harga produknya untuk membuat sulit
calon pesaing memenangkan pelanggan
e. Di dalam pertahanan terhadap barang-barang subtitusi, perusahaan dengan
biaya rendah dapat menggunakan harga lebih rendah sebagai senjata terhadap
perusahaan yang mencoba masuk ke dalam pasar menawarkan barang-barang
atau jasa subtitusi
Strategi biaya rendah dapat berjalan dengan baik jika beberapa kondisi
terjadi. Kondisi-kondisi ini adalah sebagi berikut :
a. Ketika persaingan harga antarpenjual pesaing sangat ketat
b. Ketika produk penjual pesaing pada pokonya sama dan pasokan tersedia dari
semua penjual
c. Ketika ada beberapa cara untuk mencapai diferensiasi produk yang memiliki
nilai bagi pembeli
d. Ketika sebagian besar pembeli menggunakan produk dengan cara yang sama
e. Ketika pembeli hanya mengeluarkan sedikit biaya untuk berpindah membeli
dari satu penjual ke penjual lain
f. Ketika pembeli begitu besar dan memiliki daya tawar yang signifikan untuk
meminta penurunan harga
Page | 9

g. Ketika pendatang baru industri menggunakan harga perkenalan yang rendah
untuk menarik pembeli dan membangun basis konsumen
Ketika menjalankan strategi, tidak berarti bahwa strategi yang dijalankannya
akan selalu memberikan keuntungan. Begitu pula dengan strategi biaya rendah.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan strategi biaya rendah ini gagal,
diantaranya adalah:
a. Pemotongan harga yang agresif sehingga laba mereka menjadi terlalu rendah
atau bahkan merugi
b. Nilai dari keunggulan biaya tergantung dari kemampuannya bertahan secara
terus menerus sehingga sulit bagi pesaing untuk menirunya. Ketidakmampuan
perusahaan untuk bertahan secara berkesinambungan akan mengakibatkan
kegagalan perusahaan menerapkan strategi ini
c. Perusahaan terlalu fokus pada pengurangan biaya tanpa memperhatikan
perubahan keinginan/masukan dari pelanggan.
d. Investasi yang tinggi membuat perusahaan mempunyai sunk cost yang tinggi
yang dapat mengunci perusahaann ke investasi teknologi dan strategi sekarang.
dan sulit untuk beralih ke teknologi baru dan keinginan untuk selalu
berkembang dari pelanggan yang berbeda dari sekedar harga yang murah saja

2.2.2 Strategi Diferensiasi (Differentiation Strategy)
Basis keunggulan kompetisi dari strategi diferensiasi adalah kemampuan
perusahaan untuk menawarkan kepada pembeli sesuatu yang berbeda dari apa yang
ditawarkan oleh para pesaingnya. Target dari strategi ini adalah pangsa pasar yang
luas. Lini produk dari strategi ini adalah dengan menawarkan banyak variasi
produk, pilihan produk lebar dan penekanan pilihan pada fitur yang berbeda.
Strategi ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya:
a. Diferensiasi akan memperpanjang siklus hidup produk
Suatu produk pasti akan mengalami siklus decline atau penurunan. Jadi,
pada prinsipnya sebelum terjadi penurunan di dalam pemasaran produk atau jasa
kita, perlu dilakukan diferensiasi supaya penjualan di dalam pemasaran kita
meningkat kembali.
Page | 10

