Anda di halaman 1dari 6

SOAL UAS (Ujian Akhir Semester) Mata Kuliah Neurologi

Akademi Fisioterapi SITI HAJAR Medan



Pemateri: dr. Iswandi Erwin Waktu pengerjaan: 1 jam (60 menit)

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat menurut saudara dari pilihan jawaban yang disediakan:
1. Yang termasuk dari Sistem Saraf Pusat ialah:
a. Otak dan Medula Spinalis
b. Otak dan Otot
c. Jantung dan Medula Spinalis
d. Medula Oblongata dan Sistem Skeletal
e. Otak dan Sistem Skeletal

2. Dibawah ini merupakan struktur yang melindungi organ otak manusia, KECUALI:
a. Scalp (Kulit kepala)
b. Meningen (Selaput Otak)
c. Vaskulatur (Pembuluh darah)
d. Cranium (Tulang tengkorak)
e. Likuor Serebrospinal (Cairan Otak)

3. Dibawah ini merupakan ciri ciri terjadinya suatu Stroke/Gangguan Pembuluh Darah Otak
(GPDO), KECUALI:
a. Terjadi secara tiba tiba
b. Selalu diakibatkan oleh gangguan pada pembuluh darah
c. Dapat berupa sumbatan maupun pecah pembuluh spontan
d. Hampir selalu disertai muntah berdarah
e. Umumnya didapatkan kelemahan sesisi tubuh sesuai letak lesi

4. Yang merupakan suatu faktor resiko dari kejadian Stroke / GPDO ialah:
a. Merokok
b. Gangguan metabolisme lipid
c. Hipertensi
d. Diabetes Melitus
e. Semua benar

5. Ketidakmampuan seseorang dalam melawan gaya berat/gravitasi sehingga tidak mampu
mengangkat tangannya, namun mampu menggeser ke kiri dan ke kanan akan dinilai dalam
skor asesmen motorik :
a.0 b.1 c.2 d.3 e.4

6. Sedangkan ketidakmampuan dalam menggerakkan ekstrimitas, namun masih dapat dilihat
adanya suatu kontraksi otot akan dinilai dalam skor asesmen motorik:
a.0 b.1 c.2 d.3 e.4

7. Suatu gangguan fungsi luhur (neurobehavior) dapat bermanifestasi klinis sebagai Gangguan
Berbahasa. Yang dimaksud dengan gangguan berbahasa ialah:
a. Disartria
b. Afasia
c. Agnosia
d. Anhedonia
e. Akalkulia

8. Sedangkan yang dimaksud gangguan dalam berbicara/ artikulasi ialah:
a. Disartria
b. Afasia
c. Agnosia
d. Anhedonia
e. Akalkulia

9. Gangguan keseimbangan dan koordinasi seseorang akan posisi yang merupakan fungsi
utama Cerebellum, dapat ditentukan antara lain menggunakan tes di bawah ini, KECUALI:
a. Tes berdiri Romberg
b. Tes berjalan Tandem
c. Tes keterampilan-koordinasi tangan (Disdiadokokinesia)
d. Tes menggambar Jam
e. Tes Telunjuk-Hidung

10. Bapak A, menderita serangan stroke yang telah terjadi seminggu lamanya. Seorang dokter
yang ditemui bapak A memberikan obat, menjadwalkan kontrol rutin, juga menyarankan
bapak A menemui seorang fisioterapis. Pada saat bertemu anda, bapak A tampak baik, sadar
dan mampu mengerti setiap pembicaraan yang anda katakan. Namun ketika diminta
mengatakan namanya, keadaanya sekarang, bapak A tampak kesulitan mengutarakan
maksudnya dan hanya dapat mengatakan kata Ya, Ya. Bapak A sendiri tampak mengerti
jawaban yang diutarakannya tidak cocok dengan apa yang anda tanyakan, namun bapak A
tampak kesulitan dan frustasi mencari kata yang tepat untuk menjawab anda. Menurut
anda, apakah yang terjadi pada bapak A?
a. Prosopagnosia
b. Agnosia Visual
c. Afasia Motorik
d. Afasia Sensorik
e. Afasia Otonom



11. Pada soal no. 10, menurut anda daerah otak bagian mana yang menjadi tempat lesi
anatomis/topis kejadian stroke yang menyerang nya?
a. Area Korsakoff
b. Area Broca
c. Area Wernicke
d. Area Broadmann
e. Area Redlich

