Anda di halaman 1dari 53

1.

Definisi Vessel dan Tangki


1.1 Vessel
Secara umum vessel dapat berarti bejana, wadah/ tempat, dan ruang. Namun dalam
industri, vessel diartikan sebagai sebuah bejana tekan dengan kondisi tertutup yang dirancang
untuk menahan gas atau cairan bertekanan dengan tekanan lebih besar dari tekanan ambient.
Vessel dapat digunakan sebagai tangki penyimpan, reaktor, kolom pemisah, penukar panas, dan
lain-lain. Maka desain dan ukuran vessel juga menyesuaikan kegunaannya. Komponen-
komponen utama dari Pressure Vessel, antara lain :
a. Shell
Shell adalah selimut vessel. Bentuknya silindris mengikuti pola keliling head. Shell dapat
berupa pipe atau plate untuk diameter lebih dari 24 inch. Shell ini nantinya akan di-joint
dengan head sehingga diusahakan memiliki beda bilangan volta yang tidak jauh (usahakan
sama dengan head). Ini sangat penting sebagai usaha untuk mengurangi kemungkinan
terjadinya korosi.
b. Head
Dua sisi shell dari pressure vessel harus ditutup pada ujungnya dengan forming plate
yang biasanya disebut sebagai head. Head biasanya berbentuk melengkung ketimbang datar.
Konfigurasi melengkung lebih kuat dan memungkinkan head untuk menjadi lebih tipis, lebih
ringan, dan lebih murah daripada head berbentuk flat. Head biasanya dikategorikan menurut
bentuknya. Adapun bentuk yang umum adalah ellipsoidal, hemispherical, orispherical,
kerucut, toriconical dan flat.Elipsoidal (2:1) adalah konfigurasi yang paling umum dari head.

Gambar 1.1 Head
c. Nozzle
Nozzle adalah komponen silinder yang menembus shell atau head dari pressure vessel.
Ujung nozzle biasanya berbentuk flange untuk memungkinkan koneksi dengan part lain dan
mudah untuk pemeliharaan atau akses. Nozzle digunakan untuk aplikasi berikut:
- Pasang pipa untuk aliran masuk atau keluar dari vessel.
- Pasang koneksi instrument (misalnya, level gauge atau alat pengukur tekanan).
- Menyediakan akses ke internal vessel melalui Manhole.
- Menyediakan attachment langsung dari peralatan lainnya (penukar panas, mixer).

d. Support
Jenis support yang digunakan tergantung pada ukuran dan orientasi dari pressure
vessel. Dalam semua kasus, support untuk pressure vessel harus kuat untuk menerima beban
selfweight, angin, dan beban gempa. Basic load dihitung untuk merancang anchorage dan
pondasi untuk pressure vessel. Jenis support yang umum digunakan adalah sebagai berikut:
- Skirt : aplikasi untuk pressure vessel yang tinggi, posisi vertikal. Support jenis ini adalah
steel plate berbentuk silinder dan dilas pada bagian bawah shell dari pressure vessel atau
pada head bagian bawah. Skirt untuk vessel jenis bola dilas ke bagian vessel di dekat mid-
plane dari shell. Skirt biasanya menyediakan cukup fleksibilitas sehingga ekspansi termal
dari shell tidak menyebabkan tekanan panas yang tinggi di titik temu dengan skirt.

Gambar 1.2 Skirt


- Legs : aplikasi untuk vessel vertikal kecil, biasanya dilas ke bagian bawah shell. Rasio
maksimum panjang legs support terhadap diameter drum biasanya 2:1. Jumlah legs yang
dibutuhkan tergantung pada ukuran vessel dan beban yang diterima. Support legs biasanya
digunakan pada spherical pressure vessel. Support legs untuk vessel vertikal kecil dan
spherical pressure vessel dibuat dari profil baja struktur atau profil pipa dan menyediakan
desain yang paling optimal. Cross bracing apabila diperlukan menguatkan antar legs,
digunakan untuk menyerap beban angin atau gempa.

Gambar 1.3 Leg
- Saddle : aplikasi untuk vessel horisontal, biasanya disupport di dua lokasi dengan saddle
support. Saddle support berfungsi mendistribusikan beban berat di seluruh permukaan
dari shell untuk mencegah erjadinya local stress yang berlebihan dalam shell di titik-titik
support. Lebar saddle, antara lain detail desain, ditentukan dari desain kondisi pressure
vessel. Salah satu saddle biasanya dipasang sebagai fix anchor dan lainnya sebagai fleksibel
anchor yang mengakomodasi thermal expansion ke arah longitudinal.

Gambar 1.4 Saddle



1.2 Tangki
Tangki adalah vessel yang digunakan sebagai penampung atau penyimpanan suatu bahan.
Tanki penyimpanan atau storage tank menjadi bagian yang penting dalam suatu proses industri
kimia karena tanki penyimpanan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan bagi produk dan
bahan baku tetapi juga menjaga kelancaran ketersediaan produk dan bahan baku serta dapat
menjaga produk atau bahan baku dari kontaminan ( kontaminan tersebut dapat menurunkan
kualitas dari produk atau bahan baku ) . Pada uumunya produk atau bahan baku yang terdapat
pada industri kimia berupa liquidatau gas, namun tidak tertutup kemungkinan juga dalam bentuk
padatan (solid). Storage tank atau tanki penyimpanan dapat memiliki bermacam macam bentuk
dan tipe, masing masing tipe memiliki kelebihan dan kekurangan serta kegunaan masing-
masing.
Secara umum tanki penyimpanan dapat di bagi menjadi dua bila diklasifikasikan
berdasarkan tekanannya (tekanan internal) yaitu :
1. Tanki Atmosferik (Atmospheric Tank)
2. Tanki Bertekanan (Pressure Tank)
2. MACAM TIPE HEAD DAN TANGKI
2.1 Tipe Head
Hampir semua head dibuat dari plate melingkar yang di spin atau dengan metode press.
Meskipun membutuhkan biaya tambahan untuk membentuk head dari plate datar, tetapi
penggunaan head yang telah dibentuk akan lebih ekonomis daripada penggunaan head yang
datar, kecuali untuk diameter tangki yang kecil. Penghematan dapat diperoleh dengan
berkurangnya tebal head yang digunakan.









Gambar 2.1 Tipe Head
Gambar di atas menunjukkan macam-maeam head yang umum digunakan, dengan:
t = tebal head, inch
icr = inside comer radius, inch
sf = straight flange, inch
r = radius of dish, inch
OD = diameter luar, inch
b =depth of dish, inch
a = ID/2 = inside radius, inch
s = slope of cone, deg
OA = overall dimension, inch
H = diameter of flat spot, inch
Berikut pembahasan mengenai tipe tipe head :
1. Flanged-only Heads
Head jenis ini adalah yang paling ekonomis dalam pembuatannya, karena hanya
membentuk flange dengan radius pada plate datar. Penggunaannya yang paling banyak adalah
pada tangki bertekanan atmosferis. Head ini juga dapat digunakan sebagai dasar dari tangki
silinder vertikal dengan diameter maksimal 20 ft. Head jenis ini diukur dengan basis diameter
luar dan tersedia untuk ukuran 12-42 in dengan selisih 2 in, 42 -144 in dengan selisih 6 in,
144 - 240 in dengan selisih 12 in, juga tersedia untuk ukuran lebih dari 246 in.
2. Flanged standard dished and Flanged shallow dished Head
Untuk meningkatkan kemampuan menahan tekanan maka bagian datar dari flanged only
head harus dirubah menjadi lengkungan. Pada head semacam ini, terdapat dua radius yaitu
radius lengkungan dan inside comer radius. Jika radius dari lengkungan lebih besar dari
diameter luar shell maka disebut flanged and shallow dished head. Jika radius tersebut sama
atau lebih kecil maka disebut flanged and standard dished head. Head yang tersedia
ukurannya sama dengan flanged only head. Head ini tidak boleh digunakan untuk tangki
bertekanan tinggi, Penggunaan umumnya adalah untuk tangki vertikal dengan tekanan rendah,
tangki horisontal untuk fluida yang volatile, dan tangki berdiatneter besar yang tekanan uap
dan tekanan hidrostatisnya terlalu besar untuk flaged only head.
3. Torispherical Head
Dengan mengurangi stress lokal pada inside corner head, batas tekanan dari flanged and
dished head dapat ditingkatkan. Hal ini dapat dilakukan dengan membentuk head sehingga
inside comer radius paling tidak sama dengan tiga kali ketebalan plate, atau radiusnya tidak
kurang dari 6% diameter dalam, dan radius lengkungan harus sama atau kurang dengan
diameter head. Head ini umumnya digunakan untuk tangki bertekanan antara 15-200 psig
bahkan dapat lebih dari 200 psig. Tetapi untuk penggunaan lebih dari 200 psig lebih ekonomis
untuk menggunakan elliptical flanged and dished head. Head ini dapat digunakan untuk
tangki vertikal maupun horisontal pada berbagai alat proses
4. Elliptical Dished Head
Head ini digunakan untuk tangki bertekanan antara 100 psig hingga lebih dari 200 psig.
Jika rasio sumbu mayor : sumbu minor = 2:1 maka kekuatan head akan sama dengan kekuatan
shell silinder dengan diameter dalam dan luar yang sama. Kedalaman bagian dalam dari
lengkungan sama dengan setengah dari sumbu minor atau sama dengan \4 diameter dalam
dari head.
5. Hemispherical Head
Untuk ketebalan yang sama, Head ini merupakan yang paling kuat. Head ini dapat
menahan tekanan hingga 2 kali lipat dari elliptical head ataupun shell silinder dengan tebal
dan diameter yang sama. Harga pembuatan dan biaya lain-lain dari head ini paling besar
dibandingkan dengan yang lain. Ketersedian head ini juga terbatas dalam ukurannya.

2.2 Tipe Tangki
Tangki pada dasarnya dipakai sebagai tempat penyimpanan material baik berupa benda
padat, cair, maupun gas. Dalam mendesain tangki, konsultan perencana harus merencanakan
tangki dengan baik terutama untuk menahan gaya gempa yang mungkin terjadi. Jika tangki tidak
direncanakan dengan baik, maka kerusakan pada tangki dapat mengakibatkan kerugian jiwa
maupun materi yang cukup besar.
Terdapat beberapa jenig tangki yang lazim dibunakan di dalam industri, yaitu sebagai berikut :
1. Tangki Tutup Konis Tetap (Fixed Cone Roof Tank)
Terdapat 2 jenis tangki tutup konis tetap didasarkan atas konstruksinya, yakni :
a. Self supporting rafter
Tangki ini bertipe tutup konis tetap dengan penyangga tutup rafter yang mandiri.
Tangki ini jenis Atmosferis, diperguankan untuk menimbun menyimpan berbagai jenis
fluida dengan tekanan uap amat rendah (mendeteksi atmosferis), oleh sebab itu disebut
tangki atmosferis. Fluida ini dapat bersifat mudah terbakar atau yang tidak berbahaya
namun bernilai ekonomis cukup mahal atau keduanya. Tekanan uap didalam tangki
tidak boleh melebihi berat tutup.
b. Column Supported
Jenis tangki atmosferis tipe column supported ini kegunaannya sama dengan tipe
terdahulu. Bedanya anya pada bentuk pendukung atapnya yang terbuat dari pipa. Pipa
penyangga ini harus diukur ketebalannya dari waktu kewaktu untuk mengetahui
penipisan akibat serangan karat sebelah dalam.
2. Tangki Umbrella
Jenis tangki atmosferis tipe umbrella ini kegunaanya mirip dengan kedua tipe
diatas. Bedanya adalah tutupnya yang merupakan segmen segmen melengkung dengan
titik pusat meridian di puncak tangki.