b. Diferensiasi akan membuat produk atau jasa kita lebih diingat oleh
konsumen
Diferensiasi akan membuat produk atau jasa kita lebih melekat di benak
konsumen. Sebagai informasi, perbedaan yang ada pada produk maupun jasa kita,
akan membuat konsumen lebih mudah untuk mengingat produk atau jasa yang kita
pasarkan karena adanya point of interest yang kita miliki, yaitu keunikan yang tidak
dimiliki oleh produk atau jasa yang lain.
Bagi para marketing, keuntungan yang akan diperoleh adalah mereka
menjadi lebih percaya diri dalam memasarkan produknya. Dikatakan lebih percaya
diri karena dengan adanya keunikan tersebut, para marketing akan dapat
menjelaskan produk atau jasa mereka dengan lebih mudah dan hal tersebut juga
akan lebih menarik bagi konsumen.
Pada dasarnya, segala sesuatu yang unik dan tidak dimiliki oleh produk
maupun jasa lain akan merupakan suatu hal yang selalu memancing rasa ingin tahu
konsumen. Berbekal rasa ingin tahu tersebut, konsumen akan tertarik untuk
mengetahui produk atau jasa tersebut dengan lebih dalam dan biasanya, pada
akhirnya konsumen akan tertarik untuk mencoba mengkonsumsi produk atau jasa
tersebut.
c. Diferensiasi akan membuat produk atau jasa kita terlihat lebih baik
dibandingkan dengan produk atau jasa yang lain
Dengan adanya keunikan yang kita miliki, maka produk kita akan terlihat
lebih baik dibandingkan produk lain, karena keunikan tersebut adalah nilai tambah
dari produk atau jasa yang kita pasarkan.
Suatu produk atau jasa yang memiliki bentuk dan keunggulan yang relatif
sama dengan produk atau jasa lain biasanya akan terlihat biasa saja di mata
konsumen, karena pada prinsipnya, konsumen sering merasa jenuh dengan
penawaran produk atau jasa yang keunggulannya relatif sama dengan yang lain.
Dengan adanya keunikan atau perbedaan yang menarik dari produk atau jasa
kita, maka hal tersebut akan membuat konsumen memiliki persepsi bahwa produk
atau jasa yang kita hasilkan lebih baik dibandingkan dengan yang lain. Dengan
Page | 11

persepsi tersebut, maka pada konsumen juga akan lebih tertarik untuk mencoba
menggunakan produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kita dibandingkan
produk atau jasa yang lain.
d. Diferensiasi akan membuat nilai jual dari produk atau jasa yang kita
pasarkan menjadi lebih tinggi
Keunikan produk atau jasa yang dimiliki bisa merupakan asset yang
berharga bagi kita. Dengan keunikan produk atau jasa tersebut, kita dapat menjual
produk atau jasa kita dengan harga yang lebih tinggi. Dikatakan bahwa kita dapat
menjual produk kita dengan harga yang lebih tinggi karena dengan keunikan yang
kita miliki, kita dapat dengan percaya diri mengatakan kepada konsumen bahwa hal
yang dimiliki oleh kita tidak dimiliki oleh produk atau jasa yang lain.
Jadi, dengan kata lain, kita bisa mempromosikan bahwa harga yang kita
pasarkan merupakan suatu hal yang wajar karena konsumen bisa menikmati
keunikan yang tidak dimiliki oleh produk atau jasa yang lain.
e. Mengatasi masalah kejenuhan pasar
Mengingat penjualan sebuah produk sering mengalami pasang surut sesuai
dengan daur hidupnya yang terus berputar, maka adanya diferensiasi produk dapat
membantu para pengusaha maupun pelaku pasar ketika konsumen sudah mulai
jenuh dengan produk yang biasa ditawarkannya.
f. Membantu terciptanya image produk
Semakin unik produk yang Anda tawarkan, maka akan semakin
memudahkan konsumen dalam mengenali produk tersebut. Dan semakin banyak
konsumen yang mengenali produk Anda, maka semakin besar pula peluang Anda
untuk menanamkan image produk yang Anda tawarkan di hati para konsumen.
Sehingga Anda dapat menentukan positioning yang tepat, sesuai dengan target
pasar yang Anda bidik.
Untuk mempertahankan strategi ini adalah dengan cara mengkomunikasikan
poin-poin yang berbeda dengan cara menguntungkan, menekankan peningkatan,
dan inovasi yang konstan untuk sehingga selalu berada di depan kompetitor. Esensi
Page | 12