12. Seorang yang terkena stroke/GPDO pada hemisfer kiri otak dan hemiparesis kanan pada
umumnya akan menderita gangguan bicara dan bahasa yang berat karena:
a. Hemisfer kiri otak ialah hemisfer dominan yang terdiri dari area bahasa perseptif
maupun reseptif.
b. Stroke hampir pasti mengganggu secara total kemampuan berbahasa dan berbicara
seseorang.
c. Hemisfer otak mempengaruhi fungsi utama dan vital kehidupan, termasuk diantaranya
koordinasi dan pusat pernafasan.
d. Kemampuan penggunaan tangan kanan adalah dominan (kinan) sehingga apabila
lumpuh, umumnya seseorang akan frustasi dan malas bicara.
e. Stroke terjadi secara tiba tiba dan tidak disangka dan akan membekas sebagai
pengalaman traumatis yang akan memaksa pasien diam.

13. Seorang fisioterapis berusaha mengembalikan fungsi berbahasa dari pasien dengan
gangguan berbahasa menggunakan sebuah metode, dimana pasien diharapkan
menyampaikan maksudnya dalam serangkaian notasi nada, lagu, lirik dan ritme. Cara ini
dikenal dengan:
a. Occupational Therapy
b. Constraint Induced Therapy
c. Visual Action Therapy
d. Schuells Rehabilitation Auditory Therapy
e. Melodic Intonation Therapy

14. Derajat keparahan suatu gangguan berbahasa terbagi dalam 5 tingkat, dimana skor 4 berarti:
a. Tampak tidak lancar dalam berbicara atau kemampuan pengertian bahasa, tanpa
keterbatasan yang berarti pada ungkapan isi pikiran atau bentuk ungkapan.
b. Hambatan bicara yang minimal; pasien dapat mengalami kesulitan secara subjektif yang
tidak tampak nyata oleh pendengar.
c. Konversasi tentang masalah biasa masih mungkin dengan bantuan dari pendengar.
Sering terdapat kesalahan dalam mengungkapkan isi pikiran, akan tetapi pasien
membagi beban komunikasi dengan pemeriksa.
d. Semua komunikasi dilakukan dengan urutan yang terputus-putus; diperlukan upaya
yang besar dari pendengar untuk menyimpulkan,mempertanyakan, dan menduga.
e. Tidak ada curah verbal atau pengertian auditoris sama sekali.


15. Berikut ini yang merupakan ciri khas dari terapi aksi-visual (Visual-Action Therapy /VAT)
ialah:
a. Suatu metode menggunakan model stimulasi nada ritmik yang berasaskan interaksi
antar hemisferik yang berselingan
b. Metode rehabilitasi instruksi auditorial yang berdasar kepada kemampuan mengikuti
perintah akan suatu benda dan menjabarkan fungsinya
c. Suatu metode terapi hierarki yang melatih para pasien afasia berat untuk
mempergunakan simbol gestural dalam komunikasi yang terdiri dari penilaian item
dalam 3 tingkat dan 12 langkah.
d. Adalah metode yang menekankan tentang pengetahuan umum dan diskriminasi fonemik
dan diharapkan respons dalam suatu tanggapan ya dan tidak
e. Merupakan metode dimana fisioterapis akan berulangkali mengubah instruksi dan
mengharapkan perubahan respon sesuai instruksi berdasarkan teori rehabilitasi Schuell.

16. Komponen volume intrakranial merupakan sebuah konstanta yang nilainya tetap. Menurut
Monro-Kellie, apa 3 hal yang mempengaruhi peningkatan tekanan intrakranial?
a. Parenkim otak, aliran darah otak dan pola pikiran
b. Aliran darah otak , pola pikiran dan cairan serebrospinal
c. Aliran darah otak, cairan serebrospinal dan kemampuan kognitif
d. Aliran darah otak, cairan serebrospinal dan parenkim otak
e. Kemampuan Kognitif, pola pikiran dan cairan serebrospinal.

17. Gangguan neurologi tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, namun dapat juga pada
anak di masa tumbuh kembangnya. Yang BUKAN merupakan gangguan neurologi masa
kanak (Neurodevelopmental disorder) ialah:
a. Autisme
b. Retardasi mental
c. Attention deficit hyperactivity disorder(ADHD)
d. Cerebral Palsy
e. Demensia dan gangguan bipolar senilis

18. Ciri ciri suatu gangguan autisme ialah:
a. Terutama pada domain psikososial,komunikasi,perilaku repetitif dan stereotipik
b. Disertai gangguan fungsi luhur dan kognisi yang jelas
c. Terbagi menjadi tipe spastik, ataksik, atetoid dan campuran
d. Umumnya disertai hemiparesis,paraparesis maupun kuadriparesis
e. Akan dikelompokkan berdasarkan psikometrik dan tingkat IQ penderita