Gambar 2.2 Tangki Umbrella

3. Tangki Tutup Cembung Tetap ( dome roof )
Jenis tangki atmosferis nin lazim disebut dome roof tank karena bentuk tutupnya
yang cembung dan self supporting ( mandiri ). Kegunaannya tangki tipe ini sama dengan
tangki tutup konos tetap. Jenis tipe ini sering digunakan untuk tangki dua dinding, dimana
tangki sebelah dalamnya merupakan terbuat dari pelat stainless steel dan digunakan untuk
penyimpanan gas alam cair ( suhu cryogenic sekitar 190
0
C).

Gambar 2.3 Tangki Tutup Cembung Tetap
4. Tangki Horizontal
Tangki ini jenis yang bertekanan rendah, dimana tekanan uap tidak melebihi 5
Psi. Digunakan untuk penyimpanan bahan kimia, penyimpanan air minum dan lain lain.
5. Tangki Tipe Plain Hemispheroid
Tangki ini jenis bertekanan rendah dan silindris, digunakan untuk meyimpan
fluida ( minyak ) yang bertekanan uap ( rvp ) sedikit dibawah 5 psi.









Gambar 2.4 Tangki Tipe Plain Hemisperoid
6. Tangki Tipe Noded Hemispheroid
Tangki ini jenis bertekanan rendah dengan fungsi penimbun fluida (light naphtha
pentane) dengan tekanan uap tidak lebih dari 5 psi.
7. Tangkin Plain Spheroid
Tangki ini bertekanan rendah dengan kapasitas 20.000 barel.
8. Tangki tipe Nided Spheroid
Tangki ini kegunaannya mirip dengan tipe plain spheroid, hanya ukurannya lebih
besar ( 40.000 barel ), dengan sebuah tie dan 2 buah truss.
9. Tangki Noded Spheroid
Tangki berukuran 80.000 barel dengan dua buah ties dan dan 3 buah truss.
10. Presuree Tank
Tangki jenis ini bertekanan uap (rvp) lebih dari 11,1 psi. Fluida yang disimpan
biasanya produk minyak bumi seperti LPG, LNG. Terdapat beberapa jenis tangki
penyimpanan jenis pressure tank yang lazim digunakan dalam industri.
Tangki Peluru ( bullet tank )
Tangki bullet sebenarnya lebih sebagai pressure vessel bentuk horizontal, dengan
volumemaksimum 2.000 barel. kegunaanya untuk menyimpan LPG.
Tangki Bola ( spherical tank )
Tangki bola juga sebenarnya merupakan pressure vessel, mengingata tekanan
internalnya melebihi 11,1 psi. Gunanya untuk menyimpan gas yang dicairkan seperti :
LPG, O2, N2 Volume tangki dapat mencapai 50.000 barel. Ketebalan tangki bola
biasanya 1,5 inci atau lebih, sehingga sambungan lasnya diradiografi 100% dan di
PWHT ( Stress Reliefed / bebas teganagan internal ). Untuk menyimpan LNG dengan
suhu cryogenic ( -190
o
C) tangki bola dibuat berdinding rangkap, dimana antaradua
dinding diisi dengan isolasi dingin ( polyurethane foam), dan dinding sebelah dalam
terbuat dari stainless steel.

11. Tangki Tutup Terapung
Tutup terapung dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi maupun keselamatan.
Dengan tutup terapung (dapat bergerak naik turun sesuai dengan tinggi rendah permukaan
fluida / minyak bumi didalamnya), maka evaporasi dalam ruang uap (vapor space) dapat
dihilangkan. Tutup terapung dapat mengurangi terjadinya ledakan dari fluida yang
memiliki potensi mengandung listrik static, seperti JP-4 atau kerosine.
Dengan tidak adanya vapor space, maka kemungkinan terbentuknya kelembaban
(moisture), mengurangi kemungkinan serangan karat sebelah dalam pada tutup tangki jika
fluida banyak mengandung belerang. Namun demikian terjadinya vapor loses / kehilangan
minyak akibat penguapan tetap terjadi karen adanya celah antara dinding dan tutup tangki,
serta menguapnya lapisan minyak pada dinding yang baru saja terbuka karen turunnya
tuup. Namun demikian jika dibandingkan dengan tangki jenis tutup tetap, maka kehilangan
ini relatif kecil.
Tangki tutup terapung digunakan untuk menyimpan dengan tekanan uap antara
1,5 hingga 11 psi, atau produk minyak yang memerlukan perlakuan khusus. Jenis jenis
minyak yang disimpan pada tangki tipe ini adalah minyak mentah ringan (light crude oil),
komponen gasoline (gasoline blending stock), naphtha ringan, pentane, dan beberapa
bahan kimia yang mudah menguap (volatile). Untuk tangki timbun bahan didinginkan
(refrigerated) hingga -60
o
F, digunakan ketentuan dalam API 620 Apendix R. Sedangkan
untuk gas cair dengan suhu cryogenic (tidak lebih rendah dari -270
o
F) digunakan
ketentuan dalam API 620 Appendix Q.
- Tangki Tutup Terapung Eksternal
Terdapat tiga jenis, yakni :
A. Tangki Tutup Terapung Eksternal Tipe Nampan
Tutup terapung tangki ini berbentuk nampan yang diperkuat dengan trust
rod (batang penguat), melintang tutup dan dipertahankan kekencangannya dengan
menggunakan alat pengencang (turn buckle). Di tengah tengah nampan terdapat
ember pengumpul air hujan (drain sump) yang dilengkapi dengan saringan. Air
hujan disalurkan melalui sistem cerat yang fleksibel dengan menggunakan
kopling Chicksan.

B. Tangki Tutup Terapung Eksternal Tipe Pontan
Disekeliling pinggir tutup dilengkapi dengan ponton berbentuk cincin.
Bagian lainnya dari tutup berupa pelat tunggal atau dek. Ditengah tutup dipasang
pengumpul air hujan dan pipa cerat. Dek tutup dilengkapi dengan lebih banyak
batang penyangga (roof support). Pada tipe air hujan dibiarkan masuk kedalam
fluida didalam tangki. Hal ini mudah dilakukan mengingat minyak selalu terpisah
dengan air hujan. Namun kondisi ini memungkinkan terjadinya serangan
karatsebelah dalam pada bagian air apa bila minyaknya banyak mengandung
Chloride atau belerang.
C. Tangki Tutup Terapung Eksternal Tipe Dek ganda
Tutup tangki ini terdiri dari dua pelat dekyang tersusun dengan ronga
diantaranya. Karenanya tutup ini berfungsi sebagai pelampung ukuran besar.
Disini air hujan tidak disalurkan sewaktu meninggalkan tangki, namun dibiarkan
masuk kedalam tangki. Penceratan air hujan relatif gampang mengingat air selalu
disebelah bawah minyak. Kondisi ini memungkinkan terjadinya serangan karat
sebelah dalam tangki jika minyak bumi yang simpan di sini banyak mengandung
Chlorine atau belerang. Agar tingkat kerugian akibat penguapan kandungan
tangki tutup terapung tipe eksternal, minimal pada celah antara dinding dengan
tutup terapung dipasang penyumbat (seal) diupayakan selalu menempel pada
dinding yang menggunakan per daun (leaf spring), pegas (coil spring) ataupun
pemberat (counter weight).
- Tangki Tutup Terapung Internal
Terdapat beberapa tipe tangki tutup terapung internal, yakni tipe nampam (pan). Tipe
sandwich metal , tipe sandwich plastik, tipe bulkhead, tipe ponton, tipe dek ganda,
dan tipe tutup diatas pelampung (roof on float). Semua tipe tersebut berhubungan
langsung dengan cairan kecuali tipe tutup atas pelampung. Tangki ini digunakan untuk
menimbun fluida yang hampir tidak boleh bocor / keluar keudara luar sama sekali,
dikarenakan harganya yang sangat mahal, atau menyebabkan polusi udara
(beracun),atau sangat mudah terbakar


- Tangki Terapung
Tangki ini termasuk yang tertua dari jenisnya dan telah digunakan di
Indonesia sebagai penimbun gas kota untuk kepentingan industri dan rumah
tangga di perkotaan. Gas yang dikonsumsi biasanya gas metan dan campuran gas
hidro karbon lainnya. Karena sifat yang mengapung, maka tipe ini sangat efisien
karena tidak ada kebocoran gas sama sekali.
12. Tangki Dinding Ganda ( double wall tank)
Tangki ini khusus untik gas cair yang bersuhu cryogenic (hingga190
o
C). tangki
sebelah dalam terbuat dari pelat stainless steel yang tahan suhu sangat dingin, sedangkan
tangki sebelah luar lebih berfungsi sebagai penguat dan sekaligus pelindung isolasi
dingin








Gambar 2.5 Tangki Dinding Ganda
13. Tangki Bentuk Lain
1. Tangki tanpa tutup (open roof tank)
Tangki ini biasanya digunakan untuk menyimpan air tawar atau air pendingin.
2. Tangki Kobra
Tangki kobra sebenarnya adalah tangki yang ditinggikan posisinya agar dapat
digunakan untuk mendistribusikan air minum menggunakan gaya gravitasi ke tempat
tempat pengguna.
3. Tangki BawahTanah
Tangki ini banyak digunakan oleh SPBU untuk menjual BBM. Lokasi dibawah tanah
dimaksudkan untuk keselamatan umum (meminimalkan risiko kebakaran / peledakan).





Gambar 2.6 Tangki Bawah Tanah
3. PEMILIHAN TIPE VESSEL
Faktor utama yang mempengaruhi pemilihan adalah :
a. Fungsi dan lokasi vessel
b. Sifat fluida
c. Temperature dan tekanan operasi
d. Kebutuhan volume penyimpanan atau kapasitas proses
Vessel dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsinya, temperatur dan tekanan, bahan
konstruksi atau geometri dari vessel itu sendiri. Tipe vessel pada umumnya diklasifikasikan
berdasarkan geometrinya adalah :
1. Tangki terbuka
2. Flat-bottomed, vertical cylindrical tanks
3. Vertical cylindrical and horizontal vessels with formed ends
4. Spherical or modified spherical vessel
Vessel diklasifikasikan secara umum menjadi dua yaitu vessel penyimpanan dan vessel
untuk proses. Cairan tidak berbahaya, misal air laut dan larutan encer lainnya disimpan pada
kolom jika nilainya rendah atau tangki terbuka, kayu atau tangki beton jika nilainya lebih tinggi.
Jika fluidanya beracun, mudah terbakar atau mudah menguap pada kondisi penyimpanan atau
tekanan lebih tinggi daripada tekanan atmosfer dibutuhkan sistem tertutup. Untuk penyimpanan
pada tekanan atmosfer tangki silinder dengan bawah yang datar dengan atap bentuk kerucut
(cylindrical tanks with flat bottoms and conical roofs) yang biasa digunakan. Bentuk bola
(sphere) untuk penyimpanan dengan tekanan ketika volume yang dibutuhkan besar. Untuk
volume yang lebih kecil dibawah tekanan, cylindrical tanks with formed head lebih ekonomis.