dari strategi ini adalah untuk menjadi unik dengan cara-cara yang bernilai bagi
pelanggan yang terus dapat dipertahankannya.
Diferensiasi dapat dicapai lewat beberapa sudut. Tema dari diferensiasi
menunjukkan perbedaan yang akan dicapai atau dilakukan oleh perusahaan.
Contohnya adalah sebagai berikut :
a. Membuat rasa yang unik (soda Dr Pepper dan cairan kumur Listerine).
b. Memberikan pelayanan yang dapat diandalkan (pengiriman paket satu malam
FedEx).
c. Membuat pelanggan merasa bangga dan eksklusif (jam Rolex).
d. Menciptakan imej dan reputasi (pakaian dan aksesori Gucci, Ralph Lauren,
Channel, Hotel RitzCarlton).

Selain dengan menetapkan tema produk, diferensiasi juga dapat dipeeroleh
di semua aktivitas di rantai nilai. Secara umum diferensiasi di rantai nilai terjadi
pada kegiatan-kegiatan berikut:
a. Kegiatan-kegiatan pembelian dan pengadaan
b. Kegiatan-kegiatan R&D untuk rancangan produk
c. Kegiatan-kegiatan R&D untuk produksi dan yang berhubungan dengan
teknologi
d. Kegiatan-kegiatan produksi
e. Kegiatan-kegiatan penyimpanan barang jadi dan distribusinya
f. Kegiatan-kegiatan pemasaran dan penjualan dan pelayanan pelanggan
Kunci utama dari keberhasilan strategi diferensiasi adalah menciptakan nilai
bagi pembeli dengan cara-cara yang tidak dapat ditiru pesaing. Untuk menciptakan
nilai bagi pembeli, terdapat 4 pendekatan berbasis diferensiasi sebagai berikut :
a. Menghilangkan atribut-atribut produk dan fitur pemakai yang dapat
menurunkan biaya bagi pembeli yang menggunakan produk perusahaan.
Menurut Porter, hal ini dapat dilakukan dengan cara :
Mengurangi sisa yang dibuang oleh pembeli dan sampah bahan mentah
Mengurangi biaya tenaga kerja
Mengurangi biaya-biaya pengendalian polusi dan biaya pembuangan sampah
yang ditanggung pembeli
Page | 13

Mengurangi biaya perawatan dan perbaikan yang ditanggung pembeli
Mengurangi biaya instalasi, pengiriman, pendanaan yang ditanggung pembeli
b. Memasukkan fitur-fitur yang dapat meningkatkan kinerja yang akan diperoleh
pembeli dari produk yang digunakan. Untuk itu perusahaan dapat menambahkan
fitur sebagai berikut :
Menyediakan keandalan, daya tahan, kenyamanan dan kemudahan dari
produk untuk digunakan oleh pembeli
Membuat produk dari perusahaan lebih bersih, aman, bebas perawatan,
dibandingkan dengan produk pesaing
Membuat produk dengan keamanan lingkungan yang melebihi standar
regulasi
c. Memasukkan fitur-fitur yang dapat meningkatkan kepuasaan non ekonomik dan
yang tidak berwujud dari pembeli. Misalnya Roll-royce dan Gucci mempunyai
keunggulan kompetitif dengan menghubungkan ke keinginan pembeli tentang
status, imej, prestise, gaya kelas atas dan pekerjaan tangan yang superior.
d. Berkompetisi dengan basis kemampuan-kemampuan yaitu dengan memberikan
nilai kepada pelanggan lewat kemampuan yang tidak dapat ditiru oleh pesaing.

Strategi diferensiasi yang berhasil akan memberikan kelebihan-kelebihan
yang menarik bagi perusahaan, diantaranya sebagai berikut :
a. Membangun halangan untuk masuk dalam bentuk loyalitas pelanggan dan
keunikan yang membuat pendatang baru sulit untuk mendapatkannya.
b. Mengurangi kekuatan menawar dari pembeli, karena produk-produk alternative
kurang menarik untuk mereka.
c. Membantu perusahaan untuk menahan ancaman-ancaman dari produk subtitusi
karena mereka tidak mempunyai fitur-fitur atau atribut yang serupa.

