Anda di halaman 1dari 5

PIRIT

Pirit adalah emas klasik. Tetapi pirit sangat jauh berbeda dari emas dan pyrite
yang paling umum dan paling sering keliru untuk emas. Pirit adalah favorit di
kalangan kolektor batu karena dapat memiliki kilau kristal yang indah dan menarik.
Hal ini sangat umum dalam kerak bumi yang ditemukan di hampir setiap lingkungan
yang mungkin serta pyrite memiliki sejumlah besar bentukdan varietas. Pirit adalah
polimorf dari marcasite, yang berarti bahwa ia memiliki komposisi kimia yang
sama. FeS2 sebagai marcasite tetapi yang membedakan adalah struktur, simetri dan
bentuk kristalnya.Struktur pirit adalah analog dengan struktur galena dengan
formula PbS. Galena meskipun memiliki simetri yang lebih tinggi. Perbedaan antara
dua struktur adalah bahwa belerang tunggal galena digantikan oleh sepasang sulfur
di pirit. Pasangan sulfur kovalen terikat bersama dalam suatu ikatan unsur
dasarnya. Pasangan ini mengganggu simetri empat kali lipat bahwa atom tunggal
belerang akan diawetkan dan dengan demikian memberikan pirit simetri rendah dari
galena. Meskipun pirit mengandung persentase yang tinggi dari besi, tapi pernah
digunakansebagai sumber penting zat besi. Oksida besi sepertih ematit dan
magnetit, adalah bijih besi primer. Pirit akan menjadi sumber potensial dari besi jika
bijih besi harus menjadi langka. Pirit adalah yang paling umum dari mineral sulfida
dan dapat ditemukan di seluruh dunia, pyrite adalah sumber yang paling penting
dari belerang setelah belerang asli. Pirit (FeS2) juga disebut besi belerang. Sering
pula disebut dengan emas orang yang tidak tau karena warnanya yang kuning
kecoklatan cemerlang ketika terkena sinar Matahari. Pirit ini termasuk kelompok
mineral sulfida. Piryte memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Warna
Segar : Kuning Muda
Lapuk : Hitam Kekuningan
- Kilap : Logam
- Belahan : Tidak jelas
- Pecahan : Konkoidal
- Cerat : Hijau Tua
-
Berat Jenis : 5.05.2

- Sifat Kemagnetan : Paramagnetik
- Reaksi dengan Asam : Tidak bereaksi
- Tenacity :Rapuh
- Komposisi Kimia : FeS
2

- Sistem Kristal : Isometrik
- Golongan Mineral : Sulfida (Logam)
- Asosiasi Mineral : Galena, Chalcopyrite, Quartz, Manganite
- Nama Mineral : Pyrite
- Proses Pembentukan : Pada vein hidrotermal, mineral Pyrite terbentuk pada
suhu 200
0
300
0
C (mesotermal).
- Keterdapatan
Batuan Beku : Andesite, Basalt, dan Rhyolite
Batuan Sedimen : Batu Gamping
Batuan Metamorf : Gneiss dan Schist


- Kegunaan Mineral :
Bidang Pertambangan : Untuk memproduksi Emas, Besi, Tembaga,
Kobalt dan Nikel.
Bidang Industri : Untuk industri kertas



















TUGAS









OLEH:
ANDI WARDIMAN ANWAR
D621 12 004



PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN


GOWA
2014

Anda mungkin juga menyukai