A. Vessel Terbuka
- Digunakan antara operasi atau operasi batch yang mana material dicampur sebagai settling
tanks, dekanter, reaktor kimia, reservoir, dan lain-lain.
- Lebih murah daripada vessel tertutup dengan kapasitas dan konstruksi yang sama.
- Sejumlah besar larutan encer dengan nilai rendah dapat disimpan dikolam.
- Vessel terbuka yang lebih kecil biasanya berbentuk bundar dan dikonstruksi dari carbon steel
ringan, beton, dan terkadang dari kayu.
- Pada proses industri, sebagian besar vessel dikonstruksi dari baja karena biaya awal murah
dan fabrikasinya mudah.
- Pada industri makanan dan farmasi sering membutuhkan material tambahan untuk vessel
terbuka pada persiapan pencampuran.
B. Vessel tertutup
- Fluida mudah terbakar, fluida berbahaya memancarkan api, dan gas harus disimpan pada
vessel tertutup.
- Bahan kimia berbahaya seperti asam akan lebih aman disimpan pada vessel tertutup.

Jenis-jenis vessel tertutup:
1. Cylindrical Vessels with Flat Bottomed and Conical or Dome Roof
- Desain paling ekonomis untuk tangki tertutup yang dioperasikan pada tekanan atmofer
adalah tangki silinder dengan atap kerucut dan dasar yang rata yang langsung kontak
dengan tanah dengan pondasi yang tersusun dari pasir, kerikil dan batuan.
- Silinder, dasar rata dan atap kerucut menyediakan lubang untuk ekspansi dan kontraksi
fluida sebagai hasil fluktuasi temperatur dan volume.
- Pada umumnya, tangki dengan atap kerucut terbatas untuk tekanan atmosfir.
- Jika atap kubah digunakan, tekanan 2,5 sampai 15 lb psig diperbolehkan. Vessel ini
biasanya lebih kecil diameternya dan lebih tinggi dari tingginya daripada tangki dengan
atap kerucut.

Gambar 3.1 Cylindrical Vessels with Flat Bottomed and Conical or Dome Roof

2. Cylindrical Vessels with Formed Ends
- Digunakan untuk volume cairan/gas yang kecil dengan tekanan tinggi.
- Kode untuk desain tangki dari American Petroleum Institute (10) dan American Society
of Mechanical Engineers (11).
- Diameter tangki berkisar antara 12-35 ft dan tingginya dapat mencapai 200 ft.
- Formed Ends meliputi bentuk hemisperical, elliptical-dished, torispherical, standard-
dished, conical, toriconical,dan flat plates.
- Bentuk ujung tangki yang umum digunakan untuk tangki bertekanan adalah elips.

Gambar 3.2 Cylindrical Vessels with Formed Ends



3. Spherical and Modified Spherical Vessels
- Digunakan untuk volume gas yang besar dengan tekanan kecil/sedang
- Kapasitas berkisar antara 1.000-25.000 bbl
- Tekanan berkisar antara 10 lb/in
2
untuk tangki yang lebih besar sampai 200 lb/in
2
untuk
tangki yang lebih kecil
- Tangki bola yang dimodifikasi antara lain bentuk multisphere, ellipsoidal (dengan
volume 55.000 bb pada tekanan 75 lb/in
2
), semi-ellipsoidal (dengan volume 120.000 bbl
pada tekanan 2,5 lb/in
2
), dan hemisperoid.
- Semakin besar kapasitas tangki, maka tekanan tangki akan semakin kecil

Gambar 3.3 Spherical Vessels
3.1 Kriteria Pemilihan Tipe Vessel
Pemilihan tipe vessel didasarkan pada fungsionalnya (kegunaan vessel). Persyaratan
fungsional melibatkan kondisi operasi seperti suhu, tekanan, dimensi dan kapasitas. Apabila
desain vessel tidak sempurna, vessel dimungkinkan akan gagal beroperasi.
Terdapat satu atau lebih faktor yang dapat menggaggalkan kerja vessel, misalnya deformasi
plastic dari tegangan yang berlebihan atau ketidakstabilan elastisitas. Untuk menghindari
kegagalan tersebut, perlu dipertimbangkan faktor-faktor fan sifat fisik bahan dalam mendesain
vessel.

3.2 Prosedur yang Digunakan dalam Pembelian Vessel
Pada umumnya bagian perancangan proses mengembangkan diagram alir untuk proses
yang akan digunakan. Informasi yang terdapat dalam diagram alir biasanya berupa suhu dan
tekanan operasi, kapasitas, heat duty dan informasi ainnya mengenai korosi. Bagian perancangan
alat mempersiapkan sketsa detail berbagai macam alat, spesifikasi material yang digunakan
untuk membuat alat, selongsong(shell) dan ketebalan penutup, jenis penutup dan code stamping.
Selain itu, bagian perancangan alat juga mengspesifikasikan jenis nozzle dan manhole dan
penilaian mengenai hal tersebut; batasan mengenai korosi yang diperbolehkan; penghilangan
stress, radiografi dan hidrostatik atau pengujian udara yang perlu dilakukan. Bagian perancangan
alat ini juga memperkirakan waktu pengiriman ; berat vessel saat kosong dengan alat pelengkap
internal dan berat vesse saat diisi air; dan berat operasi. Lembar mengenai spesifikasi setiap alat
harus dipersiapkan.
Bagian pembelian mengirim salinan sketsa detail dan lembar spesifikasi ke kontraktor
untuk menentukan harga dan tanggal pengiriman. Sementara itu, bagian perancangan plant juga
mengirim salinan sketsa dan spesifikasi. Bagian perancangan pant mempersiapkan rancangan
plant meliputi spesifikasi untuk jalan, utilitas, saluran pembuangan limbah, perlindungan jika
terjadi kebakaran atau ledakan, pompa, sistem pemipaan dan detail perancangan berbagai
komponen yang diperlukan.
Pada dasarnya perkiraan awal mengenai perancangan alat diperoleh dari kontraktor,
kemudian satu atau lebih kontraktor (pembuat alat) dan dilakukan penetapan harga untuk
pemesanan vessel dan alat-alat lainnya. Kontraktor kemudian memberikan surat perjanjian
pembelian material dan mempersiapkan shop drawing. Shop drawing biasanya ditunjukan
kepada pemesan. Ketika pemesan telah menyetujui desain yang dibuat kontraktor memulai
pembuatan vessel dan alat-alat tersebut. Biasanya, pemesan mengirimkan bagian untuk
mengawasi pembuatan alat-alat tersebut mulai dari pembuatan alat, pengujian alat dan
pengiriman alat.

4. KOROSI
Korosi dapat terjadi pada peralatan proses diakibatkan lapisan film yang terbentuk di
permukaan alat. Ketahanan terhadap korosi yang baik ialah pada tembaga dan campurannya, hal
ini dikarenakan kemampuan keduanya untuk membentuk lapisan film yang tipis dan protektif
pada permukaannya. Lapisan film ini terjadi karena oksidasi sederhana atau susunan garam-
garam tak larut. Untuk bisa melindungi alat, maka lapisan harus tipis, menempel di permukaan
dengan erat, dan tidak mudah terlarut. Peralatan yang beroperasi dalam kondisi ini yang mampu
membentuk lapisan film yang seragam, umumnya terkorosi dalam waktu yang lebih lambat dan
mungkin untuk waktu yang lama.
Dalam kondisi korosi yang parah atau kondisi peralatan yang cepat terkorosi,
mengharuskan penggantian alat lebih sering. Pemilihan bahan dan pengaturan kondisi operasi
yang baik, korosi dapat dikurangi sehingga akan menghemat biaya operasi dan perawatan. Oleh
karena itu sebaiknya mempertimbangkan faktor-faktor penyebab korosi dalam perancangan alat.
a. Uniform Corrosion
Ketika korosi terjadi karena susunan garam-garam terlarut, maka akan menyebabkan
penipisan dinding secara seragam. Laju korosi tergantung dari media penyebab korosi,
kecepatan aliran fluida, suhu, dan lain-lain. Korosi jenis ini biasanya terjadi pada larutan
asam (yang mengandung O
2
), pada air dengan kandungan oksigen dan karbondioksida
tinggi (air mineral). Untuk mengurangi korosi jenis ini dengan mengaplikasikan aliran
listrik eksternal (perlindungan katodik).
b. Impingement Attack
Ketika korosi yang terjadi dalam kondisi normal dimana ada bagian-bagian yang terkena
gaya destruktif dari media yang bersirkulasi dengan kecepatan tinggi. Fluida yang
mengalir secara turbulen menyebabkan kerusakan pada lapisan film pelindung secara
cepat. Kondisi ini dapat diperburuk dengan media sirkulasi yang membawa bahan
abrasif.
c. Concentration-cell Atack
Ketika korosi terjadi karena adanya proses elektrokimia dari concentration-cell. Dalam
kondisi dimana ada beda lingkungan antara lokasi pada logam yang sama. Korosi jenis
ini dapat dikurangi dengan cara sebagai berikut:
1. Menentukan butt-joints dan memastikan saat mengelas tidak ada celah
2. Menghindari penggunaan lap-joints, atau menutup dengan logam yang telah dilas,
disoldir, dan didempul
3. Menghindari sudut yang tajam dan area yang tetap agar tidak terjadi akumulasi
endapan dan padatan lain
4. Berusaha untuk menyediakan aliran cairan seragam dengan meminimalisasi sifat
turbulen dan terbawanya udara
5. Menyediakan media penyaring untuk mencegah penyumbatan pada peralatan yang
dapat menimbulkan deposit attacks atau impengement attacks
d. Deposit Attack
Ketika partikel-partikel kecil mengendap atau terperangkap pada dinding peralatan, hal
ini disebut deposit, hal ini juga merupakan jenis dari concentration-cell khusus. Biasanya
area yang terendapi ini menjadi bersifat anodik. Korosi jenis ini dapat dikurangi dengan
menyaring media sirkulasi dan pembersihan secara berkala.
e. Galvanic-cell Attack
Ketika logam dan campuran yang tidak sama berkontak satu sama lain, reaksi galvanisasi
terjadi pada logam kurang mulia atau disebut logam anodik. Dari deret galvanis kita
dapat memprediksi kecenderungan logam dan campurannya untuk membentuk galvanic-
cell dan memprediksi kemungkinan terjadinya reaksi galvanis. Pada tabel 2.2 ditunjukkan
deret galvanis untuk air laut. Pemilihan logam yang baik adalah memilih logam dalam
satu grup, sehingga dapat memperlambat proses korosi.