Strategi diferensiasi sangat efektif dalam kondisi-kondisi berikut :
a. Ketika ada banyak cara untuk mendiferensiasi produk atau jasa dan banyak
pembeli memandang perbedaan ini sebagai sesuatu yang bernilai.
b. Ketika kebutuhan dan penggunaan pembeli beragam.
c. Ketika tidak banyak perusahaan pesaing yang mengikuti pendekatan
diferensiasi serupa
d. Ketika perubahan teknologi berlangsung cepat dan kompetisi terjadi di seputar
Page | 14

fitur-fitur produk yang berubah dengan pesat.
Beberapa kegagalan dan kesalahan di pelaksanaan strategi ini termasuk hal-hal
sebagai berikut :
a. Mencoba untuk mendeferensiasi dengan basis sesuatu yang tidak
menurunkan biaya pembeli atau meningkatkan utilitas pembeli seperti apa
yang diharapkan oleh pembeli.
b. Terlalu mendiferensiasikan produk sehingga harga produk menjadi sangat
mahal dibandingkan dengan harga pesaing,
c. Terlalu mendiferensiasikan produk yang melebihi apa yang diinginkan oleh
pembeli.

2.2.3 Strategi nilai terbaik (best-value/best-cost strategy)
Disebut dengan strategi penyedia nilai terbaik karena produsen mempunyai
biaya terbaik atau biaya termurah relative terhadap produsen lain yang mempunyai
atribut-atribut kualitas, pelayanan, dan kinerja yang sebanding. Strategi ini lebih
berfokus untuk memberikan konsumen nilai lebih dari uang yang sudah
dikeluarkan. Tujuananya adalah untuk membuat konsumen puas dengan
memberikan nilai-nilai yang lebih dibandingkan dengan apa yang diharapkan oleh
konsumen. Strategi nilai terbaik dapat juga disebut sebagai strategi hibrid, karena
karakteristiknya yang tidak hanya memfokuskan diri pada salah satu pangsa pasar
dan juga tidak terfokus pada strategi low cost ataupun differentiation (Sesuai yang
ditampilkan pada gambar 1).
Strategi nilai terbaik akan berjalan dengan efektif dimana para pembeli
sensitif terhadap harga dan nilai/kualitas barang. Hal ini dikarenakan perusahaan
dapat menempatkan dirinya di antara produk berkualitas sedang yang berharga
lebih rendah dari harga rata-rata dengan produk berkualitas tinggi yang memiliki
harga rata-rata. Sejumlah besar pelanggan juga lebih memilih produk yang
berharga sedang dibandingkan dengan produk berharga murah atau produk
berharga tinggi dari produsen-produsen yang memilih strategi diferensiasi.
Yang perlu diperhatikan adalah, jika perusahaan tidak memiliki sumber daya,
pengetahuan pembuatan produk, dan kapabilitas untuk menghasilkan produk atau
jasa pada harga yang lebih rendah dibandingkan dengan kompetitornya, maka
Page | 15