19. Berikut ialah terapi fisik yang dimungkinkan dalam rencana terapi fisik penderita autisme,
KECUALI:
a. Intervensi Psikososial
b. Terapi wicara
c. Terapi okupasi
d. Pengajaran terstruktur
e. Semua Benar
20. Seorang anak lelaki B, menjumpai seorang dokter anak, telah diberi obat stimulansia dan
dokter menyarankan orang tuanya juga menemui seorang child physiotherapist untuk
masalah perilaku yang dideritanya. Anak B tampak sehat, aktif, namun sulit sekali untuk
duduk diam. Ketika melihat pulpen dan kertas di meja, dia menggambar pohon dan
pemandangan, namun saat televisi dihidupkan dan menayangkan film kartun, B berlari dan
menontonnya sambil berteriak teriak. Belum selesai acara TV, bel rumah berbunyi dan ada
tamu datang, B berlari keluar sambil meloncat-loncat kesenangan, sehingga ibunya
kewalahan dibuatnya. Secara sepintas, keadaan apa yang dapat anda simpulkan dari kondisi
anak B?
a. Sindroma Asperger
b. Gangguan Autisme
c. Cerebral Palsy
d. Attention Deficit Hyperactivity Disorders (ADHD)
e. Retardasi Mental

21. Menurut American Association in Mental Deficiency, niIai IQ = 55-69 dapat dikategorikan:
a. Retardasi Mental Sangat Ringan
b. Retardasi Mental Ringan
c. Retardasi Mental Sedang
d. Retardasi Mental Berat
e. Retardasi Mental Sangat Berat

22. Suatu gangguan neurodevelopmental yang ditandai disfungsi motorik sentral yang
mempengaruhi tonus otot, postur dan gerakan yang diakibatkan defek-lesi non progresif
serebral yang belum matur tanpa disertai adanya gangguan kognitif dan fungsi luhur disebut
juga:
a. Autisme
b. Cerebral Palsy
c. ADHD
d. Retardasi Mental
e. Gangguan pervasif

23. Ciri umum Biofeedback ialah:
a. Teknik fisioterapi dimana seseorang mengetahui informasi fisiologis tubuhnya
menggunakan serangkaian alat bantu dan belajar mengubah aktivitas fisiologis untuk
kemaslahatan kesehatan dan kemampuan fungsionalnya.
b. Tidak menggunakan instrumen apapun dikarenakan diharapkan kemandirian pelaku
biofeedback secara umum.
c. Merupakan salah satu Terapi Utama dan satu satunya, bukan dan juga tidak
memerlukan tambahan dalam pelaksanaannya yang ditakutkan dapat memperumit
pemahaman pasien.
d. Mengharapkan blinded-knowledge/pengetahuan buta pasien akan kondisi tubuhnya
sehingga pasien dapat meraba detil fisiologisnya secara instingtif.
e. Salah satu metode alternatif tradisional tanpa alat selain yoga dan senam taichi.

24. Transcranial Magnetic Stimulation(TMS) ialah suatu metode:
a. Invasif menggunakan kateter intratekal dan meletakkan elektroda penghantar listrik
pada sistim limbik
b. Non invasif menggunakan pijatan sekitar kranial dan leher sehingga aliran darah otak
lebih lancar
c. Non invasif menggunakan alat induksi elektromagnetik yang akan menciptakan
depolarisasi sel saraf sehingga merangsang plastisitas saraf
d. Invasif menggunakan kateter intratekal dan mengalirkan antkoagulansia sehingga
sumbatan sumbatan pembuluh darah hilang (brainwash)
e. Invasif menggunakan klip dan coil (kawat) untuk menyumbat aneurisma vaskulatur otak
pada daerah beresiko (locust minoris resistentiae)


25. EECP, merupakan salah satu teknik modern fisioterapi menggunakan alat yang diharapkan
dapat merangsang terjadinya neo-vaskularisasi, yang merupakan kepanjangan dari:
a. Extradural Encephalo-Cranio-Plethysmography
b. Extracranial Entrapment Cranio-Pharyngiography
c. External Epileptiform Craddle Personalization
d. Extradural Endogenic Comatouse Prediction
e. Enhanced External Counter Pulsation



Selamat Mengerjakan Semoga Sukses



..Public and private healthcare providers are looking for leaders who are
innovative, clear, lateral-thinkers and problemsolvers. Physiotherapists are
well placed to adopt such roles and should be proactive in looking for
opportunities to do so..

(Tidys Physiotherapy, page 19, Chapter 1, The Responsibilities of Being a
Physiotherapist )