Tabel 4.1 Deret Galvani pada air laut

f. Stress Corrosion
Sebagai dampak dari reaksi simultan dari tekanan dan kondisi korosi tertentu, bagian-
bagian dari peralatan dapat patah. Ketika tekanan diberikan secara eksternal maka
patahan ini disebut stress-corrosion crack. Sedangkan saat tekanan diberikan secara
internal maka patahan ini disebut season crack. Proses annealing untuk meredam
tekanan sangat baik untuk mengurangi season-cracking. Jika tekanan diberikan secara
berulang seperti sebuah siklus maka patahan ini disebut fatigue cracking.


5. SHELL DESAIN FLAT-BOTTOMED CYLINDRICAL VESSEL
5.1 Spesifikasi Material
Bahan yang biasa dipakai dalam konstruksi vessel penyimpanan adalah metal, alloys,
clad-material dengan saluran yang cocok dengan fluidanya. Konstruksi material yang paling
murah dan mudah dibangun adalah hot-rolled mild (karbon rendah). Baja low carbon yang
lebih lunak dapat dipotong lebih mudah sehingga bisa dibentuk dalam berbagai bentuk. Baja
low-carbon ini juga sering digunakan dalam pembuatan vessels. Campuran logam high- strenght
steels adalah syarat spesifik dari low-carbon steels yang dibuat lebih kuat dengan penambahan
sedikit elemen alloy. Kerugian dari high-strenght alloy steels adalah susah dibentuk karena
memiliki elastisitas yang rendah. Besi yang digunakan dalam konstruksi tangki diantaranya
adalah BS-13, British-Steel atau SA-283 grade C. Sebagian besar dari besi yang digunakan untuk
konstruksi tangki penyimpanan memiliki suhu di bawah 55F seperti ABS dan Class C/SA-201,
Grade B (67).
5.2 Ukuran Tangki Optimum
Sebelum sebuah tangki di desain, ukuran dari tinggi dan diameter harus disesuaikan.
Diameter dari standar tangki penyimpanan pada tekanan atmospherik biasanya berkisar antara
10-220 ft dan tingginya berubah-ubah antara 6-64 ft. Tidak ada aturan khusus yang diberikan
dalam pemilihan rasio tinggi dan diameter. Karena rasio yang digunakan disesuaikan dengan
kebutuhan proses, lahan yang tersedia,dan batas tinggi. Volume dari tangki dapat ditentukan oleh
kebutuhan proses dan pertimbangan lainnya, seperti jenis produksi, pengaruh variasi musim
terhadap tangki penyimpanan. Ukuran optimum dari diametet tangki (D) dan tingginya (H)
bervariasi antara dua batasan. Ukuran optimum dari sebuah tangki dipengauhi oleh biaya fondasi
dan biaya tanah yang digunakan untuk transportasi bahan disekitar tangki. Besarnya pemasukan
bahan ke tangki dapat ditunjukan dengan ketentuan annual cost per unit area. Tujuan dari
pengukuran tangki untuk mendapatkan ukuran tangki yang optimal, dan juga dapat digunakan
untuk menunjukan biaya dari fondasi, shell, dan atap tangki per unit area.

Jika, D = diameter vessel, ft
H = tinggi vessel, ft
V = Volume vessel, ft
3
=

atau

H=


A1 = area shell, ft
2
=
A2 =


c1 = annual cost of fabricated shell, dollars/ft
2

c2 = annual cost of fabricated bottom, dollars/ft
2
c3 = annual cost of fabricated roof, dollars/ft
2
c4 = annual cost dari pemasangan fondasi bawah vessel, dollars/ft
2
c5 = annual cost dari pemasukan bahan ke tangki, dollars/ft
2
C = total annual cost dari vessel, dollars/year
Lalu, C= (A
1
C
1
) + A
2
(C
2
+C
3
+C
4
+C
5
)
Substitusi luas dari A1 dan A2, maka didapat :
C= +

(C
2
+C
3
+C
4
+C
5
)
Sederhanakan persamaan dengan mensubstitusi H,
C =

+ (C
2
+C
3
+C
4
+C
5
)

A. Tangki yang memiliki ketebalan shell yang tidak bergantung pada D dan H
Tekanan pada shell adalah fungsi dari diameter dan tinggi tangki. Untuk alasan kestabilan
elastisitas, ketebalan shell dibatasi minimal 3/16 inc untuk tangki yang tingginya 45 ft atau
lebih kecil dari 45 ft. Sedangkan untuk tangki yang diameternya lebih besar, maka ketebalan
shell dibatasi inc. Untuk itu, tangki yang memiliki ketebalan inc atau lebih kecil dari
ionc dapat dipertimbsngksn untuk menggunakan tebal shell yang tidak bergantung pada D dan
H.
Untuk penentuan biaya (c1,c2,c3,c4) dari ebrbagai macam variasi tangki digunakan
berbagai macam korelasi. Banyak korelasi yang terdapat pada literatur yang dapat digunakan
untuk memperkirakan biaya operasi tangki. Untuk cost minimum, slope dari kurva cost vs
diameter tangki untuk mengisi volume tertentu (V), harus sama dengan nol (dc/dD= 0).


B. Tangki yang memiliki ketebalan shell yang bergantung pada D dan H
Tangki yang memiliki tinggi dan diameter yang demikian, kuantitas D(H-1) melampaui
1720 untuk butt-welded, atau 1515 untuk lap-welded shells. Biaya dari shell per satuan luas
(c1) adalah fungsi dari D dan H.
C. Estimasi dari faktor biaya
Banyak faktor dari perancangan biaya tidak dapat dievaluasi dengan akurat sampai
perancangan tangki diketahui. Biaya dari komponen-komponen tangki, shell, bottom dan roof
adalah fungsi dari tebal plate, jenis baja, biaya pembentukan, biaya pengelasan dan lain lain
termasuk biaya pendukung lainnya seperti nozzle, manholes, pompa, tangga, peron, dan
macam-macam komponen lainnya. Faktor-faktor tersebut saling berhubungan dan untuk
mengestimasi suatu biaya biasanya lebih mudah menunjukannya dengan biaya dari fabricated
material karena biaya per pound nya lebih mudah tersedia.
5.3. Perancangan Shell ukuran Vessel Kecil dan Sedang (Tangki Produksi)
Vessel tegak ukuran kecil dan sedang dengan bagian bawah datar disebut vessel produksi
dengan vessel penyimpanan yang biasanya diciptakan dari plat baja tebal. Bagian optimumnya
serupa dengan pembahasan sebelumnya pada kasus 2 (D=H). Perancangan vessel sederhana
sudah distandarisasi untuk industri perminyakan (100, 101) seperti yang dideskripsikan pada
Gambar 5.1 dan Tabel 5.1. Shell vessel biasanya diciptakan baik ukuran 3/16 in atau in plat
dengan tebal tidak kurang dari 60 in. Baja ringan tipe SA 7, SA 283 tingkat C dan D. Plat shell
biasanya disambung ganda dengan penetrasi sempurna dari penyambungan logam atau
penyambungan tunggal dengan pematahan bagian belakang penetrasi logam sambungan
sempurna.
Tabel 5.1 Tabel Dimensi Perancangan Vessel


Gambar 5.1 Standard Disain untuk Vessel Kecil dan Sedang (API Standard 12D)
5.4 Perancangan Shell untuk Tanki Penyimpanan yang Besar
Kebanyakan tanki dan vessel berbentuk slindris karena silinder memliki struktur yang
kuat dan mudah untuk difabrikasi. Beberapa stress kemungkinan muncul pada shell silindris
antara lain sebagai berikut:
1. Longitudinal stress d tekanan dari dalam vessel
2. Circumferential stress akibat tekanan dari dalam vessel
3. Residual weld stress dari pemanasan local
4. Stress yang berasal dari beban yang melapisi seperti slaju, angin, es, peralatan pelengkap
dan tubrukan beban
5. Stress yang dihasilkan dari perbedaan termal
6. Stress lain kemungkinan disebabkan oleh factor teknis
A. Stress pada Shell Tipis Berdasarkan Teori Membran
Sebuah persamaan sederhana dapat digunakan untuk menentukan ketebalan dinding
minimum dari vessel silindris berdinding tipis dengan pengaruh tekanan internal.

Gambar 5.2 Kekuatan Memanjang yang Bekerja pada Silinder Tipis di bawah Tekanan
Gambar 5.2 menunjukkan diagram yang menunjukkan vessel silinderis berdinding tipis
dengan stress uniform, f, yang diasumsikan terjadi pada dinding sebagai hasil dari tekanan
internal.
l = panjang, inch
d = diameter dalam, inch
t = ketebalan shell, inch
p = tekanan internal, psig
- Logitudinal Stress
Jika dibatasi hanya tekanan stress, gaya longitudinal, P, akibat dari tekanan internal, p,
berlaku pada ketebalan silinder tipis t, panjang l dan diameter d maka:
P =

(gaya untuk mencegah vessel pecah secara longitudinal)


A = td (luas dari logam untuk mencegah pecahan longitudinal)
Sehingga,
F = stresss =

= stress terinduksi, pounds per square inch


Atau

(1)
- Circumferential Sress

Gambar 5.3 Gaya Melingkar yang Bekerja pada Silinder Tipis di bawah Tekanan Internal
Berdasarkan gambar 5.3 dan hanya mempertimbangkan circumferential stress yang
disebabkan tekanan internal, analisis berikut ini mungkin bisa dikembangkan:
P = pdl (gaya untuk mencegah pecah vessel secara circumferential)
A = 2tl (luas dari gaya hambatan logam)
F = stress =


atau

(2)
Perbandingan dari persamaan (1) dan (2) mengindikasikan bahwa untuk stress spesifik
yang diijinkan, diameter tetap dan tekanan yang diketahui, ketebalan yang dibutuhkan
untuk menampung tekanan dari kondisi dari persamaan (2) adalah dua kali yang
dibutuhkan untuk kondisi pada persamaan (2). Sehingga, ketebalan ditentukan dengan
persamaan (2) dengan mengontrol dan umumnya digunakan persamaan dinding tipis
pada berbagai jenis varian tipe vessel. Persamaan ini mengabaikan korosi dan sambungan
las yang meyebabkan kelemahan.