strategi ini tidaklah disarankan. Hal ini berkaitan dengan resiko besar yang akan
dihadapi oleh perusahaan.
Perusahaan yang mengadopsi strategi nilai terbaik akan berada dalam
tekanan dari perusahaan yang menerapkan strategi biaya rendah dan strategi
diferensiasi. Sehingga agar dapat sukses, perusahaan harus dapat menawarkan
produk yang jauh lebih baik sebagai harga yang pantas dibayar jika dibandingkan
perusahaan yang menawarkan produk dengan harga rendah. Selain itu, produk
tersebut juga haruslah jauh lebih murah jika dibandingkan dengan produk dari
perusahaan yang menjalankan strategi diferensiasi.
2.2.4 Strategi fokus biaya rendah (low-cost focus strategy)
Strategi fokus mengkonsentrasikan perhatian pada bagian sempit dari
keseluruhan pasar. Segmen sasaran atau ceruk dapat didefinisikan oleh keunikan
geografis, kebutuhan khusus dalam penggunaan produk atau oleh atribut khusus
dari produk yang menarik untuk anggota ceruk tertentu.
Fokus biaya rendah adalah strategi bersaing yang berfokus pada kelompok
pembeli atau geografis tertentu dan mencoba melayani ceruk-ceruk ini, dan
mengabaikan yang lain. Dalam menggunakan fokus biaya rendah, perusahaan
mencari keunggulan biaya pada segmen sasarannya. Starategis tersebut didasarkan
pada keyakinan bahwa perusahaan atau unit bisnis yang mengkosenstrasikan
upaya-upayanya dapat melayani target strategis yang sempit dengan lebih efisien
dibandingkan dengan para pesaingnya
2.2.5 Strategi fokus nilai terbaik (best-value focus/focused differentiation
strategy)
Strategi fokus nilai terbaik merupakan strategi yang berusaha untuk
mencapai keunggulan kompetitif dengan menawarkan segmen kecil pasar produk
yang dirasa sesuai dengan keunikan dan preferensi mereka. Keberhasilan strategi
ini bergantung kepada keberadaan konsumen yang mencari produk-produk dengan
atribut spesial, kapabilitas dari penjual, dan kemampuan perusahaan untuk tetap
menampilkan produk yang berbeda dengan kompetitornya. Perusahaan dapat
mempertahankan diri terhadap penantang-penantangnya berbasis pada nama baik
Page | 16

yang sudah dibangun dan kemampuan lebih unuk melayani pembeli di ceruk
sasaran.
Strategi fokus, baik berbasis biaya rendah atau diferensiasi, menjadi lebih
efektif pada kondisi yang sesuai sebagai berikut :
Ceruk pasar sasaran cukup besar untuk mendapatkan laba.
Ceruk ini mempunyai potensi pertumbuhan yang baik.
Ceruk ini bukan ceruk yang penting untuk kesuksesan pesaing-pesaing besar
lainnya.
Ceruk pasar sasaran bukan satu-satunya ceruk di pasar dan masih banyak ceruk
lainnya yang memungkinkan pesaing lain berkosentrasi pada ceruk lain sesuai
dengan sumber dan kemampuan masing-masing.















Page | 17

BAB III
PENUTUP

Pemilihan strategi yang tepat untuk dapat bersaing dengan kompetitornya
sangatlah diperlukan oleh perusahaan. Hal ini berarti bahwa peluang perusahaan untuk
memenangkan persaingan dengan kompetitornya akan semakin besar.
Sebelum menetapkan strategi yang akan dipilih, perusahaan haruslah melakukan
analisis secara mendalam terhadap berbagai faktor, baik itu yang berasal dari internal
perusahaan maupun yang berasal dari lingkungan eksternal, yang akan mempengaruhi
proses bisnisnya. Setelah suatu strategi ditetapkan, maka tiap-tiap elemen perusahaan
haruslah memberikan usaha terbaiknya agar strategi tersebut dapat berjalan secara
optimal.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah meskipun perusahaan sudah
menerapkan strategi yang dianggap paling tepat dengan kondisinya pada saat itu, selalu
ada hal-hal lain yang tidak terduga yang akan memberikan kejutan bagi perusahaan.
Ketika menghadapi hal semacam ini, keluwesan perusahaan dalam menghadapi hal-hal
baru sangatlah diperlukan. Dan jika perusahaan berhasil merespon kejutan-kejutan yang
muncul seccara positif, maka peluang perusahaan untuk menjadi pemimpin di
bidangnya akan semakin besar.








Page | 18

DAFTAR PUSTAKA
Thompson
Fred R David
http://anggunfreeze.blogspot.com/2012/12/berbagai-jenis-strategi-di-tingkat-unit.html
http://ronawajah.wordpress.com/2007/06/26/keunggulan-kompetitif/
http://hikayatu.blogspot.com/2012/11/porter-generic-strategi.html