- Efisiensi Sendi dan Korosi yang Diijinkan
Pada atmosferik vessel penyimpanan, sendi las jarang mengurangi stress atau radiografi.
Lapisan las mungkin tidak sekuat plate shell baja gulung yang berdampingan. Dari
pengalaman ditemukan bahwa, sebuah perijinan dibuat untuk kelemahan dengan
memperkenalkan factor efisiensi Sendi, E dalam persamaan (1) dan (2). Faktor ini selalu
kurang dari kesatuan dan dispesifikasikan untuk konstruksi las dengan varian tipe yang
diketahui.
Ketebalan logam,c, yang dijinkan untuk jenis korosi apapun lalu ditambahkan untuk
menghitung ketebalan yang dibutuhkan dan nilai ketebalan final yang mendekati equal
ukuran plate nominal atau ketebalan yang lebih.
Persamaan (1) menjadi:

(3)
Dan persamaan (2) menjadi

(4)
Dimana t= ketebalan shell, inch
p= tekanan internal, psi
d = diameter dalam, inch
f=stress yang dijinkan, psi
E=efisiensi sendi, tak berdimensi
C=korosi yang diijinkan, inch
- Persamaan yang Dimodifikasi
Untuk vessel penyimpanan , maksimum stress yang diijinkan dipertimbangkan kira-kira
sepertiga dari ultimate tensile strength dari baja, yang merupakan factor safety 3 yang
diterapkan, yang umumnya untuk beban statis struktural pada baja.

B. Pertimbangan Praktis untuk Memilih Dimensi Shell-Plate
Faktor lain dalam menentukan ketebalan logam yang dibutuhkan perlu dipertimbangkan,
misalnya salju, angin, es, prosedur fabrikasi, dll. Menurut API Standard, ketentuan ketebalan
minima tidak boleh kurang dari in untuk tanki dengan diameter 50-120 ft, 5/16 in untuk
diameter 120-200 ft dan 3/8 in untuk tanki dengan diameter lebih dari 200 ft atau kurang dari
3/16 in untuk tanki yang berdiameter lebih kecil dari 50 ft. Ketentuan tersebut diturunkan
dari pertimbangan praktis meliputi stiffness, korosi yang diijinkan, beban angin dan
sebagainya. Tanki yang memiliki ketebalan shell lebih besar dari yang disebutkan,
kemungkinan mengurangi ketebalan pada bagian atas. Ketebalan untuk bagian atas sangat
penting karena adanya tekanan hidrostatis cairan. Bagaimanapun, ketebalan tidak boleh
kurang dari minima yang telah ditentukan.

C. Butt-Welding versus Lap-Welding
Plate kemungkinan memiliki butt atau lap-welding sesuai dengan rancangan dan
pertimbangan ekonomis. Bagaimanapun, 5/8 in adalah maksimum ketebalan plate untuk
horizontal joint dengan lap-welded. Sedangkan untuk butt-welded maksimum ketebalan 3/8
in. Selain itu, jarak minimum yang dibutuhkan antara vertical joint adalah 2 ft untuk ukuran
tambahan keselamatan.

D. Bagian-Bagian Shell
1. Shell Nozzle
Pipa yang membawa fluida ked an dari dalam tanki disambungkan dengan hubungan pipa
pendek yang dilas ke dalam shell tanki. Sambungan ini disebut nozzle. Untuk alasan
praktis nozzle dengan ukuran nomial yang lebih dari 2 in direkomendasikan degan flange
fitting.
2. Shell Manhole
Manhole sangat penting pada vessel tertutup untuk melakukan inspeksi, pembersihan,
perbaikan dan lain-lain. Manhole bisa terletk di shell atau di atap atau pada keduanya.
Manhole yang diletakkan pada shell memiliki kelebihan yaitu lebih mudah untuk
menggunakan bukaan shell untuk membersihkan atau memperbaiki shell. Shell manhole
memliki kekurangan yaitu tidak selalu dapat dibuka kecuali vessel kosong.
6. DESAIN BAGIAN BADAN BAWAH DAN ATAP UNTUK VESSEL
SILINDER DENGAN BADAN BAWAH DATAR
Bagian badan bawah dan atap dari vessel penyimpanan silinder vertikal biasanya terbuat
dari plat-plat baja yang mempunyai ketebalan dari bagian badan bawah dan atap yang digunakan
dalam shell. Hal ini mungkin untuk kasus bagian badan bawah karena biasanya dilengkapi
dengan persiapan yang dilandaskan pada pasir atau kerikil terletak pada tanah. Beban pada atap
biasanya dibuat dan dibatasi oleh kecepatan angin dan timbunan salju dengan batasan yang
diinginkan untuk mengantisipasi penambahan muatan-muatan (beban) muatan lainnya.
6.1.Desain Badan Bawah
Bentuk dan desain dari bagian badan bawah untuk vessel penyimpanan akan tergantung
pada dasar yang digunakan untuk menyangga vessel, metode untuk memindahkan material yang
tersimpan, tingkat sedimentasi suspensi padatan, korosi bagian bawah, dan ukuran vesel
penyimpanan. Jika pertimbangan yang telah disebutkan digunakan untuk badan bawah berbentuk
flat dan memuat kapasitas tanah sedikitnya 3000 lb/ft
2
, biasanya bagian badan bawah diletakkan
di atas alas pasir atau kerikil secara langsung di atas tanah.

Gambar 6.1 Typical bottom joints (API Standard 12 C)

Jika bagian badan bawah tangki secara langsung disangga oleh tanah, lipatan pada bagian
badan bawah dicegah dan plat bagian badan bawah berada di bawah tekanan beban. Secara teori
lembaran logam ringan, 16 gage atau kurang akan cukup untuk bagian badan bawah. Akan
tetapi, untuk memberikan pengurangan lebih besar dalam penyambungan dan untuk mengurangi
penambahan logam untuk terkorosi, plat yang mempunyai ketebalan paling kecil in harus
digunakan untuk beberapa tahun, ketebalan plat 5/16 in paling umum digunakan untuk bagian
badan bawah tangki. Plat bagian badan bawah 72 in atau lebih dalam lebar lebih dipilih dan plat
dengan lebar 96 in biasanya dikhusukan plat dengan ketebalan in biasanya disambung
bagiannya dengan bagian batas. Sedikitnya 1 in untuk semua gabungan badan bawah harus
luas melebihi sambungan plat pada shell sedikitnya 1 in. Tidak ada lebih dari 3 bagian plat harus
diletakkan 12 in dengan lainnya atau shell lainnya. Tipe sambungan bergabung membentuk
shell-to-bottom dan bagian badan bawah terlihat pada Gambar 6.2 a dan b, memberikan metode
berganti-ganti dari bentuk sket plat dibawah lingkaran shell. Sket plat harus dibentuk dan
disambung dengan cara permukaan bearing yang rata-rata untuk plat shell diproduksi.

Gambar 6.2 Methods of shaping sketch under the shell ring (API Standard 12 C)


Dalam memperhatikan pemilihan plat bagian badan bawah, plat dengan ukuran terlebar
tersedia dengan baik sekali dan tidak membutuhkan biaya lebih untuk ukuran yang lain (paling
ekonomis). Plat 96 biasanya digunakan lebarnya dikali 20 atau 30 ft. Jika plat bagian bawah
dikelurkan secara simetris dengan hubungannya pada garis tengah dari bagian bawah. Jumlah
perbedaan bentuk plat akan dikurangi untuk menjadi minimum. Ini merupakan keuntungan
karena plat bisa dibagi dalam 4 kelompok dimana plat bagian badan bawah berhubungan simetris
dengan pusat, hanya 2 plate yang bisa ditampilkan dalam 1 waktu. Sepanjang bagian badan
bawah asimetris dengan pusat membuat kebutuhan plat dengan ukuran bermacam-macam dalam
jumlah yang banyak. Desain simetris sederhana untuk mengatur sudut dari keempat plat untuk
memotong pada pusat bawah tangki. Namun, desain ini tidak seharusnya digunakan dengan
konstruksi penyambungan bagian karena 4 plat akan terbagi pada lipatan dan juga desain ini
kadang boros dengan beberapa kelompok potongan dimensi menghasilkan dari plat batas. Pada
kasus plat bawah akan diatur kembali dengan 1 plat dipusatkan pada bagian bawah. Pada desain
ini, pusat baris tunggal, tetapi seluruh baris punya pasangan. Pusat baris akan mempunyai 2 plat
batas dengan ukuran yang sama, tetapi akan menjadi 4 batas plat identik untuk setiap baris dari
pusat berturut-turut.
Tabel 6.1 Dimensi Welded Draw-off Elbow (API Standard 12 C)


Ukuran plat dan letak potongan plat batas bisa siap dihitung dengan persamaan 6.1 dan
referensi pada gambar 4.3.

Berarti harus menghilangkan cairan dari bawah vessel. Tangki pada gambar 4.4 mungkin
digunakan dengan penyaluran air. Tangki bagian bawah datar meggunakan gravitasi atau
penyaluran pompa yang berarti mengeluarkan siku seperti yang digambarkan pada gambar 4.5.
Dimensi pengeluaran siku dijelaskan pada tabel 6.1
6.2 Pemilihan Rafter dan Girder
Rafter dirancang sebagai muatan balok yang seragam seragam. Masing-masing rafter
dipertimbangkan untuk mendukung plate roof dan beban roof lebih dari daerah yang
membentang di kedua sisi rafter dan dibatasi oleh garis pusat untuk adjecent rafter. Dari EQ 4.8
terlihat saat pembelokan maksimum untuk sebuah balok setara dengan wl
2
/8 dan terjadi di pusat
balok. Tegangan maksimum fiber berbanding lurus dengan kuadrat dari panjang balok, l
2
. Oleh
karena itu untuk menghindari penggunaan berlebihan berat rafter panjang rafter biasanya terbatas
dari 20-24 ft atau kurang.
Ini mungkin ditunjukkan dengan mempertimbangkan 20 ft 0 in, rafter ini spasi 6 ft 0 in. Terpisah
dari sisi luar dan 4 ft, 0 di. Pada sisi batin dengan beban desain roof 0,25 psi. Maksimum momen
lentur adalah, oleh eq 4.8:

= 108.000 in-lb
Dari persamaan 2.10:


Untuk f=108.000 psi,




Dari item 1 lampiran G sebesar 7 x 2 1/8 in sSaluran yang beratnya 9.8 lb /ft mana z = 6in
3
dapat
dipimilih untuk memenuhi persyaratan.
Untuk vessel yang memiliki diameter besar, rentang rafter dikurangi dengan menggunakan
griders, kolom yang mendukung harus digunakan setiap cincin griders dan juga di tengah-tengah
tangki. Biasanya lima atau lebih lurus grider yang bergabung untuk membentuk dukungan
poligonal untuk mendukung bagian akhir rafter. Aturan desain girder sama denganrafter. Beban
girder dianggap beban seragam setara dengan beban roof plus berat rafter. Daerah roof yang
memberikan kontribusi pada beban girder adalah panjang girder kali jarak di kedua sisi setengah
jalan ke depan setelah dukungan. Rafter membentuk serias dari terkonsentrasi beban dapat
dianggap sebagai seragam ketika empat atau lebih rafter didukung pada satu tiang pancang.
Roof memiliki langit-langit di bawah beban tekan ombiner dan membungkuk beban. Dalam
desain tersebut, adalah beban tidak didukung, l melebihi 15b mana b sama dengan lebar
kompresi flage, stres adalah pound per inci persegi harus melebihi nilai yang dihitung dari
persamaan 4.22. untuk mendukung panjang balok dan girder tidak boleh melebihi 40 kali b
(lebar flens compression)
Pembatasan di atas, membatasi panjang balok dengan rasio l b tidak lebih dari 40 dan tegangan
tidak boleh melebihi dari yang diizinkan oleh rumus untuk rasio l b lebih dari 15, tidak berlaku
bagi rafter yang berhubungan dengan roof baja. Hal ini diasumsikan bahwa kondisi penuh beban,
gesekan antara roof lembar dan rafter akan memberikan dukungan lateral untuk flens kompresi
rafter.
6.3 Pemilihan Kolom
Desain balok dan rafter untuk foor berdasarkan faktor keamanan kira-kira 3, yaitu sepertiga
strength. Untuk bentuk gulungan baja struktural kekuatan tarik utama 55000 psi, tegangan tarik
yang diijinkan 18.00 psi dianjurkan. Nilai yang sama dapat digunakan untuk tegangan maksimal
diperbolehkan. Dalam kasus kolom, tekanan maksimum yang diijinkan kompresi tidak boleh
melebihi 15000 psi. Tegangan ini dapat dihitung dengan eq 4.21.
Tagangan tekan yang diijinkani dihitung berdasarkan bagian kolom (termasuk daerah
pengelasan) jika kolom terdiri dari dua atau lebih bagian dilas bersama-sama. Untuk anggota
utama kompresi l/r rasio tidak boleh melebihi 180, dan rasio untuk anggota kompresi bracing dan
menengah harus dibatasi ke 200
Dukungan kolom untuk roof memiliki standar struktural bentuk pipa, tergantung pada prference
dalam desain. Dalam instalasi kolom, bengkokan harus digunakan pada bagian bawah tangki
untuk mencegah setiap gerakan lateral yang mungkin dari kolom berbasis.

6.4 Atap Kubah dan Payung
Atap kubah adalah salah satu salah satunya berbentuk permukaan bulat. Pada mulanya, tank
dengan atap kubah yang digunakan untuk berbagai macam layanan. Saat ini jarang digunakan
untuk penyimpanan dalam kondisi atmosferik untuk plihan yang lebih sederhana dipilih tangki
atap kerucut yang lebih murah. atap kubah masih digunakan secara luas untuk desain vessel
silinder datar di bagian bawah untuk tekanan rendah.
Atap payung dibentuk horisontal di setiap seksi meskipun atap adalah sebuah poligon beraturan
dengan sebanyak sisi antara atap kerucut dan atap kubah tetapi lebih mudah untuk menginstal
karena plate atap melengkung di hanya satu arah.
Persamaan untuk stres dalam vessel tipis bulat dapat mengembangkan dengan cara yang mirip
dengan yang digunakan eq 3.13 dengan hasil sebagai berikut:

(4.28)
Dengan membandingkan eq 4,28 dengan EQ 3.14 itu jelas bahwa bagi thr sama kelengkungan
diameter dan tipis sama bentuk bola adalah dua kali sekuat bentuk sylindrical
Dengan demikian untuk kekuatan sama radius lengkung bola harus dua kali bentuk silinder. Oleh
karena itu untuk membuat radius kelengkungan atap kubah yang sama dengan dua kali radius
sheell. API standar 12 C merekomendasikan proporsi ini dan izin variasi 20% di kedua arah
R=D (4.29)
atau R
min
= 0,8D (4.30)
atau R
max
= 1,3D (4.31)

7. PROPORSIONAL DAN PEMILIHAN HEAD UNTUK VESSEL
SILINDER DENGAN FORMED CLOSSURES
7.1 Pertimbangan Umum
A. Pengembangan Konstruksi Welded
Awal mula perancangan thermal cracing pada industri petroleum menggunakan vesel
bertekanan dimana bentuk kepala didasarkan pada shell. Pada vesel ini kekurangan terdapat pada
frekuensi kebocoran disekililing sambungan kepala. Usaha untuk mengatasi kesulitan pembuatan
alat dalam pengambungan tepi plat dan penyambungan ring pada sambungan kepala. Pada vesel
ini seringkali tidak sesuai dengan harapan kecuali digunakan potongan metal yang sangat besar
sehingga beban yang ada pada potongan lebih besar dari pada beban yang ada pada sambungan.
Ukuran vesel yang besar yang digunakan pada pada tekanan rendah (tebal dinding kurang dari 1
inch) dibentuk dengan pengelasan oxyacetilene. Keterbatasan dalam pengelasan ini ada pada
kerapuhan dari elektroda metal yang kosong,sehingga konstruksi pembuatan tebal dinding pada
vesel tidak dapat dilaksankan. dengan pengembangan dari perubahan elektroda berlapis yang
terus menerus penyambunga dapat dimungkinkan. Pengembangan ini memunculkan kembali
metode lama yang praktis dalam teknik pembuatanmbungan untum vesel bertekanan.
B. Penggunaan Bentuk Kepala
Vessel bentuk silinder dengan bentuk kepala dapat digunakan pada berbagai macam
aplikasi namun tidak dapat digunakan pada tangki silinder dengan dasar bawah yang datar.
Aplikasi ini dapat dikelompokan menjadi 3 bagian. (1) fungsi, penggunaan (2) pertimbangan
tekanan, dan (3) ketrbatasan ukuran.
Peralatan untuk proses seperti kolom distilasi, unit desorpsi, packed tower, evaporator,
cristalizer, dan penukar panas pada dasrnya setelah bentuk kepala vesel silinder terbetuk masih
diperlukan bagain fungsional lain yang mendukung. Jika vesel bekerja pada selain tekanan
atmosfer pada umunya bentuk kepala vesel tertutup.

Secara global, semua yang menggunakan vesel berebntuk silinder bekerja pada tekanan
uap dan memiliki ukuran sekitar 5lb/inch persegi. Ada bebrapa ukuran bentuk kepala itu sendiri.
Flat bottomed dengan ukuran besar, atap berbentuk kerucut yang dibatasi bekerja pada tekanan
uap dengan ukuran kecil. Terkadang vesel silinder dengan flat bottom dan diameter yang sangat
kecil dapat beropersi dibawah tekanan kerja pada beberapa lb/inch persegi jika atap atau kubah
digunakan, peratan yang dirancang untuk bekerja di bawah teknan atmosfer akan menggunakan
pembentukan kepala dengan ukuran tertentu. Vesel penyimpanan kecil (desain horizontal) yang
biasanya diletakkan di tempat terbuka yang sering digunakan pada umunya dibuat dengan
bentuk kepala hampir datar dari plate yg berat.
C. Vessel Vertikal vs Horizontal
Secara umum, persyaratan fungsional dari vesel terkadang menetukan vesel harus
berbentuk vertikal atau horizontal. Sebagai contoh, kolo distilasi dan packed tower
mememanfaatkan gaya gravitasi untuk separasi, membutuhkan intalasi vertikal. Penukar panas
dan vesel penyimpanan dimungkinkan berbentuk vertikal atau horizontal. Pada kasus heat
exchager, pemilihan sering dikontrol atau berdasrkan arus fluida dan perhiyungan perpindahan
panas. Pada kasul vesel penyimpanan, instalasi atau tempat pembangunan sangat penting. Jika
vesel dibangun diluar, kecepatan atau beban angin akan berdampak pada kebutuhan dasar untuk
mencegah over turning. Untuk beberapa alasan, vesel penyimpanan horizontal lebih banyak
digunakan dan ekonomis. Namun, hal yang lebih penting adalah ketersediaan lahan atau area,
head room dan pemeliharaan juga merupakan faktor penentu.
7.2 Spesifikasi Material
Baja ASTM-A-131-55 adalah baja yang dimaksudkan untuk meningkatkan struktur
biasanya digunakan untuk konstruksi kapal. Pada dahulu, untuk spesifikasi dari baja ini pada
dasarnya sama dengan A-7 dan A-283, kelas D. Untuk meningkatkan kualitas baja pada
lambung kapal , spesifikasi ini diubah pada tahun 1950 yaitu dengan cara menambah ketebalan
pada baja. Utntuk mewujudkan hal ini maka ada perlunya material yang ditambahkan yaitu
adalah heavy- vessel fabrication. Untuk baja ini ada batasan untuk persentase karbon dan untuk
mangan yaitu 0,6% sampai 0,9 % untuk piringan setebal

in dan juga untuk plate yang


mempunyai ketebalan 1 atau lebih memerlukan 0,15 % sampai 0,3 % silikon.

Steel Tensile Strength,
psi
Min
Yield,
point psi
Max
Thickness
Available,in
Min %
Elong, in
8 in.
Min %
Elong,
in, 2 in
Max %
C(ladle)
Max % P
(ladle)
(basic)
Max % S
(ladle)
(basic)
A-283-54
Grade A 45,000 to 55,000 24,000 2 27 30 No spec 0.04 0.05
Grade B 50,000 to 60,000 27,000 2 25 28 No spec 0.04 0.05
Grade C 55,000 to 60,000 30,000 2 23 27 No spec 0.04 0.05
Grade D 60,000 to 72,000 33,000 2 21 24 No spec 0.04 0.05
A-7-55T 60,000 to 72,000 33,000 15 21 24 No spec 0.04 0.05
A-131-55
Grade A 58,000 to 71,000 32,000 and less 21 24 No spec 0.04 0.05
Grade B 58,000 to 71,000 32,000 to 1 0.23 0.04 0.05
Grade C 58,000 to 71,000 32,000 1 and over 0.25 0.04 0.05
A-113-54
Grade A 60,000 to 72,000 33,000 21 24 No spec 0.04 0.05
Grade B 50,000 to 62,000 27,000 24 28 No spec 0.04 0.05
Grade C 48,000 to 58,000 26,000 26 No spec No spec 0.04 0.05
Tabel 7.1 1955 ASTM Steel Specification (67)
Baja ini tersedia dalam ukuran lebar untuk ketebelan dan tingginya kualitas daripada A-7
tetapi pada kenyataannya tidak diizinkan di dalam konstruksi mendesign vessel yaitu dalam hal
menemukan kode tekanan pada vessel. Tambahan kualitas yang dibutuhkan untuk plate baja
berat akan menambah biaya dan bisa juga menghilangkan keinginan untuk menggunakan alat
ini.
Struktur baja yang lainnya yang terdaftar di dalam ASTM A-6-54T adalah A-8, A-94, A-
284 dan A-242. Baja A-8 terdiri dari 3 % sampai 4 % nikel baja mengandung maksimum karbon
0,43 % dan memiliki kekuatan tarik dari 90.000 sampai 115.000 psi. Nikel yang memiliki sifat
kuat yang dapat ditemukan di baja karbon yang dapat menambah daya yield point, fatigue limit
dan impact strength. Baja A- 94 adalah baja silikon terstruktur terdiri dari maksimal karbon 0,4
% dan minimal silikon 0,2 dan memiliki kekuatan tarik dari 80.000 sampai 95.000 psi dan
minimal pada yield point adalah 45.000 psi. Jenis baja ini dapat dieliminasi dengan
pertimbangan untuk pembuatan vessel dalam hal perbedaan pembuatan dan biaya tambahan
untuk baja yang satu ini.Baja A-284 adalahkarbon silikon baja yang kekuatannya lemah dan
sedang yang terdiri dari 0,1%-0,3% silikon dan mempunyai kekuatan tarik 50.000 sampai 60.000
psi.

Baja A-242 adalah campuran logam dan baja terstruktur yang digunakan sebagai
material stress-carrying dimana memiliki ukuran yang pas dan memiliki resistan terhadapa
korosi dimana kedua hal ini sangat penting. Ketebalan terbatas yang tidak di bawah 3/16 dan
tidak lebih dari 2 in. Baja ini terdiri dari maksimal mangan 1,25 % dan maksimal karbon 0,2 %.
Baja ini memiliki yield point sebesar 50.000 untuk ketebalan dari 3/16 sampai 3/4 in, 45.000
untuk ketebalan sampai 1 1/2 in dan 40.000 untuk ketebalan 1 sampai 2 in. Untuk plate 1
in tebal dan tipis akan mempengaruhi penambahan 50 % atau lebih pada yield strength.
Memakai faktor design yang sama dalam yield point berakibat dalam pengurangan proporsional
di dalam ketebalan metal yang dibutuhkan.
7.3 Proportional Vessel dengan Formed Head
Vessel silinder dengan head sudah digunakan secara luas. Secara umum penggunaan
vessel dapat dikelompokkan dalam tiga katagori : Fungsi, pertimbangan tekanan, batasan ukuran.
Pada peralatan proses seperti kolom distilasi, unit desorpsi, menara bahan isian, evaporator,
kristalizer dan HE pengggunaan head sangat penting dengan berbagai perlengkapan proses
lainnya. Jika tekanan proses tidak atmosferis, penggunaan head menjadi penting untuk menutup
vessel.
Vessel (dengan head yang dibentuk = vessel with formed head) umumnya dibuat dari
bahan low carbon steel, yang mana bahan ini akan menjadi pilihan yang lebih murah apabila
dikaitkan dengan pertimbangan suhu dan korosi. Selain itu, bahan ini memiliki kekuatan yang
cukup tinggi, mudah dibuat dan baja lunaknya (sebagai bahan dasar baja) mudah didapat.
Sedangkan low dan high alloy steel umumnya digunakan untuk keperluan-keperluan fabrikasi
tertentu. Baja yang umum digunakan terbagi menjadi dua kategori umum :
Baja yang dispesifikasi oleh ASME
Lebih sering merujuk pada boiler plate steel. Digunakan untuk vessel bertekanan.
Struktural grade steel
Sebagian baja ini ada yang sesuai dengan spesifikasi dari ASME yang khusus digunakan
untuk keperluan fabrikasi tertentu dan juga yang khusus digunakan untuk konstruksi
vessel storage (vessel penyimpan).



A. Persamaan Vessel dengan Eliptical Dished Heads
Volume tangki silinder tertutup dengan eliptical dished heads sama dengan volume
silinder ditambah dua kali volume head. Volume head dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan untuk silinder dengan volume yang ekuivalen dan diameter dalam yang sama dengan
bagian silindris dari head. Gambar di bawah ini memperlihatkan irisan melintang dari elipsoidal
head dengan rasio sumbu mayor: sumbu minor = 2:1










Persamaan elips :
x
2
+ y
2
= 1
a
2
b
2

























Pemilihan tangki dibatasi oleh diameter atau panjang maksimum yang dapat diangkut
dengan railroad flatcar ( kereta dengan gerobak datar), umumnya sekitar 13ft 6in. Tangki yang
lebih besar daripada itu bisa didapatkan dengan cara :
a. Diangkut dengan kapal (jika antara lokasi dan pembuat terdapat sarana transportasi
laut)
b. Pengelasan sambungan dan pembentukan dilakukan di lokasi
c. Plat dipotong dan dibentuk di penjual dan dirakit di lokasi




Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jumlah sambungan karena berpengaruh
terhadap proporsi tangki. Usahakan jumlah sambungan seminimal mungkin.


B. Pemilihan dimensi plate yang optimum
Lebar Plate, tangki silinder dapat dibuat dengan meng-roll dan mengelas 1 atau beberapa
plate. Pilihan pengelasan tergantung pada ukuran plate yang digunakan. Pengelasan keliling dan
mendatar dapat dihilangkan dengan menggunakan plate yang ukurannya lebih besar, plate
dengan lebar lebih dari 90 inch akan lebih mahal setiap inch kelebihannya. Tetapi penghematan
yang didapatkan dengan menggunakan plat yang lebih lebar sehingga mengurangi jumlah
sambungan dan pengelasan melebihi biaya tambahan dari plate yang lebih lebar.





7.4 Pemilihan Dimensi Plate Optimal
A. Lebar Plate
Sel silindris dari tabung dengan tutup dapat dibuat dengan membentuk lingkaran dan
mengelas 1 atau lebih plate secara bersama-sama. Pemilihannya dapat berdasarkan terhadap
lebar dan jumlah plate yang akan digunakan. Biasanya bagian las yang melingkar dan membujur
dapat dihindari dengan menggunakan plate yang lebih lebar. Plate dengan lebar lebih besar dari
90 Inch akan membutuhkan pengeluaran ekstra seiring dengan bertambahnya lebar dari plate
tersebut. Sehingga plate yang ekonomis adalah plate lebar yang dapat mengecilkan sambungan
plate dan dapat mengurangi biaya dengan menghilangkan sambungan yang berlebih. Contoh dari
pengurangan biaya yang dapat dibuktikan dengan pemilihan ukuran plate yang optimal
ditunjukkan oleh W.G. Theisinger (104) untuk membeli 20 tabung dengan diameter 48 inch dan
20 tabung dengan diameter 54 inch. Sel pada tabung tersebut adalah :
1. Sel plate ganda
a. Tabung 48 inch
i. 20 plate 157,5x87x1,75 in
ii. 20 plate 157,5x85x1,75 in
b. Tabung 54 inch
i. 20 plate 176.75 x 91 x 1.93 in
ii. 20 plate 176.75 x 93 x 1.93 in
2. Sel plate tunggal
a. Tabung 48 inch
i. 20 plate 171 x 157,5 x 1,75 in
b. Tabung 54 inch
i. 20 plate 183 x 176,75 x 1,93 in

Untuk Sel plate ganda pembentukan membutuhkan biaya yang lebih banyak yang
diperhitungkan rata-rata $436 per sel atau total sekitar $17,440.00 untuk 40 tabung.
Dibandingkan dengan sel plate tunggal biaya ekstra untuk pembangunan untuk 40 plate lebar
dengan biaya $1.25 per 100 lb untuk 157.5 in dan $1.50 per 100 lb untuk 176.75 in dengan total
pengeluaran sebesar $9,853.00; oleh karena itu penghematan biaya sebesar $7,587.00 dapat
tercapai dengan menggunakan sel plate tunggal. Sebagai tambahan, waktu pembangunan dapat
di kurangi sebesar 5800 jam kerja, dan pengiriman yang lebih cepat. Dengan catatan permisalan
tersebut berdasarkan harga pada tahun 1944 dan tidak menunjukkan harga sebenarnya.
Untuk sebuah sel tabung dapat dibangun dengan menggunakan 1 atau 2 potongan
bangunan, pemilihannya bergantung pada perhitungan biaya untuk setiap desain dan memilih
desain dengan biaya yang lebih kecil. Namun, untuk tabung yang besar yang mengharuskan
pembangunan menggunakan beberapa plate prosedur diatas tidak dapat diterapkan dengan
mudah karena jumlah desain yang terlalu banyak. Sehingga untuk menentukan jumlah optimum
dari plate yang menghasilkan biaya kecil dapat dilakukan secara matematik.
Kelebihan lebar untuk plain carbon steel plate pada tahun 1953 ditunjukkan oleh tabel 9.4
dengan tambahan harga dalam dollars U.S setiap 100 lb dapat di plotkan terhadap
dimana adalah lebar plate dalam inch. Persamaan tersebut adalah :


Dengan

adalah harga dollar per 100 lb , dan adalah lebar plate dalam inch.
Biaya dari pengelasan melingkar

, termasuk dengan biaya persiapan dari sambungan,


biasanya dapat diwujudkan dengan hubungan harga dollar dengan jumlah lasan dan terdapat
pada tabel 5.2. Biaya pembentukan lasan secara melingkar dapat di sebut sebagai

. Dengan
total biaya yang dikeluarkan untuk pengelasan melingkar pada sejumlah N plate (termasuk
dengan pengelasan tutup) dapat di rumuskan sebagai berikut :


Dimana l adalah panjang dari sel (inch), dan D adalah diameter sel (ft)
Biaya tambahan dengan menggunakan plate yang lebih lebar dari 90 inch dapat diberikan
dengan persamaan :

Dengan total pengeluaran ekstra untuk menggunakan plate dengan lebar lebih dari 90
inch ditambah dengan pengeluaran untuk semua sambungan melingkar dapat dijadikan suatu
persamaan yaitu :

Dengan mendeferensiasikan persamaan tersebut, C, dengan lebar plate, w, dan disamakan
dengan 0 agar mendapatkan nilai minimum, maka akan didapat persamaan :

Dengan menyelesaikan persamaan diatas dengan nilai w untuk lebar plate optimum yang
memberikan biaya pembangunan terkecil untuk sel merupakan fungsi dari biaya penyambungan
las-lasan,

dan tebal sel, t. Persamaan ini dapat diplotkan pada grafik 5.5. Sejak tahun 1953
kelebihan lebar digabungkan dengan kelebihan tebal plate (appendix C). Sehingga grafik 5.5
hanya untuk perhitungan awal.
B. Tebal Plate
Plate memiliki ketebalan antara 0.5 inch sampai 1 inch yang dapat dibeli dengan biaya
dasar tanpa adanya penambahan biaya jika ada penambahan tebal plate. Untuk menghindari
penambahan tebal plate sehingga melebihi 1 inch, dapat digunakan baja yang lebih kuat. Hal ini
merupakan hubungan yang penting dalam perancangan tabung untuk memenuhi standar yang
dibutuhkan.
C. Panjang Plate
Plate memiliki panjang antara 8-50 ft dapat dibeli tanpa adanya tambahan biaya untuk
penambahan panjang. Jika memungkinkan dalam perancangan tabung, panjang dari plate harus
dipilih berdasarkan batas ini. Hal ini terjadi karena jarang pabrik yang memiliki stock untuk plate
dengan panjang lebih dari 40 ft, dan hal ini hanya terdapat pada tebal plate 0.75 inch atau kurang
dan plate dengan lebar 72 inch atau kurang. Plate yang lebih berat (memiliki maksimal dan
termasuk tebal 3 inch) dan lebar yang besar biasanya memiliki panjang 20 ft. Nilai maksimum
panjang, lebar, dan tebal dari suatu plate yang dapat ditangani dari pembelian tabung
menunjukkan batas dari ukuran plate yang dapat dirancang.

Plate yang mempunyai panjang antara 2 -50 ft sdh tersedia dipabrik tanpa panjang
tambahan. Biasanya pabrik tidak punya stok plate yang panjangnya lebih dari 40 ft. Panjang ini
biasanya dilakukan hanya dalam ketebalan plat in atau kurang dan lebar plate 72 in atau
kurang. Panjang, ketebalan, dan lebar maksimum dapat ditangani oleh pabrik. Vessel dapat
diberlakukan pembatasan pada ukuran plat yang dapat ditangani.
7.5 Tipe Pembentukan Heads pada Umumnya dan Pemilihannya
Meskipun biaya pembentukan head dari pelat datar melibatkan biaya tambahan
pembentukan, penggunaan head dibentuk sebagai penutup biasanya lebih ekonomis daripada
penggunaan pelat datar sebagai penutup kecuali penutupan diameter kecil. Di bawah ini gambar
macam-macam tipe bentuk head pada umumnya.




Keterangan :

Kedalaman piringan dan dimensi overall, OA bisa dihitung dengan rumus :














Untuk tujuan las head ke kulit vessel, berbagai macam gaya tepi mesin dapat disediakan pada
head yang dibentuk oleh pabrik. gaya mesin standar untuk head yang disediakan oleh salah satu
produsen yang ditunjukkan pada gambar. 5.9.












Dibawah biaya tambahan untuk berbagai gaya standart mesin dan berlaku untuk semua jenis
head yang dibentuk.































A. Flanged only heads
Head yang dibentuk paling ekonomis adalah yang dihasilkan dengan membentuk flange
dengan jari plat datar. Head ini diidentifikasi sebagai satu-satunya Head flanged dan
diilustrasikan secara rinci dari fig.5.7
Flanged-only heads diaplikasikan pada penutup ujung vessel penyimpan berbentuk
silinder horizontal pada tekanan atmosfer. Vessel ini untuk menyimpan fuel oil, kerosin, dan
campuran liquid yang mempunyai tekanan uap rendah.Flanged only head bisa digunakan untuk
head bawah pada vessel silinder vertical yang bersandar pada beton dan tidak memiliki diameter
lebih dari 20 ft. Tabel 5.4 menyatakan panjang straight flanges dan inside corner radius untuk
head sebagai fungsi tebal head.
B. Flanges standard dished and flanged shallow dishes head
Rating tekanan flanged only head meningkat jika bagian datar terdesak. Head seperti itu,
tidak dirancang untuk spesifikasi yang cocok, terbentuk membentuk pelat datar sehingga menjadi
bentuk dished yang terdiri dari dua jari-jari: jari-jari mahkota dish dan jari-jari sudut dalam,
kemudian disebut sebagai radius knuckle.
Aplikasi ini untuk membuat vessel proses rendah tekanan berbentuk vertikal, tangki
penyimpanan silinder horisontal untuk cairan volatil seperti naptha, gasolin, dan kerosin dan
tangki penyimpanan berdiameter besar yang tekanan uapnya dan tekanan hidrostatis tinggi
terlalu besar untuk penggunaan praktis flanged only head. Tabel 5.5 memberikan dimensi
flanged dan standar dished head kecuali untuk radius dish.





C. Flanged and Dishes Heads (Torispherical) to ASME Code
Nilai tekanan dari flanged && dished head bisa meningkat dengan menurunkan nilai
tegangan (stress) yang berada di sudut dalam dari suatu head. Ini bisa diselesaikan dengan
membentuk head sehingga jari-jari sudut dalam sama dengan tiga kali ketebalan suatu logam.
Untuk kode konstruksi,jari-jari tersebut tidak boleh lebih dari 6% dari suatu diameter dalam.
Selain itu jari-jari tersebut harus sama dengan atau lebih kecil dari diameter head. Nilai d
menunjukkan sketsa penampang flanged & dished head dengan ASME kode,yang dikenal
dengan torispherical head. Head ini dibuat dengan menggunakan diameter luar (OD) sebagai
diameter nominal. Diameter head tersedia berdasarkan diameter luar tiap kenaikan 2 in, dari 12
ke 42 in; tiap kenaikan 6 in, dari 42 ke 144 in; dan tiap kenaikan 12 in, dari 144 ke 210 in. Head
dengan diameter luarr 210 in dan 246 in juga tersedia.
Volume head yang diketahui jari-jari sudut dalam yang sama dengan 6% dari diameter
luar dapat ditentukan dengan persamaan:
V= 0.000049d
i
2

Head untuk vessel ini biasanya digunakan untuk kisaran tekanan 15 sampai 200
psig,yang mana sering dipakai untuk tekanan yang tinggi. Namun, apabila tekanan melebihi 200
psig akan lebih ekonomis jika menggunakan eliptical flanged & dished head. Secara umum,head
ini dapat digunakan untuk vessel vertical ataupun horizontal untuk alat proses sesuai kisaran
tekanan diatas. Untuk kisaran tekanan 150 psig dan tekanan yang lebih tinggi, perlu dilakukan
perbandingan biaya antara kode Torispherical dengan kode Eliptical Dished Head. Pilihan
optimum ditentukan berdasarkan total biaya dari variabel tekanan, diameter, ketebalan dan
material yang digunakan.
Tabel 5.7 menerangkan tentang jari-jari sudut dalam dan jari-jari untuk kode flanged and
dished head. Sedangkan tabel 5.8 menerangkan tentang panjang dari flange untuk tiap ketebalan
head yang berbeda dari flanged & dished head.
Perkiraan biaya diperlukan untuk mengetahui berapa kebutuhan dari baja dan biaya
pembuatan head di fabrication plant. Perkiraan diameter bisa ditentukan dengan hubungan
Diameter = OD +

(untuk gage dibawah 1 in). (5.12)


Diamter = OD +

(untuk gage 1 in dan lebih).. (5.13)


Dimana : OD=Diameter luar,inch
sf=panjang flange,inch
icr= jari-jari sudut dalam,inch
t= ketebalan gage,inch
Berat dari suatu material dapat dihitung dari nilai diameter rongga, ketebalan gage, dan
densitas baja (490 lb/ft
3
). Biaya dari baja dapat diperoleh dari Appendx C. Tabel 5.9
menerangkan tentang biaya pembuatan head untuk head yang mempunyai diameter luar lebih
besar dari 48 in. Gambar 5.10 menunjukkan biaya dari pembuatan berdasarkan besar diameter
headnya. Tabel 5.9 dan gambar 5.10 berdasarkan data ASME tahun 1955 yang meliputi
diferensial kuantitas yang dapat digunakan saat 2 hingga 4 head sudah dimiliki.
Jika flange lurus dioperasikan untuk pengelasan (welding),table 5.3 dapat digunakan
untuk memperkirakan biaya tambahan mesin. Jika suatu head memiliki panjang straight flange
yang melebihi standar, biaya tambahan hingga 5% akan dikenakan untuk setiap penambahan
straight flange sebesar inch.
Untuk menentukan total biaya head pada suatu pabrik, pertama yang perlu dilakukan
adalah mencari biaya baja utuh. Selanjutnya tambahkan biaya pembentukan, biaya operasi
mesin, diferensiasi kuantitas dan biaya tambahan jika flange melebihi standar.
D. Eliptical Dished Heads Meeting ASME and API-ASME Code Specification
Elipsoidal head biasa digunakan untuk kode pembuatan flanged & dished head dengan 2
jari-jari untuk vessel yang didesain dengan tekanan lebih dari 200 psi. Eliptical head dibuat
dengan bentuk cross sectionnya adalah elips. Perbandingan sumbu pada head tersebut yaitu 2:1,
kekuatan head tersebut kiira-kira sama dengan kekuatan shell bersilinder pada diameter dalam
dan luar. Untuk alas an ini,banyak pengusaha pabrik yang sudah menstandarisasi elliptical head
dengan perbandingan 2:1.
Pada tabel 5.11 menjelaskan tentang stadard straight flanges untuk memberi ketentuan-
ketentuan pada eleptical dish heads seperti diameter yang efisien apabila diketahui ukuran gage.
Dan sebagai contoh diketahui ukuran eleptical head tanki penyimpanan butane yaitu 18/16 in
maka di dapat diameter nya didapatkan 144 in. Dan pada tabel 5.11 ini digunakan sebagai
katalog manufactur agar dapat menghasilkan straight flanges maximum.

Ukuran (volume) dapat digunakan untuk memperkirakan pengeluaran biaya yang akan
dikeluarkan sesuai dengan prosedur yang telah direncanakan sebagai contoh dalam menentukan
sisi dan bagian kepala vessel. Pada gambar 5.5e menjelaskan tentang hemispherical heads yang
digunakan untuk menentukan ketebalan dan kekuatan dari formed heads. Dan heads
hemispherical yang bagus untuk tekanan tinggi yaitu elliptical dished head atau cylindrical shell
yang mempunyai ketebalan dan diameter yang sama. Tingkat pembentukan dan biaya yang akan
dikeluarkan juga lebih besar karena head ini mempunyai ukuran tertentu. Ukuran awal berbentuk
conical(kerucut) harus cukup besar untuk menampung diameter roll bending, yaitu biasanya
4,8,10 in.
Toriconical heads salah satu contoh bentuk conical heads yang mempunyai radius
flanged yang panjang. Dan sebagai ilustrasi digambarkan apda gambar 5.7. Toriconical heads
disusun oleh lembaran plates yang berukuran sama dengan flanged and dished heads. Tetapi
toriconical heads ini sangat mahal tetapi bentuk toriconical ini sangat banyak di aplikasikan
sebagai vessel bertekanan dan lokasi yang dibutuhkan tidak terlalu besar dan di bagian
toriconical ini mempunyai bentuk dan ukuran shell yang seragam.
Spun toriconical heads biasa digunakan untuk variasi ukuran antara 30 sampai 198 in.
Dan bagian luar diameter(atau bagian dalam diameter) yaitu 6 in dan mempunyai sudut 90 dan
120 derajat. Dan ukuran gage yaitu 3/8 in. Dan mempunyai sudut 114 derajat untuk memperoleh
diameter dari 42 sampai 216 in dan sudut 140 derajat untuk mendapatkan diameter 66 sampai
240 in . diameter 240 in untuk mengetahui sudut atas.
E. Menentukan Tipe untuk Membentuk Heads.
Ada tiga tipe proses pembentukan heads yaitu yang dijelaskan pada gambar 5.15. the
flanges dan reverse dished head disusun oleh satu plate dan berjumlah tertentu. I buah spun
hemispherical heads dibuat dalam 1 kali proses yang ditunjukan pada tabel 5.13.dan tabel 5.13ini
menjelaskan tentang ukuran dimensi spun hemispherical heads.

F. Conical dan Toriconical Heads
Conical heads banyak digunakan secara komersial untuk berbagai peralatan proses yaitu
seperti evaporator,spray driyer, cristallizer dan settling tank. Untuk bagian konical ini sangat
menguntungkan apabila umpan dalam bentuk partikel karena jumlah padatan yang terakumulasi
dan hilang sangat banyak.dan di conical heads harus mempunyai sudut yang bagus agar jumlah
padatan yang terakumulasi semakin banyak dan sebagai contohnya terdapat dalam gambar 5.3.
Bagian conical akan berputar yang membentuk roll cylindrical shell. Dan proses
perputaran ini secara detail digambarkan pada gambar 5.15.